Sabtu, 09 Januari 2016

Serunya Berlibur di Kebun Raya Bogor (Ala Gembulnita)




Kali ini masih mau nulis tentang Bogor (LAGI). AAAAKKKK....sudahlah pak walikota, rekruit saya jadi duta wisata Kota Bogor. REKRUIT !! Bhuhuhu ... (yekali ada yang khilap terus terpesona dengan tulisan di Blog ini--dimana sebagian besar isinya merupakan penggiringan opini masyarakat untuk peduli terhadap wisata dalam negeri, eaaakkk).

Kembali ke realita...

Jalan ke Bogor, rasanya ga lengkap kalo belom nyamper ke Kebun Raya Bogor (KRB). Seperti halnya yang dilakukan oleh Tiyem dan Tamas pada suatu siang jelang penghabisan libur Natal. Kalo boleh diibaratkan, KRB ini semacam maskotnya Kota Bogor. Jadi bisa dibilang, lu ke Bogor tapi ga ke kebun Raya sama aja dengan apa yang dilakukan oleh Pinokio, huahuahua...(bahasa macam apa ini?). 

Outfit liburanku waktu itu

Perihal kendaraan kami yang tiba-tiba nangkring di Kebon Raya adalah karena sudah habisnya ide mau kemana. Kalo jauh-jauh, males di jalan. Uda keburu gempor bekas manjat-manjat pas di undak-udakannya kompleks air terjun Kawasan Wisata Gunung Salak kemaren. Jadi apa boleh buat, setelah memastikan OOTD liburan, satu-satunya pilihan wisata yang dekat dengan tempat menginap kami selanjutnya cuma KRB *padahal mengatakannya dengan perasaan senang gitu*.

Berhubung, hari itu adalah Sabtu, maka tak heran jika KRB penuh dengan lautan manusia. Bahkan mobilpun diperbolehkan masuk khusus di long weekend kali ini. Yah, ada plus minusnya juga sih. Karena pasti bakal macet dan susah parkir mengingat semua orang akan malas jalan sehingga memilih untuk safari bersama kendaraannya masing-masing. 

Mendekati jam 10.30-an, kami sudah ngantri di loket masuk setelah sebelumnya sempet bingung pintu utamanya sebelah mana. Yoih !!! Bukan Tamas namanya kalo ga pake acara muter-muter dulu ketika akan mengunjungi suatu tempat. Setelah ngeh dan ngekor kendaraan di depannya, barulah kami sampai untuk mengantre tiket. Yeah !! 

Sehabis ngantre tiket di pintu masuk (macet euy)

Tiket weekend hari besar kali itu dikenai Rp 50 ribu sudah dengan kendaraan. Wew...kaget juga. Seumur-umur ke Kebon Raya, baru kali itu dikenai tarif mahal. Yak, bersyukur aja sih ga sampe sebombastis tiket Taman Safari. Hmmm...iya juga sih, setidaknya itu sudah termasuk gratis untuk masuk ke museum zoologi dan Taman Anggrek.

Berbekal peta yang dibagikan bersamaan dengan pembagian tiket, kami pun meluncur dengan santainya. Karena membawa mobil, terus terang aja jadi menyesuaikan tempat mana yang sekiranya ga penuh-penuh amat. Alhasil dari banyak pilihan, kami cuma bisa singgah ke beberapa tempat. Tadinya mau dibikin semacam widegame gitu, dengan menclok dari satu tempat ke tempat lainnya. Tapi karena hari udah semakin siang, pleus manusia yang terus berdatangan hingga membuat kepala pening, maka diputuskan untuk berfoto di tempat-tempat berikut. Etdahhh, foto mulu ni anak?? Biarin dong, asal tidak aneh-aneh dan merusak sih sah-sah saja ya. 


