Senin, 15 Juni 2020

Review New World (2013)



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Sebagai pelahap film genre crime / action / thriller asal Negeri Ginseng, begitu disuguhi New World (2013), aku langsung pengen teriak : "Bedebah ! Ini sih kakap semua lakonnya !" Ga yang jahat, ga yang baik, ada pula yang abu-abu. Gimana ga kakap semua, sebut saja ada Choi Min-sik (The Oldboy, I Saw The Devil, Heart Blackened, Taegukgi, The Admiral : Roarring The Currents), Hwang Jung Min (yang jadi dukun di the Wailing, Veteran, Violent Prosecutor,  The Unjust, The Spy Gone North, a Bittersweet Life, Private Eye), Lee Jung-jae (The Housemaid, Assatination, Chief of Staff, Svaha : the Sixth Finger), Park Sun Wong (banyak jadi polisi dan penjahat di film thriller Korea), Jan Gwang (antagonisnya di Silenced, Masquerade, the Negotiation), Lee Geung Young (The Terror Live, a Company Man, Whistle Blower, The Berlin File, The Merciles), dll. #Review_ Gustyanita_Pratiwi

Sinopsis dan review New World (2013), source pict : imdb

Judul film : New World
Tanggal Rilis : 21 Februari 2013
Sutradara : Park Hoon-jung
Genre : Crime, action
Penulis : Park Hoon-jung
Produser : Han Jae-duk, Kim Hyun-Wo
Musik : Jo Yeong-wook
Sinematografi : Chung Chung hon, Yu Eok
Penyunting : Moon Se-kyung
Distributor : New Entertainment World Finecut (International)
Asal negara : Korea Selatan
Pemain : Lee Jung-jae (Lee Ja-sung), Choi Min-sik (Kepala Polisi Kang Hung-chul), Hwang Jung-min (Jung Chung), Park Sung-woong (Lee Jang-gu), Choi Iil-hwa (Jang So-ki), Song Ji-hyo (Shin Woo), Jang Gwang (Director Yang), Kwon Tae-won (Director Park), Jo Jin-moo (Direktur Ko), Lee Geung Young (Seok Dong-cheol)
Durasi : 134 menit

FYI, dari sekian banyak film Korea yang beredar di pasaran, aku memang lebih hafal sama ahjussi-ahjussi yang bertampang garang ketimbang oppa-oppa cute yang biasa didapuk dalam drama. Pasalnya ahjussi-ahjussi tersebut sering betul memerankan tokoh gangster, penjahat, psikopat atau kriminil lainnya, juga detektif atau polisi. Jadi lumayan surpraise juga begitu melihat trailernya eh la kok banjir bintang dari film-film thriller bagus sebelumnya.

Film ini bercerita tentang sebuah pilihan dimana opsi yang dilemparkan mengarah ke dua sisi, apakah Lu akan bertahan di sarang penjahat, ataukah Lu akan mengorek sarang penjahat tersebut dan tetap berpihak pada yang benar sebagai (yang katanya) penumpas kejahatannya. Walaupun, bungkus Lu harus didandanin dulu sebagai penjahatnya. Ya, film ini lebih menekankan pada gambaran polisi yang dipasrahi tugas dalam sebuah operasi rahasia untuk membongkar sindikat kriminal paling tak tersentuh hukum di Korea Selatan bernama Goldmoon. Diawali dengan Seok Dong-chool (Ketua Goldmoon) yang sebenarnya sedang diintai polisi karena kasus korupsi dan tiba-tiba saja harus mati dalam sebuah kecelakaan tragis di jalan raya. Hal ini masih menyisakan misteri karena kecelakaan tersebut belum jelas kebenarannya apakah benar-benar murni sebuah kecelakaan ataukah ada konspirasi di balik itu semua ?

Pak Tua Seok yang malang akhirnya meninggal dunia dan setelahnya menimbulkan gonjang-ganjing di tubuh Goldmoon. Tampuk kekuasaannya yang kosong harus segera diisi supaya bisnis tetap berjalan. Calon penggantinya ada 3 orang. Dua yang terkuat, 1 tampak sebagai formalitas saja. Yang pertama Jung Chung. Biar kata begajulan dan kadang terlihat norak begini, dia adalah orang yang cukup berpengaruh. Goldmoon sendiri adalah gabungan dari beberapa sindikat kriminal raksasa yang didominasi oleh klan Jaebum. Nah, Jung Chung adalah eks bossnya klan Northmoon (keturunan China) yang pada saat di Goldmoon lebih banyak beroperasi di China. Yang kedua adalah Lee Joong Gu yang tadinya merupakan mantan kepala klan Jaebum dan sekarang menjadi Managing Directornya Goldmoon. Lee Joong Gu ini tidak pernah akur dengan Jung Chung. Ya, semacam Cat and dog saja dalam kartun Catdog. Biarpun sama-sama berasal dari satu persaudaraan tapi tiada hari tanpa nyek-nyekan alias saling olok. Yang terakhir, masih ada Jang Su Ki yang aslinya adalah pewaris, tapi karena klan Jeil yang dikuasai sebelumnya sudah dibubarkan, maka posisinya di Goldmoon hanya sebatas formalitas saja. 

