Selasa, 30 Juni 2020

Review Bedevilled (2010)



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Kategori usia : Dewasa

Sinopsis Bedevilled (Kim Bok-nam Salinsageonui Jeonmal) 2010

Hae Won, adalah tipikal wanita urban yang berpemikiran modern. Paras cantiknya itu tak menjadikannya cepat menikah di umurnya yang kini sudah menginjak kepala 3. Posisinya sebagai customer service di sebuah bank di pusat kota Seoul rupanya telah menyita perhatiannya. Belum lagi ia harus berhadapan dengan serangkaian kejadian menyebalkan yang akhir-akhir ini sering menimpanya. Cek-cok dengan pacar, berurusan dengan nasabah yang terancam gagal bayar setelah berhutang dengan alasan sudah menjadi janda tua yang tidak berpenghasilan, juga harus memenuhi panggilan polisi lantaran menjadi saksi sebuah kasus penganiayaan yang melibatkan sekelompok berandalan terhadap remaja putri hingga tewas. Untuk yang terakhir, karena merasa malas berurusan dengan polisi, Hae Won memilih bungkam saja sehingga menyebabkan kelompok berandalan tersebut bebas. Ayah sang korban tidak terima. Ia berteriak histeris ke arah Hae Won supaya mau berubah pikiran demi keadilan sang putri. Sayangnya Hae Won lepas tangan dan pergi begitu saja tanpa belas kasihan sedikitpun dalam hatinya. #sinopsis_&_review_film_GustyanitaPratiwi

Sinopsis Bedevilled (2010), sumber gambar : imdb

Judul :
Bedevilled (Kim Bok-nam Salinsageonui Jeonmal)
Sutradara : Jang Cheol-soo
Produser : Park Kyu-young
Penulis : Choi Kwang-young
Starring : Seo Young-hee, Ji Sung-won
Music : Kim Tae-seong
Cinematography: Kim Gi-tae
Editor : Kim Mi-joo
Distributor: Sponge ENT
Release : Mei 2010 (Cannes), 2 September 2010 (Korea Selatan)
Durasi : 115 menit
Negara: South Korea
Bahasa: Korean

Mampir sebentar ke apartemennya, Hae Won mendapati banyak sekali surat yang dialamatkan padanya. Tanpa sedikitpun membaca surat itu, iapun bergegas kembali ke kantor dan mendapati nasabah janda tuanya telah diambil alih oleh rekan kerjanya. Hae-won merasa kesal lantaran rekan kerjanya itu seolah mencari muka saja di hadapan manajer sehingga ia yang dituduh tidak becus dalam bekerja. 

Demi menenangkan diri dari segala hal yang membuatnya kesal, Hae Won kemudian pergi ke toilet barang sebentar. Tapi sialnya, pintu toiletnya malah dikunci oleh seseorang dengan menggunakan tongkat kain pel. Setelah bersusah payah memanjat dinding toilet yang bagian atasnya terbuka, ia pun langsung menuduh rekan kerjanya tadi yang melakukannya. Lalu tanpa ba bi bu lagi ia menamparnya di hadapan banyak orang. Seisi kantor pun gempar. Hae Won segera dipanggil oleh manajernya dan disuruh beristirahat sementara karena merasa karyawannya itu butuh piknik. 

Hae won akhirnya memutuskan untuk berlibur beberapa minggu di Pulau Moo Doo, sebuah pulau terpencil yang pernah ditinggalinya semasa kecil bersama kakeknya. Di sana ia juga punya sobat kecil bernama Kim Bok-nam, yang pasti saat ini sudah berumur sama dengannya yakni sekitar 30 tahun. 

Dengan menempuh perjalanan jauh menggunakan kapal, Hae-Won akhirnya tiba juga di pulau yang telah menghidupi warganya dari hasil pertanian kentang dan juga peternakan lebah madu. Memang sekilas memandang, pulau ini terasa sangat tenang. Suasananya sunyi sepi dengan pemandangan ladang kentang yang agak gersang tapi di pinggir-pinggirnya dikelilingi hutan yang bersisian dengan tebing laut. Rumah-rumah warganya pun masih bergaya tradisional khas Pulau Modo. Jumlah penghuninya memang tidak banyak. Bisa dihitung dengan jari karena hanya ada Bok-nam (sobat kecilnya dulu), Man-Jong (suami Bok-nam), mertua Bok-nam, 3 orang bibi tua dari pihak suami Bok-nam, Chul-Jong (adik ipar Bok-nam), Yeon-Hee (anak perempuan Bok-nam), kakek tua, dan seorang penarik kapal motor yang kadang datang-kadang pergi membawa penumpang atau mengantarkan warga yang hendak menjual hasil bumi ke kota. 

