Minggu, 17 Januari 2021

Cerbung : Gadis Kecil yang Sedang Belajar Jatuh Cinta (Part 7)




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Genre : Romansa

Hanya bersifat Fiktif belaka





Rangkaian bunga anyelir dan gladiol putih yang terselip diantara daun palem pada sudut rumah Rembulan kini rembes diguyur hujan. Ini adalah hari ke-7 setelah kematian Satria dan rumah itu masih tampak sendu. Beberapa karangan bunga yang belum sempat dipinggirkan nyaris kuyup,  menyisakan sisa-sisa sampah yang tadinya sudah layu, kini basah dan teronggok kesepian mengenaskan diterjang hujan. Hujan Bulan Januari memang tidak pernah main-main. Matahari seakan malas beranjak dari tempatnya bahkan untuk sekedar menyapa siang di sepanjang minggu pertama bulan ini, menyebabkan langitnya ajeg berwarna kelabu, bahkan kerap mengarak gumpal-gumpal awan hitam yang siap bergandengan tangan menumpahkan segala isinya kapan saja ia mau.

Baca juga :


Di ambang pintu, terduduk Rembulan dengan roknya yang menjuntai di atas lantai dengan kedua lutut ditekuk. Matanya sembab karena kebanyakan menangis walaupun sebenarnya ia capek. Entah kenapa akhir-akhir ini perasaannya sedikit kacau. Atau mungkin lebih tepatnya aneh. Sebentar bertemu dengan orang yang menenangkan hati, sebentar itu pula mereka bakal pergi. Pikirannya  kemudian melayang pada suatu masa, ketika Satria baru saja dikebumikan, ia yang shocked tak sadarkan diri tahu-tahu sudah berada di dalam kamarnya, rebahan dengan ditemani Mas Agus di sisi ranjang tempat ia biasa tidur. Disodori segelas teh hangat dan dihibur supaya lupa bagaimana rasanya berduka. Walau kemudian perasaan chaos itu muncul kembali tanpa diminta. Ya, perasaan seperti ada sesuatu yang hilang dan orang-orang yang dikasihinya perlahan pergi ataupun menjauh. Namun samar-samar sebelum ia benar-benar melek, sempat dirinya melihat bahwa laki-laki itu tengah membicarakan sesuatu yang cukup serius dengan Khanif. Entah apa bahasannya tentu ia tidak tahu. 

Lalu satu hari setelahnya datang utusan Jack Gupta, siapa lagi kalau bukan Hermansyah yang menyampaikan rasa bela sungkawanya yang teramat mendalam berikut tentengan papan bunga besar yang dirangkai dari banyak jenis, termasuk di dalamnya gladiol dan anyelir putih yang tampak demikian berkelas. Dirinya juga memberitahukan bahwa Tuan Mudanya itu kini benar-benar menyesal atas perbuatannya selama ini.

"Nona Rembulan, saya hanya ingin menyampaikan amanat dari Jack, bahwa ia tidak jadi memberi tuntutan apapun pada Nona. Juga ganti rugi mobil itu sudah ia lupakan. Bahkan ia menginginkan Nona untuk bekerja kembali kepadanya tanpa embel-embel apapun. Semua gaji nantinya untuk Nona......Bukan untuk ganti rugi atas kerusakan materiil yang dialami Jack." ujar Hermansyah.

Rembulan yang sudah agak lebih tenangan dari sebelumnya akhirnya bisa juga mencerna kalimat per kalimat yang dilontarkan Hermansyah atas nama amanat dari Mantan Majikannya Jack Gupta. "Iya Tuan Hermansyah, Rembulan sudah tidak memikirkannya lagi. Rembulan tahu Tuan Muda Jack orang yang baik, bahkan sangat baik pada Rembulan, karena semua yang disyaratkan memang masuk akal dan tidak  mengada-ada. Bahkan Rembulan tahu waktu itu sungguh ia tidak bermaksud. aku paham....tapi...sepertinya aku tidak bisa lagi bekerja di tempatnya. Aku cukup tahu diri karena tidak pantas berada di kalangan kalian." Rembulan berkata sambil membungkuk yang lantas ingin disanggah oleh lawan bicaranya.

"Tapi Nona..sungguh kami sudah mencabut semua yang memberatkan kemarin..." laki-laki itu belum menyelesaikan kata-katanya.

"Tidak mengapa Tuan... untuk masalah hutang, tetap itu akan kuhitung sebagai hutang. Nanti Rembulan sudah perhitungkan tenggat pembayarannya dari hasil pembatalan sewa kios karena tabungan yang sudah terkumpul di situ akan Rembulan anggarkan ke sana." tutupnya yang hanya bisa dipandang heran 1000 heran oleh Hermansyah. Apakah gadis itu benar-benar sudah tidak mau kembali pada mereka hanya karena merasa tidak pantas...hmmmm...

