Senin, 23 April 2018

Definisi Artikel Blog yang Menarik Menurut Versiku



Sembari ngedraft postingan yang bersifat evergreen (sehingga masih mempunyai kans besar untuk dikunjungi pembaca organik tanpa harus aku share terlebih dahulu di media sosial seperti fb, twitter, instagram, dll), kali ini aku mau sumbangsih pendapat mengenai topik blogging berikutnya berdasarkan kacamata seorang pembaca (bukan ekspert di bidang blogging apalagi mastah ya, hehehe). 

Topik tersebut adalah tentang menarik tidaknya suatu artikel di blog sehingga berhasil mendaratkan jariku untuk melakukan fungsi klik. Sebab beberapa waktu yang lalu aku sempat membaca tentang pendapat beberapa blogger yang  mengulas topik ini juga, namun dengan 'versi menarik' masing-masing. Dari situ, aku pun ikut merasa tertantang juga untuk membuat postingan yang sama—yang tentu saja dijabarkan menurut analisa dan sudut pandangku pribadi. 

Oh ya, berhubung kali ini emang topiknya rada berat (beban moralnya) apalagi kalau sudah dilempar ke publik nanti, maka sebelumnya aku ingin menggarisbawahi dulu nih pernyataan berikut sehingga tidak terkesan bahwa diriku sok tahu (moga ga ada yang bilang gitu ya ahahaha, tatuud aku). Pernyartaannya adalah apakah dengan menulis topik ini udah pasti artikel di blog aku selalu menarik? Jawabannya tentu saja tidak. Karena semuanya dikembalikan lagi kepada pembaca. Namun di sini aku hanya ingin membagi sedikit info tentang seperti apa sih artikel-artikel di blog yang sering aku klik selama ini. 




Langsung aja ya daripada muter-muter ga jelas kayak gasingan, berikut deskripsi artikel yang menarik versiku pribadi : 

1. Artikel yang Tidak Menggurui

Point ini aku tempatkan di urutan pertama karena jujur, aku paling malas membaca artikel yang terkesan menggurui, pongah, dan merasa paling benar sehingga sering memandang remeh penulis baru atau penulis lain yang membuat pilihan berbeda terkait tema tulisan atau maintenance blognya. Aku juga ga gitu tertarik dengan artikel yang bahasa tulisnya terkesan sinis, ngece, dan merasa paling oke juga pintar banget menggiring opini publik karena udah punya banyak fans militan (misalnya). 

Di sini, posisiku sebagai blogger baru yang masih sangat hijau di dunia blogging merasa sangat respect dengan penulis yang senang berbagi ilmu namun ga terkesan julid (over bebas menyuarakan pendapatnya sehingga tanpa dia sadari kadang melukai hati sebagian kalangan). Aku juga kadang bingung dengan model artikel yang katanya mengkritisi sesuatu, misalnya artikel yang dibuat seseorang untuk menyoroti masalah attitude/manner orang lain yang harusnya gini—gini-gini, tapi kadang yang menjadi pikiranku adalah kok si penulis ini ga sadar ya kalo tulisannya itu juga bahasa tulisnya terkesan julidin orang yang dia rasa kurang beratitude...duh gimana ya, pokoknya intinya mbulet. Mengkritisi sesuatu tapi dirinya sendiri ga sadar kalo sifat artikelnya itu juga sama aja dengan orang yang sebenarnya dia julidin ahaha...(kayak gitulah pokoknya). Jadi intinya kalau nemu artikel yang kurang lebih pointnya begitu, akan sangat jarang untuk aku sempatkan mampir.

2. Artikel yang Ditulis dari Hati Sehingga Pembaca Bisa Merasakan Nyawa Tulisannya

Biasanya artikel seperti ini adalah yang ditulis berdasarkan pengalaman jadi penulis ga ngawang-ngawang atau menuliskan sesuatu secara imajiner. Kisah-kisah hidup yang menginspirasi, emosional, penuh dengan lika-liku juga amat sangat menarik buat dibaca karena biasanya terkandung hikmah yang bisa dipetik di dalamnya.