Prasasti Reinwardt & Pekarangan Belakang Istana Bogor

Sebelum mencapai  lokasi ini, kami sudah mumet duluan karena lihat orang di sana-sini mendadak memberhentikan mobil karena ingin foto-foto. Sebagian bahkan sudah menggelar tikar sambil tidur-tiduran atau bahkan membuka bekal. Karena ga mau ketinggalan akhirnya Tamas usul buat beli tiker. Etdah, dasarnya perhitungan aku ngerasa buat apa juga beli, kan bisa ndeprok di atas rumput. Lagian rumputnya bersih ini. Pas mau ngasi alibi, e yang diajak bicara uda nyamperin tukang tiker dan membayar Rp 15 ribu, halaaahhh....tauk gitu tadi bawa koran aja ya.

Kami lalu berjalan menuju prasasti yang sudah terpampang di hadapan mata.

Prasasti ini dibuat untuk mengenang Georg Karl Reinwardt, yang mana ia merupakan pendiri Kebun Raya (langsung pasang sikap hormat graak !!). Prasasti ini berdekatan dengan Istana Bogor, tepatnya bagian belakang dari pekarangannya yang dibangun pada tahun 1745 (begidik ngebayanginnya). Kalo diibaratkan dengan anggota keluarga tentu sudah setaraf buyutnya buyut hohoho.


Danau Gunting

Pemandangan tak kalah menarik karena dikelilingi oleh danau yang bertabur dengan teratai merah jambu. Walau kala itu, bunga-bunganya baru tahap kuntum, tapi hal tersebut tak menghentikanku untuk berpose dari sisi pinggir. Ngomong-ngomong soal danau, sepertinya yang dimaksud adalah Danau Gunting (bener ga ya?). Soalnya pas ngecek di internet keberadaan danau ini sangat dekat dengan lokasi prasasti. Suasananya sih agak singup-singup gimana gitu (soalnya di seberangnya pas ada hutan bambu yang kalo diperhatikan lagi ke dalem-dalemnya ada komplek makam Belanda kuno.....(atuuuttt). 

Tengok foto kanan, kalo ga salah belakange Danau Gunting (terkenal agak horror menurut legenda)

Ada garis polisi di beberapa bagian pinggir danau yang membuatku bertanya-tanya. Setelah diamati baik-baik, ya ampun udah horor aja pikirannya, ternyata sedang diperbaiki toh oleh kru Kementerian Pekerjaan Umum agar dibuat makin indah dan tertata. Eh, tapi...waktu baca-baca di mbah gugle, kok ada sedikit cerita misteri juga lho guys di area ini. Konon di danau yang bentuknya mirip gunting ini ada nonik-nonik belandanya...wallohualam tapi.

Sebenarnya aku penasaran banget pengen lihat makam belandanya. Apalagi ada embel-embel kuno di belakangnya. Duh, jiwa uji nyaliku langsung muncul. Tapi, karena tiba-tiba ngerasa hawanya sepi nyenyet, akhirnya aku urung untuk ke situ. Begidik mennn !!! Alhasil, kami malah memilih untuk mencari tempat yang sekiranya banyak orang saja. Ikutan gelar tiker, terus duduk-duduk ala-ala orang piknik. Lah..emang lagi piknik, piye to? Hehe...

Dan taukah kalian? Apa yang terjadi setelah tiker digelar. Yup, sudah bisa ditebak kalau si manusia kerbauku ini langsung bersiap untuk bubuk-bubuk gitu di alam terbuka. Oalaaaah. Kalau saja ga banyak nyamuk Aides Aygepty yang mendekat, tentu dia sudah keasyikan berada dalam buaian mimpi. Hihi...

Gelar tiker ala piknik, cheeesss !!

Griya Anggrek

Dari sekian tempat, ini adalah yang paling favorit. Cewek mana sih yang ga suka bebungaan?? Haha...Berdasarkan informasi yang kudapat dari LIPI Bogor, Griya Anggrek dibangun pada tahun 2000 hasil kerja sama antara Yayasan Kebun Raya Indonesia dan Kebun Raya Bogor. Gedungnya sendiri diresmikan pada tanggal 25 Mei 2002 oleh Presiden RI kala itu. Di tempat ini, pengunjung akan disuguhi oleh kekayaan anggrek, baik dari sisi bentuk maupun warna. 

