Sabtu, 12 Oktober 2019

Sinopsis : Warkop DKI Sabar Dulu Doong ...! (1989)



Hallo hallo hallooooow....
Assalamualaikum wr wb...

Kalian udah pada khatam dong ya dengan film legendaris Warkop dimana Trio Dono, Kasino, dan Indro kerap merajai kancah perfilman tanah air era tahun 80-90 an. Pastinya udah pada hafal juga dong, tiap lebaran film-filmnya selalu diputar di televisi. Entah yang makelar kodok, cerita tentang klepon (onde-onde) dan seorang maling, pelatihan pendidikan militer yang dikerjai habis-habisan oleh pasien RSJ, Dono yang jadi sutradara iklan bir dengan model perempuan bertubuh gemuk, lalu cerita tentang juri ratu pantai selatan tapi malah ketemu suku aneh di hutan, dll. 


Film Warkop DKI : Sabar Dulu Doong...! (1989) 


Tapi dari sekian sekuel Warkop, sejujurnya aku paling suka sama yang judulnya "Sabar Dulu Doong ... ! ini. Bagi yang belum inget, kluenya adalah film warkop, mengelola hotel tua, ham beracun, nasi goreng ham, dan Omen. Soalnya, dari awal cerita udah agak-agak menjurus ke horror gitu, tapi ke belakang mulai ngalir komedinya sih. Terus benang merah antara satu adegan dengan adegan lainnya juga kentara banget unsur lucunya. Jadi kayak penonton diajak ketawa terus-terusan di film ini. Tapi ya memang begitulah ciri khas Warkop yang bermain dengan dialog-dialog humor yang bisa aku katakan cerdas.

Sekarang aku ulas aja deh sinopsisnya, biar sekalian pada bernostalgia hehehe...

Sinopsis :

Judul film : Warkop DKI : Sabar Dulu Doong...! (1989) 
Sutradara : Ida Farida
Pemain : Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro), Eva Arnaz, Anna Shirley, Ruth Pelupessy, HIM Damsyik, H. Tile, Hengky Soelaiman
Distributor : Soraya Intercine Film
Tanggal rilis : 13 Oktober 1989
Durasi : 76 menit


Wini (Eva Arnaz) mengajak Anita (Anna Shirley), Dono, Kasino, dan juga Indro untuk berlibur di puncak sembari mengelola hotel warisan yang diterimanya. Hotel tersebut mulanya berupa puing-puing tua yang tak terawat hingga terdengar celetukan Kasino berupa : "Ini hotel apa rumah drakula ?"--saking horrornya suasana. Apalagi ketika Pak Qomar, sang penjaga hotel muncul dari balik tumpukan barang, semua kaget karena mengira beliau adalah hantu.

Keesokan harinya, Dono dkk mulai mengagendakan pemugaran hotel. Semua bangunan dicat ulang dan dirapikan kembali sehingga nampak baru dan layak disebut sebagai persinggahan, ya walaupun setiap adegan ada saja bagian yang mengocok perutnya. Apalagi ketika satu persatu tamu mulai berdatangan. Mulai dari bule belel yang jago berbahasa Madura tapi sempat dicemburui Wini karena beberapa kali ada salah paham dengan Indro pada saat check in kamar, tamu kamar 211 yang dikira Dono membawa cewek padahal adiknya sendiri, Mevrouw Rudolf yang tidur sambil berjalan dan bertingkah seperti orang gila, Omen (tikus Dono yang lepas dari kandang dan membuat heboh seisi hotel), pemburu tikus berkostum orang Meksiko, Bu Nancy yang menjadi tim penilai hotel, sampai tamu 211 yang dikira mati setelah menyantap nasi goreng ham yang diduga ada racunnya.

Bercerita tentang Dono, Kasino, Indro dan 2 orang teman wanitanya yang mengelola hotel tua warisan dengan berbagai macam kehebohan yang berasal dari tamu-tamunya (bule belel, tamu kamar 211, Mevrouw Rudolf, pemburu tikus, Omen, Bu Nancy tim penilai hotel)


***

Beberapa Bagian Dialog yang Sukses Membuat Aku Terngiang-Ngiang Sampai Sekarang Saking Kocaknya

1.) Dialog tamu hotel dan Dono yang habis menyelidiki tamu 211 yang dicurigainya tengah membawa cewek.