3. Artikel yang Memuat Bacaan Ringan tapi Bermanfaat dalam Kehidupan Nyata

Jujur aku sangat terbantu dengan banyaknya tulisan blogger yang berhubungan dengan aktivitas atau kejadian yang kerap ditemui dalam kehidupan nyata. Baik itu yang terkait dengan : 

  • Pelayanan masyarakat (misalnya : cara mengurus BPJS Ketenagakerjaan atau Kesehatan, ATM ketelan, pengalaman orang mudik menggunakan kereta, pesawat, mobil, pengalaman membuat akta kelahiran, E-KTP, SIM, STNK, SKCK, pasport, pengalaman mengunjungi tempat-tempat tertentu misal pasar di daerah A, B, C, pengalaman memasang wifi, dll.
  • Tutorial terkait dunia blogging.
  • Kesehatan (misalnya : seputar kehamilan, informasi penyakit tertentu berikut penanganannya such as luka bekas gigitan kutu kucing sembuhnya berapa lama, luka telapak jari tersayat sembuhnya berapa lama, cara menghilangkan bekas jerawat di punggung bagaimana, pengalaman tambal gigi, informasi tentang perawatan bayi (maklum karena baru saja punya bayi hehehe), diare pada bayi berikut ciri-cirinya, mata bayi belekan umur 2 bulan dan solusinya, BAB bayi, bekas gigitan nyamuk pada bayi obatnya apa, perkembangan bayi dalam bulan, rekomendasi tempat spa bayi, rekomendasi dokter anak dan dokter kandungan RS tertentu, review berbagai brand yang pengaplikasiannya beneran akan dipakai dalam kehidupan sehari-hari (misal popok, toiletteries bayi, booster ASI, pompa ASI, review botol ASI, peralatan MPASI, kantong ASI, cooler bag, merek baju, sleepsuit, strooler, baju busui, skincare yang aman untuk bumil atau busui berikut foto before afternya, obat  batuk yang aman untuk busui, pengalaman seputar perparentingan, food preparation, dll.
  • Dokumentasi (kenang-kenangan) waktu married. Hebohnya mencari seserahan, mas kawin, hantaran, hebohnya fitting kebaya pengantin, akad, review katering, gedung, disertai dengan foto-foto yang banyak.
4. Dari Segi Desain, Walau Blognya Sederhana Tapi jika Tulisannya Berkarakter Aku Tetap Suka

Untuk segi desain, sebagai pembaca aku tidak saklek mengharuskan blog yang aku kunjungi harus terlihat kece badai dengan tampilan template yang serba canggih. Jujur misalkan blog yang aku mampirin sederhanapun (misal masih berplatform gratisan kayak blognya admin keceh nan gembul ini #hueeek#, tapi kalau tulisannya enak dibaca dan punya ‘karakter’ yang beda dari penulis lain, aku juga tetep suka kok. 

Seringkali aku justru mendaratkan pencarian pada blog yang amat sangat jauh dari kata femeus (bahkan ga tergabung dalam komunitas apapun) tapi tetep rajin update en nulis karena emang passion dia ada si situ. Ya yang kayak gitupun aku tetep tertarik. Mungkin karena satu...lagi butuh pas ngeklik  di google ndilalahnya ketemu sama artikel dia, kedua...ya karena emang  betah aja buat baca karena suka akan personality yang dia unggah lewat tulisan ahaha. 

5. Artikel yang Ditunjang Ilustrasi atau Foto yang Menarik (tanpa Resize)

Point terakhir mungkin ini akan berbanding terbalik dengan pendapat  blogger kebanyakan yang menganggap artikel menarik itu ya yang dari segi loadingnya cepat namun atas dasar penempatan ilustrasi atau foto yang diresize (dengan alasan menghemat kuota pembaca). Aku sendiri berpendapat NO untuk resize  ini karena menyebabkan megapixel foto jadi pecah dan terkesan kurang memuaskan apalagi klo bahasannya sedang menyoroti tema kuliner dan juga traveling

Kalau aku pribadi beranggapan begini (mungkin karena saat ini sudah banyak juga yang memakai wifi/unlimited sehingga tidak harus mengandalkan kuota untuk membuka internet), jadi aku masih percaya bahwa dengan mengupload ilustrasi atau foto yang beresolusi jernih pun sebenarnya ga masalah. Malah menurutku lebih memuaskan dan bikin betah buat ngeklik ga cuma satu halaman andaikata nemu artikel yang foto penunjangnya lengkap plus bening-bening, kecuali kalo tulisannya udah tingkat dewa yaaa...ga perlu pake foto atau ilustrasi juga udah okay.

