Sabtu, 26 September 2015

Manfaat Yoghurt Stroberi Heavenly Blush untuk Wajah




Akhir-akhir ini aku merasa cuaca semakin panas. Jalanan depan rumah juga lagi dicor. Debunya kemana-mana. Makanya aku malas keluar. Aku lebih milih ngadem di rumah. Pengennya sih berendam seharian kayak kuda nil...*cuma aku tak punya bath up. Jadi beginilah akhirnya, glundang-glundung tak jelas mirip semangka. 

Aku dan heavenly blush stroberi

Selasa, 22 September 2015

Streamingan Anti Macet Berkat Smartfren 4G LTE #goforit



Sebagai bagian dari Gen Y, aku dan suami sama-sama demen nongkrongin komputer. Entah itu otak-atik blog, facebook-an, browsing-browsing berita, sampai yang paling sering dilakukan suami (hingga niat banget dibikinin jadwal) adalah streamingan kartun. 

 
sumber gambar : www.animeindo.co.id

Senin, 21 September 2015

Semangkok Mie Ayam


Tak ada yang lebih nikmat selain jajanan kaki lima yang murah meriah. Tak terkecuali mie ayam. Di sekitar tempat tinggalku, ada satu tukang mie ayam yang walo murah, tapi rasanya jos.

Jumat, 18 September 2015

Catatan Pukul 5


Semua ini berawal dari tidur sore. Bayangan salah seorang tokoh Wrong Turn masih terekam jelas dalam sisa-sisa mimpi. Kalian para penggila horror pasti taulah ya apa itu Wrong Turn.

Kira-kira muka kelincinya mirip kek gini dah (
urbanmoms.ca)

Kamis, 17 September 2015

#OOTDAlaAku : Gaun Muslim Bentuk Payung


Kiblat busanaku masih cenderung gonta-ganti. Tentunya masih dalam taraf wajar. Kalau bisa sih lebih 'wanitaan' dikit. Dan panjangan juga. Kan ceritanya mau jadi wanita solehaa...*simpen-simpenin hotpants ke dalam lemari --> tapi ini masi bisa dipake kok selama masih di dalam rumah. Asoy...


Rabu, 16 September 2015

Review Bakmi Ayam Ceker



Ga terasa City Mall Tangerang uda begitu sepi. Yang tersisa saat nyampe lantai atas tinggal beberapa outlet makanan yang masih berjuang mengais rejeki di tengah ekonomi yang serba sulit ini. Tak terkecuali Outlet Bakmi Ayam Ceker yang pada hari itu kami satronin untuk kami coba menu-menu andalannya.

Mangkok pangsitnya bisa dimakan

Review Spirited Away



Sambil menunggu datangnya paket kuota yang (((lagi-lagi))) cuma bisa jalan pas jam-jam kampret mencari nafkah, akhirnya timbullah ide untuk menulis sesuatu. Tentang review film. Kan belum pernah ya... Ceritanya biar konten blog ini lebih bervariasi.

Suasana pemandian air panas milik Yubaba (sumber : thedissolve.com)

Sabtu, 05 September 2015

5 September

Hari ini..
Hari yang kutunggu
Bertambah satu tahun
Usiaku...
Bahagialah aku.....

YEAYY !!! Trima kasih ibu sudah melahirkanku ke dunia. 


Potret keluarga bahagia (aku yang digendong)

Rabu, 02 September 2015

Hotel Rasa STM

Happy Honeymoon Part 1

Namanya tanggal merah kudu dimanfaatin sebaik mungkin. Itu kamusku. Ga mau buang waktu dengan percuma, akhirnya proposal honeymoon yang uda lama kuidam-idamkan di-ACC juga. Mumpung ya...mumpung belom ada buntut (dan rencananya-kalo emang dikasi amanat itu-kami juga mau bikin..wakakakkag !!) 