Namun demikian, Hae-won merasa perasaannya sedikit membaik lepas dari hingar bingar Kota Seoul. Apalagi Bok-nam menyambutnya dengan penuh kehangatan walaupun semula ia begitu pangling karena penampilan Bok-nam yang jauh panggang dari api dengan dirinya. Jika penampilannya putih mulus bak pualam, Bok-nam tidak demikian---meskipun sedari kecil sudah berkulit eksotik----tapi rasanya kini semakin awut-awutan saja. Rambutnya jarang disisir. Bajunya seperti kain rombeng, dan wajahnya yang semakin kusam laksana terpanggang sinar matahari Pulau Moo Doo setiap hari. Hal tersebut rupanya berhubungannya dengan kehidupan pilu Bok-nam yang selama ini diperlakukan bagaikan anjing atas dalih adat kebiasaan warga Moo Doo yang begitu mengagung-agungkan kaum pria dan menganggap perempuan harus berbakti tanpa tapi. Bahkan, yang bikin melongo adalah perempuan seperti Bok-nam seakan-akan sah-sah saja dipukuli sampai mati apabila melawan dan mencoba kabur. Edannya lagi adalah, semboyan ngehe yang selalu diulang-ulang mertuanya kurang lebih berbunyi seperti ini : "Di Pulau ini, lebih baik tidak tahu dan tidak usah mencampuri urusan orang lain." Kan ngehe banget ya. Masa atas dasar kata-kata itu, kaum perempuan seolah tidak ada harganya sama sekali. Memang, mertuanya ini dilihat dari mukanya saja sudah tidak enak, hari-harinya selalu membuat Bok-nam makan hati dengan kalimat-kalimatnya yang super pedas dan juga nylekit. Mana kalau sudah ngomong begitu pakai acara berkomplot segala lagi dengan bibi-bibinya yang seperti kompor meleduk. Pokoknya tidak ada yang peduli dengan Bok-nam seberapa besar ia mengabdi pada keluarga dan juga suami. Sungguh menyedihkan sekali ya jadi Bok-nam itu.

Bedevilled 2010, sumber : imdb
Bedevilled 2010, sumber gambar : asianwiki

Pulau Moo Doo dan orang-orang di dalamnya memang menyimpan banyak keganjilan. Satu-persatu mulai terungkap seperti pada suatu malam dimana Man Jong dan putri tirinya Yeon Hee sedang pergi memancing. Seorang pria tiba-tiba saja masuk ke kamar Bok-nam lalu menyetubuhinya dengan kasar. Dialah Chul Jong yang tak lain adalah adik Man Jong, ipar Bok-nam. Setelah itu, keesokan harinya, Bok-nam dengan perasaan seperti tidak terjadi apa-apa malah makan dengan lahapnya padahal di dalam kamar ia tahu bahwa Man Jong tengah asyik menyewa seorang pelacur dari kota untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Mertua Bok-nam bilang : "Kau masih bisa makan seperti babi, padahal suamimu sedang di dalam bersama pelacur." Memang kata-katanya terdengar makjleb sekali dan sebenarnya Bok-nam pun sudah menahan sakitnya ini sejak lama, tapi karena sudah terbiasa, jadi mungkin terlihat cuek saja. Hae Won yang tahu akan hal itu langsung heran kepada Bok-nam. Ia protes mengapa sikapnya bisa sepasrah itu diperlakukan seperti anjing. Bahkan tadinya Mi-Ran, pelacur yang disewa Man Jong pun merasa kasihan dan tak enak hati setelah dipukul Yeon Hee karena berbuat tidak senonoh di belakang ibunya. Mi Ran menyarankan supaya Bok Nam kabur saja bersama Yeon Hee ke Kota Seoul. Nanti, kalau sudah berhasil kabur, di sana mereka bisa bekerja di rumah makan atau apa kek yang penting lepas dari warga Moo Doo yang brengsek-brengsek itu. Ia lalu memberikan nomor telepon kepada Bok-nam siapa tahu sewaktu-waktu nomor tersebut dibutuhkan. Sayangnya Bok-nam belum berani kabur karena takut dibunuh suaminya.

