Kamis, 20 Mei 2021

Hello Meja Makan dan Menu Lebaran!




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Terbangun dari tidur, aku mendapati daun jendela telah terbuka. Sinar matahari pagi mengintip malu-malu lewat teralisnya yang separuh karatan. Pagi itu, kebun pisang yang ada di samping rumah sudah basah oleh sisa-sisa hujan semalam. Daun-daunnya digoyang angin, meliuk melambai, membuat pagi pukul 05.30 WIB ini terasa begitu gelap.

"Hoaaaammmh!" 

Kedua tangan kurentangkan ke atas membentuk gerakan streching, menggeliat seperti kucing malas yang hanya berpindah posisi namun mata tetap terpejam. Tidurku semalam rupanya tidak ada manis-manisnya sama sekali. Sebentar melungker, sebentar telentang dengan posisi kepala tertutup bantal. Entah kenapa sering sekali aku melakukannya. Padahal kalau diteruskan bisa bahaya. Kalau sudah terlanjur tidur, tahu-tahu seperti mimpi tidak bisa nafas atau gelagapan. Paling bisa terbangun kalau sudah mimpi jatuh atau terjungkal. Ya, terkadang melakukannya karena reflek saja, karena tidak ingin kesilauan. Jadi biar terasa lelap begitu, seakan mata tertutup sesuatu, meskipun sebenarnya tidak boleh ya #salahkan hawa subuh di kampung yang begitu menggigit. Jadi kalau sudah temu bantal guling, rasanya ingin berkasih mesra saja dengan mereka, hahaha...  

(Baca: dinginnya benar-benar menegaskan bahwa musim ketigo sudah mulai kulonuwun pada pertengahan Bulan Mei tahun 2012. Pantas keinginan ngeblug sudah mulai menguasai hari-hari). 


Menu wajib kupat tahu

Kembali kubuka mata dengan lebih niat. 

Kali ini 5 menit untuk duduk mengumpulkan nyawa, lalu tangan secara otomatis mulai melipat sarung dan merapikan seprainya dengan menarik bagian ujungnya agar permukaannya lebih kencang. 

Selanjutnya, kuberjalan keluar kamar, dan mendapati suasana rumah telah sepi. Tembukur satu tembukur dua, dan tembukur tigaku tercinta masih ada di alam mimpi di ruang tv. Sepeda mini yang tertambat di muka sumur juga sudah tidak ada lagi. Rupanya ibu sudah pergi berbelanja di pasar yang letaknya sekian puluh kilometer dari jalan desa. Pagi-pagi, Beliau otw untuk menyetok calon pengisi lemari es selama sepekan mendatang. Kuprediksikan akan ada bahan makanan yang bisa dijadikan hidangan beberapa hari selebihnya paling sayuran biasa supaya tidak jenuh karena setiap hari bersinggungan dengan daging atau ayam.

Sebenarnya ini adalah tulisan 2 hari sebelum Lebaran. Jadi saat tulisan ini diketik, masih ada 2 kali puasa dan juga kesibukan menyusun menu Lebaran.  Ada beberapa opsi menu untuk jeda hari yang berbeda. Hari pertama dan kedua kami tetapkan sebagai hari kupat tahu nasional meski kupat tahu yang kami bikin tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Kami yakin akan jarang ada tamu mampir di musim pandemi seperti sekarang. Sebenarnya ini untuk pantes-pantes saja sih sebab kalaupun seminimal-minimalnya ada sedulur datang, ya minimal tetap ada lah menu berat yang pantes menjamu tamu, selingannya paling sayuran biasa macam tumis kangkung juga lauk beli (dapatnya ceker dan kepala krispi). 

Sementara hari ketiga lain lagi.


Pagi hari yang masih basah, hmmmb...

Tambah ngantuk karena mendung 😱πŸ₯΄πŸ˜΄


Rencananya, di rumah Prembun juga akan dikirimi rica-rica entog yang dimasak oleh Tanteku dari Kaliwatubumi, Tante Rita. Biarpun entognya hasil piaraan kami, tapi yang masak bukan ibu. Jadi, si entog ini akan dijemput Tante Rita yang merupakan adik kandung ibu pada 2 hari sebelum Lebaran. Nanti, di hari Lebarannya, entog tersebut akan diantarkan lagi dalam bentuk masakan matang. Beliau sengaja ambil basor supaya dagingnya lebih banyak. Biarpun wuled daripada si betina, tapi nanti ia akan diempukkan lagi dengan menggunakan metode presto. Kutanya Ibu, kok tumben tidak minta dibuatkan Mbak Umi yang biasa dipasrahi untuk merica-rica entog. Kata ibu, bikinan Tante Rita tidak kalah lebih enak lo dari masakan Mbak Umi. Lagi pula Tante Rita yang jadwalnya lebih santai ini tentu akan lebih maksimal saat memasaknya ketimbang Mbak Umi yang sedang kerepotan menerima pesanan kue-kue Lebaran juga. Kami sendiri memilih terima beres, karena rica-rica termasuk masakan yang agak rumit. Jadi kami cari praktisnya saja, supaya ibu tidak sampai kelelahan memasak dan menyebabkan tensinya naik, hehehe..

Sebenarnya ada satu menu lagi yang cukup otentik menghiasi meja makan rumah kami saat Lebaran. Tak lain dan tak bukan adalah paru sapi goreng. Ya, ini adalah menu andalan keluarga kami yang tak pernah absen hadir di atas meja makan semenjak aku masih kecil dulu. 

Biasanya ibu akan memesan paru sapi dari kelompok tani/ternak yang diampu ibu supaya harganya lebih murah. Ibu akan ambil 1-2 kilo untuk selanjutnya diolah dan dimarinasi sendiri di rumah dengan menggunakan bumbu ikan yang penuh kunyit dan bawang putih. Juga tak lupa salam untuk menghilangkan bau amisnya. Paru diiris-iris tipis macam parunya masakan Padang, meski cara menggorengnya tidak segaring paru masakan Padang. Sebab paru ala kami masih digoreng dengan memperhatikan betul teksturnya supaya terasa lebih menul-menul empuk. Nanti, bagian luarnya akan dicelup terlebih dahulu dengan menggunakan adonan tepung beras supaya lebih gurih dan kemriuk. Biasanya kami menggunakan merek Rosebrand yang sudah terbukti kualitasnya.


Rica-rica entog bikinan Tante Rita (adeknya Ibu) dan Om Budi

Rica-rica entog dan sop daging (kuah agak keruh kebanyakan gajih...hohoho), ibuk mah kalau bikin sop suka ada sandung lamurnya wkwkwk


Kedengaran agak berbeda ya dari menu orang-orang pada umumnya yang cenderung memilih opor ayam sebagai menu utama. Mungkin karena opor bikin cepat mblenger kali ya, jadi kami pilih skip opor. Sebab memang santan banget. Meskipun ada satu sih yang suka betul dengan opor, hihihi. Sedangkan yang lain cocoknya yang agak pedas. Pedas merica tapi yang bikin semangat begitu. Kebetulan lagi di rumah juga ada piaraan entog, jadi ya sudah rica-rica entog sudah jelas tidak akan ditolak secara aklamasi.

Ngomongin tentang entog, ibu pernah berkata bahwa Beliau kadang agak jenuh juga dengan unggas yang satu ini. Inginnya sih mbibit ayam kampung lalu dibiakkan di kandang. Tapi setelah dipikir lagi, sayang kalau entognya tidak diteruskan. Sebab telurnya juga bagus. Bahkan ibu bilang ada yang sehari bisa bertelur dua kalu. Mana entognya sehat-sehat lagi dan pantatnya ebot-ebot seperti admin blog ini. Jadi advice agar entognya terus tetap jadi opsi. Pernah sih dulu piara ayam yang disandingkan dengan entog, tapi entognya galak. Jadi kadang ya ditarung, hihihi.  Susah juga untuk bisa mengakurkan unggas beda varietas. Kecuali kalau bebek dan entog, bisa-bisa malah kawin, hahaha..


Paru sapi goreng juga jadi menu khas Lebaran di rumah orangtua Mbul yang ada di Prembun City

Foto : doc pribadi Gustyanita Pratiwi, pemilik blog gembulnita 

Kalau yang ini Mbul (Nita) lagi pose ama entog...eh maksud Mbul pose ama rica-rica entog bikinan Mbak Umi


Kembali pada hari-hari sebelum Lebaran. 

H-2 itu masih disibukkan dengan acara membuat tape ketan. Ketannya dapat kiriman dari Paklik yang tinggal di beda desa. Beliau memang rutin mengantarkan ketan setiap jelang hari raya. Kirimnya bisa setengah karung sendiri (mungkin sekitar 3 kg). Nanti terserah kami akan membuatnya jadi apa. Seringnya sih kepakai buat tape.

Sebanyak 3 kg ketan yang sudah dikukus kemudian digelar di atas tampah yang dialasi daun pisang. Ketan diberi 3 keping ragi yang telah dihaluskan. Sebelumnya ketan juga sudah diberi warna hijau yang berasal dari pasta pandan supaya terlihat cantik dan eye cathcy. Untuk menambah cita rasa manis, sesekali ketan diaduk dengan menggunakan centong nasi dimana diantara layernya ini akan diuwuri dengan gula pasir. Centongnya dibungkus plastik karena ketannya agak lengket. Ketan kemudian kami masuk-masukkan ke dalam wadah mika kecil berpenutup. Tidak memakai daun pisang lagi karena alasan lebih praktis juga tidak cepat bocor yang menyebabkan lengket dimana-mana. Ketan beragi yang sudah dimasukkan ke dalam wadah mika dibiarkan dalam kondisi tertutup rapat sampai benar-benar berair. Biasanya dia akan jadi setelah 2-3 hari. 


Bikin tape ketan

Ijo karena diwarnai pasta pandan


Tape ketan adalah salah satu penganan paling diburu di rumah kami ketika Lebaran. Rasanya yang manis, terlebih yang sudah disajikan dalam keadaan dingin, tentu maknyess sekali jika disantap siang-siang. Warnanya yang hijau semakin menarik hati hingga jika sampai tak hadir di meja selalu menjadi pertanyaan. 

Sebenarnya tanpa dikasih gulapun ketan yang sudah diragi akan manis dengan sendirinya. Ya, manis asam lah, walau bisa dikatakan manis asamnya itulah yang membuat segar tenggorokan. Cuma memang tape kami tetap dikasih gula. Supaya manisnya itu lebih dominan ketimbang asamnya. Tape yang manis tentu banyak meninggalkan kesan kangen bagi siapa saja yang mencicipi. Meskipun Lebaran kali ini akan sangat jarang ada tamu (kecuali beberapa kerabat yang terbilang sangat-sangat dekat), tapi kegiatan membuat tape akan selalu ada dan diagendakan. Ya, minimal jika tidak ada yang makan bisa dicemal-cemil sendiri untul isi-isi kulkas, he he he.

Ini ketannya masih anget lho

Tinggal diuwuri ragi dan gula pasir


Aku sangat menggemari tape sedari kecil. Teringat jaman-jaman SD dulu, penganan satu ini selalu dibuat setahun sekali, minimal jelang Lebaran. Sudah seperti penganan wajib istilahnya, meski tidak ada yang mewajiblan sih. Soalnya dimana-mana ada. Di rumah ada, di rumah tetangga ada, di rumah simbahku yang ada di Pituruh ada, begitu pula di tempat-tempat Tanteku. Paling jossnya itu biasanya di tempat Alm Mbah Buyutku yang daerah Tersidi, masih masuk kecamatan Pituruh kalau nggak salah. Rasa manis tape yang di sana itu benar-benar mencerminkan tape yang sudah jadi. Biarpun wadahnya kelihatan alum sebab masih menggunakan tum-tuman daun pisang yang dibiting lidi, tapi setelah dibuka, jangan tanya tentang rasanya. Manis, segar, dam berair. Kebetulan adik kandung Mbahku itu banyak. Yang menempati rumah pokok peninggalan Alm Mbah Buyut ya Mbah paling ragil adiknya Mbah.  Usianya masih muda, sepantaran dengan Ibuku Kami sering menyebutnya dengan sebutan Mbah Ndoyo, kepanjangan dari Handoyo, yang dalam hal ini agak mengingatkanku akan nama sebuah bus AKAP. Nah, karena masih regeng itulah, maka kesempatan untuk bikin penganan Lebaran yang by tangan sendiri itu jauh lebih besar ketimbang beli. Salah satu yang sering kami cari dan tanyakan saat sowan Tersidi itu ya piring isi tapenya. Meski tapenya putih dan tidak hijau seperti buatan kami, tapi tape 'keluarga Tersidi' ini seperti yang kukatakan tadi manisnya lain dari biasanya. Manis yang pas. Isinya pun pas, tidak kebanyakan, tidak pula kesedikitan. Satu tum-tuman itu bisa beberapa kali sendok tapi diperkirakan pas untuk porsi cemal-cemil. Kadang ibu minta dibungkuskan beberapa tum untuk dibawa pulang dan didinginkan dalam lemari es. Entah kenapa moment Lebaran selalu terasa paling euforia untuk bebikinan sesuatu meski di hari biasa sebenarnya ya sah-sah saja andaikata niat bikin, hihihi. 

Tape bikinan sendiri terasa lebih nikmat dibandingkan dengan beli yang ada di supermarket. Kupikir di sana ada 'nilai effort' yang kita dedikasikan sekian persen~~ dari awal pembuatan sampai detik-detik menjelang jadi. Kadang kala aku berpikir kenapa ibu-ibu kita begitu telaten membuat penganan seperti ini dengan hasil akhir yang nyaris selalu sempurna. Jarang ada gagalnya. Tape yang akan disajikan untuk suguhan tamu selalu manis. Berbeda denganku yang jika terjun sendiri belum tentuk sukses di percobaan pertama. Tidak hanya tape, tapi di hampir semua penganan. Makanya, ketika ada moment bebikinan sesuatu, aku lebih nyaman ketika ada partnernya seperti ini, yang dalam hal ini adalah ibu.

Dan kenapa warnanya selalu hijau? Karena khasnya di tempat kami memang demikian. Simplenya ya supaya kelihatan lebih cantik, begitulah. 

Ketannya digelar dulu di atas tampah yang dialasi daun pisang

Lengket.....emmmbh....

Pacitan...nyamikan...suguhan, apalagi jal sinonimnya?

