Selasa, 23 Februari 2021

Di Suatu Pagi yang Sedang Mendung



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Aku membuka mata dan takkudapati matahari memunggungi bingkai jendela. Hanya ada daun-daun yang digoyang angin. Sungguh pagi yang tidak lucu, karena dingin begini rasanya aku hanya ingin merapatkan selimut meskipun itu tidak bisa karena aku ingin lari pagi di sekitar kali belakang rumah seperti janjiku pada diri sendiri tempo hari.

Dengan mata masih digelayuti rasa kantuk, aku paksa diriku bangun, menyedekapkan kedua tangan di depan dada, berkompromi dengan hawa dingin yang mencubiti setiap jengkal jangat pada lenganku. Aku tidak minum teh dulu apalagi sarapan. Langsung saja aku membawa diri keluar rumah dengan menyeret kaki yang hanya beralaskan sandal jepit kebesaran karena harusnya itu untuk ukuran telapak kaki lelaki.

Baca juga : Tuker-Tukeran

Setiap kali melewati terowongan rumpun bambu ini aku serasa berada di desanya Totoro 😜😳😱


Aku melewati setapak yang depannya adalah rumpun bambu dengan bunyi-bunyian yang bergemerisik seperti bambu-bambu itu punya tangan yang hobinya menggaruk. Menebar hawa mistis pagi hari di suatu desa yang persis kurasakan seperti ketika aku menonton film Totoro dengan hutannya yang berpohon champor.

Aku selalu merasa rumpun bambu itu punya kemampuan untuk menakuti orang hanya karena warnanya yang begitu suram dengan batang daun melengkung yang juga ditebengi oleh sulur-sulur tanaman markisa liar. Tapi aku suka dengan tanaman markisanya. Ketika berbuah, maka akan ada banyak sekali markisa yang kulitnya masih mulus-mulus, bergelantungan menggoda untuk dipetik. Ada yang masih hijau, ada pula yang sudah kuning. Barangkali enak dicampur dengan gula sehingga nanti rasanya akan menyerupai sirop markisa yang terkenal itu. 


Tanjakan yang di atasnya itu menjorok lapangan

Siluet pohon yang menjadi objek lukisan langit

Menatap sungai yang masih sepi


Lalu aku akan berjalan ke depannya melewati tanjakan yang permukaannya retak-retak, dimana pada sisi kirinya terdapat pematang sawah, sementara pada sisi kanannya terdapat lapangan tempat biasa aku berlari. Seorang diri di jam 06.00 WIB, dengan warna langit masih biru dongker dan kedua mata kaki yang kubiarkan basah hanya karena beralaskan sandal jepit, aku putari lapangan berulang kali, meski kadang agak keder juga karena banyak sekali tanaman putri malu yang bunganya mekar merah jambu, namun tetap saja ada bagiannya yang berduri. Akupun semakin berhati-hati agar jangan sampai menginjaknya karena kalau iya jujur akan terasa sakit sekali. Kaki akan menjadi terluka

Dan itu tidak asyik sama-sekali. Maka, lama-kelamaan aku akan minggir ke sisi sebelah kanan lapangan, tanpa sadar minggir dan minggir terus hingga akhirnya aku jadi merapat ke sisi kali. Kali yang cukup besar yang menjadi pemisah antara desa ini dengan desa sebelah. Belum ada satu orang pun yang terlihat memancing atau pun menyeser udang, mungkin karena masih kepagian. Tapi sayup-sayup dari desa sebelah sudah terdengar bunyi pengeras suara yang menggaungkan isi pidato dalam bahasa jawa seperti orang mau punya hajat. 

Tapi aku tidak perhatikan betul hajatan siapakah itu, apakah ada yang mau menikah atau pengajian. Mataku justru tertambat pada sekawanan angsa yang turun ke kali dengan penuh keceriaan. Aku hitung angsanya lebih dari satu. Mungkin ada 10, karena setidaknya bilangan itulah yang kutangkap lewat kedua mataku yang besar. Aku juga tertawa karena angsa terakhir jalannya agak sedikit heboh. Mungkin dia takut tertinggal kawan-kawannya yang lain, sehingga pantatnya yang sedikit agak bahenol terseok-seok seperti mau menyentuh tanah, sambil kedua sayapnya yang lebar ia bentangkan, dan dari paruhnya yang oranye lancip terdengar suaranya 'ngak-ngek-ngok' sember bukan main. Tapi kemudian ia berhasil juga turun ke kali dan menjelma menjadi angsa yang anggun seperti laiknya gambaran angsa dalam dongeng-dongeng. 