Suatu hari, Bok-nam yang tengah menjemur pakaian tiba-tiba dikejutkan oleh keberadaan sebuah celana dalam milik putrinya Yeon Hee yang motifnya tidak seperti biasa tersimpan dalam lemari. Saat ditemui di dalam kamar, Yeon Hee--si gadis 10 tahun yang sebentar lagi beranjak remaja tampak memoleskan bedak di seluruh wajahnya walaupun tampak coreng-moreng juga mengecat kuku tangannya dengan gaya genit bin centil. Bok-nam bertanya dari mana celana dalam itu dan kenapa putrinya seakan-akan bertingkah layaknya orang dewasa. Dan ketika Yeon Hee menjawab supaya dicintai ayah, Bok-nam langsung murka. Bak tersambar geledeg di siang hari, ia merebut cat kuku itu dari tangan Yeon Hee. Pada saat itu lah Man Jong datang. Yeon Hee yang menangis langsung menghambur ke pelukan ayah tirinya itu dan disambut Man Jong dengan perlakuan yang tampak cukup intim. Bok-nam yang curiga Yeon Hee telah dinodai oleh Man Jong akhirnya ngamuk. Tapi kemudian ia kalah tenaga dari Man Jong, yang berakhir malah dipukuli balik. Ia sedih dan ingin minta tolong pada Hae Won supaya membawa keluar Yeon Hee dari pulau. Sayangnya Hae Won malah tidak percaya pada apa kata Bok-nam. Dari situ Bok-nam teringat pada tawaran Mi-Ran yang pernah mengajaknya kabur. Ia pun menelpon Mi Ran agar besok dijemput dengan menggunakan kapal.

Pagi-pagi buta, saat Man Jong tengah tertidur pulas, ia mengajak Yeon Hee bersiap-siap. Yeon Hee yang masih mengantuk protes karena bingung mau diajak kemana oleh ibunya. Setelah dijawab : "Kita mau kabur ke Seoul.", Yeon Hee keberatan karena ia sayang pada ayah tirinya. Tapi setelah menimbang-nimbang lagi, akhirnya ia mau diajak juga lantaran tidak ingin melihat ibunya dipukuli terus oleh ayah tirinya. Merekapun terus berjalan di tepi tebing tempat kapal Mi Ran akan ditambatkan. Celakanya, pengemudi kapal yang disewa Mi-Ran adalah kawan karib Man Jong. Jadilah rencana kabur tersebut gagal total. Bok-nam diseret Man Jong di sepanjang ladang kentang, Mi Ran yang meminta tolong agar Bok-nam diselamatkan malah diperkosa Chul-Jong. Yeon Hee yang melihat ibunya disiksa ayah tirinya segera mengambil tindakan. Digigitnya lutut ayah tirinya itu hingga sang ayah tiri murka dan tanpa sengaja menendang Yeon Hee hingga kepalanya terantuk batu dan tewas di tempat. Bok Nam yang melihat putrinya bersimbah darah histeris. Ia murka semurka-murkanya dan mendadak bertingkah seperti orang yang kurang waras. 

Seorang polisi dari daratan didatangkan dengan menyewa sebuah kapal. Tadinya sih disuruh memproses surat kematian Yeon Hee. Tapi polisi tersebut kemudian curiga dengan kondisi jenazah Yeon Hee. Untuk meminimalisir kecurigaan, Man Jong dan segala saksi seperti mertua Bok-nam, 3 bibi tua, kakek tua, dan nahkoda kapal kemudian bersekongkol untuk memutarbalikan fakta. Mereka mengatakan bahwa ini murni kecelakaan sebagai awal dari rencana kabur Bok-nam. Man Jong juga berbohong bahwa Yeon Hee tidak mau diajak Bok-nam pergi jadi ia lari menuju Man Jong dan terjatuh lalu terantuk batu. Tapi Bok-nam berulang-ulang bilang bahwa bajingan itu yang membunuh Yeon Hee (sambil melihat ke arah Man Jong). Polisi pun bingung mau percaya pada siapa. Bok-nam yang dikeroyok banyak orang ingin mencari 1 orang saja yang ada di pihaknya. Ia  pun sangat berharap pada kesaksian Hae Won. Sayangnya Hae Won malah pura-pura tidak tahu dan memilih mau pergi juga dari situ.