***






Rembulan kembali termangu. Wajahnya jelas masih ditekuk dan seperti tidak ada gairah. Seringai 'suee' yang bernada khas dari sosok Abang yang biarpun galak namun cukup protektif itu sudah tidak ada lagi. Petuah-petuah bijaknya yang walau saat orangnya masih ada nyaris cuma masuk kuping kanan keluar kuping kiri juga sudah tidak ada lagi. Ya, setelah orangnya tidak ada justru sepertinya baru terasa bahwa ada sesuatu yang hilang. Satria telah mangkat dan kini tersisa Rembulan yang harus menata hidupnya kembali di tengah kerasnya ibukota Jakarta. Mas Agus juga sudah tidak berada di dekatnya. Sungguh hati ini merasa porak poranda. Seperti bentuk kehilangan yang bertubi-tubi. Meskipun yang terakhir itu masih bisa ditemui sih andai pun mau ditemui. Tapi...tetap saja rasanya berbeda. Mungkin karena sudah tidak ada lagi garis takdir yang menghubungkan mereka satu sama lain dalam atap yang sama seperti halnya kemarin. 

"Rembulan!" Sebuah suara yang teramat sangat dikenalnya selama mukim di Jakarta memecahkan lamunannya siang itu. Siapa lagi kalau bukan Mas Kurus yang mirip Hua Ce Lei dalam Serial Mandarin Meteor Garden.

"Mas Khanif?" Rembulan menyahut panggilan pemuda yang sepantaran usia dengannya itu dan mempersilahkan ia duduk menjejerinya.

"Rembulan maaf gw baru mau mengatakan ini..." Khanif seakan mau memulai obrolannya dengan sesuatu hal yang endingnya sedih. Tapi Rembulan sudah berusaha mempersiapkan batinnya jauh-jauh hari sebelum moment ini datang. Ya, mungkin karena sekarang mereka sudah tidak akan jualan lagi di pasar, jadi gadis itu sudah tahu arah pembicaraannya mau kemana. Meski begitu ia berusaha menyembunyikan perasaan hampanya dengan senyuman yang ia sungging semanis mungkin. 

"Rembulan jangan marah ya..." Khanif kembali berkata.

"Memang marah kenapa sih Mas? E bentar tunggu...kok tumben panggilnya romantis amat...panggil nama lengkap aku. Biasanya main Mbak Mbak  aje.....Memang aku Mbak Mas Khanif apa..Kita ini sepantaran umur. Panggil aja Mbul..eh Rembulan aturan mah hahahahhaha." Rembulan mencoba melawak walau ia tahu itu garing.

"Ya maaf deh...sekarang gw akan mencoba panggil kamu Rembulan...duh..hoek..gw jadi pengen muntah deh ah...gw itu paling anti bermanis-manis ria hohoho..." kata Khanif.

"Ah...sekali-kali nyenenging aku ngapa Mas Nif.."

"Iya deh ... Mbull ... maksudku Rembulan...hmmmm...jadi gini..."

***







"Oh....seperti itukah?"

"Iya...seperti itu....."

"Hmmm...begitu." Rembulan mengangguk-anggukkan kepalanya pelan.

Tak terasa setelah menyemak pembicaraan empat matanya dengan tetangga kontrakan yang sudah teramat sangat dekat dengannya ini, ia lagi-lagi seperti mendapat sayatan sembilu. Ya, walaupun hal tersebut sudah ia prediksi sejak lama. Khanif yang biarpun 17 tahun juga seperti Rembulan, tapi setidaknya ia tamatan STM. Makanya pemuda itu masih layak diperhitungkan untuk masuk ke bursa kerja di kawasan industri yang diam-diam ia lamar selama ini sembari mencari kesibukan dengan bantu-bantu di lapak Satria. Dan kebetulan panggilan itu datang juga tepat di saat tabungan untuk sewa kios baru dan segala tetek mbengeknya akan Rembulan alihkan untuk melunasi utangnya pada Jack. Praktis, begitu ada panggilan kerja di Jababeka tak bakal ia sia-siakan begitu saja. Walaupun dalam hati kecilnya yang paling dalam tentu akan ada rasa sedih juga mengingat sebentar lagi ia harus ditempatkan di mess karyawan yang artinya akan berjauhan dengan Rembulan. Ingin sih bekerja keras dulu untuk mengumpulkan duit sampai mapan siapa tahu kelak ia bisa bersanding dengan.....

"Ah!!! Jadi Mas Khanif sudah keterima kerja di kawasan industri Jababeka ya! Wuah...selamat. Aku ikut senang!" Ujar Rembulan sambil menyurungkan tangannya tanda mengajak salaman. Namun bisa Khanif tangkap dengan jelas sorot mata Masha and The Bear itu tampak berkaca-kaca. Ah sial, harusnya gw tidak memberitahukan hal ini di saat doi masih dalam keadaan berduka ...ah sial sial sial. Khanif agak menyesal dalam hati. Tapi apa boleh buat. Memang pada kenyataannya ia harus bekerja bukan?