Aku sebenarnya takut angsa. Karena aku sering mendapati angsa yang galak dan hobi mengejar tanpa ampun. Aku paling takut dengan segala sesuatu yang galak apalagi teman yang hobi menyindir, hehe. 


Angsanya ada di kejauhan sehingga susah kupotret

Desaku yang kucinta...pujaan hatiku...

Tanaman putri malu yang sering malu-malu seperti diriku πŸ˜πŸ˜‹πŸ˜±πŸ˜³πŸ˜³

Pukis, apem, lemper = kenyang πŸ€ͺ😚

Sarapan sederhana pagi ini, sop-sopan, telur dadar, tempe goreng, sambel πŸ˜πŸ˜†πŸ˜„


Tapi jujur aku sangat menyukai pagi hari di lapangan ini. Aku bisa merasakan udara yang lebih bersih dari biasanya, sehingga aku merasa seperti booking lapangan ini lewat jalur VVIP. Anak-anak SD atau MI yang biasa menggunakannya untuk olah raga pagi bersama Pak Guru mereka tidak kelihatan batang hidungnya, jadi aku merasa ini seperti lapanganku sendiri. Kugunakan sebagai track lari dengan penuh penghayatan karena aku ingin merasakan pagi yang berkualitas. Mungkin sambil berkhayal, pulangnya langsung disambut dengan meja penuh sarapan. Ya, karena sebelum pergi pun aku sudah mengintipnya penuh dengan sepiring nasi dingin, sepanci kecil sop ayam, 3 potong tempe goreng tepung, telur dadar yang dibagi menjadi 5 bagian dan tak ketinggalan sambal yang penuh minyak.


Apakah aku merasakan pagi yang menyenangkan? Kurasa ya. Bagiku, pagi selalu terasa lebih menyenangkan dibandingkan dengan waktu manapun, walaupun biasanya jadi terasa lebih 'sibuk' ya.  

Dan aku tetap merasa paling nyaman menulis di lapakku sendiri. Di sini. Di sudut blogku yang usang ini. Mungkin sendirian, jauh dari keriuhan dan gelak tawa teman-teman di suatu kumpulan yang kadang membuatku seperti terjebak dalam perasaan sepi namun aneh untuk dijelaskan dengan kata-kata :). 

Mungkin seperti interpretasi sebuah lirik dari lagu jadul berjudul 'Kosong', di dalam keramaian aku masih merasa sepi :) :) :)













48 komentar:

  1. simpulanku, apa pun pemandangannya, yang penting sarapan paginya. hihihi...

    eh becanda ding, pemandangan desanya cakeeep banget mbak... iya, itu bambu-bambu keren banget kelihatannya. kayak totoro. adem pula nampaknya. bikin pengen lupa sama kerjaan.... (si oneng curhat)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayuuu kerjaannya uda ngedip-ngedip minta dirampungin tuh :)

      Hapus
  2. wiiii dinginnnya berasa sampe ke hati ehh

    di rumahku yang jalan buntu mana ada pemandangan beginian, masa liat parit yang mengalir hingga hilir :))

    sarapan pagi yang sempurna itu dadar dan sambel, aku mau mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. sampe ke relung hati dan djiwa ye bang hahhahahah


      jalan buntu ga ketemu kang batagor atau bakso sampe rasanya nyes, iya ga bang andie wkwkwkkwk

      tul..sarapan yang parfait nan deliciouzo....

      hayuk monggo langsung kanjeng istri suruh masakin bang andy :)

      Hapus
  3. asri....hijau di mana mana.....dan makanan fresh....yummy

    BalasHapus
  4. Mungkin kalo dipoles lagi agar lebih bagus dan dipromosikan bisa jadi desa wisata Nita.πŸ˜„

    Sekarang kan orang suka yang dekat dengan alam, misalnya bikin rumah makan dekat persawahan yang hijau, bikin hotel dekat perbukitan, pokoknya yang bisa lihat pemandangan alam lah, orang orang suka.

