Senin, 07 Oktober 2019

Daftar Film Horror Jepang yang Menyeramkan



"Daftar Film Horror Jepang yang Menyeramkan"

Halloooooo....
Assalamualaikum wr wb..

Pada kesempatan kali ini ijinkan aku sedikit mereview film horror (((lagi))). Karena bagi kalian yang mengikuti blog ini, pasti sudah hafal lah ya, bahwa film kesukaanku adalah film horror. Nah, dikarenakan horror Jepang belum pernah satupun yang aku ulas (seringnya memang baru nonton horror Thailand dan horror Baratsedangkan Korea lebih ke film thriller alias crime), maka kayaknya sekarang boleh juga tuh kalau aku kasih beberapa listnya. Baru streaming 3 judul sih, ntar kalau nemu yang bagus aku tambahin lagi deh sambil jalan, hehe...

Baca juga : Daftar Horror China dan Horror Hongkong yang Menyeramkan dan Wajib Tonton

1. Slit Mouthed Woman 2 atau Kuchisaka Onna 2 atau Carved 2 : Scissors Massacre (2008)

Tiga bersaudari dibesarkan dengan penuh cinta oleh kedua orang tuanya (Tuan dan Nyonya Sawada) di rumah peternakan ayam di sebuah kota kecil, bernama Gifu. Anak tertua bernama Sachiko yang merupakan sosok kakak yang sangat perhatian, telaten, dan juga keibuan. Ia lebih senang berperan layaknya perempuan tradisional pada umumnya yaitu dengan menikah, mengabdi pada suami, mempunyai anak, dan membesarkannya. 



Sementara itu, adiknya yang nomor dua bernama Yukie, berpikiran lebih modern dari kedua saudarinya yang lain. Ia bekerja sebagai haistylist di sebuah salon kecantikan yang berada di kota. Penampilannya sangat modis dan orangnya cukup asyik dijadikan tempat curhat. 

Sementara itu, anak terakhir bernama Mayumi yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMA). Pembawaannya riang dan bersemangat, apalagi di sekolah ia sedang naksir kakak kelasnya yang merupakan kapten dari cabang olah raga tertentu. Dari situ Yukie sering dimintai pendapat oleh Mayumi (selain 2 orang sahabatnya di sekolah) perihal apa yang harus diperbuatnya menjelang kelulusan seniornya itu.

Suatu kali, kebahagiaan tersebut mendadak sirna lantaran suatu kasus yang menimpa keluarga Sawada. Kronologinya bermula dari pernikahan Sachiko, yang ternyata sangat menyakiti hati mantan kekasihnya, Suzuki. Awalnya, Suzuki berusaha legowo dan masih ingin menjalin komunikasi dengan Sachiko detik-detik akhir jelang ia melepas masa lajang. Namun karena Sachiko sangat menghargai calon suaminya, maka ia memutuskan untuk menutup saja lembar kehidupan bersama Suzuki. Suzuki pun sakit hati. Iapun menyusun rencana untuk membalaskan dendamnya pada Sachiko. 

Mulanya, Suzuki memperkenalkan diri kepada Tuan Sawada sebagai pemain di industri FMCG alias mengaku sedang ada pembukaan departemen store di kota. Dari situ, ia mengunjungi peternakan Tuan Sawada dan berpura-pura ingin mengambil telur-telur dari peternakan untuk dimasukkan ke tenan makanan di departement store yang sedang dikelolanya. Tuan Sawada pun menyambut gembira penawaran itu tanpa mencium sedikitpun adanya rencana jahat Suzuki. 

Sementara, Mayumi yang memang tinggal satu-satunya anak yang masih stay di rumah bersama ayah ibunya mempunyai permintaan khusus pada Sachiko sepeninggal ia ikut suaminya. Permintaan tersebut berupa ia ingin menempati kamar kakaknya yang berada di lantai atas. Tak disangka, dari situlah kejadian tersebut bermula. 

Di malam naas itu, Suzuki diam-diam masuk ke kediaman keluarga Sawada dan bermaksud untuk memasuki kamar Sachiko untuk menumpahkan cairan kimia ke wajahnya. Sayang, yang jadi korban ternyata adalah Mayumi yang memang sudah resmi menempati kamar Sachiko. Karena Mayumi berteriak, Nyonya Sawada pun lantas bergegas ke arah suara. Ia pun mendapati Suzuki keluar dari sana dengan Mayumi yang berteriak memegangi wajahnya. Karena panik, Suzuki lantas menancapkan pisau ke arah Nyonya Sawada. Tuan Sawadapun menyusul ke atas. Betapa terkejutnya ia mengetahui istrinya telah dibantai oleh rekan bisnis yang tempo hari bermaksud ingin menjalin mitra itu. Karena hilang kendali, akhirnya satu tembakan berhasil dilepaskan Tuan Sawada ke arah Suzuki yang menyebabkan dirinya tewas di tempat. Dari situlah kemalangan demi kemalangan mulai muncul silih berganti. Mayumi yang harus bangkit dari traumanya walau dengan muka yang sangat mengerikan, Tuan Sawada yang tidak kuat menghadapi cobaan hidup seperti kematian istrinya dan juga tagihan utang dari debt collector sehingga pada akhirnya memutuskan untuk bunuh diri, juga rumor pembunuhan berantai dengan korban penuh luka tusukan gunting yang beredar di sekolah Mayumi. 



