Rabu, 01 April 2020

Sinopsis Hantu Kak Limah (2018)


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Baru sekali ini nonton horror, malah terpingkal-pingkal terus. Sebabnya aku baru saja menonton film horror asal Malaysia yang disutradarai oleh Mamat Khalid. Judulnya Hantu Kak Limah. Film ini dirilis pada tahun 2018, namun baru bisa aku nikmati sekarang melalui streaming online. Di Netflix dan youtube sudah ada loh. Tapi kalau di youtube memang agak terpotong-potong sih beberapa part-nya, hihihi...

Film Hantu Kak Limah ini bergenre horror komedi. Jadi sepanjang cerita berisi kekonyolan-kekonyolan yang menurutku sukses penyampaiannya. Terutama karena horror ini diperkuat oleh karakter hantu nenek-nenek yang berambut gimbal, wajahnya pucat, matanya hitam, kuku kakinya lancip-lancip seperti landak, pokoknya tampangnya sangat menyeramkan. Berbeda dengan karakter hantu kuntilanak yang notabene bergaun putih, si Kak Limah ini masih menonjolkan sisi tradisionalnya, yakni tetap mengenakan kain jarik dan baju kebaya. 

Lalu ceritanya seperti apa? Langsung saja lah aku coba tulis sinopsis dan reviewnya, meskipun mungkin kata-katanya akan sangat jauh dari review ala pengamat film. Ya, review biasa aja, sebagaimana aku mengamati as penonton atau penikmat film (review dan sinopsis by Gustyanita Pratiwi).

Sinopsis Hantu Kak Limah (2018), sumber gambar: imbd(dot)com
Sinopsis Hantu Kak Limah (2018)

Judul film : Hantu Kak Limah
Sutradara : Mamat Khalid
Produser : Gayatri Su-Lin Pillai, Khairul Anwar Salleh (executive), TP Lim (executive)
Skenario : Mamat Khalid
Cast : Awie, Zul Ariffin, Uqasha Senrose, Delimawati, TJ Isa
Sharwani NS
Sinematografi : Jack Rahmad
Editor : Amen Khalid
Production company : Astro Shaw, Infinitus Productions
Tanggal Rilis : 9 Agustus 2018
Durasi : 111 menit
Asal negara : Malaysia
Bahasa : Melayu

Tersebutlah di sebuah kampung bernama Kampung Pisang, ketentraman warga sedang terusik setelah meninggalnya seorang wanita paruh baya bernama Kak Limah. Mulanya, Kak Limah ini diceritakan sebagai istri yang baru dinikahi oleh pemuda tanggung bernama Khuda. Khuda dan Kak Limah tinggal di sebuah rumah di pinggir hutan yang untuk melaluinya saja harus menyeberang sebuah sungai. Dengan menggunakan sampan yang dikendarai Hussin, Kak Limah minta diantarkan sampai ke depan rumahnya yang akan ditinggalinya bersama Khuda. Pada saat itu, dirinya sedang dalam masa pengantin baru. Jadi banyak yang berusaha meledeknya. Ada Yeh dan Wani yang ikut serta menaiki sampan Hussin. Mereka biar kata meledek, tapi tetap saja ditawari Kak Limah untuk mampir sebentar karena ingin dijamu bubur keladi (FYI, bubur keladi itu sama dengan bubur talas). Yang ditawari pun girang, karena memang ke-3 orang koplak ini paling suka numpang makan, apalagi kalau makanannya gratis. Mereka menganggap Kak Limah sebagai pribadi yang ramah serta pintar memasak sehingga Khuda sangat beruntung setelah memperistrinya.

Hussin, Wani, dan Khuda sendiri merupakan pemuda kampung yang sehari-harinya bisa dibilang cuma lontang-lantung saja tidak jelas juntrungannya. Mereka kerap bersama, entah untuk berburu di hutan, memakan hasil buruannya, atau cuma bersampan ke sana kemari menemani Hussin. Hussin terutama yang suka main di hutan. Padahal teman-temannya sudah sering memperingatkannya supaya jangan ke sana. Takutnya nanti ketemu mahluk lain. Hutan kan tempatnya bangsa jin. Benar saja, rupanya akhir-akhir ini Hussin sedang kecantol perempuan cantik bernama Eton. Ia kerap merayu Eton supaya segera mau dinikahinya. Bahkan ia ingin sekali bertemu dengan ayah Eton. Padahal ia tak tahu bahwa Eton sebenarnya berasal dari dunia lain. Eton itu berasal dari dunia peri.

