Rabu, 02 Desember 2020

Cerbung : Gadis Kecil yang Sedang Belajar Jatuh Cinta (Part 2)



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Genre : Romantis

Note : hanya bersifat fiktif belaka sembari untuk latihan menulis dan bersenang-senang

Gadis berpipi chubby, pemilik bola mata hitam dengan rambut kuncir kuda yang bergoyang-goyang seirama dengan gerakan bahunya itu lalu duduk bersisihan dengan Khanif, menyortir puluhan kubis yang bagus dan yang tidak. Sesekali badannya menggeliat sedikit karena menemukan beberapa ulat sayur yang ngumpet dari balik helai-helai kubis yang bolong-bolong. Cukup menguras energi tapi lumayan jika dikerjakan berdua. Pekerjaan jadi cepat selesai. Sampai akhirnya, Abangnya Satria melongokkan wajahnya karena ingin memberitahukan sesuatu.

"Mbul? HP luh dibalikin sama seseorang nih."






Gadis itupun terkejut. Nafasnya tercekat dan matanya membulat, mempertegas tampangnya yang bagaikan tokoh kartun Masha and the Bear dalam satu kali tarikan nafas.

Sebelumnya, memang HP gadis kecil itu hilang saat ia baru saja keluar dari halte bus tua sesaat setelah berteduh karena hujan (Cerita selengkapnya bisa dibaca di : Gadis Kecil yang sedang Belajar Jatuh Cinta Part 1).

"Hah? HP aku ketemu? Siapa yang balikin Bang?"

"Orang pasar sih. Porter shift pagi. Tapi gw ga tau siapa namanya," Satria menerangkan kepada adik perempuan satu-satunya itu sambil lalu karena dirinya masih sibuk dengan catatan di ponselnya. Di tangannya kini terangkum itung-itungan akuntansi sederhana untuk pasokan kubis dan sayur mayur lainnya yang baru datang setelah aktivitas bongkar muat pikap pertama pada pukul 03.00 dini hari di Pasar Induk Kramat Djati, Jakarta Timur. Ia malah sama sekali belum 'ngeh' bahwa adiknya Rembulan sempat kehilangan HP. Sampai akhirnya saat si Mbul (panggilan kecil untuk adiknya itu) sedang disuruhnya membantu Khanif untuk menyortir kubis, datanglah seorang lelaki pemanggul sayur yang sering ngedrop bawaannya di kios sebelah untuk menyerahkan HP adiknya kepadanya. Mungkin karena yang dicarinya tidak kelihatan, maka yang dititipi adalah dia. Satria tentu saja kaget. Sempat dilihatnya perawakan laki-laki itu dari atas sampai bawah. Kira-kira usianya awal 30-an. Badannya kurus, tinggi, dan matanya sipit. Mmmmm...kuli panggul? Benarkah dia hanya berniat mengembalikan HP saja? Sebelumnya tidak ada hubungan spesialkah dengan adiknya yang masih kinyis-kinyis itu? Curiga menggelayuti pikiran Satria, terlebih laki-laki di hadapannya itu bisa jadi seumuran dengannya. Jauh lebih dewasa dari adiknya. Tapi setelah si laki-laki pemanggul sayur itu membuka obrolan dengan kalimat yang tertata dan penuh sopan santun, Satria pun berubah pikiran. Ah...jangan sesentimen itu dengan orang yang hendak berbuat baik. Jatuhnya malah suudzon bukan? Toh ia hanya ingin mengembalikan HP. Ya, walaupun benteng itu tetap ia ciptakan sebagai bentuk perlindungan seorang abang terhadap adik ceweknya.

"Maaf Kang, aku cuma mau balikin HP ini. Soalnya kemaren Mbak yang punya HP jatuh pas kebetulan neduh di halte seberang pasar sama aku, nah HP-nya ini kebetulan ikutan jatuh juga," laki-laki itu mengutarakan niatnya hingga membuat Satria terhenyak. Disodorkannya Samsung J1 yang casingnya sudah buluk itu ke arah sang awak los sayuran.

"Hmmmmmbbb!" Satria berdehem sambil meneliti HP tersebut dari berbagai sisi usai menerimanya.

"HP-nya aman kok Kang. Tidak aku buka-buka dalamnya." ujarnya lagi sedikit berbohong karena sebenarnya kemarin ia sempat mengecek apakah ada data yang bisa menghubungkannya pada sang empunya HP misal tautan media sosial yang masih log in untuk mengetahui nama atau lokasi dimana sang empunya tinggal. Juga sedikit penasaran dengan isi galeri foto. Walaupun tidak menemukan banyak hal di sana. Hanya ada 3 lembar foto tahun lama.

"Hemmmmb! Okey deh, biar saya panggilkan adik saya dulu. Bener ga dia kemaren kejatohan HP," ujar Satria dengan kalimat yang sedikit kaku, menciptakan jarak walaupun samar-samar.

"Iya Kang, soalnya aku lihat ... oiya ralat.....maksudnya tadi aku cuma lihat sedikit isi-nya, tapi cuma bagian aplikasi note yang mengarahkan ke los ini Kang. Jadi kan aku tahu akan kemana mengembalikan HP-nya," terang laki-laki itu lagi, tapi kali ini dengan nada sedikit gugup.

"Oh! Okey...coba saya pastikan dulu ke Adik saya. Bentar ya!" Satria berjalan ke area belakang tempat Rembulan dan Khanif sedang menyortir kubis.

***









"Mbul! Bener Luh kehilangan HP?" Satria memastikan kembali pertanyaannya sebelum menyerahkan HP Samsung J1 itu kepada adiknya.

"Iya Bang, kemaren pas abis jalan dari halte waktu ujan HP-ku jatoh. Tapi aku ga tahu jatohnya dimana? Dan baru sadarnya malam." Rembulan mulai menerangkan kejadian yang dialaminya kemarin.

"Ya udah, nih! Tadi dibalikin ama porter shift pagi. Tau gw belum nanya siapa namanya. Temuin aja tuh di depan." 

"Serius Bang!?? Kok bisa sama porter shift pagi? Gimana caranya?"

"Ya gw ga tau. Udeh cepet sonoh Luh temuin dia buat bilang terima kasih. Beres kan?!" 

"Mmmmm....baiklah!"

(emot senyam-senyum)

Rembulan pun dengan semangat  berlari untuk mengecek siapakah gerangan yang sudah berbaik hati mengembalikan HP-nya di waktu-waktu yang bahkan belum ada subuh ini. Sungguh suatu hal yang patut diapresiasi tidak hanya dengan ucapan terima kasih bukan? Tapi bisa juga dengan segelas teh manis atau indomie nyemek yang masih panas ngepul di warung kopi sebelah. Oh ya, tadi juga katanya pekerjaannya sebagai porter. Tentu sudah lumrah kalau jam-jam segini pada stand by di dekat parkiran. Apalagi kebagian shift pagi. Pasti sudah berkerumun diantara pikap-pikap sayur dan buah lintas provinsi yang baru tiba dari kota tetangga. 

Menyeruak diantara keranjang rotan yang berisi puluhan kubis dan terung yang berwarna ungu mengkilat, Rembulan pun tiba di meja los yang biasanya dijadikan sebagai tempat berjualan. Ia mesam-mesem gembira dan ingin segera mengucapkan : "Makasih Mas...." Walaupun yang ingin dijatuhi ucapan tersebut ternyata sudah tidak ada di tempat. Porter yang diceritakan Abangnya tidak kelihatan. Wah? Kemana dia? Apakah dia sudah bertugas lagi? Apakah dia sudah pergi jauh? Padahal dalam hatinya ingin sekali ia mengajak sarapan atau minimal ngopi-ngopi sebagai ucapan terima kasih. Sekarang orangnya sudah lenyap ditelan bumi. Ah.......

"Kenape Lu? Macam orang kecewa aje?" Satria tiba-tiba sudah berdiri di hadapannya. Menjumpai raut muka adiknya yang kehilangan sosok penemu HP-nya tidak ada di tempat, rasanya kok seperti menerjemahkan ungkapan bahasa jawa yang artinya 'gelo ning ati'.

