Jumat, 11 Juni 2021

Cerbung : Stroberi (Part 1)


Fiksi oleh : Gustyanita Pratiwi
(Sifat : Hanya fiktif belaka)

Ilustrasi digambar Gustyanita Praiwi


Stroberi-stroberi ranum itu masih bergelayut manja di tangkai-tangkainya  yang membelit-belit. Bentuknya lucu, membulat panjang dengan titik-titik hitam di permukaannya yang merah. Pasti rasanya manis-manis asam. Mungkin. Ya, apapun itu, stroberi memang buah yang unik. Van Hellen suka sekali dengan stroberi. Pernah ia habiskan satu keranjang penuh stroberi yang dipetik dari kebun sendiri. Stroberi-stroberi itu, tadinya ditanam oleh Grandpa. Tapi semenjak Granpa berpulang, stroberi-stroberi itu dibiarkan tumbuh liar, tidak terawat, bahkan Van Hellen sendiri tidak pernah menengoknya. Van Hellen hanya senang memakannya saja, sedangkan untuk menanamnya, ia tidak akan sanggup.

"Eh...Van Hellen kok bengong saja? Nggak dipetik stroberinya?" suara seorang laki-laki yang pantas ia sebut sebagai abang mengagetkan lamunan gadis kecil itu. Van Hellen memang sedang asyik mengamati tanaman stroberi yang tumbuh di samping rumah. Tanaman itu memang tumbuh sendiri. Tepatnya stroberi liar, tapi tanamannya tampak eksotik.

"Hey?! Ditanya kok diam saja? Emang Kakak patung ya?" ujar laki-laki itu sambil membelai rambut ikal Van Hellen. Sekali lagi gadis kecil itu tak menyahut. Matanya kosong menatap tanaman yang menjulur-julur itu. Laki-laki yang merasa tidak dihiraukan itu kemudian ikutan nimbrung. Ia berjongkok di samping Van Hellen.

"Mau kakak belikan es krim stroberi tidak?" tawarnya lagi. Rupanya ia sedang berusaha membuka percakapan. Dan benar saja, begitu mendengar kata 'es krim' dengan embel-embel stroberi, maka mata Van Hellen pun langsung berbinar. Mata yang bulat besar memancarkan cahaya yang berkilauan. Ia mengangguk-anggukkan kepalanya. Lucu sekali seperti boneka putar.

"Ayo!" ajak laki-laki itu, ia lalu menggamit tangan mungil Van Hellen dan mereka beranjak pergi ke kedai es krim di ujung jalan.

***

"Wah, adiknya manis sekali!" sapa tukang kedai yang bertubuh tambun itu sambil tersenyum.

"Oh...ini bukan adik saya Pak, tapi......" laki-laki itu menghentikan ucapannya. Dan tukang kedai tadi mulai penasaran. Lalu laki-laki itu membisikkan sesuatu ke telinganya.

"Dia ini pacar kecil saya." ujar laki-laki itu lirih, hingga yang dibicarakan tak mendengarnya sama sekali. Tukang kedai itu kaget, dan ia pun tertawa. 

"Dasar aneh!" batinnya dalam hati. Ada-ada saja. Ia pun berlalu. Tampaknya ia sedang sibuk membuat adonan es krim kombinasi. Ada rasa kacang stroberi, ada pula rasa cokelat capuccino. Satu diantara pelanggannya berteriak lalu memesan 2 porsi es krim formasi baru tadi.

Di bangku sebelah, terlihat Van Hellen tampak asyik menghabiskan satu gelas besar es krimnya hingga tak bersisa. Setelah itu ditelannya stroberi yang terpasang di pinggir gelas kristal tadi bulat-bulat. Laki-laki yang duduk di sampingnya itu tertawa.

"Lucu juga anak ini." pikirnya.

Setelah krim-krim itu benar-benar habis, laki-laki itupun berteriak memanggil tukang kedai tadi sembari menepuk-nepukkan tangannya. Lalu si tambun itu berlari ke arahnya. Wajahnya sumringah manakala lembaran-lembaran uang dua puluhan ribu dikeluarkan dari dompet kulit buaya milik laki-laki itu. Sebelum tamunya benar-benar pergi, tukang kedai itu membisikkan sesuatu ke telinganya.

