Sabtu, 06 Juli 2019

Kenapa ya Orang Tua Lebih Suka Nonton Berita?



Kalau aku amat-amati, preferensi tontonanku saat ini rasa-rasanya sudah berubah. Aku lebih senang menonton berita ketimbang acara lawak, talkshow, sinetron, sitkom, gosip, dan sebagainya. 

Hal tersebut tentu berbanding terbalik dengan kesukaanku pada saat zaman bocah, dimana yang kucari biasanya hanya seputar lagu-lagu anak, kartun, sinetron, ataupun jenis entertainment lainnya macam telenovela, drama thailand, drama Thaiwan, dorama Jepang, serial India, dan juga drama Asia lain yang biasa diputar di Indosiar. 


Mengenai bergesernya preferensi tontonan ini, setelah aku amat-amati ya sama kayak preferensi tontonan Bapak Ibu jaman aku masih piyik dulu. 

Menjelang magrib biasanya aku diupyak-upyak suruh belajar supaya mereka bisa khyusuk menonton berita. Entah itu Dunia Dalam Berita yang diputar di TVRI, Liputan Enam Petang yang diputar di SCTV, Seputar Indonesia Malam yang diputar di RCTI, konten berita yang aku lupa judulnya di TV7 (FYI, TV7 sekarang berubah menjadi Trans 7), dan lain sebagainya. TV One, Metro TV, dan juga Kompas TV belom ada saat itu. Tapi yang jelas tontonan yang isinya berita adalah yang paling dicari orang tuaku. Anak-anak diperbolehkan nonton setelah acara tersebut usai. Ya kalau nda salah pantaran jam 19.00 WIB ke atas. Tapi bolehnya nonton cuma sampai jam 20.00 WIB saja. Biasanya, setelahnya akan tersiar macam-macam sinetron yang biasanya dibumbui dengan hal-hal magic. Ada Jin dan Jun (dari Om Jinnya M. Amin sampai Robert Syarif dan Junnya Syahrul Gunawan sampai Zacky Zimah), Tuyul dan Mbak Yul (dari Mbak Yulnya Dominic Sanda, Tia Ivanka, sampai Tia Ariestya), Bidadari (dari ibu perinya Ayu Azhari sampai Marini Zumarnis), Jinny oh Jinny (dari Bagusnya Indra L Brugmann sampai ganti jadi Bagas, yang entah siapa namanya aku lupa). 

Saat itu, kegiatan menunggu tayangan berita usai kok rasanya lama banget. Maklum durasi penayangan berita jaman-jaman itu memang disetting agak lamaan ketimbang acara lain. Terutama di jam-jam petang. Sampai-sampai kadang terbersit tanya bahwa kenapa sih Bapak Ibu lebih sukanya nonton berita yang kesannya lebih formil lagi serius ? Sedangkan aku ora mudeng babar blas dengan berita-berita politik yang disajikan kala itu. Lebih tepatnya puyeng. Maklum anak bocah kan baru senangnya acara-acara hiburan yang terutama kalau pas hari Minggu tiba bisa marathonan dari jam 7 pagi hingga menjelang lohor. Dari mulai Chibi Maruko Chan sampai Cardcaptor Sakura atau Lady Oscar. 




Itupun kalau PR-nya sudah beres. Tapi kalau orang dewasa kok enggak ya. Sukanya malah diskusi politik sembari mata terus mantengin narasi yang dibacakan oleh sang pembawa acara beritanya. Aku jaman bocah bisanya cuma bergumam-gumam keheranan. 

