Senin, 07 Maret 2016

Transformasi Si Anak Cemen




Cemen dan 'Anak Mami' 

Waktu hamil aku, ibu bilang dulu suka ngidam ati ampela. Makanya sekarang aku tumbuh jadi anak cemen begini. Beda sama pas hamil kakak, katanya ibu suka sekali makan kepala ayam, jadi sekarang kakak jauh lebih pintar daripada aku. Dulu aku mikirnya gini : kepala ayam kan isinya otak-----kalo kita makan otaknya, otomatis nanti anak yang akan kita kandung bisa jadi ketularan pintar, mungkin seperti itulah korelasinya. Ah...Bu, bolehkah aku dilahirkan kembali ke dunia? Hahahaha...#Itu pikiran bodoh masa kecil. 



Tapi memang dari segi karakter, aku lebih banyak mengoleksi sifat yang cenderung ke arah yang jelek-jeleknya saja. Pendiem, pemalu, susah gaul, takut berpendapat, dan selalu bersembunyi di balik punggung ibu. Iya, dulu tuh aku 'biyungen' banget. Biyung berasal dari kata Bahasa Jawa yang artinya ibu. Istilahnya kayak anak ayam yang takut kehilangan induknya, makanya selalu nginthil dimanapun babon ditemukan. Meski begitu, ibuku yang PNS (penyuluh pertanian dan peternakan) tentu saja tidak bisa berbuat banyak saat jam kerja 'teng' (tiba), sehingga pada akhirnya aku harus dititipkan di tempat tetangga dan rela tiap hari disuapin bayem pake piring seng kalau ga icip-icip nasi kecrek karena tetanggaku yang satu itu doyan banget sama nasi kecrek. Tapi ga ada jeleknya juga sih, karena si Mbaknya dulu juga sering banget bikinin jajanan pasar home made kayak kueku, corobika, mata roda, ataupun lapis.....

Dulu, jaman-jamannya masih jadi anak bungsu, dunia serasa milik berdua--milik aku dan milik ibuku. Atau aku dan semua orang yang menganggapku lucu dan masih pantas dicap sebagai bocah kecil tanpa dosa yang patut dimanja-manja... Namun semua berakhir, ketika ibu mengumumkan kepada kami bahwa sebentar lagi akan ada adik lahir ke dunia. Mau tidak mau aku kudu belajar untuk jadi lebih 'temuwo' lagi. Menjadi lebih dewasa karena aku akan dipersiapkan menjadi seorang kakak. Padahal jujur, aku sebenarnya belum rela lho kalo bobok dipisahkan dari ibu. Aku bakalah cranky banget kalau boboknya ga dikelonin sama ibu, hahhaha... 

Terakhir merasakan euforia jadi anak bungsu adalah saat libur sekolah dan kami sekeluarga memutuskan untuk piknik ke pantai. Berempat boncengan pake motor Alfa. E ga ding...sebenarnya berlima, karena jabang bayi adik sudah ada dalam kandungan. Nah, piknik ini kami rayakan setelah sekian lama kami tidak merasakan liburan yang benar-benar liburan. Karena yah--Bapak Ibu, keduanya PNS yang jarang sekali memanfaatkan moment libur untuk rekreasi. Jadi kalo ga bener-bener ada retret dari tempat kerja ya ga jalan. Ndekem aja di rumah kayak kucing kami yang bernama Tinin. Apalagi dulu kan masih jaman susah. Masih krismon. Rumah masih pakai tegel, dinding belum diplamir apalagi dicat. Jadi kebutuhan piknik berasa mewah banget #eaaakk. 

kakak, ibu, dan aku

kakak, bapak dan aku

Piknik kami tetapkan di lokasi yang tidak jauh-jauh amat dari rumah.... Yah Pantai Petanahan saja di Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen. Tapi itu sudah terhitung jauh ding dari rumah, mengingat tumpangan kami  saat itu baru sebatas motor bodol yang anehnya sampe sekarang masih tetap awet (lho???). Meski demikian piknik ini terasa sangat mengasyikkan, karena pada hari itu ibu khusus membuatkan bekal 'tahu warung' yang sampai detik ini masih sangat memorable dalam ingatan. Tahu warung ini aslinya bikinan sendiri dan bukan dibeli dari warung. Cuma entah kenapa kami sepakat menyebutnya demikian karena warna dan bentuknya yang khas....Kayak yang ada di warung-warung itulah. Jadi tahu oranye disigar menyerupai kipas, lalu digoreng dengan minyak panas dan dimakan dengan cara diceplus pake lombok. Rasanya benar-benar gurih dan tak terlupakan.

Di pantai, aku dan kakak sudah seperti anak kembar yang berkejar-kejaran tak henti sepanjang waktuu #NyanyiModeOn. Pulangnya, kami sengaja mampir ke tempat sate paling legendaris di daerah Ambal, yakni milik Pak Kasman. Satu tusuk diselipin daging yang gede-gede, belom lagi ada potongan kulit yang gurihnya bener-bener nyoi kalo kata Bang Ocid jaman sekarang. Ada pula sate telor yang walau bikin kenyang, tapi sukses membuat ibu tergoda untuk mencobanya. Aih, betul-betul keluarga bahagia.

Kok Benci Hitungan Ya ?

Oh ya, sejak SD, aku dan kakak sering dijuluki kakak beradik yang selalu 'rangking'. Iya, jadi tiap catur wulan sekali kami selalu sukses menggasak angka satu untuk menghiasi raport. Hal tersebut kemudian dijadikan topik obrolan oleh bapak dan ibu setiap kali kumpul keluarga (namanya juga orang tua). Tapi terlepas dari itu, sebenarnya aku sangat benci pelajaran hitung-hitungan. Aku benci matematika. Sangaaattt. 

Pernah suatu ketika, saat test, aku sudah hampir putus asa mengerjakan baris demi baris soal yang sudah dibagikan. Akhirnya aku selesai paling akhir dibandingkan teman-teman yang sudah cabut duluan meninggalkan kelas. Mungkin mereka juga sebenarnya hopeless--tapi setidaknya mereka tidak secemen aku yang kala itu malah nekad mengeluarkan jurus air mata. Niatnya sih biar dibantuin guru jaga...Tapi sayang, kode mewek ini tidak berhasil. Hahahahhahahahahhaha.....!!! Hasil ujian harus selesai dengan buah pemikiran sendiri (sebel).

Oh ya, aku juga mau buka dosa dikit waktu kecil boleh ya? Suatu ketika, kami sekelas disuruh mengumpulkan buku ulangan untuk dikoreksi keesokan harinya. Siang buku sudah ditumpuk, dan jam 1-nya bel tanda pulang berbunyi. Sesampainya di rumah, iseng-iseng aku cocokin jawaban yang benar dengan kunci yang ada di LKS. Dan hasyemmmm....aku baru sadar ternyata banyak jawabanku yang salah. Ah, mampuslah !!! Aku kan tidak mau ada nilai merah dalam rapot. Makanya dengan modal nekad, akhirnya aku nyatron ke sekolah sore-sore buat mengganti jawaban soal. Lewat jendela yang engselnya sudah soak, aku melompat dan happp...masuk ke dalam kelas. Setelah sukses membobol lemari, cepat-cepat aku tip-x jawaban yang salah, dan hahahhahahaa....gelap-gelapan segera kupermak itu hasil ulangan. Licik bangettt ya aku?....(POKOKNYA, TOLONG INI JANGAN DITIRU !!). 

Sering Dicampakan Teman dan Jadi Target Bully

Beranjak SMP, aku juga tak seberani kakak atau adik yang getol memperjuangkan sekolah di tempat favorit. Kakak memang sudah jauh-jauh hari ngincer SMPN 2 Purworejo yang terkenal dengan anak-anak pinternya. Sedangkan adik, waktu SMP juga sukses tembus ke sekolah favorit, SMPN  3 Kutoarjo (yang terkenal dengan sekolah bertaraf internasionalnya). 

Aku sendiri malah melipir ke sekolah yang dekat-dekat  saja dengan rumah, SMPN 1 Prembun. Aku memang beda dengan 2 saudaraku yang sering unggul di bidang akademik. Aku ngerasa, kelebihanku malah condong ke hal-hal yang berbau kesenian, art, kreatif, gitu-gitulah. Aku suka gambar komik, aku suka kirimin cerpen ke koran-koran, atau ikut lomba yang berhubungan dengan proses kreatif. Mungkin aku memang terlahir berbeda dengan mereka. Tapi itulah aku, itulah spesialnya aku (bukan nasi goreng lho ya). 