Film ini sebenarnya memiliki alur yang cukup sederhana saja. Sebuah 'keseharian' yang dialami oleh keluarga pada umumnya. Utamanya keseharian keluarga dengan anak-anak perempuan yang beranjak remaja atau dewasa dengan segala macam konflik di dalamnya. Pilihan hidup, cinta, sakit hati, trauma, serta segala proses healing yang menyertainya. Namun, yang menjadikannya ngeri justru bukan terletak pada adegan yang berdarah-darah meskipun ya, itu juga tetap termasuk ke dalam indikator sukses dimana film ini bisa dibilang 'horror to good to be true'. 

Tapi, sekali lagi memang point plusnya ada pada kesederhanaan cerita yang mengalir dengan sangat natural, tanpa perlu disikapi oleh pemainnya dengan akting yang meledak-ledak. Di situlah, justru penonton (khususnya diriku) malah merasa sukses disuguhi efek psikologis yang cenderung dramatis yang mana penceritaan adegan demi adegannya berjalan dengan sangat smooth walaupun jika ditelaah lagi endingnya tetap saja mengerikan. 

2. Tamami : The Baby's Curse atau Akanbo Shojo (2008)

Harus berjuang dengan sangat keras ketika menamatkan film ini karena di Youtube diunggah dengan ukuran yang sangat kecil sehingga mau tidak mau harus 'olah raga' mata. Dan juga substitlenya yang harus ekstra keras aku kira-kira sendiri lantaran tidak tersedianya terjemahan dalam bahasa Indonesia, sehingga kalau sinopsis yang kubuat ini agak sedikit kabur, tolong dikoreksi saja ya. 



Intinya film ini bercerita tentang Yoko, seorang gadis berusia lima belas tahun yang baru saja diadopsi oleh keluarga Nanjo yang belasan tahun silam malah menitipkannya ke sebuah panti asuhan. Entah apa yang melatarbelakanginya, namun baru-baru ini saja Yoko mengetahui bahwa orang tuanya masih hidup. 

Maka di suatu malam yang penuh dengan halilintar yang menggelegar-gelegar di atas langit, ia diantarkan oleh petugas panti dengan menggunakan mobil menuju mansion kediaman ayahnya. Hujan yang turun dengan derasnya cukup membuatnya kepayahan ketika akan memasuki gerbang mansion. Walaupun bisa dikatakan mansion yang ada di depannya saat itu layaknya sebuah istana dengan taman bunga yang ada sekitarnya. Sangat indah dan bagaikan hidup dalam sebuah mimpi, andaikata Yoko berada di sana nantinya. 

Namun, celakanya apa yang Yoko harapkan lambat laun tak sesuai dengan kenyataan. Selain mansion yang ia tempati sangat misterius, ayahnya pun seperti menyembunyikan sesuatu, juga pembantu rumah tangga yang bersikap dingin, dan satu lagi, sosok wanita berkimono tradisional yang agak kurang waras yang setiap hari menimang boneka di gendongannya. Puncaknya, ia juga baru menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat mengerikan di loteng sana yang bisa jadi mengancam jiwanya kapan saja.


Satu kata untuk film ini, bangkeeeeee nggak mati-mati tokoh jahatnya. Ya kadang bikin kesel juga sih pingin ikutan menghajar karena bikin mikir why tokoh jahat selalu lama matinya. Udahlah ditabrakin ke pagar listrik, dibuang di jurang sambil dimasukin koper, ditancepin benda tajam apa, dibanting-banting, eh kok ujung-ujungnya nyamperin tokoh utamanya lagi, kejar-kejaran lagi, ngagetin lagi, dsb, dsb sehingga bisa dibilang bikin sebel iya hahaha...

Tapi letak ngerinya memang di situ sih, selain yang bikin efek psikologis lainnya terletak pada sosok wanita berkimono kurang waras yang di masa lalu kayak menyimpan sesuatu.

3. Ju On : The White Old Lady (2009) atau Ju On : White Ghost (2009)

Dari sekian sekuel Ju On, aku itu paling terkesan dengan yang ini. Yes, tak lain dan tak bukan karena hantu nenek-nenek bergaun putih, dengan bola di tangan yang setiap kemunculannya selalu disertai dengan bunyi a-a-aaaaaaaaaark mengerikan. Damn this scene emang geblek banget nakutinnya. Selalu kebayang dan mengidentikkannya dengan yak ju on itu yang ada hantu nenek-neneknya ini, huahahahah....