Biasanya kalau jingle beritanya sudah mulai, setelahnya akan muncul pembawa acara berita yang mengucapkan  selamat malam kepada pemirsa. Mayoritas didominasi oleh mereka yang berparas cantik dengan potongan rambut bob sebahu, juga setelan baju resmi, sehingga ibu sering berseloroh bahwa, siapa tahu kelak putrinya akan jadi seperti itu. Iya, karena pembawa acara berita itu kan tampilannya modis-modis ya, sudah begitu dandanannya kelihatan smart pula, jadilah orang tua mana yang nggak tergoda anaknya bisa kelihatan pintar seperti mereka. Lalu tanpa sengaja, aku jadi sering berandai-andai, siapa tahu kelak bisa muncul di TV seperti mereka. Jadi news anchor yang dibangga-banggakan orang tua dari rumah. Namun pada kenyataannya, kalau dalam dunia jurnalis benerannya sih baru bisa jadi reporter. Itupun media cetak, bukan TV. Kalau reporter TV  kayaknya aku kalah saing dengan yang bodynya aduhai bin semampai itu plus jago-jago bahasa Inggris.... Tapi kalau pura-puranya jadi pembaca berita sih aku sering, tapi cuma action di depan cermin sambil mulut komat-kamit dan mimik muka penuh penghayatan, ahahha....


Ngomong-ngomong, dulu itu ibu suka pembawa acara berita yang jadi anaknya Mak Lampir dalam sinema Misteri Gunung Merapi loh. Kalau nggak salah namanya Gina Sonia. Jare ibuku wajahe Mbak cantik itu lonjong mirip bluluk yang ujungnya ada semu pink kemerah-merahan. Iya soalnya Mbak cantiknya itu anggun sekali dengan dandanan pipi merona dan tatanan rambut sebahu, sungguh sangat kontras dengan peran ibunya di sinetron Mak Lampir. Tapi kalau aku sendiri hapalnya sih macam Dessy Anwar, Ira Koesno, Rossiana Silalahi, Isyana Bagoes Oka, Zsa zsa Yusharyahya, dll. Kalau cowok, aku dulu hapalnya Bayu Sutiyono, Arief Suditomo, Jerremy Tetty (?), Ade Novit, Aiman Witjaksono waktu masih di SCTV dan RCTI, indiarto Priadi, Alfito Deannova, dll. Sebagian sudah jadi orang besar sekarang, bahkan tak jarang ada yang punya program sendiri.

Berkebalikan dengan dulu. Sekarang, kayaknya lebih banyakan tayangan nonberitanya ya ketimbang news. Kalaupun ada news, kebanyakan yang model-model bahasannya khusus membicarakan hal-hal yang viral. Dan herannya lagi, jam tayangnya itu uruuuuuut gitu terus dari A-Z. Dari jam sekian sampai jam sekian modelnya sama semua...itu loh yang kebanyakan sumbernya dari youtube, tapi cuma kemasannya aja yang beda-beda..... Dari situlah aku ngerasa kok lebih baik aku nontonnya berita saja ya yang bahasannya lebih faktual, ga sekedar ngomongin yang sudah ada dari youtube. Rasanya kok ya rindu pada era-era dimana tayangan berita lebih berjaya. Ah apa cuma aku saja? Hahaha...

Kalau kalian sukanya nonton apa ?

6 komentar:

  1. aku lebih suka liat diinternet baik berita maupun film😃😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oiya bener tu
      Biar bisa dipause atau dicepetin klo ada yang terlewat n penasaran pas bagian menit ke berapanya

      Hapus
  2. Hahaha tulisan ini jadi mengingatkan saya semasa kecil. Kesal banget saat ortu mengambil alih remot tv dan mengubahnya ke channel berita. Saya waktu itu memang nggak melawan tapi dalam hati dongkol banget sambil menggumam "apa serunya sih berita? seruan juga kartun". Sekarang sudah dewasa malah kebalikan saat anak nonton kartun "duuuh lebih manfaat nonton berita nak". Ini aja blogwalking sambil dengarin youtube berita. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhahah ternyata aku ngga sendiri

      Truuuuu

      E pas giliran kita dah jadi orang tua rebutan ma anak kita pengen liat berita anak pengen nonton kartun wkwkw

      Hapus
  3. Sekarang saya sendiri udah jarang nonton tv. Paling kalo nonton ya youtube, soal berita biasanya saya lebih suka baca di internet sih. Ah kalo dulu iya juga saya sering rebutan sama ortu, bahkan sempat gonta gantian nonton kalo salah satunya iklan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah kelebihan yutub ya, bisa ngrekap acara yg ada di tipi
      Giliran tipi yang ngrangkum dari yutub aku bosen hihihi

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...