"Ssssst!!! Sering-seringlah mampir ke sini, traktir pacar kecilmu itu ya?" ujarnya sambil tersenyum.

***

Van Hellen membuka matanya dari lamunan panjang. Sebuah kenangan masa kecil yang sekelebat lewat. Entah ia teringat pada siapa. Mungkin abang tetangga yang ia sendiri sudah lupa namanya. Telinga yang tersumbat earphone di kanan kiri ia lepaskan begitu saja dari cengkeraman Lagu The World We Knew-nya Daughtry yang sejak tadi menemani. Sementara gorden jendela yang ada di depan mata ia sibakkan dengan malas. Pandangannya kini tertuju pada bibir jalan. Sudah hampir setengah jam ia duduk di sana. Aroma apak bus tua yang menguar pada tiap-tiap sudutnya telah mengantarkannya pada perjalanan panjang menuju kota ini. Kota yang masih asing di telinga. Surabaya, sebuah meeting point yang diselenggarakan oleh teman-teman abangnya, Alan demi sebuah pendakian ke Gunung Semeru. Janji temunya di sebuah kampus swasta di Surabaya. Alan sendiri yang  merupakan Anak Mapala sudah dapat dipastikan akan ikut karena ia lah yang akan mengatur semuanya. 

Van Hellen sengaja diajak serta untuk mengisi kekosongan kloter cewek supaya jumlahnya pas. Dari kelompok mereka yang akan berangkat ada 7 orang. Ada Alan Abangnya, 3 teman cowok, dan 2 teman cewek. Entah siapa saja namanya, Van Hellen belum pernah menjumpai mereka sebelumnya. Mungkin nanti kenalan on the spot. Begitu pikir Van Hellen dalam hati. Yang jelas, ia sendiri baru pertama kalinya naik gunung. Ini juga pertama kalinya ia akan bertemu Alan setelah sekian lamanya mereka berpisah, karena ia sendiri ikut alm kakek dan neneknya di Bandung, sedangkan Alan ikut orang tuanya di Surabaya. Setelah kakek dan neneknya meninggal, di Bandung tidak ada siapa-siapa lagi, praktis Van Hellen hijrah ke Surabaya untuk menyusul Abangnya yang kini juga tinggal seorang diri di sana karena kedua orang tua mereka pun telah wafat. Karena masih dalam suasana libur, maka ia terima saja ajakan mendaki gunung abangnya dengan senang hati. Sekalian sambil cari-cari informasi juga, karena mungkin dirinya akan kuliah di Surabaya.

Sebelumnya gadis keturunan Belanda-Jawa yang berperawakan mungil dengan rambut sebahu ini transit dulu di hotel murah yang diinapinya semalam setibanya dari Bandung ke Surabaya. Lalu pagi-pagi betul ia cabut dengan bus tua ini untuk menuju lokasi tempat Abangnya mengatur meeting point acara. Van Hellen pikir asyik juga berbaur dengan teman-teman Abangnya yang merupakan mahasiswa Fakultas Kehutanan dan tentunya urusan mendaki ini sudah bukan barang aneh lagi bagi mereka. Jadi ia bisa menyerap ilmunya karena memang baru sekali ini ia akan melakukan pendakian. Ke Semeru pula. Sebuah gunung tertinggi di Pulau Jawa, tertinggi ketiga sebagai gunung berapi di Indonesia dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ia berharap ini akan menjadi sebuah perjalanan yang tak terlupakan karena sesungguhnya ia lebih mencintai gunung daripada pantai. 

"Hell...luh kalau mau ikut Gw jangan letoy ye! Temen-temen Gw pawang hutan semua. Kalau mau nyerah, udah ngomong aja dari sekarang. Sebelum terlambat dan nyusahin lalu minta gendong!" ujar Alan meledek adiknya dari telepon beberapa hari sebelum Van Hellen memutuskan ikut.

"Woooyyy!!! Nggak bakal minta gendong juga kaliiii!! Jangan remehkan aku ya! Gini-gini aku mantan anak pramuka dan PMR, udah khatam wide game dan kemah tauuuk!" ujar Van Hellen menjawab dengan sedikit memanyunkan bibirnya yang tipis.