Okelah, untuk sedikit sinopsisnya kira-kira seperti ini ya...

Ju On Hantu Putih dibagi menjadi delapan cerita dengan urutan : Fumiya (文 哉), Kashiwagi (柏木), Akane (あ か ね), Isobe (磯 部), Chiho (千 穂), Mirai (未来), Yasukawa (安川), ​​dan Atsushi (篤).

Pertama : Fumiya

Seorang pengantar kue berkostum Santa mengendarai motornya menuju alamat rumah yang pemiliknya telah memesan kue natal pada hari itu. Sesampainya di sana, tak ada seorangpun yang membukakan pintu. Dengan sangat terpaksa, ia pun masuk ke dalam karena pintunya memang kebetulan tidak di kunci. Saat itulah, di lorong ia mendapati Sang Nyonya Rumah menampakkan diri sambil meneriakkan sesuatu, kira-kira bunyinya begini : "Tunggu sebentar, aku sedang di dapur !". Si pengantar kue pun bersabar menunggu Nyonya tadi menghampirinya. Namun sekian lama menunggu, Nyonya tersebut tak beranjak dari tempatnya, malah ketika ia amati dengan seksama, adegan si Nyonya berteriak itu kok dilakukan beberapa kali dengan intonasi dan gerakan yang sama. 




Penasaran dengan segala keanehan yang ada, iapun meminta ijin untuk masuk ke dapur. Sialnya, di sana ia malah tak mendapati Nyonya-Nyonya yang ia lihat tadi. Hanya ada bunyi keran air yang menyala, juga bayangan dari arah kamar mandi. 

Saat mengecek ke kamar mandi, ternyata ada bagian bathup dan tembok yang hangus seperti terbakar sesuatu. Iapun selintasan menangkap bayangan anak perempuan usia SD yang baru saja pulang dari sekolah dan menuju ke lantai atas. 

Karena makin penasaran, ia lalu mengikuti anak perempuan tersebut ke kamarnya dan betapa terkejutnya ia saat menyaksikan pemandangan sebuah jasad tanpa kepala terbujur kaku bersimbah darah. Pengantar kue itu pun keluar kamar dengan perut mual-mual dan perasaan tak karuan. Namun sialnya begitu melewati kulkas, ia malah mendapati sosok satu lagi yang tertelungkup dengan luka tusukan pisau di bagian punggungnya. Lalu, saat menengok ke belakang, muncul hantu nenek-nenek bergaun putih dengan bola basket di tangan dari arah lemari.





Kedua : Kashiwagi

Seorang pengemudi taksi tengah mengantarkan putrinya, Akane yang masih duduk di kelas 4 SD untuk pergi ke sekolah. Ia berpesan supaya pulangnya nanti langsung ke rumah karena hari ini adalah hari natal dan sang ayah bermaksud memberinya kado. Namun dengan candaan khas anak-ayah, Akane bilang ia tak percaya Santa jadi ia tidak begitu antusias ikutan pesta. Ia pun langsung pamit saja, namun pada saat akan beranjak dari kursinya, ia malah mendapati tangannya lengket oleh sesuatu. Dengan jijik ia bertanya cairan apakah itu dan sang ayah hanya mengira-ira mungkin saja cairan itu berasal dari penumpang yang ia bawa tadi pagi. Tak lama setelah Akane pergi, tiba-tiba dari walky talkinya, operator mengatakan hal yang cukup urgent. Katanya ada polisi yang hendak menanyainya sesuatu. Seperti, perihal penumpang misterius yang ia bawa tadi pagi. Ia pun jadi teringat, betapa dinginnya ekspresi penumpangnya itu. Anehnya, saat hendak memeriksa jok belakang, tiba-tiba saja ada tas yang entah datangnya darimana, tapi begitu dibuka ada sebuah kepala di dalamnya yang menarik pengemudi taksi tersebut masuk ke dimensi lain.

Ketiga : Akane

Akane kini tengah berusia 16 tahun. Ia masih mempunyai kesedihan masa kecil karena sampai dengan saat ini, ayahnya yang seorang pengemudi taksi hilang dan tak pernah kembali. 

Suatu kali, saat sepulang sekolah, kedua teman Akane mengajaknya bermain kokkuri (semacam permainan pemanggil arwah atau kalau di Indonesia mirip jailangkung-jailungkungan dan kalau di barat namanya oija). Namun pada saat bermain, tiba-tiba Akane melihat ada hantu anak kecil yang menggerakkan koin tersebut sembari menuliskan nama Mirai di papan permainan pemanggil arwah itu. Akane pun kaget. Ia pergi dengan mendadak, sementara temannya yang lain malah dihantui hantu nenek.