Kim Bok-nam, sumber : asianwiki
Bedevilled (2010) atau Kim Bok-nam Salinsageonui Jeonmal (2010), sumber : imdb

Sepeninggal putrinya, kelakuan Bok-nam makin seperti orang gila. Seharian ia membangun kuburan putrinya di halaman rumah. Sang suami dan mertua juga bibi-bibinya yang mulai empet dengan kelakuan Bok-nam akhirnya beraktivitas seperti biasanya lagi, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Bahkan mertua Bok-nam yang rese itu tetep menyuruh Bok-nam (yang masih dalam suasana duka) untuk mengambil hasil panen kentang sebelum hari hujan. Sebab kalau sudah hujan kentangnya akan cepat membusuk, jadi harus cepat-cepat diambil agar bisa dijual ke daratan. Dari situ, Bok-nam tetap mengerjakan apa yang diperintahkan untuknya. Hanya saja kali ini ekspresinya lain. Saat mertuanya pulang sebentar untuk memasak ikan dan disantap bersama pada saat jam istirahat, juga bibi-bibi tua serta kakeknya sedang ngaso-ngaso, Bok-nam tetap bekerja mencabuti kentang dari ujung ke ujung. Tanpa henti ia mengerjakannya padahal panas matahari kala itu lumayan menyengat. Ia sudah tidak peduli lagi dengan apapun. Seakan-akan kini perasaannya telah mati. Berdiri sambil menatap matahari, ia letakkan karung kentangnya dan pergi ke bangku tempat yang lain istirahat. Diteguknya 1 botol besar minuman sambil berkata pada bibi-bibinya yang tengah bernyanyi lagu daerah sambil menari..."Aku menatap matahari begitu lama, lalu ia bicara padaku....dia bilang kalau terus kupendam, aku akan sakit." Lalu tiba tiba ia mengambil parang dan crrrresss, creeeesss, ditebasnya leher bibi-bibinya itu tanpa ampun. Ladang kentang yang semula kering kerontang kini menjelma lautan darah yang akhirnya terguyur hujan. Bok-nam pun memburu yang lain dengan parangnya.

Review Bedevilled (2010)

Sebelumnya aku sudah memasukkannya ke dalam Rekomendasi Film Thriller Korea Terbaik pada postinganku yang telah lalu. Tapi karena dulu kuulas pendek saja dan dalam bentuk list, jadi rasanya aku kurang eksplore dari segi teknik maupun karakter-karakternya. Makanya melalui review ini, aku coba menuliskannya versi panjang karena memang setelah nonton film bagus aku selalu ngerasa : "Oke aku harus menuliskan kesanku di blog !" Berharap supaya yang pernah nonton film ini sepakat bahwa ceritanya bagus sehingga layak mendapatkan banyak award.

Film ini sebenernya film lama. 2010 berarti sudah 1 dekade yang lalu. Tapi aku nontonnya sih ga tahun itu juga. Melainkan kalau ga salah dari 5 tahun yang lalu lah waktu aku lagi getol-getolnya ketagihan genre thriller atau crime Korea. 

Dari sekian banyak thriller Korea yang pernah kutonton, Bedevilled (2010) adalah satu yang menurutku terbaik. Settingnya yang terkonsentrasi di sebuah pulau terpencil dengan kebiasaan warga lokalnya yang aneh-aneh menjadi magnet tersendiri untuk kupantengin sampai akhir. Padahal durasinya agak lama loh. 1 jam 55 menit. Memang alurnya agak slow, tapi menurutku ga masalah. Malah ketegangan yang dihadirkan secara bertahap dengan memunculkan pola-pola pemicunya satu-persatu (ga langsung sekaligus) ini lumayan ngefek ke psikologis. Kesan misteriusnya jadi dapat banget. 

Pengambilan tempat yang dijadikan scene per scenenya pun menurutku tampak nyeni ya. Bagaimana dia mengeksplore keindahan laut tanpa pasir pantai (alias dikelilingi tebing), kolam pemandian yang kelihatan segar di malam hari sampai kebayangnya tuh kayak kolam bidadari di dongeng Jaka Tarub, sudut-sudut rumah tradisionil ala Korea daerah pesisir yang begitu detail dengan kebiasannya misalnya makan bersama dengan meja kecil sambil lesehan di teras rumah, keberadaan guci-guci untuk menaruh bumbu dan makanan yang diawetkan, aktivitas bertani kentang dan beternak lebah yang tampak begitu hidup, dll. Apalagi setelah semuanya dirangkai dalam satu kesatuan dialog yang berkesinambungan, membungkus dari satu adegan dengan adegan lainnya yang kadang tuh membuat penonton sepertiku ikut teraduk-aduk perasaannya. Ya kadang ngerasa lucu, konyol, sedih, trenyuh, frustasi, curiga, takut, haru, jijik, kesal, ga bisa diungkapkan pake kata-kata, sampai marah yang udah di tingkat ubun-ubun layaknya sang tokoh utama Kim Bok-nam pada saat akan melancarkan aksi balas dendamnya. 