Resep Tape Ketan

Bahan-bahan :

3 kg beras ketan putih 
air
3 sdm pasta pandan 
3 keping ragi 
Beberapa sdm gula pasir (opsional)
2 gelas air panas
Daun pisang untuk alas tampah
Bungkus mika berpenutup

Cara Membuat :

Cuci beras ketan hingga bersih 
Rendam semalaman beras ketan yang telah dicuci tadi dengan air dan pasta pandan 
Setelah beras ketan berubah warna menjadi hijau, kukus sampai mengepulkan uap panas
Siram beras ketan setengah matang tadi dengan 2 gelas air panas, aduk hingga rata. Tunggu kira-kira 15 menit sampai benar-benar matang dan dingin.
Haluskan ragi 
Susun beras ketan yang sudah matang dalam tampah yang sudah dialasi daun pisang.
Tabur ragi di atasnya bersamaan dengan gula pasir. 
Timpa dengan beras ketan di atasnya.
Tabur lagi ragi dan gula pasir di atasnya
Masukkan tape setengah jadi ke dalam wadah mika kecil-kecil, tutup rapat dengan penutupnya Biarkan hingga 2-3 hari sampai tape benar-benar berfermentasi.


Yuk masuk masukin...hohoho

Kerjaan kelaaaar, tunggu sampai 2 hari kemudian


Beranjak siang, cuaca penuh dengan matahari. Siang yang ngejepret. Tidak semendung waktu pagi. Perlahan matahari mulai merangkak di atas kepala, membuatku yang melintas sejenak di area belakang rumah mendadak mendapatkan pemandangan baru yang bisa dibilang indah. Pemandangannya seperti yang ada dalam gambar. Langitnya berwarna biru muda dengan gumpal awan putih yang berarak, lalu bawahnya ada tanaman perdu yang entah apa namanya, tapi yang jelas siluet rantingnya cantik bukan? Letaknya di pinggiran jalan kampung berbatasan dengan gundukan tanah sebelum sungai. Jalan kampung ini agak berdebu. Aslinya jalan kecil diantara pohonnya ini masih dalam proses perbaikan karena ada beberapa bagian yang retak. Tapi pengerjaannya belum rampung. Makanya kalau ada kendaraan roda empat yang melintas lumayan agak PR karena areanya yang sempit hanya bisa dilalui satu arah. 

Jika melihat dari foto, jalanan yang menuju ke kiri sebenarnya tidak sepanas kelihatannya. Di sana terdapat rumpun bambu yang biasanya kami sebut sebagai terbis. Rumpun bambu inilah yang membuat adem suasana, terlebih ketika angin berhembus dan menggesek daun-daunnya. Rasanya akan terdengar seperti nyanyian alam.  Beberapa kali aku lewat di sini, entah pagi, siang, sore ya rasanya adem saja. Kecuali kalau malam yang hawanya peteng, tentu aku lumayan kicep, takut tahu-tahu ada penampakan, ha ha ha. Sebenarnya rumpun bambu ini masih termasuk ke dalam pekarangan yang dimiliki orang tua. Tidak hanya bambu saja yang ada di sana. Ada pula pohon jambu air, pohon pisang, tananam nanas, pepaya, pepaya jepang dan juga blumbang ikan. Sayang blumbang ikannya agak rungkut jadi lumayan gelap bawaannya. Sementara pohon rambutan yang ada di sebelahnya sudah merupakan pohon tetangga yang pekarangannya saling bersisihan dengan pekarangan kami.


Panas...hot..πŸ₯΅πŸ˜³πŸ˜±

Itu pohon rambutan lho yang gede

Pisang uterkah? 😱😳

Gersang...

Nyanyaaaaas....

Ngadem dulu yuk di terbis

Di balik pager pekarangan

Pohonnya tinggi-tinggi...kalau malem suka ada burung hantu

Ngadem lagie...


Hari berikutnya, masih ada jadwal membuat ketupat untuk kelengkapan menu kupat tahu. Ketupat di tempat kami memang disebutnya kupat. Pengganti nasi yang cocok dimakan bersama makanan tertentu seperti sate, sayur labu siam, dan juga tahu. Nah, yang terakhir inilah yang disebut dengan kupat tahu. 

Selongsong ketupatnya beli saja di pasar, karena sudah tidak sempat lagi merangkai janur. Beli 2 renceng yang per rencengnya dikenai harga Rp 7000,-. Meski tidak semua selongsong bentuknya bagus, karena beberapa ada yang antar jalinan janurnya kurang rapat sehingga memungkinkan gampang bocor, tapi tetap saja kami antusias mengisinya dengan beras. Nanti, setelah seluruh selongsongnya terisi, ketupat akan didang atau dimasak beberapa lama. Masaknya di pawon alm simbah yang masih menggunakan 'keren' atau tungku. 'Keren' ini huruf 'e' nya dibaca layaknya kata megah. Jadi bukan keren sinonimnya cakep ya. Melainkan Ke-ren....bukan keren, cool begitu...bukan. 

Ya, cukup lama juga proses memasak ketupat karena masih dengan cara tradisional, tidak menggunakan panci presto. Nantinya, setelah matang, ketupat akan diangin-anginkan terlebih dahulu dengan cara dijemur seperti layaknya menjemur baju. 


Sapa mau bantuin Mbul bikin ketupat, cung?!

Cemeng sapa nih, henseum aneetd...hohoho...pend bawa pulang, terus jual di Olx #plaaak!

Selongsong ketupat beli di pasar Rp 7000 segini

Yuk siapkan berasnya

Masuk-masukin aja...hohoho

Kerennya epik (keren = tungku)

Dijemur biar kering

Hore ketupatnya uda jadi. Sate mana sate???? Ooops..

Kupat tahu, tumis kangkung, ceker n kepala krispi


Sore sebelum malam takbiran, barulah kami disibukkan dengan agenda mengupas bawang merah untuk kelengkapan kupat tahu lainnya. Kebetulan ibu yang memasrahkan aku untuk mengupasnya. Bayangkan hampir sekilo bawang merah aku kupas sampai hampir berlinangan air mata saking pedasnya. Ya seperti orang mau menangis rasanya karena aku mengirisnya lumayan tipis, jadi tiap lapisan bawang merahnya itu seperti dari mata turun ke hati.........uuups salah, maksudnya dari jari naik ke mata, hihihi. Ya, supaya saat digoreng, bawangnya terasa lebih kranci. Kunci lain supaya bawangnya terlihat cantik dengan tekstur krenyes-krenyes tidak cepat mlempem adalah saat menggoreng, taburkan sedikit bawang gorengnya dengan menggunakan garam kasar. Setelah itu aduk-aduk meski sambil memastikan bawangnya jangan sampai gosong. Pokoknya kalau sudah golden brown, segera angkat dan tiriskan sampai minyaknya tiris.

Fyi, kupat tahu sendiri di tempat kami sangat berbeda dengan kupat tahu Magelang. Yang ini sambalnya bukan sambal kacang. Melainkan gula jawa. Itemnya terdiri dari tahu cokelat yang dipotong kotak-kotak lalu digoreng, kecambah rebus, bawang goreng, irisan daun seledri, irisan kubis dan tentu saja kuahnya yang berupa gula jawa yang direbus dengan menggunakan daun salam, irisan jahe dan beberapa bumbu lainnya. Per itemnya ini akan disajikan sendiri-sendiri dalam piring atau tatakan, nanti ketika akan makan, kami tinggal meraciknya saja dengan susunan paling bawahnya itu berupa potongan ketupatnya, disusul kemudian tahu goreng, kecambah rebus, kubis, seledri dan juga bawang gorengn. Finishingnya tinggal disiram saja dengan kuahnya yang manis itu. Bila suka pedas, tinggal tambahkan saja dengan sambel rawit yang diuleg dadakan.

Ngelih to the rescue πŸ˜–πŸ˜±

Tapi ku lagi atit gigi...huks.. πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί

Kriuk kriuk..

Dapat pisang ambon di pasar

Murah jare

pisang ambon harum bin wangi, setuju po setuju?

Agak ndalu ujungnya. 

Perintilan kupat tahu (kecambah rebus, seledri, tahu goreng, ketupat, bawang goreng sambel)

Our menu in Eid Mubarak yesterday

Kangkungnya terlanjur keiteman cuy, bukan masakanku sih, tapi ibukk hahahahah, kalau kangkung masakanku selalu ijo syantik ga keiteman (piece mamine)

Kalian suka kupat atau lontong, jawaaaap?

Ini dicemilin aja juga uda enak sebenernya

kecambahnya direbusnya bentaaaaaar aja...

Sambele nyooooos...ncozzz bikin gemrobyos...πŸ₯΅πŸ₯΅

Bawang gorengnya agak gosong (dikit) πŸ˜‹πŸ™ƒπŸ˜š

Seledrinya ngeblur 🀭

Kuah kupat tahu πŸ˜šπŸ˜‰

Kasih salam ama jahe biar wangi...eh ini rasanya manis loh

Yuk maem...ngelih saia...πŸ€ͺ😱😳

(((egein)))

Kalau dah wareg jangan lupa cuci piring ya

Kangkung sebelum dieksekusi 😝



Saat Lebaran tiba, praktis apa yang sudah disiapkan pada malam sebelumnya sudah siap di atas meja. Kupat tahu okey, menu lain juga okey. Bahkan ada pula tumis kangkung sisa semalam juga lauk ceker dan kepala krispi yang dibeli sebelumnya. Buahnya, kebetulan di pasar nemu pisang ambon berukuran besar. Sementara di hari yang lain ada rica-rica entog ala Tante Rita, paru goreng, mie goreng jawa, dan sop ala ibuku. Buahnya belimbing manis yang dibeli di pameran pertanian dekat kantor ibuku. 

Aku bersyukur bahwa Lebaran kali ini tidak harus selalu berjumpa dengan daging--ayam--daging--ayam. Melainkan sayuran biasa juga ada. Mungkin karena sayuran biasa di hari Lebaran justru paling dirindukan ya, hihi. Tapi meski demikian, jujur kuakui rica-rica entog bikinan Tante Rita juga enak. Pake banget malahan. Kuahnya itu kental pekat. Cenderung ke cokelat menuju hitam dengan daging entog yang sudah empuk karena dipresto. Tante Rita dan Om Budi suaminya rupanya pinter juga cara masaknya. Tak kubayangkan sebelumnya. Kupikir bikinan Mbak Umi lebih enak dari bikinan Beliau berdua.. Aku saja begitu ngicip yang pertama, langsung ingin nambah lagi, ha ha ha. Bahkan tulang-belulangnya sampai kisut kuisep-isep. Bumbu rempahnya rupanya meresap dengan sempurna. Parfait!



Menu hari ke 3, mie goreng jawa, sop daging, tahu kuning, rica rica entognya ga kefoto 😣πŸ₯ΊπŸ˜³πŸ˜­

Starfruit...apakah kamu suka belimbing seperti Mbul?


Untuk non dedagingannya ada mie goreng jawa dan sop daging...eh lha kok? Sop daging? Sopnya ada dagingya juga kan...hihihi... #okey anggap saja sayurannya lebih banyak, karena kan ada wortel, kentang, brokoli dan lainnya juga ya...tidak melulu dagingnya saja. Sengaja bikin yang ada kuahnya supaya tidak seret.

Mie goreng jawa bikinannya ibu atau sekarang seringnya kusapa uti, rasanya enak. Dominan manis khas masakan jawa. Memang bisa dibilang lidah kami sukanya begitu. Demen manis. Pantas saja ya kalau admin blog ini bagaikan ketjup...eh kecap #plaaak! Mie goreng jawanya tidak pakai mie telor melainkan pakai mie instan, sebut saja mereknya Indomie, hihi. Tapi bumbunya asli nguleg sendiri. Bumbu minimalis ala-ala. Standar bumbu mie jawa sih...Pakemnya ada bawang merah, bawang putih, merica, kemiri, dan lainnya. Jadi tetep ya, rasanya mie bikinan sendiri itu selalu lebih enak.

Ada pula tahu kuning yang dibumbu minimalis. Malah sebenarnya cuma digoreng sebentar saja tanpa garam. Meski demikian karena tahu dasarnya sudah gurih, jadi digoreng sebentar juga sudah enak. Tahunya lembut dan bikin ketagihan. Kayak ala-ala tahu Bandung gitu kali ya.

Lain waktu, kucomot juga belimbingnya. Belimbing yang besar-besar dan cukup mulus aku rasa. Meski tidak seoranye belimbing Demak, tapi belimbing hasil beli di pameran pertanian dekat kantor ibuku ini terbilang bagus. Sebagian ada yang masih kuning kehijauan, sebagian lagi sudah mulai kuning keoranye-oranyean. Aku cobain yang terakhir sekalian taste the water rasanya. Kukupas bagian pinggir-pinggirnya dengan menggunakan pisau dan ternyata maniiiiiis banget. Segar. Terlebih kalau sudah dimasukkan ke dalam kulkas. Dingin dingin...nyes.  Kadar airnya yang kaya tentu sanggup untuk menuntaskan dahaga. 

Bisa kusimpulkan bahwa belimbing ternyata cocok juga sebagai buah penutup makanan berat.


Ini ga digaremin uda enak loh πŸ˜‹πŸ€—

Mie goreng jawa ala ibuku 😍🀀

Mie goreng jawanya ga pake mie telor tapi pake indomie

Imbing imbing cegalll hohoho 😳😳


Terakhir, sebagai bonusnya, foto teras yang di bawah ini adalah malam-malam beberapa hari jelang puasa terakhir. Ceritanya ngadem cari angin. Sebab agak lama di kampung, lama-lama lumayan terbiasa juga tanpa AC. Walau sejujurnya sudah rindu AC di Tangerang pakai banget, hihihi. Ya, maklum kalau di kampung, kami pakainya AC alami. Kalau udah di dalam memang kadang aku merasa kepanasan. Apalagi siang hari. Cuma kalau udah nuju malam ya adem juga. Walau tetep nyamuknya banyak banget. Maklum rumahnya dikelilingi kebon dan pekarangan (tetangga) hahaha...

Lihat saja, peteng-peteng di depan itu ya pekarangan suwung. Ga suwung-suwung banget sih, melainkan ditanami dengan puluhan pohon kelapa. Pohon kelapanya orang, bukan pohon punya kami, hihihi.