Tempat ini merupakan display bagi anggrek-anggrek species maupun anggrek hybrid yang sedang berbunga, serta penjualan bibit anggrek species botolan dan tanaman non anggrek (Nepenthes dan Alocasia) yang merupakan hasil perbanyakan dari laboratorium kultur jaringan.

Duduk sejenak di Griya Anggrek

Di sini kami menghabiskan waktu paling lama, karena terus terang aku kesemsem dengan anggrek-anggrek berwarna mencolok. Misalnya Anggrek Grammatophyllum speciosum alias anggrek raksasa atau Tiger Orchid. Anggrek ini termasuk yang terbesar dan terberat dibanding anggrek lainnya. Ga tanggung-tanggung, perawakannya bisa mencapai 2 ton. Menurut info yang kudapat dari laman FB Griya Anggrek, satu tangkainya terdiri dari 100 kuntum bunga. Bila berbuah, biji didalamnya berjumlah lebih dari 4 juta. Walau banyak, hanya sedikit biji yang bisa survive menjadi individu dewasa. Sebagai kenang-kenangannya, kami pun banyak mengabadikan diri dengan tanaman cantik yang memikat mata ini.


Denger-denger soal anggrek, pada tahu ga lyric lagu lawas yang dinyanyikan oleh Rani? Bunyinya yang kayak gini nih :

Setangkai anggrek bulan
yang hampir gugur layu
kini segar kembali
entah mengapa...

 

Bunga anggrek yang kusayang
kini tersenyum berdendang
bila engkau berduka
matahari tak bersinar lagi...

 

Hatiku...untukmu...
hanyalah untukmu
ku serahkan...
ku dambakan...

 

Dirimu...dewiku...
permata hatiku
ku bayangkan...
disetiap waktu...

 

Bagai embun pagi hari
bunga-bunga segar lagi
berkembanga harapan hati
hari bahagia...menanti...

 

(Repeat *) 

Cantik-cantik ya anggrek koleksi Kebun Raya Bogor?

Dyuh biyung, malah jadi nostalgia begindang ya cyiiint??? hehe...habis, kalo ngelihat foto yang penuh bunga-bunga gitu jadi terbawa suasana.  #Dasar anaknya baper. Apalagi yang menyangkut anggrek bulan? Kan cantik banget?? Sama kayak yang lagi pake outfit ungu di foto ini? Halah. 

Selain itu, ngomongin soal anggrek, aku juga keinget sama film Anaconda. Itu lho yang sekuel 2, dimana menceritakan ekspedisi pencarian Anggrek Kalimantan yang dilakukan sekelompok dokter. Waktu itu sih, aku penasaran banget apakah di Kebon Raya terdapat anggrek yang dimaksud. Hihii...Sayangnya aku ga ngemat-ngematin dengan benar sih spesiesnya apa.....jadi ga tau deh ada apa engga.

Jalan Astrid

Mobil kemudian melaju sampai ke satu tempat yang di tengah-tengahnya berbaris bunga warna-warni? Sampai manakah kami? Yup, namanya Jalan Astrid. Jalan ini dibangun pada tahun 1929 dalam rangka menyambut kedatangan Ratu Astrid asal Belgia yang berkunjung ke Kebun Raya Bogor. 

Fotonya di pinggir lho...ini yang namanya Jalan Astrid

Lalu jenis bunga apakah yang warna-warni itu? Pohonnya bernama astrid, dengan warna bunga merah dan kuning seperti warna bendera negara Belgia. Pas liat ada pemandangan indah kayak gini, sontak aku minta turun dari mobil buat fota-foto. Tapi fotonya dari pinggir jalan kok, tenang ajah...hahahah. Jadi bunganya aman. Sementara itu, Tamas lebih memilih menunggu dalam mobil karena doi memang tidak suka yang namanya narsis, wkwkwkw.