Ternyebelinnya itu sebenarnya jatuh pada karakter orang tua Man Jong alias mertua Bok-nam yang sinis (pokoknya ga dari wajah, ga dari perkataan, semuanya tampak nyebelin). Yang lainnya paling rombongan ahjuma atau heolmoni ya nyebutnya #soalnya sudah ubanan semua yang kalau ngomong tuh suka seenak jidat, mana keroyokan dan bagaikan kompor meleduk lagi dan menjadikan penonton ikutan gemes. Man Jong meskipun tampak sangat brengsek tapi tetep ada alasan masuk akal yang menjadikan ia begitu kesal setiap melihat Bok-nam (nanti di bagian akhir sebelum mati dia sebutin tuh alesannya). Sedangkan Chul Jong orangnya sangean banget, ga bisa liat wanita cantik dikit langsung sikat... hadeh. Tapi terbikin sakit atinya sih pasti aja Hae-won ya. Dimana orang yang sedari kecil sering dilindungi oleh Bok-nam, eh tapi pas masa-masa paling rapuh Bok-nam, doi malah seolah menutup mata. Jadi kayaknya kok tokoh antagonisnya kali ini serasa wajar banget jikalau akhirnya sampai bisa meledak seperti itu. Puncaknya yaitu pas adegan yang habis Bok-nam menebas leher bibi-bibi tuanya dan ladang kentang langsung berubah menjadi lautan darah setelah diguyur hujan yang menurutku tergambar dramatis banget.

Oh ya, sekilas mata memandang, kalau di sini, pemeran Bok-namnya kok mirip pedangdut cantik Dewi Persik ya. Lalu pemeran Hae Won juga agak-agak mirip Titi Rajo Bintang, jadi kadang di sepanjang film aku sampai ternganga-nganga saking ke-2-nya ini mirip artis kita, hehehe...

Pada akhirnya, Bok-nam adalah refleksi dari korban kesewenangan yang telah terstruktur dan mendarah daging dengan dalih adat dan kebiasaan. Tidak baik menjadi Bok-nam. Pribadi yang terlampau pasrah, sampai mau dihina-dina tanpa perlawanan. Sama saja dengan bom waktu yang bisa meledak sewaktu-waktu (Gustyanita Pratiwi).




34 komentar:

  1. Wah, sepertinya kalo mbak mbul, mbak Rey sama mbak Astria bikin blog sinopsis film bakal seru nih, soalnya semuanya hobi ngereview film terutama film Korea.

    Aku jujur jarang nonton film Korea mbak, pertama karena aku sukanya film barat, kedua film Indonesia, ketiga film Mandarin, keempat film Korea dan kelima film India. Setdah udah kayak Pancasila aja ya. Tenang saja, biarpun cuma yang keempat tapi aku sering nonton film Korea kok. Film Korea favoritku adalah tayo the little bus, robocar polly, Pororo dan larva.😂

    Ok sekarang pendapatku tentang film Bedevilled. Sebenarnya aku belum nonton jadinya kurang pas ngasih review. Tokoh utamanya ini Hae Won ya, bukannya bok nam yang patut dikasihani.

    Memang benar kadang adat istiadat bisa kejam seperti yang dialami oleh Bok Nam dimana wanita dianggap tidak berharga, untuk mengubahnya tentu tidak mudah.

    Hae Won sendiri biarpun kesannya tidak begitu peduli dan cari aman ya. Saat ada kesempatan polisi mencari siapa yang membunuh anak Bok Nam, disaat Bok Nam berharap padanya ia malah menghindar, sama seperti pada kasus di kota. Kesannya memang nyebelin dan bikin geregetan, tapi kalo di dunia nyata wajar saja sih. Takutnya ia malah ikut di bully penduduk pulau Moo Doo karena ia wanita.