Di lain tempat, di sebuah klinik yang ada di Kampung Pisang, seorang petugas kesehatan tengah geger karena salah seorang warganya telah menemukan Kak Limah dalam keadaan sudah meninggal dunia. Jenazahnya diketemukan di kebunnya usai mengambil pisang. Yeh, yang juga bagian dari humas kampung, dipanggilnya untuk melihat. Yang bersangkutan malah terkejut lantaran sebelumnya ia dan 2 orang temannya yakni Wani sekaligus Hussin baru saja dijamu bubur keladi oleh Kak Limah. Supaya lekas percaya, si petugas kesehatan pun segera menyuruh Yeh untuk mengecek langsung apakah benar jenazah yang ditemukan itu adalah jenazah Kak Limah. Jadi, begitu kain penutup mayat dibuka, betapa terkejutnya ia karena sosok yang ada di depannya kini adalah benar-benar jasad Kak Limah. Tapi kali ini, sosoknya sudah tidak bernyawa lagi, malah dengan kondisi terakhir yang benar-benar memprihatinkan. Raut wajahnya seperti menggambarkan ekspresi orang terkejut dan kedua tangannya menggantung ke atas.

Sementara itu, Nayan, seorang petugas kesehatan yang lain tengah mengendarai mobilnya untuk menuju ke klinik. Di tengah jalan, ia melihat sosok Kak Limah yang sedang berdiri di pinggir jalan, namun dengan penampilan yang agak lain dari biasanya. Rambutnya yang biasa disanggul, kini diurai panjang dan lumayan mengembang. Wajahnya pucat tapi pandangannya menunduk. Nayan yang belum menyadari kejanggalan itu malah menawari tumpangan kepada Kak Limah agar bisa diantarkan pulang. Kak Limah pun setuju, saat ia memasuki mobil, bau harum pun tercium dengan semerbak. Nayan tetap saja belum ngeh bahwa yang ada di sampingnya itu hantu. Ia malah mengajak bercanda Kak Limah. Katanya rambutnya hari ini keren, seperti rambutnya Beyonce (semprul pas adegan ini, aku malah ngakak banget ya Alloh).

Setelah sukses mengantar Kak Limah sampai ke rumahnya, akhirnya Nayan kembali ke klinik. Sialnya, di sana ia malah mendapati sesuatu yang cukup membuatnya syock. Yeh menceritakan kronologi meninggalnya Kak Limah dan menyuruh Nayan segera menggantikan tugasnya untuk menunggui jenazah Beliau. Sebab Yeh harus pulang karena sudah ditunggui istrinya, Nah. Padahal Nayan sendiri orangnya penakut. Jelas betul ia baru bertemu dengan yang bersangkutan di tengah jalan. Jadi ia pun sangat kaget. Komat-kamit ia berjaga sendirian sambil tentunya tetap membaca doa. Mana bayangan tangan jenazah Kak Limah terpantul pula di satu sisi tembok. Sudah begitu tiba-tiba terdengar suara seperti orang menangis. Lampu pun padam. Sebentar padam, sebentar nyala. Pokoknya bikin ketinget dingin mengucur deras. Pada saat Nayan akan memeriksa bagian sekeringnya, eh tiba-tiba hantu Kak Limah sudah berdiri di depannya dengan seringai yang sangat menakutkan.  

Sebelumnya, ketika sampai di rumah, Yeh buru-buru mandi. Pada saat memulai aktivitas membersihkan badan, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar mandinya. Tadinya ia pikir siapa, tapi pas dibuka ternyata istrinya yang mengantarkan handuk. Nah, setelah melanjutkan acara mandinya kembali, tiba-tiba ada suara lagi yang cukup mengusiknya. Kali ini seperti suara orang menangis. Dengan perasaan takut-takut, akhirnya ia beranikan diri untuk membuka pintu.  Sialnya di sana sudah berdiri hantu Kak Limah.

