Sabtu, 13 November 2021

Review Komik Doraemon No. 29



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Hallo, Assalamualaikum semuanya...

Kali ini Mbul mau review tentang Komik Doraemon Volume 29. Ini series yang biasa ya. Aku beli yang preloved bareng nomor lainnya yang insyaAlloh akan aku review satu-satu ke depannya ntar. Belinya seperti biasa lewat Tokopedia di toko buku yang recomended banget yaitu di Wendy Komik Kouna yang koleksinya lumayan lengkap. Ntar kapan-kapan aku mau beli lagi yang seri petualangan deh. Soalnya punyaku belum lengkap.



Komik Doraemon Volume 29 terdiri dari belasan judul cerita yang beda-beda dan mostly selalu sukses mengocok perutku even udah pernah kubaca dan itu berulang-ulang. Ya, soalnya pertama kali baca komik Doraemon waktu aku masih SD ya. Dan itu cuma pinjam punya temen kelasnya kakak yang emang punya lengkap. Jadi kami tinggal nebeng baca aja #plak!!! Tapi kuakui lumayan nyegerin pikiran sih baca Komik Doraemon itu. Secara, mau baca novel kok ya otakku ga sejalan ama keinginan. Ngantuk terus aku bawaannya kalau baca buku yang halamannya banyak, wkwkwk. Jadi pelan-pelan kucoba untuk mulai rajin membaca lagi startnya dari komik Doraemon dulu deh. 

Untuk volume 29 ini, terdiri dari belasan judul diantaranya :

1. Papan Lubang Pengintip
2. Mesin Pengubah Mesin
3. Robot Instan
4. Menjelajah Antariksa
5. Hidup Hantu Tidak Bisa Berhenti
6. Pelarian Mainan Plastik
7. Giant Sedang Lesu
8. Mesin Penukar Otomatis
9. Membuat Tak Bergerak
10. Berenang di Angkasa
11. Kelinci Gunung Ura
12. Teringat Masa Itu
13. Permadani Terbang
14. Setrika Penipis
15. Burung Camar Nobita
16. Kunjungan Artis Terkenal

Tapi berhubung judulnya ada banyak, maka ga akan aku bahas satu-satu sih ceritanya. Paling yang aku bahas hanya yang menurutku lawakannya dapet. Maksudku yang ceritanya sukses membuat pipiku yang cabi ini kram cenad cenud ga keruan Qaqa... wkwkkwk. Daaaan untuk judul yang akan aku bahas lebih dalam diantaranya adalah nomor 1, 3, 7, 9, 14, 15.

Okey langsung aja lah ya. Ini dia sinopsisnya.

1. Papan Lubang Pengintip

Minggu pagi Doraemon berusaha membangunkan Nobita yang masih betah dengan selimutnya aka sedang molor. Yang dibangunkanpun tidak segera menurut sampai akhirnya ibunya datang dan menyuruhnya membersihkan halaman depan. Karena takut kena omel, akhirnya Nobita pun bersedia juga padahal yang harus ia bersihkan adalah kotoran anjing. Ia pun kesal karena ada anjing yang seenaknya saja menganggap halaman rumahnya sebagai WC. Melihat hal itu, Doraemon pun mengajaknya untuk menyelidiki anjing siapa yang sudah berbuat begitu. Dengan mesin waktu mereka mencoba kembali ke malam sebelumnya dan menangkap basah siapa pelakunya. 