    Oh ya, gimana endingnya, apakah Bok Nam akan membunuh semua orang di pulau Moo Doo termasuk Hae Won?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sungkem pak Sutradara ..😊🙏🙏

      Hapus
    2. Mas agus : sepertinya kalau kitah bakal bisa jadi trio pereview film dengan amat sangat niat dan antusias mas 😂😁😁


      Sebenernya ya mas, klo film dari manapun negaranya asal ceritanya oke aku juga suka, tapi kalau diurutin dari yang tersuka itu :
      Korsel : crime/hriller
      Thailand : horror
      Barat entah usa atau eropa : thriller, horror, drama ga gitu suka
      Asia (secara umum) : horror
      Indonesia : romance, komedi kalau indo aku ga gitu suka

      Wah kalau itu mah judul lagunya anakku mas 😂

      Tonton dong mas tonton, tu kang satria aja uda nonton hahhahahah

      Antara boknam dan haewon sih mas, tapi ya tinggal condong ke sisi antagonis atau protagonisnya
      Sebenernya boknam mau dikatain antagonis juga ga begitu antagonis, soal ya dia nyerang karena dijahatin duluan sih hahhaha

      Bener mas, kebetulan penggambaran kebiasaan pulau moodoo emang aneh gitu, kayak ada perilaku menyimpang yang dianggap biasa saja

      Ya kadang2 memang di situasi seperti hae won akan serba salah
      Mau ikut terlibat ntar panjang urusannya, ga mau jadi saksi juga sama ngejlebnya buat orang yang amat sangat membutuhkan keadilan itu yang dalam hal ini Bok nam hahhah



      Endingnya? Kasih tau ga ya?
      Tonton aja mas biar gregets hahahha

      Hapus
    3. Nah tuh kang satria tinggal jadi produsernya aja hahah

      Hapus
  2. Wah, saya suka nih film2 kayak gini. Bosen nonton romance, lebih seru nonton film thriller yang nggak cuma ngaduk emosi tapi juga membahas adat dan budaya. Bisa saya bayangin gimana sebelnya bok nam, gimana sakit hatinya dia karena putrinya mati tapi nggak ada seorang pun yang merasa bersalah. Endingnya ngeri sih, tapi cocok banget.

    Tapi tetep nggak boleh dicontoh karakter orang-orang dalam film ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayok mba astria, kutularin buat suka thriller crime juga, asli deh kalau kebanyakan thriller yang kujumpai di korea lebih manteb2 mba ceritanya

      Akting pemainnya juga natural banget lagi

      Bener jadi boknam udahlah mungkin ga akan ada yang kuat juga,

      Bener, yang penting moral of the storynya dapet ya hihi

      Hapus
  3. Wah..agak menarik cerita ni

    BalasHapus
  4. lumayan sadis dari cerita sinopsisnya, seolah-olah hukum di pulau moo doo gak berlaku, perempuan jadi korban karna adat yang sama sekali gak ada baiknya.. mungkin hal yang bisa di ambil dari hae won saat berlibur ke tempat masa kecilnya adalah peduli dengan orang lain, melihat teman masa kecilnya yang terlalu pasrah dengan hidupnya.. ini bisa juga jadi pembelajaran buat kita, untuk peduli juga demgan orang di sekitar :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan sadis lagi nif, tapi brutal hahahhaha
      Beneran kerasa 'gore' bener ni film

      Bener nif, dari kejadian ini sedikit banyak mempengaruhi beberapa watak hae won yang semula ga pedulian jadi rada pekaan dikit, apalagi yang menyangkut temen deketnya sendiri yang selama ini udah banyak melindunginya, hiks

      Hapus
  5. aku juga sama kok mirip DP ya tapi wajahnya agak bulat
    aku belum liat si tapi hae won apes banget bisa beruntun gitu
    mau liburan malah nemu pembunuhan
    jadi saksi polisi lagi
    gambar terakhir mengingatkanku pada buku palu arit di ladang tebu
    hiii merinding

    nanti aku coba liat si
    makasih reviewnya mbak nita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ancen mirip pol mas ikrom, coba aja kepoin, pasti ntar mas ikrom sepemikiran ma aku nek yang jadi boknam nirip depe hahahhahaha

      Wow kok aku jadi penasaran mas ama buku sing mbok kasi tau judule iki, takgugling sek ah

      Sami2 mas, mayan buat hiburan di tengah pandemi yekan

      Hapus
  6. hehe cantik bok nam, ga tau mirip apa engga sama DP. tapi ini bisa dijadiin referensi film mba haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aslinya cantik banget mas arena publik
      Kebetulan aja di situ memerankan gadis desa dengan kulit yang digambarkan eksotik terbakar matahari karena sering panasan di ladang kentang