Nayan yang ketakutan karena dikejar hantu Kak Limah tau-tau sudah ada di tempat Yeh dan istrinya. Kedatangannya lumayan mengganggu acara tidur pasutri itu. Tapi bagaimana lagi, hantu Kak Limah sudah mulai meresahkan warga. Apalagi sebelumnya juga sudah ada laporan bahwa Hussin dan Wani malah dijamu bubur keladi lagi di tempat Kak Limah. Makanya untuk mengecek yang ada di sana apakah beneran manusia atau bukan, ya bertiga akhirnya bertandang kembali ke tempat Khuda. Rencananya mereka mau mengetes apakah Kak Limah yang di sana bagian kakinya masih menapak tanah atau tidak. #sinopsis_by_GustyanitaPratiwi

Review Hantu Kak Limah (2018)

Seperti yang sudah aku katakan di atas, menonton Film Hantu Kak Limah ini benar-benar membuatku ga berhenti ketawa. Saking banyaknya part lucu yang mengocok perut. Terutama karena karakter tokoh-tokohnya yang begitu kuat dan mampu terpatri di benakku lumayan lama.

Pembagian karakternya bisa dibilang merata. Masing-masing tokoh punya ciri khas. Ada yang lucunya setengah mampus, ada yang koplak, ada yang polos, ada yang pendiam, ada yang ambisius jadi pemimpin, ada yang songong, ada yang omongannya besar doang, ada yang penakut, ada pula yang lumayan bijaksana walaupun ga memungkiri bahwa kadang dia rada konyol juga, haha. 

Si tokoh utamanya sendiri yaitu Kak Limah yang diperankan oleh Delimawati sangat sukses membuatku mengangkat topi akan aktingnya. Ia mampu memperkenalkan satu ikon hantu baru yang berpenampilan seperti itu--yang tentunya hanya dimiliki oleh hantu Kak Limah. Meskipun akan disandingkan dengan ikon hantu wewe gombel ataupun kuntilanak, tetap saja hantu Kak Limah ini beda. Ada ciri khasnya. Penampilannya yang bak nenek-nenek, berambut gimbal dan super panjang, berkulit putih pucat, bermata hitam, berkain jarik dan kebaya, juga berkuku kaki panjang-panjang bin lancip-lancip itu sangat membekas dalam ingatan. Bahkan kalau muncul di lain hari di sekuel yang lainnya (maybe), pasti ga akan lama orang bisa menandainya sebagai Kak Limah. Sebenarnya pas timing kemunculannya di beberapa adegan sudah cukup membuat orang lumayan geregetan sampai terkencing-kencing loh (maybe bingung antara menahan takut atau bingung menahan tawa), sebab yang muncul duluan adalah adegan kaki yang kukunya panjang-panjang  dan itu selalu melayang di udara. 

Yang lainnya, seperti 3 tokoh koplak yang menjadi korban keisengan Kak Limah yaitu Hussin, Yeh, dan Wani juga sukses banget mengocok perut. Ada satu lagi sih yang ga kalah kocaknya, yaitu Nayan yang digambarkan sangat penakut. Kalau Pak Solihin, orang pintar atau paranormal yang lumayan ganteng di mata ibu-ibu ini walaupun jago ngomong, tapi tetap saja di beberapa part kena jurus bogem mentah yang kata Hussin merupakan jurus Ong-Bak ala Kak Limah. Untung saja pas di bagian akhir, skill Pak Solihin ini lumayan kelihatan jadi sekilas perkataannya ga cuma bualan semata. Sementara yang karakternya sok ambisius menjadi pemimpin adalah Li, mantan tetua kampung yang bahkan saking putus asanya sudah tidak diakui warga, maka di lain hari ia nekad minta penilaian bangsa peri apakah ia masih cocok dijadikan kepala desa, iya, saking desperatenya ia malah terlihat memaksakan diri sampai minta pendapat pada rombongan mahluk halus,  keluarga dari pacarnya Hussin. 

Tapi di luar faktor komedi yang hampir membungkus semua scene, bisa dibilang rasa horrornya pun tetap ada. Ga hilang sama sekali karena aku melihat untuk pengambilan setting tempatnya pun sudah lumayan seram. Terutama yang setting rumah Kak Limah dan suaminya Khuda harus melewati hutan dan juga menyusuri sungai. Lalu tipe rumahnya juga digambarkan masih cukup tradisional dengan background kayu dan pencahayaan temaram, jadi lebih memaksimalkan efek creepynya.