Tamu sebelah kamar 211 : Saya mau pesan, untuk santap malam, saya mau disediakan sup ayam tanpa garam. Sebab istri saya darahnya tinggiiiiiii sekali

Dono : Baik sekali.. Moga-moga istri bapak darahnya tidak tinggi lagi. (Ga tau kenapa bawaannya ngakak aja saking Dono ngomongnya lempeng banget hahaha).

2.) Dialog saat malam-malam Dono, Kasino, dan Indro kembali melakukan penyelidikan tentang tamu kamar 211 tapi kali ini dengan membawa tangga, walau jatuhnya malah Indro sibuk mengintip bule yang ada di kamar sebelahnya sehingga menimbulkan kakinya tergelincir dari pijakan, dan tangga pun lepas menimpa Kasino.

Dono : Ndro tangganya kamu jatuhin, bagaimana sih?
Indro : Tulung tangga, tangga tulung !
Dono : Saya ga kuat, saya cari bantuan dulu ya !
Kasino (yang tertimpa tangga) : Eh Don Don !!
Indro : Kas, tulung tangga Kas !
Kasino : Tulungin ndasmu ambleg, pinggang gw rasanya remek koh, turun sendiri !
Dono datang bersama Wini : Win itu Win, Indro pacar loe ngintipin bule, dibantuin sama Kasino...(sambil cekikikan)
Wini : Bagus ya !
Indro : Boong Win boong...
Wini : Elu juga diem-diem ikut-ikutan ya ! Dasar sama gatelnya loe. Ngintipin aja loe kerja loe !?
Kasino : Apaan, dia yang ngintip, gua ketiban tangga...
Wini : Kalo loe nggak bantuin dia, ngapain loe di situ
Kasino : Tadinya gw mau kencing, apa daya tangga meniban diriku.
Indro : Dono setaaan ! (Sumpah aku ngakak banget pas bagian ini).

3.) Adegan pada waktu sarapan, 2 orang anak dari tamu hotel hendak mengerjai Kasino dengan meletakkan papan skateboard di jalan. Niat hati menjebak supaya Kasino jatuh, e ternyata Kasino malah jago main skateboard, tapi kocaknya adalah Kasino malah berlagak jadi penjual asongan sambil meneriakkan : "Telor asin telor asin, kacang garing !"

Sialnya ketika akan mengatarkan menu ke meja lainnya, 2 anak nakal tadi kembali iseng mengerjai Kasino dengan menghadangnya lewat skateboard lain. Walhasil Kasino jatuh dan menimpa ibu-ibu yang sedang memakai lipstik hingga makanan yang dipegangnya menimpa ibu tersebut.

Kasino : Waduh biyung tragedi payunghai !
Ibu : (mulai murka sambil mengambil fuyunghai yang siap diarahkan ke Kasino)
Kasino : Bu Bu Bu jangan Bu, ampun Bu ! (tapi terlambat karena fuyunghai itu telah mendarat ke mukanya)
Plok !!! diiringi tawa oleh semua penonton
Ibu : Hahahaha !! Kena !!!
Kasino : Aduuuh orang yang makan getah kita yang kena nangkanya, waduh !

4.) Adegan waktu Dono gagal melakukan penggerebekan pada tamu kamar 211 yang dicurigainya membawa cewek. Karena terburu-buru main dorong pintu kamar, akhirnya ia malah menabrak istri penghuni sebelahnya kamar 211 dan si kamar 211 sendiri yang sedang main catur. Habis itu, seperti biasa Dono mengeluarkan seribu satu alasan yang diucapkannya seperti anak kecil yang polos hahahha...

Dono : Tadinya saya ingin main catur juga, tapi karena ada musibah bencana alam, saya terpaksa...permisi..

5.) Adegan saat tiba-tiba salah seorang tamu hotel yang bernama Mevrouw Rudolf keluar kamar, tidur sambil berjalan menuruni anak tangga dengan gaun putih dan rambut awut-awutan diiringi musik yang sedikit horror. 