"Orangnya udah ga ada Bang..... Hmmmm..."

"Lha tapi kan HP-nya uda balik. Beres kan?"

"Bukan gitu. Aku pengen ngucapin terima kasih langsung ama dia.....hohoho."

"Ya udah Luh ngiter aja ke depan. Kali aja masih ada di sono. Pokoknya katanya yang kemaren neduh bareng sama Luh di halte seberang pasar. Luh masih inget kan ama tampangnya?" Satria menambahkan informasi.

"Oh ya? Berarti bener dong yang ada di halte? Mas-Mas ganteng itu? Ah .... pantas kemaren dia bilang ada nyeper jadi kuli di sini huhuhu ... kok aku baru nyadar sih. Duh...." Rembulan langsung kembali bersemangat. 

"Hah?! Luh kesambet apaan sih Mbul?" Satria berkata sambil terkaget-kaget.

"Ah nggak, coba deh aku cek dulu, kali di depan masih ada orangnya."

"Eh tunggu! Di dalem HP Luh ga ada foto yang aneh-aneh kan?" Satria bertanya menyelidik.

"Maksudnya? Foto yang aneh-aneh gimana Bang?"

"Ya kali foto pas Luh lagi ngapain gitu. Atau lagi pakai baju apa gitu. Kan gw takut disalahgunain ama yang nemu."

"Ah ga sih...ga ada apa-apa perasaan...hohoho. Udah ah Bang aku coba cari dia ke depan dulu."

Berlari Rembulan yang bodynya agak montok itu mengejar laki-laki yang ditemuinya di halte kemaren, menyisakan Satria yang hanya bisa bergumam lirih : "Suweee bener Adek gw, kok bisa-bisanya bilang tuh orang ganteng ya? Apa dia udah berhasil nemu cowok yang melebihi kegantengan gw sebagai abangnya? Behaaaaaaaaa suweeee emang Luh Mbul!!"

***








Di muka pintu pasar, dekat pos keamanan, tengah mengudara suara khas H. Rhoma Irama yang mendendangkan lagu "Pertemuan" yang kemudian beralih menjadi "Bahtera Cinta". Sementara di dalam biliknya, seorang satpam dan kawannya tengah asyik bermain catur, ditemani dengan sepiring pisang goreng dan kopi sachet murah yang telah diseduh. Tak lupa kretek yang terselip diantara gigi geligi yang menghitam. Geliat ekonomi Pasar Kramat Djati mulai tampak sepagian walau baru didominasi oleh kalangan pedagang. Sekawanan kuli panggul juga sudah menjalankan aktivitasnya. Sedangkan kloter pembeli datang agak siangan. Kebanyakan setelah matahari terbit. Tapi hal tersebut tak menjadi soal bagi Rembulan. Karena di dalam pikirannya saat ini adalah bagaimana caranya ia berterima kasih kepada Mas Ganteng yang ditemuinya di halte kemarin.

Tapi tunggu! 

Dari sekian deret kuli panggul yang ada, tak ada satupun ciri yang mengarah pada sosok yang dicarinya itu. Ada banyak kuli panggul memang. Tapi rata-rata sudah 'usia'. Ya pantaran umur-umur 40-50-an tahunan lah. Sedangkan Mas-Mas kemarin yang ditemuinya di halte kan kelihatan masih awal-awal 30-an atau bahkan malah 20-an akhir, misal 27-28 tahun. Yang matanya sipit dan badannya sedikit kurus itu. Karena yang lain hampir semuanya berotot seperti halnya tokoh Bejita dalam kartun Dragonball. Bukan...Bukan seperti itu yang Rembulan suka. Karena justru ia sukanya yang kurus-kurus. 

Lama, Rembulan mondar-mandir di setiap sudut pasar yang ada. Mulai dari pos keamanan, area parkir, sampai pos snack kiloan yang ada di pojok depan. Tapi rupanya memang yang dicarinya sudah tidak ada. Saat menengok ke area parkirpun, Honda Astreanya sudah lenyap.

Hmmmmmm....

****













Malam adalah waktu paling istimewa di hati Rembulan karena di situlah ada space khusus untuk bernapas lebih lama dibandingkan dengan waktu-waktu lainnya yang penuh dengan rutinitas template yang itu-itu saja. Terbenam dalam tumpukan sayur, uang kertas lusuh yang kadang harus diluruskan satu-persatu supaya tidak terlanjur sobek dan masih layak dijadikan kembalian, suara bawel pembeli yang melakukan aktivitas tawar-menawar, dan lain sebagainya. Penat itu pasti. Tapi jika jam kukuk pada sudut dinding kios melon dan semangka milik tetangga sebelah sudah menyerukan bunyi 'kuk-kuk' lucunya sebanyak 17 kali, maka itu artinya hari sudah sore dan pasar juga akan segera kukut. Rembulan akan melangkahkan kakinya dengan gembira menuju kontrakannya. Melewati setiap gang-gang sempit dimana ia akan bersisihan dengan tukang bubur ayam yang mendorong gerobaknya pulang atau malah tukang nasi goreng tek-tek yang siap mangkal sampai pukul 22.00 WIB, saat-saat dimana perut biasanya ingin dimanja oleh sesuatu yang berunsur pedas macam nasi goreng. Tentunya dengan 2 slice timun dan tomat segar yang ngumpet diantara bulir-bulir nasinya yang pera, potongan kecil acar bawang plus nenas muda, serta bonus telor dadar dalam kertas mika jika ingin dibawa pulang. Oh sungguh nikmat. Dan itu adalah makanan kesukaan Khanif. Paling hari ini pun sama, dia akan makan nasi goreng lagi seperti biasanya. Karena pada malam-malam sebelumnya pun begitu. Jadi biarkan saja ditinggal pulang duluan. Karena hari ini Rembulan ingin rebahan sambil mainan HP. Mungkin sambil ngelamunin orang yang gagal ditemuinya tadi pagi.

Usai berjalan sekian menit dan melewati kelokan gang yang sudut-sudut gotnya menjadi tempat pesta pora tikus-tikus wirok, Rembulan sampai juga di kontrakan tercinta. Bangunan berpondasi mencang-mencong dan sebenarnya kurang enak dilihat namun bisa menampung sekitar 5 kepala keluarga karena 1 deretnya terdiri dari 5 petakan ini mempunyai halaman yang luas. Pinggirannya memang dipaving, tapi tengah-tengahnya berumput dan ditanami pohon rambutan. Pohonnya lumayan rindang dan cabangnya banyak. Biasanya jadi tempat nongkrong paling asyik saat malam minggu tiba. Tentunya untuk dirinya yang masih bau kencur dan belum mengenal cinta (apalagi pacar) walaupun Khanif sendiri kadang iseng datang untuk menemani. Mungkin menemani karena kasihan, hihihi...

Salah satu dari 5 petakan itu hampir 5 tahun ditinggali oleh Rembulan dan Abangnya Satria. Bersisihan dengan kontrakan yang ditinggali Khanif. Yah, mungkin sementara memang harus begitu dulu sampai kemudian Abangnya bakal beristri dan hidup terpisah darinya. Tapi karena saat ini masih sama-sama prihatinnya jadi ya harus banyak-banyak mengucap syukur. Yang penting uang masih bisa diputar dan perut masih bisa makan, walaupun kadang harus dijalani dengan Puasa Senin Kemis.

Kembali pada petang itu. Begitu tiba di depan pintu, diputarnya anak kunci yang bergemerincing bukan main pada lubangnya untuk selanjutnya menimbulkan keritan pintu yang membuat gigi linu. Rembulan pun masuk dan menyalakan lampu. Ia juga bersiap untuk bersih-bersih badan karena rasanya gerah luar biasa. Segera ditujunya kamar mandi dengan handuk disampirkan pada pundak juga baju salin dalam genggaman. Mandi bebek saja. Karena sudah malam, sebab kata orang mandi malam itu tidak baik bagi kesehatan, kecuali jika ada acara merebus air terlebih dulu, itu bisa jadi lain cerita. Sayangnya gadis berambut lurus tebal sepundak itu sedang ogah menyalakan kompor, jadi air yang sudah tertampung dalam ember dan rasanya dingin bukan main itu ia terjang saja lah sembari menggosok-gosokkan badannya dengan menggunakan sabun batangan yang telah menyusut, Nuvo Family warna hijau. 