Begitulah sekelumit pandanganku mengenai gambaran artikel yang menarik di sebuah blog. Sekali lagi ini ditulis berdasarkan pengamatan seorang pembaca ya. Baiknya silakan diambil, buruknya silakan tinggalkan. Karena kesempurnaan hanya milik Alloh Semata #ahzeeeg.

Kalian sendiri punya pendapat seperti apa terkait artikel yang menarik. Silakan sharing di kotak komen boleh loh qaqanya....

44 komentar:

  1. tambahin yak. aku juga suka blog yang berisi tulisan receh keseharian. bacanya berasa kayak kita lagi dengerin temen curhat :P
    nah, apalagi kalo berbalas komen, nambah temen baru :)

    btw itu kucingnya lucu bangeeet

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nice point of view buat tambahannya Mb Na...
      Yes eyke juga pecinta tulisan retjeh ala-ala
      Karena bacanya ringan ga bikin spaneng ahahahai

      #itu kucing kakak tingkatku waktu kuliah, tembam sekali kan kucingnya Mba Na, tau gag namanya siapa? Namanya Elisa alias Laila #saelah namanya manis amat yak ahaha

      Hapus
    2. Buset, bagus banget namanya. hahaha. kucingku kemarin kukasi nama Kartolo. sayang doi udah minggat. huhuhuh

      Hapus
    3. Kartolo? Kok aku malah kebayang kacang tholo ya mbaaa na gimana jal?
      Iya heran kucing klo udah lagi masa kita lagi sayang sayangnya eeee udahannya minggat. Atau uda tuwek kali ya, biasanya kucing klo uda tua dia ninggalin majikannya dg sendirinya, trus tau tau ninggal deh #krai
      #tapi rada mistik ga sih

      Hapus
  2. Baca nomer 4 kok jadi ngerasa kaya gue banget ya ka. Eh, udah lama gak blogwalking di blognya ka tiwi. Itu ka, nomer 4, gue udah lama jadi solo blogger, pernah sih kepikiran mau gabung blogger energy karena blog gue ada genre personalnya juga tapi gagal karena mood berubah tiba2. Pernah ikut event komunitas blogger jakarta, mau gabung, eh laptop adapter wifinya error, dan pada akhirnya masih setia jadi solo blogger yang lebih rajin nulis postingan baru dibanding blogwalking, alhasil, tulisannya sepi komentar deh. Hehe >_<

    BalasHapus
    Balasan
    1. True story kan gung berarti ahahaha

      Yap aku juga sekarang lagi nabung banyak postingn dulu nih, sampe kadang ga sempat blogwalking yang jenisnya ninggalin jejak, paling banyakan jadi silent reader ahaha

      Sebenernya aku juga pengen gabung BE, tapi mayoritas anak muda semua, ku ngrasa tuwir sendiri ntar wakkaka

      Share di grup yang levelnya dah di atas seringe bagai lagunya utopia gung, antara ada dan tiada ahahha,
      Jarang yang mampir jadi blog aku ikutan sepi juga, ga serame dulu
      #krai
      Makanya aku mending perbanyak bikin postingan aja deh buat sekarang2 ini

      Hapus
  3. Aku pernah nulis hal beginian juga mbak. Tapi cuma sepintas sih, gegara fokus utama ku dulu mbahas masalah blogwalking. Hehe...

    Kalau versiku mungkin lebih ke tulisan yang enak dibaca gitu aja. Mau tulisan mbahas apapun itu, asal aku tertarik sama judul dan alur ceritanya, ya bakal tak baca sampai katam insyaallah.