Cerita tentang pohon kelapa, aku jadi teringat teman sebangku waktu SD yang hobinya nakut-nakutin orang. Ntah dia yang daya imajinasinya terlalu tinggi atau memang punya indera keenam, tapi beberapa kali dengar sering betul dia cerita seram. Mulai dari pernah bilang bahwa di SD sebelah yang bangunannya bekas bangunan Belanda terdapat lemari yang suka muncul kaki bersepatu hak tinggi jalan-jalan, sampai cerita tentang gupri (gundul pringis). Kata temanku, gupri itu jelmaan kelapa yang jatuh tapi ketika ditengok ternyata adalah kepala manusia yang giginya sedang mringis, hahaha... Sontak saja waktu kecil aku tumbuh jadi anak yang kucur alias penakut, lha wong temanku itu hobi banget cerita hantu, wkwkw...Ntah beneran atau hanya isapan jempol belaka yang jelas kalau malam-malam aku dengar ada bunyi kelapa jatuh pasti otomatis memori langsung teringat dengan ceritanya itu. 

Tapi, kalau dipikir-pikir, masa-masa SD kok ya selalu nemu ya teman yang hobinya cerita tentang hantu-hantuan. Iya nggak sih?


Peteng amat yak? Pekarangan depan...😱😱😱

Asrinya rumah Prembun kalau siang

Peyek...


Demikianlah update tulisanku kali ini. Lagi-lagi full dengan foto makanan ya, hehehe... 

Apakah kalian sudah bosan dengan postinganku yang bertema makanan? Kalau iya, nanti aku selang-seling saja dengan tema lainnya ....... 

Kalian sendiri paling kemlecer sama apanya coba? Kasih komentar kalian di kolom komenku untuk seseruan boleh loh...

Xoxoxo

Embull






180 komentar:

  1. naik turun cantik saya mencari foto kepala krispi mbak Mbul. Inovatif sekali ...
    Menu lebaran tahun ini, Alhamdulillah standarlah opor-rendang dan pelengkap. Namun seperti biasaaaa.. tak difoto satupun ahahaha..

    Ohya, share resep tape ketan dong mbak. Selama ini cuma tahu makan saja (beli) belom pernah eksekusi sendiri. Nah yang jual biasa bungkus pakai daun pisang. Mungkin ngaruh juga, jadi cepat asem. Lihat ide di cup-cupin jadi tertarik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi kepala krispinya ketebalan tepung kriuk mba nisa πŸ˜πŸ˜„

      wow aku jadi pengen nyumil rendang...rendang manis pedes enaaakk

      hihi itu uda aku share resep tapenya mba nisa...kami bikin 3 kg dan pake raginya 3 butir ☺😍

      Hapus
  2. Bussyeett dah...Gw kirain cerpen atau novel tentang masakan.🀣🀣🀣 Karena pembukaannya rada aneh...😁😁😁 Ada kisah bangun tidurnya dan Bla2 lainnya..🀣🀣🀣


    Ternyata ditempatmu di Jawa masih Asri dan alami yee mbul...Dalam artian masih banyak pohon2 besar serta tumbuhan Rimbun yang mendominisasi.😊😊

    Melihat gambar2 diatas gw jadi inget Kota Depok tahun 1986 persisnya hampir sama kaya ditempatmu mbul, Rimbun dan anggun, Beda dengan depok sekarang yang rimbun sama gedung & Apartement.πŸ˜₯😌


    Dan uniknya lagi Menila2 ( entog ) dijawa gemuk2 yaa...Iyalah lahan masih hijau sih jadi Menila2 πŸ¦†πŸ¦†πŸ¦† disana mungkin nggak terlalu stres dengan suasana dan keadaan tempat.


    Itu tapi diwarnai hijau mungkin agak sedikit aneh juga bagi orang yang jarang ke pulau Jawa...Siapa sangka warna hijau itu tape...Cuma ulinye kok nggak ade mbul.😁😁 Umumnya tape itu berwarna ungu atau putih dan hitam...😊😊

    Itu tape buat pesanan atau untuk dijual lagi mbul..πŸ™„πŸ™„


    Dan untuk ketupat kalau dijawa tanpa sayur yee mbul, Hanya ada air semur kecap saja, Harganya murah lagi cuma 7 ribu.😳😳😳 Seet dah kemarin gw beli seikat 30 ribu,πŸ˜₯πŸ˜₯


    Memang setiap daerah meski masih sama2 jawa tengah tetap ada perbedaan tentang menu makanan kalau lebaran yee Mbul.😊😊


    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasa kang satria...muter mutet dulu nulisnya biar ada kata kata diantara fotonya wkwkwkkw..soalnya kalau foto doang kata katanya dikit asa ada yang ganjel wkwkwk

      iya kang satria memang masih asri banget..banyak pohon tinggi dan jarak rumah antar tetangga dipisahkan pekarangan pekarangan gede πŸ˜„, makanya kalau malam hari sering terdengar suara hewan hewan malam kang wkwkkwk...lha pohonnya tinggi dan gede gede hahahah

      depok tahun 1986...wah tahun segitu mbul masih di lauhul mahfudz kang hihi...apa gambarannya depok kayak cinere gandul tempat shooting si doel anak sekolahan kang 🀭🀭

      uli itu ketan pputih bukan sih kang, ga sempat bikin...bikinnya tapenya doang ahhahahah..uli capek numbuknya

      nah loh..kayaknya uda pantes ye kang trime order tape wkwkwk...jadi ntar si mbul pedagang tape yang dempvlon #plaaakk si mbul 🀯🀯🀣🀣

      tape yang ungu kayak di padang bukan sih...lemang tapai itu kan...dari beras ketan item..aku juga suka tuh

      busyet mahal juga ya serenceng 30 ribu..di sini murah ga ada 10 ribu wkwkwkkw...padahal ngrangkai janurnya susah sih...aku ga bisa

      betul kang...perbedaan kadang menimbulkan warna, seperti makna bhineka tunggal ika hihihi

      Hapus
    2. Tempat Shoting si Doel mah udah Modren...Tahun 1986 Cinere Gandul tempatnya lebih seram malahan..Tempat Jin buang anak Sebutannya...Cuma sekarang saja udah mewah karena dekat sama Jakarta...Meski masih ada juga kawasan hijau didaerah Cinere..😊😊


      Iyalah ketan putih yang ditumbuk dan temannya tape hitam atau ungu. Jadi kata orang Betawi nggak Afdol makan uli kalau nggak ada tapenye....Kecuali uli bakar lain cerite.🀣🀣🀣


      Yaa udah gelar dah Tape Hijau mpok Mbul Menerima pesanan dalam dan luar negri..🀣🀣🀣


      Nggak tahu deh tape ungu ada apa nggak di Padang...Meski tanya Mertua dulu gw mbul..🀣🀣🀣

      Kalau dipadang tape putih pernah aku dikasih sewaktu main didaerah Sijunjung ( Sawo Lunto ) benar asli daerah sana nggak tahu juga deh..😊😊 Karena Lemang itu dari ketan dan dalamnya ada isi gulanya...Meski nggak semua Lemang dipadang ada gulanya, Yang tanpa gula juga ada..😊😊


      Daerah Ceribon malah tapenya warna putih, uniknya kalau dicerebon tape putih dibungkus sama daun jambu air, Katanya biar wanginya terus ada..😊😊

      Daerah Madura Sumenep pernah juga lihat tape warna putih malahan pernah makan bubur kacang hijau khas Madura ketannya malah putih...Gw pikir ketan item nggak tahunya warna putih..Tapi enak malahan.😊😊 Tapi nggak semua orang Madura bikin bubur kacang hijau pake ketan putih katanya.😊

      Intinya setiap daerah pasti punya nama makanan sendiri, Meski sama tetapi karena warna atau cara penyajian yang beda jadi terkesan beda, Padahal mah kalau diteliti yaa sama baelah..🀣🀣🀣

      Hapus
    3. Kalau saya belum pernah makan bubur madura pakai tape ketan putih, belum pernah ketemu tukang bubur madura yang pakai ketan putih. Saya paling suka makan bubur madura dicampur sama kue pisang..hihihi

      Hapus
    4. kang satria : yobcinere gandul cinere gandul....kebayang ama suara mandra pas akting jadi kenek oplet biru aku kang wkwkkwkw

      wow...pas rahun segitu cinere masih singup dan banyak area hijaunya ya kang...kayak jaksel itu sekarang diantara jakarta yang lain perasaan paling banyak pohonnya...iya ga sih...apa karena aku taunya area kebon binatang ragunan aja ya hihhi..terus kalau ke jaksel akunsering ngeliwatin perumahan yang rumahnya gede gede yang mau ke blok m itu loh..rumah prapanca apa darmawangsa gitu deh wkwkkwk

      iya sih kang....aturan emang si rape ada gandengannye yaitu uli supaya lebih manteb lagi..cuma ya itu....numbuknya pake lumoang yang auto pegel wkwkwkkwkkw...berat soalnya hahahahha...lengket

      nah hayo kang sat cocokin ama temoat mertua kang sat..lemang tapai dan tape ungu atau beras ketan item di depok atau betawi sama atau beda hihi...kang tau ga kalau lemang tapai di jakarta yang enak belinya dimana ya..? gw kadang pengen beli deh hahahhah

      nah loh...si embul suruh jualan hihihi...takut basi iya ga sih kalau dagangan basah gini...bukan keringan hohoho

      kok aku baru tau kalau sebagian lemang ada gulanya ya? kupikir putih doang kayak lepet karena dibentuk di bambu yang dibakar itu kan...jadi pengen lemang aku wkwkw

      sepertinya kebayang wangi tape yang dibungkus daun jambu deh...nyammm

      kalau burjo madura di warung tenda banyak kang...ada yang disor pake ketan item dalam bubur kacang ijonya, ada yang ketan item...tapi enak memang...apalagi kalau ada campuran rotinya...dimakan anget anget saat hari hujan..wuahhhh mantul tenan

      bener juga sih...rasa sama...tapi kafang warnanya aja yang beda

      (* ̄(エ) ̄*)

      Hapus
    5. aku pernah sih mas herman makan bubur kacang ijo madura dicampur ketan putih...enak juga rasanya...meski bikin kenyang...

      wooot ??? dicampur pisang? kok unik juga mas her

      ʕっ˘Ϊ‘˘Ο‚Κ”

      Hapus
    6. hahaha iya lho tadi aku kira mo nulis cerpen

      Hapus
    7. Biar dicampurnya pakai ketan hitam juga tetap bikin kenyang kalau makannya sampai lima mangkok..hihihi

      Dicampur kue pisang bukan pisang, kan biasanya kue pisangnya ada juga di tukang bubur maduranya.

      Hapus
    8. mba ainun...biasa mba kan si mbul blogger gajebo hahahhahaha

      Hapus
    9. hahahha..ketahuan ya porsi mas herman paling ga 5 mangkuk hihihi

      kue pisang kayak nagasarikah?

      Hapus
    10. Ngga kok, dua mangkok aja saya udah kenyang..hahaha

      Ya nama kerennya kue pisang itu kue nagasari.. hihihi

      Hapus
    11. hahaha...kirain sampai 5 mangkok wkwkkw.

      nah kan sudah kuduga 🀭

      Hapus
  3. Wow.. postingan yang menguras kuota..hihihi

    Ternyata ini postingan dua hari sebelum lebaran pantesan ada kulit ketupat..hihihi

    Tape warnanya ijo, baru lihat tape yang warnanya ijo terasa aneh banget, kalau di sini tape dibuat dari ketan item tau sendiri lah warnanya seperti apa. Itu tape dimakannya begitu aja tanpa ada temennya ya?

    Itu yang di toples yang warnanya biru kue apa, mbak?

    Oh ketupat tahu seperti itu cara makannya tadinya saya pikir makannya pakai sayur tahu ternyata bukan..hihihi

    Kalau di rumah masak sayur sop ngga ada dagingnya dibilang sayur sop banci.. hihihi

    Belimbingnya enak tuh dirujak pakai cuka aren yang dicampurin potongan cabe rawit, seger banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bwahahahhah...punten mas herman dah menguras kuota...la bukane pake wifi mas herman? 🀣

      iya nulisnya uda dari kemaren ketunda tunda mulu, rempong watermarkin foto mas herman huhuhu...trus biasalah ngarang ngarang indah sambil nginget inget gambar yang di fotonya wkwkwk

      o iya tah? kalau tempatku memang pada ijo...hampir semua malah dibikin ijo...tempat mbahku juga ijo. Yang putih ada tempat alm mbah buyut tapi. yang sekarang ditempatin adeknya mbah langsung #nah bingung bingung deh tuh soalnya mbah oaling bungsu seusia ama ibuku...ibuku kan kelahiran 1964 wkwkwk...

      iya itu ketan dimakan begitu aja, ga ada temennya...disendokin tapi tar lengket lagi kalau diemplok atau dicimitin pake tangan hahaha

      bukan...tahunya digoreng tar disusun ama kubis, kecambah, seledri n bawang gorengnya abis itu disirem kuah gula merah n rempah rempahnya mas herman

      oh kalau di Betawi sop banci ya namanya..unik juga ya

      dibikin asinan maksudnya ya..belimbing asinan? kok kayaknya manteb tuh πŸ˜„

      Hapus
    2. kue biru dalam toples? perasaan warnanya ungu mas herman wkwkwk

      itu semacam kayak astor kecil kayak twister tapi rasa blueberry wkwkwk

      Hapus
    3. Busyet dah doyan Ente Huuu sama Blimbing..Gw dari kecil ntah mengapa kurang suka aja sama yang namanya makan Blimbing Apa lagi Duren wuueekkk eneg..🀣🀣🀣🀣 Makanya jangan tawar2 rin gw Es Duren atau Jus Blimbing paling gw makan sesendok doang...🀣🀣🀣🀣

      Hapus
    4. Gimana ngga nguras kantong ya mas, gambarnya ada 65 juta, resolusinya full hd semua lagi.😱

      Ah masa sih ibunya mbul lahir tahun 64, tapi kok mbul nya lahir tahun 46 zaman pak Karno.😱

      Kayaknya itu belimbing bukan dibikin asinan tapi rujak.