Malam ini rupanya akan terasa sangat panjang karena Abangnya Satria akan berada di luar sampai larut. Biasa, rapat dengan asosiasi pedagang dan pengelola pasar masalah harga sewa kios dan bla bla blanya karena rencananya mereka akan naik kelas dengan cara menyewa kios ketimbang los yang selama ini mereka tempati. Yah, makanya harus ada pembicaraan terlebih dulu dengan pihak terkait dan itu dihadiri oleh Satria seorang. Rembulan jaga kandang saja dan rencananya mau leyeh-leyeh sambil Hapean. 

Berjingkat menuju kamar dengan  bertelanjang kaki dan handuk masih melilit pada tubuhnya seusai mandi, Rembulan pun segera berganti dengan kaos oblong milik Abangnya. Kaos kebesaran warna putih polos dan ada sablonnya sedikit pada bagian dada. Bajunya sendiri masih belum ada yang kering. Masih nangkring di tiang jemuran. Tak apalah sharing baju dengan Abangnya. Toh sejak kecil ia sudah sering dapat lungsuran dengan alasan berhemat. Ya maklumlah kehidupan wong cilik. Jangankan belanja baju, untuk makan saja ngepas. 

Habis itu, Rembulan pun meraih Samsung J1 miliknya yang terletak di meja rias. Lumayan scroll-scroll HP sambil nungguin rambut kering. Tapi belum sempat ia mengusap layar HP-nya, tiba-tiba saja dari arah jendela yang kedua daunnya terbuka lebar, muncul sosok kutilang (kurus tinggi langsing) yang sangat dihapalnya. Kedua lengannya ia tumpukan pada bingkai jendela yang pinggirannya sudah digerogoti rayap. 

"Mas Khanif!!!"

"Hehehe..."

"Kok ngagetin aja sih. Nanti kalau jantungku copot gimana?"

"Sorry Mbak Mbul. Boleh masuk ya! Masak apa? Mau numpang makan dong? Laper gw?" Khanif bertanya di ambang jendela dengan tampang lucunya walaupun aslinya orangnya cool.

"Lah takkirain uda beli nasgor kamu Mas? Aku ga ada masak banyak sih. Tadi cuma bikin udang goreng tepung sama tumis kangkung? Masih ada sih dikit di wajan. Kalau mau ambil aja." ujar si Mbul ramah.

"Gw libur nasgor dulu Mbak. Pengen makan masakan rumahan. Mau lah makan masakan Mbak Mbul. Gw masuk ya!" Khanif bertanya kembali.

"Ya udah masuk gih. Ntar dulu tapi...pintu depan masih aku kunci. Ntar aku bukain dulu."

"Ga usah Mbak, gw masuk lewat jendela aja ya. Biar cepet. Hahaha..."

"Ealah ya wes lah. Itu piring, nasi, sayur, dan lauknya ambil sendiri ya. Udah pada apal kan ama tempat-tempatnya."

"Asyek!"

"Hup!" Dengan satu kali loncatan, kaki Khanif yang jenjang pun berhasil mencapai kamar Rembulan. Habis itu diikuti dengan badan dan juga kepalanya. Lalu selanjutnya ia jalan menuju dapur, sedangkan Rembulan mengikutinya ke ruang tengah. Untuk menemani ce-esnya ini makan, disetelnya televisi Hisense berukuran 30 inchi yang untungnya tidak sampai bersemut karena masih ada gambarnya walaupun tidak terang-terang amat sebab antenanya juga hanya menggunakan antena biasa yang dipasak menjulang dengan menggunakan bambu.

"Asyik, gw numpang nonton tipi juga ya Mbak Mbul!" 

"Boleh. Kamu mau nonton apa Mas?"

"Film dong. Bioskop Trans TV ada film apa ya sekarang?"

"Tunggu......em......tunggu bentar... eh lagi ada Anaconda 2 nih, yang anggrek darah. Mau ga?"

"Boleh lah. Buat hiburan. Hahaha.."

Khanif kembali dari dapur dengan sepiring nasi dingin yang diambil dari cething, beberapa buah udang goreng tepung, dan tumis kangkung yang warnanya agak gelap karena sudah dimasak sedari sore. Ia pun duduk bersila di sofa ruang tengah. Sementara Rembulan di kursi rotan biasa yang ada di depannya sambil memainkan Samsung J1 butut miliknya. 

"Makan yang banyak Mas. Biar Ndut! Hahaha.." Kata Rembulan.

"Ah gw makan banyak juga tetep segini-gini aja Mbak. Heummm...eh busyet...udang gorengnya kok keasinan. Kamu ngebet kawin po?"

"Hush!!! Nda gituuu, aku pakainya tepung siap saji yang luarnya uda asin hahahahaha."

"Oh...gitu to...hahahaha..kirain.... Ngomong-ngomong Bang Sat kemana Mbak. Ga kelihatan tumben?"

"Lagi rapat ama pengelola pasar masalah kios Mas. Tau ampe jam berapa. Kan rencananya kita mau pindah kios. Ga di los lagi. Makanya lagi ada pertemuan kali." Rembulan menerangkan panjang lebar.

Khanif pun mengangguk-angguk sembari menyuap sendok demi sendok nasi beserta kawanannya ke dalam mulutnya. Kelihatan lapar tingkat dewa dia. Tapi lucu juga sih melihatnya makan lahap begitu. Kayak anak bocah berperut karet yang biarpun makannya banyak, tapi tetep saja rata. Hahahaha...

Keduanya pun lantas larut dalam sorot televisi yang suaranya agak  mendengung seperti tawon. Meskipun filmnya sudah ditonton berulang kali, tapi tetap saja seru karena yah....itu lah satu-satunya hiburan selepas berlelah-lelah ria mengais rejeki di pasar induk.

Rembulan sendiri meski matanya terarah ke layar televisi, tapi HP juga masih berada dalam genggaman. Jadilah ia sebentar menengok ke arah televisi, sebentar pula menengok ke arah HP. Saat hendak membuka layarnya, mendadak ia tergelincir ke bagian kolom kontak HP-nya. Karena ada sesuatu yang baru di sana. Sebuah kontak asing yang tersimpan dengan nama 'A'. Hah? Siapa itu 'A'? Perasaan tidak pernah sekalipun ia membubuhkan kontak HP dengan inisial-inisial begitu. Dan seingatnya, nomor kontaknya cuma ada segelintir saja. Jadi jelas bahwa ini adalah kontak baru yang ditambahkan oleh seseorang. Apakah 'A' adalah laki-laki yang menangkap tubuhnya kemarin saat hendak jatuh di undakan halte sekaligus porter shift pagi yang mengembalikan HP-nya. Rembulab masih menyimpan seribu satu tanya dalam hatinya.

"Mas mau nanya dong...."

Keheningan yang cukup lama ketika menikmati scene ular anaconda 2 pada adegan rawa-rawapun pecah. Ya, karena pertanyaan Rembulan yang membuat Khanif berpindah posisi dari yang semula setengah bersender pada bantalan kursinya, kini agak tegakan sedikit. Kepo dengan apa yang mau ditanyakan oleh adik Bossnya ini. 

"Tanya apaan Mbak?"

Hmmm... Rembulan masih menyiapkan kata-kata yang tepat. Sebenarnya agak bingung juga memulainya darimana, soalnya takut dibilang norak. Diketuk-ketuknya layar HP-nya itu dengan ujung jarinya yang lentik.

"Nganu Mas...tadi kan HP aku udah ditemuin ama seseorang nih...."

Khanif menyimak dengan serius walaupun tanpa memotong. 

"Kemaren HP aku jatoh, terus ada yang nemuin en balikin ke aku ..."

"Terus?"

"Aku belum ketemu ama orangnya. Pas kutemuin di depan los udah ga ada. Aku belum ngucapin terima kasih sama dia...." 