    ((INSYAALLAH >.<))

    Aslinya pengen banget bisa menghasilkan tulisan yang "punya nyawa" kaya kriteria nomer 2 mu itu mbak Nit, tapi aku belum terlalu bisa. Wkwk...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penasaraaaan, mw dong tar aku kubek kubek versimu kek gimana Nu
      Hahai

      Jadi artikel ini dibaca khatam ga nih hahahai

      Nah aku sendiri pun blum bisa nulis dengan bernyawa nu wakKaaa..
      Kadang uda niat nulis pake banget ada aja moment pingin cepet cepet sampe paragraf akhir terus abis dibaca ulang rasanya pend tereak : "Mana nyawanya mana? "Hahahaaa
      #monmaap klo diriku suka rada-rada gini ----> (✗_✗)

      Hapus
  4. Resize-ing ini pe-er bgt buatku, karna kadang pas malas nyalain kompi ... ujung2nya aku resize pakai aplikasi di hape aja. Dan itu emang agak merusak keindahan foto aslinya hahaha. Duh blogger kok malas ya. Makasiii deh baca ini jd selfreminder, kita menulis kan untuk berbagi. Kalo tulisan dibikin malas2an, apalagi yg mo mbaca ya huhuhu.

    Semangaaat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hu umb mb soale aku pribadi suka kuciwa pas liat promoan link artikel kuliner or traveling di medsos keliatane mnarik pas aku klik laaah kok fotonya kecil kecil, mana bisa ngebayangin enaknya kuliner tersebut atau suasana tempat wisatanya hahaha

      Betul mb ning, sharing is caring, mangaaaad nabung postingan yang buanyaaaak hihihi

      Hapus
  5. Aku udah agak males baca tipa blogging.. Soalnya jelaaass, kekuranganku banyak banget dan kalau ada kalimatnya yang julit julita ulala, aku jadi merasa tersindir, wkwk. Aku ya pengen memperbaiki kekurangan blogku, tapi belakangan aku ngerasa kayak bukan diriku yang tulisannya banyak ngelanturnya. Nulis jadi penuh tekanan malah gak nulis-nulis. Halah, ya sutralah balik jadi blogger suka-suka aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah jeung tapi tulisanmu walo sponsored post ato lomba tetep bahasanya enak kok wakakkaka, nyaru ga kliatan kayak iklan ato lomba malah ahahha
      Dirimu kan salah satu blogger panutanque halaaah ahahhah
      Teteup berkarya seperti biasanya jeung mer, tetep oke tulisanmu suwer

      Hapus
  6. Aku setuju ama poin 1, kalau kayak menggurui bikin males bacanya meski bukan tips blogging pun. Apagi kalau nganggep yang lain salah, huhu sedi bacanya jadi biasanya aku skip aja. Aku juga suka artikel yang kayak gini, personal tapi bermanfaat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah berarti bukan cuma aku aja kan yang ngerasa tulisan menggurui itu malesin banget wakakaa...toast :-D

      Aku respek apa penulis yang ga terkesan maha tau segalanya terus menganggap penulis lain ecek ecek, heuuu...

      Yang paling mahal ini nilai personalnya ya mba nia klo untuk blog, masih kudu terus belajar ni biat setiap nulis aku tetep ga lupa sisi personalnya ^_^

      Hapus
  7. Numpang komentar,kak Pratiwi.
    Menurutku foto untuk artikel tetep di Rezise tapi dengan ukuran ngga terlalu kecil agar hasilnya ngga blur/pecah.

    Kalo ngga diresize makin lama makin banyak file foto disertain di blog, akan bikin loading halaman jadi lama.

    Salam kenal,kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah makasih banyak ya buat sarannya..
      Yang penting klo resize jangan yang sampai kecil kecil banget kan ya biar objek ceritanya masih keliatah :D

      Salam kenal kembali
      Terima kasih sudah mampir n nyumbang pendapat ^^

      Hapus
  8. ditulis dengan hati
    uhuk....
    tapi klo aku yg penting gak copas dulu mbak
    itu syarat wajib yg utama
    terus sama bener sih tulisan yg berkarakter
    jadinya selalu ketagihan klo ada post baru
    meski posnya tersempil iklan2 tapi tetep asyik bacanya
    biasanya sih aku suka karakter2 khas dari "blogger-blogger ortodoks"
    kayak ngalir gitu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oiya, bener banget mas ikrom...ga copas dan menjunjung yinggi nilai kejujuran, alias percaya pada kemampuan sendiri dalam hal nulis, biar dikata jelek yang penting ga ngerugiin karya orang kan ya, mantaaab tambahannya

      Aku mau dong dijabarin apa itu blogger ortodoks..kayaknya ini dah tingkat dewa banget hihihi
      Apa blogger yg beneran punya pemikiran kritis dan opini yang berbobot terkait suatu issue?

