Selasa, 30 November 2021

Review Komik Doraemon No. 22




Oleh : G Nita

Assalamualaikum Teman-Teman semua....

Semoga dalam keadaan baik ya...

Mbul mau lanjut lagi series review Komik Doraemonnya tapi kali ini yang No. 22. Satu komik terdiri dari 16 judul cerita pendek tapi yang mau aku review 3 cerita yang aku suka saja. Maksudku yang bener-bener ilustrasinya cakep dan ceritanya juga rasa-rasa petualangan. Walau 1 diantaranya keseharian biasa sih, cuma pas gambarnya lagi menarik. Judul yang mana aja kah itu? Langsung saja ya. Ini dia...



Doraemon No. 22
Fujiko F. Fujio
Penerbit PT Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia, Jakarta
ISBN 4-09-140502-9
Alih bahasa : Nurani Dewi

Hilangnya Mesin Waktu

Suatu hari ibu sedang duduk santai di ruang tamu. Tiba-tiba dari pintu geser, keluar monster naga yang sangat besar. Ibu yang kaget lantas semaput. Ternyata itu semua ulah Nobita yang sedang memainkan bola monster milik Doraemon. Sebuah alat yang bisa mengeluarkan berbagai macam mahluk dalam buku dongeng. Ada naga, monster laut, monster hidung panjang, dan lainnya. Tapi kemudian ibu pun berteriak memarahinya karena sudah mengerjai orang tua. Tapi Nobita kemudian berhasil sembunyi masuk ke dalam mesin waktu. 

Setelah ibu pergi, barulah Nobita keluar dari laci meja belajarnya dimana mesin waktu itu berada. Tak lama kemudian, Doraemon datang dengan muka lempeng. Nobita pun bersantai-santai dan malah berkata bahwa  bola monster sahabat kucing tanpa kupingnya itu sangat menarik. Tapi Doraemon lagi-lagi menasihatinya supaya Nobita jangan menggunakannya untuk mengusili orang. Ya, walaupun Nobita masih tetap membela diri bahwa ia menggunakannya karena ibu yang cerewet sekali. Kata Ibu, Nobita kalau pakai apapun tidak pernah disimpan dengan baik. Juga tidak pernah diselesaikn tepat waktu. Tapi Doraemon malah bilang bahwa itu benar alias ia memang pantas dimarahi. Sudah begitu ia melihat bahwa laci meja belajar masih terbuka. Dan saat dicek ternyata mesin waktunya sudah tidak ada di tempatnya. Doraemon pun histeris melebihi kalau ketemu tikus clurut. Dengan panik ia mengatakan bahwa karena tidak direm maka mesin waktunya meluncur entah kemana. Ia pun menambahkan bahwa jika tidak ada itu, maka otomatis mereka tidak akan bisa kemana-mana, bahkan ke masa depan pun akan sulit. Habis itu Nobita menangis sambil berleleran ingus. Dan keduanya pun tidak ada pilihan lain selain mencarinya, karena dengan nangis saja tidak akan menyelesaikan masalah. 

Doraemon lalu mengeluarkan alat dari kantong ajaibnya. Nama alatnya Ikat Pinggang Waktu. Dengan alat ini, maka tempat yang mereka pijak tidak akan berubah tapi bisa piknik ke masa lalu. Lalu ditambah dengan time sensor jadi bisa mendeteksi kemana perginya mesin waktu itu. 


Review Komik Doraemon No. 22


Gustyanita Pratiwi, Hijab by Bella Square

Gustyanita Pratiwi, Hijab by Bella Square

Gustyanita Pratiwi


Setelah terdengar bunyi 'Bip-Bip-Bip' dan mereka melewati gelombang waktu, ternyata mereka dibawa ke ratusan tahun yang lalu tepatnya di tahun 1866. Jadi tempatnya masih berupa alam liar walau aslinya sekarang adalah kamar Nobita. Terus ada kejadian kocak di sini karena Nobita sambil ngerange-range dimana letak toilet lalu pipis di situ. Setelah itu mereka mulai mencari mesin waktunya dari atas dengan bantuan baling-baling bambu.

Keduanya disinyalir berada di jaman gerabah, dimana di situ belum mengenal huruf. Habis itu tahu-tahu mereka jatuh ke rerumputan karena batere baling-baling bambunya habis. Yang lain tidak bisa terus-terusan digunakan karena harus dihemat. 