Taman Meksiko

Kalau ditanya bagian mananya kebun raya yang menurutku unik, jawabannya pasti yang ada bagian kaktus-kaktusnya. Kemudian mellow-mellow syahdu nginget pas jaman pacaran sukanya ngedate di tempat ini, hahah. Dan kami baru tahu kalo namanya itu bukan Taman Kaktus, melainkan Taman Meksiko. 

Hayati Gembul lelah bang dengan kemacetan ini....

Koleksi tanaman iklim kering di Taman ini mencapai lebih dari 100 spesies, seperti: agave, yucca,  kaktus dan tumbuhan sukulen lain. Sebagian besar berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan, termasuk Meksiko. Bentuknya pun unik-unik, yang mana kalo kata pihak LIPI bisa berasal dari mekanisme adaptasi hidupnya di iklim kering. Contohnya dengan mereduksi ukuran daun, bahkan mengubahnya menjadi duri, mengubah batang menjadi tempat fotosintesis, dan bentuk adaptasi lainnya sehingga dapat menyerap dan menyimpan air semaksimal mungkin. Duileh, kok aku jadi bikin kebun mini dengan aneka kaktus kayak gini ya di rumah? Lalu teringat bagian teras sudah ditegel dengan keramik *wakwaw*.


Berpose bersama kaktus di Taman Meksiko

Dari Taman Meksiko, langkah kami semakin berat, dan mata kami semakin ingin untuk terpejam *pingin molor ceritanya. Yawes, kalo gitu mending cabut aja dari situ. Oh iya, tadinya sih sempet pengen mampir nge-es di tempat paling ngeheits, Sop Buah Pak Ewok. Sayangnya, hari itu entah kenapa Taman Kencana macet-cet-cet-cet, jadinya kami putus asa banget karena stag nyampe 3 jem. Bayangin gimana dongkolnya yang kebagian bawa kemudi *upps...Akhirnya karena udah sangat males berjibaku dengan kemacetan, kami urung saja buat nge es. Rupanya ‘tragedi ewok’ ini bikin selera jalan-jalan kami ilang, sehingga memutuskan untuk check in saja ke hotel ke-3. Tungguin ya postinganku tentang ini. Habis itu kami uda kehabisan tenaga lagi sehingga memilih untuk hibernasi saja seperti beruang.



Bogor, 26 Desember 2015

-Sugembulwati-

136 komentar:

  1. mana nih oleh~olehnya? istana bogor juga engga apa~apa kok

    BalasHapus
    Balasan
    1. oleh-olehnya di postingan terakhir yoo

      Hapus
    2. Munpung libur panjang pas natal kemarin hehe

      Hapus
  2. Udah...udah mirip kok sama laudya cintya sugembulwati...hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Diliat dari sedotan pop ice blender pesti :D

      Hapus
  3. Udah jadi duta pariwisata aja sono mbak nit .. ntar aku sampein kalo pak Jokowi lewat depan alun2 kotaku ...

    ntar keliling2nya nggak didalem negri aja mba nit .. ke singapur, malaysia, jepang, senegal, pakistan, syiria, korea utara ..
    asik kan ,. hmmm
    Bwahahahahahahaha
    *KABOORRRR*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaaa bimbang mau fokus ke travel blogger apa kulineran,

      Soalnya kebanyakan isinya tjurhat...ekwk

      Bole asal negara yg ga lg konflik ajee :D

      Hapus
  4. Penasaran deh, lihat si gembul Kalo fotonya ketawa lepas masih gembul juga ga ya..

    BalasHapus
  5. Penasaran deh, lihat si gembul Kalo fotonya ketawa lepas masih gembul juga ga ya..

    BalasHapus
  6. Dukung Mbak Nita jadi Duta Pariwisata Bogor! Yeaaaaah! Huahahahaha.

    Mahal juga ya harga tiket masuknya. Udah kayak tiket nonton film. Kalau weekday harga tiket masuknya berapa, Mbak Nit?