    Tapi aku ngga suka alam mbak, aku sukanya kakaknya alam yaitu Vety Vera.πŸ˜†

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang kalau udah jadi desa wisata mas agus mau mampir berwisata ke sini pow? ☺

      masa sih mas? dari pada vety vera mending dengerin nita nyanyi dangdut, biar pada petjah kaca kaca rumah maaaaaaaas hohooo...
      panggil aku nita atau mbul dunk #nglunjak.. aku moh ah dipanggil mbak hahhahahah

      Hapus
    2. Mau aja asal ada yang bayarin yaitu Nita, soalnya kan udah manggil tidak pakai mbak πŸ˜†

      Kalo suasana pedesaan enak ya, hawanya adem, sesama warga masih gotong royong, dan kalo malam ibu ibu ngumpul untuk nonton sinetron ikatan cinta sambil ngerumpi.😁

      Hapus
    3. lho kok nita siiiiih....

      πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ˜­πŸ˜­


      nita malah ga pernah nonton sinetron ikatan cinta mas, channel rcti ga punya nita tuh 😭😒

      Hapus
  5. Cantik banget bambu-bambunya, harusnya kamu foto disitu juga mbul jadi Dewi bambu (?), hi hi hi...

    Dan lagi-lagi kasih foto makanan. Bikin kepengen tauuu, mana belum boleh makan yang berat-berat nih paska bedah mulut taadi pagi, Sad banget.

    Aku ga bisa makan bubur, ga nampol. Cepet laper lagi soalnya. wkwkwkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. kyaaa..dikau jadinya udah dibedah tah? aduh ngilu cenad cenud aku bayanginnya..puk puk kak pipit 😝😱

      aku kalau pose diantara rumpun bambu bukannya mirip sang 'dewi' nanti dikira panda atau koala kak hihi

      tabahkan hatimu ya kak, bubur telah menantimu 😁

      Hapus
  6. Aku ndak bisa bilang nggak kalo menu sarapannya kayak gitu. Duhh jadi kangen sarapan begitu deh. Bikin ah minggu ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayuk mbak sis kita agendakeun masak masak di beda kota hihihi

      Hapus
  7. mengitari lapangan menatap sungai yang sepi langit biru dongker
    aku terus berputar dengan sandal jepit sambil berkata

    twenty four..... Venezuellaaaaaaaaaaaaa


    wkwkwkwkw postingan ini sungguh pageant-able mbak
    aku bayangne dirimu pakai sash kebumen terus muteri lapangan ambek photoshoot ning isor wit pring hehe

    tapi ancen pas isuk dan mendung kudu turu wae ya
    kudu selimutan tapi eman lek ga olahraga sitik sitik
    opo maneh usia ini semakin bertambah dadi kudu semangat olahraga

    hmmm sop sopan ambek endok dadar ancen pas gae sarapan mbak
    opo maneh sambel e wis awur awur emplok

    BalasHapus
    Balasan
    1. bwahahhaah asyik aku tak mbayangke gae slempang venezuela...amerika latin khususon venezuela kan cantek cantek ahihihi

      mancab mas ikrom ayo gawe sop sopan jugag hahhahhahaha

      awur awur emplok is da best :D

      Hapus
  8. kue pukis kalo di tempat gw namanya kue gandos :D..

    wah ada apa nih mbak mbul ko bahasa tulisanya agak beda hihihi :D

    kalo gw malah sebaliknya ya, gw ga suka banget suasana pagi, apalagi kalo pas ada kerjaan dan harus bangun pagi, tapi masih pengen selonjoran di kasur, sumpah males banget gw pagi itu.. tentu waktu kesukaan gw adalah malem hari :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kue gandos, terus nginunge ekstra joss, yen mangan akeh wetenege bledos.πŸ˜†