Kembali lagi ke masa SMP, dengan modal NEM yang pas-pasan (kalo ga salah 39 koma sekian yang kalo dibagi 5 mata pelajaran, maka  rata-ratanya menjadi 7 koma sekian), akhirnya aku masuk ke SMP dekat rumah tadi. Di sana kelasnya ternyata banyak. Ada 8 kelas, dari kelas A sampai H. Kalo yang buat anak-anak pinter, markasnya ada di 2 tempat, yaitu A dan B. Sedangkan aku yang hampir mendekati standar nilai anak-anak pinter cuma bisa mentok sampai kelas C. Ah sudahlah...berusaha tetap semangat, meskipun aku yakin bakalan susah nyari temen. 

Benar saja, mungkin sudah bawaan orok kalau aku tidak pandai dalam berteman. Mereka yang kupandang populer lebih memilih mojok membentuk geng baru. Sedangkan aku? Hanya kedapatan sisa temen yang yah...mungkin juga mereka terpaksa akhirnya sebangku dengan aku hahhaha... 

Apesnya, ternyata aku sebangku dengan si E yang anaknya (mohon maaf) sering banget remidi. Ga pelajaran hitungan, ga pelajaran hafalan...pasti ga pernah absen remed, Aku kasihan juga sama E, tapi gimana dong? Tiap kali diajarin dianya pasti ga mudeng-mudeng. Ya sudahlah selama 1 tahun aku harus bersabar, karena tiada hari, selalu kudapati dirinya tanpa remidi.  

Tibalah saatnya kenaikan kelas. Mungkin karena prestasiku yang mencolok *uhuk maaf bukannya mau sombong*, sehingga kerap dipanggil ke depan waktu upacara bendera dan diumumkan sebagai si rangking satu (lalu berhak mendapatkan satu pack buku), akhirnya aku berhasil masuk ke kelas unggulan------ kelas A. Horeee... Dan yah, hal itu berhasil aku pertahankan mulai dari kelas 2 hingga kelas 3. Semua berjalan normal, meski lagi-lagi untuk urusan pertemanan aku kurang jago. 

Kelas 2, aku sebangku dengan E (tapi E yang ini berbeda dengan E yang waktu kelas 1). Dia ini mulanya ramah, supel, dan easy going. Rumahnya satu desa denganku, namun beda RW. Awal-awal kami berteman, semua berjalan baik-baik saja. Entah kenapa, ga ada angin ga ada ujan, tiba-tiba dia ngediemin aku. Padahal jujur aku ngerasa ga pernah punya salah sama dia. 

Diem-dieman ini berlangsung lama, hampir di sepanjang kelas 2. Hingga aku ga tahan dan berinisiatif untuk meminta maaf duluan sekiranya memang ada salah. Sore-sore waktu masih dalam suasana Lebaran, aku bela-belain bersepeda ke rumahnya E. Minta salaman (khas anak SMP banget lah). Ealah tapi apa yang terjadi? Ditanggapinya malah sedingin es. Mukanya ditekuk dan ogah-ogahan tanpa ngasi penjelasan letak salahku dimana. Besokannya, tetep dong dia acuh tak acuh dan malah bikin geng baru dengan teman yang lain. Apa salahku??? Hmmm...ya sudah, akhirnya aku cuekin saja sampe nyesek banget ketika mengingatnya, meski aku yakin aku ga pernah bikin kesel atau apa. 

Puncak dari rasa antipatiku terjadi saat E malah nge-geng dengan kumpulan temen yang suka membully. Dan...aku yang emang punya tampang 'rentan dibully' inipun akhirnya kena juga. Gara-garanya, aku memang punya prinsip ga bakal nyontekin teman waktu Ujian Nasional. Huft... tau ga apa yang kudapat? Malah aku dibilang pelit, si muka unyil, dan bla bla bla... (pokoknya sesuatu yang menyakitkan hati seorang anak SMP ketika dikatain secara verbal deh). Padahal kan aku bertindak sesuai dengan apa yang memang seharusnya seorang siswa lakukan. Masa malah dibully. Jujur sampe sekarang bullyan itu masih membekas dalam memori intiku lho (kalo kata kartun animasi Inside Out).

Di SMA, kehidupan semakin berwarna. Tapi masalah persahabatan cenderung flat. Ya gitulah, mungkin ada sebagian teman yang salah paham terus jadinya maen diem-dieman sama aku. Padahal tadinya kami kompak banget karena memang sering dimasukkan ke kelompok belajar yang sama lantaran urutan abjad yang berdekatan. Tapi ya begitulah namanya masa puber, apa apa dikit dibikin baper. Padahal jujur dulu aku cuma nganggap mereka sebatas sahabat thok...cuma entah kenapa ada yang salah tanggap karena satu dan lain hal, hahaha....kalo diinget-inget lucu juga...harusnya tuh aku cuek aja dan let it flow tanpa membuang energi selama 2 tahun dan merasakan aura negatif yang mereka sebarkan.

Meskipun begitu, di kelas lain untunglah aku masih punya sahabat yang mau berbagi dalam suka maupun duka....Kayak yang ada di foto-foto berikut ini...

Bersama Siti Umamah sahabatku, waktu tour ke Bali (Buset celana levisku boleh juga ya)
 
bersama Yanti sahabatku

Aku kelas 1 SMA


Masa SMA juga menjadi ujung tombakku untuk berubah ke arah yang lebih baik. Aku mulai tergerak untuk banyak bersosialisasi di lingkup ekstrakulikuler. Aku ikutan jurnalistik dan mading serta PMR. Aku juga mulai antusias mengikuti lomba ini itu, termasuk lomba karya tulis ilmiah  hingga tingkat propinsi. 

Waktu itu aku berpartner dengan teman sekelas yang jago ngomong karena sudah sering menjadi ketua di banyak organisasi sekolah. Kami meneliti ketersediaan rumput gajah di wilayah desa tempat tinggal kami untuk kemudian dikaitkan dengan prospek ekonomi masyarakat setempat. Didampingi 2 orang guru, akhirnya kami berangkat ke tempat penyelenggara lomba yakni di wilayah Kudus (Universitas Swasta yang ada di sana). Kami berangkat 1 hari sebelumnya untuk crosschek tempat supaya tidak grogi saat berlaga. Naas, tidak ada fasilitas tertentu seperti penginapan untuk peserta yang datang dari jauh. Akhirnya kami terpaksa menginap di mesjid kampus, sedangkan aku yang notabene adalah peserta cewek sendirian terpaksa harus tidur di dalam mobil. Sebenarnya aku malah ga tidur lho, karena merasa mobil yang aku tumpangi sedang berteduh di bawah pohon angker, hiiiiiiyyy?..

Benar-benar hari yang sangat melelahkan apalagi ketika tiba waktunya untuk bertanding. Mau mandi di toilet masjid kok ya pintunya rusak. Ga bisa dikunci. Kondisi air juga cukup memprihatinkan. Alhasil, aku cuma sempat cuci muka dan gosok gigi doang. Iya, jadi tuh aku  ga mandi. Hhahahahah....yaudahlah ya...biarin aja, uda keburu kacau karena semalaman tidur di mobil sembari menyiapkan materi presentasi. Ah...pasrah sepasrah-pasrahnya apalagi saat partner lombaku keceplosan salah ngucap di hadapan juri-juri. Katanya, penelitian ini dibantu oleh ibuku yang penyuluh pertanian ..hahhahahahah..terlalu jujur men !!! Padahal ibu cuma kasih referensi tinjauan pustaka doang, huft... 

Akhirnya karena ketelodaran temanku, kami cuma berhasil meraih juara 4. Apa boleh buat.....Sudah ga mandi, ga ngegondol juara pula, lengkap ! Tapi ada lucunya juga sih, berkat lomba ini, foto kami dijadikan cover majalah sekolah di edisi terbaru. Dan di situ rambutku masih yang model crondol, cepak ala ala lah, hahhahaha... Terus karena kejadian itu--Pak Sih--guru matematika kelas 3 selalu ngeledek aku sebagai gadis sampul majalah, Arrrrrggh !!!