Terakhir, sekali lagi film ini sukses menghiburku yang seorang pecinta horror, namun kali ini emang lagi pengen nonton yang ceritanya ga berat-berat amat. Biasanya kan horror santapanku itu agak bikin otak berpikir keras ya. Kalau kali ini lain. Tapi, justru di situlah letak daya tariknya. Film ini bisa menambah khazanah baru tentang perfilman horror negara lain, baik dari segi penceritaan, penokohan, serta skript yang kadang terdengar ajaib di sana-sini.

Satu lagi, tentunya dengan kehadiran bintang baru dalam wujud hantu Kak Limah, menurutku hal ini lumayan membawa angin segar karena aku juga ingin visual hantu yang tidak itu-itu saja seperti yang sudah aku temui di horror lainnya. Ya, hantu Kak Limah ini cukup kuat istilah brandingnya, sampai-sampai melihat teaser dan posternya saja aku sudah antusias pokoknya one day kudu nonton. Dan alhamdulilah kali ini kesampaian, hehehe (review dan sinopsis by Gustyanita Pratiwi).


54 komentar:

  1. saya waktu tahun 2013/2014 pernah nonton hantu kak limah, gatau apakah sama atau nggak ama versi yang 2018 ini, tapi bener, filmnya lucu asli, ya, ada serem2nya sih, tapi lucunya lebih banyak, belum lagi kalo udah masuk scene pak siapa itu yg di kursi roda dan tangannya muter2 mulu...

    kayaknya entar kalo internet mulai lancar lagi, bakal mau nonton ini film yg versi 2018.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beda cerita haw,

      Kalau ga salah ini sekuel sebelum yang 2007, 2010, 2013

      Jadi, klo ga salah yang pertama tuh Zombi Kampung Pisang (2007), terus lanjut Hantu Kak Limah Balik Rumah (2010), terus Hantu Kak Limah 2 : Husin, Mon, dan Jin Pake Toncit (2013)...nah kebetulan sekuel sebelum yang 2018 malah blas aku blom nonton, baca ulasanmu kayaknya lucu ya, kok aku jadi penasaran pengen liat sekuel awalnya hihihi

      Emang dah nih hantu kocak banget, yakin ngakak terus dari awal sampe akhir, ditambah dialog2nya yang kadang absurd gitu, jadinya nonton ini berasa senam wajah, ketawa mulu wkwkwk

      Hapus
  2. Duh, aku kudet banget ya, belum tahu kalo ada film hantu kak limah yang kocak, mana ternyata sudah agak banyak pula filmnya.

    Jujur aku belum tertarik nonton film Malaysia, bahkan film Indonesia juga aku pilih pilih seperti pengabdi mantan eh setannya Joko Anwar. Tapi untuk film Indonesia yang pasti suka sih film Dono Kasino Indro yang lama

    Kalo dari sinopsisnya, Sepertinya tokoh yang menarik itu Nayan ya, udah penakut, sering ditakut-takuti oleh hantu kak limah lagi, apa kak limah kurang kerjaan kali ya di alam sana.

    Eh endingnya gimana tuh, apa bener itu hantu kak limah asli atau cuma setan yang menyamar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya akupun sebenarnya baru tau akhir-akhir ini, soalnya sering lihat posternya, terus penasaran pengen nonton, ternyata kocak parah wkwkwk

      Film horror aku justru suka yang dari Asia Tenggara loh Mas agus, pertama memang aku gandrungnya dengan horror thailand, tapi sudah lama film horror thailand belum ada yang update, terus karena biasanya yang menjadi daya tarikku ketika menonton horror Asia Tenggara adalah dari sisi kearifan lokalnya, entah itu setting tempatnya, atau dari segi fesyen yang digunakan tokoh-tokohnya, atau yang berhubungan dengan urband legend setempat...nah pas liat hantu kak limah ini kok kayaknya ada unik-uniknya gitu, jadi lah aku nonton

      Film horror Malaysia lainnya yang menarik perhatianku adalah revenge of pontianak, ya itu soalnya ngeliat posternya gambar wanita cantik pake baju adat....jadi biasanya aku tertariknya dari segi fesyennya dulu, kira kira yang ada unsur tradisionalnya ya takpantengin

      Kalau film horror Indonesia justru aku malah suka yang joko anwar punya, kalau lihat sutradara lain masih pilih2, ya kalau horror jadul macam tusuk jelangkung besutan dimas djayadiningrat masih oke lah hahaha, tapi kalau sutradara lain masih pilih pilih andaikata mau nonton horror Indonesia. Tapi kalau film genre lain garapan sutradara Indonesia aku sih lumayan suka, misal genre drama, tapi khusus pemain yang sekelas dian sastro, kalau yang pemain pendatang baru aku ga tertarik