      Hapus
    2. wkwkwk bisa aja lu gus :D

      Hapus
    3. wah aku baru tau mas khanif namanya gandos...kok mirip ama gembus ya...e klo gembus mah gebleg deng xixiixix

      iya uda taktebak mas khanif mah favorite jam jam ngancani kalong wkwkkwwkk

      Hapus
    4. mas agus...ampun ngantos mbledos nuw kangmase agusssss...hahahhaha

      Hapus
    5. mas khanif πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£

      Hapus
  9. Woahh seru beud... jalan-jalan pagi ngirup udara tanah yg basah emng sesuatu banget yah mbak mbul.. baunya tuh juara.. ngalahin pengharum ruangan. Enaaakk.. saya juga kalau libur paginy sering sepedahan.. tapi nggk ada jalanan rindang kaya gini mba.. seringnya paling ngeliat mobil motor lewat..

    Hahaha..
    Ngomongin angsa.. sama mba.. saya juga paling sering kalau dikejar angsa.. malah pas kuliah dlu.. ada tetangga yg melihara angsa terus sering dibebasin gtu.. kalau saya lewat mereka pada kepengen nyosor.. padahal saya mah nggk pernah ganggu.. hahaha

    Aaaahhhh kue pukissssnya.., mau. Tuh kan ke artikel sebelahnya isinya juga makanan.. uhh lapeeerrr πŸ™ƒπŸ™ƒπŸ˜‚ sabar2 bay... ntar kalau hujannya udh berhenti kita makan enak nasi karedok..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya dek, bisa buat pikiran jadi jernih dengan segala beban hidup yang ada #tsaaaaah....ealah ngemeng apa ya gw hihi

      bhahahahha serem klo dilosno ya dek, takute bukan nyosor lagi tapi nelek hihi

      sabar dek sabar...tar lagi mbak mbul masak nih, tapi sama aja ga bisa dikirim yeay hihi

      Hapus
  10. Lihat suasana kampungnya jadi kangen pengen ke kampung tapi bingung mau ke kampung siapa?

    Putri malu, udah berapa tahun ya ngga pernah lihat pohon itu dan untungnya pohonnya masih sama kayak yang terakhir saya lihat.. hihihi

    Mana angsanya kok saya zoom ngga kelihatan juga, ngumpet di mana sih angsanya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kampungku aja sini mas her, wisata alam wkwkwkk

      pohon? taneman kalik mas..kan kecil si putri malu itu hahhahah

      iya ga pernah berubah dia tuh, masih sama seperti yang dulu...putri malunya wkwkkw

      anu mas her...angsanya sebenernya kameranya harus digeser agak ke kiri lagi baru ntar ada...sayang ga pas ngeshoot ke bagian angsanya xixixixi...padahal aku pengen ambil gambarnya, tapi jauh banget di seberang sana πŸ˜ŒπŸ˜‚

      Hapus
  11. Ogah ah ntar ketemu bocah ngapa(k) ya..hahaha

    Emangnya beda pohon sama tanaman? (Duduk mikir di pojokan)
    Iya, masih malu dia padahal udah kenal lama..hahaha

    Oh pantesan udah di zoom dan digeser-geser tetap ngga nemu angsa ternyata emang ngga ke foto..hihihi

    Itu terowongan pohon bambu kalau lewat di terowongannya malam-malah enak kali tuh apalagi pas ada angin jadi ada musiknya..hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya Alloh melas banget mas bocah ngapaknya hahhahahah...

      kayaknya sih beda, pohon kan berkayu bukan?

      hahhahah iya mas her, putri malu mah begitu sukanya malu malu tikus mas hahahahha

      iya mas angsanya emang ga keshoot, padahal kalai kena gambarnya auto dramatis, aku agak sulit ngambil gambar hewan yang bergerak deh πŸ₯΄

      bukannya malah serem mas, terlebih kalau malam, aku malah kebayang putih putih mas, atau lampor...etapi itu mah bayanganku aja xixixi...aslinya ga ada
      cuma emang suasananya yang singub agak bikin bulu kuduk meremang sih...huhu

      Hapus
    2. Benerkan, bocak ngapa(k) ya kan dari kebumen..hihihi

      Masa sih, bukannya tanaman sama pohon sama cuma jenisnya aja yang beda-beda.

