Rabu, 27 November 2019

Review Saung Serpong



"Saung Serpong, Seafood Kerangnya Mantaaab !"

Pada suatu Kamis yang cerah itu, tumben sekali Pak Suami ngajakin aku dan anak-anak buat nengokin proyeknya yang ada di bilangan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Katanya sih mau ngecek pengerjaan instalasi AC di salah satu rumah tinggal petinggi bisnis properti di negeri ini. Widiw, karena kebetulan posisi kami udah ada di Serpong, maka aku oke aja. Maksudnya sekalian nyari inspirasi gitu, siapa tau di sana ngeliat rumah gede-gede tempat tinggalnya para boss besar, jadi mayan bisa ngehalu dikit, sapa tau besok desain rumah kami bisa menyerupai rumah mereka......hellloooow to de rescue wakakakka... Ga ga...maksudnya buat refresing aja. Biasalah Mama booolll kan kalau udah bunek dalem rumah maunya dibawa jalan-jalan. Jadi biar kata cuma ngekor diajakin Pak Su ke tempat kerja, rasanya juga uda seneng. Udah me time iniii.


Nah bener aja, setelah nyampe sana, memang bertabur aneka rumah yang bahkan dari tampilannya aja uda  bukan kayak rumah lagi, melainkan hotel ataupun menara-menara, saking gedenya rumah-rumah itu #pokoknya rumah artis kalah deh dibandingkan dengan rumah boss-boss yang beneran old money ini ngoahahhaha... Yoih orang kaya beneran yang down to earth dan ga terlalu show off terutama ya. 

Tapi sebenarnya habis dari sini kami langsung ngobrol-ngobrol retjeh ala-ala guyonan khas suami istri sih tentang esensi hidup #saelah. Iya jokes-jokes kecil aja....ya buat pengingat diri sendiri supaya selalu layaknya ilmu padi. Makin berisi makin menunduk. Bahwasannya seberapapun sakseisnya kita di dunia, jangan lupa untuk selalu napak tanah. Karena seberapapun gede atau bagusnya rumah (harta yang sifatnya duniawi itu), selama diliat dari pesawat ga keliatan, ya buat apa ya kan kita ngomongnya ketinggian. Bahkan gunung aja yang segede gaban kalau diliat dari pesawat cuma dalam bentuk titik-titik. Jadi, istilahnya kalau lu mau sombong minimal rumah lu harus segede gunung dulu, wakakkakakakka..... Ya begitulah istilahnya jokes-jokes kecil buat pengingat diri sendiri supaya mikirnya jand duniawi moloooo. Toh urip mung mampir ngombe. Jadi harus diseimbangkan antara kebutuhan duniawi dan akhiratnya. Walaupun diakhiri dengan menertawai hidup yang kadang juga ada sisi lucunya dan selalu ada celah buat ber-o panjang setiap kali mendengar siraman rohani dari bapak suami tercinta. 

Nah tapi, pas arah pulangnya emang kebetulan uda rada malam sehingga yang tadinya mau makan di resto sekitar Budha Tzu Chi malah ga jadi. Soalnya, setelah kami pikir-pikir mending kami makan di luar tol bandara aja. Sebab kalau makan di Jakarta keburu tambah kemalaman. Kan kesian bocah kalau capek di jalan. Yawis dari situ kami pun otw sembari mampir ke tempat makan yang kata Pak Su baru buka di arah-arah bandara.

Lepas dari exit tol bandara, tibalah kami di Jl. Marsekal Surya Darma No. 29, Tangerang. Di situ berdiri tempat makan yang bernama Saung Serpong. Sebenarnya beberapa tahun yang lalu pernah makan juga di lokasi ini. Cuma waktu itu memang beda rumah makan, yang kebetulan sekarang sudah berganti menjadi Saung Serpong. 






Pak Su bilang sih beberapa kali udah pernah lewat sini, dan tergoda buat ngajakin aku makan dine in. Soalnya tempatnya romantis. Banyak lampu-lampunya. Ya aku sih nurut aja lah kalau diajakin makan enak. 

Restoran ini memiliki konsep semi indoor ya. Karena beberapa tempat memang didesain terbuka. Bangunannya masih baru dan kapasitas ruangannya cukup besar. Parkirannya luas sehingga sangat nyaman bagi para pengunjung yang datang dengan membawa kendaraan roda empat. 

Suasananya sendiri seperti yang aku bilang tadi cukup romantis. Hal tersebut ditandai dengan sistim pencahayaan yang disetel agak remang-remang. Dan di beberapa sudut yang lain juga dipajang lampu kelap-kelip yang menambah syahdu suasana. Apalagi kalau datangnya malam hari ya, sudah pasti lain ketimbang pas siang hari. 

Restoran ini juga sangat cocok untuk ajang nongkrong anak muda. Terbukti di beberapa tempat, banyak pasangan atau kumpulan anak muda yang cukup lama bercengkrama sambil ngemil-ngemil cantik. Sudah begitu, banyak pula spot kekinian dan pajangan instagramable yang cocok buat tipe-tipe pengunjung yang hobi foto kayak gw.

Bangkunya, ada yang bangku biasa, ada pula yang model lesehan. Bangku sofa juga ada. Plus kalau ga salah lihat ada pula ruangan ber-AC -nya, selain daripada itu terdapat pula area yang modelnya bilik-bilik. Sebenarnya bangunan resto ini terdiri dari 2 lantai sih. Lantai satu meja kursi biasa. Lantai dua, ada panggung musiknya juga yang berdekatan dengan bangku lesehan.