"Dasar anak bocah Lu!!! Lu kemah ama wide game disamain ama ngedaki gunung. Ini Semeruuuu hoooooiii! Pokoknya awas aja Lu ye...ga ada ntar di jalan ngeluh capek, ga ada acara minta gendong!" ancamnya lagi sambil terkekeh. Van Hellen tahu Abangnya ini memang hobi bercanda. Meski telah lama di Surabaya, tapi dialek khas kota kelahirannya yaitu Depok sangat medok. Tidak bisa hilang begitu saja dari caranya ngomong. 

"Aseeeemmm yaaa...ngremehin aku. Kagak bakalan lah!! Huft. Oh ya Bang! Satu lagi. Jangan panggil aku Hell. Emang aku Hellboy, hohoho...!"

"Hahahaha! Dasar anak Paud luh!" 

"Boodoooo amaaaaat!!! Udah ah sebel! Weeek!"

***

"Ctiiiiiiitttt!" sopir bus tiba-tiba menginjakkan remnya dengan kasar. Bus berdecit dalam sekejap dan kondektur meneriakkan halte tujuan Van Hellen untuk berhenti. Ia pun bersiap untuk memanggul carrier oranye yang menenggelamkan tubuhnya yang masih seperti anak SD itu. Kesusahan ia berjalan dengan pantat bagai bebek meski outfitnya kali ini sudah menggambarkan 'anak gunung' sejati. Kaos biru, syal merah, celana selutut ditambah sepatu gunung, lengkap. 
  
"Arep ndek ndi tah Dek! Sampeyan kok dewean ae tah? Perlu mbok kancani gak? Opo kon munggah gunung? Ati-ati lho Dek!" ujar kondekturnya sambil senyam-senyum genit saat menerima lembaran uang pas yang dibayarkan oleh Van Hellen. Gadis itu hanya mengangguk seperlunya lalu turun dari bus meski diakhiri dengan sebuah suitan yang menyebalkan.

"Nonik Belandanya imut-imut, Cuk!" 
"Arek cilik tapi uaaaayune, Cuk!" selorohnya dengan nada sedikit kurang ajar. Dan sopir pun menimpalinya dengan mesam-mesem saja.

***

Namun sebelum masuk ke area kampus dan menuju ke tempat meeting untuk bertemu dengan Alan dkk, Van Hellen membelokkan langkahnya menuju ke Indomaret karena ingin membeli sedikit cemilan untuk bekal di sana. Lagipula ia juga ingin menambah stok air mineral untuk jaga-jaga supaya tidak kehausan. Sembari memasuki pintu kacanya yang musti didorong dengan sedikit agak bertenaga, sebuah lagu tampak disetel penjaganya dari arah pengeras suara. Suara emas Lady Antebellum yang melantunkan tembang 'Need You Now' seolah menjadi soundtrack Van Hellen hari itu. Dihampirinya rak air mineral dan diambilnya 2 botol besar Aqua yang kemudian keduanya mendarat di keranjang kuning yang ditentengnya. Belum lagi rak cemilan yang menggodanya dengan bungkus besar kacang asin dua kelinci, keripik Q-tela, dan Chitato. Saat melintas chiller es krim, tangannya pun tergelitik untuk memungut varian terbaru dari Conello rasa stroberi. Es krim kesukaannya.

"Pfff...ngemil eskim dikit ga pa pa kali ya?" Batin Van Hellen ragu-ragu sampai akhirnya jemarinya mengambil satu cone es krim yang masih terbungkus rapat dan dingin itu--sebuah kudapan yang tidak begitu cocok dimakan pagi-pagi. Tapi ia nekad saja dan ia bayarkan es krimnya di kasir. 

Usai mendapatkan strucknya, kembali ia panggul carriernya dengan susah payah karena kanan kirinya direpoti oleh 2 kantung kresek berisi air mineral dan cemilan. Oh ! Dan jangan lupakan 1 cone es krim di sela-sela jemari. Karena agak loss fokus, ia tak perhatikan bahwa ada seorang pemuda bertinggi 160 cm yang berjalan di depannya usai membuka pintu kaca. 

"Jeduuuuuug!!!" 