(kalimat rada menggantung).

"Ya udah....malah gampang kan. Ga usah dipikirin. Lupain aja kalau gitu, hahahaha..."

"Kok gitu?"

"Iya lah....dipikir yang simple-simple aja Mbak Mbul!"

Bibir lawan bicaranyapun lantas membentuk sudut lancip seperti paruh bebek. Dalam hatinya ia protes..."Aku belum selesai ngomong tau!"

"Kok malah manyun gitu?"

"Habis Mas Khanif jawabannya malah gitu. Cuek bingit....hahahaha... Ini di kontak HP aku ada tambahan kontak baru...tapi bukan aku yang simpan. Kupikir dia yang simpenin..."

"Orang yang balikin HP kamu Mbak?"

Rembulan mengangguk-angguk cepat layaknya boneka yang biasanya terpajang di dashboard mobil.

"Masa sih? Coba gw lihat!" Khanif meraih HP di tangan cewek kecil itu tanpa diminta.

"Sadissss...Dia nulis kontak dia sendiri di HP kamu Mbak? Pakai inisial pula... Ckckkkckkk.."

"Lha aku musti gimana Mas?"

"Udah cuekin aja lah ga usah dianggap. Hahahaha..."

"Itu modus pasti, hohoho."

Hmmmm...begitu ya. 

Rembulan pun terdiam. Ia lantas menyusun skenario sendiri di dalam kepalanya mengingat partner diskusinya malah menyarankan untuk melupakan siapa itu pemilik kontak berinisial 'A'. 

"Apa aku WA si Mas A ini saja ya, besok pagi kalau ketemu di pasar aku traktir dia deh..." Begitu pikir Rembulan dalam hati sambil dengan sembunyi-sembunyi mengambil Samsung J1 nya dari pangkuan Khanif dan mengetikkan sesuatu yang langsung terkirim ke udara. 

***













Di tengah raga yang demikian lelahnya usai mengais nafkah seharian, laki-laki itu menyempatkan diri untuk mengecek HP Infinixnya sebelum benar-benar menjumpai bantal guling serta kasur yang telah memanggil-manggil. Syet...saat membuka aplikasi WA, sebuah notifikasi merah dari nomor 08xxxxx...menggoda untuk dibuka. Nomor anyar. 

Assalamualaikum Mas...

Terima kasih sudah mengembalikan HP aku yang jatuh di halte bus kemarin ya. Jika tidak keberatan misalnya Mas besok tugas shift pagi di pasar aku ingin sekali traktir sesuatu ke Mas sebagai ucapan terima kasih. Kutunggu jawabannya ya Mas.... Terima kasih.

salam 

Rembulan

Dan senyum pun tersungging dari bibir laki-laki itu sembari tangannya mengirim balasan.

Tring !

belum centang biru sih

belum read juga..

tapi sudah terkirim.....

***














Jam di dinding kontrakan Si Mbul sudah menunjukkan pukul 23.41 WIB. Film Anaconda the Hunt for the Blood Orchid yang kepanjer sejak pukul 21.00 WIB sudah memasuki babak akhir. Khanif sendiri matanya masih berpijar terang, sementara cewek yang ada di sampingnya ini sudah mulai KO. Sudah merem di alam mimpi dia. Sudah bobok. Pemuda itupun jadi salah tingkah. Ia jelas bingung harus bagaimana. Yang jelas harus segera cabut supaya tidak dikira macam-macam sama anak gadis orang. Soalnya pemandangan di sampingnya ini sudah cukup 'berbahaya'. Maka, tanpa pikir panjang lagi, dimatikannya televisi dengan hati-hati, lalu dibawanya piring bekas makannya tadi ke bak cucian piring. Setelah itu ia kembali dihadapkan pada pemandangan yang sama. Pemandangan yang sungguh sangat innocent dan berada tepat di kedua matanya. Tertidur di sofa dengan posisi meringkuk dengan hanya mengenakan kaos oblong kebesaran juga celana pendek di atas lutut, tentu memperlihatkan sebagian paha dan betisnya yang putih mulus bak sayur lobak, hohoho. Wajahnya sebagian terbenam diantara rambutnya yang ngacak ke depan sisa basah usai keramas. Woaaaah... Sayangnya ia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Masa ia harus memindahkannya ke tempat tidur? Apa kata orang tua nanti? Ya sudah jalan satu-satunya yang bisa ia lakukan adalah menyelimutinya. Dengan sangat pelan ia sematkan selembar selimut motif lurik agar bagian tubuhnya yang terbuka tadi tidak dicium nyamuk. Selanjutnya ia pun memilih pulang ke kontrakannya dengan pikiran tak karuan.

***












Rembulan yang tergantung di ujung langit tampak merekah dengan sinarnya yang keperakan. Walaupun bentuknya tidak bulat penuh melainkan hanya separoh---yang membuatnya lebih terlihat seperti kerupuk habis digigit, tapi paling tidak itu sudah cukup untuk menerangi malam yang demikian hening ini. Sementara itu jauh di sudut bumi yang lain, bermil-mil jauhnya dari sana, di atas sofa bulukan warna kuning gading pada sebuah kontrakan, ada pula Rembulan dalam wujud yang lain yang kini tengah terlelap dengan satu kembang tidur yang amat ia sukai....

Apa rasanya ketika kau berjumpa dengan orang yang kau sukai dalam mimpi? 
Apa kau akan mengucapkan mantra supaya waktu jangan cepat berlalu dan kau bisa mengobrol banyak hal dengannya? 
Berharap mimpimu itu bisa kau atur sedemikian rupa karena kau yang menjadi sutradaranya. 
Dan kau jugalah yang menjadi pemeran utamanya, sementara dia adalah lawan mainmu.
Kau dan dia akan duduk berdampingan diantara padang bunga warna-warni yang kelopaknya ada yang mekar, ada pula yang kuncup. 
Ada merah, jingga, kuning, putih, bahkan ungu.
Tapi tentunya yang paling kau cari adalah warna merah jambu. 
Sesuai dengan warna hatimu. 
Sementara daun-daunnya menjulang tinggi tempat dimana kupu-kupu akan mengitari obrolan kalian. 
Tangan itu kemudian bersisihan dan saling bersinggungan sampai pada akhirnya menggenggam satu sama lain, lalu kau pun bersandar di pundaknya dengan rasa tentram sampai terpejam. 
Kau akan mendengarnya mendongengimu dengan bermacam-macam cerita. 
Cerita bikinannya yang selalu membuatmu terpukau bagaimana alurnya. 
Bukan bagaimana endingnya, karena justru pada bagian ending segala sesuatu bisa dibuat dengan sangat menyedihkan. 
Jadi kau akan selalu tertarik pada jalan ceritanya
Bukan ending
Jalan cerita dimana perasaanmu akan dibuat naik turun atau bahkan berbunga-bunga.
Lalu pada akhirnya kalian saling bercanda dengan topik yang kemana-mana. 
Dari yang penting hingga yang sama sekali tidak penting.
Tapi kau tetap suka. 
Entah mengapa kau amat sangat menyukainya.
Sinar jenaka yang ada padanya, juga cerita-cerita lucu nan romantis yang membuatmu selalu ingin menjadi bagian darinya. 
Namun seringkali mimpi akan berlangsung dengan sangat acak bukan? 
Karena semua tergantung dari bagaimana semesta bekerja..

***








Aku mendapati tubuhku sudah dibungkus rapat oleh selimut. Tertidur  di sofa dalam posisi meringkuk jujur membuatku sedikit sakit leher, meski kuakui ini adalah posisi ternyaman karena badanku jadi melengkung seperti bayi dalam perut ibunya. Tapi siapa yang menyelimutiku? Apakah Abang? Kurasa bukan, karena katanya malam ini dia akan menginap di rumah Kong Anton untuk merampungkan suatu urusan. Jadi yang terakhir ke sini pastilah Mas Khanif. Tapi tentu saja sekarang dia sudah pulang ke kontrakannya. 