Saat nonton tengah malam sambil makan kacang, Dono datang sambil mengusapkan minyak wangi
Kasino : wangi betul Don, pake apaan ?
Dono mengeluarkan bungkusan dari arah sakunya
Kasino : Oh colog netek ...
Hahaha
Indro : Cologne
Kasino : Salah dikit aja
Wini : Sampai hari ini tamu yang datang cukup lumayan
Dono : Ah kamu sih enak, saya babak belur.
Kasino : iya Win, lu sih enak sama Anita. Cuma sekedar nyatet doang, la gua seharian ini aja kena beberapa kali plonco...
Anita : enak apaan, gw sama Wini bantu di dapur juga.
Wini : Hu um tau ni ah protes aja.
Indro : Nggak usah ngiri-ngirian dah yang penting kita tambah pengalaman.

Tapi di tengah-tengan obrolan santai itu, tiba tiba dari arah tangga Mevrouw Rudolf berjalan sambil tidur lalu menjatuhkan dirinya ke sofa (masih diiringi music horror)
Wini : Ngapain Mevrouw ngetem di situ
Indro : hus emangnya bus, masuk masuk masuk !!


Adegan yang paling mencekam yaitu Mevrouw Rudolf yang berjalan dalam tidur sambil menuruni tangga hotel dengan diiringi musik horror, diperankan oleh Ruth Pelupessy yang juga membintangi Pengabdi Setan Original

Keesokan paginya...

Mevrouw : Pelayaaan !!!! Pelayan !!! Hotel apaan ini ?!!! Kalian semua mati !!! Kalian semua saya lapor ke polisi !!
Pelayan : Memangnya kenapa Nyonya ?
Mevrouw : Kalian ini mau menjatuhkan martabat saya ya ?
Pak Qomar : Dimana jatuhnya Mavrouw ?
Mevro : Ini hotel pasti ada hantunya tau....
Pelayan : Hantu ??? Hah... hantu ??
Pak Qomar : Hantu apaan Mevrouw ?
Mevrouw : Pura pura tidak tahu ! Kalian kalian ini pasti memelihara hantu di hotel ini, jawab ?!
Pak Qomar : Nggak Mevrouw. Berani sumpah..
Pelayan yang lain : Memelihara hantu, amit amit dah, mendingan juga miara kebo daripada miara hantu
Indro : Ada apaan sih ?
Mevrouw : Pokoknya hotel ini pasti ada hantunya !!! Semalam saya masih tidur di kamar. Kok tau-tau saya sudah ada di pinggih jalan sana ???
Kasino : Lho tadi malam kan Nyonya sendiri yang keluar dari kamar ?
Mevrouw : Ee berani berani kau memfitnah saya ya? Kau tau siapa saya ini ? Hah. Mevrouw ini ??
Indro : Maaf Mevrouw, mungkin semalam Mevrouw mimpi, sebab kami lihat sendiri, Mevrouw berjalan keluar dan pindah ke sofa.
Mevrouw : Tidak mungkin. Apa yey sangka ijk gila ?
Kasino : Bukan gila Bu...
Mevrouw : Ibu ibu apa kau kira saya ibumu ??!!!
Kasino berjalan mundur
Mevrouw : Enak aja !
Mevrouw : Semuanya kampungan!!...Brengsek kalian !
Kasino : Mevrouw..
Mevrouw : Nah gitu dong !
Kasino : Ga jadi deh marah marah mulu..

6.) Adegan tentang tikus Dono yang bernama Omen. 

Di kamar karyawan, Kasino naik ke atas meja karena melihat Dono sedang memegang sesuatu.

Kasino : Mbako semprul !!! Buang ! Buang ga ? Jangan sampai gue injek tu kepala tikus !
Dono : Sudah saya bilang ini bukan tikus, tapi kelinci dari Irian, tang ting tung ting tang ting tung !!
Kasino : Aaalah gw ga mau tau mau kelinci kek, mau macan, pokoknya itu binatang. Buang !
Indro : Kok jadi pada becanda sih bukannya pade kerja ?!
Kasino : Itu, masa tikus dibilang kelinci.
Dono : Huh biarin aja..
Indro : Gila loe, lu mau apain itu tikus ?
Kasino : Iya, dia bilang itu kelinci dari India katanya (sumpah gw ngakak banget liat Kasino bilang kelinci dari India).
Dono : Hah, siapa bilang dari India, dari Irian tau...
Indro : Kelinci moyang loe, ntar bisa kena penyakit pes tau !
Kasino : Nah pes !!! 
Dono : He berani sumpah jam jaman Ndro, ini kelinci dari Irian, wong saya beli dari orang Irian....
Kasino : Ah loe pasti dikibulin !
Indro : Sini !
Dono : Jangan Ndro, saya sayang sama si Omen, lihat nih bulunya kayak beludru...
Indro : Beludru beludru apaan ?
Dono : Masukin sini aja ya (kandang) ?
Indro : Kemari mari mari ah
Kasino : (Ngakak ketawa)
Dono : Setan lo (ngatain Kasino). Ndro balikin Ndro !