"Aaaaaaakkk!!!!" Cressssss!!!!

Es krim stroberinya membasahi bagian dada Van Hellen. Kaos birunya belepotan krim warna pink bertabur potongan kacang. Ia belum sempat berkata-kata karena masih riweh dengan bawaannya. Sementara pemuda yang menabraknya itu segera meminta maaf. 

"Maaf....Maaf, saya ga sengaja." ucapnya tak enak hati.

Van Hellen mulai mendongakkan wajahnya ke arahnya. Ya, karena ia pendek dan pemuda itu tinggi~~juga kurus. Bercarrier pula. Pakaiannya hodie abu dengan celana cokelat susu yang memiliki saku banyak. Potongannya seperti mau naik gunung juga. 

Terlihat dengan cepat ia keluarkan sapu tangannya untuk mengelap bagian dada Van Hellen yang kotor. 

"Ini Mbak, pake dulu punya saya." ujarnya lagi. 

Van Hellen hanya bisa menerimanya sambil curi-curi pandang karena di dalam hatinya saat ini timbul pertanyaan, apakah pemuda ini termasuk ke dalam kelompok pendakian abangnya atau bukan. Tapi karena saking groginya ia ditambah ini pertama kalinya ia memasuki dunia kampus, maka diurungkan niatnya itu. Rasanya malu bertanya-tanya lebih jauh. Tapi pemuda ini kurang lebih seumuran dengan Alan. Jangan-jangan memang seangkatan dengan Alan?

"Saya belikan lagi es krimnya ya Mbak. Mbak tunggu di sini sebentar!" ujarnya setengah berlari ke arah chiller

Tak lama kemudian di tangannya telah tergenggam Conello Stroberi yang sama persis seperti punya Van Hellen sebelumnya. Ia pun menyerahkannya sambil tersenyum pada gadis itu. 

"Mbak, es krimnya...." 

"Oh iya...makasih. Sebenernya ga usah lho..."

"Ga pa pa. Saya emang pengen belikan kok." ujarnya sambil tersenyum. Van Hellen pun agak malu-malu.

Diterimanya es krim itu dengan canggung. Ia buru-buru membuka penutup kertas es krimnya dan menjilati cream yang berwarna merah jambu dan berbentuk kerucut itu dengan penuh penghayatan. Takut keburu cair. Sementara mata pemuda itu terus mengekor ke arah caranya makan. Lagu di dalam Indomaret pun kini telah berganti menjadi lagu kesukaan Van Hellen, The World We Knew-nya Daughtry.

"Lucu lho jadi keinget sama........." gumam pemuda itu tiba-tiba, walau kalimatnya tak jadi ia teruskan.

"Oh ya ampun, sudah jam segini. Bentar ya Mbak. Saya belanja dulu."

Pemuda itu lalu buru-buru pamit masuk  karena belum selesai meneruskan belanjanya. Van Hellen sendiri belum sempat bertanya siapa namanya dan ponselnya keburu di-call Alan. 

Bersambung




42 komentar:

  1. Waduh, belum ada mbul nangkring di atas pohon ya, mungkin nanti di bagian dua baru ada. ^_^

    Jadi mbul Van Hellen ini mau naik gunung sama SiAlan ya, kira kira siapa 3 cowok dan dua cewek itu? Kayaknya nama Agus dan khanif ada nih, sama si Alul.πŸ˜„

    Cuma belum tahu dua ceweknya. Apa mungkin mbak Naia dan Tiwi.😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbul nangkring di atas pohon pas uda sampe gunungnya po mas? πŸ₯ΊπŸ˜³πŸ˜±..gunung opo mas? puncak mahameru yaaak..hihihi..apa pas di ranukumbolo atau tanjakan cintanya ya? ya Alloh kudu searching Gunung Semeru si Mbul

      ΰ²₯‿ΰ²₯

      πŸ‘»πŸ€­

      adegan nangkring di atas pohon ini agak agak nganu mas...jadi uwit gaji artisnya mbul van hellen kudu paling tinggi ya wkwkwk...kalau bisa seharga budget main film tangteh angelina jolie...soalnya ga pake stuntman...🀸‍♀️🀸‍♀️πŸ§—‍♀️

      tauk aja kalau pake beberapa nama artis seperti mas agus, dan beberapa nama artis permanen di novel novel kitah para mantan blogger mwb, wkwkwkwkkwkw...beberapa tebakan mas ada yang bener, tapi beberapa ada yang #teeettt...masih digodog part keduanya Mas, hihihi....