      Aku juga pernah bikin review film dono jadoel, itu di menu film tapi baru satu doang, ntar deh kapan kapan mau tambah review lagi, tapi musti ngeluangin waktu nonton dulu hahahhah

      Nayan lumayan kocak, tapi paling kocaknya sih tetep kak limahnya, pokoknya ni hantu beneran ikonik banget, ga terlupakan gitu lah gampang dihapalin kalau pas timingnya dia mau nongol

      Endingnya? *lah sepertinya mas agus malah sudah ada gambaran tuh, malah hampir bener tebakannya, etapi ini SPOILER yes, jawabannya, hantunya bangsa peri yang cuma nyamar. Dia adalah Noraini yang adalah peri tapi dulunya nekad jatuh cinta pada manusia yaitu Abang Khuda hahhahahhaa

      Hapus
    2. Hahaha sudah kuduga ending-nya seperti itu, mungkin karena biasa nulis cerita kali ya. Eh tapi keren juga sih sebenarnya, karena ngga menyangka bangsa peri yang menyamar.

      Itu di Malaysia dianggap bangsa peri, kalo di Indonesia mungkin orang bunian kali ya.😊

      Iya, horor Indonesia emang begitu, harus pintar milihnya karena tahu sendiri kadang horornya absurd. Judulnya mah horor tapi 80% adegannya ada di kamar hotel atau diskotik, biasanya itu film garapan KK Dheeraj.😁

      Eh, tapi herannya dia tetap memproduksi film terus lho, bahkan sekarang ganti nama jadi Dheeraj Kalwani, tapi biarpun ganti nama kualitasnya ya gitu aja.🤣

      Mungkin benar pepatah dari Rusia, orang Indonesia itu dikasih film sampah, bukannya muntah malah nambah.😅

      Hapus
    3. Hahahha, keren... karena udah terbiasa nulis skript horror maka secara otomatis lqngsung terprogram alurnya akan seperti itu, ya Mas Agus #e tebakannya ternyata jitu

      Oh ya, ngomongin perfilman horror Tanah Air, by the way eniwei buswey, aku langsung searching dong film-film produksi Dheeraj apa aja, en then baru tau judul-judulnya seperti itu. Soalnya selama ini jarang nonton blas horror yang judulnya yagitu deh hahahah...Tapi ada satu dua yang lumayan sih, misalnya Makmum--ini terhitungnya masih lumayan lah daripada film yang sebelum-sebelumnya dimana kebanyakan untuk kategori penonton dewasa wakakakka..

      Kalau horror Indonesia, rasanya aku pengen sumbang saran deh sama produser film, cobalah jangan melulu ngomongin bikin film judulnya xxxxx tapi bilangnya karena permintaan pasar. Padahal setahuku (dari pengamatan di internet juga sih, dari komen-komen netijen juga), saat ini udah banyak kok penonton cerdas yang menunggu karya-karya film horror bermutu, baik dari segi cerita, aktor atau aktress yang ga kacangan alias ga jual tampang dan body doang, juga twist-twist yang antimainstream. Kalau bisa model hantunya juga yang ikonik dong ya sehingga ga mudah dilupakan, tapi sekali lagi tetap dengan background penceritaan yang logis, ga cuma ngandalin yang seksi-seksi doang, hahhahaha

      Hapus
    4. Oh ada film Makmun yang cukup lumayan ya, soalnya sudah di cap jelek, jadinya ada filmnya yang bagus malas menonton, sudah ilfil duluan.😂

      Setuju mbak, sebenarnya banyak pecinta film horor Indonesia yang ingin sesuatu yang baru gitu, contohnya ya seperti mbak mbul bilang twist yang anti-mainstream atau hantu yang ikonik gitu.