"Tapi.....sebentar lagi gw akan tinggal di mess karyawan. Kamu ga pa pa?"

Rembulan terdiam.

"Itu artinya gw sudah tidak bisa jadi tetangga kamu lagi. Kita bakal berjauhan....."

"Iya. Aku tahu !" kata Rembulan.

"Benar kamu tidak apa-apa?" Tanya Khanif lagi.

"Um um.." Rembulan mengangguk, tapi tak terasa air mata itu tahu-tahu jatuh menuruni pipinya yang gembil.

***









1 bulan kemudian....

Bermula dari (lagi-lagi) Rabu kelabu itu. Hujan sekonyong-konyong turun dari langit sekitar pukul 14.37 WIB dekat muka halte bus tua yang sudah tidak beroperasi lagi. Seorang laki-laki datang dari arah utara dengan mengendarai Honda Astreanya, sementara seorang perempuan muda datang dari arah selatan dengan berjalan kaki. Laki-laki akhir 20 tahunan itu mengenakan kemeja hitam berkerah dan celana bahan warna senada. Matanya tetap sipit dan senyumnya masih bersahaja seperti saat sedia kala keduanya bertemu. Sedangkan perempuannya mengenakan kardigan hijau yang menyembunyikan tanktop putih di sebalik badannya yang agak demplon. Matanya berkebalikan dengan mata laki-laki itu, sebab ia punya mata yang belo seperti burung celepuk dan pipinya pun bulat menggemaskan. Tunggu!!! INI SEPERTI SEBUAH DEJAVU!

Saat keduanya semakin mendekat, terang saja ada perasaan rindu yang harus segera dituntaskan.

"Luhrembulan?!!!" teriak sang laki-laki.

"Mas?!!" sahut sang perempuan.

Tampak dihujani oleh titik titik air yang belum seberapa deras, mereka pun masih bergeming di luar halte. Rambut keduanya basah. Begitupula baju mereka. Tapi..seperti ada jeda panjang yang membuat waktu seolah-olah berhenti. Yang satunya ingin memperagakan tindakan langsung peluk, tapi ada daya Honda Astreanya masih ia tuntun karena mesinnya mendadak rewel, sementara yang satunya lagi masih berusaha mengumpulkan sisa-sisa perasaan yang ada setelah 1 bulan lamanya tidak berjumpa ataupun berkontak, ya usai ia pindah kontrakan dan ganti nomor HP  praktis saja dirinya agak susah dihubungi. Terlebih ia sudah tidak berkerja lagi di pasar, jadi kesempatan bertemu Mas Agus saat shift pagi itu macam 1001 peluang dalam pelajaran matematika. Namun rupanya, hari itu mereka sedang 'berjodoh'. Dan hal tersebut membuat Rembulan ingin menangis saking bahagianya bisa bertemu lagi dengan orang yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kali.

***







Hari ini Rembulan tampak cantik sekali dengan balutan kebaya beludru hitam bersepuh emas dan kain jarik cokelat motif parangkusumo yang melilit tubuhnya bagian bawah, pinggulnya yang sintal jadi terekspouse sempurna, dan seketika mengubah penampilannya tampak dewasa, tak kekanak-kanakan lagi seperti kemarin. Bibirnya terpoles gincu warna merah penuh seperti bibir lakon Hollywood Angelina Jolie. Dan tangannya kini memilin-milin ronce kembang melati yang tersampir di sepanjang sanggul gaya Solo Surakartanya sepaket dengan paes warna hitam di dahi. Ia mematut diri di depan cermin. Menelusuri sepanjang perjalanan yang telah lalu...lebih tepatnya 1 minggu sebelum Hari H ini. 

Rembulan bertemu dengan Khanif kembali. Rupanya ce esnya itu kini sudah banyak berubah. Dari segi penampilan tentu saja makin rapi, tidak seserampangan saat masih wara-wiri di pasar bersamanya. Maklum sedang otewe menjadi karyawan tetap sebuah pabrik di kawasan industri paling bonafid di Jawa Barat. Terang saja gadis itu jadi lumayan terpana saat ia bertemu kembali dengannya. 

"Hay...Mas..." ia berkata agak kikuk. 

"Rembulan..." jawabnya dengan kata-kata menggantung. Sesungguhnya ia juga bingung memulai obrolan dengan Rembulan bagaimana setelah sekian lama tidak bertemu.

"Akhirnya kamu duluan ya hehehe..." Khanif melanjutkan kalimatnya setelah resmi menerima sepucuk kertas beraroma wangi yang sampulnya bergambar sepasang burung merpati.