      (γ₯ ̄ ³ ̄)γ₯

      Hapus
    2. Entahlah gunung apa yang nanti ada mbul nangkring nya, mungkin gunung kembar eh maksudnya gunung Sahari.😁

      Ceritanya bagus mbul, mengalir lancar tahu tahu sudah bersambung. Sepertinya suhu mbul makin lihai bikin cerpen.πŸ˜ƒ

      Hapus
    3. hmmmmm hwaaaaaaaatt?

      ΰΈ…(ΰΉ‘⊙Π΄⊙ΰΉ‘)ΰΈ…!!


      gunung oh gunung..hoahhahahaha, gunung memang selalu indah sih, itulah kenapa aku suka gunung #ehhh

      xixixii

      kasi ide mas buat part 2 dong hihi

      ((o(*>Ο‰<*)o))

      Hapus
  2. waduh, keburu di call ya... kira2 bakal ketemu lg gak ya mereka?
    hmmm...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kira kira bakal ketemu lagi ga ya? coba tebak?

      🀭

      Hapus
  3. Asik bener Van Hellen di kebon stroberi, sampai lamunannya jauh gitu.

    What great conversations!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Van Hellen memang berbakat memerankan anak kecil sampai udah gedeannya pas lagi ranum ranumnya ya kak ev #eh

      hihihi...

      kasih kiss dulu uda bikin semangat adminnya nulis cerpen

      ★⌒ヽ(●^、^●)Kiss!

      Hapus
  4. Rakus juga yaa si Van Basten ngabisin buah Strobery sampe satu keranjang...Eehh Van Hellen yaa..😁😁 Untung yang punya Grandpanya sudah tiada yaa. Makan mau nanem ogah yee, Suee juga memang tuh bocah.😁😁 Sampai lupa ada yang negur dicuekin. Pas ditawarin es krim baru deh nyengir kuda. Tahu siapa nama tuh cowok mungkin Agus Jambe kali yee..🀣 🀣

    Sampai akhirnya ia tersadar dari lamunannya dimasa lalu, Dan masih berada dibus Butut untuk menuju Surabaya bersama....Kok nama belakang gw dipakai..🀣 🀣 🀣 Ooh berarti Van Hellen diajak si Alan mau daki gunung Mahameru yaa..Sekalian menyempurnakan Ajian Telapak Mahameru yang sempat tertunda mungkin.πŸ˜†πŸ˜† Meski harus mampir kehotel kelas murah akhirnya Van Hellen bisa juga berkumpul dengan mahasiswa fakultas kehutanan untuk mendaki bareng, Karena ia juga hobi dihutan kaya tarzan, Dari pada dipantai yee...Ntar ditelen Hiu.🀣 🀣

    Meski dikatain anak paud yang lama ngendon di Depok lama, Tetapi ia tetap akan sanggup menghadapi pendakian nanti, Walau Alan menganggapnya letoy dan menyon..πŸ˜‚πŸ˜‚ Sampe supir bus aja bingung kok bisa2nya Sinyo londo dari depok lama yang imut ini mau daki gunung Mahameru.πŸ˜†πŸ˜† Lalu siapa dong cowok yang nabrak Van Hellen kala ia hendak keluar dari pintu Indomaret. Waah mesti ganti rugi tuh es krimnya yang tumpa. Minta ganti aja Len satu keranjang es krim. Mungkin tuh cowok namanya Herman kali yee...Jadi mungkin dikiranya Ningsih makanya disosor terus.🀣 🀣 πŸ˜‹

    Udaah aah gw mau capcus main sepeda, Oiya nggak usah kunbal mbul, Gw lagi malas bales komentar lagi fokus sama si ASEP ( Anak Sepeda )