Malam harinya, mereka menyalakan api unggun. Tapi tiba-tiba sekawanan binatang hutan lewat berlarian seperti ketakutan akan sesuatu. Saat Doraemon dan Nobita mencoba berjalan ke depan, yang ada adalah pemandangan yang cukup menakutkan. Pepohonan tumbang, rerumputan hancur diinjak-injak. Lalu dari arah gunung terlihat sinar mata merah banyak sekali yang kelihatannya cukup besar. Nobita ketakutan dan bertanya apa itu dinosaurus? Tapi Doraemon bilang binatang purba kan sudah hancur sekitar puluhan ribu tahun sebelum manusia ada. Jadi karena tidak tahu itu apa, maka mereka pun memasang berbagai macam alat sebagai benteng pertahanan. 

Keesokan harinya karena kurang tidur, mereka jalan sempoyongan menahan pusing. Tapi di depan mereka, tiba-tiba ada sungai dan itu membuat mereka berpikir bahwa jika ada sungai pada akhir alirannya pasti ada desa. Maka tak menunggu lama segera mereka ke sana yang areanya menuju ke arah lembah diantara perbukitan dan hutan. Tapi saat mendekati rumah-rumah penduduk, suasana begitu sepi. Tak ada tanda-tanda kehidupan dan ini membuat perasaan mereka menjadi ganjil. Sampai akhirnya mereka menemukan sebuah rumah dimana anggota keluarganya sedang berpelukan. Keluarga tersebut terdiri dari orang tua dan anak gadisnya. Dengan menggunakan alat tahu penerjemah akhirnya mereka jadi tahu bahasa yang digunakan mereka. Katanya mereka sedang sedih karena malam ini akan ada persembahan Yamata si Ular Berkepala Delapan berupa anak gadis mereka. Mahluk itu muncul sekitar 6 bulan yang lalu dan telah merusak desa. Mereka pikir jika ada suatu persembahan untuknya maka desa masih bisa diselamatkan. 

Singkat kata, malamnya tetua desa dan beberapa penduduk menggotong peti berisi persembahan tersebut menuju ke bibir hutan. Yang setelah itu ditinggalkan dan tak lama kemudian isi persembahannya ternyata sudah digantikan oleh Doraemon dan Nobita. Kata Doraemon pada Nobita : "Kamu saja deh yang menyerang ular berkepala 8-nya karena kalau kamu bisa melakukan hal itu, maka di mata wanita kamu akan dianggap sebagai pahlawan." Tapi Nobita bilang Doraemon jangan kelewatan bercandanya. Mari hadapi ular berkepala 8 itu bersama-sama. Lalu mereka pun mulai menata alat-alat di sekeliling mereka sebagai benteng pertahanan diri. Tapi kemudian Nobita jadi bingung. Dengan jarinya ia menghitung angka dan mengatakan bahwa hal tersebut aneh. Karena kalau kepalanya 8, gimana kalau bercabang 7. Harusnya disebut ular naga nanamata. Tapi Doraemon bilang sudah dari dulu ditentukan begitu walaupun Nobita ngeyel dan meledek Doraemon tidak bisa menjawabnya. Tapi bukan itu yang sebenarnya terjadi sebab Doraemon panik karena di belakang Nobita kini sudah ada Ular Raksasa Berkepala 8 yang siap menjulurkan lidahnya. 

Aku suka banget ama cerita yang ini. Efek ada monster ular raksasanya yang bikin merinding kayak baca Doraemon Petualangan. Gambarnya juga apik banget. 

Tali Pembuat Air Panas

Suatu kali ayah baru pulang dari piknik kantor yang mengagendakan retret ke sumber air panas. Hal itu menjadikan Nobita sangat penasaran karenanya. Doraemon pun menawarkan apa mau ke pemandian air panas juga. Dikeluarkannya alat yang bernama Tali Pembuat Sumber Air Panas. Jadi tinggal dibentangkan saja di atas lantai maka di dalam lingkaran tersebut akan ada sumber air panasnya. Doraemon dan Nobita pun sangat puas berendam di sana. Kata Nobita, sepertinya otaknya menjadi cemerlang setelah berendam walau pas ditanya Doraemon 1+1 sama dengan berapa dijawabnya 11 sehingga Doraemon memperlihatkan ekspresi bersungut-sungut...huft. 

Usai berendam, tali pun dirapikan kembali dan lantai pun kembali menjadi lantai tempat tidur. 