Tapi, meskipun ke-3 calon yang digadang-gadang tadi lumayan kuat (seandainya proses pemilihannya tidak ada yang merecoki), ternyata masih ada satu cadangan lagi yang merupakan tangan kanan Jung Chung dan aslinya merupakan polisi yang menyamar selama 8 tahun untuk mendapatkan informasi penting dalam sindikat. Dialah Lee Ja-sung yang sudah dianggap saudara sendiri oleh Bossnya, Jung Chung. Bahkan karena sudah saking akrabnya, keduanya pun saling memanggil dengan sebutan 'Bro'. Lee Ja-sung, sebenarnya dipekerjakan oleh Kepala Polisi Kang Hyung-cul yang memimpin operasi rahasia ini atas persetujuan Komisioner Ko. Tapi dalam perjalanannya, Ja Sung galau, apakah dia akan berpindah haluan karena sudah semakin dianggap sedulur oleh Boss Gangsternya, ataukah tetap pada pengabdiannya pada negara biarpun hidupnya selalu dibayang-bayangi oleh ketakutan karena siapa nyana yang ketahuan berkhianat pada Goldmoon beserta klan akan bernasib sama seperti orang-orang yang disiksa Bossnya. Ntah dipukuli, dipalu, disemen hidup-hidup, bahkan dimasukkan ke dalam drum untuk kemudian ditenggelamkan ke dasar lautan. Atau model-model penghilangan nyawa yang lain lagi. Kejam sekali bukan ?

New Word, dunia baru untuk sebuah kepemimpinan gangster. Apakah setelahnya akan sama kuatnya dengan kepemimpinan Boss terdahulu, ataukah mulai bisa dikendalikan oleh polisi dan jajarannya. Pada akhirnya banyak sekali nilai yang dapat diambil dari film ini. Ya persaudaraan, profesionalisme, kepemimpinan, pengkhianatan, kepercayaan, dll. Strategi 'adu domba' yang dijadikan kendaraan oleh Kepala Polisi Kang untuk memporak-porandakan rasa persaudaraan sesama klan dalam lingkup keluarga Goldmoon sukses. Tapi sisi melankoli Ja Sung kepada Bossnya yang sudah mengganggap seperti saudara sendiri jauh lebih kompleks dan menyakitkan ketimbang perasaan-perasaan lainnya. Apakah akan mengantarkannya pada sebuah penghianatan ataukah tetap pada sikap profesionalismenya sebagai polisi. 

Setelah kematian Ketua Gangster Goldmoon, terjadi gonjang-ganjing, kursi kepemimpinan akan jatuh ke tangan siapa? Source pict : imdb
Gw ngerasa orang yang pake jas putih ini lebih menarique ketimbang protagonisnya hahhaha, source pict : imbd

Memang bisa dibilang aku pingin teriak : "Kampreeeeeeet, keren banget ini film." Eheum, tapi kuurungkan sejenak biar ga kelihatan noraknya. Emangnya aku norak seperti Jung Chung, hahah.., tapi biar kata Jung Chung norak dan sering beli barang KW, tapi di sini yang aktingnya paling totalitas adalah dia. Penghayatannya menjadi sosok yang nyentrik, doyan guyon (walaupun guyonannya sarkas), dan kadang berpenampilan norak tapi begitu balik jadi gangster ya sangar kejemnya. Ketimbang akting Kepala Polisi Kang yang mau dibilang keren kok ya menurutku nggak pantes. Malah jatohnya nyebelin, haha (seenggaknya menurutku). Soalnya terlampau kayak disetting ala-ala detectif cool yang sayangnya gagal, haha. Terlalu slow pas partnya dia jadi sedikit agak boring kecuali pas dia dapat oleh-oleh kue bulan berisi duit yang merupakan sogokan dari Jung Chung (Spoiler allert !). Sama halnya kayak bagiannya Ja Sung. Lumayan banyak galaunya juga ni orang, bhaha. Tapi begitu ngarah ke Jung Chung atau ketua klan lainnya, film labuh keren lagi. Tempo jadi cepet (seiring banyaknya backsound music yang kedengerannya seperti 'dung dung dung'--like genderang atau drum dan semacamnya itu, you name it laaah,  yang bikin suasana film tambah tegang aja). 