Di tangga, Dono mengejar Indro yang hendak membuang si Omen sampai-sampai Dono merajuk seperti anak kecil. Melihat hal tersebut beberapa tamu yang melihat menasihati Indro supaya memberikan apa yang sedang dipegangnya kepada Dono. Apalagi ditambah saat Wini lewat dan memarahi Indro.

Wini : Apaan sih. Kok kayak anak kecil. Kasiin Ndro, knapa sih ?
Dono : Uhuhu, ini Omen mau dibuang...
Indro : Kamu  belum tau kan yang namanya Omen apa
Nih liat nih !!!
Aaaaaakk (semua pun pada ngacir ketika penutup kandang Omen dibuka)

Di area dapur...

Anita : Kok tikus dibawa bawa ke dapur ?
Indro : Tadinya mau dibuang. Tapi keliatannya si Dono sayang bener ama ni tikus tadi.
Dono : Aduuuh, Ndro kalau Omen mau dibuang, saya pulang loh.
Indro : Alah serius amat lu Don..
Dono : Iya dong, abisnya loe.....daripada dibuang, lebih baik kasih tetangga sebelah. Soalnya dia sudah minta 2 bulan yang lalu, ya ?
Dono : Ndro...Ndroooo (belagak teriak menggunakan toak)
Anita : Klo gitu gw yang jadi saksi Ndro.
Indro : Iya deh. Heh buruan sono, tar ketahuan Kasino
Dono : Makasih ya...
Indro : Sialan loe !

Di teras belakang, Dono memanggil-manggil nama Omen...

Dono : Omen, omen ! Ayo kita sarapan, Omen Omen.
Wah...ga ada si Omen. Men...Men, where are you Men ?

Diapun kembali menuju dapur mencari Anita.

Dono : Anita ! Anita...! Aduh, Pak Min, Anita mana ?

Pak Min mengedikkan bahu. Tapi lalu kemudian yang dicari menampakkan batang hidungnya.

Dono : Anita, si Omen kabur !
Anita : Kabur gimana ?
Dono : Tadi pagi pintunya saya buka. Supaya dia bisa cari hiburan dan hawa segar. Eh taunya...
Anita : Hah loe sih cari penyakit aja....

7.) Adegan tentang La tikusto lepasto. 

Tiba-tiba, di area restoran, musik berganti menjadi irama bernuansa Meksiko... Jreng jeng jeeeeeeng....(Seorang pria bertopi lebar tiba-tiba datang membawa senapan dan menembakkan peluru ke beberapa sudut. Orang-orang kaget. Termasuk Wini dan Kasino yang kebetulan berada di situ.

Wini : Tenang semuanya. Tidak ada apa apa. Silakan duduk kembali (ia kemudian mencoba menyapa pria itu) 
Wini : Senor, ada apa ?
Kasino : La senoren, what is the matter? La bandito lepasto ?
Senor : Oh no senor, la tikusto under the table to
Kasino : Hah, la tikusto ?? Astagfirulloh !!! La omento lepasto ???

Kasino pun menuju ke dapur mencari Dono yang bersembuyi di bawah meja.

Kasino : An, mana Dono ?
Dono : Ngapain sih nyari-nyari saya melulu ?
Kasino : Eh kutu kupret !!! Rupanya si Omen belum lu buang ya ? Pantesan dari tadi lu bisik-bisikan terus !?
Dono : Idiih siapa bilang.... (mencoba ngeles).
Kasino : Jangan belagak bego deh. Tuh Pak Rusan yang liat si Omen ada di atas meja makan. Coba kalau tim penilai yang lihat, apa yang hendak kau katakan padanya ?
Dono : Hendaknya kau jangan mengatakan apa-apa padanya....(kampret gw ngakak baca dialog ini).
Anita : Tenang Kas, lu ga usah panik gitu, sebelum tim penilai datang pasti si Omen telah pulang ke kandangnya
Kasino : O rupanya tikus bisa pulang segala ya? Terserah !! Ini jadi tanggung jawab kalian berdua, pokoknya cari sampai dapat, apa gw perlu minta bantuan koramil buat cari si Omen ?
Dono : Waduh masa koramil juga dibawa-bawa ?