      Hapus
  9. Paling suka baca tulisan receh tentang pengalaman hidup si empunya blog. Cerita keseharian itu kadang malah suka bikin makjleb bacanya ketimbang postingan yang udah penuh settingan (you know what i mean lah) hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya, ini juga makananku sehari hari mb imelda, tulisan retjeh yang lucu-lucu dan bikin terhibur itu jaman enowww mahal sekali loh yekan ahahhahahaha....tapi aku ada listnya, beberapa diantaranya ad di blogroll friendlistnya blog kakakku tiasangputri tuh

      Hapus
  10. Setuju banget poin no.1 Mba, apalagi buatku yang kurang bisa menyuarakan pendapat netral di tulisan. Takut nanti jatuhnya malah menggurui tanpa sadar. Huhu

    Sekarang aku prefer menulis pengalaman, review, atau tips-tips aja deh, soalnya kalau bener2 kita pahami rasanya ngalir aja gitu nulisnya. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hu um Le...sama sebenarnya kayak aku...
      Karena membaca tulisan yang menggurui itu ga enak...berasa kita diceramahin gitu kesannya ahahhahaha #ini pendapatku pribadi sih

      Nah, aku tuh suka baca tulisanmu yang pengalman based on true story, kayak kemaren pas cerita pengalaman bayi jatuh dari tempat tidur, proses pengguntingan jalan lahir abis lahiran, hamil pas kena DBD, dll...itu aku bacanya sampe khatam, saking jadi tau berbagai pelajaran yg bisa diambil dan emang bagiku tulisan yang kayak gitu justru bermanfaat ^___^

      Hapus
  11. Setujuuu bangeeet.. dan aku sukaaa dengan blog yg fotonya baguuus baguuus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toast, klo fotonya banyak plus bening bening itu ibaratnya nyegerin mata ya mb indah, malah biasanya aku bonusin klik banyak halaman klo postingan berfoto beningnya agak banyakan

      Hapus
  12. setuju sama pion 1, tidk menggurui jadi ibaratnya kita sama2 belajar. kalau bisa asik y dgn pembawaan yg santai dan optimistis. yeay.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ibaratnya duduk bareng saling discuss jadi ada input dan output gitu ya mas oki, trims tambahannya kece badayy ^_^

      Hapus
  13. Artikel yang mengkritisi, tapi penulisnya kadang nggak sadar dirinya juga sama aja. Itu saya pernah juga mungkin. Pernah beberapa kali ngomongin soal blogwalking dan berkomentar, tapi sendirinya suka males ngunjungin balik. Sekalinya main, bingung mau ninggalin komentar apa. Hahaha.

    Akhirnya muak juga sama tetek bengek bw mesti gimana, komentar sebaiknya gimana. Terserah pembaca ajalah. Udah nggak mikirin soal dunia blog dan udah semakin jarang bikin artikel lagi. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalem yog kaleeem,
      Ga cuma lu aja sih, gw juga dulu suka kritik sesuatu, setelah makin ke sini gw rada tobat n berusaha memperhalus bahasa kritikan...takutnya ada orang yang kesinggung kan gawat padahal kan ga bermaksud hahaha
      Yawda ga usa dipikirin biar nulisnya ga pusing
      #penting diupdate trus tu blog, sayang uda didotcomin ahahhahaha #komentar w rese

      Hapus
  14. Tulisan yang bernyawa, kayaknya ini nih yang sulit ditemuin mbak. Soalnya banyak juga blogger yang iseng cuman ngopas doang. Kalau saya pribadi sih, apapun tulisannya asal gak ngopas itu termasuk unik dan menarik. Saya harus mengapresiasi keberaniannya untuk menulis.

    Soal blogger yang mengkritisi tapi sejatinya dia juag nyindir dirinya sendiri, menurutku sih gak apa-apa mbak. Jadikan itu pelajaran, toh itu juga merupakan sebuah hal yang mungkin bermanfaat.