Tak lama kemudian, saat keluar rumah, tak sengaja Nobita bertemu dengan Sizuka yang sedang murung. Ia bilang bak mandi kamar mandinya sedang rusak, mau ke pemandian umum ternyata pemandiannya tutup. Karena hobinya mandi dan berendam seperti Mbul, maka jika tidak mandi seharian badan rasanya gatal dan clekit-clekit tidak enak, akhirnya Nobita menawarinya mandi air panas di kamarnya. Tentu saja Sizuka malu, masa mandi di tempat Nobita. Tapi setelah dipikir-pikir daripada badannya tidak enak karena tidak kena air seharian, maka ia mau juga mandi di tempat Nobita. 

Saat tiba di kamar Nobita, Sizuka agak sungkan karena biar bagaimanapun ini kan kamar bukan kamar mandi. Akhirnya Doraemon mengeluarkan alat untuk ganti suasana. Jadi di sekeliling tali pemandian air panasnya disulap jadi hutan yang sangat indah. Dan setelah Nobita dan Doraemon cabut, Sizuka layaknya Mbul yang menemukan pemandian air panas langsung copot-copot dan nyebur dengan riang gembira. Ia pun sangat menikmati suasana hijau di sekelilingnya yang menyerupai hutan.

Sementara di bawah, ibu ngomel karena bilang Nobita kenapa tidak belajar di atas. Terus katanya sekarang tidak bisa naik ke atas jadi belajarnya di bawah. Pas mau ambil PRnya dia bilang tidak sanggup naik ke atas tapi kata Doraemon kenapa mukanya bahagia. Pas ke kamar sebentar mengambil PR-nya, Sizuka jadi merah pipinya, dan Nobita pun hanya cengengesan saja soalnya apa boleh buat kan itu disuruh ibu. Giliran penghapusnya ketinggalan, Doraemon yang bilang biar aku saja yang mengambilnya. Terus Sizuka jadi tidak tenang berendamnya. Soalnya banyak yang bolak-balik kan kayak setrikaan. Tapi habis kelar, dia berterima kasih sih soalnya abis berendam emang badan rasanya jadi relax

Tapi malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, Giant dan Suneo ternyata mendengar pemandian air panas itu dan akhirnya pergi ke tempat Nobita. Nah, biasanya kalau udah ada 2 orang kacrut ini pasti ada saja kan yang kacau. Kira-kira apa yang terjadi ya setelah mereka maksa pengen berendam juga?

Cerita yang ini kocak sih, soalnya ujung-ujungnya selalu ada yang bernasib malang, kalau ga Nobita, Giant ya Suneo. 

Kartu Setan

Suatu kali, Nobita berteriak "Doraemon aku punya masalah penting nih!" Tapi Doraemonnya ngumpet soalnya apapun masalah Nobita pasti ujung-ujungnya tidak memuaskan. Paling-paling minta dikeluarkan alat yang bisa membuat uang. Akhirnya ia memilih main saja ketimbang direpotkan oleh Nobita.

Tidak tahunya Nobita memang sedang butuh uang sebesar Rp 5000. Ia pun iseng merogoh sesuatu di dalam tempat tidur Doraemon dan menemukan suatu gulungan aneh yang bergambar. Setelah dibentangkan, tiba-tiba suasana menjadi gelap dan keluarlah setan bergigi runcing. Nobita pun ketakutan dan siap kabur tapi kemudian dicengkeweng oleh setan tersebut. Nah, tuh setan tiba-tiba malah menangis. Katanya akhir-akhir tidak ada yang memanggilnya, makanya sekali ada yang memanggil rasanya senang bukan main. Dia bilang karena Nobita sudah terlanjur memanggilnya, maka hal tersebut tidak bisa dibatalkan. Ia harus menggunakan kartu setannya. Sekali goyang bisa keluar uang Rp 5000. Tapi Nobita sangsi, karena kalau minta tolong pada setan pasti imbalannya nyawa. Tapi setan tersebut kemudian bilang bahwa cara tersebut sudah kuno dan sekarang ia hanya ingin minta sedikit saja tinggi badan orang. Setiap ambil Rp 5000, maka ia minta 1 mm. Ia menasihati Nobita agar jangan banyak-banyak memakainya karena melihat Nobita ragu. Namun karena ngarep banget ada yang pake jasanya, maka setan tersebut sampai mau melayani segala lho. Ya mengambilkan sabun lah, tissu lah, handuk lah, pokoknya segala macam, wkwkkw...Dan Nobita pun akhirnya tergoda juga. Ia pikir kalau berkurang 1 mm tidak masalah. Tidak bakal kelihatan ini. Akhirnya deal ia ingin pake. Jadi setiap jam 12 malam nanti tingginya akan berkurang tiap ia menggoyangkan kartunya. 