Waktu tiba di sana, kami langsung memilih lantai atas karena ingin duduk di bangku lesehan. Biasalah anak lanang udah jamnya bobok, jadi biar bisa nglekar alias leyeh-leyeh di bangku lesehan yang alhamdulilah ada alas duduknya. Jadi tinggal gelar 4 alas duduknya, anak lanangku bisa bobok dengan nyaman, sementara, aku, Pak Su dan si sulung Asyiqa menikmati dinner yang lumayan agak kemalaman (((saelah dinner))).

Karena bangunannya benar-benar masih baru, jadi pada waktu itu kami banyak mendapatkan info diskon. Terutama di menu-menu ikan ya. Jadi paling ga kami pesan satu menu berupa ikan, sementara yang lain bebas. Mayoritas seafood sih, yang which is kami juga suka. Pelayanannya juga kebetulan baik ya. Ramah dan cepat dalam hal melayani. Walaupun memang kalau dari segi harga, menurutku sih di atas rata-rata ya.

Pesanan kami sendiri waktu itu terdiri dari beberapa menu, diantaranya tim patin, udang goreng tepung, sop buntut, dan kerang saos padang. Minumannya es teh manis untuk aku dan Pak Su, sementara Asyiqa jus jambu. Pesanan dimasak cukup cepat dan semua dalam keadaan fresh.

Pertama, Tim Patinnya dulu deh. Dia disajikan dalam keadaan panas ya. Wadahnya saja ada bagian kompornya. Ikannya meskipun agak kecil tapi rasanya enak. Nggak ada amis sama sekali karena ketutup sama saus yang disiramkan di atasnya yang dominan rempah dan rasa jahe. Toppingnya juga ada jamur dan medenya. Kuahnya seger banget. Cocok dimakan saat hari hujan atau cuaca sedang dingin.

Kedua, udang goreng tepung. Seporsi hanya dapat beberapa potong saja. Tapi daging udangnya gemuk-gemuk. Rasanya juga enak banget. Dia dibalut dengan tepung yang sangat crunchy yang di atasnya ditabur irisan bawang bombay. Sengaja pesan ini biar Asyiqa mau makan... 

Sop buntutnya juga seger banget walau kuahnya sangat medok rempah-rempah. Kayak berasa herbal ga sih, tapi asli seger banget. Daging yang melekat di tulang buntutnya juga lumayan berlimpah. Rasanya kenyal dan empuk. Pas dipadukan dengan kuahnya yang sangat menyegarkan tenggorokan.






















Terakhir, kerang saos padang yang menurutku jadi juaranya. Cangkang kerangnya emang masih nempel sama dagingnya (mungkin untuk estetika di piring biar keliatan cantik), tapi overall rasanya nyummy !!! Ya walaupun rada PR juga sih misahin antara daging dengan cangkangnya. Tapi exactly tekstur dagingnya kenyal-kenyal enak. Bumbu saos padangnya meresap sampai ke dalam-dalam. Pedas, manis, asam, bercampur jadi satu kesatuan yang bikin sepiringnya mendadak ludes dalam itungan menit. Pokoknya aku bilang sih, dari seluruh menu, ini yang jadi gongnya. Alias paling enak daripada yang lain. 

Nah, selain menu utama, di sini juga disediakan 5 jenis sambal. Mulai dari sambal terasi, sambal mangga muda, sambal cabe ijo, sambal tomat, dan sambal kecap. Sambalnya ini gratis, dan kalau kurang bisa refile kapan pun kita mau karena di area depan sudah tersedia wadah sambalnya. 



Secara keseluruhan, menyenangkan juga pengalaman makan di Saung Serpong. Selain karena waktu itu masih baru sehingga banyak sekali promo, tempatnya juga nyaman buat nongkrong, terutama buat makan-makan besar ataupun tempat nongkrong anak muda (Gustyanita Pratiwi). 

"Saung Serpong"
Jl. Marsekal Surya Darma No. 29
Kel. Karangsari, Kec. Neglasari, Tangerang
Telp. 0121 5578 5766/67

10 komentar:

  1. Sop buntut dan udang goreng, wah itu kesukaan saya banget
    kalau ada rezeki, saya ingin kesana ah. Ngajak keluarga besar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perpaduan yang sangat hauceuk mas, pokoknya cucok buat makan keluarga

      Hapus
  2. Sama saya juga mba kalau udah ada anak maunya duduk dibagian lesehan biar anak enak tidurnya, terus bisa makan santai dengan menu2 yg enak kayak patin dan kerang hijau, duh maknyus kayaknya tuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mb klo uda ada bocil rasanya bangku lesehan paling nyaman buat duduk

      Yup kerang hijaunya paling wuenak mb ^_________^

      Hapus
  3. Menurut saya menu yang bikin ngiler yaitu Kerang Ijoannya. Doyan bangetlah. Walau sempet di Cirebon ada beberapa kasus keracunan gara-gara makan masakan Kerang Ijoan yang diolahnya kurang bagus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya din, kerang saos padangnya manteb banget, dan aman tentu aja hueheh

      Hapus
  4. Saya paling suka liat interiornya yang elegan. Yang selalu kepikiran adalah ketika ngajak kolega ini repsentatif banget.

    Nah sama juga nih, sekarang karna pny baby suka nyari yang ada lesehannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener bang bisa buat tempat meeting juga yang berakhir dg makan siang tentu aja

      Hapus
  5. Lihatnya jadi ngiler nih mbak, aneka sambalnya menggoda selera sekali cuma lalapannya kurang banyak kalau utk saya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa seafood ada lalapnya mas, akakakkaka, mungkin klo lauknya ayam atau ikan goreng boleh lah kalau ada lalapnya

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...