8.) Adegan ham beracun.

Beberapa saat kemudian, Kasino balik ke dapur dan membawa sesuatu, rupanya ia memegang racun tikus untuk menjebak si Omen

Kasino : Udah waktunya si Omen gw musnahkan dari muka bumi.

Iapun membuka kulkas dan menaruh racun tersebut pada sepotong ham yang biasa digunakan sebagai bahan pelengkap nasi goreng. Sayangnya belum selesai ia mengurus ham beracun itu, Wini keburu datang dengan wajah panik karena tim penilai yang bernama Bu Nancy telah datang. Iapun meminta Kasino untuk sejenak menyambut tamunya itu. Urusan membereskan ham biar diambil alih Wini. Tidak tahunya Wini belum menyadari bahwa salah satu dari ham tersebut sudah diberi racun. Ia justru menumpuknya dengan ham lain untuk dimasukkan kembali ke dalam kulkas.


Kasino menjebak Omen dengan meletakkan racun tikus pada ham

Ham yang bermasalah


Di area resepsionis, Kasino pun mencoba menyambut kedatangan Bu Nancy yang bertubuh subur dengan dress berwarna hijaunya.

Kasino : Selamat pagi Bu...
Bu nancy : Selamat pagi.
Kasino : Inilah hotel kami Bu yang tentram indah dan penuh dengan ketenangan Bu.....(tapi tiba-tiba malah terdengar bunyi "Dor dor dor !!!!"). Kasino yang kaget tiba-tiba memposisikan diri ke dalam gendongan Bu Nancy. Dari situ Kasino cepat-cepat turun dan mencoba mengamankan keadaan. Ia berlari menuju asal suara tembakan, dan saat melewati pintu, Bu Nancy terjengkang ke belakang.

Kasino : Bu ga ada apa-apa Bu. E badak bercula dua, jangan tembak-jangan tembak !!! Dilindungi pemerintah Pak!
Bu Nancy : Apa lu bilang, badak dua cula ?
Kasino : Sori sori
Kasino : Ada apaan ?
Senor Rusan : Yah lolos, buang-buang pelor aje...

Kasino balik ke dapur teringat hamnya.

Kasino : Win e tadi itu daging yang gepeng taroh mana ?
Wini : Gepeng gepeng apaan sih ?
Kasino : E...ham ham haaam....
Wini : O ham tadi udah gw taruh kulkas.
Kasino : O yaampun....
Wini : Ampun ampun apaan sih repot amat ?
Kasino : Bukan apa apa win itu ham udah gw kasih racun tikus ?
Wini : Gila lu, kenapa lu ga bilang dari tadi ? Aduuuh...!!!
Kasino : Coba lu inget-inget, tadi lu taruh sebelah mana ?
Wini : Mana gw inget lagi, semua udah gw campurin !
Kasino : Aduh win, ini bukan biskuit aja yang makan korban, ham juga bisa memakan korban, mengandung racun !
Wini : Ah gimana dong nih ? Aduh !!!

Kasino pun mencuil sedikit dari selembar ham yang ada di piring tersebut.

Wini : Buat apaan ?
Kasino : Gw kasih si manis dikit...
Wini : Jangan !!!!
Kasino : Alaaaah daripada memakan korban duluan
Wini : Jangan !!
Kasino : Lepas !!
Kasino : Lepaskan diriku !!
Wini : Kasino jangan !!

Kasino pun ke belakang dan memberikan cuilan ham tersebut kepada si Manis.

Kasino : Pokoknya kalau dalam waktu 5 menit si Manis ga muntah berarti ham itu aman...
Wini : Kalau si manis sampai mati, gw ga rela !
Kasino : Alah kucing kurap aja dipikirin...

Pak Qomar pun bersiul...

Kasino : Waduh Menir Qomar, jangan kebanyakan suit, ntar keabisan napas. Mendingan bantuin temen-temen bersiin dapur.

