Minggu, 02 Agustus 2015

Warna-Warni Kemenangan : Pasien Kucing Sampe Kepincut Rumah Asri di Kampung

Tanggal 11 Juli menjadi tanggal mudik kami kemarin. Lebih cepat 5 hari sebelum resmi libur bersama kantor. Memang sengaja aku habiskan sisa cutiku. Toh sebentar lagi aku bakal resign. Hehehe....

Kacang bawang paling eksis



Penat? 

Mungkin. Apalagi keadaan di kota, terutama Jakarta sebagai tempat kerjaku sehari-hari kian semrawut. Bukan apa-apa. Aku cuma pengen rehat sejenak dari PP Antar Kota Antar Propinsi tiap harinya. Apalagi lepas puasa, jam kerja kembali normal dari jam 09.00-18.00 WIB. Itu belum termasuk perjalanan yang memakan waktu 2 jam berangkat dan 2 jam pulang. Bisa-bisa lama n tua di jalan. Aku ga mau menghabiskan masa-masa indah di awal pernikahan dengan mementingkan ego seputar karir, sementara kalau aku pulang kemalaman, kerjaan rumah pada ga beres. Mending aku fokus dengan Rumah Tangga, ketimbang musti berangkat subuh-subuh (menghindari kereta penuh red) dan pulang jam 21.00 (lagi-lagi biar ga kena desek-desekan penumpang yang pada brutal). Ini bisa mengganggu jam biologisku untuk sitirahat...eh istirahat ding.. 324r75557765418 47 Super cute pig emoticons gif pig emoticons

Mungkin banyak orang yang menyayangkan karena usiaku yang masih muda--sudah karyawan tetap di sebuah perusahaan media massa, memutuskan berhenti. 25 tahun itu masih produktif-produktifnya lo ??? Bahkan malah berusaha kayak mencegah, atau belum-belum udah nawarin, coba deh liat lowongan PNS ini, bla bla, bla... Aku makasih banget sih udah pada care, tapi ntar dulu deh. Aku masih ingin istirahat sekaligus pemulihan pasca kuret (baca : Test Pact itu Sempat Positif). Lagipula suami sangat mendukung aku di rumah, karena aku kerja ataupun engga juga ga ada pengaruhnya sama kewajiban pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Katanya, urusan nafkan adalah tanggung jawabnya.

Tapi kan bosen di rumah terus? Ga bisa ketemu temen-temen? Sosialisasi? Memang nanti ada hiburan apa di rumah? Mmmm banyak...Insyaalloh akan kunikmati setiap tugas dan perananku di rumah dengan iklas, tanpa mengeluh, dan gembira. Simpel kan????


Aku selalu ingat dan yakin akan kata-kata suami. "Kalau dedek ga kerja, ya rezeki kan datangnya dari arah Tamas. Satu pintu ketutup, ya pintu-pintu lain yang akan kebuka? Ingat, rejeki itu tidak selamanya berupa materi kan??" Aku mengangguk paham.

Intinya, dengan mengucap bismilah, aku kembali ke hakekat peran seorang istri yang sesuai dengan koridor agama yaitu mengurus suami dan rumah, juga mendidik anak-anak nantinya. So, ini menjadi keputusan finalku manakala menimbang kerja jauh dari rumah lebih banyak mudhorotnya ketimbang manfaatnya. Syukur-syukur bila nanti bisa bekerja dari rumah, atau mendatangkan rejeki lewat blog ini. Siapa tau kan? # Musti rajin ikutan GA nih... #Sambangin promotor GA satu-satu. 324r75557765423 47 Super cute pig emoticons gif pig emoticons

Wew, prolognya tumben banyak bener yak...padahal kan dari awal sebenernya pengen cerita pas mudik kemaren.

Sayangnya foto-foto yang sempat kuambil cuma pas lagi stay di Rumah Prembun. Jadi sementara ceritanya kubikin waktu nginep di Prembun dulu deh ya. Rumah Dlangu aka tempat mertua kapan-kapan..hew hew hew.