    BalasHapus
    Balasan
    1. aduh kacaw deh kang satria...mulai nglenong xixiiiii...kesyahduan romansa cerbung ini seketika jadi agak agak kacau....eh maksud gw jadi agak nglawak ya kang, ada van basten segala....wooooyyyy memange van hellen main sepak bola di negeri oranje sana kang wkakakak...van hellen cuma kastemernya holland bakery kang 🍞πŸ₯πŸ₯–πŸ₯¨πŸ₯, sesekali berkebun tulip wkwkwkkw...tapi itu eyangnya dink....eyangnya nikah ma orang Indonesia kang, lahirlah si kembar Hellen dan Alan...e ga deng...beda tahun kelahiran. Bedanye 10 tahun apa 7 tahun kang maunye?

      yap kang tuh bocah memang kudu diruwat kang biar ga ngalah ngalahin lalat buah ngemplokin stroberi ampe sekeranjang ndiri..πŸ“πŸ“πŸ“

      bukan nyengir kuda keleus...tapi nyengir gigi kelinci kang..terwelu...kan van hellen giginya kayak kelinci...eh apa cecurut wkwkkw...apa tupay?? 🐰🐁🦦

      nah kira kira siapakah abang tetangga cakep yang nraktir dia es kim?
      (*・Ο‰・οΎ‰οΎ‰οΎž☆゚゚

      apakah ia orang yang sama dengan yang ada di indomaret itu? atau beda orang? kok kang satria kepikiran ini beda orang? penjelasannya begimana kang? πŸ€” masa sih? are you sure???

      yew...sinyo londo imut berpetualang mendaki gunung kewati lembah sungai mengalir indah ke samudra #lha aku keingetan anjing shishimaru yang bentuknya kayak gajih kang wkwkwk
      wah kang sat mau ngapain kang, sini kang lempar ke gw sepedanya atu ya...yang merek bmw atau wim cycle idolakuuuw wkkwkww

      Hapus
    2. Di kang Satria ada cerpen baru lho, seru.πŸ˜„

      Numpang promo.😁

      Hapus
    3. uda main ke blog kang sat sejak sedari publish kali mas si embul hihihi, cuma komennya belakangannn..hihi..

      Hapus
  5. Aseek cerpennya dunia pendakian, tp kayaknya pointnya lebih ke stroberi yah... ya iyyala judulnya aja stroberi... Kalau saya analisa pasti lelaki yg menabrak van hellen di indomerid itu pasti lelaki yg sama yang macarin hellen pas bocil..... Hahaha ya kan?? Ahh ditunggu jawabannya di part berikutnya...

    Van hellen gak taupacking carrier yahh,harusnya 2 kantung kreseknya bisa dimasukkan di carriernya supaya gak ribet...

    BalasHapus
    Balasan
    1. asyeeeekkk!!! waduh gawat aku cetek ilmu pendakian nih lul, bagi pengetahuan soal pendakian dong hihihi

      beneran cerdas deh nih bocaaahhh....eh kok bocah ya..maksud mbul si allu...wkwkwk...analisamu ini jos hahhahahah...uda pandai nyusun logika...#nyanyi agnes mo dong lul, logika wkwkw...tapi bener ga ya, aku tapa dulu bikin part 2 nya hihihi...agak lama ni tapanya...ngumpulin materi gunung dulu lul akuuuu

      🀭

      naaa kan asyik dah...ada ilmu baru lagi hihi...kayaknya aku harus baca materi pergunungan dulu ini biar tahu istilah istilahnya lul...hihihi..

      Hapus
    2. haha DM aja kalo mau sharing2 ilmu pendakian mbull

      haha gak cerdas kok tante, eh kok tante sih,,,
      karena biasanya saya nonton sinetron alurnya pasti kayak gitu hahahahaha,,,

      iyya baca2 dulu gih hihi nanti cerpenmu diketawain fiersa besari loh hihi

      Hapus
    3. hihihi aku tuh dari kemaren lagi banyak baca artikel pendakian..oh em ji..beneran musti banyak baca dulu diriku lul wkwkkwkwk

      Hapus
  6. strawberry memang jadi salah satu buah kesukaan, terutama anak anak....

    siip deh ceritanya ..... ditunggu kelanjutannya.