Rembulan mengangguk.

"Iya Mas...Mas Khanif juga kudoakan segera bertemu dengan tambatan hatinya..." Rembulan menoleh ke arah  Khanif dan ada senyum tipis di sana yang entah menginterpretasikan apa.

Keduanya kemudian terdiam beberapa saat, lalu tanpa disangka-sangka Khanif memeluk Rembulan hingga gadis itu tampak kaget, meski ia tak bisa berkata apa-apa. Meski dirinya hanya membiarkan pemuda itu melakukan apa yang ia mau sebelum resmi dirinya menjadi milik orang lain. Ya, hanya memeluknya saja, dan mungkin ini untuk yang terakhir kalinya...Mohon maaf untuk nama calon mempelai laki-laki yang tertera dalam kertas undangan : Agus Rohmantika Widodo.

"Kamu tidak perlu tanya apa-apa. Gw cuma ingin mengungkapkannya saja dengan cara ini..."

Dan Rembulan pun menangis di pelukan laki-laki itu.

***








"Dek...Mas cari-cari kok ternyata ada di sini." Mas Agus yang sudah berganti pakaian terkejut melihat Rembulannya kini masih lengkap dengan busana pengantin dan segala tata rias yang menempel pada wajah. 

"Ah...Mas.."

"Kenapa bengong saja sih?"

"Mmm...tidak Mas...aku cuma merasa terharu...akhirnya orang yang aku cintai bisa bersanding denganku." Rembulan berkata dengan mata berkaca-kaca.

Melihat istrinya yang masih muda belia itu menampakkan sorot mata Puss In Boots seperti yang ada dalam kartun Shrek tentu saja membuat pemuda 27 tahun itu merasa gemas. 

"Baiklah, tidak usah lama-lama lagi, sini aku saja yang bantu melepas busanamu..." Mas A-nya ini kini tak ragu lagi menggendongnya dengan posisi menyamping menuju kamar mereka yang kini disulap penuh bunga-bunga. 

"Ceklek!"  

Pintu pun ia kunci rapat-rapat.

****







Sementara itu, jauh beberapa meter dari rumah Mas Agus yang masih dihiasi janur kuning, keluarga Kang Dahlan baru saja keluar dari sana menuju rumahnya kembali. Ia dan istrinya Ratna mensyukuri akhirnya adik bujang paling bontotnya itu kini telah resmi melepas masa lajang.

"Fyuh...lega juga ya Bu, si Agus akhirnya kawinan juga." ujar Kang Dahlan.

"Ya Pak...mana dapat anak perawannya masih muda betul lagi, untung tidak kau lirik Pak.......kalau sampeyan sampe nglirik...awas! Hoho....ya gadis kecil yang malang karena hidup sebatang kara setelah ditinggal mati Abangnya sebab kecelakaan ya kurasa sudah tepat kalau Agus meminangnya...Padahal kalau dari segi umur hampir sama dengan kembar kita Intan dan Sudibjo ya Pak, malah lebih muda 3 tahun dari mereka ya, hahahha." Mbak Ratna menimpali.

"Ya kalau sudah klop, apalagi yang ditunggu toh?" ujar Kang Dahlan lagi tanpa mengindahkan dua kembarnya Intan dan Sudibjo yang seakan belum rela dengan nasib baik Omnya.

"Huft...kita kok keduluan Om Agus ya Ntan, bisa kawinan sama Bibi Rembulan yang mirip Bibi Lung itu... hohoho."

"Iya sih Jo, tapi apapun itu, kita harus doakan semoga Om Agus dan Bibi Rembulan kecil kita itu bahagia, hmmm..."

****






Malam ini rembulan yang digantung di langit tampak dalam posisi sabit. Permukaannya yang cekung membentuk sudut seperti hidung dan mata yang mengedip, juga seulas bibir yang menyerupai orang tersenyum. Di bawahnya, sepasang muda mudi Mas Agus dan Rembulan sedang duduk-duduk di halaman belakang, menikmati suara cengkerik yang timbul tenggelam di balik bayang-bayang pohon besar yang bergerombol di dalam hutan. 

"Kayak suara tonggeret ya Mas...!" Rembulan berkata dengan riang. Malamnya kini terasa sangat menyenangkan dibandingkan dengan malam-malam sebelumnya.

"Embulan mau dengar suara tonggeret betulan tidak?" suaminya itu kemudian bertanya yang kemudian diiringi anggukan cepat dari kepala Rembulan.

"Baiklah, besok kita pindah ke Wonosobo saja ya. Yang dingin.....okey? Di sana masih banyak tonggeret. Suaranya jauh lebih merdu dari yang ini." Ujarnya sambil memberikan bahunya untuk bersandar sang istri yang masih seperti anak kecil itu.