      Hapus
    5. Iya sih saya bukannya pakai WiFi jadi ngga ngaruh biar kata gambarnya sekecamatan tetap lancar jaya..hihihi

      Fotonya bejibun gitu terang aja repot, jangan-jangan sampai ya watermark-in fotonya?

      Ngga bingung kok kan di postingannya udah dijelasin..hihihi

      Kalau di sini tape datengnya ngga sendirian selalu berdua sama temennya si uli, makanya dibilangnya tape uli.

      Lagi ngebayangin gimana rasanya makan ketupat diguyur gula Jawa, sepertinya di lidah saya akan terasa aneh banget dan butuh waktu buat adaptasi.

      Entahlah di tempat lain disebutnya sop banci apa bukan, kurang tau juga.

      Ya bisa juga dibilang dibuat asinan, rasanya jadi asam-asam seger..hihihi

      Ungu ya bukan biru, kirain saya itu biru.. hihihi..tapi kok rasanya blueberry bukan purpleberry?

      Doyan, mas. Apalagi belimbingnya yang belum begitu matang dirujak pakai cuka aren enak banget kalau baru semangkok aja kurang..hihihi.. kalau durian saya nyerah total, ketemu aja saya ogah.. hahaha

      Hapus
    6. Belimbing asem kali ya kang satria makanya ga gitu doyan...tapi kalau varietas belimbing demak manis kang...itu loh yang warnanya kuning banget

      durian itu kesukaannku pake banget banget bangett hihihi

      aku mah kalau ditawarin buah apa aja juga mau...kecuali yang ga gitu suka itu sirsak...wkwkkwkw, soursop bahasa inggrise..asem sih soalnya wkwkkwkw..kalau yang rasanya manis mah semuanya doyan si embul #pan gw omnivora kang satria wkwkkw

      Hapus
    7. mas : eeeembb...maas agus masa gambar mbul 65 juta? bukannya 65 miliar ?

      (。>‿‿<。 )
      full hd,fk pokoknya uda kayak apaan tauk pake full hd si embul

      Κ• ˵ ̿–α΄₯ ̿– ˵ Κ”

      serius mas..ibunya embul kelahiran segitu...mbul ndiri..oh myyyyy...berarti masa kemerdekaan dunk hihihi...kalau rujak ga ada cukanya atuh ....
      kalau asinan kan biasanya ada cukanya mas...

      mas agus...dulu pas masih kecil mbul aja pernah nyocolin blimbing sepet yang masih ijo ama garem mas...#melas hurak si embul mas..(。>γ……<。)πŸ’¦me to the wek...mewek hihihi…

      Hapus
    8. mas herman...pastiiii wifinya merek itu...wkwkwkwk..

      alhamdulilah ga sia sia aku upload foto makanan dalam bentuk rawnya wkwkwkkw, males resize akutuh #kemudian mbul ditimpukin 🀣

      bentar...ini kayaknya mas her lagi salah ketik apa ada kata yang keselip nih...masa bunyinya gini mas herman :
      Fotonya bejibun gitu terang aja repot, jangan-jangan sampai ya watermark-in fotonya? Jangan-jangan sampai? πŸ€”πŸ€”

      enak mas, kalau sudah terbiasa dengan masakan jawa yang notabene manis niscaya ga akan ada yanganeh sih wkkwkwkwk...beda cerita kalau emang ga doyan manis. Kalau aku memang suka yang manis manis sih hihihi

      sop banci ini kuterawang seringbdijadikan menu prasmanan kondangan ala betawi ya xixixi

      enak banget, aku suka sesuatu yang asem manis pedes, asinan suka rujak juga suka...semua suka deh kalau ada unsur buahnya wkwkwk

      nah kan harusnya jadi purpleberry tuh hahahahhaha

      kesian banget durennya ditolak mentah mentah ama mas her n kang sat? tinggal mas agus nih yang suka duren apa nda hihi

      cuka aren itu kayak apa ya? penapsaran

      Κ•→α΄₯← Κ”

      Hapus
    9. keren juga ya si tape selalu digandeng ama si uli, ga pernah sendirian dia πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ€£

      Hapus
    10. Wah komentarnya dibalas jam satu malam, apakah habis keliling kampung atau jaga lilin dulu mbul.😱

      Oh ibunya beneran lahir tahun 64 ya, berarti seumuran dengan kang satria dong.πŸ˜„

      Masih mending ada Blimbing biarpun ijo. Kalo aku adanya belimbing wuluh yang buat sayur asem itu, udah dicocol garam tetap rasanya asem, mungkin kalo di cocol duit gambar pak Karno baru rasanya jadi manis.😁

      Hapus
    11. hihi...nunggu kuota malam mas...

      πŸ˜™πŸ˜‹

      ngabisin kuota sebelum expired hihihi..

      ( ˘⌣˘)γ₯)˚Π·°)

      ⊂(● ̄(エ) ̄●)⊃

      bener atuh...e masa sih kang satria kelahiran 64? kayaknya bukan kali ya hihihi...

      mas...mbul juga suka belimbing wuluh..itu ena ena buat dibikin garang asem loh

      Κ• ꈍα΄₯κˆΚ”

      kalau dicocol uwit gambar pak karno bukan manis lagi mas....nikmat ituh...ampe ketagihan pengen dikasih terua hihihi

      ampe tebel lembaran duit kertasnya hahahaha

      πŸ™ƒπŸ˜πŸ˜‰πŸ€­


      (`˘⌣˘)-c<´⌣`“)

      Hapus
    12. Tapi bukan WiFi yang berakhir huruf A dan warna warni..hihihi

      Emang lebih bagus fotonya jangan di-resize dan biarkan apa adanya biar kalau di-zoom ngga pecah..hihihi

      Oh..hahaha, itu ada kata yang kurang dan coba ditebak yang kurang itu kira-kira kata apa? Hihihi

      Biar udah terbiasa sama masakan yang manis tetap aja terasa aneh kalau makan ketupat diguyur gula Jawa di sini kan biasanya makan ketupat sama sayur godog

      Nah itu sop banci sop yang biasa ada di acara prasmanan sop yang menang kuah doang.. wkwkwk

      Cuka aren bukan cuka pabrikan tapi cuka olahan yang disadap dari pohon aren tapi sayangnya sekarang cuka aren udah jarang yang jual.

      Kalau belimbing wuluh (belimbing sayur) jangankan dicocolin garam dicocolin gula aja dimakannya masih bikin nyengir..hihihi

      Hapus
    13. Iya, biar tuh tape ngga kalah sama truk jadi selalu bergandengan sama uli..hihihi

      Hapus
    14. bukannya yang hurufnya warna warni abjad awalnya F mas herman? πŸ˜‚

      iya beneran males resize kubiarkan ukuran apa adanya huahahahha...sungkem yang dah pada kesedot kuotanya 😱🀣

      mungkin kata kata yang hilangnya itu sampai mabok watermarkin foto fltonya hihihu ...tul ga?

      unik mas herman, makan kuah manis tapi karbonya ketupat, orang di kebumen lauk sate yang notabene manis beserta sambalnya pun manis juga pake ketupat

      sayur godog itu apa ya? labu siam bukan?

      hahah iya sop menang di kuah, bahasa jawanya gojar gajer hihi...tapi enak kadang nemu jamurnya segala loh...ama sedikit bihun

      oh i see i see cuka aren seperti itu toh

      hahahha iya enaknya dimasak bareng sayur kalau belimbing wuluh...misal pindang ikan atau garang asem mas herman ☺😊

      Hapus
    15. hahaha bisa aja nih mas herman

      tapi bener juga sih biar nyama nyamain truk yang punya gandengan 🀭🀭🀭

      Hapus
    16. Ya benar abjad awalnya huruf F tapi akhirnya huruf A kan..hihihi.. kalau saya pakai WiFi punya pemerintah..hihihi

      Yang pakai kuota paling-paling kapok datang ke sini lagi..hahaha

      Bukan mabok tapi mabuk..hihihi

      Kalau makan sate pakai ketupat yang bumbunya manis udah pernah makan beberapa kali kadang ada pedagangnya yang keliling lewat di depan rumah satenya sate ayam sama sama sate kikil.

      Sayur godog bukan pakai labu siam tapi pepaya muda, kalau labu siam biasanya ketupat bogor atau lontong sayur.

      Itu juga kalau lagi beruntung ketemu jamur yang udah-udah ketemunya kol sama wortel..hihihi

      Makanya nama lain belimbing wuluh itu belimbing sayur karna sering dipakai buat bikin sayur.. hihihi

      Hapus
    17. wah...otak kudu mikir keras lagi nih, apa ya wifi yang digunakan mas herman yang katanya ngikut pemerintah 😌


      nah kan beda o dan u doang, tetep artinya sama...aku menang horaaaaaaay #tagih hadiah wkwkkwkw

      (ΰΉ‘•̀ㅁ•́ΰΈ…✧

      oh enak mas aku suka sayur pepaya muda...enak pokonya...baik disanten amupun ditumis. Aku sukanya yang rawitnya bejibun jadi pedeeeeeeeees banget hihihi

      eh aku baru tahu ada istilah ketupat bogor buat lontong sayur ☺


      nah...ngenes yak mas kalau ketemunya πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯• ama πŸ₯¦πŸ₯¦πŸ₯¦ lagi hahahhaha

      iya aku tadi mau ngomong itu loh karena sering kepake buat nyayur nakanya belimbing wuluh = belimbing sayur πŸ˜ƒ

      Hapus
    18. Ayo ditebak WiFi apa kira-kira?

      Hadiahnya ambil di toko sebelah..hahaha

      Ketupat bigor beda sama lontong sayur.

      Hapus
    19. wah bener bener blank ga tau ada wifi mereknya A hahahhahahah...

      nyerah deh...lambaikan bendera putih

      ah paling ke toko sebelah bayarnya pakai duit sendiri kan xixixi

      wah bedanya apa tuh ketupat bogor ama lontong sayur?

      Hapus
    20. Yang bilang mereknya A siapa?

      Ya gitu deh..hahaha

      Bedanya cuma di ketupat sama lontong, kalau ketupat bogor pakai ketupat kalau lontong sayur pakai lontong..hihihi

      Hapus
    21. wakakkakak punn mas herman aku baru engeh mas herman nulisnya yang berakhiran huruf A hahhahaha

      #sepertinya ku mulai kurang Aqua nih

      ow enakan lontong sayur dong ada labu siamnya...kalau ketupat doang sama aja ma makan nasie hahhahahha

      Hapus
  4. Sama kayak kang satria, aku kira mbul mau nulis cerpen horor lagi karena pembukaan kok mirip cerpen.😁

    Desa Prembun benar benar masih alami ya, lihat pepohonan masih banyak dan juga besar-besar ya. Itu yang dipinggir jalan itu kebon tebu apa ilalang mbul?

    Sebenarnya aku dulu pengin punya keinginan ingin tinggal di desa yang masih asri gitu, kayaknya enak kali ya, suasana adem, hati tenang karena tidak memikirkan duit terus, apalagi kalo ada rongdo nya. Eh lupakan, itu cuma guyon aja.

    Pohon bambu dan pohon pisang juga masih banyak disana ya, sungguh tempat yang pas mbul, cocok buat istirahat ya, cocok juga untuk bikin konten dari dunia lain.😁

    Entog, dulu waktu kecil jadi ingat almarhum kakekku juga suka miara entog, kalo lebaran di potong lalu dijadikan makanan lebaran sama kupat. Dagingnya memang beda daging kang satria , eh daging ayam maksudnya, cuma sayangnya rada alot dagingnya ya.

    Tape ketan disana warnanya ijo ya, kalo di desaku biasanya warnanya putih. Memang itu salah satu makanan khas lebaran, nenekku kadang sengaja bikin khusus lebaran doang untuk dibagikan kepada cucu cucunya. Yang bikin rasanya maknyus itu ada asem manisnya kayak senyum mu, uhuk... *Keselek biji salak.

    Itu saja komentarnya dulu, nanti sambung lagi.πŸ˜„

    #catatan: tolong isi kuota karena kesedot banyak untuk lihat gambarnya.πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasa mas...mbul kan kadang absurd, kadang puitis, kadang nglawak, kadang kek rasa cerpen wkwkwkwkkw..macem macem..namanya juga blogger abal abal si mbul hahahhahah, bukan blogger propesyenel hihihi

      itu ilalang mas, rumput liar yang uda tinggi...biasanga ada tetangga ngarit ama ngangon kambing dan domba hihihi

      hahahaha...

      iya mas memang kalau di desa adem ayem tentrem mana udara masih seger lagi soalnya pepohonan tinggi, tapi kalau untuk nyari duit alias kerja emang di desa masih harus kumpulin modal dulu biar ngga nglangut hihi...hadi kalau desa mungkin cocoknya untuk menghabiskan masa tua kali ya..kalau masih muda dan usia produktif kayak sekarang lebih gampang cari yang di kota huhuhu

      mas agus wani ga mas kalau mas yang bikin konten dunia hassstralll ow ow 😱😱😱, mbul sih atut 😳😱, wkwwk

      oh kakek mas agus juga ada piara entog dulu ya...iya di rumah entognya sehat sehat mas, bertelor aja sampai sehari 2 kali kata ibuku wkkwkwk...walau agak agresip...uda ngalah ngalahin soang aka banyak aka angsa hahahhahah

      iya dagingnya itu wuled mas...beda ama daging kang satria? 😱😱

      nih kang sat nih diledek mas agus dibandingin ama menila hihihi...(menila adalah sebutan entog dari kang satria)

      iya biasanya kalau mbah mbah kita ama cucuw tuh eman ya mas, aoa aja dimasakin...jadi cucu lebih lengket ama mbah hihigi

      #bwahahhaha...nih tring
      (*・Ο‰・οΎ‰οΎ‰οΎž☆゚゚

      ..pulsa dah masuk blom tuh mas wkwkwkkwk...
      #nunggu duit warna merah untuk kuota sekian GB πŸ˜‚πŸ€£

      Hapus
    2. Berarti desa cocoknya untuk para manula ya, kasihan desanya jadi sepi dan kurang maju kalo orang tua semua, kecuali orang tuanya tajir melintir kayak sultan.

      Wani lah bikin konten dunia astral kalo suruh ngrekam penampakan mbul.πŸ˜‚

      Sebenarnya kakek aku ngga miara entog sih, maklum rumahnya sempit tidak ada lahan buat miara entog atau bebek. Ini mah biar nyambung dengan tulisan saja.🀣

      Nenek ku juga ngga tahu apakah dulu suka bikin tape ketan atau enggak, soalnya kata ibu saya nenek meninggal waktu aku umur dua tahun, jadi ngga ada ingatan sama sekali tentang nenek.

