Rabu, 08 Desember 2021

Sinopsis Hide and Seek (2013)



Oleh : G Nita 

Suatu malam, seorang wanita muda baru saja pulang dari tempat kerja menuju ke apartemennya. Ia berjalan sambil bertelepon dengan pacarnya melewati pemukiman kumuh yang ada di sekitar situ. Ia sempat digoda juga oleh sekumpulan pemuda mabuk walaupun berhasil lolos. Di telepon itu ia bilang sudah tidak tahan lagi tinggal di lingkungan seperti ini tapi ia tidak punya uang untuk pindah rumah. Ia bertanya pada si pacar katanya si pacar mau membantunya pindah rumah tapi malah dijawab nanti-nanti akhirnya membuat wanita muda itu kesal dan memutuskan telepon. 




Di lift, wanita muda berambut sebahu itu tiba-tiba dijejeri oleh seseorang. Penampilannya serba tertutup. Ia mengenakan jaket hitam serta helm. Saat lift sudah bergerak ke atas, ia tidak memencet nomor lantainya. Si wanita muda itu pun berinisiatif memencet yang ternyata selantai dengan orang itu. Kamar mereka pun bersebelah-sebelahan. Si wanita muda kemudian cepat-cepat masuk dan mengunci pintu kamarnya karena perasaannya tak enak. Setibanya di kamar, ia kembali menelepon seseorang dan curhat bahwasannya tetangga sebelahnya masih berpenampilan aneh karena terus-terusan memakai helm dan juga jaket. Dua hari yang lalu ia berkeliaran di depan pintu dan saat itulah ia kehilangan kunci kamarnya. Ia khawatir si brengsek itu sedang mengintip. Saat asyik bertelepon, tak sengaja matanya menangkap sesuatu yang aneh di atas meja riasnya. Ia seperti mendapati helai rambut di salah satu bajunya yang ada di situ. Ia pun emosi jiwa dan segera mendatangi pintu kamar tetangganya. Ia bilang ia punya rekaman cctv dan bisa melaporkannya pada polisi  jika ia tak mengaku masuk ke dalam kamarnya. Sayang yang empunya kamar tidak keluar sehingga si wanita muda kembali ke kamarnya. Segera ia check cctv yang terekam dalam komputernya. Belum sempat ia klik icon cctvnya, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya. Ia pun melihat sejenak siapa yang mengetuk walaupun saat dicek tidak ada siapa-siapa. Sempat ada bayangan melintas tapi tidak ketahuan itu siapa. Si wanita muda itu lalu berjaga-jaga dengan membawa semprotan mata dan menuju ke bagian pojok ruangan. Tapi yang ada di sana hanyalah anak kecil yang muncul dengan mata satu diperban. 

Karena tak mendapatkan hasil, ia pun kembali ke kamarnya. Digerendelnya pintu kamar dan kembali menuju komputer untuk mengecek cctv. Sialnya, setelah dicheck, pada beberapa menit yang lalu saat ia keluar sebentar, terekam di sana bahwa ada sepasang kaki yang masuk ke dalam kamarnya. Wajahnya tidak kelihatan. Tapi orang itu mengenakan jaket hitam lalu duduk dan meminum sedikit minuman kalengnya. Wanita muda itu pun tertegun. Diamatinya kaleng yang dipegangnya sekarang. Tentu kaleng tersebut sudah diminum sedikit oleh si penguntit. Menit-menit berikutnya, tampak dalam cctv bahwa si gadis muda tadi sudah masuk kembali ke dalam kamar, tapi si penguntit masih belum keluar yang artinya sekarang pun ia masih ada di kamar (!!!)Si wanita muda itu akhirnya menengok ke belakang dan di sana sudah berdiri sosok yang mengenakan jaket hitam dan helm sport sambil membawa payung yang ujungnya berlumuran darah. Darah itu menetes-netes sampai ke lantai. Tak lama kemudian, ia keluarkan lagi tongkat lain yang juga berlumuran darah hingga yang terjadi selanjutnya adalah sudah bisa ditebak sendiri ya bagaimana nasib si wanita muda yang malang itu.

***

Ada desas-desus aneh yang menyebar di lingkungan rumahku. Tentang penghuni liar yang bersembunyi di rumah orang lain dan secara diam-diam tinggal di sana. 