Keempat : Isobe

Keluarga Isobe, yang terdiri dari Tuan Isobe, Nyonya Junko Isobe, saudaranya Haru Isobe dan juga Atsushi Isobe, nenek, serta putrinya Mirai Isobe baru saja pindah ke rumah baru, tempat pembunuhan keluarga Mariko dari Ju-on : Hantu Hitam terjadi. Rumah tersebut mereka beli dengan harga murah meskipun ukurannya sangat luas. Lantai atas ditempati oleh Atsushi dan juga Mirai. 

Namun, ternyata, di kamar Atsushi terdapat cermin yang menyimpan roh hantu. Cermin tersebut yang menjadikan Atsushi akhir-akhir ini bertingkah aneh, bahkan dirinya juga tega melakukan pencabulan terhadap keponakannya Mirai. Namun Mirai tidak pernah menceritakan kepada siapapun karena ia merasa takut. Biasanya ia justru terselamatkan karena pada saat Atsushi akan berbuat cabul, si nenek datang meskipun beliau juga bertingkah sama anehnya. Selain senang dengan bola, si nenek juga kerap bertingkah seperti orang puber karena senang berdandan. 



Kelima : Chiho

Pasca mendapati kejadian menyeramkan beberapa hari sebelumnya, si pengantar kue merasa tertekan jiwanya. Setiap saat ia dihantui mahluk-mahluk aneh dari kejadian tersebut. Pun demikian pada saat dirinya merayakan natal bersama kekasihnya Chiho. Kue natal yang dipotong dengan menggunakan pisau langsung berubah menjadi pemandangan jasad bersimbah darah tanpa kepala. Lalu pada saat berpelukan dengan Chiho, dirinya malah mendapati kekasihnya itu berubah menjadi hantu nenek. Si pengantar kuepun secara tak sengaja menghujamkan pisau ke arah Chiho.

Keenam : Mirai

Mirai ternyata merupakan teman masa kecil Akane di sekolah. Saat itu Akane tengah berkunjung ke rumah Mirai, dan mendengarkan cerita Mirai akan perilaku pencabulan yang dilakukan oleh pamannya, Atsushi. Karena Atsushi tiba-tiba sudah berada di belakang mereka, akhirnya Akane pun diusirnya pergi. Mirai memohon supaya Akane tetap menemaninya. Tapi apa daya, Akane juga merasa takut dan akhirnya pergi, walaupun sebelumnya ia harus menatap Mirai yang seakan meminta pertolongan lewat jendela kamarnya.

Ketujuh : Yasukawa

Detektif Yasukawa tidak sengaja menemukan kaset yang berisi rekaman terakhir kasus pembunuhan keluarga Isobe oleh Atsushi sebelum akhirnya gantung diri di tengah hutan bersalju. Rekaman ini jika ditelaah ada hubungannya dengan rekaman kutukan kasus pembunuhan Ju On Hantu Hitam.

Kedelapan : Atsushi

Setelah gagal dari ujiannya, dua hari sebelum Natal, Atsushi nekad membunuh seluruh keluarganya. Pertama ia menggorok kepala Mirai dan memasukkannya ke dalam tas, setelah itu menjerat leher nenek yang baru saja berdandan dan menggunakan lipstik. Ia juga menuju kamar Tuan Isobe dan menghabisinya. Lalu ke dapur dan menusuk Nyonya Junko Isobe yang tadinya akan memasakkannya, juga membakar Haru Isobe di bath up. Ia lalu pergi dengan memanggil taksi yang dikendarai Tuan Kashiwagi untuk gantung diri setelah sampai di hutan. Sebelumnya ia juga merekam kata-kata terakhirnya yang akhirnya rekaman tersebut berubah menjadi kutukan (Gustyanita Pratiwi).

6 komentar:

  1. Haduh aku bacanya sambil skip.. skip.. Wkwkkk maafkan ya. Soalnya aku baru baca aja udah wedhi! Hahahhaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku aja pas syreaming ni film ngeri-ngeri syedap mb (۳ ˚Д˚)۳

      Hapus
  2. aku gak tau film horor jepang, dari yang sekian banyak film diatas aku kok malah ngeri ngebayangke wanita yang berkimono wes gitu kurang waras lagi, ini yang menerutku nambah serem

    BalasHapus
  3. Aduh, nggak kuat Aku bacanya apalagi yang Ju On.. Belum nonton aku Ju On yang nenek baju putih itu mba Nit, dulu pernahnya yg Ju On pertama yang anak-anak itu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ju on siji yg hantu toshio yekan, hihi
      Yg ini lebih atut mb dit, hantu nenek neneknya paling horrible

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...