      Kabur ah sebelum dilempar duit gambar pak Karno segepok.πŸšΆπŸƒ

      Hapus
    3. ga juga sih mas.....anak muda juga ada beberapa yang uda madep mantep urip ning ndesa...asal ya itu mas...ada kegiatan...misal bisa bertani, jualan atau dagang, punya toko, njahit, jadi guru atau profesi lainnya hihihi...macem macem sih mas..., tapi kalau di desa sini mayoritas memang pada bertani mas...punya sawah ☺😊 ...tapi paling enak kalau misal punya toko pupuk mas.. atau usaha perikanan (ngimpi kalik mbul hihi...)

      (。・Ο‰・。)

      penampakan embul mas? waaaaaaakkk...penampakan kayak gimana itu hwahaaa πŸ™„πŸ˜±πŸ˜³πŸ˜±

      mbul bukan mahluk halus atuh...tapi klo kulitnya halus iya lah bisaaa...bisa...kan udah pake hand and body lotion #nah loh
      ΰΈ…(ΰΉ‘⊙Π΄⊙ΰΉ‘)ΰΈ…!!

      😜😜

      hmmm...owalah...ternyata nenek mas agus udah lama meninggal pas mas masih kecil ya...huhu

      kalau mbahnya mbul ninggal pas uda SD ama kuliah sih mas....yang terakhir itu ibuknya ibu yang ninggal pas mbul kuliah semester awal..pas ga bisa pulang juga waktu itu πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ˜­πŸ˜­

      nih mas..... tak tempelin pake dollar warna ijooo πŸ’ΈπŸ’ΈπŸ’ΈπŸ’΅πŸ’΅πŸ’΅,

      γƒΎ(❀╹◡╹)οΎ‰οΎž❀~

      Hapus
  5. Di sini tape ketan lawannya lemang, ananda Nita. Tapi ketan hitam. he he Selamat Idul Fitri ya. Maaf lahir dan batin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. berarti tape di jambi hampir sama dengan yang di Padang ataubsumatra barat ya bunda ? πŸ€”πŸ˜œ

      Hapus
  6. Ahhh mba Mbul. Baca ini sukses bikin aku berkaca2 kangen sama suasana kampung halaman. Udah 2 kali lebaran nggak mudik. Tahun ini tahun yang berat pula. Pas lebaran pun sama, semangat lebarannya bedaaa.. jumplang banget bedanya.. ahh tapi sudahlah.. moving on.. hehe 😁 maaf malah curhat dimari. Tapi sungguh itu suasana alamnya persis bannget kaya di kampung aku di Jateng. Jalanan setapak, pohon rimbunnya...

    Btw, entog basor itu entog jenis kelamin laki2 yah mba?? Seumur2 belum pernah makan daging ini. Jahaha πŸ˜‚ dan rica2 sekilas mirip sama bumbu rendang ya?? Kalau dilihat dari Penampilannya. Hehe

    Mba Mbul ihh aku suka banget itu sama tape ketan. Menu wajib kalau lebaran diJawa,,, cuma aku baru lihat yg dibungkus wadah plastik. Soalnya kalau di Jawa aku, dibungkus pke daun pisang.. dan Yesss, setuju tape ketan buatan sndiri itu lebih enak ketimbang beli. 😁 Jadi pengen.. udah hampir 2 tahun juga nggak makan tape ketan..

    Btw lagi. Aku suka banget sama paragraf awal yg ngegambarin proses mba Mbul bangun di pagi hari.. ikutan ngebayangin suasananya yg ademm.. hahah πŸ˜πŸ˜‚ soalnya sebelum baca ini aku ketiduran di karpet dengan tayangan Netflix yang masih menyala. Hahah πŸ˜‚πŸ˜‚

    Dan aku kaget banget pas lihat gambar Kuah Kupat Tahunya kaya cairan gula jawa 🀣.. heheh. Soalnya kalau disini Di daerah Bayu tinggal, ketupat dimakan sama opor ayam dan sambal kentang. Kalau di Jawa Bayu, ada macem2.. salah satunya ada empis2 tempe telur puyuh super hot andalannya.. hihi πŸ˜™

    Lebaran tahun ini aku nggak masak Mba. Karena sudah diwanti2 sama tetangga kalau mau dikasih makanan lebaran. Sebenarnya agak sedih, karena rencana lebaran di Rumah temenku si Andre gagal karena ada pelarangan mudik di jalan Tol ke Jakarta sama di tempat kerja bayu. Huhu πŸ™ƒ padahal keluarganya Andre mau masakin makanan khas lebaran meskipun hari itu bertepatan dengan hari besar mereka juga Kenaikan Isa Almasih.. hmmm tapi yaudah. Lebaran kemarin wajib di syukuri juga... ☺

    Sebelumnya Minal aidzin wal fa idzin ya Mba Mbul... kita mulai dari 0 lagi.. hahah (bensin kali ahh)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bayuuu jadi trenyuh aku bacanya...tapi insyaAlloh bayu mah dikelilingi sahabat sahabat yang care juga tetangga yang perhatian ya...lha itu dimasakin opor juga...mendadak jadi pengen opor...katanya benci santen mbul wkwkkk

      iya bayu kampungnya masih asri...kayak yang ada di film Totoro ada rumpun bambunya...Oh kalau kampung bayu di magelang ya aslinya dulu?

      iya ya aturan mah bisa kumpul sama keluarga Andrew pasti lebih seru ya Bay, sayang uda mepet pas larangan mudik itu kali ya huhuhu...jadi kepo

      wah bayu nonton apa di netflix?

      aku penasaran ama menu menunya kayaknya enaaak empis2 tempe telur puyuh super hot πŸ₯΅πŸ₯΅πŸ₯΅

      ✺◟( ͡° ͜Κ– ͡°)◞✺

      sama sama bayu, minal aidzin wal faidzin ya...mohon maaf lahir dan batin...☺😊

      Hapus
  7. Semoga aja akh komenku kali ini ngga gagal terpublish kayak di entri horrornya kak Mbul ..., ku samoai datengin 3 kali loh di entri horror hantu cempedak.

    Ku keraea ngakak baca tulisan dinh dicoret, kok bisa2ne mlskune sampeyan dipodokke karo pantate entoq ..., Wkkkk :D!

    Asri adem vuew lingkungane Prembun, kak.
    Aku pesen ditangkapke manuk hantu 1 yow ..., hahaha ..., kuwi manuk paporitku, lucu soale wajahe.

    Semua masakannya lezat mamamia joss gandooZ ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh berarti mas him terdeteksi spam mungkin sama blogspotnya mas, jadi kukasih trik supaya bewe lancar jaya ga terkena satpam chapta....yakni...bewenya dalam sehari jangan sekaligus banyakan mas..ntar dikira spam ama si blogspot. Tunggu jeda kira kira per satu hari berapa...besoknya ngaso...terus besoknya lanjut lagi...gitu...ya soalnya kalau dalam sehari bewe ke banyak blog tiyep nyematin emotikon nanti jadi anak naga kan hahahhahahah

      hahahhah ya soalnya mungkin ayem tentrem heppy terus mas him jadi ya kurang lebih body goal seperti mentog wkwkw #halu deh gw

      kalau burung hantu anehnya meski langka di desa itu banyak loh...ada tetangga samping rumah akhirnya nangkap trua miara...keren juga lagi kayak punyanya harry potter wkwkwkwk

      Hapus
    2. Oh begitu ya suhu mbul caranya agar tidak kena satpam blogspot, sungkem hu._/|\_

      Hapus
    3. kok suhu sih mas, jangan jangan si mbul lagi panas?

      (ΰΉ‘•̀ㅁ•́ΰΈ…✧

      bukan suhu mas tapi muriddd...hihihi

      kan aku muridnya suhu mas agus...wekekekekk

      Κ• ̿–㉨ ̿– Κ”

      Hapus
  8. fix mbull kayaknya sudah layak buat buka warung makan nih hihi...

    sumpah beberapa makanan diatas belum pernah saya makan seperti tape ketan yg ijo, kupat tahu, daging bebek, apalagi ceker dan kepala skripsi eh krispi,, itu rasanya gimana yah kok kayak ngilu gimana gitu liat ceker n kepala ayam dijadiin krispi,, itu penghematan atau memang doyan hhihi seandainya dekat dengan rumahku nanti saya mintakan ditemanku yang penjual ayam potong banyak banget tuh kepala ayam sama cekernya yang dibuang saja... atau memang kalo beli ayam cuman kepalanya n cekernya aja, dagingnya dibuang? hiihi

    lokasi rumahnya keren yah, kayak di hutan2 gitu... tp kalo malam hari pasti horror, apalagi konon katanya t4 favorit setan itu di pohon pisang, hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. fix ya lul

      #modalin sini lah wkwkww

      (o´η½’`o)

      πŸ€£πŸ€£πŸ˜‹


      kepala skripsi ya yang uda dimakan berarti? bukan kepala krispi wkwkwk

      tape ijo bisa langsung praktekkan resep ini lul hihihi

      kok orang orang pada ga demen kepala dan ceker ya...padahal kulitnya aduhai tebel wkwkwk #pecinta kulit hayaaam πŸ”πŸ”πŸ”

      keren kan..kayak di film-film anime yekannn..ada pepohonan dan segala rumpun bambu dan tanemannya πŸ˜„

      Hapus
    2. yang biasa mangkal di pohon pisang itu apa lul kira-kira ? wkwkw

      candy ghostkah?

      Hapus
    3. Bukannya adminnya ini yang suka mangkal di bawah pohon pisang kalo malam.πŸ™„

      πŸšΆπŸƒπŸ’¨

      Hapus
    4. lho mas agus kok tau...biasanya bukannya mbul nongkrongnya di atas pohon ya ? 🀭🀭🀭

      Hapus
  9. kalo mampir kesini pasti suguhan makanannya buanyaaaaak bgt.. hehe... :D
    mumpung msh suasana lebaran, mohon maaf lahir dan batin yo mbak.. barangkali ada ucapan salah yg tak disengaja di kolom komentar.. maafin ya... boleh gak tuh masakannya saya bawa pulang, kebetulan gi laper.. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. uda ciri khas ya mas penghuni 60? kalau ga posting makanan soalnya sepi mas wkwkkwkw...

      minal aidzin wal faidzin juga mas penghuni 60 dan keluarga,

      boleee

      boleee banget

      nih mas...monggo dibawa
      takoncali kresek nih hehee

      ( ̄(エ) ̄)οΎ‰πŸ²πŸ²πŸ°πŸ§πŸ§

      Hapus
  10. Baca artikel mba Nita jadi pengin pulang kampung nih.. sudah 2 tahun nggak pulang..kalau saya lebaran di perumahan dirayakan sederhana aja.. kupat beli jadi..trus bikin opor sama sambal goreng kentang. Camilannya juga snack kering yang dapat beli. Apa kabar mba nita.. salut blognya tetap eksis...sukses terus blognya ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang sabar yak bisnis 6,aku uda agak lama sih di kampungnya, uda dari awal tahun cz lagi ada kepentingan keluarga..hehehe

      eh beydewey bisnis6 siapa ya? hehehe
      apa pernah mampir ke sini dulu ya?

      amin...sukses juga blognya untuk bisnis6

      \(´▽`)/

      Hapus
    2. ealaaaa ternyata ini mas dwi sugiarto tah...njih sami sami mas, lancar juga usahanya mas dwi sekeluarga amiiin


      γƒΎ(●⌒∇⌒●)οΎ‰

      Hapus
  11. sama-samalah di tempat gw suasana pedesaanya masih sama seperti itu, masih lumyan banyak pepohonanya :D

    btw emang kamo lebaran identik dengan kupat ya, tapi kalo di tempat gw agak beda,jadi acara menu kuoatnya seminggu setelah lebaran, namnya ada sendiri hari raya kupat, na biasanaya dihari itu orang orang pada kepantai liburan, sayang banget karna masih korona swmua wisata di jepara di tutup wkwkwk :D

    wah kalo menu makanan di keluarga mbak mbul udah gak perlu di tanya lagi, semuanya komplit :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener masih ijo dan penuh pepohonan...malah pekarangan uda macam hutan dong πŸŒ³πŸŒ³πŸŽ‹πŸŒ±πŸŒ΄πŸŒΏ

      oh iya ya aku pernah denger jepara kayak di kudus ya ada moment lebaran kupat...meriah dan seru pasti

      (^Ο‰^)

      iya emang kebanyakan tempat wisata ditutup...biar mencegah kerumunan kan? cari hiburannya berartibdi rumah ya berarti πŸ˜„

      ga sekomplet tahun tahun sebelumnya sih wkwkkwkw

      Hapus
    2. hehe gw sebenernya lebih suka yang sekarang lebaran ketupat tempat wisata di tutup, kalp di buka pun gw gak ada temen buat ke pantai, dari pada gabut pas lebaran ketupat ya gpp lah di tutup sekalian wkwkwk :D

      Hapus
    3. iya mas khanif seklai kali lebaran bernuansa berbeda ya....ga wisataan mungkin biar bisa quality time bareng keluarga sebelum ke tanah rantau lagi kan...dipuas puasin dulu di jeparanya

      (✪Ο‰✪)/

      Hapus
    4. ya gatau apa balik ke jkt, sebenernya kalo ada gw lebih suka kerja dirumah, cz duitnya bisa di tabung, kalo di jkt abis buat makan :D

      Hapus
    5. iya bener juga sih kalau ada kerjaan di deket rumah uang transpot ama makan aman...bisa ditabung ya mas nif

      Κ•ΰΈ‡•α΄₯•Κ”ΰΈ‡

      Hapus
  12. waduh mba menu lebaran rica-rica entog sama deh kemarin lebaran juga itu menunya. wah yang kelewat tape hijaunya itu, kemarin nggak buat. eh minal aidin wal faidin juga mb mumpung masih syawal hehe. bikin kemecer foto-fotonya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi...toast mba suzzy, sesama penikmat rica rica di hari raya idul fitri πŸ¦†πŸ¦†πŸ¦†

      sami sami mba ...minal aidzin wla faidzin juga, mohon maaf lahir dan batin

      (´✪Ο‰✪`)♡

      Hapus
  13. Such a beautiful feast foods table! I love it. Happy again Eid ul Fitr. Greetings from Turkey.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you kindly Dear...
      Happy eid mubarak to for you n your family in Turkey..

      greetings..