Di sebuah apartemen mewah kediaman keluarga Sung Soo, seorang pria matang berusia sekitar 45 tahun bersama Min Ji istrinya dan juga 2 anak mereka sedang bermain petak umpet. Keluarga ini bisa dikatakan sangat harmonis atau sempurna karena dilihat dari tempat tinggalnya pun sangat mewah. Rupanya keluarga ini baru pindah dari Amerika untuk kembali ke negara asalnya, Korea Selatan. 

Sung Soo sendiri memiliki bisnis kafe di pusat kota. Ia adalah pribadi yang sangat perfectionis meski terindikasi penyakit psikologis karena sangat memegang teguh keteraturan dan kebersihan sehingga harus diresepkan obat oleh dokter. Ini terjadi karena perasaan bersalahnya di masa lalu. Ketika masih kecil dulu, ia ternyata bukanlah anak kandung dari kedua orang tuanya yang kaya. Nah, suatu hari tetangganya itu menuduh kakak tirinya yang bernama Baek Sung Chul melakukan tindakan tidak terpuji pada anak gadis mereka. Si orang tua gadis itu pun datang ke rumah orang tua Sung Soo dan Sung Chul untuk meminta penjelasan. Sung Soo pun ditanya apa benar Sung Chul yang melakukannya. Karena didesak dan selalu risih dengan kakak tirinya yang memiliki masalah kulit (bintik-bintik merah), Sung Soo pun berbohong dan bilang iya. Sung Chul yang merasa tidak melakukan apa-apa jelas saja murka karena merasa difitnah. Ia pun menyerang Sung Soo tapi setelah kejadian itu ia malah dipenjara padahal masih di bawah umur. Saat itulah segala kemewahan orang tuanya terpaksa harus jatuh ke tangan Sung Soo yang notabene anak tiri, sedangkan Sung Chul hidupnya hancur karena difitnah adik tirinya. Nah, karena perasaan bersalahnya itu, saat dewasa dan kembali lagi ke Korea, Sung Soo merasa diliputi ketakutan setiap hari. 

Suatu hari, kebetulan di luar sedang hujan, ada seorang gelandangan yang duduk di eperan sambil mengoceh tak karuan dan mencuri perhatiannya. Ia bertanya pada pegawainya apa gelandangan itu pernah masuk ke dalam cafe. Kata pegawainya sih belum, walau Sung Soo sangat khawatir bahkan saat di kamar mandi ia sampai melap sebersih-bersihnya bagian closet hingga kemudian ia mendengar sesuatu. Saat membuka pintu toiletnya, ia melihat gelandangan itu masuk dan mengotori cermin yang ada di depan wastafel. Melihat hal itu, Sung Soo terang saja sangat stress, terlebih lantai toilet kini tergenang air comberan. 

Di lain waktu, saat makan malam, Sung Soo juga bertambah stress karena melihat anak sulungnya yang sudah sepantaran SD masih makan dengan sangat berantakan. Juga saat membuka kulkas ia mendapati beberapa botol minuman kemasannya tidak berada pada posisi yang teratur sehingga langsung dirapikan dengan seksama hingga membuat istrinya Min Ji mengingatkannya untuk minum obat. Setelah itu kedua anaknya yang sama-sama sudah usia SD pun tiba-tiba berantem hingga yang satunya menangis. Sebagai ayah, Sung Soo pun mencoba untuk menenangkannya. Saat sedang menggendong si bungsu, tiba-tiba ia mendapat telepon dari seseorang. Betapa kagetnya ia karena yang menelepon tiba-tiba menyebutkan nama Baek Sung Chul kakak tirinya. Ia pun melipir sejenak dan bertanya pada si penelepon bagaimana ia bisa tahu tentang Baek Sung Chul? Katanya, Sung Chul tiba-tiba menghilang. 

Sung Soo kemudian mengecek data tentang Sung Chul di internet tapi hasilnya nihil. Ia mendapat pesan bahwa Sung Chul tidak bisa menghubungi siapapun setelah ibunya meninggal. Ia juga mengatakan akan segera diusir dari rumahnya sehingga tidak ada tempat lain yang bisa ia hubungi selain Sung Soo. Iapun mengajak bertemu dan bertanya dimana alamatnya. Tak disangka karena telepon ini Sung Soo merasa amat sangat stress. Saat di kamar mandi, ia sampai kepikiran karena melihat pasir tiba-tiba tergenang di lantai kamar mandinya. Saat mengikuti jejaknya sampai kulkas, entah ini halusinasi atau bukan ia sampai melihat gelandangan yang tempo hari duduk di eperan cafenya sedang makan seluruh isi kulkasnya dengan brutal. Saat didekati, gelandangan itu tiba-tiba garuk-garuk kulit tangan dan kakinya yang dipenuhi bintik-bintik merah. Saat itulah Sung Soo bangun dari mimpi buruknya.