Aku pun beranjak dari tempatku ndekem seperti kucing kampung yang dipelihara hingga gemuk dan menggemaskan. Tapi sudahlah! Sudahi dulu acara bersentimentil-sentimentil riaku ini. Karena sekarang aku ingin melihat apakah pintu depan sudah ditutup atau belum. Soalnya tidak mungkin dikunci dari dalam, jadi pastilah hanya bisa ditutup dari luar. Walaupun aku juga bingung, andaikan ada pencuri masuk harusnya aku tidak usah separno itu. Memangnya apa yang hendak dicuri dari rumah kontrakan nan bobrok ini. Kecuali jika ada yang mau mencuriku yang masih perawan ini barulah aku bakal pasang emotikon wajah khawatir sampai 1000 kali.

Langkah kaki kemudian kuseret perlahan (karena jujur aku masih belum kumpul nyawa sepenuhnya), aku menuju ruang tamu yang berukuran mini hanya 3 x 3. Tidak ada yang istimewa di sana. Hanya ada korsi tamu berbahan dasar plywood dengan formasi 2-2 yang melingkari sebuah meja kaca buram, akuarium kecil yang berasal dari toples dan diisi ikan koki oranye yang mondar mandir sendirian membuat gelembung-gelembung lucu, juga lampu yang belum dimatikan walaupun sinarnya cukup temaram tapi masih mampu menangkap satu objek yang terlihat sangat berbeda dari biasanya. PINTU DEPAN berubah warna menjadi pink seperti pintu kemana sajanya Doraemon!!!!! Apakah aku sedang bermimpi? Belum sempat aku menepuk pipi tembemku ini, tangan malah sudah duluan membuka gagang pintunya. "Sreeeeeeettt!" Ada apa di balik sana? Adakah sama seperti pemandangan biasanya yaitu pohon rambutan di tengah-tengah halaman?

Sepanjang mata memandang, di hadapanku kini adalah padang bunga warna-warni yang sangat lapang. Bunganya bergoyang-goyang dihempas angin, sementara langitnya berwarna biru nyaris menyerupai warna laut. Di kejauhan kulihat ada sosok yang tak asing lagi bagiku sedang melambaikan tangan memintaku untuk datang mendekat. Mas yang kujumpai di halte kemaren. Masih dengan penampilan yang sama, kemeja berkerah hitam dengan celana senada, juga senyum yang tersapu dari bibirnya. Matanya sipit dan perawakannya kurus bersahaja. Aku? Kali ini tidak mengenakan cardigan hijau, tapi kaos oblong kebesaran milik Abang yang sablonannya telah memudar pada bagian dada. Juga celana pendek di atas lutut. Oh Tuhan! Kenapa aku menemui orang yang hampir membuat jantungku copot ini dengan penampilan seburuk ini. Astaga...coba saja aku bisa bangun dari kembang tidurku tentu saja aku akan berganti dengan pakaian yang lebih manis. A line skirt misalnya, atau baju berkerah rimple seperti gaun jaman victoria. Ah....sudah terlanjur di alam sini. Mau bagaimana lagi? 

Mas A masih berkisar puluhan meter di depan sana. Kali ini dengan merentangkan tangannya lebar-lebar. Dan aku ingin segera terbenam dalam pelukannya. Akupun berlari ke arahnya diiringi adegan slow motion seperti yang terjadi dalam film-film bisu. Tapi rasanya kok jalanku tiba-tiba jadi lambat sekali. Padahal aku ingin sekali segera sampai ke sana. 

Ingin sekali....

ingin sekali aku dipeluknya...

***







"Mbul! Mbul! Bangun oiyy! Bangun! Bangun!" Seseorang menepuk-nepuk pipi gembil Rembulan dengan gerakan berulang.

Yang dijadikan sasaran pun langsung terjaga dan mengubah posisi dengan sikap siap. Mengucek-ucek mata dan kembali ke dunia nyata. Sial. Mimpinya belum selesai! Dan Abangnya Satria sudah berdiri di hadapannya siap memberondongnya dengan aneka pertanyaan. 

"Luh kenapa tidur di sofa Mbul? Ga di kamar aja?"

"Iya Bang aku ketiduran. Abang pulang jam berapa? Ga jadi nginap di tempat Kong Anton?"

"Ga jadi. Besok aja lanjut diskusinya ama Kong Anton. Eh bentar...kok pertanyaan gw belom dijawab. Ngapain ga tidur di dalam kamar?"

"Kan tadi aku bilang ketiduran. Nonton Tipi sama Mas Khanif."

"Hah?! Berduaan aja?!!! Nonton TV? Nonton apaan?" (keluar tanduk imajiner di kanan kiri kepala Satria).

"Ga ngapa-ngapain Bang! Mas Khanifnya juga uda pulang dari lama kalik, nonton anaconda doang kok, hohoho."

"Oh...ya udah. Pokoknya gw ini akan bertindak kalau pada macem-macem hohoho!"

***








Jam dines pagi Rembulan terekam pasti dalam alarm HP-nya. Bersamaan dengan itu pula matanya menangkap notifikasi baru dalam pesan whatsapnya. Ah! Ia baru ingat bahwa semalam ia sempat mengajak penemu HP-nya untuk sekedar makan kecil-kecilan sebagai ucapan terima kasih. Dan dilihatnya pesan itu sudah berbalas "Iya." 

Bagaimana ini?  Tiba-tiba saja ia jadi mengingat-ingat mimpinya semalam. Mimpi bertemu Mas 'A'.

***









Hampir saja Khanif tersedak saat meneguk teh manis panasnya sebelum berangkat ke pasar dengan menaiki motor bebeknya. Di hadapannya kini berdiri si Mbul dengan penampilan agak berbeda dari biasanya. Pakaiannya yang semula amatlah sederhana kini menjelma bagaikan si kerudung merah yang berjuluk Red Riding Hood dalam dongeng Grimm Bersaudara (yang semoga saja tidak diterkam serigala karena saking ranumnya). Pakaian itu juga sepertinya sudah melalui mode trial and error belasan kali untuk mendapatkan kata sreg di hati, hingga akhirnya bermuara pada dress pendek selutut warna merah lengan panjang. Sungguh amat sangat kontradiktif dengan hari-hari Rembulan yang biasa mengenakan kaos oblong dan celana bahan pinggir jalan dengan harga murah meriah redho. Rambutnya yang sebahu juga dibiarkan tergerai memperlihatkan wajahnya yang makin imut-imut dari hari ke hari. Bibirnya ia sapu sedikit dengan lip cream Wardah Shade 03 See You Late warna nude yang tidak memperlihatkan kesan pucat tapi malah basah berair. Sementara pipinya kentara banget efek blush onnya yang menjadikannya bersemu merah seperti tomat.

"Wooooyyy! Seriusan ini Mbak Mbul yang gw kenal?" Khanif hampir tercengang saking tidak percayanya dengan tampilan ce-esnya yang biasanya sangat amburadul alias berpakaian sekenanya. Mau ke pasar saja kok seperti mau kencan. Pertanyaannya ngapain coba pake acara dandan segala? Bahkan sandal jepit swallow yang biasa ia kenakan berobah jadi sepatu sendal merek bata yang agak tinggian haknya. Perfume isi ulang perpaduan antara aroma bunga amber, musk dan cedar juga disemprotkan pada bagian siku dalam dan juga belakang telinga atasnya yang beranting lingkaran. Supaya wangi. Begitu katanya. Tapi ia akui tampilan Rembulan kali ini memang jauh lebih manis dari biasanya.

"Wadidaw...kenapa malah cengengesan begitu Mas Khanif. Aduh!!! Apa aku ganti aja kali ya Mas?"

"Jangaaan!!!! Gini aja udah cakep kok. Emang mau kemana Mbak Mbul?"

"Aku ada urusan bentaran sih pagian. Boleh nebeng ga. Mau dibonceng dong.... yah..yah...yah? Kalau jalan kaki takut lama." Rembulan memohon dengan sangat, sementara Khanif semakin terheran-heran.

"Takut lama apa takut disuitin tukang ojek pengkolan? Xixixii?"