H-2 sebelum takbir kami meluncur ke kota kecil (sebenernya mungkin bisa dibilang belum kota juga sih) yang di pinggir-pinggirnya banyak berjajar penjual bengkoang. Di daerahku nama lain bengkoang adalah besusu. Jadi kalau kalian melintas di Kebumen perbatasan sebelah timur dan sudah menjumpai bulatan-bulatan putih yang diikat menarik (efek sudah dikupas), maka kalian sudah sampai di sebuah tempat bernama Prembun. Itulah tempat aku tinggal dari TK hingga SMA.

Rumah orangtuaku masih berada di lingkungan yang cukup asri. Dikelilingi 4 pekarangan (yang kesemuanya milik tetangga), bangunan memanjang dengan cat putih itu rupanya kian berbeda dari saat terakhir aku main ke sana. Mungkin karena menjelang lebaran, jadi rata-rata rumah di desa tampil dengan cat baru. Betul aja, ternyata bapak sudah rajin melabur semua temboknya dengan Dulux saat awal Ramadhan. Putih menjadi pilihan karena kesannya elegan, bersih, dan cocok jadi 'warna kemenangan'. Apalagi Dulux punya kan catnya tau sendiri--berkualitas. 


Tampilan cat putih bersih Dulux
Bapak memilih Dulux Weathershield PowerFlexx sebab cat eksterior ini punya Powerflexx Technology yang mampu menutup retak dan tahan air hujan sehingga dinding yang kena sapuan cat bisa tetap indah dan tampak baru lebih lama. 

Waduh, ngelihat rumah di Prembun yang segitu tertata rapinya sebelum open house Hari-H, aku jadi teringat sama rumahku di Tangerang. Rada minder dikit sih. Maklum karena baru nikah dan kebetulan baru dikasih rejekinya bisa beli rumah second--dimana keadaan catnya (baik dinding maupun plafon) sudah agak mengkawatirkan (kusem faraaah mennn), maka aku langsung kedip-kedip manis minta kode ke suami biar nanti dicat ulang. "Pakai Dulux aja yank, biar cantik seperti yang punya. Mumpung ada promo warna-warni kemenangan, yaitu kita bisa mendapat voucher sebesar Rp. 100.000 dengan pembelian produk Dulux sebesar Rp. 1000.000. Hehehhe..."



#Oke mari kita kumpulkan duit buat renov.

Skip...Skip...Lanjut ke cerita.

Suatu siang, saat semua sedang beberes rumah guna menyambut hari raya, tiba-tiba pintu diketok. "Tok tok tok !!!Bu Titiiiikkk," seru suara seorang anak perempuan di luar yang menyebut nama ibuku.

"Bu Titiknya ada?"ulang suara itu.
Bergegas aku dan suami datang untuk mempersilakan tamu itu masuk. Oh, ternyata Indah, teman Anis adikku. Yang aku kaget ternyata Indah tidak sendiri. Ia datang dengan menjinjing keranjang berisi sesuatu. APAKAH ITU?????

Ternyata mahluk berbulu.

Kucing gendut berbulu orens.


Ini dia kucing pasien kita...
 (Dalam hati aku kaget sekaligus senang, dapet tamu mahluk manis macem begini)

"Ini mbak mau periksain kucing sama Bu Titik,"ujar Indah sembari mengeluarkan kucing tersebut dari dalam kandang. FYI, ibuku dikenal sebagai mantri hewan yang biasa memeriksa dan mengobati binatang sakit. Termasuk juga kucing.

"Oiya bentar ya, kupanggil dulu ibuku," ujar Anis yang tiba-tiba ikutan nimbrung di belakang sambil cengar-cengir. Dia juga pasti kegirangan melihat kucing oren itu.

Tak berapa lama kemudian ibu datang diikuti oleh bapak. Semua penasaran karena kedatangan kucing peranakan pagi-pagi.

Dengan cekatan ibu menanyakan kondisi Garfield, nama kucing ini lebih jelasnya pada Indah yang ternyata akhir-akhir ini bertingkah tidak seperti biasanya. Selain agak mengurus, bulunya juga rada rontokan. Dengan beberapa pertimbangan, akhirnya Garfield musti disuntik.