Kiri : foto cover majalah, ketika aku dan temanku mengikuti karya tulis ilmiah, kanan : bersama teman ketika di Bali


Tiba masanya Ujian Nasional. Lagi-lagi pelajaran hitungan menjadi momok tersendiri bagi si anak cemen ini. Matematika. Apalagi coba yang bisa membuatku konsisten tahajud selain pelajaran yang satu itu? But, it's work. Gara-garanya ada 2. Satu, waktu pusing-pusingnya ujian nasional, ibu malah dines keluar kota sehingga lagi-lagi  di saat-saat krusial begini aku malah tidak didampingi (waktu ujian SMP juga sih). Kedua, pernah ada satpam yang rese dan bikin aku down karena nyebar berita aneh-aneh. Suatu ketika, saat aku menuntun sepeda di gerbang dan bersiap pulang, aku dicegat Pak Satpam, lalu dibisikin sesuatu yang lumayan mengerikan. Kata dia : "Anak IPA ada 1lho  yang ga lulus UAN." LADALAH....Kenapa coba ngegosipnya cuma sama aku ??? Aku kan suka panik kalo udah denger desas-desus tentang kelulusan. Apa ini pertanda??? Aaaaaaakk.... Soalnya waktu ngerjain matematika agak ragu gitu antara bener enggaknya sama jawabannya? Saking takutnya kejadian, akhirnya fix..malem itu juga aku mulai qiyammul lail tanpa putus (kecuali waktu ketabrak haid). Ajaib !!! Saat kelulusan tiba, aku justru nangkring di posisi 10 besar untuk peraih NEM tertinggi sesekolahan dengan nilai Bahasa Inggris 9,6 (cuma salah satu thok), Bahasa Indonesia 9,4 (salah 2 thok), dan matematikaa.....eng ing eng...alhamdulilah dapat 7 koma sekian. Allohu Akbar !!!!! Sujud syukur. Sejak saat itu aku mulai pede dan bersiap mental menuju gerbang sekolah yang lebih tinggi yakni jalur PMDK di PTN favorit, IPB. 

Jaman SMA aku tomboy juga ya wkk


Lika-Liku Menjadi Mahasiswa

Hari-hari menjadi mahasiswa adalah pencarian jati diri yang sebenarnya. Sekalinya jauh dari rumah,  udah menclok sendiri di Kota Ujan, Bogor. Sebenarnya aku iri sama kakak yang kuliah di UNS dan masih bisa pulang Sabtu Minggu menggunakan Prameks. Apa boleh buat, sebab sudah terlanjur keterima bukan???

Akhirnya dijalani dengan yah...memang pake acara nangis-nangis bombay dulu sih waktu inget eh sekarang aku harus makan sendiri nih, ngibrit ke kantin Asrama Putri, beli nasi punya-nya bibi nasi kuning, atau ngantri mandi kalo mau kuliah pagi. Aahhhh...sadis..begitu menyesakkan ternyata jauh dari keluarga. Sampai akhirnya aku harus merasakan yang sekamar dengan 4 orang dari berbagai suku se-Indonesia. Beda sifat, beda karakter. Aku, Yeni, Mbak Lin, dan Ita. Aku dari Kebumen, Mbak Lin dari Bekasi, Yeni Riau, sedangkan Ita anak Bojong yang masih satu daerah dengan Bogor. Makanya doi jarang banget nginep asrama karena lebih sering pulang ke rumah. Mbak Lin juga sih. Jadi kalau pas yang anak jauh ini kedapatan jaga kamar, kami selalu saling mengecek...eh ada rasa-rasa merinding ga? Soalnya, asrama kami kan konon kabarnya ada penghuninya....hiiii serem. Aku dan si Jenay (panggilanku untuk Yeni sedangkan dia memanggiku Justay), memang anaknya penakut. Jadi sebisa mungkin yang jaga kamar paling tidak ada 2 orang lah. 

Pernah suatu kali aku mecahin botol minyak tawon punya Mbak Lin (sama Yeni sih). Akhirnya pas besokannya Mbak Lin pulang, dia ngambek. Ngediemin kami... Aku dan Jenay bingung lah...karena udah minta maaf tapi masih dicuekin. Akhirnya kami sepakat mengganti minyak tawon itu dan memberikan Mbak Lin surprise. Alhamdulilah, setelah itu kami bisa ketawa-ketawa lagi, nyari nasi kuning bertiga lagi, dsb. Ita jarang ke asrama sih...tapi dia jago banget pelajaran hitungan, jadi kalo pas dia ngamar ya inilah kesempatanku untuk minta diajarkan pelajaran matrikulasi yang enggak banget itu----Pengantar Matematika sama Kimia, huft. Asyiknya lagi, Ita sering bawa komik banyak dari rumah, sehingga kalo pas dia pulang, aku jadi sering nebeng baca (gratis). Sayang, kebersamaan itu hanya bertahan 1 tahun. Karena tingkat 2 asrama harus diisi dengan mahasiswa baru kembali. Kamipun berpencar mencari kosan masing-masing (yang tentunya sesuai dengan budget dan gaya hidup kami).

Hari-hari selanjutnya bisa dikatakan adalah proses belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aku dapat kos-kosan di daerah Bara 1 yang letaknya paling ujuuuuuuuuuung dari Al Amin depan. Yah, dempet-dempetan ama sawah lah. Sepelemparan sama Hotel Duta Berlian. Di situ, aku bertemu dengan karakter yang berbeda lagi. Lebih beragam lagi karena ga cuma teman satu tingkat. Kebanyakan sih kakak kelas. Dan yang aku heran, kosannya selalu penuh meski letaknya di peradaban. Entahlah, mungkin karena murah (setahun cuma dikenai ongkos Rp 1,5 juta saja..,,, berarti sebulan ga ada seratus rebuhhhh, emejing kan?). Ya, meski kabar-kabarnya ada 'penghuni lain' di beberapa spot kamar yang kalo kuterawang-terawang sepertinya menempati bagian pojok.

Hidup di kosan dengan model kamar-kamar, lalu begitu pintu dibuka sudah ada halaman, dan dapur serta kamar mandi  yang terpisah, menjadikan kami bisa ambil napas sejenak. Setidaknya model kosan kayak gini ga bikin pandangan mata jadi sepet karena ngedapetin spot yang itu-itu aja setiap harinya. Kosan menjadi ramai kala ada teman yang membawa binatang piaraan seperti Gumi (kucing babon gemuk yang sangat semolay) juga Oco (kelinci yang tadinya kecil malah tumbuh menjadi big size entah karena dia merasa tentram hidup di areal yang gembur rumputnya atau gimana hahaha). 

Gumi kucing gembul yang suka nongkrong di depan kamar kosku
Oco...kelinci kosan yang berubah jadi...guedeee banget

Selain itu teman-teman juga saling perhatian satu sama lain, karena kerap mengadakan acara cucurakan (makan nasi uduk dengan aneka tetelan lauk yang digelar pake daon pisang).  

Beberapa dari kami juga membentuk geng tersendiri, kayak geng sisi kamar bagian kiri atau geng sisi kamar bagian kanan. Kalau geng kamar sebelah-sebelahku kebetulan punya hobi sama kayak suka nonton horror Thailand malem-malem dengan lampu kamar dimatikan, (biasanya markas yang dipilih adalah kamarku) atau olahraga pagi ngelilingin kampus IPB yang diakhiri dengan jajan bakso goreng di depan BNI Darmaga. Biasanya yang ini kulakukan berdua dengan sahabatku Yanti. Sekarang dia udah punya baby kecil. Bersama Yanti, biasanya aku suka ngegalau bareng...meneropong masa depan, eh ntar jodoh kami siapa ya?? Kalau nikah, masing-masing dari kami bakalan dateng ga ya??? (Sayangnya engga, karena kami nikahannya juga hampir bebarengan sehingga akhirnya rempong dengan kegiatan masing-masing). Atau sekedar nyeplos, gimana kalo ntar kami besanan, hahhaha...gitu-gitulah. Maklum Yanti ini dulunya satu SMA dengan aku. Jadi obrolannya lebih mendalam ketimbang ke temen yang lain. Kami juga berjuang bareng waktu hampir putus asa gonta-ganti judul skripsi sampe akhirnya bisa wisuda satu kloter..

bersama Yanti sahabatku

bersama teman satu jurusan (dah pada merried semua)

Terobsesi Menjadi Kurus

Pernah kebayang ga, Gembulnita yang penuh dengan buntelan lemak ini dulunya kuruuuuuuuuuuuuuusssss banget kayak anggotanya SNSD. Yoih ! Dulu beratku bisa nyampe 34,5 kg dengan tinggi badan 155 cm. Sekarang jangan ditanya....uhhhh jebol timbangan dengan bobot 48-50 kg (aku harus syedih atau bagaimana nih?). 