Akhirnya aku ngajuin 2 destinasi dadakan. Ya sih...abis rencananya juga ngedadak. Jadi otomatis ga bisa jauh-jauh juga. Kalok ga ke Bandung ya liburan ke Bogor. Dua-duanya pakek huruf B.....Biar berasa BIG harinyah, hahahhaah

H-1 sebelum tanggal 3 ternyata aku masih bingung mau melangkahkan kaki kemana
"Besok aja, dipikirnya sambil jalan," Tamas menyimpulkan. (Tamas : panggilanku ke pak suami-red, yang artinya tayang amas...ceileh lebay-abaikan !!)

Sementara aku masih was wes wos takut hari penting tersebut bakal keganggu ama sesuatu. Tau sendirilah, tiap weekend, ada aja yang ngerecokin kami pacaran. Hahhahaha.. Ya kedatengan tamu yang ga pulang-pulang, disuruh sowan ke tempat sodara, tengok orang sakit, kondangan, lahiran, lalala... Sampe kadang kerjaan Tamas yang ga bisa diganggu gugat karena berkenaan dengan hajat hidup orang banyak. Huft.
"Sekali-kali mikirin diri sendiri ngapaa tayaang," rajukku hingga akhirnya tamas luluh dan mengiyakan.

Lalu tibalah tanggal yang ditunggu-tunggu. Pagi itu sekitar jam 7-an Tamas masi molor. Kecapean kerja ama ngejemputin bininya tiap malem sepulang naik kereta. Hmmm...akhirnya aku berinisiatif buat dandan dan packing-packing dulu. Yaaa dandan kilat dah, pake sunblock doang. Maklum semua serba dadakan. Bahkan masukin bajupun belom dikerjain...Ini niat piknik ga sih?


Yang penting sunblockan dulu

Sekalinya ke Taman Bunga....

Happy Honeymoon Part 2


Pagi hari aroma gunung masih terasa.
Saat buka mata....yeaah!! Aku masih berada di sini. Aku masih liburan di Bogor (sonoan dikit). Eh...Cianjur ding lebih tepatnya.

Kusibak selimut hotel sambil meregangkan otot. Lalu saat berjingkat ke arah jendela, pemandangan bukit yang maha indah sudah tersaji di sana. Di sampingku ada Tamas yang sudah ganteng dan menyisakan sedikit kepul panas sisa air bath up.

"Buruan Yem !!! Mandi !!!Katanya mau ke Taman Bunga Nusantara?"
Oke siap !! 86.

Untung aja aku bawa sabun dan shampoo sendiri. Karena ternyata shampoo-nya tidak disediakan pihak hotel. Cuma ada bulatan sabun yang wanginya tak menarik.

Kelar mandi, aku uda disambut sindiran keras manakala mata ini menangkap piring sisa nasgor yang tak jadi kuhabiskan. (Baca di sini)

Lalu aku kena jitak kecil.

Akupun ganti baju dan siap-siap. Sebelumnya kami makan pagi di resto hotel. Kali ini agak bising. Ada beberapa keluarga yang sarapan di situ. Dan masing-masing dari mereka bawa todler yang tak berhenti-berhentinya jejeritan ataupun tetangisan. Mungkin lagi pada numbuh gigi...

Dan agenda kami kali ini adalah Taman Bunga Nusantara. Berbekal semangat dan tekad membara bak semboyan Monkey D. Luffy dalam serial One Piece, Tamas pun menghajar jalanan Cianjur yang sungguh sangat memprihatinkan. Rusak banget...nget..nget..nget. Apalagi matahari uda di atas kepala. Tentu panasnya membakaarrrr...

Tapi perjuangan berbuah manis. Satu jam-an berjibaku dengan jalanan berbatu, akhirnya sedikit-sedikit mulai nampak aroma bebungaan. Apakah kami sudah sampai? Sepertinya begitu...

Sampe di pelataran aku langsung teriak. "Yaank spot foto pertama neehh !!!" (Sambil menunjuk patung angsa hitam yang tengah meregangkan sayapnya. Tamas cuma geleng-geleng kepala.

Mengingat hari sudah semakin siang, kami putuskan buat jalan sambil kaca mataan. Kamipun nyamper ke pedagang sovenir di muka taman. Yang murah-murah ajalah, 60 rebu dua biji, ngahaaahhaha..

Kayak tukang pijit, wkkk