    Wuiiiih. Noni-noni Belanda. Serem daaaah. Untung nggak ketemu ya, Mbak Nit. Apalagi sampe foto bareng. *ini apa dah*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaaa #voting abal abal

      Iya cha, klo hari biasa, perasaan ga nyampe segitu deh huahuaaa
      Ihhh amit amit jangan sampe liat pnampakan #atuuut

      Hapus
  7. Kebun Raya Bogor memang cantiiiik...dan aku suka mampir ke kuburan Belandanya malah Nit..seruuu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Satu kata buat mb indah, bernyali euy :D

      Hapus
  8. ikutan icha dukung mba nita.... yeeeeeaah.
    akhhh... bogor...

    BalasHapus
  9. Padahal dari tadi aku scroll ke bawah nungguin sesi uji nyalinya Nita. Tapi Karena ga ada kamera yang didadahin gitu ga nemu euy hehehehe.
    Aaah aku belum kesampaian maen ke kebun. Raya Bogor. Betapa kudetnya aku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaaa uda kebawa begidik begitu tau ada tempat2 yg konon kstanya mistik dari mbah gugle, mskanya langsung check gotonya atu atu teh...

      Hapus
  10. Mbak Nitaaa, imuut bingit siiihhh. Pengen nowel pipinya hihihi

    BalasHapus
  11. Sepertinya enak kalau tinggal di Bogor. Udqh tempatnya adem, banyak tempat wisatanya lagi. Lumayan buat ilangin stress.

    Eeehhh... Itu yang di foto udah kaya adik kakak aja. Jadinya kaya bukan calon orangtua, tapi calon anak SMP saking imut-imutnya. Hehehe... Peace, jangan digebukin ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas arif, beberapa bagian memang masi banyak pepohonan rindang :)

      Hahaaaa bisa aja nih, mirip bocah ilang ya hihi

      Hapus
  12. ih... iri mbak euy :)
    kapan2 kalo saya honeymoon (bacanya apa ya? wkwkwk) mau juga ah ke sana
    kalo ga kebun raya bogor ya taman di istana di cipanas, kayaknya tempatnya keren plus murah meriah buat honeymooon

    eh mbaknya kan tinggal di tangsel, siapa tahu direkrut jadi duta di sana
    btw, duta itu perasaan tinggal di yogya deh (duta so7 he he he)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaa bacanya ya tetep honimun kalik hahaaa

      Wah taman istana vipanas ada apaan ya?
      #mlipir nyari info di mbh gugle

      Hapus
  13. ciyee..yang nostalgia masa pacaran?
    aniwei..Nit sekali-kali foto keliatan giginya dong hahahah

    BalasHapus
  14. Mba, angreknya tantik tantik yah.

    BalasHapus
  15. Wah, nostalgia masa pacaran nih hehe. Tiker lima belas ribu yang udah terlanjur dibeli akhirnya malah bisa jadi properti untuk difoto tuh Mba, ngga nyesel lagi kan? :p Plus bisa dipake di lain waktu, who knows ada acara piknik lagi di tempat terbuka hehe.

    Wow, bobot Tiger Orchid bisa mencapai 2 ton? Gede juga ya. "Satu tangkainya terdiri dari 100 kuntum bunga. Bila berbuah, biji didalamnya berjumlah lebih dari 4 juta. Walau banyak, hanya sedikit biji yang bisa survive menjadi individu dewasa" --> apa jadinya kalo semua bijinya bisa survive ya? Hehe, Bogor bisa jadi kota yang dipenuhin anggrek ini ntar.

    Last but not least, vote Mba Nita for Duta Wisata Kota Bogor, reviewnya lengkap dan komprehensif, mantap :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tikernya mubazirrr bay, mubazirrr #anaknya perhitungan
      Iya raksasa banget kan tu anggrek...tp pas ke sono blum liat yg uda gedenya sih..