Sementara itu, Bu Nancy didampingi Indro sedang berkeliling melakukan penilaian. Ia menyusuri dapur sampai mengecek isi kulkasnya dan mengatakan bahwa hotel tersebut sudah banyak perubahan. Setelah itu, ia pun memesan makan siang berupa nasi goreng ham ala Perancis yang menjadi ciri khas hotel itu.

Kasino : Bagaimana kalau Udang Goreng ala Amerika atau Fuyunghai ala Sukabumi
Bu Nancy : No, justru hotel ini terkenal karena nasi goreng ham ala Perancisnya !! (Diucapinnya pake logat lebay ala Bu Nancy gini nasi goreng ham ala Perancisnyuooo ).

Kasino pun mengecek kondisi si Manis yang ternyata baik-baik saja. Iapun merasa lega dan segera mengabarkan Wini bahwa semua aman terkendali. Ia juga memerintahkan Pak Sarimin untuk segera membuatkan nasi goreng ham untuk Bu Nancy.

Tapi, saat balik ke teras dan mendapati si Manis muntah-muntah, Kasino kembali panik, ia pun mencoba mencegah nasi goreng tersebut sampai ke tangan Bu Nancy walaupun sudah terlambat dan harus ada acara tarik-tarikan piring terlebih dulu.

Bu Nancy : Apa-apaan sih !! Orang mau dimakan kok !
Kasino : Maaf Bu, makanan ini tidak sebangun dan sejalan dengan badan Ibu, biar kami ganti dengan yang lebih istimewa.
Bu Nancy : Ga usah. Itupun sudah cukup kok...
Kasino : Maaf Bu, Kebetulan juga koki kami lupa memberi garam, permisi...
Bu Nancy : Huh ! Gimana sih ?

Di dapur, suasana semakin diperkeruh oleh Kasino.

Kasino : Wen Wen tolong ganti ama yang baru Wen ini ham ada racunnya ! (Ga tau kenapa tiba-tiba nama Wini berubah jadi Wen, hahahha). Berarti yang lain aman, ayo cepet cepet cepet !! Tang ting tung ting tang ting tung ! (Sumpah ngakak parah liat Kasino).

Habis itu si Indro yang gemes dengan tingkah aneh Kasino pun datang untuk meminta penjelasan.

Indro : Loe kenapa sih Kas ? Bu Nancy mau makan lu rebut piringnya ? (sambil mendelik).
Kasino : Lu ga tau permasalahannya sih, itu ham ada racunnya.
Indro : Racun?
Kasino : Iya. Ayo klo ga percaya liat (ia membawa Indro untuk melihat kondisi si Manis yang muntah-muntah setelah memakan ham).
Indro : Hmmm botol lu ! Tu kucing muntah bukan karena racun, muntah keselak tulang !
Kasino : Wah ham tipis ada tulang dari mana ? Eh botol apaan sih ?
Indro : Botol bodoh dan tolol lu tau ! (Sumpah ngakak banget gw lihat percakapan ini :-D)..

Kasino : Eh wen mana hamnya tadi ?
Wini : Aku suruh Pak Qomar bawa ke depan ?
Kasino : Aduh !!!! (Iapun segera menyusul ke depan dengan membawa piring nasi goreng yang lain dan hendak ditukarkan dengan yang sudah ada di tangan Bu Nancy).
Lalu terjadi tarik-tarikan piring kembali antara Kasino dan Bu Nancy. 

Sementara itu Dono tiba-tiba saja mendapati Omen tengah masuk ke dalam tas salah seorang tamu yang sedang memesan menu. Salah paham dikira menatap paha istrinya, sang suami pun menghardik Dono. Tapi karena Dono jago ngeles, tamu tersebut pun batal marah. 