Saat sudah di TKP, angin berhembus cukup kencang membuat mereka gemetaran. Kemudian ada suara langkah kaki yang ternyata adalah milik dari seorang lelaki dengan anjing piarannya. Mereka bablas saja melewati rumah Nobita hingga kecurigaan pun sirna bahwa mereka pelakunya. Selanjutnya mereka menunggu lebih lama lagi walau tak ada siapa-siapa yang lewat. Keduanya pun memutuskan untuk masuk ke dalam dan memilih mengintip dengan papan lubang pengintip. Nah, dari situ mereka bisa mengintip halaman luar tanpa perlu kedinginan. Dan ternyata, setelah beberapa lama menunggu rupanya lelaki dan anjingnya tadi balik lagi untuk buang hajat di situ, langsung saja Doraemon dan Nobita keluar untuk memarahinya. Akhirnya lelaki itu meminta maaf dan berjanji akan mengajari anjingnya untuk BAB di tempat yang tepat, bukan di halaman rumah orang. 

Keesokan harinya, seperti biasa, dengan adanya alat Doraemon, maka Nobita mulai kumat lagi sifat jahilnya. Ia semakin menjadi-jadi karena Doraemon tiba-tiba pergi entah kemana yang setelah diintip rupanya ia sedang ada janji dengan seekor kucing persia yang cukup cantik seperti admin. Setelah itu ia mengintip lagi kegiatan teman lainnya dari tempat rahasia, misal Sizuka yang pagi-pagi sedang belajar, Suneo yang mengagumi ketampanannya (sampai Nobita mual sendiri dan menyemprotkannya dengan sebuah  pistol air biar sadar diri dan jangan suka halu, wkwkwk) lalu Giant yang sedang mengukur lingkar perutnya sambil ia tertawakan dengan cekikikan. Mulanya Nobita mah enjoy aja dengan kegiatannya yang suka mengintip teman-temannya itu, tapi lama-lama ia ketahuan juga setelah dicurigai Suneo yang lantas memberitahukan pada Giant hingga Giant berhasil menjebol  lubang papan pengintip itu dan siap memberikan bogem mentah.

3. Robot Instan

Suatu hari Doraemon sedang bimbang akan pergi atau tidak karena jika ia pergi maka Nobita bisa dipastikan tidak segera mengerjakan PR-nya. Karena ia tidak percaya Nobita, maka segera ia keluarkan alat berupa Robot Instan untuk membuat duplikat dirinya. Ia cari bentuk kepala, kaki, dan badan yang sekiranya pas dan menyerupai dirinya lalu setelahnya ia copy pula otaknya ke robot itu. Maka robot itu pun bisa dipastikan mampu mewakili Doraemon untuk mengawasi Nobita. 

Nah, karena berpikir sangat mirip Doraemon termasuk sifat cerewetnya, maka untuk mengusirnya Nobita takuti saja robot itu dengan mainan tikus sehingga akhirnya ia lari tunggang langgang. Nobita kemudian membuat robot copyannya sendiri untuk menggantikan dirinya mengerjakan PR. Tapi yang dilakukan robot itu malah tidur siang. Setelah dipaksa mengerjakan PR baru robot itu mau walaupun hasilnya tentu saja meragukan karena memang mencopy otaknya sendiri. Coba kalau ia mengcopy otaknya Dekisugi, bisa dipastikan jawaban PRnya benar semua. Segera ia pergi ke rumah Dekisugi untuk melaksanakan niatnya itu dan memang benar jawaban PRnya  terlihat sangat meyakinkan. Setelah beres mengerjakan PR pun, robot Dekisugi masih belajar pula, karenanya Nobita jadi merasa tenang. Tapi ada satu hal yang membuatnya jengkel. Soalnya robot Nobita kembali tidur siang. Padahal yang ingin tidur siang sebenarnya adalah dirinya. Benar-benar copyannya Nobita yang pemalas itu bukan? Hahahha...