    Nah ini yang paling saya setuju, daripada resize foto untuk di tampilin di blog mending upload yang aslinya aja. Kan gak rugiiin juga. Yang baca juga kan yang ngunjungin blognya. hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mas bimo, saya juga masih jauh dari kata bernyawa klo nulis, seringnya nglantur kmana mana wkwkkk
      Padahal dulu saya suka plajaran Bahasa Indonesia model mengarang loh, tapi buat bikin postingan yg terstruktur itu ternyata ga mudah..seringnya tulisan saya sesuai mood huhuhu

      Hmmm beda2 pmikiran ternyata ya, tapi ga pa pa sih...namanya juga beda kepala hahaha
      Klo saya itu malesnya klo nemu artikel yg terlalu merendahkan potensi penulis lainnnya mas...bukannya bikin semangat buat trus belajar yg ada mlh bikin down hahaha

      Saya lebih suka artikel yang merangkul gitu sifatnya, bukan yg seolah-olah nganggap anak baru kmaren sore itu ga mutu

      Nah, iya mas jujur emang saya penyuka artikel yang fotonya berjibun, karena kadang klo pas lagi butuh bNget info tapi ga sempet baca, masih bisa tau info tersebut minimal dari foto yang ditautkan..

      Hapus
  15. Saya juga lebih suka dengan hal-hal yang ringan-ringan, karena mudah dicerna. Soal photo, saya berusaha menampilkan sebaik munkin. Biar tidak pecah saat di unduh orang lain. Ya, itu pasti ada kendalanya juga, mempengaruhi daya loading.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hal hal berat sebenernya menarik jg kok mas, cuma sy blom nguasain
      Wah klo saya ga sampe mengunduh si, minimal enakeun lah buat diliat haha

      Hapus
  16. uhuk duh tulisanku masih menggurui dan julid gak ya? ihihi.. dilema kalau kebanyakan curhat pembaca pada bosen nih mbak. Mohon masukannya ya. Sebenernya aku juga suka sama tulisan ringan dan kocak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya engga deh blog dikau tulisannya mah pnuh manfaat mb lia hihihi

      Ga bosen kok mb...mungkin klo dari segi pnilaianku pribadi ya, justru aku bosennya yg model tulisan berupa tips atau artikel yg bahasa terlalu resmi, soalnya jadi mirip media online mb...nah aku sendiri kan dulu anak media nih uhuk....jadi aku uda bosen sama artikel yg kenanyakan juga uda ditulis layaknya media online....
      Aku lebih suka cerita berdasarkan pengalaman si penulis gitu, ya model cerita sehari2 gitu...syukur2 yg bisa ada jesamaan dg apa yg dirasakan ama orang lain, misal kayak yg point nomer 3 itu mbak hehew

      Hapus
  17. Ya emang sih tulisan yang ringan dan ditambahi sedikit candaan membuat para pembaca jadi betah dan ngepoin postingan postingan yang lain, gambar juga mempengaruhi juga sih kalau saya,,,
    nah untuk masalah menggurui ini saya juga intropeski diri dululah, apakah yang saya tulis cuma sekedar sharing atau menggurui. Heehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mas eksa, dirimu juga blognya uda punya khas ehehehe
      Tuulll, admin blog inipun selalu introspeksi diri, ga mau yg sekedar ngemeng doang, tar jatohnya kayak nomer atu kan repot ahahahha

      Hapus
  18. Aku paling suka nomor 2 dan 5 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuih senangnya dikunjungin ka indy
      Thx sudah mampir kak

      Hapus
  19. setujuuu, setujuuu, tulisan yang datangnya dari hati itu emang asyik banget dibacanya.
    Seperti blog Mama Mbul ini looh ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aw aw aw tjipok basah juga ni mb di ahahhaha

      Kagaaak tulisan madam beby mbul masi jauh dari sempurna #saelah

      Hapus
  20. Saya setuju, terutama yg no 1. Trimakasih mbak Tiwi udh sharing n salam kenal jg.

    BalasHapus
  21. Siip deh, atur aja artikelnya. yang penting bisa kebaca dan bermanfaat untuk orang banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget hehehe, yang penting hepppy nulisnya ya,
      Trims sudah mampir bekunjung

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...