Ibu sampe belum sempet mandi
Suntik dulu yuk...
Hwa...mendengar bunyi alat-alat medis, Garfield tiba-tiba kaget. Kayak ada firasat bakal dienjus, dia jadi gelisah. Waktu dipegang malah merucut kabur. Gesit seperti belut dan sedikit berontak apalagi aku nekad pengen memotretnya. Lalu dengan dibantu bapak, akhirnya ibu berhasil menginjeksinya meski muka Garfield sangat tegang. Setelah itu ibu memberikan saran-saran pemulihan dan ditanggapi Indah dengan serius. Usai disuntik kelihatannya Garfield jadi lemas dan kapok main kemari. Untungnya aku sempat mengabadikan moment-moment lucu itu. Ahhaha...

Well, hebohnya lagi saat Lebaran adalah saat menengok kue-kuean yang menjadi jamuan di meja tamu. Berhubung tak ada oven, jadi sebagian besar beli dari tetangga. Kebetulan Mbak Umi, tetangga ibu ini jago banget bikin aneka kue kering. Jadi tinggal cus aja pencet nomor telponnya, langsung deh diantar ke rumah. Yang bikin cuma pastel isi abon aja, cuma tahu-tahu sudah habis karena disanding buat cemilan. Kata ibu meski bentuknya aneh dan ga seragam, yang penting rasanya wuenakk. Setengah toples akhirnya habis diganyang suami waktu buka terakhir.

Yang lain, standar sih kue-kuenya. Macem putri salju dan kawan-kawannya. Cuman rasanya beda ama yang dijual di toko-toko. Walau murah (sekitar Rp 40 ribuan per toplesnya, tapi uda didapet rasa kastangel yang berlumer keju asli), putri saljunya juga renyahnya pas. Ga gampang ambrol ataupun kekerasan. Kalau yang paling eksis dari masa ke masa ya kacang bawang. Walau ga ngelupasin sendiri sih kulit arinya. Sebab ibu mending praktis pilih yang tinggal goreng aja di pasar.



kastangel, putri salju, chess stick
warna-warni euy toplesnya
hasil panen sendiri


Bukan itu saja sebenarnya. Kalau boleh kubilang, sekarang ini ibu dan bapak banyak menanami sayuran maupun apotek hidup di sisa-sisa halaman yang masih bisa ditanami. Agak takjub juga saat kudapati samping rumah telah dipayungi pohon jeruk nipis yang sudah meninggi dan lebat buahnya. Di bawahnya ada kolam lele dan nila yang sesekali airnya terdengar bergemericik saat sedang dikuras. Jujur ini keren, meski ukuran kolamnya relatif kecil tapi melihat ikan warna-warni yang hilir mudik di depan mata, rasanya ini sukses mengikis stress. 



cabenya ranum-ranum
kolam ikan
Agak ke belakang ada tanaman cabe, pohon melinjo, salam, pepaya, kemangi, de el el. Kalau mau masak, ya tinggal ambil langsung dari pohonnya. Dijamin fresh dan bebas pestisida. Istilah bahasa sekarang serba organik. Asli dari pupuk kandang alias kotoran kambing . Syaratnya yaitu nggak jijian dan telaten. Maklum ibu dan bapak kan orangnya ga bisa diem. Jadi suka tanemin apa aja hingga rumah berasa hijau semua.

Di belakang, persis di dekat kandang ayam, ada pipa yang disulap menjadi media tanam pakcoy dan bayam. Dulu pernah ada kangkung, tapi kayaknya cepet layu jadi diganti 2 tanaman itu. Segala tempat pokoknya ada tanaman. Sampai-sampai di atas pagar tembokpun disisipi tanaman kucai dan seledri. 


media tanam pakcoy dan bayam
kucai dan seledri





jeruk yang sudah mulai menguning
Oya, yang menarik pandangan mataku adalah pohon jeruk peras yang buahnya mulai menguning di halaman depan. Wah, pas banget nih, karena waktu mudik banyak banget yang kena flu termasuk pula aku. Maklum peralihan pindah dari kota ke desa ya sedikit ngaruh ke badan. Apalagi di desa udaranys dingin banget. Jadi melihat jeruk-jeruk yang telah ranum msupun masih hijau itu aku tertarik untuk meramunya jadi minuman hangat. Semuanya tinggal petik-petik aja. Praktis, hemat, dan go green. Bisa juga nih diterapin abis pulang ke Tangerang. Sambil mikir keras mengingat semua halaman uda ditanam keramik...hihihii
  
Seru dan heboh ga foto-fotonya?? Biar ga mubazir aku kumasukkan saja ke kontes foto Warna-Warni Kemenangan 2015 Kalau kalian mau ikutan juga, caranya gampang benget, buka link warnawarnikemenangan.com. Upload foto dan pilih frame yang sesuai dengan foto kita lalu ceritakan isi foto tersebut. Setelah itu tekan submit deh !!!