      Hahaaaa voting aku jadi duta parieisata kota kota indonesia eaaaa #ngayal

      Hapus
  16. kebun raya bogor emang jadi salah satu destinasi favroit sih.. kayaknya sayang banget kalau orang diluar bogor main ke bogor tapi nggak mampir kesitu. diujung kebun raya ada museum kan tuh.. yang ada kayak semacam tulang ikan besar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulang ikan besar itu di museum zoologi deh klo ga salah :)

      Hapus
  17. liburan kemarin saya dan anak2 jalan2 ke Bogor. Saya ingin mengenalkan museum zoologi yg ada di kawasan kebun raya bogor pada anak2 saya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi iya mb santi, anak anak bisa tau ya, evoludi berbagai macem hewan dari abad ke abad ;)

      Hapus
  18. Wah asik nih Gue baru tau di bogor ternyata banyak tempat wisatanya. Gue taunya cuma puncak doang sih :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk dkali kali mlipir ke kotanya qi ;)

      Hapus
  19. udah beberapa kali ke sana gue malah baru tau ada taman Meksiko :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah kan berarti memang terkenalnya sebagai taman kaktus ya mb hihi

      Hapus
  20. pernah sekali mau ke kebun raya bogor, tapi gara2 hujan deras jadi nggak jadi, padahal tamannya seru gitu ya..

    BalasHapus
  21. Balasan
    1. Haha pdhl sebenernya sama sekali ga romantis ni mb wkkk

      Hapus
  22. wah jadi ngiri sama ya duaan di Kebun raya Bogor...

    terakhir ke KRB waktu masih kelas 5 atau kelas 6 SD...udah lama usul pengen ajak anak2 kesini, masih belum kesampean juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah uda lama juga ya mb....terakhir kesana?

      Hapus
  23. asyiiiik membuatku terkenang kembali ... Kebun Raya Bogor.
    Sempat ketemu jalan yg mentok dg pagar, dkt sebuah cungkup Makam, sblm akhirnya puter2 ketemu deh jalannya.

    Lalu di kesempatan lain sengaja pakai guide resmi KRB, spy lbh efektif, krn bawa rombongan keluarga, keterangan seputar KRB didapat lbh lengkap.

    Loh mba itu msh sodara-an to dg mba Cyntia Bella? pantes mirip banget :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku malah ga inget rute rutenya, pokoknya jalan aja searah hihii

      Klo pake guide tapi ga bebas ya mb,

      Hahaha engga kok mb, cuma niru gaya krudungnya ajah hihi

      Hapus
  24. Pemandangan nya indah.. udaranya segar.. 2 kata untuk kebun raya bogor ^^

    BalasHapus
  25. waaah romantis banget ya...sepetinya dal lama jadian tuh...

    BalasHapus
  26. Dah lama engga ke Kebun raya bogor, terakhir kesana pas zaman" kuliah dulu... jadi pengen ke KRB ngajak krucils

    BalasHapus
  27. Liburannya seru banget ya, mbak! Kalo aku ke Bogor boleh minta di tour guide-in, gak? Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa bisa mbulet di krbnya klo diguide in gembul nita hahaai

      Hapus
  28. Kepada pendiri kebun raya hormat grakkkk hehehehe,,, itu witwiw deh Mbak foto-fotonya hehehehehehehe :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. prasastinya mengingatkan pada sejarah kolonial ya :D

      Hapus
  29. Pas baca danau gunting, sempat kepikiran apa karena banyak guntingkah di sana kok namanya pakai gunting segala..owalah, karena bentuk danaunya toh kayak gunting hihi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku pun ngga ngemat-ngematin mb, hihi
      bseok ah klo ke sana lagi mau cek..

      Hapus
  30. Ya ampuun, aku terakhir ke KRB 20 tahun lalu.. waktu itu cuma ada rumput sama danau yg disebut2 ada buayanya :'))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pungky : Wah udah beberapa abad yang lalu yak hihi, masa ada buayanya??jadi makin pnasaran...