Sang tamu lantas memesan nasi goreng ham walaupun pada akhirnya dikatakan Kasino persediaan hamnya sedang habis. Tapi si pemesan tak percaya karena melihat Bu Nancy dan yang lain tetap makan nasi goreng ham dengan nikmatnya. Kasino kemudian beralasan bahwa ham yang dimakan orang-orang tersebut semuanya palsu, jadi kalau tetep dimakan ngalamat bisa hamsyong (hahaha...istilah apa ini, kampret banget Kasino sumpah !). Indro yang kebetulan lewat dan melihat ribut-ribut ini pun mencoba menawarkan menu lain seperti Sop Buntut ala Lebanon, Pecel ala Vietnam, sampai Nasi Ulam ala Mesir (sumpah menu-menunya unik-unik amat yak hahahha). Tapi semua ditolak, dan si tamu yang kesal akhirnya memilih untuk makan di luar. Tak taunya, saat itu juga si Omen berhasil menyelinap ke dalam tas istrinya. Melihat hal tersebut, Dono memutar otak agar bisa mendapatkan Omen kembali. Ia bahkan mencari alasan kalau di dalam tas tersebut ada bomnya. Si Nyonya pun langsung melemparkan tasnya ke arah Dono. Sayangnya, si Omen sudah tidak ada di tempat, sehingga suami si Nyonya semakin marah karena merasa dipermainkan. Akhirnya ia melayangkan bogem mentah ke arah Dono.

Konflik semakin meruncing tatkala Anita tiba-tiba mengumumkan bahwa ada orang mati di kamar 211. Setelah dicek, di samping tempat tidur orang tersebut teronggok sepiring nasi goreng ham yang tinggal separuh. Kasino pun panik dan ketakutan. Melihat kekacauan ini, tanpa basa-basi lagi Dono langsung memencet nomor polisi? tapi dihardik Indro dan yang lain. Semua kemudian berunding dan sepakat untuk menyembunyikan mayat tersebut dengan cara digotong dan ditutupi selimut. Sayang di tengah jalan mereka berpapasan dengan Mevrouw yang sialnya malah berteriak histeris. Tapi setelahnya bisa dibereskan sampai ketemu tempat untuk meletakkan mayat tersebut sementara. Begitu mayat ditaruh, ga taunya, tiba-tiba saja mayat tersebut berdiri dan membuat semuanya kaget. Ternyata dia hanya ketiduran. Semuanya pun bisa kembali bernapas dengan lega.


32 komentar:

  1. sebentraaa nit, ini kamu bisa nuliiis detiiil banget percakapannya, emg punya skrip, ato niaaat banget catetin semua adegaaaan hahahahhaa. saluuuuut

    aku suka film2 dki warkop, tp kok film yg ini aku ga inget prnh nonton yaaaa. malah jd penasaran kaaaan. seriuus lupa banget ama yg ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sambil streamingan aku catatin di note dialog yang kocak kocak mbaaaa, saking aku tu ngakak tiap liat ekting alm kasino

      Hapus
  2. Penyuka Warkop DKI juga? Warkop DKI memang legendaris, sulit untuk dilupakan, lebih sulit daripada melupakan mantan he he...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya warkop yg masih pemerannya blom ditambahi embel2 reborn sy sukanya

      Hapus
  3. Bentarr bentar... ini asli mba lengkap ulasanmu sampe dialoge ditulis, jadi berasa nonton, moco dialoge sembari ngebayangke adegan filmnya.. hhaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyo di, terniat banget aku bikin sinopsise, soale lagi pengen nostalgia film dono jadoel hahhaha

      Hapus
  4. Saya yang sering nonton film ini pun tidak hafal dialognya lo
    Pokoknya hanya ngakak saja, setelah itu lupa dengan alur ceritanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sy klo yg bagian lucu masi inget mas, ditambah streaming ulang haha

      Hapus
  5. Saya lupa2 ingat apa pernah nonton. Ingatnya sih klo film mereka pasti banyak adegan di pantai atau kolam renang kemudian pemeran2 wanitanya pada pake baju renang ;)

    BalasHapus
  6. Hahahaha aku belum lahiiir
    Tapi baca sinopsis ini jadi ikutan ngakak wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini juga tahunnya pas aku lahir lel, aku kelahiran 89 #e ga ada yg nanya ya hihi

      Tapi dulu nonton pas uda sd, sekitar 98 - 2000 awal, sekarang uda jarang diputar

      Hapus
  7. wah... niat banget ini mbanya ngereview film warkop DKI jaman doeloe...
    emang gak bosen dlu sempet diulang ulang nontonya. lebih rame klo dibuat layar tancep dikampung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas mendadak pengen nostalgia film komedi jadoel saya, trus keingetan warkop
      Klo jaman saya kecil yg aering diputar di layar tancap suzzana tu mas

      Hapus
  8. Saya masih lumayan ingat episode ini. Ehehe. Apalagi bagian tikusnya. Omen ini emang nama tikus yang paling menempel di ingatan, sih. Bahkan zaman SMK, ketika saya dan teman-teman lagi beres-beres lab. Penjualan yang tadinya jadi gudang, buat diaktifkan lagi, terus muncul satu tikus, cewek-ceweknya langsung menyebut tikus itu dengan "Omen". Wahaha.