      γƒΎ(❀╹◡╹)οΎ‰οΎž❀~

      Hapus
  14. Tahun ini tiada tetamu datang kerana larangan berziarah.
    Saya suka ketan, di sini dipanggil kendi kelapa.
    Meriah juga juadah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hu um kak, tempat mbul juga syepi hihihi

      sama nita juga suka jadah...tapi di sini jadahnya dikasih ragi dan difermentasi nanti dia akan disebut sebagai tape kak

      (。>‿‿<。 )

      Hapus
  15. Jadi kenyang liat makanan disini hehehe iya kalo di Cirebon tapenya putih dibungkus daun Jambu, enak banget rasanya apalagi dari Daerah Kuningan wangiiiiiii daun jambu πŸ˜‹πŸ˜‹

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi malu hehehe

      aku malah pingin nyobain tape yang dibungkus daun jambu ala cirebon nih mba πŸ™ˆ

      (。>‿‿<。 )ʕっ˘Ϊ‘˘Ο‚Κ”

      Hapus
  16. I have never had anything made with pandan. Would really love to try it! That's a adorable kitty.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes...this is a natural pasta to coloring the food angie

      exactly, that kitty was very adorable....

      kucingnya seadorable admin blog ini #eh...hihihi

      (´✪Ο‰✪`)♡

      (ΰΉ‘ↀα†ΊↀΰΉ‘)

      Hapus
  17. mbak., neng kampungku ketupat kuwi jenengane ketupat kodok.,. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iya tah pak cik, aku baru dengar nama laine ketupat kodok...lucu ya hihihi

      🐸🐸🐸

      Hapus
  18. Haloo mba Gembul, seneng deh baca2 artikel mba πŸ˜πŸ˜€

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyikk! Terima kasih mba...jadi semangat ngepost tema kuliner aku 🦁(((o(♡´▽`♡)o)))

      Hapus
  19. I've never had anything like this. It is an interesting process to create it. Love the kittie, it's cute. Have a wonderful weekend.

    BalasHapus
    Balasan
    1. thank you Bill

      yeah, i and my mom always happy prepare anything for our big day

      have a nice day too for you n your family Bill πŸ˜ƒ

      Hapus
  20. Boa tarde minha querida amiga, as fotos ficaram Γ³timas e que vontade de provar essas delΓ­cias.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas apresiasinya Mr Gomes...yes...semuanya hidangan khas Lebaran di keluarga kami yang autentik dan enak rasanya πŸ˜„

      Hapus
  21. Sepertinya saya harus mampir ke rumahnya Mbak Gusty. Makanannya banyak terus. Apalagi nambah rica" entog yang belum pernah saya makan sampai sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayu mas nandar, kapan kapan sowan kebumen dan sekitarnya, nanti dijamin ketagihan kuliner ala ndeso ning rasanya enak mas πŸ˜„πŸ˜

      Hapus
  22. Wah...di Prembun lebarannya masak lengkap gitu Nit. Tlaten ibumu masak macem2..

    Tape aku suka, tapi klo kebanyakan maem..perutnya perihhh... Padahal klo udah liat, susah berhenti makanπŸ˜€

    Lebaran kmrn, aku beli kupat Mateng, @ 2ribu...tinggal maem. Pernah mbikin...kerasss + nasinya masih bentuk nasi/ambyar pas diiris. Setelah itu...wis, tuku wae...πŸ˜€

    Btw...mohon maaf lahir batin yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. lebaran tetep ketemu makanan enak mba lis, wkwkwk

      moment langka, biasanya maeme suring godhog, jangan gori, bening tege cue, tempe tahu...nah lebaran paling ga ada yang spesial poenya hihihi

      mba lis doyan tape juga tah? #salim

      (δΊΊ´∀`*)

      bhahahhah hu um sih paling praktis tumbas, eh ibuk tetep kekeuh bikin dong ahhahahaha...yowes sik nom ngalahi wong tuwa mba hihi...manut aja akune..

      sami sami mba lis, kathah lepat nyuwun ngapunten...

      #salim online
      #cipika cipiku online

      Hapus
  23. 'Juga tak lupa salam' pas bagian mau masak paru sapi, aku reflek 'haaa ngucapin salam?' lalu baru sadar maksudnya daun salam. wkwkwkk..

    Kalo gak mau silau pas tidur, mending lampunya kamu matiin, Mbul. Aku gak bisa tidur dalam keadaan lampu menyala, anak-anak pun begitu. Kalo belum terbiasa, beli lampu tidur biar gak terlalu gelap. Daripada kamu nutup muka pake bantal begitu, bahaya.. wkwkwk pagi2 udah ngomelin anak orang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakakkakak kak nai...sa ae bikin mbul terhibur gini hahahahaii

      salam daun salam itu...
      🌱🌿🌿

      (*´︶`*)ΰΈ…♡

      eh iya juga sih, agak jarang juga mbul matiin lampu..aturan emang dimatiin aja ya tuh lampu, selain biar cepet pules n sampai ke alam ngempih dan dapat ngempinya yang ena ena...eh dapat ngimpi yang asyik asyik hihihi, juga biar ngirit tagihan listrik wkwkwk

      Hapus
    2. wkwkwk dan gak gerah, Mbul..

      Hapus
    3. gerah banget hihihi

      rindu AC

      rindu rumah Tangerang 🀭🀭

      Hapus
    4. gw juga kalo tidur suka lampu di matiin, tapi ahir ini agak takut, keseringan dengerin cerita horror, kan tidur masih sendiri, takutnya mau prluk guling di samping gw ada pocong :D

      Hapus
    5. auto merinding terus loncat ga sih kalau pas bangun tau tau yang dikekepin pocoonk wkwkwkkwkw

      Hapus
    6. Khanif: Pasang lampu tidur, Nif.. Ah jadi pengen nulis pengalaman horror, kira2 bakal ada yang mau baca gak ya? wkwkwk

      Mbul: ish.. serem amat wkwkwk.. aku paling ngeri sama si lontong putih.. langsung merinding

      Hapus
    7. tulis aja kak nai...mbul sebagai pecinta horror mah paling siaga kalau ada postingan horror hihiho

      hu um emang kalau di desa malem, lampu remeng remeng suka takut kebayang ada lontong putih hihihi

      Hapus
    8. kalo lontong bungkus daun pisang mah enak ya tinggal siram sambel kacang.. wkwkwk

      Hapus
    9. Jadi ingat dulu pernah nginap di rumah teman pas mendusin ada pocong ikutan tidur otomatis langsung kaget dan akhirnya ngga tidur sampai pagi..hihihi

      Hapus
    10. kak nay...hu um biasanya tambahin bakwan hihihi

      Hapus
    11. mas herman....waaakkkk seriusan mas herman?!! oiya lupa mas herman kan ada indera ke enam yak? 😱😱

      btw mendusin tuh apaan yak? πŸ€”

      Hapus
    12. Serius, malah saya pernah lagi tidur tempat tidurnya digoyang-goyangi makhluk halus yang lagi iseng..hahaha

      Mendusin itu kurang lebih artinya bangun bukan pada waktunya biasanya tengah malam, kalau kata orang Banyumas kebangun.

      Hapus
    13. ya Alloh ngeri juga mas herman, lalu di pandangan mata mas herman muka pocongnya kayak gimana? apa cuma bungkusan putih doang

      iya sih kalau pas kebangun bukan waktunya bangun rasanya ada aja yang bikin bulu kuduk berdiri...ini sering kejadian di kosan aku oas kuliah di bogor dulu...pas pengen pipis eee sialnya kamar mandinya di luar kamar..haha horor banget...soalnya kosan aku dulu emang konon katanya ada itunya wkwkkwkwk...serem mana paling ujung dari jalan utama dan ngeliwatin kuburan lalu belakangnya sawah dan kali. diantara kamar mandi ada kolemnya. nah di pojok pojok itu adalah kamar kosong yang agak creepy 😱😱😱

      Hapus
    14. Wujud mukanya cakep kayak orang yang meninggal yang dilihat terakhir kali sebelum ditutup.

      Enak tuh kalau kamar mandinya di luar jadi pas kalau mau buang air ada tantangannya..hahaha.. kalau lewati kuburan saya malah ngga takut dulu sering banget tengah malam nyari kodok di galengan di dalam komplek pemakaman dan belum pernah ketemu makhluk halus tapi seringnya ketemunya di kebun atau di sawah atau rawa-rawa.

      Hapus
    15. lha biru dong mas herman...uda kaku kan? hwaaaa haaa auto kebayang

      😱

      iya sih kalau mau ke kamar mandi kayak mau uji nyali hihihi

      nyari kodok buat apa mas herman? jangan bilang buat dimakan? 🐸🐸🐸
      πŸ™ˆπŸ™ˆ

      Hapus
    16. Berarti mbak Nita belum pernah lihat untuk yang terakhir kali orang yang meninggal sebelum mukanya ditutup nih?

      Nah itu serunya.. kalau perlu kamar jaraknya 5 km dan lewati hutan..hihihi

      Iya, bener buat dimakan tapi seumur-umur saya baru sekali makan kodok itu juga buat ngilangin pengen dan waktu itu masaknya dicampur sama kelinci..hihihi

      Hapus
    17. kalau pas meninggal uda dikafaninudah mas, tapi pas baru aja meninggal belum dikafani atau dimandiin belum huhuhh

      wah beneran bagus kayaknyabkalau dibikin cerpen horror ini...takkumpulin ide aja apa ya hahahhahahah

      swike ya mas herman...kelihatannya enak sih tapi ga boleh yak hahahah...kalau dah terlanjur pernah dimakan sih apa boleh buat wkwkkwkw

      🐸🐰

      Hapus
    18. Mas Herman: Biar cakep juga tetep aja ngagetin kan, Mas? wkwkwkwk.. Aku pernah diikutin seminggu.. ngeselin banget.. akhirnya mau gak mau diruqyah deh..

      Hapus
    19. Oh udah pernah, nah ngeliat yang terakhir itu pas mukanya mau ditutup sama kapas dan diikat, sebelum muka ditutup kan mukanya dirias dulu dan selama ini saya belum pernah lihat muka yang serem malah ada yang saya lihat mukanya seperti mengeluarkan cahaya dan seperti muka bayi yang lagi tidur. Kalau dapati orang yang mau meninggal saya pernah dua kali yang satu serem yang satu lagi ngga. Yang serem itu yang meninggal karena gantung diri dan kejadian habis isya di tengah kebun pula sedang yang satunya meninggalkan karena sakit di ruang ICU. Ikut memandikan dan mengafani jenazah pun sudah pernah.

      Asik bakalan ada cerpen horor..hihihi.. sayangnya saya ngga begitu bisa bikin narasi padahal pengalaman saya ketemu makhluk halus itu banyak banget.

      Daging kodok itu enak, kalau makan daging kodok rasanya kayak makan daging kodok, mbak..hihihi. kodok itu dimakan hukumnya halal atau haram, mbak. Kalau menurut saya remang-remang..hihihi

      Mbak Naia, pertama lihat emang kaget tapi ke sananya malah diajak ngobrol..hihihi.. kalau diikuti sama makhluk halus saya sering tapi kalau diikuti sama pocong belum pernah soalnya jalan saya cepat sedang pocong kakinya diikat jadi pocong ngga sanggup ngikutin saya jalan..hihihi

      Hapus
    20. kak naia...lha ketemu mayit pas pertamanya dimana kak? horror abizz

      ΰΈ…(ΰΉ‘⊙Π΄⊙ΰΉ‘)ΰΈ…!!

      Hapus
    21. wah...mas herman pengalamannya banyak....keren dan sekaligus salut ikut menghormati jenazah pas sebelum dikebumikan...

      mas kok cerita ginian oas malam jumat gini sih mas huhuhuhu..aku kebayang yang matanya ga mejam gitu hmmm...oh ada pula malah yang gantung diri di kebun. Mas her menangin langsung gitu dengan mata kepala sendiri? wah heboh dong warga ya mas? waduuuh...

      iya mas, kalau yang bercahaya bersih berarti kemungkinan besar selama hidupnya orangnya baik ya...makanya pas akhir hayat juga diberikan yang baik baik sama Alloh swt.

      asyikkk lan, bakal tapa lama dong kalau nyiapin cerpen, kan diriku ga sepinter mas herman, mas agus, kang satria dan mas jae kalo nyerpen hohoho

      lha...daging kodok rasa kayak daging kodok? wkwkkwkw...kayak gimana tuh...yang dibikin apa mas herman swukenya, masak mentega apa goreng tepung? eh kok aku yang kepow ya hahhahaha

      nah selain pocong mas herman seringnya dinampakin apa tuh? mbak kun apa yang kalau datang tau tau bau ubi atau singkong bakar? πŸ™ŠπŸ˜±

      Hapus
    22. Mas Herman: Nah bikinlah ceritanya. Kalo untuk lihat muka orang yang habis dirias kebetulan lihat almarhumah mama dan sepupu, mukanya adem banget kayak orang tidur, senyum pula. Malah kayak pengantin gitu, bedanya cuma gak dipakein lipstik sama blush on kan ya.

      Aku kebetulan diikutin sama yang udah tua.. Hehehe.. suami yang bawa ke rumah gara2 malem2 dia keluar mau beli seblak, masuk rumah main masuk aja gak baca bismillah dulu. Berapa kali kejadian dia bawa masuk poci dkk gara2 terburu2 masuk rumah gak pake baca do'a. Akhirnya aku ngomel2. Energi terkuras habis kalo udah begitu.

      Mbul: Aku pertama kali lihat begituan umur 15th, wkwkwk, liatnya yang item gede keriting itu lho, Mr.G.. wkwkwk.. Sebut aja lagi apes.. Nenekku dari mama kebetulan biasa urut bayi, atau kadang rukyah orang yang kerasukan (tapi syar'i ya), jadi pas pertama kali lihat itu aku langsung cerita ke nenek. Dan beliau pesen kalo aku gak boleh takut tapi juga gak boleh sombong nantangin. Kalo dulu sampe kembar umur 1th aku pasti nangis ketakutan. Sekarang2 udah berusaha B aja karena ada Allah sebagai pelindung.

      kapan2 aku ceritain kejadian aku dikirimin santet n geng jin sm mantan kk ipar.. Hehehehe

      Hapus
    23. Mas Herman: kodok haram, Mas, karena hidup di dua alam dan ulama memasukkannya dlm kategori hewan yang menjijikkan, wallahu'alam. Dalam Islam kan harus halal dan Thoyyib. Dulu suami waktu kecil juga sering makan daging kodok katanya, makanya kulitnya jadi putih banget.