Sebenernya ada satu bagian terbaik dari partnya Ja Sung sih, tapi pas didukung partnya Jung Chung juga. Yaitu pas dia dipanggil ke pabrik Incheon karena katanya Jung Chung mau nunjukin berkas yang dia dapat dari hasil kerja peretas terbaik China yang doi pilih selama kunjungan kerja di Sanghai bahwa ada beberapa penyusup polisi yang selama ini menyamar di sisinya. Jadi pas bagian ini aku ngerasa itu bagian klimaksnya. Gimana ga klimaks kalau di situ ga ditampilin mimik muka Ja Sung yang biasanya judes, jutek dan sok dingin tetiba jadi gemeteran parah dan penuh keringet dingin. Takut ketahuan sama Bronya dia. Tapi, terepiknya adalah pas kemunculan orang-orang Yanbian yang biasa Boss Jung Chung menyebutnya sebagai 'Gembel Yanbian'. Yang ini sih kerasa banget punchline partnya karena dengan menghadirkan karakter pembunuh bayaran dengan tampilan culun, tapi kok ya bisa hanya dengan bekel pisau--begitu beraksi..... beeeegh, bat-bet-bat-bet, sungguh bangkeee sekali sadisnya. Aku sendiri paling antusias pas kemunculan si orang-orang Yanbian ini, rasanya otak tu jadi kepo... lebih ke pengen tahu latar belakangnya mereka pas di negara asalnya kayak gimana, haha... tapi ya begitulah. Pada akhirnya, New World yang sudah aku tonton sebanyak 3 kali ini (yang terakhir ini untuk menguatkanku sebelum mereviewnya di blog), adalah satu film action crime Korea yang bagus setelah  The Man from Nowhere, The Yellow Sea, Mother, Pieta, Memories of Murder, Bedevilled, dan I Saw The Devil. (Review Gustyanita Pratiwi)

26 komentar:

  1. Wwgwgw, saya taunyaaaaa new worldnya yang di one piece :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahaha kalau onepiece tanya pak suamiku feb, doi lebih ahli soal One Piece hahahahha

      Hapus
    2. film terbaru one piece stampade udah nonton belom, keren banget ituuu :D

      Hapus
    3. Seumur-umur aku pernah nonton onepiece di bioskop gegara ajakan pak su, kataku ngapain nonton one piece sampe di bioskop segala, biasanya cuma streaming di yutub..,emh tapi ternyata setelah kubuktikan sendiri bagus juga ahhahaha, ada sensasi tersendirinya......itu loh yang judule one piece gold movie ada baccaratnya yang seksoy ahahhaha, etdah ini ngapa bahas one piece...oot woy oot hahhahaha,
      Ntar deh next time sapa tau aku mau review one piece juga, tapi biasanya kudu by editing ama pak su, soalnya beliau yang lebih khatam kalau urusan one piece hahahhahahahha

      Hapus
    4. Pertama Tama baca judulnya malah aku kira mbak mbul mau bahas new normal dari Corona.🤣

      Eh ternyata new World film Korea.😄

      Hapus
    5. Bhahahha iya juga ya, baru ngeh juga aku, bayangkan aja new world agak agak mirip ama istilah yang sekarang ini sedang banyak dibicarakan dan trending topik yaitu new normal, cuma aku tuh kalau mau bahas tema berat macam new normal dsb ga sanggup mas, ga punya pengetahuan luas ntar malah salah lagi, mendingan aku bahas film aja hihihi

      Hapus
  2. Boleh nih buat tontonan akhir pekan sama istri. Nanti deh coba cari streamingnya. Semoga dapat.