    Kalau saya suka yang "Maju Kena, Mundur Kena" dan "Setan Kredit". Terus bagian yang paling enggak terlupakan sewaktu Kasino bikin lagu "Nyanyian Kode", saya lupa judulnya apa. Itu meski liriknya terkesan asal, tapi lagunya enak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Horeee akhirnya ada juga yg ngerti film warkop yg judulnya ini
      Omen emang fenomenal, ga tau dia itu tikus apa marmot hahaha

      Oiya maju kena mundur kena fw jg tau
      Trus klo yang lagu kasino apalnya gw yg mama yukero

      Hapus
  9. Warkop DKI kocak sekali filmnya mbak, nonton sambil tertawa ngakak, kolaborasi yg sempurna antara Dono, Kasino dan Indro plus cewek2 cantik hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klo jmn kecil kita ngeliatnya film warkop tu agak2 dewasa gimana ya haha

      Pas uda dewasa baru bisa ngakak2....klo ngemstin dialognya

      Hapus
  10. Gileee ini niat banget sih sampe percakapan sepanjang itu dicatetin. Tapi lucunya, di kepala gue percakapannya jadi ada suaranya. Apalagi yang part kasino sama indro. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kaaan berasa jadi dubber ya om adi hahahhah

      Hapus
  11. Pasti suka banget ya mbak sama film yang ini soalnya terniat banget nulisnya sepanjang ini, haha top. Saya juga suka film yang ini dan nonton berulang kali tapi nggak ngeh judulnya Sabar Dulu Dong. Soalnya kebanyakan film mereka saya tahunya ya film warkop DKI aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenernya dulu pas masih kecil biasa aja mb en,mtapi begitu uda dewasa n ada pemutaran warkop reborn, saya malah pengen nostalgia warkop ori yang pemerannya masih trio dki, dono kasino indro hahha

      Hapus
  12. Haha ya ampun, salut sama kamu sampe banyak dialognya, aku terhanyut bacanya.. padahal aku gak terlalu suka sama warkop DKI soalnya keseringan yang bajunya minim, gak dibolehin nonton sama ibu, haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha iya mb, daku juga dulu kucing kucingan nonton ma ortu hahahha

      Hapus
  13. Warkop DKI emang nggak pernah mengecewakan ya, heheheh

    BalasHapus
  14. wah ini favorit aku banget bikin stress hilang cuma sering agak vulgar sih jadi kurangin nonton filmnya sekarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memang agakmvulgas sih, makanya dulu aku nontonnya ngumpet2 hahah

      Hapus
  15. Nitaaa, juara banget pakai dicatatin percakapannya hahahaha.

    Entah mengapa, mau diulang berapa kalipun warkop DKI selalu menghibur.
    Selalu bikin ketawa, padahal ya sering liat dan malah berulang2.

    Meskipun ga bisa ditonton sama anak, karena baju2nya mengerikan hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sampek jereng aku streammingannya kak rey apalagi pas nyatet dialognya hahahha
      Iya emang pemeran ceweknya sexoy sexoy hihihi

      Hapus
  16. Wow, saya cek di google artikel mbak mbul ini ada di page one dan nomor dua setelah Wikipedia. Wajar saja sih, semua adegan dalam film warkop DKI sabar dulu dong dicatat semuanya.😁

    Ruth salapessy aktingnya jago banget ya, jadi orang tidur berjalan dan disangka ia dipindahkan hantu. Memang cocok buat mbak mbul yang suka film horor.🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bhahah masa sih mas, aku mah nulis iseng aja, soalnya selalu keinget ama dialog kocaknya alm kasino, terus aku nonton dan ketawa2 lagi, lumayan menghibur


      Iya ruth palupessy kan yang main di pengabdi setan original mas, makanya aktingnya uda ga diragukan lagi walau pas di dono ini deseu berperan jadi seorang mevrouw wkwkkwk

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...