Rabu, 27 November 2019

Review Saung Serpong



"Saung Serpong, Seafood Kerangnya Mantaaab !"

Note : Postingan kulineran ini aslinya udah beberapa tahun lalu (2019 akhir), cuma waktu itu sempat kebakaran jadi takdraftkan lagi. Nah, karena ternyata restorannya udah dibangun lagi pasca kebakaran itu dengan konsep yang mirip dengan sebelumnya bahkan jauh lebih cakep lagi penataannya, maka aku putuskan untuk mempublish lagi reviewku ini dengan harapan supaya pembaca yang ingin makan di resto ini mendapat referensi menunya seperti apa dari tulisanku ini.

Pada suatu Kamis yang cerah itu, tumben sekali kami pergi ke bilangan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Di sana ngecekin kerjaan aja sih. Tapi makannya ya setelahnya.



Abis dari PIK, kami pengen makan di luar tol bandara aja. Sebab kalau makan di Jakarta keburu tambah kemalaman. Kan kesian kalau capek di jalan. Yawis dari situ kami pun otw sembari mampir ke tempat makan yang baru buka di arah-arah bandara.

Lepas dari exit tol bandara, tibalah kami di Jl. Marsekal Surya Darma No. 29, Tangerang. Di situ berdiri tempat makan yang bernama Saung Serpong. Sebenarnya beberapa tahun yang lalu pernah makan juga di lokasi ini. Cuma waktu itu memang beda rumah makan, yang kebetulan sekarang sudah berganti menjadi Saung Serpong. 








Tamas bilang sih beberapa kali udah pernah lewat sini, dan tergoda buat ngajakin aku makan dine in. Soalnya tempatnya romantis. Banyak lampu-lampunya. Ya aku sih nurut aja lah kalau diajakin makan enak. 

Restoran ini memiliki konsep semi indoor ya. Karena beberapa tempat memang didesain terbuka. Bangunannya masih baru dan kapasitas ruangannya cukup besar. Parkirannya luas sehingga sangat nyaman bagi para pengunjung yang datang dengan membawa kendaraan roda empat. 

Suasananya sendiri seperti yang aku bilang tadi cukup romantis. Hal tersebut ditandai dengan sistim pencahayaan yang disetel agak remang-remang. Dan di beberapa sudut yang lain juga dipajang lampu kelap-kelip yang menambah syahdu suasana. Apalagi kalau datangnya malam hari ya, sudah pasti lain ketimbang pas siang hari. 

Restoran ini juga sangat cocok untuk ajang nongkrong anak muda. Terbukti di beberapa tempat, banyak pasangan atau kumpulan anak muda yang cukup lama bercengkrama sambil ngemil-ngemil cantik. Sudah begitu, banyak pula spot kekinian dan pajangan instagramable yang cocok buat tipe-tipe pengunjung yang hobi foto kayak gw.

Bangkunya, ada yang bangku biasa, ada pula yang model lesehan. Bangku sofa juga ada. Plus kalau ga salah lihat ada pula ruangan ber-AC -nya, selain daripada itu terdapat pula area yang modelnya bilik-bilik. Sebenarnya bangunan resto ini terdiri dari 2 lantai sih. Lantai satu meja kursi biasa. Lantai dua, ada panggung musiknya juga yang berdekatan dengan bangku lesehan.

Waktu tiba di sana, kami langsung memilih lantai atas karena ingin duduk di bangku lesehan. Biasalah anak lanang udah jamnya bobok, jadi biar bisa nglekar alias leyeh-leyeh di bangku lesehan yang alhamdulilah ada alas duduknya. Jadi tinggal gelar 4 alas duduknya.

Karena bangunannya benar-benar masih baru, jadi pada waktu itu kami banyak mendapatkan info diskon. Terutama di menu-menu ikan ya. Jadi paling ga kami pesan satu menu berupa ikan, sementara yang lain bebas. Mayoritas seafood sih, yang which is kami juga suka. Pelayanannya juga kebetulan baik ya. Ramah dan cepat dalam hal melayani. Walaupun memang kalau dari segi harga, menurutku sih di atas rata-rata ya.

Pesanan kami sendiri waktu itu terdiri dari beberapa menu, diantaranya tim patin, udang goreng tepung, sop buntut, dan kerang saos padang. Minumannya es teh manis dan jus jambu. Pesanan dimasak cukup cepat dan semua dalam keadaan fresh.

Kunjungan Pertama

Tim Patin

Pertama, Tim Patinnya dulu deh. Dia disajikan dalam keadaan panas ya. Wadahnya saja ada bagian kompornya. Ikannya meskipun agak kecil tapi rasanya enak. Nggak ada amis sama sekali karena ketutup sama saus yang disiramkan di atasnya yang dominan rempah dan rasa jahe. Toppingnya juga ada jamur dan medenya. Kuahnya seger banget. Cocok dimakan saat hari hujan atau cuaca sedang dingin.

Udang Goreng Tepung

Kedua, udang goreng tepung. Seporsi hanya dapat beberapa potong saja. Tapi daging udangnya gemuk-gemuk. Rasanya juga enak banget. Dia dibalut dengan tepung yang sangat crunchy yang di atasnya ditabur irisan bawang bombay.  