"Ya pokoknya itu lah....hmmmm boleh ga? Puhlisssss...?!"

"Tumbenan amat?..Ya udah deh naik. Tapi kan kamu pake rok? Mau model bonceng gimana? Melangkah apa nyamping?"

"Melangkah ajalah. Aku pake celana pendek juga kok jadi aman."

"Hahhahahha." (Ketawa barengan)

"Ya udah deh naik!"

"Hop!!!" 

Dalam sekejap pantat Rembulan sudah mendarat di jok belakang motor bebek Khanif. Motornya sedari tadi sudah dipanasin. Jadi sudah siap untuk jalan. Begitu stater motor digerakkan, juga gigi-giginya dislah, maka keduanya pun segera tancap gas menembus kabut subuh Jakarta Timur yang dinginnya sampai ke tulang-belulang.

Sesungguhnya aku masih bingung dengan agendaku hari ini. Agenda yang kuciptakan sendiri untuk mentraktir Mas A. Padahal aku belum kepikiran mau makan apa dan dimana. Duitku cukup atau ga juga aku ga tahu, karena isi dompetku juga sebenarnya lumayan cekak. Lalu kepikiran, mana ada sih tempat makan yang elitan dikit dan sudah buka jam segini. Warteg saja baru mulai masak. Apalagi bakso dan mie ayam, paling jam 10-an baru beroperasi. Apa warung nasi dekat pasar saja yang udah jelas buka 24 jam nonstop. Tapi kok agak gimana ya, masa ngucapin terima kasih malah kasih traktirannya di warnas doang. Duh....aku kok ya bisa-bisanya mau nraktir dia ya. Ya si Mas A ini. Dan bahkan dari balasan WA-nya semalam dia juga belum memberitahukan nama lengkapnya siapa. A siapa.....? Aaaaaaaaah... Puyeng juga kepalaku. Apalagi bajuku biar kata lengan panjang begini juga sebenarnya agak dingin. Bukan pada bagian lengan sih, sebab lengannya sudah panjang. Tapi bagian paha...oops..maksudnya kaki ke bawah karena aku kan pakai rok, huhuhu...

"Brrrrrrbbbb!!!"

"Dingin ya?"

"Hu um.."

"Pegangan pinggang gw!!!", Khanif tanpa banyak cakap langsung menggamit tangan Rembulan dan melingkarkannya ke pinggangnya.

"Biar ga jatoh. Udah pegangan aja! Ga usah banyak tanya!"

Dan motor pun terus melaju menyisakan sorot mata penuh tanda tanya pada Rembulan yang hanya bisa menatap punggung pemboncengnya itu dengan takjub. Samar-samar tercium wangi lembut seperti bayi dari jarak sekian inchi saja antara dia dan punggung itu.

****
















Syut!!! Syuttt!!Syuuut!!!

Menyalip diantara tronton bermuatan besar yang mulai jalan agak pagian menuju kawasan Cikampek, Khanif dan Rembulan yang sedang diboncengnya laksana Dom dan Letti dalam sekuel Fast n Furious (tapi kali ini dalam versi motor bebek). Sialnya mereka malah melewati jalanan yang salah karena akhirnya malah kejebak macet. Jalanan yang sarat akan kendaraan menahan mereka hingga harus tersendat beberapa kali. Biasanya memang lebih cepat jalan kaki sih karena bisa tembus pintu pasar bagian belakang. Tapi karena Rembulan takut ketemu preman padahal sudah dandan cantik begini ya akhirnya dipilihlah opsi nebeng motor sama si Khanif. Sampai akhirnya kejadian yang tak diinginkan pun terjadi....

"Jeduuuukk!" 

Motor Khanif telat mengerem dan menubruk mobil yang ada di depannya pas. Kampretnya adalah mobil tersebut sudah memberikan sinyal jaga jarak dari beberapa detik sebelumnya sehingga yang salah sudah pasti Khanif. Rembulan yang kaget dalam boncengan pun ikut terdorong ke depan dan badannya mengenai punggung pemuda itu. 

Aduh gawat deh! Mobilnya penyok sebagian. Ga gede sih. Tapi penyoknya itu kentara banget, rada masuk ke dalam. Terlebih karena itu mobil mewah, Chevrolet Corvetter Stingray warna abu berpelat B 74CK ZN. Pemiliknya pun tak ayal segera meminggirkan kendaraannya dan memberi sinyal kepada Khanif untuk mengikutinya. Begitu swan doorsnya dibuka, muncullah seorang lelaki kisaran usia perempat abad yang berpenampilan borju dengan potongan hidung mirip orang India. Gayanya mbois abis. Sepertinya memang orkay dari lahir 'jebret'. Tapi di luar tampangnya yang keren itu, ada ekspresi kurang bersahabat yang  sebentar lagi bakal diledakkan. 

Bersambung.....




Sontrek cerbung kali ini yang membuatku semangat menulis : masih I wanna Be With You (Mandy Moore)
You've got away (Sania Twain)
Wish You Were Here (Avril Lavigne)
Waiting for Superman (Daughtry)
Menghapus Jejakmu (Noah feat BCL)
Demi Cinta (Kerispatih)
Vaaste


74 komentar:

  1. Baru sempat komen maklum sianu minta dikelonin terus!!..不 不

    Cerita bagian 2 masih soal Hp yang hilang, Akhirnya hp itu dibalikan oleh si A yang mulai berbasa-basi dan bertingkah tengik didepan Satria. Mungkin kalau yang punya Hpnya laki2 sudah dijual kali tuh hp sama si A.. Berhubung wanita dan si A ada maksud terselebung akhirnya hp itu dibalikin ke Satria abangnya LuhRembulan..不 不

    Karena sedang gajen2nya sih Rembulan sangat senang hpnya dikembalikan meski ia sempat mencarinya yang mengembalikan hpnya tetapi tetap tidak menemukannya. ( Trik sih A ) sudah lagu lama itu mah..不 不

    Sampai sore menjelang Rembulan masih kepikiran tentang si A yang memang suuee itu. Hingga pada akhirnya ia kembali kekontrakannya sampai malam menjelang dan stanby didepan tv sampai akhirnya si khanif suuee mengunjunginya dengan alasan bosen makan Nasgor padahal emang bokek berat dan niat numpang makan ditempat siRembulan. Beruntung udang tepungnya asin, Tapi apapun itu karena bokek apapun dilahap sama sikhanif. Sambil nonton tv serial Aconda.不 不 Hingga akhir siRembulan ketiduran didepan tv. Kesempatan itu dimanfaat kan oleh si khanif suee dengan menyelimuti tubuh Rembulan agar tak digigit nyamuk, Padahal Knanif dan si A nggak jauh beda berotak belis..不 不 不

    Hingga dipertengahan malam si Rembulan bermimpi bertemu dengan si A yang Suuee... Beruntung abangnya membangunkannya sehingga impiannya buyar dengan si A yang suuee itu. Sampai pada akhirnya si Rembulan minta diantar khanif dengan berdandan menor iapun menumpang motor khanif walau pada akhirnya motor khanif menyenggol mobil mewah Chevrolet yang entah siapa pengemudinya...Berperawakan tinggi, Mata biru, Hidung mancung...Kalau dari ciri2nya kayaknya Herman itu mah yang lagi ingin cari ronggdo dengan meminjam mobil bosnya...Beeehhhhaaaa!!..不 不 不

    Ooh si Engkong Anton jadi pengelola kios toh...Kenapa nggak jadi centeng pasar saja..不 不 不

    Lalu bagaimanakah kisah selanjutnya silahkan ditunggu setelah obat batuk dengan apel bergoyang..不 不

    BalasHapus
    Balasan
    1. nuhun kang sudah disarikan cerbungku ini seperti biasa...daebak lah kang satria pertanda beneran baca muehehheheheh


      biasaaa kang, biar greget kayak ftv gitu lah ada sue suenya dikit, kalau lempeng aja mana seruuuu behahhahahahhahahahah

      eh bentar yang punya cevrolet yakin tuh si Herman? masa sih...coba perhatikan lagi ciri cirinya...ga ada keleus mata biru,cuma idung ya aja yang mirip orang india...coba ayo cari clue nya lagi beneran herman atau bukan tuh wkwkwk 不

      Hapus
    2. Herman memang hidungnya mirip orang India plus wakanda mbak. Nama lengkapnya hermanjay.