"Hu um. Pindah ke Wonosobo!!!! Horeeeey!!"

Laki-laki itupun mengelus rambutnya dengan sayang.

Dan malampun terasa demikian panjang...tapi itu tak mengapa asalkan ada Rembulan yang menemani.


TAMAT...














Thank you buat para mentor yang banyak memberikan inspirasi dan selalu kukagumi tulisan-tulisannya serta hangatnya personality kalian :


juga cameo lainnya yang tak bisa kusebutkan satu persatu. Sampai jumpa lagi di cerpen atau cerbung selanjutnya...maap kalau endingnya jadi begini...hehehe..











66 komentar:

  1. Eh kok tahu tau sudah tamat, padahal nunggu adegan hotnya tapi kok ngga ada, apa mungkin yang nulis masih kecil ya.ðŸĪĢ

    Syukurlah setelah sekian lama akhirnya rembulan bersanding dengan orang yang dicintainya, semoga saja bahagia selamanya, jangan seperti abangnya yaitu satria yang ngga kawin karena hobi mangkal.😂

    Ngomong ngomong mas khanif itu gimana lanjutannya, apakah akan kawin juga, misalnya dengan siapa gitu, dengan suster Tiwi mungkin.😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. nganu mas...tadinya mau aku selipin part hawts...ehhhh tapi kok pikiran lagi penuh nuh nuh nuh...kalau ditunda tunda bakal ga jadi jadi nih part 7 huhuhu...apa perlu kubikin sekuel rembulan jilid 2 nya ya mas...yang penuh dengan romansa hawts nan sue hohoho...pengen sih ntar kapan kapan nerusin rembulan jilid 2..

      kan penulis mah ngikut apa selera pembaca,kalau pembaca oke mau rembulan jilid 2,bisa sihhhh ntar dikerjakan hahhahahha

      kang satnya sibuk berniaga kali ya mas agus hihi

      nah nasibnya gimana ya...kita tunggu sajaa setelah iklan berikut ini hohoho

      Hapus
    2. e nambahin lagi, tadinya mau kutambahib banyak part sweet...e nengok cerpen dan cerbung tetangga sebelah partnya admin blog nih cuma diceritakan kayak peran biasa biasa aja hahahhaha...

      tapi di sini sutradara beby mbul masih akan tetep berbaik hati kok kasi perannya pada sweet sweet hahhaha

      Hapus
    3. Masih kecil gimana Mas Agus?

      Hapus
    4. Anu bang ancis, badannya masih kecil.😆

      Hapus
    5. adegan hot gw lewat aja ya, gw masih kecil soalnya, nanti di marahin tante, eh.. :D

      Hapus
    6. mas agus yak waktu dan tempat dipersilakan buat menjelaskan ke bang ancis 😁

      Hapus
    7. asyique mas agus uda bantu nerangkan...jadi aku ga perlu capek capek 😆😄😂

      Hapus
    8. ya mas khanif yang masih kecil dikandangin dulu...ini kheuseus bacaan orang dewasa


      eewhhh
      ..ternyata o ternyata...tak kusangka dan takuduga mas khanif piaraan tante tante...waduh batal deh jadi nominasi pemeran utama selanjutnya hahahhahahahha

      Hapus
    9. Waduh, mas khanif piaraan Tante Tante??? ðŸ˜ą

      Ngga nyangka ya, padahal kukira alim anaknya.😔

      Hapus
    10. yaila gw becanda kali, biar lucu :D

      Hapus
    11. nah loh....mari kita terkezoet bersama mas agus ? ðŸ˜ąðŸ˜ģðŸ˜ąðŸ˜ģ

      Hapus
    12. mas nif : kalau lucu, ayok kita sematkan emot tawa miring sambil keluarkan air mata ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ

      Hapus
    13. tapi ga lucu ya becandaan gw, emang garing sih..

      Hapus
    14. lucu kok mas khanif...lucu...😄

      Hapus
  2. Huwaaa??? Huwaaaa??? Aku baca cerpenya sambil ketawa lho bayangin cerpenya episodenya panjang ........bangeeeet mirip sekenario film tersanjung , tapi tetap oke . Siapa dulu sutradaranya mbak nitaku gitu lho??? 😅😂😆ðŸĪŦðŸĪ­ðŸĪ­ðŸ™ðŸ™ðŸ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. asyik...makasih banyak tari, moga moga sutradara nita ke depan bisa bikin cerpen atau cerbung yang lebih cetar dan romantis lagi 😍ðŸĨ°ðŸ™ðŸ™

      Hapus
  3. Harus baca dr awal ini biar nyambung..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayoo bang ancis uda ketinggalan jauh...dimulai dari part 1 ya, di sana banyak adegan hotsnya...e maksudku adegan sweets sweetnya hahhaha