    # Bagus ilustrasi gambarnya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Pak Tanza...di kebun pak tanza yang di Us kalau ga salah ditanam berry berryan juga ya, stroberi ada tidak pak? πŸ“πŸ“

      makasih pak...jadi semangat bikin cerpen aku hehehe

      (´∧Ο‰∧`*)

      Hapus
  7. Cerpen yang sangat bagus mbak nitaku ? Ditambah kaver gambarnya yang sempurna seperti gambar aslinya jadi memiliki nilai + tersendiri πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulilah kalau tari suka, nita emang suka bikin cerita romantis tari hihihi

      (*´︶`*)♡Thanks!

      Hapus
  8. Cukup mahal juga harga seporsi es krim sampai puluhan ribu, kalau sekarang mungkin ratusan ribu kali ya?

    Hebat, baru tumben naik gunung si Van Hellen langsung naik gunung tertinggi di pulau jawa semoga ngga pingsan di tengah jalan..hihihi

    Kuat dugaan saya lelaki yang di Indomaret itu sama dengan lelaki yang membelikan Van Hellen segelas besar es krim stroberi di masa lalunya dan lelaki itu pasti bernama Van helsing..hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. 🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣

      Oohh gw kirain Van Debur Huu..πŸ˜†πŸ˜†πŸ€£πŸ€£

      Hapus
    2. hihihi mungkin semacam gelato apa ya..e tapi gelato beda yak ma es krim #labil si mbul hihihi...mungkin es krim macam punyanya haagen daaz mas her hihihi...yang enak itu loh makanya mahal 😜

      langsung uji nyali ya mas mendaki gunung yang beneran tinggi ...eh ini atapnya pulau jawa bukan ya...apa gunung slamet? aku lupa. Kalau pengsan van helen tinggal minta gendong aja tuh trus dikasih CPR #tabok van hellen


      uhwaaaooow masher...vanhelsing? ng...serigala dong 🐺🐺🐺

      jadi pengen cepet ngrangkum plot part berikutnya...hwaha...agak kebingungan mau nulis darimana yak πŸ€”πŸ€”
      hihihi...

      Hapus
    3. van debur? kang sat..ombak dunk πŸ™„πŸ€­πŸ€­πŸ€­πŸ€­

      Hapus
    4. Gelato bukannya sama dengan es krim cuma penyebutannya aja yang beda karena beda negara?

      Mungkin itu sejenis es krim Strawberries arnaud kali ya?

      Setau saya gunung tertinggi di pulau Jawa ya gunung Semeru konon katanya puncaknya itu tempat bersemayamnya para dewa-dewi.

      Lah Van Helsing bukan serigala tapi pembasmi vampir

      Biar ngga kebingungan tulis aja dari A terus berakhir di Z..hihihi

      Van Debur.. wkwkwk..bisa jadi, mas.. wkwkwk

      Hapus
    5. masa iya sih masher, takkira beda

      gelato ama es krim?

      strawberries arnaud? hm mm apa itu ya?

      iya sih...gunung semeru yang tertinggi dan banyak legenda ledenda menarikbdi sana hihi

      oiya pemburu vampirnya ya, orangnya

      wkwkkwk..

      serius lagi stak ngrangkai kata kata nih bingung mulai nulis oaragraf selanjutnya di part 2 πŸ˜ƒ

      Hapus
    6. Menurut saya sih gelato dengan es krim sama 11 12 seperti es campur dengan es teler.

      Es krim Strawberries Arnaud menurut artikel yang pernah saya baca es krim yang seporsinya harganya di atas satu juta tapi bukan rupiah melainkan dollar kalau ngga salah ingat adanya cuma di restoran di Amerika.

      Salah satunya legenda Van Hellen..hihihi

      Lah memangnya ke mana aja baru ngeh sekarang?

      Kalau saya kalau lagi buntu bikin cerita ngga saya teruskan dibiarkan aja paling-paling orang nunggu kapan ada lanjutannya.. wkwkwk.. atau lompat bikin paragraf yang lain nanti baru dirangkai lagi makanya satu cerpen bisa setahun baru jadi..hihihi.