      Hapus
    24. Kak Naia 1 : Berarti almarhumah kak naia semasa hidupnya adalah orang baik makanya pas meninggal bercahaya dan seperti tersenyum ya kak...subhanalloh ☺😊

      wkwkwkkw...serem juga ya...poci dari jalan ngintil suaminya kak naia masuk rumah...yang bisa lihat kak naia doang berarti ya...pak su kak naia ga liat kah?

      ya Alloh syocked pasti ya kak liat mr. G yang biasanya pertandanya ada singkong bakar...huhu...tapi ga ganggu atau ganggu tuh Mr. G nya? katanya kalau biar ga ditaksir Mr G...kalau kita cewek cewek lagi haid ga boleh ada sampah pembalut di dalem rumah kan ya kak ya...biar ga ditemplokin Mr. G nya...soalnya konon dia suka darah pas kita oara cewe menstruasi kan ya...e tapi aku ini denger juga dari podcast di youtube deng ga tau bener atau ga nya hihi

      ya Alloh serem juga ya kak...ada sempat mengalami kejadian dikirim santet dan jin...huhuhu...

      Hapus
    25. Kak Naia 2 : Waaaakkk sempat makan daging kodok kulit putih? xixixi

      iya karena dia hidup di dua alam makanya nda boleh sih ya hukumnya kalau di agama kita xixixi..

      cuma bapakku dulu pas masih bujangan dan mahasiswa di semarang ama temennya pernah ngicip swike sih wkwkkwkwk

      Hapus
    26. Almh. Mama itu sering banget difitnah orang, tapi beliau sama sekali gak pernah bales. Ada aja yang suka adu domba, sampe mamaku disiram air pas mau ke pasar, akhirnya balik lg pulang ke rumah. Tapi dia gak pernah dendam. Begitu meninggal yang dateng ke rumah banyak banget, dan semua takjub trus nangis (mungkin nyesel kali) pas lihat muka mama kayak orang tidur. Cantik banget, Mbul, kayak pengantin.

      Aku sekalian nanya ah, kalo aku posting tulisan pengalamanku tentang makhluk2 gitu pada mau baca gak ya? wkwkwk.. soalnya kemaren cerita tentang galon aja pada sangsi.. Pengen cerita tentang pengalaman santet juga, tapi etis gak sih, Mbul? wkwkk

      Hapus
    27. hu um kak naia ngerti banget kalau difitnah rasanya gimana, alhamdulilah hati alm mamah kak naia jembar ya ...jadi biar orang berkata apa, mama kak naia ga ambil pusing, jadi dipermudah urusannya sama Alloh swt dan saat meninggal wajahnya bercahaya seperti tersenyum...big hug kak naia {}

      pengalaman tentang mahluk tak kasat mata ya? sebenernya pasti menarik kak, soalnya orang pada penasaran kan, ga kok menurutku mah seru seru aja, jangan dipikirin ma yang komen ga ngenakin kak, toh kita cerita kan ga minta orang percaya atau gimana ya, namanya juga di blog kadang nemu aja hal seru...hihi...semangat nulis kak

      tapi kalau pengalaman disantet orang...itu agak takut yang bersangkutan baca ga tuh kak? tapi balik lagi ke kak naia kalau mau cerita dengan model disamarkan atau dalam format fiksi bisa aja biar lebih amannya kali ya hihihi...

      Hapus
  24. Lengkap dan komplit menu lebaran, foto-foto jalan-jalan di alam pedesaan yang asri dan juga postingannya, keren deh ihh.. 4 jempol buat mbak nita.

    Untuk menu lebaran, tape ketan item sama uli saya suka banget mbak nita, lebaran kalo tanpa keduanya seperti belum lebaran , hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Foto foto seperti biasa ngalah ngalahi tulisannya ya Kang maman, segambreng sendiri hihihi

      iya kang maman, tape asal dimakan pas dalam keadaan dingin begh..enak nyess gitu berasa minum wine #eh lha kok wine hahahhahah

      Hapus
  25. Masya Allah kak mbul,ini seperti buku resep online hahaha,btw itu ketan suka kali kak,apalagi di kasih parutan kelapa sodaaaaapppp...

    BalasHapus
    Balasan
    1. MasyaAlloh tabaroqalloh...makasih kak...sudah mampir di blog mbul yang sederhana

      #buru buru sediain cemilan
      #bikinin sirop marjan

      hu um kalau ketan kasih parutan kelapa aku ingatnya ketan kukus tok atau dibikin lopis hihihi

      γƒΎ(´︶`♡)οΎ‰

      Hapus
  26. Entah kenapa ya, setiap liat foto-fotonya mbak Mbul selalu seneng banget! Adem kesannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulilah kalau bikin seneng karena melihat pandangan desa ya mas supriyadi...oh ya kuucapkan selamat memperingati kenaikan Isa Al Masih untuk Mas Supriyadi dan keluarga

      (●'▽'●)ゝ

      Hapus
    2. Wah mas Supriyadi senang fotonya mbul apa senang foto senang foto masakannya, apa dua duanya nih.😁

      Hapus
    3. foto pemandangan alamnya mas, ama masakannya mas agus wkwkkwkw

      ΰΈ…(ΰΉ‘⊙Π΄⊙ΰΉ‘)ΰΈ…!!

      Hapus
  27. MAsyaAllah, unik-unik sekali menu lebarannya, luar biasa. Pisangnya juga gede sekali penampakannya, bikin auto lapar selalu mbul.
    Suasana pedesaannya sangat alami sekali, kayanya adem ya. Home sweet home.
    btw, selamat lebaran ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. MasyaAlloh alamdulilah Pak Yonal, di tempat mbul biar kata ga serame tahun tahun lalu tapi ibuku tetep heboh ada masak masak khasnya juga ☺😊
      iya pisang ambonnya besar besar dapat murah di pasar kutoarjo itu πŸ˜„
      selamat lebaran juga untuk Pak Yonal dan keluarga πŸ˜‡πŸ™πŸ™

      Hapus
  28. What a great foodie fiesta!
    Happy belated Eid-ul-Ftr!
    Love the ketupat and tape Ijo. Carambola also look fantastic and exotic.

    It a great venue to take a walk in Tempat Ngadem

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hurrayy..hihihi

      terima kasih atas ucapannya kak evi..
      selamat menjalankan hari hari di US juga kak, sehat selalu di segala musim

      carambola tu apaan ya kak? aku tak siap siap check mbah google dulu hihihi

      (*´︶`*)♡ iya kak betul, temoat ngademnya bikin hawa pingin boci kak...bobo ciang, soalnya anginnya sepoi-sepoi!

      Hapus
  29. Selamat lebaran, Mbak Mbul!!

    BalasHapus
  30. AKu tertarik sama tape ketannya mbaak. btw itu kesukaanku lohh hehe, apalagi warnanya ijo. cuma belum pernah menyajikan tape ketan buat suguhan hari raya, kadang kalau pengen aja kemudian bikin. selamat lebaran mbak Nita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah mba ajeng suka ketan juga...sama dunk...yuk kita toast

      ♡(*>Ο‰<)Ο‰<*)♡

      ayok kapan kapan bikin buat hari raya...dan diwarnain ijo biar beda dari hari biasanya hihihi

      selamat lebaran juga Mbak Ajeng

      ❀(*´▽`*)❀

      Hapus
  31. aww.... menggiurkan makanannya....so delicious.... yummy

    # Eid Mubarak

    BalasHapus
    Balasan
    1. so deliciouzo pak tanza...mantab pokoknya...kalau di Amerika enaknya banyak buah buahan subtropis kayak berry berryan ya Pak...☺😊

      Hapus
  32. Wow, makanan enak2 semua nih. Gawattttt, bisa nambah nasi ini padahal lagi diet karbo hahahaha :) AKu juga suka makan pisang. Jadi di meja makan sering ready tuh buah. Sammaaa..aku juga bikin ketupat, dibantuin anak2ku yang masukin berasnya ke kulit ketupat wkwkwkwkkw.

    BalasHapus
    Balasan
    1. gawat banget kan mba nurul hihi...anehnya timbangan mbul malah turun nih, ku harus gembira atau menangis yak hihihi
      hu um aku kalau pisang ambon suka yang ijo ketimbang yang kuning ada di supermarket...harum pisang ambonnya lebih kerasa pisang #eh lha gimana nih mbu maksudnya hihihi

      iya...lumayan bantuin mamine masuk masukin ketupat, biar kata kulitnya beli

      (γ₯ ̄ ³ ̄)γ₯

      (*´>Ο‰<))Ο‰`●)

      Hapus
  33. Incredible food table, very interesting post!! Have a nice week

    BalasHapus
    Balasan
    1. thank you Sunika, glad you like it 😍

      Hapus
  34. Banyak yang komentar tapi belum dibalas, apa adminnya lagi kehabisan kuota ya? πŸ€”

    πŸšΆπŸƒπŸ’¨

    BalasHapus
    Balasan
    1. adminnya lagi boci (bobo tjiang) mas, ni dashboard ngetik sendiri, cuma buat ngasih tau wkwkwkwk


      δΈ‰δΈ‰α••( ᐛ )α•—

      Hapus
    2. Wah hebat dashboardnya bisa ngetik sendiri, jangan-jangan mbul sudah bikin AI yang bisa berpikir sendiri seperti Jarvis nya Tony Stark.😱

      Hapus
    3. Wah mas agus toni stark sapa sih mas? mbul kalau film scifi ga update...startrek kah?

      (。・Ο‰・。)

      Hapus
  35. Balasan
    1. Thank you so much dear

      have a great day 😍πŸ₯°

      Hapus
  36. An ex-colleague taught me how to make the ketupak casing. I can still remember how I enjoyed the ketupak with curry or rendang made by my colleague. The banana is so big. After eating 1 banana, I will be very full.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah menarik ya Nancy jadi pernah belajar bikin ketupat dengan your kolega hihihi

      enak juga memang ketupat dimakan dengan rendang dan kari

      ^_______^

      hu um langsung full tank juga mbul maem pisangnya...this is so big...

      Κ• ꈍα΄₯κˆΚ”

      Hapus
  37. sungguh tape ketan warna pandan rasanya enak
    oh iya
    jangan terlalu lama tidur mlungker tar kebiasaan ular lo
    jangan henti napas ah, ngeri

    BalasHapus
    Balasan
    1. belum pernah makan tah mas tape diwarnain pandan? di desa kami umumnya seperti ini...
      hwahaha tidur mlungker kayak ular yak...iya sih jadi kayak sesek nafas huahahah...horror yak

      (* ̄(エ) ̄*)

      Hapus
  38. aku tidak pernah tidak ngiler tiap liat makanan kayak gini duhhhhh :(
    yang paling dikangeni dari lebaran adalah makan2nya. tapi 3 hari sebelumnay wis ribet suruh ina inu belanja ina inu wkwkkw

    tapenya yaallah 🀀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ratjoen ya Sist..kalau ke marie dijembrengin futu futu makanan muluk...

      #jitakin si mbul hihiihi

      tapenya kalo kata wong londo lekkeeerrr...hasyiikk

      γƒΎ(´︶`♡)οΎ‰

      Hapus
  39. Mbulll, Selamat Idul Fitri, maap lahir batin yaaa, kalau2 komenku ada yg menyinggung hihihi, maap telat, aku baru ngeblog lagi setelah 2 minggu melupakan blog.

    Anyway seneng bgt sih bisa lebaran di kampung yaa, suasana kampung, makanan khas juga. Tapenya itu favoritnya alm.bapakku banget.

    Aku kemaren lebaran di tempat mertua di Cengkareng, wlpn ga ngrayain lebaran tapi mertua bikin ketupat, masak opor sama rendang juga, lengkap ada nastar dan kue khas kalau idul fitri hihihi.

    Btw aku kok salfok sama tungkunya, masih tradisional bgt ya mbul, kalau di Purwokerto kayaknya udah ga ada tuh, paling mentok ya kompor minyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sami sami say...ku juga mohon maap lahid batin kalau pernah ada keselip salah waktu ngeblog hehe

      iya nih, kemaren bisa di kampung soalnya sebelumnya uda ada agenda bolak balik karena kepentingan keluarga, jadi dibablaske aja tekan lebaran hihi

      walau sepiiii banget

      wah enak banget kayaknya kebayang rendang ama nastar yang selainya banyak...luarnya ngeprul...aku kawit biyen cita cita pengen bikin nastar neng belom ditumbaske oven hahhahaha

      hu um kalau yang itu tungku di dapur rumahnya simbah hihihi

      Hapus
  40. Oh WOW, this meal looks amazing...makes me wish we celebrated Eid here too!πŸ˜ŠπŸ˜‰
    And my heartfelt thanks, too, my dear friend...for your kind comment of support on my blog. It truly means so much to me.😊😊
    Have a fabulous day!