Foto ini yang kuikutsertakan
Cek di Facebooknya ya

Lengkapnya bisa di cek di sini nih :


Website: http://warnawarnikemenangan.com/
FB: https://www.facebook.com/LetsColourIndonesia
Twitter: http://twitter.com/letscolourid
Instagram: http://instagram.com/letscolourID
Youtube: http://www.youtube.com/user/LetsColourID



22 komentar:

  1. Sayang banget mbak Nit resign, padahal aku malah susah nyari kerja. Itu dari sudut pandangku. Kalo sudut pandang mbak Nita ya wajar sih resign.

    Eh, cat rumahnya bagus. Iya lah, pake Dulux*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah renggo,
      kodrat wanita yg akhirnya menentukan

      Hapus
  2. Haduuh aku baru sadar mbak nita udah nikah. Kirain seumuran astaga .____.
    Semoga dirumahnya betah yaa sambil meranin istri yang dirindukan suami selepas kerja~
    Duluuuxxx. Emang baguss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya deva...
      itunimpian wanita sholeha xixixi

      Hapus
  3. Yah gpp mbak walau harus resign. Yg penting tetep smngat. Hhe oya untuk bayinya sabar ya mbak.

    Itu btw bnyak bnget buah2annya minta satu hhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya makasi ade :)
      Boleh tp adanya di kampung hehee

      Hapus
  4. Waaah, senengnya yang pulang kampung ^_^
    Semoga pilihan Mbak Nita buat resign itu tepat, ya, mbak. Mari jadi istri solehah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dr darlaaa...akhirnya km kmbali hihihi

      Hapus
  5. Mak, kucingnya dah beranak belum?

    Mau dund adopsi
    *ngarep yang gratisan
    Heheeheew

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu jantan mak kata yang punya geggegegk

      bukan punyaku

      Hapus
  6. warn-awarni toplesnya sama :)

    BalasHapus
  7. jaga kesehatan mbak nya :)
    semangat pagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siapp mas Awan
      Smangat menjelang siang hihihi

      Hapus
  8. Prembun?
    Waah teman saya rumahnya di Prembun. Dulu saat masiswa pernah sepedamotoran ke sana dari Jogja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh serius?? Prembunnya mana Pak?
      pesti seger banget ya bisa sepeda motoran tanpa polusi hehehhe

      Hapus
  9. hah???!!!mbak beneran resign, aku aja susah nyari kerja,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamu kan cowok muh, jadi wajar.
      Na kalo cewek beda lagi, apalagi uda merried, jadi ada saat nya mempertimbangkan banyak hal hehehhe

      Hapus
  10. Udah tekad banget ya mbak keputusannya. Keren :)

    Linkungan sekitar rumah orangtua mbak, adem banget yak. Banyak tumbuh2an :)
    Itu jeruknya ngejek banget mbak, kayak minta dimakan gitu -__-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ho oh Lan, sementara maunya gitu dulu...
      rehat..

      Iya adem banget, serba ijo...asal jangan matanya yang ikuta ijo hahhahaha

      sikaat aja lan, jeruknya rela kog

      Hapus
  11. Keputusan yang cukup sulit. Gue aja masih nganggur. Huwahaha. :D

    Ibu kamu dokter hewan, Mbak? Waaaahhh, keren. :)
    Btw, kucingnya lucu banget itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kamu pan masi kuliah yog, sante aja...nikmatin masa mudaa, yang muda yang bercinta, #nah...

      Bukan sih, ibuku cuma pengawas bibit ternak, PNS, tp ma warga sering dimintain tolong nyembuhin binatang gitu

      culik aja kucingnya...e tapi ini bukan punyaku

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...