      Hapus
  31. Aku belum pernah main ke sini lho mbak.. btw malem malem gini baca bagian tentang misteri jadi merinding sendiri nih.. :((

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mb, aku juga agak merinding klo ngebayanginnya pas malem-malem, palagi klo jumat kliwon (waahaa)

      Hapus
  32. Bingung, ini yang mau diliat pemandangan apa mukanya sih. Selfie mulu dah wkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. biar ga dikira hoax, kan ada branding muka saya hahah

      Hapus
  33. Lihat gambar kebun raya diatas jadi pengin liputan kesana nih soalnya belum pernah kesana padahal nggak terlalu jauh bekasi bogor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Liput saja pak, saya yang baca

      Hapus
    2. Mas dwi sugiarto : hayuk atuh segera diliput :)..paling dari bekasi cuma 4 jam ya

      Hapus
  34. Ah tempat wisata di bogor keren-keren yak.
    Duh mba nita sama suaminya kompak deh, keliatan sweet gitu. Heuheu

    Ah pengen jalan-jalan ke bogor sama suami juga rasanya*padahal blm pnya suami* Bahahah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. masa sih mb, ini fotonya padahal enyel enyelan dan kudu dipaksa dulu hahahahahha

      hayok mbk, cuzz ke sono sama calonnya

      Hapus
  35. pingin bawa anak-anak ke sana. lagi musim hujan gak si di Bogor?

    BalasHapus
  36. belum pernah ke siniii,, padahal pengen banget liat taman bunganya

    BalasHapus
  37. Pernah ke sini beberapa kali, tapi pas rame banget. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Besok malam jum'at kesana mbak sepi pas jam 1 nya

      Hapus
    2. mb fita : kalo pas rame, memang pusing ya mb, kurang bisa menikmati

      Hapus
  38. jalan enak ya mbak, sudah jalan makan lagi, enak sekalilah

    BalasHapus
  39. Kalo mbak pratiwi jadi duta wisata bogor, aku jadi duta wisatanya Lampung...hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. di lampung ada yang bisa direkomendasikan ga mas sonny?

      Hapus
  40. Dukung mba Nita jd putri pariwisata Bogor. Yeaaah..

    Hahaaa mba Nita udah mirip Laudya Chintya Bella kok. Mba cakep deh kalo gaya pake jilbabnya kayak gitu. Langsung pasang tanpa ada lipat-lipat di pipi kanan dan kiri. Makin kiyuuutt hahaaa dan makin kayak anak sekolahan. Huhuu aku irii bhahaaa

    Emang biasanya tiket bogor berapa mba?
    Hahaa, mba pake penasaran sama makam Belanda. Tapi ujung ujungnya nggak berani hahaaa sama mba :'D Aku suka takut duluan kalo yang berhubungan dgn peninggalan zaman dulu gitu.

    Aku baru tau ada jalan Astrid. Hohooo
    Segitu parahnya ya mba efek macet. Sampe bikin selera jalan jalan hilang. hahaa iya sih bener. Bikin badmood. Mau apa-apa juga males kalo udah kena macet.

    Ditunggu liburan selanjutnya ya mbaa :))Jangan hibernasi dulu hahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. putri pariwisata tapi biasanya kan tinggi tinggi ya Lan, la aku...bantet gini hahahhahaha

      hehehe, ini karena dipaaksa ga usah pake keciput, soalnya klo pake ciput bawaanya pusing karena keiket kenceng Lan

      hahhahah bisa ae ni, mau bakso ga nih?

      biasanya sih ya ga nyampe belasan Lan...apa karena itu jaman dulu banget ya, entahlah

      iya...aku pas ngeliat sepintas dari jalan, penasaaraaaan banget..tapi kayaknya ga kuat nyali, takut kali kali liat si gaun putih, hihihi

      jalan astrid ini cakep deh, kembangnya memanjang warna warni gitu di tengah jalan

      paraaaah banget macetnya, ampe gondok kami.

      hihiii, hibernasinya abis dari sini Lan

      Hapus
  41. wah, indah nya ya mb, apalagi berlibur diwaktu taun baru kemarin kan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul mas, pokoknya mumpung libur panjang aja judulnya..