      Hapus
  7. Haduuuuuuh, baca sinopsis dan review nya di sini aja sudah bisa bikin aku deg-degan, Mbak Nit. Jadi pengen nonton juga. Apalagi aku penasaran sama ending nya film ini. Aku juga kepo banget sama alasan kenapa Man Jong selalu kesal kalau lihat Bok Nam.🤔

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakaka, jadi teratjoeni bin penasaran ya mba roem hihihi
      Iya emberan, aku juga pas nganalisis tokoh suaminya boknam ini sebenernya ya pasti dia ada alasan lah ya kenapa dia bersikap kek gitu ke boknam, walaupun tokohnya ngeselin soalnya suka main kasar dan nempeleng huh 😂

      Hapus
  8. Aku LBH gemeeees dan penasaran Ama nasib Hae won. Kalo sial mulu hidup nya, ga heran Krn kelakuan begitu -_-.ntr aku mau cari filmnya nit.

    Thriller begini aku juga seneng banget, apalagi kalo Korea totalitas dah bikin film. Suka ga ketebak endingnya pula. Walo aku slalu berharap happy ending :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahha sama mba fan, aku geregetan liat akting hae won wkwkkw, tapi meranin cewe judes dapet banget dia

      Bener aku bilang korea kalau bikin film totalitas banget, pantasan ni film banyak menangin award hihi

      Hapus
  9. Gw jadi kaya baca cerpen padahal review film...Meski saya pribadi kurang suka nonton film, Terlebih film korea. Tetapi membaca review film Bedevilled yang boleh dikatakan cukup intrix bikin gw pengen nonton seperti apa lebih detailnya..😊😊

    Sama seperti film Pontianak yang belum lama luh Share Nit...Karena penasaran akhirnya gw tonton sampai selesai tuh Film.

    Naah untuk film Bedevilled sepertinya sama nih, Gw coba cari dan tonton. Lumayankan bisa buat inspirasi cerpen juga.😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sinopsisnya jadi berbeda dari yang lain kan kang 😂😁😁

      Iya aku mah klo bikin sinopsis lumayan puanjang hihi, maksudnya biar yang mau nyari sinopsisnya ini film terpuaskanpas nyocokin setelah nontonnya hahaha

      Haha, asyik ada yang penasaran, gimana gimana, setelah nonton ini adakah adegan yang bikin terkejoet xixixi

      Hapus
  10. Aku nebak alur kisah film ini banyak adegan rada ganjil dan menegangkan.
    Wah kalo nonton di bioskop bakalan seru nih ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mas him, andai diputer di bioskop, pastilah kerasa ngerinya, soalnya emang bener2 menegangkan 😁

      Hapus
  11. Wah genrenya thriller ya, kalau genre ini saya gak berani nonton sendiri soalnya seremnya sama kayak nonton film horor, ngomongin soal film korea saya suka banget nih sama settingan tempatnya jadi mempelajari budaya negara tersebut juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kudu ditemani ya mba iid, hihi
      Tapi aku klo nonton ginian senenge ndirian, soalnya adegan rada rada sesuatu banget yah ahahha

      Hapus
  12. Duhhhh deg-degan bacanya, mba 🙈 hahaha.

    Kebayang stresnya jadi Bok Nam, harus tinggal di wilayah yang nggak sehat, ditambah kehilangan anak semata wayangnya pun teman yang dianggap baik justru nggak peduli sama dia. Berat banget hidupnya 🤧

    Eniho, karakter Hae Won ini khas masyarakat Seoul banget yang notabene memang cenderung individual dan nggak mau ikut campur urusan orang even itu tujuannya kebaikan. Intinya mereka kebanyakan nggak mau meddling karena selain alasannya akan menghabiskan waktu dan tenaga mereka, in most case, ada banyak kasus yang tadinya mereka niat bantu jadi akhirnya mereka keseret-seret juga 😅 karena itu akhirnya banyak yang memilih untuk ignorant dan nggak peduli sekitar ~

    Ohya mba, review-nya bagussss banget. Saya dengan membacanya saja sudah bisa langsung membayangkan slide by slide ceritanya. Meski mungkin saya nggak akan berani menonton filmnya karena takut kepikiran 😂 ditunggu review lainnya mba ❤

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh gitu ya mbak Eno, jadi orang Korea ngga terlalu suka ikut campur urusan orang takut terseret-seret juga. Ada benarnya juga tapi kalo ada yang seperti Bok Nam jadi kasihan, ngga ada teman.