Keesokan harinya ia sekeluarga mengunjungi makam orang tuanya. Ia juga bertanya pada penjaga makam, apakah Sung Chul pernah datang ke sini? Tapi katanya sih belum pernah. Sudah berbulan-bulan sejak terakhir kali ia bicara dengannya, akhirnya ia menemukan nomor telepon Sung Soo di sana. Dan karena sebentar lagi apartemen bobrok itu akan dihancurkan maka ia minta tolong Sung Soo untuk mengemasi barang-barang milik kakak tirinya itu. 

Di tengah perjalanan, saat sedang menyetir mobil, Min Ji bertanya pada Sung Soo sebenarnya siapa itu Sung Chul. Karena emosi, akhirnya Sung Soo putar haluan dan langsung menuju ke apartemen Sung Chul meski kakak tirinya ini sekarang dinyatakan hilang.

Setibanya di apartemen bobrok itu, hanya Sung Soo yang naik ke atas, sedang Min Ji dan anak-anaknya menunggu di mobil. Sung Soo sendiri bertanya apa pengurus apartemen tahu Sung Chul ada dimana. Kata si pengurus apartemen, ia sudah tidak pernah melihat lagi sejak kakak tirinyabitu keluar dari penjara 2 tahun lalu. Dan karena tempat ini dekat dengan pelabuhan, maka tidak heran bahwa banyak orang yang datang dan pergi begitu saja karena di sini juga banyak warga ilegal. Ya, mungkin karena sebentar lagi akan dihancurkan, maka Sung Chul pergi begitu saja meski uang sewanya belum ia bayarkan.

Sung Soo pun akhirnya berhasil masuk ke kamar Sung Chul. Keadaanya sungguh sangat berantakan. Barang tumpang tindih tak karuan. Saat mengamati segala ruangan, ia tampak bingung karena di kamar mandi ada pembalut wanita. Lalu saat membuka laci ia menemukan bra renda-renda warna merah seperti yang ingin dibeli oleh Beby Mbul di Tokopedia. Sung Soo berpikir jangan-jangan Sung Chul tinggal bersama seseorang. Ia pun mulai menanyakan pada tetangga kamar sebelah meski tak mendapat tanggapan positif karena kebanyakan dari mereka sikapnya cuek dan enggan mau mencampuri urusan orang lain. Saat itulah matanya tak sengaja melihat simbol-simbol aneh yang tertera pada tembok di dekat bel pintu rumah. Simbolnya berbentuk kotak dan segitiga yang seperti mengindikasikan sesuatu. 

Sementara di mobil, Min Ji sedang bertelepon dengan ibunya di Amerika. Ia bingung karena Sung Soo tidak pernah menceritakan Sung Chul padanya. Di tengah riwehnya keadaan, anak-anak tiba-tiba merengek ingin bermain yang akhirnya diperbolehkan. Tak lama kemudian, dari kaca spion Min Ji seperti sedang diperhatikan oleh seseorang. Saat menoleh ternyata ada seorang laki-laki berbaju kumal yang menyeringai ke arahnya. Namun tiba-tiba, saat menoleh lagi laki-laki itu sudah tidak ada di tempat, kedua anaknya pun demikian. Min Ji pun panik. Ia segera menutup teleponnya dan bertanya pada anak perempuan kecil yang satu matanya diperban, apa ia melihat anak-anaknya? Anak yang matanya diperban itu ketakutan yang lantas dipeluk oleh ibunya. Tapi ekspresinya seperti kurang suka pada Min Ji. Akhirnya Min Ji pasrah mencari kedua anaknya seorang diri. Saat ke mobil, betapa terkejutnya Min Ji karena laki-laki berpakaian kumuh tadi sudah duduk di depan bangku kemudi, sementara anak-anaknya di belakang menggedor-gedor kaca jendela. Saat sedang genting-gentingnya, tiba-tiba ibu si anak yang matanya diperban satu itu datang memberikan pertolongan hingga membuat laki-laki itu lari. Saat itulah Sung Soo keluar dan ikutan panik mendekati mereka. Sementara jauh di depan sana, seseorang yang rambutnya agak panjang berantakan tengah mengamati mereka dari balik bangku kemudi. 