Kalau ditanya kenapa? Perasaan alasannya sepele banget. Dulu, waktu lebaran kan sering tuh tante-tante pada main. Nah di situlah ujung pangkalnya kenapa aku sampe nekad diet biar bisa dibilang kurus. Soalnya kalo ketemu tante-tante dari adiknya ibu, badanku yang sehat bin gembil ini suka dibanding-bandingin sama badannya kakak (yang ramping bin singset itu). Makanya aku jadi bete...terus pengen kurus deh. 

dari 36 kg

sekarang jadi  48-49 kg hahahhahahah
i'm bulet now

Ada lagi pemikiran nyleneh lainnya kayak orang cantik yang digeneralisasikan langsing di budaya kita....Jadi tuh aku mikirnya, apa iya karena aku gembil makanya ga pernah punya pacar? Hhahahah...yes, aku memang jomblo akut sejak dari bangku sekolah hingga mahasiswa dulu. Blas ga pernah pacaran. Makanya rada pesimis dan mustahil kalok ditanya kapan nikah? Lha wong pacar aja belom punya, wakkakaka.... 

Tapi mungkin karena efek skripsi juga kali ya yang menjadikan nafsu makanku akhirnya anjlok parah. Di samping memang diet nasi selama beberapa semester, aku juga paling itung-itungan soal takaran kandungan nutrisi kalo diajak jajan ke Alfamart. Pasti tiap mau ngambil jajan, aku cek-cek dulu kandungan lemaknya berapa, karbonya berapa, energinya berapa, dsb. Hahahhaha, kacau memang. Sampai akhirnya timbanganku terus merosot dan merosot, hingga membuat teman-teman panik lalu membombardirku dengan aneka macam nasihat. Katanya : "Jeleeeekkkkk, kayak jerangkong". Dan akupun insyaf sampai ada pangeran yang bener-bener singgah ke hatiku meski datangnya dari dunia maya. Siapakah dia? Eng ing eng....

Jodoh dari Dunia Maya

Suatu ketika, saatnya sense of akil balighku udah mbulet, wkwkwkwk (maksudnya uda kebelet kawin pengen ketemu jodohnya), akhirnya aku berdoa kusyuk : Ya Alloh,  pertemukan aku dengan sosok yang akan menjadi calon imamku #eaaak. Ibu juga sudah gencar nanya sih, uda ada calon belom, sementara kakak udah sering bawa calon ipar ke rumah. Kakak emang lebih jago urusan beginian ketimbang adeknya yang lugu bin kuper ini. 

Saking kepikirannya masalah jodoh, sampe-sampe aku risih kalo ada yang nanya eh si dokter hewan X kabarnya sering main ke rumah ya... (padahal cuma sejawatnya ibu). Atau anak temennya bapak, kan sekolah di IPB juga, kayaknya pinter lho bla bla bla.....Dalam hatiku berkata : AKU MAU CARI SENDIRI SIAPA CALON IMAMKU, DEAL !!! HAHHAHAHAHHA. Dari situ aku tak henti-hentinya berdoa...."Ya Alloh, hadirkanlah sosok yang akan menjadi calon imamku yang sesuai dengan kriteriaku...aminnnn".

Kira-kira di semester 6-an, tugas kampus makin membludak. Aku musti bolak-balik ngeprint di warnet karena memang aku tak punya leptop apalagi printer. Waktu itu, leptop ibaratnya barang mewah yang bisa dipunyai mahasiswa berada saja atau setidaknya penerima beasiswa BUD. Karena itulah, minimal tiap weekend aku musti kongko jadi anak warnet. Gawl banget kaaaahn? Alasannya sih tugas, tapi kebanyakan malah donlod-donlod walpaper ga jelas selain tentu saja fb-an (karena cuma aktivitas ini yang bisa aku manfaatkan mengingat aku memang gaptek).

Nah, cerita berlanjut ketika aku mulai punya banyak teman dari dunia maya. Kebanyakan sih yang nge-add masih satu alumni. Termasuk suamiku, yang ternyata kakak kelas SMA, beda 4 tahun. Tadinya sih cuma chatting iseng doang. Ya, lama-lama kok aku perhatikan mukanya mirip Adly Fairuz yang ada di Cinta Fitri ya (sambil mandangin profil picturenya yang kurus ketika sedang manjat gunung)....Hmm, setelah kubayang-bayangkan, boleh juga nih kalok dijadikan mantunya ibu hahhahaha.....

Oh iya, urusan ngenet, aku emang tergolong labil parah. Waktu itu aku bisa nyetatus sampe 3 kali dalam sehari. Maklum ngenetnya cuma sekali dalam seminggu, jadi begitu berselantjar...ya sudah membabi buta saja istilahnya.

Pernah suatu kali aku update gambar tentang ini (maaf, waktu itu gambarnya masih acak acakan). 



Lalu beberapa menit kemudian muncul dong....seseorang yang komen. Isinya puitis parah...sampe-sampe mikir ni orang beneran ga yah, kalo iya...ntar kumasukan tiket buat kujadikan list doa dalam setiap tahajudku, wkwkwk...

Jadii.....kurang lebih dari gambar itulah yang akhirnya menentukan kami kopdar. Suatu ketika dia ada kerjaan di Bogor. Tak ada angin tak ada hujan, Malam Minggu yang syahdu itu hape Sony Ericson varian paling murahku berbunyi. Centring ada SMS. Dari nomor orang yang ngakunya kakak kelas SMA dan sering komen status di FBku. Isinya...dia pengen ditemenin jalan-jalan ke Kebon Raya. Alibinya sih ngurus kerjaan di Gunung Putri. Tanpa satu prasangka apapun, dan waktu itu juga mikirnya kan ini kakak kelas, sedaerah lagi (walau beda kabupaten), otomatis rasa persaudaraan pun terasa sekali. Kuiyainlah ajakannya.

Hari pun berganti hari. Di Minggu pagi yang sudah dijanjikan, aku siapinlah batin ini untuk menghadapi kemungkinan paling buruk andaikata pertemuan ini berbuah pahit. Hahahahaha...Jadi aku bersikap sesopan mungkin, senetral dan sebiasa-biasa mungkin.

Sempat terbersit dalam pikiran, ah paling doi cuma basa-basi. Buktinya udah jam sebelasan belum ada sms lagi. Jadi aku terlanjur males-malesan. Aku malah nonton infotement sambil tidur-tiduran.

Eaaaaaalah ga lama kemudian HPku bunyi lagi. Katanya doi uda hampir nyampe. Ya masih di terminal Laladon sih. Terus dia bingung jalur selanjutnya pake apa. Yoih, dia emang ngangkot. Hahahahha... #cintaku di jemputan angkot dah.

Aku kaget setengah mampus. Jadi ini beneran mau nyamperin di kos? Kosanku kan terpencil. Letaknya dikelilingin sawah yang dilaluin kotak sampah pertama dari jalan raya.

"Patokannya apa Justi?"

"(Emm...aku mikir sejenak, cari kata-kata yang pas biar ga diketawain pas nyebut ancer-ancer tempat sampah) Ntar kalo abis dari tempat sampah pertama, mas turun, udah gitu ikutin jalan setapak lurussss teruss..tar di ujungnya noh ada rumah kosan namanya Rizki," (Fuh tengsin berat ngejelasin tentang kosanku yang patokannya tempat sampah).

"Oke," katanya pendek.



Dalam sekelebatan itulah aku langsung blingsatan cari baju. Maklumlah belum pernah kencan. Bolak-balik aku setrika gamis yang rada kusut. Dan setelah capek ngaca, akhirnya kuputuskan buat pake baju gamis kembang-kembang pink sepasang dengan tas ransel warna senada. EPIC !!! (Dan sekarang dia merasa geli kalo aku pake outfit head to toe warna pink kembang-kembang !!! Katanya itu culun bangettt).


Tiba saatnya HP berbunyi. 


"Aku sudah nyampe di depan," katanya.

DEG. Udah deh ga usah ditanya lagi gimana rasanya ni jantung mau copot. 
Hahahhaa

Langsung dengan malu-malu kucing kubuka pintu, dan di sanalah lelaki kurus tinggi itupun memberikan senyuman termanisnya. Kesan pertamanya padaku, katanya kaget, aku anaknya sepolos ini, mana lagi pilek lagi. Suara nyaris kayak kodok dan inguspun keluar masuk. Huft...ini karena flu. Makanya aku bawa-bawa sapu tangan.

Kenalan dikit, terus jalan deh ke Kebon Raya...

Ada kejadian lucu sih waktu pertemuan pertama kami. Pas jam makan siang, saking bingungnya mau makan dimana, akhirnya kugiringlah beliau ke RM Padang. Padahalll....dia itu paling benci sama masakan Padang. Hahahhaha... Tapi gengsi lah kalau ga nurutin petunjuk tuan rumah. Akhirnya doi makan dengan muka aneh....sedangkan aku cuma minum jus. Serius abis dipaksa makan nasi, akunya malah bilang udah makan, PADAHAL SEBENERNYA LAGI DIET.