      Btw, sebenarnya dari kemarin mau komentar sih, kok tumben mbak mbul ngga update artikel film, jajanan melulu jadinya ingin beli tapi saat itu belum gajian, eh ternyata ini kesampaian.😁

      Hapus
    5. Iya mas, lumayan kata review orang orang, walau aku sendiri belum nonton, tapi liat teasernya creepy juga, yang main titi kamal hehe

      Iya, pengen banget deh film Indonesia itu bangkit tapi ga cuma banyak banyakan doang, yang lebih ditunggu justru ide ide segar ceritanya yang bikin penonton ga bakal lupain begitu aja begitu selese nonton

      Oh aku memang paling niat itu klo udah mulai ngedraft tulisan review baik buku maupun film mas, jadi karena lebih niat ketimbang nulis tema kuliner yang cuma haha hihi aja langsung publish haha, makanya review film dan buku selalu publish agak lama, biar meminimalisir kleru soalnya hahaha

      Hapus
    6. baca komenan kalian kayak berasa baca novel :D

      Hapus
    7. Saking panjangnya ya wahahah #maklum sesama blogger pegiat sinopsis dan review film

      Hapus
    8. udah pernah nonton thirteen terros gak, film dari thailand.. enggak sih serem sebenernya, cuman di salah satu episodenya bikin merinding

      Hapus
    9. E belom belooom, wah kepo kan gw hehe
      Tapi kok episode berarti series ya, bukan film?

      Hapus
    10. Waduh ada kang khanif, suka filmnya KK Dheeraj ngga kang? Bagus bagus lho filmnya, apalagi yang pakai bintang bule seperti Sasha grey atau Tera Patrick.

      Judul film Baginda KK Dheeraj memang unik unik seperti Rintihan kuntilanak perawan, emang ada kuntilanak perawan..🤣

      Untuk film Indonesia yang aku inginkan itu film superhero seperti Gundala nya Joko Anwar kemarin, padahal sudah cukup bagus tapi sementara ini belum bisa produksi lagi.

      Hapus
    11. iya series :D, dan sebenernya ini bukan film hantu, cuman ceritanya itu kayak campur2 misteri gitu.. ada 13 episode, dan tiap episodenya beda cerita, tiap episode menurut gw ada yang bagus ada yang enggak :D

      Hapus
    12. kemren gw nontonya di viu apps, kmren ada gratisan kuota viu jadi daripada nganggur kuotanya kan :D

      Hapus
    13. Khanif : berarti lebih ke misteri ya, apa bunuh bunuhan, kok gw kepow ya, oke deh ntar gw cari coba

      Hapus
    14. Di viu itu kalau pake kartu apa ya? Gw pake wifi sih, first media hehe, lumayan buat hiburan streamingan hahaha

      Hapus
    15. Mas agus : husssh jangan direkomendasiin yang bintang filemnya aneh aneh, si khanif masih di bawah umur hahhahahah

      Klo yang action aku kurang tertarik, lebih suka horror apalagi klo yang jadi sineasnya joko anwar

      Hapus
    16. viu gw pake kartu telkomsel.. mbak nita tau aja sih gw masih di bawah umur, masih kecil lucu imyut gitu wkwkw

      Hapus
    17. mas agus gw memang jarang nonton fiom indo, gundala aja gw belom nonton, padahal ratingnya bagus ya katanyaa..

      Hapus
    18. Oiya kah, gw pake kartu telkomsel juga sih tapi uda lama ga kuisi pulsa, biasa kalau uda terlena bayar wifi, jadi pulsa ga pernah kuisi, tau tau simcardnya expired wkwkwk

      Hapus
    19. Eh gw juga belum nonton gundala dong, katanya ya menyegarkan kembali genre action
      Cuma ga tau kenapa gw lebih demen horror kalo bikinan jokan

      Hapus
    20. memang lebih enakan pake wifi sih mbak, unlimitid kan jadinya.. jadi gak mikir kuota :D

      Hapus
    21. Iya nif, meski harus gonta ganti simcard karena expired wkwkwkkw

      Hapus
  3. bisa dibilang saya termasuk jarang nonton film malaysia,, yang saya ingat itu film 'munafik' yang blockbuster banget.. thanks for the review. Bisa buat tontonan pas pandemi haha..

    btw first time komentar disini.