      Untungnya bukan malu-malu buaya atau dinosaurus..hahaha

      Ya padahal bagus banget kalau ada gambar angsanya. Mesti belajar foto lagi untuk sementara belajar foto kereta api yang lagi Bergerak dulu..hahaha

      Tergantung orangnya juga sih, Menurut saya sih ngga serem apalagi kalau ada penampakan putih-putih malah jadi lucu..hahaha

      Hapus
    3. tau istilah ni bocah ngapa ya...eh beda ya itu wkwkwkkw

      mungkin juga tapi setahu aku klo pohon ada kayunya (maksudnya kayu yang gede) tau bener ga nya wkwk

      sekalian malu malu veliciraptor wakkaakk

      iamas padahal kalau isa motret binatang bergerak sapa tau direkruit jadi fotografernya nat geo wild wkwkwkkw


      kok putih-putih lucu...? mas her sehat? serem kalik hahahha

      Hapus
    4. Pernah beberapa kali nonton videonya bocak ngapa(k) ya di YouTube, kadang bikin ketawa kadang bikin bingung karena ngga ngerti..hihihi

      Kalau bahas tentang pohon kayaknya bakalan ngga kelar satu dasawarsa nih.. hihihi

      Nah itu siapa tau di rekrut kan bisa traveling ke Afrika moto cheetah..hahaha

      Sehat dong..hahaha.. tergantung orangnya, kalau menurut saya lucu.. hahaha

      Hapus
    5. bwahahahha aku aja blom pernah nonton mas her...cuma sering denger aja ada orang nyeletuk e bocah ngapa ya..ga tau ngapa atau ngapak wkwkwkwk

      memang iya bisa 1 abad malah hahhahah...

      betul, selain ketemu chetaah nanti ketemu coyote, atau road runner wkwwkk

      ya Alloh kok isa sih memedi lucu mas her hahahah

      Hapus
    6. Waduh, pantesan aja ternyata dia ngga tau.. hahaha

      Ya sudah lupakan saja..hahaha

      Ngeri banget kalau sampai ketemu road runner, ngeri ketabrak..hihihi

      Kalau dibilang serem ntar jadi takut mendingan dibilang lucu kan jadi bisa ketawa.. hahaha

      Hapus
    7. oke mari kita lupakan tentang pohon hahhahaha

      road runner kalau lagi lari brutal ya mas...ngetril dia hahahhaha...mana tampangnya nyebelin pula...iya aku tuh sebel banget ama tampang road runner pingin kupuntir paruhnya wkwkwkwk

      hahah semacam sugesti diri biar ga takut jadi dibilang lucu yes πŸ˜‚

      Hapus
    8. Saya malah benci sama coyotenya.. hahaha. Tadinya saya pikir road runner itu burung unta setelah bukan google ternyata bukan ternyata memang ada burung road runner.

      Ngga juga sih memang dasarnya saya ngga takut sama makhluk halus, kadang makhluk halus saya anggap manusia biasa karena keseringan lihat penampakannya seperti manusia biasa.

      Hapus
    9. aku malah kasihan loh ama coyote kena sial terus tiyep ngejar ngejar road runner...sama kasusnya aku lebih kesian si tom daripada si tikus jerry wkwkwkkwkwkw....

      road runner itu nyebelinnya kalau bunyi kayak klakson : "Din din!!" gitu kan ngeselin hahahahha

      waduh ternyata ada kemampuan melihat hal gaib ya mas her?

      Hapus
    10. Memang suara kalau dia lewat bikin kesel tapi lucu juga kayak bis mau lewat.. hahaha..dan bikin gemes..hahaha

      Kadang kalau lagi kumat, ada yang bilang saya punya indra ke 6 tapi saya malah bingung indra ke 6 itu apa dan gimana cara memakai.