Habis itu jalan-jalan, cerita-cerita....sampe sore dan hujan. Aku diantar balik ke kosan. Naik angkot. Hahahahah...


Jalanlah kami menyusuri gang. Sepayung berdua...sungguh romantisnya..

Dia juga nyebut namaku dengan aksen lucu...Justi itu diucapnya Jasti... Lalu aku protes dan ditertawakan.

"La iyaaa...Jasti kan artinya 'just for me'," gombalnya.

MMMM MASA SIHHHH..... ???

"Memang diciptakan untuk kalangan tertentu, jadi harus jadi milikku toh, bakal takuyak-uyak mbuh tekan ndi... klo pun uda punya pacar, yo bakal takrebut, hehehee," terangnya yang membuat hatiku berbunga-bunga.

Apakah ini kode??

1 bulan kemudian.....tepatnya 19 Desember 2010, aku diajak ketemuan lagi di kebon Raya. Pada hari bersejarah itu dia kemudian bilang mau serius denganku (sembari nunggu aku lulus dan kerja beberapa tahun dulu) hingga akhirnya benar-benar menghadap Bapak.
 
aku dan suami

Terjebak di Lingkungan 'PERS'

Orang bilang, cari kerja itu susah. Dan YES, kuakui itu benar. Setelah resmi menyandang status pengangguran gelar sarjana Ekonomi Studi Pembangunan Kampus Favorit, tak lantas menisbatkan aku untuk goyang-goyangin kaki di korsi empuk dengan blazer parlente. Aku justru terdampar menjadi kuli dalam rentang waktu 3 tahun. Menclok sana, menclok sini ngehadirin launching brand A,B,C, ketemu BOD-BOC perusahaan keren baik swasta, BUMN, maupun keluarga. Dengan seragam, yah kaos oblong pun bolehlah, celana jeans belel dan juga sepatu kets. Eh...enggak ding...sebenarnya 2,5 tahun menjadi kuli tinta, 5 bulannya lagi langsung pindah ke divisi lain.

Kuli tinta aka wartawan, bahasa kerennya jurnalis. Ah, mungkin itu masa-masa syedih yang harus aku lewati. Beneran !!! Sejujurnya aku tak cinta profesi ini. Aku emang suka nulis. Tapi bukan nulis laporan berita yang kena tenggat waktu sedemikian cepat sehingga kalo telat sedikit udah keburu basi. Aku ga suka. Aku tuh sukanya nulis yang fiksi-fiksi atau story telling kayak novel-novel yang diperankan oleh tokoh Han Ji Eun dalam serial Full House. Aku pengennya jadi penulis buku....bukan wartawan.... 

Kupikir tadinya ini bisa menjadi batu loncatan atau setidaknya mengasah mentalku agar tidak cemen-cemen amat saat terjun ke dunia yang katanya keras ini. Tapi ternyata ..... bendera putih musti berkibar !!!

Sejujurnya memang aku tidak terlahir untuk bekerja di lapangan. Orang boleh iri saat tau aku dapet tiket ke Singapur untuk ngeliput kongres kesehatan tingkat internasional terus upload-upload Garden By The Bay secara gratis. Orang pasti ngira, uh enak banget bisa ketemu artis, direktur, atau kalangan jetset yang punya aset segudang dan tahu merek-merek dagang tertentu sebelum diblash ke publik secara massal. Orang pasti menyayangkan karena aku kurang menikmati fasilitas hotel mewah saat liputan, akses ketemu orang-orang penting, dan endebra endebrey-nya....Tapi yah...itulah hidup...mungkin aku tipenya memang bukan yang doyan menikmati semua itu sendirian. Kadang saat tugas malah kepikiran...ah apa enaknya ya kalo aku nginep di hotel berbintang, tapi ga menikmatinya sama keluarga.... Aku malah cenderung kesepian ketika dines ke luar negeri, sementara yang ada di dalam kepala cuma mau nyiapin masakan. Atau coba kalo ke luar negerinya bareng bapak ibu, kakak, adek, tamas...pasti lebih seneng.  Sementara yang lain antuisas kalo dapat undangan serupa, tetapi kenapa kok aku tidak?

Satu tahun diangkat pegawai tetap, langsung buru-buru ajuin cuti kawin. Kawin booookkkk.... Males kelamaan. Udah pengen berkeluarga aja bawaannya. Jadi ya itu, begitu tabungan sudah kumpul...apa lagi yang musti ditunggu??? Melengganglah kami ke bangku pelaminan. Dan, yah....emang benar meski setelah married masih nuntasin tugas jadi wartawan (sebelum terima surat pindah divisi),  tetep aja tuh rasanya kayak kerja tapi setengah hati. Aku masih berhusnudzon bahwa mungkin ini hanya euforia pengantin baru saja kali ya, jadi bawaannya pengen cepet ngeberesin rumah atau ketemu suami. Eh tetapi enggak juga loh....setelah pindah divisipun tetep sama bawaannya. Bukannya langsung fresh karena suasana baru, malah semakin pusing karena tempat kerja jauh...dan lagi banyak faktor X lainnya yang membuat suasana semakin kurang menyenangkan. That's why aku galau ketika bekerja malah membuat aku tidak bahagia. Mungkin aku memang tipenya yang lebih seneng mengutamakan keluarga ... bukan menjadi wanita karir.

Spesial untuk Mbak Ika

Lega....akhirnya ikutan juga Giveaway ini setelah menimbang-nimbang antara mau jadi tim hore-hore apa ga.....Kalau nggak, duh ya ampyun aku jahat banget, sementara Mbak Ika orangnya baik hati kayak malaikat....(suka kasih jempol atau ninggalin jejak komen di setiap postingan blogku)... masa beliau ngadain hajat aku ga ikutan??  Bukan...bukan untuk balas budi atau apa, tapi semata-mata karena aku tertarik dengan hadiah cilok (PING-PONG-nya )...eh gaaa ding..., maksudku aku suka banget sama temanya. Terlepas dari aku masih kacau banget ngerangkum biografi yang ala-ala gitu deh. But, anyway...selamat hari jadi buat Mbakku yang imut-imut bin unyuk ini...semoga 17 Maretmu menjadi hari spesial bersama keluarga tercinta...Peluk hangat dari Tangerang :* :*.













105 komentar:

  1. Ya ampun seru suaminya lucu dan romatis banget ya Mak, bener-bener serius ya ternyata.. jaman sekarang mah agak-agak ngeri ya kalo ada yang ngajak kenalan di fb. Hehehe. Kaka aku juga nikah sama cowok yg dia kenal lewat FB. Jodoh emang nggak kemana ya Maaak. Hehe. Keren tulisannya Mak, semoga menang ya Maaaak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iyak mak, ibarat kata kayak nemu jackpot gegeggegk

      Hapus
  2. Hahaha... gak salah tuh obsesinya pengen jadi kurus. Tapi kok fotonya sama suaminya terlihat gemuk kembali. Obsesinya gak berhasil kayanya tuh.

    Oh iya, biasanya orang yang suka di bully tuh selalu sukses. Contohnya Steve Jobs, Cristiano Ronaldo, Bill Gates, dan banyak lagi contoh lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, gatot alias gagal total upaya dietku wkwkwkkwk

      Amiiiin, moga akunketularan suksesnya mereka :XD

      Hapus
  3. ya ampun sampai ccape mbacanya, seru juga ketawa-ketiwi sendiri...BW mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga baca juga gapapa kok, jangan sampe terbebani ya hahaha

      Hapus
  4. panjang bener mbak. aku bacanya skimming hehe maaf.

    kutoarjo tempat ibuku dulu sekola wqwq. tapi gatau smp 1 torjo apa apa tuh.

    buset pas sma mba nit leh uga.rambut pendek2 unyu wqwq

    yap. nyaman mah dari diri sendiri, meskipun dapet singapur gratis kalao gak nyaman ya mau gimana lagi dongs.

    ntap dah transformasi nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siippp, ini namanya totalitas lomba...totalitas
      Wkwkwk

      Iya tom, model helm itu mah

      Hapus
    2. Eh dsh takralat ding yom, yg brnrr sdekku smpn 3 torjo haha

      Hapus
  5. saya juga ketemu suami lewat FB Mbak Nita :)

    BalasHapus
  6. puanjaaangg, padahal mau liat dedek ugilnya itu lho, emes lucu pengen nyubit :D
    diriku malah kepengen sekali-sekali ngerasain dunia pers

    BalasHapus
    Balasan
    1. Xixiixix yg ad cumak foto yang ugil ni geggegegekk

      Tukeran yukkk, aku jadi guruu ajah ahahhaha

      Hapus
  7. Sama Nit, dulu waktu belum nikah saya juga 36-37kg sekarang sudah hampir dua kali lipat hahaha