    Thanks reviewnya Mbak Gustya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahsyiiiaaaap, sama sama mas cipu, semoga kalau jadi nonton balik lagi ke review ini buat mencocokkan ama sinopsisnya, kira kira aku uda pas belum kasi nilai ni film hihihi

      Hapus
  3. Wuih review-nya mantap mba :D jadi berasa sudah ikut menonton juga padahal saya nggak pernah menonton New World sebelumnya hehehehehe. Memang ajuhssi yang mba list nama-namanya itu terkenal banget akting as gangsternya >,<

    Eniho pada tahun yang sama (2013) ada film terkenal juga dari Korea yang sempat saya tonton dan cukup suka, apa mba pernah menonton juga? Yang judulnya Snowpiercer. Penasaran review mba Nita bagaimana :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba eno suka genre action crime korsel ga? Akutuh paliiiiing sering nonton korea justru bukan drakornya, tapi crime alias thriller hahah, biasa mba cerita polisi dan segala jenis penjahatnya lebih bikin adrenalin naik turun, jadi seru...apalagi tampang ahjusssi ahjussinya biarpun uda mateng etdah mateng, tapi beberapa ada yang hensem juga hahahhahahahhahah

      Snowpiercer, aku belom nonton mba, coba deh aku pengen tahu ntar aku kepoin dulu hihihi

      Hapus
  4. Bedebah, kampret ... Lalu kata apa lagi yang bakalan muncul sepanjang nonton film ini , wwkkk ...😅
    Gaul pisan iiikh kak Embul sekarang 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bhahhaha sebenernya uda dari dulu gaya ngeblogku kayak gitu kok mas him hahahha, mungkin karena mas him main ke blog si gembul baru sekarang sekarang aja jadi baru tau istilah2 gawlnya sekarang bhahahhahaha

      Hapus
  5. film action ya, kayaknya oke juga nih, secara gw kan suka banget dengan film gendre fantasy, loh loh loh :D... okelah nanti gw coba cari film ini di tempat download film gratis langganan gw haha, siapa tau ada, lumayun buat nemenin begadang tar malem hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah loh nah loh, kok fantasi nif, >_____<

      Fantasi klo di film korea yang sering gw tonton biasanya karena ada masalah kejiwaan gitu nif jadinya sering berhalusinasi alias berfantasi ahhahahah

      Hapus
    2. kalo gw sih film fantasi yang kayak peri gitu mbak, pokoknya film yang ngayak keajaiban yang gak ada di dunia nyata ini, kayak film robot transformer fitu kan termasuk gantasi :D

      Hapus
    3. Kayak malfiecent, tinker bell, the lord of the ring, dll ya nif...eh aku juga suka sih hihihi

      Hapus
  6. Aku jarang nonton film Korea jadinya kurang tahu bintang film yang terkenal siapa saja, yang aku tahu paling Choi Min-Sik yang main di film Lucy 2014 bareng Scarlett Johansson dan Morgan Freeman. Bintang Korea lain yang aku kenal yaitu Lee Byung Hun yang main di Terminator Genesis.

    Choi Min-Sik kok jadi kepala polisi, sepertinya lihat tampangnya lebih cocok jadi gengster yang kejam menurutku. Hwang Jung-Min sebagai Jung Chung calon pemimpin Goldmoon aku kurang tahu apakah sama sangarnya dengan Choi Min-Sik di film Lucy.

    Kalo melihat jalan ceritanya mirip film Hongkong Internal Affair tahun 2002 walaupun beda. Miripnya yaitu karakter Lee Ja-sung anggota polisi yang menyamar sebagai gangster, mirip karakter Yan yang diperankan Satriamwb eh Tony Leung maksudnya.😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Horrrrraaaay ada yang tau pemainnya, seenggaknya gw jadi semangat kalau mau ngreview film nih kalau ada yang tau film2 beserta background pemainnya, hihihi

      O iyakah doi pernah duet maut sama Mbak Scarlett Johansson :D, kayaknya aku musti nonton nih, secara lawan mainnya sekelas mba Scarlett Jo yang syantik dan fenomenal ituh, tapi kalau actress cewe barat aku sebenernya lebih suka keira knigthley ame liv tyler mas hahhaha

      Wah wah wah pengetahuan mas agus luas juga, keren hihi
      Akuuuu tau banget itu lee byung hun, deseu kan termasuk aktor korea yang uda banyak kepake di level action internesyenel kan. Aku taunya film lee byung hun yang lain baru a bittersweet life, masquerade yang doi nyamar jadi raja, single reader, dll. Eh tapi masih banyak lagi sih film dia termasuk yang uda disebutin ama mas agus 😁😀😀😀😀

      Mas tau ga, di sini Choi min siknya sih menurutku sok iyek alias sok yes, jadi bikin geregetan, lah malah aku lebih seneng yang jadi gangsternya dong pas main di film ini #ealaaaah hahahhaha

      Hapus
    2. Menurutku sih bagus juga film Lucy. Jadi Scarlett Johansson itu jadi tokoh namanya lucy, dia punya pacar yang punya hubungan sama gangster narkoba yang dipimpin oleh Choi Min-Sik.