Tak lama kemudian, ibu Nobita masuk ke kamar dan menyuruh Nobita untuk mencabuti rumput. Dari situ Nobita membuat 3 robot lagi yang menyerupai Giant, Suneo, dan Sizuka. Selain itu dengan jumawa ia meminta agar ibu menyuruhnya mengerjakan pekerjaan lainnya juga meski yang akan ia suruh adalah robot teman-temannya. Sedangkan ia sendiri akan membeli kue. Setelah diberi uang jajan oleh ibu dan ia kembali dari toko kue, ia pun mengecek pekerjaan robot teman-temannya. Namun, bukannya pekerjaan beres malah semua menjadi kacau. Robot Nobita malah tidur siang, Robot Sizuka mandi, Robot Giant berantem dengan robot Nobita. Sedang Robot Suneo menghilang. Ga taunya robot Suneo menggeret Suneo dan Giant yang asli untuk pergi ke halaman rumah Nobita karena mereka sedang dipekerjakan Nobita untuk mencabuti rumput.



Kalau yang ini bukan Sizuka sih, tapi si admin gustyanita pratiwi, www.gembulnita.blogspot.com, cuma emang ada 1 hobi Sizuka yang mirip ama hobinya Neng Admin hahahha

gustyanita pratiwi, www.gembulnita.blogspot.com

gustyanita pratiwi, www.gembulnita.blogspot.com



7. Giant Sedang Lesu

Akhir-akhir ini Giant sedang lesu. Tak seperti biasanya ia terlihat garang di depan teman-temannya. Kerjaannya hanya duduk termenung entah sedang memikirkan apa. Suneo dan Nobita pun lantas menginterogasinya. Suneo bilang : "Kami ini, kalau demi Giant, meskipun ke dalam air atau ke dalam api, kami akan ikut. Hal tersebut kemudian diikuti dengan pelukan terharu dari Giant. Kata dia pada Suneo : "Teman karibku!" Padahal mah Suneo pasti pereus lah ya...wkwkkw. 

Akhirnya Giant mengaku bahwa ia sedang jatuh hati pada seorang anak perempuan yang akhir-akhir ini sering lewat sambil membawa anjingnya jalan-jalan. Giant ingin berteman dengannya tapi tidak Pede. Ia ingin menyapanya tapi malu-malu. Mendengar hal itu sudah bisa dibayangkan betapa kocaknya wajah Suneo dan Nobita menahan tawa hingga membuat Giant murka. Suneo lalu menyarankan agar Giant harus menunjukkan kekuatan super padanya. Jadi ceritanya nanti Nobita yang disuruh untuk berpura-pura mengganggu anak itu agar Giant bisa menolongnya. Tapi menurut Nobita cara tersebut sudah kuno. Ia lebih menyarankan agar Giant bersikap ramah saja. Giant pun  menunjukkan bahwa ia sudah sering bersikap ramah dengan cara tersenyum walau kata Suneo dan Nobita jelas cara tersenyumnya itu sangat aneh dan malah akan membuat orang lari. Giant pun kembali murka. Pokoknya dalam waktu 3 jam anak itu harus jadi temannya. Jika tidak, maka Suneo dan Nobita harus siap-siap saja merasakan pukulan Giant. Keduanya pun langsung memasang strategi jitu. Pertama, Suneo memancing anak itu dengan boneka kelinci yang berhasil menggiringnya ke lapangan, tempat dimana Giant bersembunyi di balik gorong-gorong. Lalu Suneo berusaha menjelaskan bahwa ada temannya yang ingin kenalan. Mulanya ia akan memuji-muji Giant, tapi berkat alat Doraemon yang bernama lembaran yang berlawanan, maka seluruh perkataan Suneo menjadi sebaliknya. Ia jadi berkata yang sebenarnya bahwa Giant itu tampangnya memang menakutkan, orangnya bodoh, ga punya kekuatan, egois, dan maunya menang sendiri. Mendengar hal itu tentu saja Giant murka dan siap menghajar Suneo sehingga Suneo pun lari. Saat itulah Nobita dan Doraemon datang menawarkan bantuan. Dikeluarkannya alat Panah Dewa Asmara yang jika ditancapkan pada orang yang disukai maka orang tersebut akan tergila-gila padanya. Lalu anak perempuan tadi digiring lagi ke lapangan yang selanjutnya akan dipanah oleh Giant meski kemudian panahnya meleset terus. Eh, sialnya panahnya malah nancap ke Doraemon hingga yang tergila-gila pada Giant adalah Doraemon. Untung saja panah tersebut segera dicabut Nobita sehingga pada akhirnya Doraemon tersadar kembali. Nah, saat itulah Suneo berusaha menjadi pahlawan kesiangan yang ingin memanahkan panah Giant ke si anak perempuan yang celakanya anak itu malah suka pada Suneo, hahahha...kacau ya. Sampai akhirnya Giant murka dan mengejar Suneo. Walau keesokan harinya anak perempuan itu seperti ngilang begitu aja dan Giant kembali lesu karenanya meski Suneo tetap saja ketakutan kalau lagi papasan dengan Giant.