      Hapus
    7. wakakaka analogi es campur es teller lagi ya mas her wkwkwk

      o ya amplop adakah es krim sampe berdollar dollar gitu hahahaaa...emejing

      hihi..keren pasti ada legenda van hellen yang manis hahhahaa

      ga sih dulupun uda engeh tapi aku kemutannya serigala mulu wkwkkw

      wakakka iya mas, tapi aku serasa kepikiran mulu kalau ada proyekan nulis fiksi belom kelar rasanya pengen cepet takberesin...soalnya jadi memacu adrenalin gitu...hihihi..terutama genre yang aku suka pas nulis tema romantis wkkwkwkwkk...tapi emang ga bisa cepet sih aku ...musti edit bolak balik

      Hapus
  9. Wah mba Mbul multitalenta, kalau makanan tulisan mba Mbul itu renyah bikin nagih πŸ˜πŸ˜πŸ˜€

    BalasHapus
    Balasan
    1. masa sih mba..jadi malu si embul

      belum ada apa apa nya sama cerpen mba di rumah fiksi hihihi

      (⁄ ⁄•⁄Ο‰⁄•⁄ ⁄)

      Hapus
  10. Van Hellen kok kita sama sih, sama2 suka lagu Need You Now 😁
    Tebakanku, jangan2 ntr cwonya itu temen kakaknya yg bakal ikut ngedaki gunung bareng ya mbul? Hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. lagunya too deep...bikin eargasm kuping akuuu berkali kali hihi...takulang ulang mulu ni lagu biar semangat nulisnya
      ...biar kayak bikin film, sutradara beby mbul kasih soundtrack lagu di film filmnya kan kebanyakan hihihi

      tebakannya itu akan segera diketik draftnya Cha hihi, tungguin ya..#on process

      (´✪Ο‰✪`)♡

      Hapus
  11. masak seh sampai dipanggil hell gitu mbak
    ngeri juga
    ikutan film hellboy aja hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan dong ah, dia kan anak cantik 🀭🀭

      Hapus
  12. pasti pemuda itu namanya mas a wkwkwk :D.. ini sebenernya nanti akan jadi cerita cinta apa cerita mistis naik gunung mbak :D.. tapi aku sempet amazing ngebayangin van hellen di awal cerita, dia seperti gadis yang punya misteri tentang hidupnya, okelah udah bagus ko ceritanya, semoga part selanjutnya pebih seru ceritanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas khanif tahu saja nanti Van hell bakal sama si A.😁

      Kayaknya ini bakal jadi cerita romantis plus mistis, naik gunung pacaran lalu ketemu mbul lagi nangkring di pohon waru.🀣

      Hapus
    2. mas khanif : xixixixi....sepertinya genre romance mistery hihi

      iya van hellen memang misterius orangnya 😜

      Hapus
    3. mas aaa.guuuus : ini mbul lagi ngedratf part 2 πŸ™ƒπŸ˜‰☺

      lha kok tahuuu genrenya romantis misteri hihihi..

      asyik asyik pokoknya adegan adegannya #eh gemana tuh hahahhahaha...


      tungguin ya...materi gunung ini mbul harus nyanding banyak referensi pergunungan mas..

      (γ₯ ̄ ³ ̄)γ₯

      Hapus
  13. Mbak ceritanya seruuu.. antri sambil baca ini jadi ga berasaa udah giliran aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulilah kalau mba amirotul suka, tungguin ya mba...lagi takketik draft part 2...πŸ˜€

      Hapus
  14. Rupanya Semeru kalah tinggi dengan Gunung Kerinci 3.805 m dari permukaan laut. Selamat siang, ananda Nita.

    BalasHapus
  15. Ahhh Mbak Mbul.. this is so good 😁😁.. aku suka banget.. ngebayangin perawakannya Van Hellen yg cantik, imut, keturunan belanda jawa.. pasti cantik bangett..
    Terus kalimat penjelas Mba Mbul juga mantep banget.. jadi aku yg baca serasa berada di posisi Van Hellen.. wkwk 🀣🀣

    Lohh Van Hellen suka sama Lady Antebellum.. saya juga suka.. sbnernya dlu nggk terlalu. Tapi Temen kuliah a.k.a Toni πŸ˜„ sering dngerin lagu2 mereka yg judulnya Just a Kiss, sama When you got a good thing.. eh jadi earworm dehh.... terus aku suka banget sama yg Cold as Stone πŸ˜†

    BalasHapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...