      Hapus
    3. kembar ama jaey dong mas hernya kalau digabung gitu ?

      Hapus
    4. Mungkin Herman dan Jaey habis berguru sama bejita belajar jurus fusion mbak biar bisa bergabung dan menjadi super hermanjay.不

      Hapus
    5. gw tebak yang punya chevrolet adalah si itu :D

      Hapus
    6. Iyaa keren juga yaa HermanJay..Bisa bikin nama PO Bus malam tuh...不不不 Beehhhaa..不不

      Hapus
    7. kak agus : jurus fusion ntuh kek gimana kak ?

      Hapus
    8. maa khanif : si itu siapa sih mas, kasih tahu dong ?

      Hapus
    9. kang satria : jadi juragan bus malam...oh God!!! beneran jadi orkay 7 turunan 7 tanjakan ntar ya kang

      Hapus
  2. Porter shift itu apa sih mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. porter itu tukang junjung-junjung kakak

      shift tu shift shiftan kamsudku

      jadi tukang junjung2 yang shiftnya pagie

      Hapus
    2. Oh kirain aku Porter itu saudaranya Harry Potter mbak.不

      Hapus
    3. Haahaaa Keder sama Porter dia..不不不

      Hapus
    4. kak agus : por-ter kakak not potter...

      awas dikemplang ama ibuk jk rowling hihi..(just kidding)

      Hapus
    5. ntar mas agus tak les in bahasa inggris kang satria

      Hapus
  3. Waduh lupa, langsung klik komentar saja.

    Wah satria galak amat mentang-mentang punya adik cantik. Mungkin karena takut adiknya salah pilih kali ya.

    Modus itu si A, masa balikin hape tapi sambil nyimpan nomornya di kontak. Ketahuan sengaja pengin kenalan sama luhrembulan. Hati-hati, siapa tahu dia itu tukang culik, apalagi abangnya itu sebagai juragan sayur di pasar. Bisa bisa minta tebusan ratusan juta.

    Khanif disini baik banget ya, nonton tivi bareng tapi kalem. Diajak nganter luhrembulan ke tempat janjian juga mau. Kayaknya dijadikan pacar juga mau tuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. lha kok isa lupa? jangan jangan blom sarapan

      ya karakter satria di sini aku bikin lumayan protektip kak walaupun tetep ada sue suenya juga behahahhahaa



      culik aja kak culik, tar paling tebusannya dikirimin kol apa kobis 1 karung

      ya kita lihat aja gimana sutradara beby mbul akan menggerakkan cinta rembulan kemana, wait n see hahahaiii
      #sok nginggris deh si mbul 不

      Hapus
    2. emang modus banget itu si A, udah lah di cuekin aja mbak mbul huahaha :D

      Hapus
    3. mas khanif : nah..dialognya samaa 五五

      Hapus
    4. Udah jelas modusnya tuh mas khanif, masa balikin hape tapi ngasih nomor kontak.

      Jangan-jangan hapenya sebelum dibalikin sudah dibawa ke dukun dulu di jampe-jampe, soalnya Luhrembulan sampai ngebet pengin ketemu.

      Hapus
    5. masa sih kak agus?

      ntar robah genre jadi klenik dunk kalau ada jampe jampenya xixixi

      Hapus
    6. Lha, bukannya bagus itu kalo ada klenik klenik nya, kan lagi ngetrend tuh. Klenik tong fang.

      Hapus
    7. waaaaak...itumah klinik masGus...klinik 不

      Hapus
  4. sepertinya satria dapet peran yang bagus di mari, ganteng katanya hahaha

    dan mbul alias rembulan, si montok wkwkwk
    si khanif juga kena culik

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekali kali nyenengin tetangga sebelah mas intan, biar aku ditrakter pulsa 100 k unlimited

      ya itu cirikhas admin blog ini memang, demvlond bin tontog hhahahah eh tokoh rembulan ding maksudku hahha

      iya pokoknya yang sering sowan blog ini bisa jadi bakal dapat peran deh termasuk si khanif dan lainnya, asal bwrsikap nice aja ama adminnya ntar perannya dikasih yang oke oke hahahhahahah

      Hapus
    2. Seratus perak maksudnya Mbul ...Kalau itu mah gampang. Ada nih malah duaribuan..不不不不 Suuueee.不

      Hapus
    3. kok 100 perak kang, buat kerokan dunk 不

      2 rebuan udeh kumel lagi ya...musti rajin cuci tangan tar hahhahaa 不

      Hapus
    4. asik lumayan ada honornya walaupun cuma seratus perak haha

      Hapus
    5. aduh cuma bisa dapet permen 1 biji

      Hapus
    6. Sekarang permen 1 udah ngga dapat 100, 500 dapat 2.

      Hapus
    7. Ada kok permen yang harganya 100, permen kiss atau relaxa mas, syaratnya beli satu pak isi 50 harganya 5000. Kalo beli satu kardus malah lebih murah cuma 4500.

      Hapus
    8. moso iya sih mas herman...kok larang timen ya harga permen sekarang,p efek uda jarang beli permen satuan

      Hapus
    9. ketahuaaan, masGus sering beli permen kiss yaaaa 五

      Hapus
  5. Di part 2 ini si H belum muncul memang ada kemungkinan si H cuma dapat peran pendukung, peran utamanya jelas si luhrembulan dan si A dan juga si khanif yang telah muncul dari part 1. Dan di part 2 ini muncul satu tokoh baru lagi si Jaey Gupta.

    Potongan nanas muda di nasi goreng, seumur-umur belum pernah beli atau makan nasi goreng yang ada campuran nanas mudanya. Pasti seru kali ya makan nasi goreng dengan nanas muda jadi ada rasa asamnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalem mas her...jangan pesimis gitu :D

      belom muncul bukan berarti aktor tempelan, bisa jadi malah ...eng ing eng xixixixi

      yok kita tunggu saja peran si abang hermansyahnya ini ntar kebagian jadi apa dan apa hubungannya dengan si tokoh rembulan dkk nya ini?

      lha kan kalau di cerbung dikau dikau selalu sukanya pasangan ama ningsih dan devi yang ga kayak kita kita ada blognya itu mas her hihihi..apa kapan kapan pengen tokoh utama? hahhahahah

      iya biasanya nanas muda mah diacar bareng timun ama bawang merah n cabe yang ijo biasa buat temen gorengan tuh...enak deh..eh masa sih blom pernah makan nasgor tambah acar ?

      Hapus
    2. soalnya kalau jadi pemeran utama cerbungnya si mbul lawan mainnya harus admin blog ini wkwkwk, paling mas her ndiri yang ga mau lawan mainnya si mbul 不 yekan?

      Hapus
    3. Jangan kapan-kapan dong sekarang aja jadi tokoh utamanya kalau kapan-kapan kapan bisa tenarnya.. hihihihi

      Waduh naga-naganya si H ini bakal dijadikan pesaing si A nih wah gawat nih mesti pasang kuda-kuda dulu nih biar ngga kecolongan.

      Belum dicoba kok udah bilang ngga mau. Dicoba dulu dong..hihihi

      Hapus
    4. jyahahaha dia minta episode sekarang?

      kasih ga ya? hahha

      bisa diatur sih, asal ada imbalannya wkwkwkkw

      nanti ijinkan sutradara beby mbul tapa geni agak kyusuk mas her...biar bisa ngolah cerita dengan tokoh tokoh yang tampan tampan ini xixixiix

      Hapus
    5. Tenang aja imbalannya boleh pakai nama seumur hidup.. wkwkwk.