9. Membuat Tak Bergerak

Suatu hari di depan pintu rumah Nobita ada surat yang tergeletak di atas lantai. Tak tahunya setelah dibaca bunyinya seperti ini : "Yang sudah ditunggu-tunggu! Pertunjukan tunggal Giant, jam 3 siang di lapangan." Tentu saja horror bukan? Nobita sampai gemetaran membacanya. Ingin ia mengelak telah membaca tapi sudah terlanjur dan kepalang basah. Kan suwe...hahahha...Saat sedang galau, tiba-tiba ia melihat sebuah kamera bersamaan dengan datangnya Sizuka yang juga panik karena mendapat undangan konser tunggal Giant. Saat Nobita iseng memotret Sizuka, Sizuka tiba-tiba tidak bergerak. Nobita pun panik. Untung Doraemon segera menjelaskan bahwa alat itu sebenarnya digunakan untuk memotret kejadian yang tidak bisa ditangkap oleh mata telanjang. Misal cara terbang burung, waktu barang retak, dll. Bukan untuk mempermainkan orang seperti merebut dorayaki yang akan dilahap Doraemon wkwkkw. Nah, mendengar penjelasan itu segera ia mengganti kertas undangan konser Giant dengan kertas lain hingga saat Sizuka tersadar ia jadi bingung sendiri. 

Berhubung sudah mendekati jam 3 dan tidak ada yang ke lapangan, Giant pun murka. Ia ketemu Suneo lalu mengancamnya agar segera mengumpulkan anak-anak kalau tidak ia akan tahu sendiri akibatnya. Tentu saja Suneo setuju sebab ia tidak mau mendengarkan suara Giant sendirian. Nobita dan Doraemon sendiri kabur ke gunung tapi kemudian mereka ingin berbuat sesuatu agar mereka tidak senang-senang di atas penderitaan teman lainnya yang hadir di konser Giant. Akhirnya dengan kamera tak bergerak ia menyusul ke lapangan dan memotret Giant yang siap bernyanyi di atas panggung. Teman-teman pun dibolehkan bubar. Celakanya, pas malam hari mau menggerakkan Giant kembalu, eh Giantnya sudah ditempeli kertas bertuliskan berbagai macam ejekan. Jadi Doraemon segera berkesimpulan bahwa setelah memotretnya kembali, sebaiknya mereka segera lari secepat kilat.