      Hapus
  4. masih inget aja ya gw pernah kerja di jababeka hahaha :D, emang baru kemaren gw ceritain di blog sih :D..

    wah selamat mbak mbul sudah menikah sama mas agus, semoga kalian bahagia sampai anak cucu nanti hehehe, akhirnya heppy ending :)

    nah gimana tu nasibnya jay gupta, gw kira ada bagian epik yang terjadi sama kalian, ternyata ga ada ya :D.. gw pikir jay bakal suka sama si mbul dan berubah jadi cwo baik selama bisa deket sama si mbul, mungkin sedikit bisa merubah sifat yang tadinya galak jadi super lemah lembut, kemudian hermansyah yang diam-diam menyukai mbul, jadilah mereka cwo-cwo ganteng dan kaya saling bersaing dan berebut mendapatkan hati rembulan.. tapi pada akhirnya si rembulan akan tetap memilih mas agus si tukang cilok keliling :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya karena sengaja mbul kalau bikin cerita fiksi yang collab sama teman ada nyerempet nyerempet dikit dengan hal hal yang relatable dengan dia...jadi biar seru gitu lah

      nah tuh...akhirnya tokoh rembulannya pilih mas agus..itu membuktikan bahwa dia bukan cewek matre hoho

      ow sebenernya tadinya bisa dipertimbangkan tuh part epik tebakannya mas khanif di atas, sayangnya di cerpen atau cerbungnya mas jaey n mas her, admin blog ini ga pernah jadi peran utama....jadi batal deh dapat part epic hahahahhahahah

      tet! salah...di sini nda ada yang jual cilok...kalau siomay dan juragan sapi di kampung wonosobo iya 😆😂ðŸĪĢ

      Hapus
    2. Kasihan sekali mas khanif, biarpun sudah berusaha sekuat tenaga bahkan bela-belain naik motor bareng rembulan sampai nabrak mobil jaey Gupta, akhirnya rembulan nya sama orang lain.ðŸ˜Đ

      Akhirnya mas khanif menjadi pria Cina Taiwan deh.😂

      Hapus
    3. oiya ya gw lupa, soalnya kemaren pas bales komen habis jajan cilok di pinggiran jalan, jadi gw keingetnya jualan cilok hehehe.. bisa aja ngeles nya ya :D

      Hapus
    4. iya rembulan milih kamu mas agus, biar bisa makam siaomay gratis terus tiap hari wkwkwk :D

      Hapus
    5. mungkin belum jodohnya mas agus, tapi siapa tahu mas khanif akan ke taiwan dan bergabung dengan F4 lalu bertemu shancai deh 😁😊😃

      Hapus
    6. asyik uda pinter ngeles...bisa dong ngelesin bahasa inggris tar hahhahahah

      Hapus
    7. nah iya jadi tambah gembil deh tuh pipi maem siomay trus tiyep hari hhahhahaha

      sebagai gantinya jadi tidak mengkonsumsi nasi hahhahahha #jawaban versi bercanda


      kalau versi interpretasi serius cerbungnya...ya karena kalau yang jeli dari awal juga uda ketahuan siapa yang nongol terus di tiyap part dan diceritakan dengan porsi romansa agak lebih ..nah dialah yang jadi tokoh utama prianya 😄😁...kalau rival utamanya ya itu si K

      jadi yang paling banyak berhubungan dengan tokoh rembulan ya si A dan si K hahhahahahha

      Hapus
    8. Iya belum jodohnya khanif sama mbul, akhirnya khanif memilih pergi dan menjadi cina taiwan.

      Cinta iya Tapi nikah ngga kesampaian.ðŸĪĢ

      Hapus
    9. 🙄🙄🙄🙄🙄

      Hapus
    10. Setelah dari cina Taiwan, mas khanif lalu pindah ke Uzbekistan mbak 😄

      Hapus
    11. keliling dunia dong mas gus...tar mampir tibet liat binatang namanya yak....mirip ama sapi..binatang asli sana 😉

      Hapus
    12. Uzbekistan, uzaha berat untuk melupakan mantan.😆

      Hapus
    13. eh aku tadi loading, ternyata itu akronim tah mas ...? 😆

      Hapus
    14. gw ke jepang ajalah, jadi kamen rider pembela kebenaran :D

      Hapus
    15. ganti kostum dong mas khanif :D

      Hapus
    16. Jepang, jemput pacar tapi ngga datang datang.😆

      Hapus
    17. eh mas agus kok belom bobo? 😆😁

      Hapus
    18. tokohnya aku ganti nama satu hehe...

      sepertinya orangnya ga berkenan

      jadinya Jack aja :D

      Hapus
  5. yee akhirnya tamat, mau pindah ke wonosobo nih haha
    di bandung juga masih banyak kayaknya tongeret, sampe ada lagunya "tongeret tongeret tongeretttt"

    BalasHapus
    Balasan
    1. horeee throw confetty ke aku dong mas intan...hahhaha ðŸĨģðŸĨģ

      o jadi bandung juga sedingin wonosobo ya...leh ugha tu 😆

      itu mah telolet telolet telolelolelolet...#lagu yang judulnya ini bukan sih...lagu dandut tapinya..cuma aku ga tau kalau ini dari bandung teak..beneran ni dari bandung? #serius nanya...ga kan ya?