Sop Buntut

Sop buntutnya juga seger banget walau kuahnya sangat medok rempah-rempah. Kayak berasa herbal ga sih, tapi asli seger banget. Daging yang melekat di tulang buntutnya juga lumayan berlimpah. Rasanya kenyal dan empuk. Pas dipadukan dengan kuahnya yang sangat menyegarkan tenggorokan.















Kerang Saos Padang

Terakhir, kerang saos padang yang menurutku jadi juaranya. Cangkang kerangnya emang masih nempel sama dagingnya (mungkin untuk estetika di piring biar keliatan cantik), tapi overall rasanya nyummy !!! Ya walaupun rada PR juga sih misahin antara daging dengan cangkangnya. Tapi exactly tekstur dagingnya kenyal-kenyal enak. Bumbu saos padangnya meresap sampai ke dalam-dalam. Pedas, manis, asam, bercampur jadi satu kesatuan yang bikin sepiringnya mendadak ludes dalam itungan menit. Pokoknya aku bilang sih, dari seluruh menu, ini yang jadi gongnya. Alias paling enak daripada yang lain. 

Nah, selain menu utama, di sini juga disediakan 5 jenis sambal. Mulai dari sambal terasi, sambal mangga muda, sambal cabe ijo, sambal tomat, dan sambal kecap. Sambalnya ini gratis, dan kalau kurang bisa refill kapan pun kita mau karena di area depan sudah tersedia wadah sambalnya. 




Kunjungan Kedua

Tumis Buncis Bawang Putih

Yang ini pakenya baby buncis yang kayak biasa aku maem pas sowan Sangrila Resto. Buncisnya dibiarkan panjang tapi langsing-langsing. Lalu di atasnya disiram bawang putih cincang yang bikin jadi harum aromanya. Rasa buncisnya kranci dan gurih banget. Kuahnya agak kental sih. Tapi enak.

Tempe Mendoan

Tempe mendoan anget seporsi ada 5 slice. Tepungnya digoreng basah. Udah sama ceplusan lombok rawitnya. Dimaem anget-anget mantab!!

Kerang Hijau Saus Padang

Kerang Hijau Saus Padang again. Tapi emang di sini kerang hijau saus padangnya juara sih. Makanya favoritku ya ini. Kuahnya pedes manis gurihnya pas. Disruput dari cangkangnya sambil ngunyah daging kerangnya yang chewy itu mantaaab banget hehehe.

Asem-asem Gabus

Ini porsiannya gede banget. Pakenya wadah bambu memanjang. Ikannya gabus. Dan ada sayurannya juga kayak kemangi, tomat ijo, dll. Menurutku sih kuahnya mirip-mirip tomyum. Dan rasanya seger banget. Karena kebanyakan akhirnya ga abis dan minta bungkusin buat dibawa pulang hehehe.

Udang Goreng Mayones

Ini udangnya ndut-ndut banget. Digorengnya krancy golden brown. Dan sepiring lumayan banyak juga. Di atasnya dikasis saus mayones. Begitu digigit alamak menul-menul pisan udangnya.



























Secara keseluruhan, menyenangkan juga pengalaman makan di Saung Serpong. Selain karena waktu itu masih baru sehingga banyak sekali promo, tempatnya juga nyaman buat nongkrong, terutama buat makan-makan besar ataupun tempat nongkrong anak muda (Gustyanita Pratiwi). 

"Saung Serpong"
Jl. Marsekal Surya Darma No. 29
Kel. Karangsari, Kec. Neglasari, Tangerang
Telp. 0121 5578 5766/67



10 komentar:

  1. Sop buntut dan udang goreng, wah itu kesukaan saya banget
    kalau ada rezeki, saya ingin kesana ah. Ngajak keluarga besar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perpaduan yang sangat hauceuk mas, pokoknya cucok buat makan keluarga

      Hapus
  2. Sama saya juga mba kalau udah ada anak maunya duduk dibagian lesehan biar anak enak tidurnya, terus bisa makan santai dengan menu2 yg enak kayak patin dan kerang hijau, duh maknyus kayaknya tuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mb klo uda ada bocil rasanya bangku lesehan paling nyaman buat duduk

      Yup kerang hijaunya paling wuenak mb ^_________^

      Hapus
  3. Menurut saya menu yang bikin ngiler yaitu Kerang Ijoannya. Doyan bangetlah. Walau sempet di Cirebon ada beberapa kasus keracunan gara-gara makan masakan Kerang Ijoan yang diolahnya kurang bagus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya din, kerang saos padangnya manteb banget, dan aman tentu aja hueheh

      Hapus
  4. Saya paling suka liat interiornya yang elegan. Yang selalu kepikiran adalah ketika ngajak kolega ini repsentatif banget.

    Nah sama juga nih, sekarang karna pny baby suka nyari yang ada lesehannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener bang bisa buat tempat meeting juga yang berakhir dg makan siang tentu aja

      Hapus
  5. Lihatnya jadi ngiler nih mbak, aneka sambalnya menggoda selera sekali cuma lalapannya kurang banyak kalau utk saya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa seafood ada lalapnya mas, akakakkaka, mungkin klo lauknya ayam atau ikan goreng boleh lah kalau ada lalapnya

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^