    BalasHapus
    Balasan

    1. Welcome to my acak adut blog Mas Rifan, terima kasih sudah mampir ke blogku yang ala kadar bin campur-campur ini ya, hihihi

      Sebenarnya akupun baru baru ini menonton film Malaysia mas, khususnya genre horror. Dan film munafik sudah masuk ke dalam list tontonan selanjutnya, sebenarnya udah lama tahu film munafik, karena kan banyak yang mengatakan seremnya bener bener yang ngedark banget gitu kan hihi
      Tapi belum aku tonton, abis ini deh mau kepo kepo manja dulu hehehe

      Yup, selamat menonton, lumayan hiburan di tengah pandemi biar nda spaneng mas hihi ^_^

      Hapus
  4. Baru tau tentang film ini, kalo film Malaysia yang aku tau cuma P. Ramlee doang soalnya. 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah coba takgoogling dulu siapa itu p. Ramlee xixixi

      Hapus
  5. Wadduh saya mlahan blom pernah tau mbak wk wk, kalo ngeyutub palingan denger lagu apa liat reviw aja 😁 kayl film blom pernah sama sekali ,liat sekilas gmabar posternya kayak nenek lampir tpi pake daster yaaa... Waah kayknya tokoh didalemnya kyk si tiga koplak cocoknya diperankan oleh mas Agus dan kang Satria wajan hitam nih. 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekilas mata memandang garis wajahnya setipikal dengan karakter tokoh Mak Lampir emang Mb Heni, hahahha
      Baru ngeh aku

      Tapindia pake kain dan kebaya gitu

      Oiya bener bener, klo merujuk dari beberapa tokoh cerpennya mas agus warteg n satria bergitar eh maksudnya si kang satria baja hitam, ternyata yo o mirip mirip juga wakakka #piece buat duo maut ini hahahhahaha

      Hapus
    2. Waduh, kenapa aku dibawa bawa mbak Heni.😱😱😱

      Hapus
    3. Ni mb heni orangnya datang,tinggal nungguin satunya lagi hahhaha
      #kabooorrrr

      Hapus
    4. Haduuuh gaswat nih orangnya dateng... Yg satu gaswat juga nih klo nongol. 🙀

      Hapus
    5. Kayaknya orangnya lagi tapa bikin lanjutan cerpen mb heni qeqeqeqeq

      Hapus
    6. Kayaknya lagi baca Eny Arrow dulu kalo mau buat cerpennya, agar bisa menghayati dan lancar nulisnya.🤣

      Hapus
    7. Eaalaaa Bujug Kite DiGosipin..🙄🙄🙄

      Hapus
    8. Mas agus warteg : nah kayaknya sih gitu #ooooops haha

      Hapus
    9. Kamg satria : nah loh digosipin loh sebagai penulis novel idolah ibu ibu wakkakakak

      Hapus
  6. Petusuan berdarah
    gugur kuntum....

    aku pas liat trailernya ada yang nyanyi itu
    hahahaha iya mbak kocak klo ketawa unik

    film malaysia selalu khas tumah panggung ya
    dan hantunnya sering muncul dari bawah panggung hiii

    aku jarang si nonton film malaysia taunya horor yang munafik itu mbak serem euy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kocak banget kan mas ikrom apalagi hantu penyanyi yang pakai baju pink ada sayapnya,

      Iya khas di rumah panggungnya, suasananya yang di pinggir sungai dan dikelilingi hutan nambah kesan mistisnya, walau 90 %nya isinya komedi hahahahha

      *okay deh, munafik udah direkomendasikan 2 orang, maybe besok mau nonton hihihi

      Hapus
  7. spertinya mrnarik nih ya mbak filmnya, di tengah2 wabah virus corona yg mengahruskan orang di rumah aja, sekali-kali nonton film horror komedi bisa buat penghilang jenuh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nif lumayan lah buat hiburan biar ga spaneng spaneng amat yekan hihi

      Hapus
  8. Apakah warga malaysia memang suka dengan buah-buahan? Ini kampung pisang. Di upin-ipin, nama kampungnya kampung durian runtuh. *masih menjadi misteri*

    Porsi horrornya berapa persen, komedinya berapa persen mbak? Misal banyak horrornya, tak skip. Wkwkwk. *Cah jirihan*--Tapi pas baca review darimu, kayane kok lumayan lucu ya?