      Hapus
  6. haha gw kok jadi malu-malu sendiri ya bacanya hahaha.. antara naku dan seneng sebenernya :D, mbak mbul tau banget makanan kesukaan gw, nasi goreng plus udang goreng, memang kalo malem menu makan gw ya itu :D

    wah di bagian akhir gawat nasa nabrak chevrolet stingray, itu mobil baru gw daletin lho di game, kira-kira siapa ya pemiliknya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Si Herman pemiliknya Nif buruan ente nego..Bilang gw nggak sengaja...Terus ganti aja sama quota yang tenanan..不不不

      Hapus
    2. mas khanif : alhamdulilah kalau mas khanif, seneng xixixi...soalnya kalau di cerbung si mbul, penulisnya pasti ngetreat tokoh tokohnya jadi sweet sweet mua hahhahaha

      tuh kan aku berarti bener2 mendalami tokoh si mas khanifnya ya, sampai makanan kesukaannya tauk , tapi jujur yang udang goreng sebelomnya ga tau loh, taunya nasgor doang kesukaannya mas khanif ahhahahah

      hayooo kira kira siapakah pemilih potongan idung mirip orang India itu? yuk sama sama kita doakan sutradara Beby Mbul tetep semangat tapa pati geni buat ngelanjutin episode selanjutnya

      Hapus
    3. kang satria : jyahahahah dia masih kekeh nebak tu cevrolet punya mas herman..mungkin mas her punyanya range rover atau hummer kang

      Hapus
    4. Chevrolet itukan mobil lama ya. Apa mungkin pemiliknya pak Dahlan.

      Hapus
    5. kebanyakan pemain kalau tambahin dahlan kak hahahha

      Hapus
  7. uhuyyyy akhirnya muncul update sambungan nya
    otw bacaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. gimana tanggapannya setelah mbaca do?
      kasih tahu dong

      Hapus
    2. akhirnya selesai baca setelah kelar dari banyak kesibukan #eaakk

      wooh ternyata bersambung lagi ya.
      Yang ingin aku tanyakan, kenapa kalo masak keasinan, pasti disangka mau kawinn yaak wkwkwk. Mitos darimana itu?
      Kemudian, tokoh mas Khanif, untung dia kuat iman yaa. Malam malam gitu lihat cewe tidur, cuma berdua-duaan aja. Kalo tidak.. bisa aja terjadi hal-hal yang diinginkan, wqkwkwk

      terkahir, prediksiqu. Mobil yang ditabrak, jangan-jangan itu adalah mobil dari orang yang mengembalikan hp yaa? hiihihi

      Hapus
    3. kenapa ya....tik tok tik tok...akupun...akuoun tak tau jawabannya dek dodo hahhahahahahah

      #kampleng si mbul 不

      Hapus
  8. Jangan jangan yang ditabrak itu Chevrolet stingray nya Mas A.
    Trus mbak rembulan a.k.a mbul, diajak naik mobil, mas khanif ditinggal ndomblong di sepeda motor sendirian.

    Makin penasaran dengan seri berikutnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi..bener ga ya tebakan buguluw syantik mba dewi ini? secara si mas A tentengannya honda astrea mba wi..(cluenya dia selain inpinix)

      hayuk mba wi...ntar sutradara bebey mbul tapa dulu tuk cari pencerahan ama kisah romansa cerbung ini di episode selanjutnya

      Hapus
  9. Wuaa udah lama ga mampir tahu2 ada cerbung baru yyyeeeyy.. Mau baca yg part 1 nya dulu aah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah makin bikin penasaran nih ceritanyaa. Gimana kelanjutan Rembulan dg sosok A misterius? Sama penasaran mudah2an Khanif ga kenapa2 yaaa..

      Aku kocak dg karakter Satria mba, suka bilang sueee nya kok sama kaya mas satria beneran sama selalu menganggap diri paling gantengnya itu ga nahan

      Hapus
    2. sengaja takbikin kayak model film atau ftv mba thessa biar gregets hehhehe

      iya ya mudah mudahan mereka berdua ga pa pa, walaupun harus menerka nerka apa yang hendak dilakukan oleh si hidung mancung keturunan India itu hehe


      kan kita orang ngelakuin observasi n riset dulu mba thessa ama tokoh2nya, ya sekalian biar nambah akrab sesama blogger khususnya blogger niche fiksi hihi

      (❀╹◡╹)嚝嚝❀~

      Hapus
  10. si hanif pinteran ya menggunakan kesempatan dalam kesempitan. nggaet tangan si mbul ke pinggangnya.
    Seru cerbungnya, tokohnya familiar pula. Bayanginnya jadi gampang ini. status menunggu part berikutnya nih. penasaran bakal muncul tokoh siapa lagi. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kubikin karakternya mas khanif itu so sweet macam hua ce lei nya f4 meteor garden mba anggun, jadi orangnya pekaan gitu deh huahhaaha

      makasih mba, tak nyari wangsit sek buat part ke 3 nya...hyaaaaattt

      siji, loro, telu...cling...tapa di goa selarong

      Hapus
    2. Jangan kelamaan digoa selarongnya mbul..Ntar bisa bewokan lhoo..不不不

      Hapus
  11. aduh plat nomer mobil nya jelas banget wkwk punya siapa itu mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang punya plat blom nongol mas arena publik, ntar episode selanjutnya partnya doi mulai keangkat hahhaa

      Hapus
  12. Ceritene cerpen apik tenang mbak nit , aku cuka ??? Aku cuka ???? 荊 Aku cobo jajal gawe cerpen ae gak iso - ISO waangel tenan isone sak hapene Ki gawe artikel curhat. 屢賅井五

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi trima kasih tari, aku jadi semangat bikin cerpen atau cwrbung lagi 弘弘

      Hapus
    2. Mbak tari memang sukanya cerpen romantis ya, aku kalo bikin cerpen romansa maka otak langsung hang, ngga bisa loading.

      Hapus
    3. iya amas Gus...kalau aku mah lancar jaya bikin cerpen romance
      tapi kalau genre action horror ga selancar mas agus atau suhu jaey

      Hapus
  13. Makin seruuuu :D. Aku mencium aroma cinta segitiga, yg akan berakhir duka utk satu pihak hahahahaha. Penasaran siapa yg akan menang kali jni :D.

    Halaaah pake acara tabrakan lagi si khanif .. makin ribet dah ntr :p. Enaaak ngikutin alurnya nit. Bikin penasaran juga :D. Dan ngebayangin tokoh2nya, mungkin Krn pake nama temen2 blogger, jd ngerasa bisa lebih terbayang :p.

    Jgn lama2 bikin sambungannya yak ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihiiii biar kerasa dramaaaaknya mba fanny, biar kayak film film ituh

      maklum si nita pengen banget bisa bikin bukubdari SMa, novel romantis ning blom kesampaian juga sering ngayal jadi pemain film atau sutradara wakakkaa


      nah kira kira akan gimana ya hihihii

      aku tak tapa dulu ngerange range skenario part 3 biar semakij greget, btw ini aku bikinnya spontan aja nih, tiap minggu baru nemu wangsit tuk nerusin part part selanjutnya hahahhahahah

      (❁´◡`❁)

      (❀╹◡╹)嚝嚝❀~

      siyappp mba fanny :D

      Hapus
  14. Hahahayy,, akhirnya yg ditunggu2 dateng juga.. Saya baca sambil ngemil bubur kacang ijo nih mba di plastik.. hahah

    Seru beud.. Cerpen2 romantis selalu idaman sih mba.. wkwk soalnya saya belum pernah merasakan sesuatu yang romantis.. wkwkwk
    Aku mencium aroma cinlok segitiga atau mungkin segi empat yah..
    Abang Mbul Satria baik beud yah.. Protektif sama adeknya.. si Khanif keasikan nonton Anaconda sampe nggak sadar kalau disebelahnya udah tidur..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi...jadi semangat si mbul ada yang baca beneran sampai diresapi gini....bayuuuuuu makasih banyak ya...mbul jadi semangat nulis fiksi lagi 弘弘

      Hapus
  15. behaaaaa suuuuuuweeeee hahahahahaha
    ono ono ae
    lanjut lagehh

    BalasHapus
  16. nama tokohnya ada yang berubah jadinya : Mas agus, satria, khanif, herman dan jack 喫

    BalasHapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^