      Hapus
  42. kemaren makan-makannya mbak, sekarang jalan-jalannya, abis ini kemana lagi ? T.T

    BalasHapus
    Balasan
    1. udah diposting yang terbarunya ni erd...*kaboorr*

      Hapus
    2. udah baca dan yang terbaru itu yang paling kampret, mbak T.T

      Hapus
  43. Pengen banget Mbak, aku ke sana. Indah banget ya kayaknya. Huhuhu... Kapan yaa ke sana..... *ngayal*

    BalasHapus
    Balasan
    1. kapan-kapan mb kalo ada kesempatan wajib ke sini, hihi

      Hapus
  44. Wah itu danau gunting ceritanya apa mbak ? Kepo banget kalau soal horor tapi begitu tau suka parno sendiri dasar ya emak2..
    Jadi pengen ke Bogooooor >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga mb sinta, pas ngecek di gugle, katanya ada penunggunya...tapi wallohualam itu bener atau engga..kalo ditilik dari suasananya memang sunyi senyap sih walo siang hi hi hi

      Hapus
  45. Seru banget liburannya.
    wah bunga-bunganya juga cuanet. pengen dipetik terus tanem di rumah. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya jadi pingin nanem anggrek ya rasanya :)

      Hapus
  46. Belum sempat bepergian lagi apa mba. sehingga postingannya masih lama nih belm di update!

    BalasHapus
    Balasan
    1. lagi ngaso ini Pak, ngirit mode on hehee

      Hapus
  47. Waaaa udah lama banget nggak ke Bogor, terakhir 2012 rasanya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2012 berarti 3 tahun lalu ya...uda rada berubah lho sekarang

      Hapus
  48. Yuhuy...!! Jejalan ke taman bogor..

    Tiket ke taman lumayan mahal, sangat disayangkan kalo gak banyak dokumentasi alias bernarsis ria ya kak hehehe..

    Danau gunting dan makam?! Ckckkk mendadak membayangkan hal yang menyeramkan hiii....

    Aku gak tau lagunya jadi bacanya datar gak pake lyrik hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, mahal...karena mobil dibolehin masuk rum...
      iya sayang banget kalo uda bayar ga ada dokumentasinya :D (alesan)

      iya rum, biasanya kamu suka yang ada hawa-hawa mistiknya *eh..

      hahhahah..bolehhhh

      Hapus
  49. Aku suka jalan Astrid itu, cakep banyak bunga2nya.
    Tapi aku baru tau klo itu namanya jalan Astrid. Ahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahha...untung bukan astrid yang penyanyi itu ya mb :D

      Hapus
  50. Balasan
    1. ada perumahan murahkah?
      *malah cari peluang*

      Hapus
  51. Fotonya cantik-cantik. Jadi pingin ke sini juga. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayuk mb nisa, dirimu di jawa timur ya .)

      Hapus
  52. Fotonya cantik-cantik. Jadi pingin ke sini juga. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku ato pemandangannya nih mb, xixixiixix

      Hapus
  53. Fotonya cantik-cantik. Jadi pingin ke sini juga. :D

    BalasHapus
  54. Sumpah, seumur hidup baru sekali ke KRB itu juga pas ada gathering kantor. Dan saat itu aku ga kemana mana, karena pengen gegoleran aja nungguin tas sama konsumsi hahaha... kalo liat foto2 ini, nyesel juga dulu ga kemana mana.. ulang aah haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihii..penasaran ama yang tempat mana ni mb Diah ?

      Hapus
  55. Mba Nita fotonya cantik-cantik, imut, sama lucu mulu ah curang hahaha. Ini kayak bukan liat pasutri jalan-jalan. Lebih mirip pasangan abege lagi jalan-jalan :D *tampak awet muda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gilang mau ditraktir bakso apa gorengan ni ceritanya, hihihi

      bisa aja ni

      Hapus
  56. Ya ampun anggreknya lucu2 bgt sih

    BalasHapus
  57. Masuk kebun raya sekarang ternyat amahal yaaa hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. khusus libur natal kemaren ni bang cumi >_____<"

      Hapus
  58. udah bisa neh bikin tutorial jilbab ala laudya chyta bella :D

    BalasHapus
  59. Aku malah belum pernah ke Kebun Raya Bogor. Hikssss :(

    BalasHapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...