    Aku masih pengen nyari stok film komedi ini. Minim referensi. Film komedi yang lumayan memorable sih, masih Dumb and Dumberer menurutku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Loh kok aku baru tau ya desa di tempat upin ipin jenenge itu, padahal keponakanku n anak wesokku suka njinggleng liat upin ipin hahahah

      Porsi horrore ki ya 10 persen, liane komedi nu, asli kocak banget klo menurutku sih hahahha

      Tapi ya mandan serem pas hantune arep muncul
      Apalagi muncule bagian driji sikile sik hahahahha #skeriii

      Eh sik aku tak ngguyu bagian jirihan, ki bahasa pordjo kah, aku baru ngeh loh

      Film dumb n dumberer ki film lawas kan ya

      Hapus
  9. Oohh Film asal malaysia itu yaa Nit Gw kira Thailand. Dan waktu gw klik blog ente kirain Cerpen Horror..Haaahaaa!😂😂

    Gw belum pernah nonton sama sekali malah. Terlebih kalau Film dari negri melayu. Tapi kalau dari kisahnya cukup lucu juga yaa meski itu film Horror.😊😊

    Kalau dari artisnya juga kurang Familiar nih bagi gw. Tapi berkesan kaya film Indonesia juga sih kalau lihat cover gambar sama artikel yang ente riview Nit.😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti deh gw ulas yang film horror thailandnya, makanya pantengin terus blog ini
      Pantengin terussss #e la kok promosih deh gw wakakakka

      Lucu kok ini, bikin kepingkel pingkel

      Film indo kalau gw berkesannya yang main sekelas dian sastro hehehe,
      Artis pendatang baru masih belum ada minat huhu

      Hapus
    2. Duh jangan dong Thailand, serem amat soalnya hahaha.
      Etapi kayaknya saya pernah nonton horor Thailand yang konyol bin kocak sih, tapi lupa apa judulnya :)

      Hapus
    3. Kak Rey : aku coba tebak ya, kak rey nonton horror thailand yang 4bhia bukan, itu loh yang 1 film terdiri dari 4 cerita, salah satunya ada yang bagian kocaknya yaitu yang 4 orang bermalam di sebuah tenda di dalam hutan. Satu orang ternyata mati terus menghantui 3 orang temannya, sampai yang tidur di dalem tenda pada rebutan posisi, dan ogah tidur di posisi paling pinggir hahahha, e ga taunya ke 4-4 nya tewas juga karena sebelumnya pas naik arung jeram, boatnya keseret arus dan pada tenggelam..

      Hapus
  10. Huwaaaaa, jadi pengen nonton, tapi kok ya takut hiks :')

    Saya paling suka komedi-komedi gini, tapi juga bisa nggak berani ke kamar mandi nih kalau nontonnya sendirian.
    Bahkan baca ini saja udah merinding, atuh maahh hahaha.

    Meski lucu, tapi serem juga ya, apalagi kalau liat langsung, yang mukanya pucat lah, rambutnya gitu lah, duh ngapain saya baca ini subuh-subuh hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakak, aslinya memang ada part yang bikin merinding sih, cuma bisa aku katakan ketutup ama komedinya hahahhaha

      Tapi emang jujur aja hantu kak limahnya bikin terngiang ngiang terus

      Kak rey kalau pas nemu post aku yang horror baca siang berarti wkakaka, soalnya next aku mau nulis sinopsis horror lagi, apa drama dulu aja ya, aduh tetiba aku galau pas liat list film mau nonton yang mana dulu, heleeeeep wakakak

      Hapus
    2. Nulis horor saja, kalo drama mah ngga usah ditonton juga banyak dalam kehidupan nyata.

      contohnya mau ke kondangan, udah dandan lama biar cantik, mau berangkat tahu tahu hujan. Eh pas udah di dalam tempat kondangan lupa bawa amplop.

      Aku kudu gimana atuh.😰

      Hapus
    3. Wakakka pernah ngalamin berarti ya mas
      Hahhaha
      Klo kayak gitu jelas riweuh masa cuma numpang makan tok wakkaka

      Film drama aku uda ada listnya aduh beneran bingung mau nulis horror, thriller, drama, romance apa mystery hedew hahah

      Hapus
  11. Pengen ikutan nonton, Mbak niiiiiiit.. Biasanya nonton film horror komedi tuh punyanya Thailand. Kalau punya Malaysia cuma pernah nonton munafik doang. Dan itu pun horror nya yang serius. Gak ada komedi-komedinya.

    Oke deh. Hantu kak limah ini bakal masuk ke list film yang bakal aku tonton. Lumayan buat ngisi hari yang terus-terusan di rumah aja ini. 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. E aku juga uda ada list next nya mau review horror thailand mb roem ahahahahi
      Tapi mungkin campur antara pure horror atau campur komedi

      Siap siap terkaget2 ntar mba roem, jangan lupa tutupan slimut kalau kak limahnya datang xixiixix

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...