      Nah, Choi Min-Sik itu kejam banget jadi gangster, Lucy diminta mengantarkan narkoba jenis baru, tapi menolak. Akhirnya Lucy dipukul dan pingsan, begitu bangun dia merasa sakit diperutnya dan ternyata perutnya dibedah lalu narkobanya dimasukkan dalam perut lalu dijahit lagi.😱

      Choi Min-Sik menurutku total sih mainnya jadi gangster, mukanya juga cocok, cuma melirik anak buahnya langsung ciut nyalinya.😂

      Hapus
    3. Isssh kok aku jadi senapsaran eh penasaran ama filmnya Choi min sik fear scarjo yang ini yaaak, sepertinya menarique dilihat dari penjabaran cerita mas agus, wokeeey besok aku coba lihat trailernya dulu

      Iyaaak, choi min sik sejak di oldboy ama i saw the devil langsung kelihatan kejemnya (pas akting). Kayaknya debutnya dia abis di the oldboy deh, duh sotoy deh gw hihi :D

      Hapus
  7. Akoohh tak mauu nonton pokoknya yang gangster begini mah bikin saya nggak bisa tidur, biasanya serem-serem sadisnya.

    Saya paling benci nonton thrillernya asia, mending barat yang main tembak-tembakan, meski sekarang kebanyakan tembakpun serem abis, sampai badannya hancur gitu.

    Kalau asia sereemm, main benda tajam, sama kayak Indonesia main parang, ampun dehhhh bisa sawanan 7 hari 7 malam saya nantinya :D

    Dirimu memang mamak imoet yang seleranya luar biasa Mbul, jarang ada cewek yang wajahnya mutimut, ternyata penggemar film thriller hiii hahahaha

    Btw kalian bahas Choi min sik itu sopo sih? saya taunya oppa Korea ya si Gong Yoo yang gantengnya melekat di pikiran itu hahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahahahha, aku tau aku tau, kak rey movie korea favoritnya yang genre drama kayak kim ji young dan another child, memang aku kadang kagum, film korea tuh kalau ngegarap skenario niat banget, bahkan yang temanya dramapun bisa bikin yang nonton larut, beberapa kali aku juga nonton fenre dramanya dan kuakui film korea itu banyak yang bagus.. karakterisasinya juga ga keliatan dibuat2, ga yang uda malang melintang ga yang pendatang baru. Kayaknya emang castingnya agak ketat kali ya, biar film2nya bisa beneran oke...

      Iya bener pol, thriller asia, khususnya asia timur, asia tenggara jarang aku nemu soalnya, itu bunuh-bunuhannya lebih brutal
      Dilihatin bagian berdarah2nya juga jelas beud lagi, klo barat karena pake pistol jadi ga terlalu kentara

      Etdah kalau disanjung begitu ntar aku terbang kak rey hahahhahaha

      Choi min sik itu sebenernya mukanya uda sepuh kak rey, tapi kalau akting doi sangar...

      Eh tau ga sih gong yoo yang idolahnya kak rey dan imuts2 ini juga ada peranin film thriller loh, diantaranya selain train to busan juga silenced ama the suspect :D

      Hapus
  8. Temanya menarik. Saya masukin list dulu. Sempat nonton film gangster juga beberapa minggu yang lalu, Goodfellas karya Martin Scorsese. Saya tidak ragu, kalau tema mafia/gangster, ditangan opa Scorsese. Tapi New World cukup menarik, jadi ingin lihat bagaimana Korea mengeksekusi film gangster.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah aku jadi penasaran dengan film yang kamu rekomendasiin nih, coba deh ntar aku kepoin :D

      Beliau dari negara latin kah? #buru-buru kugoogling bentar

      Hapus
  9. Sama nih fans ahjussi garang juga. Suka banget trio lee jung jae, choi min sik, hwang jung min. Apalagi jung min ngeselin petakilan gitu di film ini haha.

    Paling suka film gangster bikinan Asia, soalnya lebih relate, sering denger cerita2 dari preman terminal (dan Pemuda Pancasila), dan emang kenyataannya sebelas duabelas lah sama film.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeah toast rif !
      Yoih ga tau kenapa aku klo film thriller lebih suka asia punya, lebih greget gitu

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^