    Semoga sukses ke depannya ya dan sukses juga GA nya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeayyyyy, samaan kitah ternyata ya mb anjar hihihi
      Aminnn mba,, pengen menangin cilok atau krudung nih biar makind keceh

      Hapus
  8. seruuu.. meskipun panjang, gak ngebosesin.. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe makasih yach dah mau meluangkan banyak waktu untuk membaca kisah bodoh inih hiks #terharuuuuw

      Hapus
  9. o gitu ceritanya
    good luck buat lombanya k
    http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

    BalasHapus
  10. Seruuu, ceritamu DE, eh ya udah baca Postingan tentang mu di blog ku, belum?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaaaaa udaaah akuh bacakkk, muachhhhh hihihi
      Makasi mb witaaaa

      Hapus
  11. Walau panjang, tapi seru ceritanya, butuh berapa jam nulisnya tuh :)

    BalasHapus
  12. pheeww.. selesai juga bacanya ^o^... seru juga kisah hidupnya mbak ;).. dan aku penasaran nih, itu si E sampe skr ga tau kenapa dia jd musuhin mbak gitu? feelingku sih ya dia cuma iri aja krn mbaknya pinter, dia slalu remidi ;p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Si E yang di kelas 1 (dan sering remidi) beda orang kok dengan si E yang di kelas 2
      Aku juga sampe sekarang bingung knapa kehidupan jaman sekolah penuh dengan tindakan kucil mengucilkan kikikik
      Agak bikin trauma juga mb ...

      Hapus
  13. Mesti dicoba nih manggil justi ke temen cewek, kali aja jodoh#@$%#$@%&#&$$@^
    Mba nita ternyata pernah kuruus juga,baru tahu aku :D
    perasaan sering juga liat fto pas sma itu, apa emang udah sering di upload di arttikel yang lainnya Mba? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Justi ntuh dari plesetan nama depanku gusty
      Sayang sekali nama itu sudah aku patenkan wkwkww

      Iya mas, yang foto sma pake seragam ijo beberapa kali udah kuupload untuk tema postingan giveaway masa kecil...adanya cuma itu, yang lain uda pada ilang ntah kmana

      Hapus
  14. Ya ampun saya engga nyangka loh
    Mba ini dulunya pernah kecil juga
    Gimana mba seneng ya ngerasain masih bisa jadi anak bungsu? Aneh loh mba saya anak sulung tapi g bisa ngerasain jadi anak bungsu loh
    Serius

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seriusss bangeeuuuddd
      Yaiyalah, masa langsung brojol gede wakwawww !!

      Hapus
  15. Mba, aku sampe kaget bukan main waktu baca bagian mba yg sore-sore masuk lewat jendela kelas dan ganti jawaban ujian. Hahhaaa
    Seniat itu sampe masuk lewat jendela. :'D

    Mba kiyut banget waktu SMA. Polos bener wajahnya. Hahaa. Pantes aja sering di bully sama temen temen lainnya.
    Coba mba, agar disangarin atau diseremin dikit wajahnya. Wkwkwkw

    Kakaknya mba, mirip banget sama bapak ya. Mba lebih cenderung mirip ke Ibu.
    Duh, bayangin kehidupan asrama putri. Pasti seru ya mba bareng temen-temen gitu. Aku dari dulu, entah kenapa pengen banget nge kos atau tinggal di asrama. Pengen nyoba mandiri. Hahaa
    Tapi nggak dibolehin ortu sih. :(

    Aaaaaakkk sama mba. Aku juga sering ngomong dalam hati kayak gitu, 'aku mau cari sendiri calon imamku. ' Sering juga ada di posisi mba. Kayak dikenal-kenalin, dicomblangin gitu. Males rasanya. Hahaaa

    Ciyeee kenal sama suami lewat dunia maya. Ketemu di dunia nyata dan jadi. Jodoh siapa yang tau ya mba.

    Mba jangan kurus kurus. Siapa bilang kurus itu cantik, mending gemuk kayak gini aja mba. Gembul, lucu, gemesin. Hahaaa
    Aku aja pengen gemuk. :'D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata kebadunganku hampir sama kayak pas wulan masih bocah ya..,,
      Ini bukan badung sih tapi licik wkwkwkwk

      Hahaha tanpang tampang minta dibully agaknya lan..,ga dari smp sebenarnya, tapi dari TK

      Iya lan, kami dulu sering dikira kembaran

      Iya lan, ada enak dan enggaknya sih idup di asrama putri, maklum bangunannya tua, jadi klo pas lagi sendirian (temen pada pulang karena rumahnya deket) ya merinding...wkwkwkw
      Iya lan, kayaknya ini memang problema gadis 20 an ya..,eh dirimu masih 19 tahun kan ya? Bentar lagi pesti mengalami, tunggu aja lan..tunggu wwkwkwk

      Iya lan, alhamdulilah walo dari dunia maya, tapi insyaalloh jadi yang terbaik ahaii

      Hahhahahah...klo kurus mirip lidi lidian ya, tapi enteng lan, sekarang gembil begini diajak lari malah ndeprok kayak panda wkwkwk

      Hapus
  16. Celana jeansnya yg itu keren xixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Model cutbray itu mbak...sekarangbuda ga ada...sekarang mah kebanyakan model pinsil yang ngepress betis hihihi

      Hapus
  17. Ternyata mba nita pernah punya rambut pendek kaya cowok juga ya di foto cover itu, terus yang rambutnya sebahu manis bingit siiih mba nit hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mb wid, itu beautipul disaster alias tukang cukurnya salah model wkwk
      Itu gaya khasku mb :)

      Hapus
  18. Hwahahah ini draft buat bikin biografi nit. Aku baca tuntass.
    Kamu asrama A2 ya? Aku mah A1 gda yang aneh aneh

    BalasHapus
    Balasan
    1. A3 aaaaaaaakkk, bayangkan nay..A3 Lorongbtertentu kahnd agak agak spooky uhuhuuu

      Hapus
  19. wah ngga nyangka waktu SD mba gusty berani balik lagi ke sekolah dan bisa tahu tempat guru nyimpen ulangannya XD
    Kocak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhahah iya hana.,,
      Ini kenangan yang memorable banget wakti sd....sengaja datengin sekolah sore sore dan tau lewat celah mana bisa masuk ---j.e.d.e.l.a

      Hapus
  20. mbaa lengkap banget sampe cape mbacanya, mau koment juga bingung koment apa.
    perjalananya kereen penuh lika liku kisah dari kecil, untung gak nulis dari masih dalam kandungan 2 bulan, panjang banget kalo di tulis. kisah asmaranya itu lho mba duuhh romantis banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh jangan pada trbebani ya ketika bewe hahhaha
      Kalo mau dibaca silakan enggak juga gapapa kok, aku ga maksa.
      Tadinya pengen cerita masa bayi juga tapi lupa hhahha

      Hapus
  21. Kampus swasta yg di Kudus namanya UMK Nit. Universitas Muria Kudus - cuma mau nambahin aja sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyyyaaaaakk, 100 buat dikau mb raniii
      Betyulll hihihi
      Ini memori paling krik krik karena aku lomba tingkat propinsi tapi ga pake mandi pas presentasi

      Hapus
  22. aku nge fans dikau sm pak suami nit, kalian emang pasangan uget2, cerita ketemuannya aja seru gt, sini aku minta foto kalian plus tanda tangannya yak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bhahahhahaa,,,,, akuh bukannn artis koq,,,,jadi pengen tersipuw sipuw gini deh ah abiz dipujiiii....gegeggegekk, bewe balik ahhh

      Hapus
  23. namanya jodoh, bisa aja liwat FB yak..

    jadi ikutan degdegan waktu mau janjian di kebun raya bogor ihhhihi
    :3

    sukses GA nya! saingan mau aku yak rebutan cilok wkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihii makasih mbak dah baca kisahku yang acak adut ini
      Huaaaaa mauk ikutan battle cilok, hayukkk...posting ding mb, ntar aku bewe blognyah

      Hapus
  24. kl ngeliat sepintas foto2nya kayaknya gak ndut deh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Foto pas tingkat 1 genduttt mb ria, pernah 43, 44 kilo huhuuu

      Hapus
  25. Ciyeeeeee. Gadis sampul majalah. Mbak Nita imut deh pake rok SMA span gitu. Trus ada yang pas ponian juga. Imuuuut, Mbak Nit :D

    Waktu SMP emang suka gitu tuh, suka ngebentuk geng-geng an. SMA juga sih. Tapi kayaknya parahan pas SMP. Itu kasihan banget Mbak Nita udah minta maaf tapi dia masih bersikap dingin :( Huuufh. Resiko jadi anak pinter dan rajin ya, Mbak Nit. Dikatain pelit segala. Huhuhu. Ngomong-ngomong soal pembullyan, aku waktu SMP juga pernah dibully. Tampangku lebih bully-able kayaknya. Mbak Nita masih imut cantik. Kalau aku jelek banget, Mbak Nit. Aku berkacamata, cupu. Trus nggak pandai bersosialisi. Kerjaannya baca komik Conan, mendem di kelas melulu. Sering dikatain Betty La Fea. Dulu juga suka nulis diary. Nah ada temenku yang ambil diaryku trus dibacain keras-keras di depan kelas. Aku keseeel. Itu masih membekas sampe sekarang. Pas kelas 3 aku belajar pake softlens. Sampe sekarang deh pake. Cuma gara-gara dikatain gitu. Hiks. Mental anak SMP memang lemah ya, Mbak Nit. Lah, kok aku malah curhat sih. Hahahahaha.