      Hapus
  6. Pindahan karena pekerjaan emangnya lah epic.
    Tapi pindahan cuma buat denger suara tongeret, itu sih luar biasa. ðŸĪĢ

    BalasHapus
  7. Kok part terakhirnya jadi lebih singkat..ðŸ˜ģðŸ˜ģ

    Tidak ada drama penguburan satria atau hal2 yang menyedihkan lainnya..ðŸĪĢ ðŸĪĢ

    Part terakhir hanya menyisahkan kesedihan yang mendalam bagi rembulan..Dan meski pada akhirnya Hermansyah betet datang juga ketempat Rembulan untuk melakukan penawaran kerja kepada Rembulan....Walau menarik terapi rembulan menolaknya karena ia sudah terkena guna2 si A suuueee yang memang sudah kebelet pengen kawin..😎😎😎

    Yaa karena sudah tidak ada siapa2 dirumah akhirnya dengan terpaksa rembulan pun mau menerima pinangan si A suuueeee...Yang katanya akan membawa Rembulan kenegri kayangan..Padahal cuma ke Wonosobo disana juga cuma macul doang paling..ðŸĪĢ ðŸĪĢ ðŸĪĢ

    Pernikahan pun berlangsung setelah khanif dan rembulan berpisah karena kesemuanya katanya demi masa depan...Knanif beketja dikawasan Jababeka menjadi kang cakwe...Eehh salah jadi karyawan disebuah perusahaan Asmirandah..ðŸĪĢ ðŸĪĢ ðŸĪĢ

    Sedangkan Rembulan milih kewonosobo ikut si A suuueeee untuk bantu2 si A Suuueee macul atau ngangon bebek disawah...ðŸĪĢ ðŸĪĢ ðŸĪĢ

    SATU TAHUN KEMUDIAN...

    Alhirnya karena kebutuhan ekonomi yang kian mendesak hubungan keduanya semakin hari srmskin hambar. Karena si A jarang mau pulang kerumah lagi karena sudah kepincut janda yang juga seorang ronggeng dikawasan Pantura si A lebih memilih ngendon dirumah janda tersebut.😎😎

    Akhirnya tak tahan dengan semuanya Rembulan pun kembali ke Jakarta dan memilih menetap dikota bogor dengan berprofesi sebagai biduan dangdut dari kampung satunya kekampung lainnya.ðŸĪĢ 😁😁🏃🏃ðŸ’Ļ

    BalasHapus
    Balasan
    1. wanjaaaay abang ku uda datang dari alam kubur hahhahahha


      astagaaa kang sat ada dendem pribadi apa ma mas agus kang hahahhahah

      ga lah kang, itu mah versi devilnya kang satria

      kalau tokoh tokoh di cerbung mbul tidak ada yang rasa senetron indosiar kumenangis kang...semuanya happy ending dan happily ever after seperti dongeng dongeng disney biarpun tokoh utamanya hidup dalam kesederhanaan

      #biar kang satria panas hahahhaha

      kaborrrrrrrrrrrrr

      Hapus
    2. Emang kang Satria komen apa sih mbak, ðŸĪ”
      kok ngga kebaca di hape ku, maklum lagi mode gratis.😆

      Hapus
    3. aku juga tiba tiba blurr kang satria nulis apaan mas agusss hihihi

      😋ðŸĪĢ

      Hapus
    4. Suuueeeee....Ntar Hp atau PC luh pade ngehenk beneran baru rasa dah..ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ

      Hapus
    5. rupanya arwah kang satria belom rela rembulan adeknya dibojo mas agus hahhahahahhahahhahahhaha

      Hapus
    6. Iyalah...Gimana kaga gentayangan dapat adik ipar kage nguntungin...Ngepress banget, Kage balik modal kalau orang Betawi bilang mah..������ Suuueee..������

      Hapus
    7. kang satriaaaa tauge semua emotnya ahhahahahah

      eh kang sat ntar jangan jangan abis ini robah genre jadi horror dong karena arwah masih gentayangan ngehantuin mas agus..


      betewe dari kemaren aku banyak baca cerpen cerpen kang sat dan mas agus yang jaman dulu dan banyak hotsnya dong jaman masih banyak pake nama temen temen di mwb hahahhaha...seruuuuu...makanya aku jadi ikut ikutan pake nama kalian dah hahhahahhaha