14. Setrika Penipis

Giant mengundang Suneo dan Nobita untuk makan kue bersama di rumah sepupunya. Mulanya mereka sangat gembira karena mengira sepupu Giant orangnya ramah. Tapi ternyata sepupunya itu bilang bahwa kue yang disuguhkan tidaklah gratis alias harus diganti dengan acara membantu pindahan ke rumah sebelah padahal barangnya besar-besar. Mau menolak dan kabur pada kicep semua karena sepupu Giant itu jago judo, kendo, aikido, dan kempo. Akhirnya dengan terpaksa mereka bilang mau membantu walau awalnya yang dipindah hanya barang yang kecil-kecil saja. Tentu saja sepupu Giant jadi gedeg. Dan meminta mereka sungguh-sungguh membantu. Saat diminta gotongan ranjang yang besar terasanya berat bukan main. Sialnya tiba-tiba sepupu Giant tersebut mendapat telepon dari pacarnya karena diminta untuk ngapel. Setelah ingat bahwa sekarang ada jadwal ngapel ia pun bilang harus pergi dan meminta agar ketiganya tetap memindahkan barang-barangnya ke rumah baru. Giant dan Suneo pun berniat kabur. Nobita sebenarnya juga ingin kabur tapi tidak diperbolehkan sebab ancamannya adalah akan diajak gelut. Akhirnya dengan putus asa ia berusaha memindahkan sendiri walaupun kerjaannya terasa ga rampung-rampung. Ia pun mutung dan memilih pulang ke rumah, bodo amat kalau betulan sampau dicari Giant dan yang lain. Akhirnya setelah Doraemon datang Nobita curhat. Beruntung Doraemon menemukan solusinya dengan mengeluarkan berupa alat setrika penipis. Sehingga semua barang sepupu Giant yang besar-besar disetrika dulu sampai tipis jadi kerasanya jauh lebih ringan. Nanti begitu sampai di rumah baru, maka barang-barang tersebut disemprot kembali jadi bisa kembali seperti semula. 

Sementara itu di rumah Giant, ibunya tiba-tiba berteriak bahwa rumah tetangga kebakaran...serta mereka semua pun gotong royong membantu mengeluarkan barang yang berat-berat walau pas kebakarannya rampung semua pada kaget karena kok bisa ngangkat barang yang segede gunung kalau dalam keadaan kepepet. Tapi giliran udah berhenti kebakarannya, mau ngangkat lagi susah. Setelah beberapa jam bahu-membahu membereskan barang tetangganya itu, barulah pekerjaan mereka kelar. Tapi setelah itu mereka kepikiran kalau Nobita bakal ga mungkin mengerjakan pindahan sepupunya Giant sendirian. Akhirnya keduanya pun menyusul ke sana dan rumah sudah dalam keadaan bersih. Suneo jadi linglung. Ia jadi berpikir bahwa yang mereka injak sekarang adalah rumah baru, sementara yang masih ada barangnya adalah rumah lama. Maka apa yang sudah dikerjakan oleh Nobita dan Doraemon jadi sia-sia lagi karena barang sepupunya Giant dipindah lagi ke rumah lama. Sementara saat sepupunya pulang bersama dengan pacarnya, rumah sudah dalam keadaan kosong lagi. Endingnya udah tau sendiri lah ya. Bahwa Giant dan Suneo akhirnya lari tunggang langgang dikejar-kejar.

15. Burung Camar Nobita

Suatu hari Doraemon dan Nobita sedang terheran-heran saat melihat burung camar di luar jendela. Pasalnya, di musim ini semua burung camar harusnya sudah terbang ke selatan. Doraemon berpikir jangan-jangan burung camar itu ketiduran jadi tertinggal teman-temannya. Lagi pula setelah diperhatikan muka burung camarnya mirip Nobita meski yang disama-samakan jelas bersungut-sungut karenanya. Tak lama burung camar itu terbang dengan cara yang aneh seperti belum begitu bisa bagaimana cara terbang yang baik. 