Sung Soo sekeluarga akhirnya diajak ke apartemen si penolong tadi yang ternyata bernama Joo Hee. Joo Hee ini tinggal bersama Pyung Hwa anaknya yang matanya diperban satu. Saat masuk ke dalam, apartemennya ini ternyata paling besar diantara yang lain. Interiornya rapi, dan banyak sekali perabotan lumayan bagus meski sudah lama. Di kamar Pyung Hwa juga banyak terdapat boneka. Nah, Pyung Hwa ini ingin berteman dengan anak perempuan Sung Soo dengan memperkenalkan diri menggunakan bahasa Inggris. Tak disangka aksen Pyung Hwa sangat bagus sehingga membuat Sung Soo kagum. Sayangnya anak perempuan Sung Soo tidak mau berteman dengan Pyung Hwa sehingga Sung Soo menasihatinya agar berperilaku sopan saat bertamu di rumah orang. Joo Hee sendiri langsung sibuk mengupaskan buah dan membuatkan minum kepada tamunya itu, sampai akhirnya Sung Soo mengutarakan maksudnya untuk mengorek informasi mengenai menghilangnya kakak tirinya Sung Chul yang langsung membuat Joo Hee berubah 180 derajat  seperti orang ketakutan. Setelahnya diusirnya keluarga Sung Soo agar jangan pernah sebut nama Sung Chul lagi di hadapannya. Sebenarnya apa yang terjadi ya dengan Sung Chul dan sikap Joo Hee yang berubah sangat ekstrem itu. Lalu banyak sekali orang-orang yang masih belum ketahuan identitasnya seperti gelandangan yang duduk di depan kafe, seseorang yang mengamati Min Ji dari balik mobil, juga orang yang diduga dalam gangguan jiwa yang sempat mengerjai anak-anak Sung Soo dan Min Ji ini? 

Review Hide and Seek (2013)

Judul Film : Hide and Seek
Sutradara : Huh Jung
Writer : Huh Jung
Producer : Kim Eui-Sung
Cinematographer: Kim Il-Yeon
Release Date: 14 August 2013
Durasi : 107 min.
Genre: Mystery / Suspense-Thriller 
Distributor : Next Entertainment World
Bahasa : Korea
Asal Negara : Korea Selatan

Sumber poster dan foto : Asianwiki dan wikipedia


Wagelasehhh bagus banget filmnya! Ga tau lagi mau komen apa walau sebenarnya aku udah lama nontonnya. Tapi kemarin memang lagi ada kepengenan buat nonton film-film bagus lagi termasuk film lawas sih. Salah satunya ini. Aku nonton ini sebelum The Wailing (2016), cuma memang kalau ga kubikin reviewnya asa suka kepikiran terus karena ya sebagus itu filmnya. Gila, bagus banget endingnya sama sekali ga ketebak olehku bahwa si pelaku adalah itu, hehehhe...Walaupun ya adegan aksinya bikin kzl, gregetan, dan sebel. Ya, karena di awal emang udah disodorin cerita yang menampilkan sosok misterius berjaket hitam dan berhelm. Dan kita sebagai penonton dipaksa untuk menerka-nerka siapa sebenarnya tokoh misterius ini. Kemarin sempat lihat kayaknya malah Hide and Seek ini diadaptasi ke film hollywood juga loh, malah filmnya masih baru banget. Aku aja kaget. Berarti genre thrillernya Korsel emang bagus banget ya karena sampai diadaptasi ke film barat segala...huhu...Bagi yang penasaran silakan tonton sendiri aja ya. Soalnya ceritanya menarik. Terlepas dari perwatakan pemainnya yang memang menghayati semua. Dan untuk tokoh utamanya yang menjadi Sung Soo emang sudah langganan main di genre thriller salah satunya yang paling aku suka yang judulnya The Phone (2015) dan Chronicle of Evil (2015).

Apakah teman-teman bisa menebak bagaimana endingnya? Dan menurut teman-teman bagian mana dari film ini yang terasa seru? Okey, segitu dulu sinopsis kali ini. Semoga hari kalian menyenangkan ya. 







2 komentar:

  1. wih.... ngeri juga....
    masa sih ada pemukiman kumuh di Korea?

    # Menarik

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya pak tanza...settingnya di sekitar apartemen bobrok yang mau dihancurkan pengembangnya dan di sekitarnya juga banyak orang mabuk juga lingkungan agak kumuh sih ☺

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^