      Hapus
    11. aku malah pengen bejek bejek si road runner ga tau kenapa gemesh iya tapi lebih ke gemes sebel...gimana ya...nyebelin lah pokoknya dia ...pengen takkruwes kruwes paruhnya yang lancip nyebelin itu hahahahaha

      masa iya sih, hantu apa aja tuh yang pernah ketangkep mata mas, ga sekalian bikin akun yutub sepesialis anak indihom eh indigo mas her hahahahhaha

      Hapus
    12. Wkwkwk..sadisnya nongol.. wkwkwk

      Banyak, malah pernah ngobrol kayak ngobrol sama manusia biasa. Dan rata-rata bentuk kayak manusia biasa paling cuma kepalanya buntung atau pecah yang dilihatnya ngga seram.

      Hapus
    13. iya semua ini salah road runner soalnya #molai dramak wkwkkw


      ya Alloh serem amat mas her...

      Hapus
  12. Aku yang ketika membaca kalimat awalnya. Aku mengira ini bakal berupa sebuah puisi. Ternyata bukan yaa mbak hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. ga kok ini cuma nyoba nulis indah

      (((nulis indah jare))

      πŸ˜‚

      Hapus
  13. mau deh aku tinggal indah bersemi mekar menwangi sepanjang hari seperti ini , penat hilang paru paru bersih tak ada polusi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas rusdi, di sini hawanya masih adem, kalau pagi banyak kabut, asrep enak deh ☺😊

      Hapus
  14. Gw lihat kebon bambu sama kali jadi ingat dulu waktu masih SD suka ngebak dikali kalau pulang sekolah sekalian cari ikan..😁😁😁


    Tuuhhh2 ihhh awas ada buaya sama biawak lhoo mbul.πŸ™„πŸ˜³πŸ˜³πŸ‹πŸŠπŸŸπŸŠπŸŠπŸŠπŸŠπŸ¦ŽπŸ¦Ž


    Sekarang susah yee mbul kalau cari tempay2 yang rimbun dan sejuk...Beda sama zaman dulu.😊

    Masa mau nyari yang sejuk2 harus ke Jokaw dulu ( Jawa ) 🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngebak kayak ini ya kang πŸƒπŸƒπŸƒ

      buaya dan biawaknya sudah aku taklukkan kan aku ratu buaya putih kang #suzanna keleus hihi

      iyap tul...di jawa tengah tapi banyak kang kalau di jabodetabek mah boro boro, aspalan semua (hampir semua deng hihi)

      Hapus
  15. Dari dulu, aku tuh kayak di doktrin, pohon bambu kesukaan jin dan makhluk halus utk dijadiin tempat tinggal hahahhaa. Jd sampe skr pun kalo udh liat pohon bambu aku serem sendiri nit. Apalagi yg tinggi dan lebat. Foto di atas malah serem, sampe melengkung wkwkwkwk.


    Eh, kan asisten ku yg baru, ternyata punya indera keenam tuh. Dan dia bisa melihat makhluk halus. Kebayaaaang Doong, pas kami jalan ke luar dan ada pohon bambu Deket rumah mama mertua, dia lgs ngasih tau aku penunggunya banyak wkwkwkwkwk. Makiiin lah aku takut Ama pohon bambu :p.

    Tapi sialnya nih nit, dia juga bilang di rumahku ada penunggunya, walopun baik hahahahha. Paling iseng dikit tp ga ganggu :D. Haduuuuh aku sejak ada si mba asisten yg baru ini, jd suka makin sereeem hahahhaa. Tapi untungnya, pas makan di Mamasa gitu, dia bisa tau juga apa tuh tempat pake penglaris ato ga :p.

    Aku yg udh kedoktrin ttg pohon bambu, jadi makin serem kalo liat pohon ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. bwahahahhahah....bisa siapin kondisi jantung kalau pas jalan sama si mbak asisten ya mba fanny...akupun ga bisa kali ya kalau jalan lama bareng yang punya indera ke enam...soalnya aku kucur mba penakut asli, biar kata demen nonton horror thriller, tapi kalau beneran mah tetep aja keder wakakkakka

      wow pas liwat resto tau ada penglarisnya berarti liat jinnya ya huaaaaa..atuttt

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...