    Huaaaa. Aku senyum-senyum baca yang Jodoh Dari Dunia Maya. Jasti. Just For Me. Mas Tamas si Aldy Fairuz KW bisa aja ngegombalnya. Jodoh memang nggak kemana ya :)

    Keren, Mbak Nit. Kerja jadi jurnalis. Ngeliput sana-sini. Pengalamannya banyak. Aku pengeeeeeen. Tapi sekarang udah kibarin bendera putih ya. Iya sih kalau memang sudah nggak sreg lagi, ditinggalin aja. Dan sekarang Mbak Nit jadi istri yang fokus ngurus rumah tangga. Tetap keren :D

    Selamat hari jadi buat Mbak Ika. Semoga Mbak Nita-nya dijadiin pemenang giveaway ya. Huehehehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gadis sampul apaan cha, itu malu maluin, fotonyah wkwkkkk

      Nah khan..emang rata2 jaman smp bikin trauma ya, entah kenapa anak anak yang puber itu lebih ngeri klo udah bikin temennya jadi korban bully,

      Sok aja cha, akuh menampung curhatan kok, yaampun sadis beud klo sampek bacain diary orang di depan kelas, huft munta dijitak tu pelakunya

      Haaaaa damaa cha, cantik dari hongkong, dulu aku tuh culun buangettttt ampe dibilang muka unyil hahaaaa

      Adly fairuz kw, hahaaa yg penting jadi dah yak, ucapkan hamdalah,
      Moga kamu dan zai juga ya segera 'resmi' amin

      Aaaaaakk, jurnalis jujur aku ga passion cha, bosnya ngeselin, eh...

      Amiiiinnn, doakeun menang yaaaakk

      Hapus
  26. Waaah pernah jadi model cover majalah juga, keren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haaaa itu model majalah sekolah kok tehhhh hahaha

      Hapus
  27. wooow koleksinya potonya banyak banget...bingung jadi milihnya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena tuk lomba biografi, biar lengkap jadinya pake foto

      Hapus
  28. Itu niat banget ngeganti jawaban soalnya >_<
    Seperti si cerita film action ^^

    BalasHapus
  29. Koleksi photonya masih lengkap dan terawat. Pantai petanahan, kenapa belum pernah ketemu ya? Ah mungkin dulu sama-sama masih pemalu kali ya ? Sehingga belum bisa kenalan.

    BalasHapus
  30. BTW, konon katanya SMPku dulu juga menetapkan sistem grade per kelas, mba, ada 8 kelas dari A-H dan kelas satu ada di kelas HAH!!, 2F, 3G wkwkwk dulu mikir jongkok banget ya ilmuku tapi tiap dibandingkan dengan nilai dari kelas lain yg di atas gak pernah kalah, akhirnya nanya ke guru BK pas kelas 3 soal grade ndilalah bohongan, ngatur siswanya diacak wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untungnya dah konsul guru BK ya, biar plong

      Hapus
  31. Karena setiap anak dilahirkan dengan karakter masing-masing, mbak :)
    Gak percaya kalau mbak Nita pendiem. Lah di blog bawel gini haha.

    Yang bagian jodoh itu bikin baper euy~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orang klo belom kenal aku suka insecure
      Tp klo dah kensl, emang cerewet sih haha

      Hapus
  32. masa-masa SMA yang cukup menyenangkan.
    Gue mah waktu sma, ngebosenin bangaaat >_<
    Terobsesi jadi kurus?
    tukeran badan yuk?
    Badan gue kurus bingin nih...
    berat gue 45 kilo. Tinggi 167.
    Idealnya kan 50 kilo.. yg 5 kilo lagi sedang diusahakan.
    heheheh :D

    BalasHapus
  33. Gusti sih kelihatannya polos pemalu, tapi gaya tulisannya kaya orang bawel bin cerewet gitu deh..
    Dan bagian ganto jawaban ulangan itu lohhh... lahdalah..berani2an bangets

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang blog bisa bikin orang jadi beda dari kehidupan dunia nyata lho hehe

      Hapus
  34. Ya ampun Nitaaaaaa, sempet-sempetnya gantiin jawaban hahaha. Eh aku juga punya temen yaang punya motor jadul.Bentuknya udah masuk kategori langka karena lain sendiri sama yang gress hehehehe. Eh tapi meski spion dan leg shieldnya bodong dia selalu lolos dari polisi yang suka nilang. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahass iya teh, itu bandel banget pas aku masa kecil

      Nah, emang motor jadul kliatan unik ya...dan anehnya sekarang masih awet cuma uda dioper ke tempst kakak, klo motor di rumahku

      Hapus
  35. aku juga korban bully sih, gara - gara hidung pesek.. :)))

    BalasHapus
  36. pangling lihat foto wisudanya, tapi tetep cantiiiik

    BalasHapus
  37. seru!

    iya dulu kurus banget... terus serius pernah bobol lemmari guru? keren hihihi...

    BalasHapus
  38. wa wa waaaa.... kilas balik yang lengkap banget. aku komen ini baru sampai yang es em a. entar lanjutin lagi, mau keluar cari makan dulu.

    bagian romantis-romantisnya belom dapet. kayaknya setelah kuliah deh romantisnya. xD

    oh iya, moga dilimpahkan bahagia selalu, ya, mbak Nita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah balik lagi blom haw? Komenin bsgian lainnya fong haha #nglunjak

      Hapus
  39. flashbacknya completed. Buseeettt memori masa lalu bener - bener terkonsep dengan baik yah. Ngak lelah mba buat tulisan sepanjang ini ?? Salutt... but overall walaupun panjang ngak ngebosenin. pembaca jadi ikut melebur dalam setiap momen yang diceritakan. bagian paling uhuy masalah jodoh, bikin baper.. cieee JUSTI Just for me. Hehehe... mungkin udah jadi kebiasaan perempuan kalau mau ketemu sesorg yang spesial jadinya blingsatan gaje. Kkkk

    Sukses selalu mba :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih yan,
      Hihi, itu senjata pamungkas cara menrmbak, wkwk

      Hapus
  40. seruuuu deh kisah hidupnya... :)

    btw, masa timbangan segitu gembul siih... enggak aah, normal kali.. sama kok :D

    Salam kenal yaa...

    BalasHapus
  41. Nit..kmu itu gak gndut...klo doyan makan mungkin iya. Maka bersyukurlah.. Media mmng mengasyikkan ya. Ttp mmng jadi beda klo udah nikah...punya anak... Toss, mikirin rumah. Itu aku juga. Di rumah mikir krjaan. Di kntr mikir rumah. Jadinya keburu2 mlulu...

    Anyway...sukses GAnya... Wah, critamu panjang tenan. Blm bisa aku nyaingi nulis sepanjang ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha iyak mb...samaaakk
      Iyaaaa becul beculll...yang ada badan dimana pikiran kmana, ga fokus

      Aminn, ikutan juga yuk mb sulis ^_^

      Hapus
  42. LOL, panjang banget ceritanya maakk... Eh tapi emang bener ya kalau hamil makan pala ayam hihihii.. Aduh, ngenes sih aku baca postingan ini, tapi lucu. Good luck ya, semoga menang

    BalasHapus
  43. Itu beneran sering juara kelas dikasih buku??

    beneran mba Nit ketemu suaminya di facebook??

    ekh itu gambar'a Cewe X Cowo kan?
    kok kaya BL gitu yah @_@

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya yg rangking 1 dikasi buku suruh maju ke depan pas upacara
      Iyaaaak, tulll
      Bl apaan ya?

      Hapus
  44. MAu nitip koment aja panjaaaang banget ndlosornya, hehehe...
    Aku lama banget gak Bw ya, abis sedang kumat malasnya, pengen tapi susah akses juga karena sedang jalan nemeni suami kerja.