    Big Hugs xxx

    BalasHapus
    Balasan
    1. sahabatku Ygrain
      (*´︶`*)♡Thanks atas ucapannya!

      semoga cepat pulih pasca operasi dan bisa ngeblog seperti sedia kala. Aku selalu merindukan updatean puisi puisimu

      Hug ♡(*>Ο‰<)Ο‰<*)♡

      Hapus
  41. Oh very interesting food darling
    xx

    BalasHapus
  42. mbak mbullll
    astagahhhhh ini kenapa makanan semua dan aku laparrr hahahaha
    bener bener masak besar, makan besar ya pas momen lebaran kemarin. asli kalo sebanyak ini, dijamin seharian, semingguan kenyang nyang pokoke, mangan teross gitu mbak

    terus terusss rica rica entog aku belum pernah cobain, tapi jadi inget waktu masih kecil kejar kejaran sama entog hahahaha

    tape dulu aku demen mbak, biasanya di kantor bapak aku,waktu aku SD ada ibu ibu yang jualan tape yang warna merah itu,terus dimakannya sama tetel, tetel ini yang dari ketan juga kalau ga salah.
    nah terus pas ga sengaja ketemu ibu ibu penjual tape merah plus tetel langsung aku beli, karena serasa balik lagi ke zaman waktu aku kecil
    sekarang udah langka makanan begituan

    nahh kalau tape ijo kayak gini masih pernah liat tapi kalau aku pergi ke pedesaan, orang kota ditempatku jarang banget yang nyuguhi kayak gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau di Jawa timur uli disebutnya tetel, kalau di kebumen uli disebutnya apa, mbak? Tapi di sini yang disebut tetel di makannya bukan sama tape tapi sama saur, mbak

      Hapus
    2. Mbak Ainun : Sebenernya ga masak besar sih...karena beda beda hari takgabungin aja jadi satu postingan hhahah

      Κ•→α΄₯← Κ”

      tapi anehnya aku di kampung justru malah jarang maem mba...uda kenyeng dula kalau abis masak wkwkkwkwk

      tetel itu ketan ya? unik juga ya namanya hihi...enak ya mba ainun dimaem bareng tape ketan item πŸ˜ƒπŸ˜„

      aku kalau jaman kecil suka dikejar banyak mba...soang aka angsa hahahhahah...kalau entog ga gitu galak ketimbang banyak wkkwkw

      🦒🦒🦒

      Hapus
    3. Mas Herman : kalau tempat aku tetep disebute ketan hihihi

      uli itu beda kabupaten keknya yang disebute gitu

      saur itu apa mas herman? makanan betawikah?

      ΰΈ…(ΰΉ‘⊙Π΄⊙ΰΉ‘)ΰΈ…!!

      Hapus
    4. Oh kalau di kebumen disebutnya tetap ketan, mungkin orang Banjarnegara kali ya yang bilang uli atau orang Purworejo? Tapi di Jawa tengah ada juga yang bilangnya jadah.

      Saur itu kelapa parut yang disangrai entah dicampur rempah-rempah atau apa kurang tau juga.

      Hapus
    5. kayaknya sih begitu mas agus, soalnya tempat aku yang dusun nyebutnya tetep ketan....kupikir uli itubmalah ketan yang dibakar doang hahahhaha

      tapi ada juga yang nyebutnya jadah deng mas, di pasar tradisional itu banyak jadah, jenang, krasikan ...pokoknya yang legit legit lengket

      oh saur kelapa parut disangrai...kayak urap kali ya?

      Hapus
    6. Kalau di sini yang disebut ketan itu yang dikukus dan dikasih parutan kelapa dan dimakannya sama sambal kacang.

      Ya temen saya yang orang solo bilang uli itu jadah, kalau jenang saya taunya jenang Kudus yang hampir sama kayak dodol atau itu memang dodol.

      Urap? Urap itu bukannya sayuran yang direbus di kasih parutan kelapa yang entah diapakan parutan kelapanya kurang tau juga

      Saur itu kalau di Jawa kurang lebih seperti serondeng

      Hapus
    7. enak sih kedengerannya diatasnya tabur parutan kelapa sangrai agak pedes kan? aku juga doyan

      iya kalau jenang yang mirip dodol...kalau di pasar, jenang itu yang coklat blom dipotongin mas, jadi kotak segiempat gepeng gitu...ntar gandengannya krasikan yang ada wijennya

      kalau jenang kudus aku suka mas, enak...apalagi perbungkusnya kecil kecil gitu ga bikin cepet kenyang

      iya urap sayur sih wkwkwk...biasa buat slametan atau tumpengan kan urap tuh

      owalah serundeng wkwkkwkwk

      Hapus
    8. Parutan kelapanya ngga disangrai tapi dikukus dan dicampur sama garamm kalau mau berasa pedas ya dikasih sambal tapi biasanya sambalnya sambal kacang jadi kurang begitu pedas buat yang suka pedas.

      Jadi jenang mirip hanya mirip dodol dan bukan dodol, kalau saya bilang sih jenang itu dodol, dodol Jawa

      Kalau jenang Kudus yang biasa dikasih (cuma pernah beli sekali waktu main ke Kaliwungu Kudus) teman saya ukurannya lumayan gede makan dua bungkus aja udah berasa kenyang.

      Memangnya di Jawa ada urap yang lain selain urap sayuran?

      Ya saya juga baru tau kalau serondeng di Jawa ternyata di sini disebutnya saur..hihihi.. kalau di sini serondeng itu dari kacang kedelai campur gula Jawa entah campur apa lagi..hihihi

      Hapus
    9. wah mantab juga baca deskripsi parutan kelapa kukus allau dikasih sambel...huhuuu

      jenang kayaknya emang beda deh ama dodol...e ga tau deng mas herman, soalnya bentuknya emang beda wkwkkwkw

      kalau dodol kan biasa dibungkusin kecil kecil kan kayak permen memanjang, kalau dodol kotakan gitu ntar kalau mau makan ya tinggal dipotong potong aja pake pisau

      wah beda, jenang kudus yang kumakan kecil kecil soalnya

      kayaknya sih cuma urap sayuran thok wkkwkwkwk

      wah kok unik ya, setauku serundeng mah kelapa doang...ntar dikasih irisan kelapa tuanya juga kecil kecil

      Hapus
    10. Bukan cuma mantab tapi mantabbbbb, B-nya berderet kayak orang antri sembako..hihihi

      Kalau menurut saya jenang sama dodol itu sama cuma penyebutannya aja yang beda kayak es campur, es teler, es buah sama sop buah.

      Kalau di sini dodol dibungkusnya gede-gede malah lebih gede dari jenang ada yang segede mangkok atau lengan.

      Belum pernah ketemu jenang Kudus yang kecil, sekecil-kecilnya jenang Kudus masih lebih kecil sabun mandi.

      Nah itu bedanya serondeng di sini sama serondeng di Jawa sama kayak klepon dan onde-onde. Di Jawa disebut serondeng di sini sebut saur, di Jawa disebut klepon di sini disebutnya onde-onde.

      Hapus
    11. wah kalau mantab B-nya sampai pangkat empat berarti enal banget tuh serundeng yak

      bener juga sih, tapi ntah kenapa di beberapa warung makan es teler ama es campur atau sop buah dibedakan ya hahhahahah

      segede dan setebel kue keranjang kah mas herman?
      betul...kayak penyebutan kleponnya ala warkop dki yang tema onde onde...bukannya yang ada wijennya e onde ondenya klepon wkwkkw

      Hapus
  43. The countryside is memang aman, macam balik ke kampung saya. Makanan nampak sedap. Saya sudah tidak balik kampung oleh kerana "lock down." Kamitidak dapat kunjung-mengunjung sekarang, saya harap situasi di Indonesia lebik baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, di kampung memang zona hijau tapi tetap ga seramai lebaran 2 tahun sebelumnya. Kami membatasi aktivitas temu saudara untuk antisipasi juga...hihihi

      amin ya robbal alamin, mudah mudahan di Malaysia juga demikian ya Kak

      (*´︶`*)♡Thanks!

      Hapus
  44. Ya Allah
    Ya Allah
    Ya Allah


    sek tak ambekan sek

    biyuh jan segala macem panganan ditokno
    jan riyayan temenan
    mulai kangkung, entog, jenang, lan sapanunenggalane
    kayake menu entog jadi menu wajib ya di daerahmu mbak
    lek aku mesti soto lontong lek gak lontong balap
    eh kangkung sing mateng aku malah seneng ding
    luwih empuk se jareku hehe

    eh maaf lahir batin yo mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. hwahahahhaha....sungguh hawur awur emplok pengikute farida nurhan kan aku mas ikrom...kudu totalitas menyuguhkan foto makanan #eh kok foto makanan ya wkwkwkk

      entog beberapa tahun iki mas ikrom sedurunge pas aku cilik opor nanging amargo bosen akhire bar miara entog berubah jadi rica rica entog...tapi nek sing wajib ket jaman ra enak dulu paru parune...aku ket biyen selalu kebagian ngresiki paru n ngiris ngirisine hihihi

      sami sami mas ikrom, minal aidzin wal faidzin...mohon maaf lahir batin πŸ˜ƒ☺

      Hapus
  45. makanan yang sederhana tapi menggoda nih mba, apalagi di santap bareng keluarga dan orang tercinta,..wow,..rasanya enggak nahan nih, saya sedikit memberi perhatian pada masakan entok, karena dulu pernah makan juga, tapi di lempah dan rasanya cukup enak ya mba, boleh nih minta resep masak entoknya, ha-ha

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget koh kuanyu, hasil masak ndiri ternyata jauh lebih berbumbu istilah kata...hehehe

      di lempah tuh apaan koh? boleh koh, kemaren kebetulan aku masak rica-rica lagi, tapi pake ayam...ya meski demikian kurang lebih rasanya enak hampir mirip dengan rica rica entognya.

      Kalau bumbu dasar rica-rica ayam ala aku itu yang dihaluskan diantaranya :

      bawang merah, bawang putih, kemiri, merica, ketumbar, sedikit garam, cabe besar, cabe rawit. Nanti setelah ayam atau entog dibersihkan langsung ungkep dengan bumbu halusnya ini tambahin salam, serai, jahe, lengkuas, gula merah, kecap manis, sedikit penyedap rasa. Terus tunggu deh sampai meresap dan matang.

      πŸ˜ƒ

      Hapus
  46. Wow, cerita menu makanan yang sangat lengkap dan unik unik. Saya paling suka rica rica entog nya. Bikin ngeces.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih mumpung ada niat masak πŸ¦†πŸ¦†πŸ¦†πŸ¦†πŸ¦† hihihi...

      Rica rica entognya pedes manis sedep pokoknya. Kalau di tempat Pak Eko menu Lebarannya apa nih? Istimewa juga pastinya ya ☺😊

      Hapus
  47. Kolom komentarnya bisa dikeatasin gak? capek banget ngescrorell wkwk.

    Mantep banget menu-menu lebarannya, sama di rumah mertua gue juga. Tahun ini lebaran di Tangerang tanah kelahiran Istri, dan mertua gue masak banyak banget ada semur, opor, dll. Belum lagi kue-kue kering khas lebaran.

    Tapi unik ya, ditempat lu disuguhin ketan dan ditaruh dalam wadah plastik kecil gitu. Ditempat gue dibuletin aja wkk. Asli Indonesi emang beragam, lebaran aja menunya beda-beda tiap wilayah. Mantap deh...

    Lalu ditempat tinggal lu masih asri banget ya, malam hari pun masih ada burung hantu bertengger gue jadi pengan banget nyobain suasana kaya gitu. Pasti damai banget engga kayak kota haha.

    Mohon maaf lahir batin ya Gusty.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkwk ini karena update post barunya agak lamaan aja dit makanya temen temen pada komennya numpuk di sini wkwkwkwk

      oh istri lu orang tangerang tah dit, lha sama ama gw dunk wkwkwkkw

      enak manteb banget lengkap kayaknya ya ada semurnya juga...semur daging apa jengkol nih, dua duanya gw sih suka egegeggekk

      iya tempat gw biar praktis dipakein mika kecil kecil gini, kalau di tempat simbah gw malah dibungkus tum tuman daun pisang sih wkwkw

      bener dit asli deh beragam bunyi burung malam menclok di dahan pohon...kadang ngeri juga karena sepiiiii banget wkwkkwkwk

      sama sama dit, minal aidzin wal faidzin juga...salam buat keluarga ya 😊

      Hapus
  48. Mbuul, walau lebaran udah lewat, mumpung masih bulam syawal, maaf lahir batin yaaa.. Maafkan klo ada salah2 n ada interkasi yg kurang berkenan selama inii πŸ’–πŸ’–

    Ngomong2 lebaran, memang paling ditunggu2 itu makanan rumahan bikinin orang tua yaa.. (plus bikinan mba umi klo mbul) hahahha.. Itu paru goreng memang khas d rumah mbul ya pas lebaran.
    Klo aku ngiler liat entok rica2 itu. Bbrapa kali mbul sempet posting n cerita di sini. Sampe aku kepikiran, itu Mba Umi open order buat dikirim k jakarta ga? Hehehe. Soalny kayany aku blm pernh nemu entok rica2 anak sekitar sini. Adanya paling cuma bebek goreng biasa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Minal Aidzin wal faidzin juga ya icha,maapkan diriku kalau pernah ada salah salah ketik, soalnya aku kalau komen suka banyak typo juga hihihi

      😌😁


      iya Cha, rica rica uda jadi menu wajib di meja makan udah 5 tahun terakhir ini...soalnya uda bosen sama opor xixiix..kalau mba umi terima order dilirim jakarta basi dunk hihi...ntar kapan kapan aku bagi resep rica rica ala aku aja gimana? aku kemaren masak rica rica lagi loh...tapi pake ayam ☺😊

      Hapus
  49. yaampun, jadi penasaran sama entog rica-rica. seumur-umur belum pernah nyobain entog. jadi lebaran di tempat mu tradisinya kupat tahu ya mak..? bener-bener gak ada opor, rendang kayak lainnya. unik banget sih. :D kalau tape itu, ku pikir tradisinya orang betawi, ternyata di jawa juga ada yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hu um kupat tahu emang udah khasnya
      iya berarti tempatku mirip mirip ama Betawi ya :)

      Hapus
  50. Trakhir kali aku ngerasain menu lebaran komplit begini, mungkin pas SMU :). Waktu msh tinggal ma ortu. SMU kls 3 aku dikirim ke Medan, kuliah juga ga pernah pulang 4 THN, Trus merantau JKT. Aku mudik ga pernah pas lebaran. Makanya ga prnh lagi ngalamin menu lebaran komplit. Sbnrnya kangen, tp udh biasa :D. Aku paling kangen Ama tape ketan, mah yg hijau ATO Hitam, sama enaknya. Mama masak Ama ketupat ketan yg dimasak santan semalaman. Meresap banget. Cocok JD temen tape. Pengen sbnrnya bikin sendiri, tp aku kuatir gagal hahahha. Apalagi ragi nya kalo mau sama dgn yg dipake mama, jualnya jauh, di JKT ga ada.

    Pernah coba beli Ama org, tp kok ya rasanya ga semanis tape buatan mamaku. JD ga prnh lagi mau pesen2. Coba kapan2 aku pale resepmu deh nit ;)

    BalasHapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^