Keesokan harinya, Nobita bisa beli komik kesukaannya. Pas ditanya Doraemon, Nobita gelagapan dan masih merahasiakannya. Lalu saat jam 12 malam, ia jadi deg-degan karena akan diambil tinggi badannya. Tapi saat paginya bercermin dan melihat dirinya tidak banyak berubah, maka ia jadi tergoda lagi untuk menggoyangkan kartunya. Paling targetnya sampai 2-3 mm saja demi komik idaman. 

Lalu saat di jalan bertemu dengan Sizuka, Sizuka bilang ia sedang ada keinginan membaca komik idamannya juga. Akhirnya Nobita pun menggoyangkan kartunya untuk Sizuka. Celakanya karena itu di jalan raya, maka ketahuan lah aktivitasnya itu oleh Giant dan Suneo yang ingin dibelikan skateboard juga. Esoknya saat bermain skateboard Giant menabrak vas bunga hingga minta ganti rugi Nobita sebesar Rp 180.000. Terpaksa ia goyangkan lagi dan masih menghibur diri bahwa nanti ia juga akan bertumbuh. Tidak taunya di rumah ayah malah menggoyangkan kartunya untuk keperluan pinjam uang saku dan ibu menggoyangkan kartunya untuk membayar kontrakan. Total yang sudah digoyangkan sebesar Rp 7,2 juta. Matek lah Nobita. Doraemon yang dicurhati nasib sial Nobita ini hanya bisa marah. Karena ya seperti biasa Nobita hanya bisa merepotkan. Terlebih saat hendak makan bersama dan diminta berjajar dengan Doraemon semua orang merasa aneh karena Nobita seperti menjadi lebih pendek dari biasanya. Kira-kira Nobita bakal mengecil lalu menghilang atau ditolong Doraemon dengan apa ya?

Nah, kiranya segitu dulu updateanku kali ini. Nextnya kalian pengen aku review buku atau film dulu nih Sahabaaaad?? Tulis di kolom komen di bawah ya, ama komen tentang salah satu judul Doraemon di atas juga boleh banget...See you...

Xoxoxo
Beby Mbul Gemoy




4 komentar:

  1. Giant adalah diantara tokoh yang disukai anak saya.....

    # Enak ditonton filmnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah menarik nih tokoh favoritnya anak bapak hehe...soalnya Giant selalu bikin ngakak ya pak tanza...karena hobi konser tunggal dan ngajak gelut hihihi

      Hapus
  2. Kasihan sekali Nobita jadi pendek gara-gara tinggi badannya diambil sama setan.

    Ada teman saya yang curhat karena badannya terlalu tinggi jadinya kadang kepalanya kejedot. Mungkin kalo ketemu setan dari alat Doraemon mau saja tuh diambil tingginya.

    Tapi tiap 1 mm tidak mau cuma 5.000, maunya 5.000.000.🤣

    Kayaknya mesin waktunya Doraemon itu hilang ke tahun 2021 dan dipakai mbul buat bikin artikel.😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaaaakkk....tumben resmi amat 🙄🤔

      nah ini mirip ama ending yang kartu setan ini mase agus...jadi pas malam mau diambil tingginya sampai prediksinya ngilang (soalnya udah ngegotangin kartunya sampe berkali-kali kan...uhumm), jadi akhirnya nobita lagi lagi ditulungin doramomon tercinta hahhaah...pas mau diambil tingginya itu langsung doraemon ngarahin senter penambah tinggi badan sampai pol...so pas diambil tingginya itu akhirnya ya balik ke tinggi badan nobita yang semula. slamet deh nobita walaupun dirinya ga kapok juga masih tetep minj alatnya doraemon buat usil hihihi

      wkwkwk..kalau 5000 cuma bisa buat beli apa ya Mas...? bakso pun nda cukup..cuma indil-indilnya aja huhuhu

      nah...kayaknya begicuw mas...yang nyimpenin Ubulllll hahahhahah

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^