Tak lama kemudian, Suneo datang ke rumahnya untuk memamerkan sesuatu. Katanya ia habis beli sesuatu yang bagus hingga mengundang Nobita untuk datang ke rumahnya. Sesampainya di rumah Suneo, ternyata ia mau memamerkan ikan-ikan hias yang baru dibelinya dan kini menghiasi akuarium. Semuanya pun jadi takjub, kecuali Nobita yang menampilkan ekspresi aneh. Saat Suneo bertanya kenapa, Nobita dengan spontan menjawab bahwa di rumahnya ada yang lebih wow lagi karena ia membeli ikan paus. Karena semuanya tak percaya, maka Nobita pun diminta menunjukkan buktinya. Tapi apa yang semula ditakutkan tidak menjadi kenyataan karena setelah pintu kamar Nobita dibuka ternyata ada ikan paus yang ada di sana dan dimasukkan akuarium. Terang saja semua pada syocked!!!! Sesudah puas melihat atraksi ikan pausnya dan Suneo dkk pulang, Doraemon pun menjelaskan bahwa sebenarnya ini adanya di kutub utara. Jadi akuarium yang terlihat itu berasal dari alatnya Doraemon yang bernama peti pengamat binatang. Alat ini bisa digunakan untuk melihat cara hidup binatang secara alami dan sekarang antara laut kutub selatan sudah terhubung dengan kamar Nobita. Selain itu alat ini juga bisa menampilkan pemandangan di Padang Rumput Afrika dimana di dalamnya terlihat singa. Kocaknya adalah, tiba-tiba Suneo datang sambil membawa iguana yang baru saja beli di toko hewan. Saat ia membuka pintu kamar Nobita dan mendapati singa sedang mengaum di sana, terang saja ia kaget sampai njumbul dan lari bahkan lapor polisi katanya di kamar Nobita ada binatang buas di akuarium mas koki. Nah, saat polisinya mau memastikan kembali, eh ternyata di sana adanya adalah koala....hahahhaa...bingung bingung deh si Suneo ini. Tapi untuk selanjutnya alat ini digunakan untuk mengawal kepergian camar yang tadi dilihat hingga bisa bermigrasi sampai selamat ke selatan.

Okey, demikianlah reviewku kali ini. Next time akan review bacaan lainnya lagi ya. Dada....

Xoxoxo

Embul Nita Pratiwi



20 komentar:

  1. Cerita soal doraemon selalu menarik untuk diikuti. Saya dulu sering nemenin anak-anak nonton Doraemon dan ikut tertawa melihat tingkah Doraemon dkk yang kadang lucu, kadang bikin gemes.

    Cerita tentang tobot instan memberi kita pelajaran, bahwa secanggih apapun teknologi, tetap tidak bisa mengalahkan kehebatan manusia. Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan yang dilakukan oleh kita sendiri tanpa mengandalkan alat-alat seperti robot ataupun orang lain.

    Itu saja pendapat saya mbak Nita. Sukses terus ya dengan karya-karya terbarunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mang Maman...memang doraemon kartun kesukaan sejuta umat hehe..baik kartun seriesnya di TV atau komiknya...soalnya ada aja kejadian kocaknya yang ada selipan oesan moralnya juga hehehe

      nah betul banget seperti itulah pesan yang ingin disampaikan judul Robot Instan...tapi tetep aja Nobita bandel ga kapok kapok juga suka menyalahgunakan alat yang dah dipinjamkan ke Doraemon ☺😊

      Hapus
  2. Wkwk baru sinopsisnya aja udah bikin senyum2 baca ceritanya. Klo di kisah doraemon ntah knpa Aku suka karakter giant sih soalnya dia yg sllu bikin saya ketawa wkwk...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahhaah...kocag banget kan lul...mana dialog dialognya kadang bikin ku ketawa sampe pipi sakit akibat kram hahhahahhahahah..iya Giant mah apes tenan...tapi dia juga ngeselin sih jadi orang wkkwkw...tapi aku paling seneng ngliat kekocakan Suneo sih..dia tokoh yang unik dan khas 😁

      Hapus
  3. Ini mah ngga usah baca bukunya cukup baca review ini aja juga udah tau jalan ceritanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbok beli aja lah mas her hahaha #maksa deh gw wkwkwk

      Hapus
    2. Nanti dah kalau ketemu tukang buku keliling saya beli bukunya..hahaha

      Hapus
    3. hwahaaa..mas her bisaan aja

      ฅ(=චᆽච=ฅ)

      Hapus
  4. wah... ini kartun kesukaan anak saya....
    karakter tokohnya banyak yang lucu lucu....