      #punten ya semua si embul jadi melu melu cara anak mwb nyerpen atau nyerbung walau masih kalah jauh dari cerita cerita anak mwb seperti mas agus dan kang satria....cerpen cerbung jaman mas agus n kang sat yang dulu dulu lebih lepas ga kebanyakan terbatasi oleh 'sesuatu' karena terpengaruh komen follower....jadinya aku suka bacanya...wkwkkw..iya cerpen cerpen kalian yang jaman doeloe :D

      Hapus
    8. kayaknya gw doang yang ga bakat bikin cerpen.. jangankan cerpen, nulis posting aja bahasanya masih amburadul :D

      Hapus
    9. mas khanif cerita sehari harinya juga seruuuuu kok...kita kita buktinya datang terus kan tiyep mas khanip update 😁😃

      Hapus
  8. Cerbung yang pelet pemikat sukma yaa...Haaahaaa.ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ Gw malah ketawa sendiri kalau baca ulang.ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ

    BalasHapus
    Balasan
    1. benervkang...that's right! nyantol yeay kata kuncinya...coba deh bandingin antara cerpen mas agus yang dulu ama yang sekarang...kenapa ya aku ngerasa yang sekarang agak main aman...ga selepas yang dulu.. apa mungkin buat nyenengin pembacanya hahahahhahah

      piece kangmas agus...kalau kang satria uda jarang nyerpen sih banyakan repiew xixixiixi

      Hapus
    2. etapi kalau cerbung pemikat sukma mah yang bikin kang sat, baru aja kemaren aku baca wakkakakak

      Hapus
    3. Reques mbul bikin cerita Horor...

      Kisahnya seperti ini....Ada sepasang suami istri bernama Agus & Nita....Dalam kisah ini si Nita kemasukan roh jahat atau diguna2 sama mantannya..

      Akhirnya karena bingung Agus mencari bantuan hingga mendapatkan seorang suster bernama Pratiwi yang punya indra ke 7 dan membantu Agus untuk kesembuhan istrinya Nita...

      Tetapi Nita malah cemburu pada suster Pratiwi, Dan menuduh Agus selingkuh dengan Pratiwi..

      Kelanjutannya yaa tinggal ente terusin sendiri mbul dengan gaya penulisan ente....Intinya ceritanya horor dan ada Hotnya juga..ðŸĪĢ ðŸĪĢ ðŸĪĢ ðŸĪŠ ðŸĪŠ

      Hapus
    4. alamak jang susah kali lah bang tantangannya...tapi kok kayaknya challenging ya...hahhahahaha

      Hapus
  9. ahhhhhh co cwittttttttt
    beruntung ya bibi bulan dapet kang agus yang super duper perhatian dan manis kek begitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. sengaja gitu biar pada heppy ending xixixiix

      soalnya kalau di cerpen tetangga sebelah ga pernah happy ending 😁😆

      Hapus
  10. Asek endingnya happy.. suka banget yg begini haha
    Aku pengen juga tuh endingnya mbak mbul, nikah sama orang yg dimau.. wkwk

    Tapi aku penasaran sama dua tuan muda tampan itu jadinya mbak 😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. asyikkkk ada yang suka ama endingnya hehhee

      aku sukanya happy ending mba anggun hihi

      kalau sad ending takut nyeseg di hati wkwkwkwkw

      Hapus
  11. Asiiik endingnya Ama Agus :D. Emang sudah berharap rembulan Ama Agus ajaaa, yg udah banyak bantuin :D.

    Kamu nulis cerita Ama tulisan biasa di blog beda yaaa :). Mungkin Krn kalo nulis cerita LBH pake bahasa yg bener hahahah. Tp enaak dibacaaa, ga kaku :). Itu yg aku suka dr cerpen2 Nita

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya di sini memang kugambarkan tokoh agus paling sweet dan uda mencuri perhatian rembulan dari awal cerita makanya sengaja endingnya begini wkwkkwkw

      aaak makasi mba fans....aku masih perlu banyak belajar dari master master nih hihi

      Hapus
  12. nama tokohnya ada yang berubah jadinya : Mas agus, satria, khanif, herman dan jack ðŸ˜ģ🙏😉

    BalasHapus
  13. Alhamdulillah Kemarin2 menunda2 main ke lapak Mbak Mbul, soalnya pengen cari waktu yang pas buat Baca petualangan si Mbul versi fiksi.

    Well written mbak, dramanya dapet, sedihnya menyentuh dan ada (banyak) manis-manisnya juga..

    ohya selamat buat mas Agus. Di seri yang berikut request giliran mas Khanif dong yang jadi ML..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi mamacih kak nisa...mbul jadi terharu ada yang baca detil dan memperhatikan naik turunnya emosi cerbungku ini

      hihi...

      moga moga next time bisa bikin cerita yang lebih baik lagi dari yang ini xixi

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^