      Hapus
    2. Mba eno : bhahhaha, aku aja pas nonton pertama kali sampe beberapa part jadi serasa shyock wkwkkw

      Iya, boknam di sini digambarkan cukup menyedihkan, harga diri serasa uda ga ada lagi. Herannya kok ya dia asal usulnya kurang jelas dari mana, maksudnya kan suaminya banyak tu keluarganya, nah sedangkan boknam di pulau moodoo ini serasa kayak ga diketahui apa sebelumnya ada keluarganya atau ga, terus tau2 diperistri ama man jong yang kasarnya ampun dijeeee hiks

      Iya ya, ternyata prototype kebanyakan warga kota emang bgitu mba eno, karena males ribet dan takut klo terlanjur nyemplung urusan jadi panjang akhirnya pilih pura2 ga tau, padahal jelas2 tahu huhuhu, dilematis juga

      Ahsiyaaap, ntar aku review film romantis yang bikin berdebar2 selanjutnya mba eno hihi

      Hapus
    3. Mas agus : nah demikian mas, uda dijelaskan berdasarkan yang uda terjun di koreanya langsung dan mengamati ternyata memang kebanyakan warga motanya individualis kalau ada kasus2 semacam ini sudah barang tentu ada alasannya, hiks hiks walaupun yah jadinya terkesan ga ada rasa kasihan ya,huhu

      Hapus
  13. Mbul.. itu yang pegang arit si babi blangsak oink oink yah...(akutu ga bisa lupa sama si oink oink). Jelek yah kalau hitam begitu, bener bagusan pink.

    Terus terang ga demen nonton pelem horror, paling dulu ajah waktu pacaran agak seneng, soalnya pas takut biasanya si Yayang pegang tangan.. wkwkwkwkw.. kalo sekarang ga perlu pelem horor...

    Baca reviewnya ajah serem, apalagi kudu nonton... Mbul kamu bikin review kan supaya orang mau nonton, ini malah mengusir penonton kayaknya. Kamu bikin takut... :-D

    NB: si blangsak oink oink jangan dibuat versi gelap yah...ga lutu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Butaaaaaand paaaaaak ahahha
      Oink oinkmah mana beraji meranin jadi boknam, paling dia jadi aritnya aja #eh gimana gimana , ya walau mesti dipoles jadi arit item wkwkwk

      Modus itu mah si bapak ahhahaha, biar si ayang peluk pas adegan creepyhya yepan ahhahaa

      Hahhaha, itulah ciri khas sugembulwati pak, bikin review tapi khusus film yang lebanyakan serem2 huhu

      Ga versi gelap sih paling ntar dicat warna ijo atau orens hahahha

      Hapus
  14. mamambul, biasa nonton film korea yg thriller gini dimana?

    ketoke apik. tapi dari sinopsisnya dewasa bgt ya ratingnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Email mana email? Japrian mba naaaa ahahahahhahaha

      Apik tapi ancen ada beberapa adegan dewasane ga baen baen huahhah

      Hapus
  15. Duh Mbul, dirimu hahat!
    Saya udah baca dengan seksama dan hati-hati, sampai pertengahan kok ya menurut saya masih masuk akal meski adegan ketidak adilannya bikin saya pengen cabutin rambutnya orang-orang itu.

    Tapi kenapa kok ya baca juga yang adegan potong leher huhuhuhu.

    Saya nggak sanggup nonton film model gini, suerrr, kebawa-bawa mimpi dan pikiran.
    Dulu waktu si kecil masih bayi saya sering membayangkan anak-anak itu berdarah.

    Diriku memang agak trauma sama yang darah-darah, akibat masa kecil yang menyedihkan huhuhu.

    Bagus banget sebenarnya filmnya, cuman ketipu, ternyata lakon utamanya bukan si pembuka adegan hahaha.

    Kok ya jahat banget, katanya teman tapi nggak mau bantuin.
    Wajarlah si Bok Nam jadi gila :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakakkaka, sungkem kak rey 😂

      Ampunih akoooh, terlanjur suka antusias jadi kutulisnya mayan lengkap bin banyak spoiler wkwkw

      Iya kan, andai memposisikan jadi boknam rasanya kok ya wajar aja dia jadi beringas begitu, selama ini sakit atinya kependem lama. Begitu meledak duoooor bagai bokm atom deh, walaupun tetep ga boleh dilakukan juga hihi

      Wah maapkan kak rey, jadi pernah ada traumakah?

      Iya bener bingit, kupikir tadinya hae won, ternyata starnya itu si boknam hihihi

      Banget jahatnya, masa seorang boknam kok sukanya pada ngeroyok, huhuhu

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...