    # Mantap reviewnya 👍❤👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Pak Tanza memang ini kartun banyak penggemarnya, selain anak anak yang dewasa sepertiku juga masih suka baca hehe ☺

      Hapus
  5. Yang bagian Giant Lesu daku penasaran. Kalau nungguin di tivi ada gak ya. Soalnya yang Nobita dan robot ada ditayangkan. Eh, ketahuan kalau daku suka nonton Doraemon di tivi wkwkwk...

    Sebenernya bukan daku loh kak Nitam. Tapi daku nemenin ponakan nonton kartun. Nah, karena ponakan daku nontonnya smabil maen, ya jadilah sakunya sebagai aunty yang manis dan baik hati serius nonton Doraemon, wkwkwk, malah polos klarifikasi 🤣🤣.

    Ya intinya mah, kalau udah nonton Doraemon maupun baca komiknya memang selalu seru. Daku punya komiknya tapi bukan yang seri volume. Yang sekali habis gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkk...eh sekarang masih ada ga ya doraemon? aku ida blas jarang nyetel tipi sementak ada yucub huhuhu

      Hapus
  6. aku dulu punya banyak komik doraemon, tapi sekarang entah kemana.. hehehehe.. komik kobochan sm kariage kun juga seru, Mbul

    BalasHapus
    Balasan
    1. kobochan aku nonton kartunnya dulu kak jam 6 pagi tapi abis itu diganti chibi maruko chan, atasinchi kak wkwkwk

      kariage kun itu yang gimana ya...coba taksearching duluw

      ฅ(^・ω・^ฅ)

      Hapus
  7. Mba Mbul komik Doraemon begini ada banyak ya Mba di rumah??

    Aku dlu punya banyak, ada doraemon, naruto, ninja hatori.. tapi udah dibuangin spertinya sama Babeh dulu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau doraemon blom lengkap bayu...tapi kalau conan hampir full wkwkwk...malah masih ada yang plastikan dong hahhahahah


      ya Alloh dibuangin...(。•́ωก̀。).。oO

      Hapus
  8. Bahkan sampe skr aku masih sukaaaaaaa banget cerita Doraemon :D. Daaan anak2ku juga nit 😄. Mereka Yaa sampe nagih janji Mulu, kapan aku ajak lagi ke rumah Doraemon, mksudnya museum Dora di Tokyo itu :D. Ya pegimane, negaranya aja blm buka pintu utk turis 🤣.

    Kemarin aku beli juga setumpuk buku Doraemon, tapi lupa seri no berapa. Pokoknya aku beli semua buat anak2 baca :D. Langsung happy mereka 😄. Karena biasany nonton dari YouTube

    BalasHapus
    Balasan
    1. hwaaaa kalau ke Jrpang mah asyik banget mampir museumnya ya mba fanny

      (´✪ω✪`)♡ moga moga kalau corona udah melandai mba fan en anak anak bisa main ke sana mampir tempat Doraemon hihihi

      iya aku aja ini suka kepikiran komik atau buku di masa lalu..malah sampai kebawa ngimpi wkwkwk


      ((o(*>ω<*)o))

      Hapus
  9. Kalo punya alat alat seperti Doraemon tentu enak ya, aku mau pinjam alat lubang pengintip, mau ngintip mbul lagi apa.🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. mas agus ฅ(๑⊙д⊙๑)ฅ!!

      kok sekarang ga pernah pertamak aghie sih di blog mbul huft hahhaha...


      weklkam welkam...nih mas monggo diunjuk dulu teh manisnya udah lama ga main ke blog mbul, huhu

      nah!!! ฅ(=චᆽච=ฅ) loh....mbulnya lagi ngapain tuh 😳 cuma lagi tidur tiduran duank golar goler kayak kucing pussycat persia wkwkkkw

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^