    Ternyata dirimu kayak aku, pernah kurus dan sekarang masih pengen kurus lagi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihii selow aja mb wati, daku juga blum sempat mampir nih, besok deh pas pke pc takmampir ke blognya mb hihi

      Iyaaakkk, masih kudu gembesin lg ni akuh biar nda buncit

      Hapus
  45. Lengkap banget, kayak habis baca novel. *sok ngelap keringet karena bacanya rada buru-buru*

    Gokil, dulu sekurus itu, dan sekarang bisa gemuk. Apa gue bisa juga? Hahaha. :))

    Kebun Raya Bogor akhirnya jadi tempat bertemu jodoh. Eh, setelah komen-komenan di dunia maya maksudnya. :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa banget, syaratnya lu kudu nikah dulu deh , trus rasakan perbedaannya wakaak

      Iya krb itu tempat sejuta kenangan

      Hapus
  46. Hmh... gua telat comment, udah panjang banget ini yang comment haha, tapi it's okay lah ya, pas selesai baca postingan ini, jari gua langsung gatel pengen comment :p

    Nita, tulisan lo sukses ngebuat gua kembali flashback memory. Masa-masa sekolah emang ngga jauh dari masa kelam ataupun senang, dan justru itu yang ngebentuk diri kita sampe sekarang. Itu "tahu warung" untuk dibawa piknik berkesan banget pastinya ya? Duh, jadi kangen piknik bareng sekeluarga lagi nih, dulu waktu kecil kalo piknik juga suka dibekalin macem-macem sama Ibu, sekarang mau piknik bareng susah ngatur waktunya haha.

    Meskipun ada kenangan "merombak nilai", setidaknya lo emang terbukti sukses dengan ranking 1, sampe dapet buku tulis *big applause* Gua jadi inget, dulu temen ada yang dapet satu pak buku pelajaran karena dapet ranking dan gua cuma bisa ngiri haha, tapi ngga apa-apa lah, toh semua siswa pas dewasanya nanti akan sukses (mayoritas) dengan jalan masing-masing. Jadi, tenang aja kalo kita berbeda dengan kakak-adik, karena semua anak dilahirkan berbeda. Lo kayaknya condong ke otak kanan, ya? Lebih menyukai seni.

    Bullying udah ga bisa dihapus kayaknya ya dari masa sekolah. Sabar Nit, mereka yang di-bully sering sukses kok, karena biasaya mental mereka lebih strong dan visi untuk suksesnya lebih besar ketimbang orang yang suka nge-bully :) meski ada trauma, semoga ngga terlalu mempengaruhi mental sampe dalem.

    Wah, SMA ikut jurnalistik dan PMR, jadi ngerasain berorganisasi ya. Cie, yang dijadiin cover majalah sekolah pas ikut karya tulis ilmiah hehe. Sampe sekarang berarti masih nyimpen majalah sekolahnya ya?
    Itu nilai bahasa inggris 9,6 cuma salah satu dan bahasa indonesia salah dua? Hebaaat :D
    Ah, gua juga paling susah ngikutin Matematika dan hitung-hitungan lain. Dulu pas awal kuliah aja suka takut sendiri pas ngadepin matkul Matematika Bisnis. Mending suruh ngitung angka yang rumusnya udah ketahuan (tambah, kurang, bagi, kali) daripada rumus rumit :p

    Jadi, wawasan film horor Thailand-nya didapet dari jaman kuliah ya? Hehe. Paling enak tuh emang nonton horor malem-malem sambil lampu kamar dimatiin, berasa horornya, apalagi kalo suaranya dikencengin.

    Wih, ternyata pertemuan dengan suami lewat comment-comment-an di FB toh... dan first date-nya di Kebun Raya Bogor. Makanya pas ngeliput buat postingan di blog tentang Kebun Raya Bogor waktu itu, memorable banget ya :D

    Duh, comment gua jadi panjang banget nih, maap... :p
    sukses buat GA-nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. mantaaaaaabbb bay......ini yang ditunggu tunggu --komentator yang bener-bener ngebaca tulisan...aih aku jadi ngerasa dihargain ni sebagai blogger..jadi smangat nulis deh hahahha

      iya, piknik masa kecil emang ga terlupakan
      semua yang dibikin ibu rasanya enak...sekarang mau ngebikin pake tangan sendiri ga sama rasanya

      hahahha that's true bay..khas pengalaman anak-anak banget lah pas masa school, ada pahit getir, tapi juga ada yang bikin termotivasi, salah satunya dulu aku suka banget nulis cerita karena antusias sama bu gurunya, baik itu bahasa inggris maupun bahasa indonesia.
      kalo matematika...??? Nooooo...suka pusing pala balbie hahahha

      wah jurusanmu apa bay? kok ada matematika bisnis? keren euy..tapi keknya bahasanya berat oiii

      iya, dulu waktu pertama kalinya nonton horror thailand si yang judule comming soon, nontonnya bareng2 ama temen satu geng kamar yang berdekatan, markasnya di kamarku terus lampu dimatiin, sound system dipasang paling pol..huhhh nanpol banget ngerinya

      iya Bay, dari fb lanjut ke pelaminan..hehhe
      kebon raya jadi tempat bersaksi lhah....hahhahaha jadi malu deh gue

      gapapa, gue suka komen yang panjang dan berkualitas seperti ini
      ketimbang yang cuma ngomenin foto...hihiiii

      Hapus
    2. Hehe, semua tulisan blogger patut diapresiasi kok Nit, dan tulisan lo meskipun panjang tetep enak dibacanya :D

      Wah, sampe antusias sama gurunya ya, hebat... nilainya aja hampir sempurna begitu :)
      Yo'i, matematika juga hal yang bikin gua pusing. Jurusan gua waktu kuliah itu akuntansi Nit, sampe sekarang pun nyemplungnya ke dunia itu hehe.

      Yes, film coming soon emang keren deh. Ngerinya dapet.

      Wah, thanks Nita :D

      Hapus
    3. Hehe, semua tulisan blogger patut diapresiasi kok Nit, dan tulisan lo meskipun panjang tetep enak dibacanya :D

      Wah, sampe antusias sama gurunya ya, hebat... nilainya aja hampir sempurna begitu :)
      Yo'i, matematika juga hal yang bikin gua pusing. Jurusan gua waktu kuliah itu akuntansi Nit, sampe sekarang pun nyemplungnya ke dunia itu hehe.

      Yes, film coming soon emang keren deh. Ngerinya dapet.

      Wah, thanks Nita :D

      Hapus
    4. Makasih bay, uhuk gue jadi terharu

      Iya bay dulu buguru bahasa inggrisnya keibuan banget, trus ngakrab gitu tipenya, jadi suka ma pelajarannya

      Waow akuntansi, huhu aku mlh dulu dapet c

      Nah itu dia film thailand perdana yg bikin aku pnasaran kepoin horror thailand lainnya

      Hapus
  47. duh kamu tuh yaa...imutnya awet...gemes gemes gemesss

    BalasHapus
  48. Hihi..aku baca tulisanmu yang panjang dan lebar kayak bodyku ini sambil senyum-senyum sendiri. Komen di blogmu ini loh...buanyaknyaaa...
    by the way, makasih ya sudah ikut meramaikan GA ku...tulisanmu ki aku bookmark pokoke..buat hiburan wkwkwk :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Azeeeeg yang punyak hajat datang hihiii
      Makasi juga mb ika dah diijinkan ngeramein giveawaynya, n heppy bedayyy jugaaaaa, :* :*

      Hapus
  49. Waaah...kirain masih sekolahan Mbak. Di fotonya masih cuties bingit. Sumpah ngga nyangka sudah lulus kuliah dan menikah. Mukanya imut2.

    Belum gemuk Mbak 48-50 kg mah, itu ukuran ideal untuk tinggi segitu. Jadi inget masa lalu susah banget naikin berat badan..skrg susah banget nurunin berat badan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Alloh liat komen ini aku jadi tersanjung nih, hihihiii

      Tapi lengen n perut dah kmana2 nih mbak, ngemilnya rutin wkw

      Hapus
  50. Waaah...kirain masih sekolahan Mbak. Di fotonya masih cuties bingit. Sumpah ngga nyangka sudah lulus kuliah dan menikah. Mukanya imut2.

    Belum gemuk Mbak 48-50 kg mah, itu ukuran ideal untuk tinggi segitu. Jadi inget masa lalu susah banget naikin berat badan..skrg susah banget nurunin berat badan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi tiap kali ngaca pipi mua mbak huhuhuhhuuu

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...