Minggu, 05 Januari 2020

Sinopsis Deep Rising (1998)



Saatnya nostalgia film jadul lagi Cuy !


Gegara terlanjur nyeduh kopi efek begadangan nungguin naq beiby yang lagi pada batuk pilek, semalam rampung juga gw nyelesaikan streammingan film lawas Deep Rising yang rilis pada tahun 1998. Lumayan seru juga nonton ulang. Soalnya aku emang pecinta genre-genre ginian sih. Lumayan buat penyegaran mata nonton film yang tegang-tegang. 

Oh ya, misalnya kalian mau rekomendasi judul film thriller yang seru-seru, bisa banget buka list ini.

Ya udah langsung aja ya. Aku mulai dari sinopsisnya dulu, baru setelah itu kubikin semacam ulasan pribadinya. Ulasan pribadi dari kacamataku sebagai penonton sih...(bukan kritikus apalagi pengamat huehe).



Judul film : Deep Rising

Genre : scifi violence/gore
Tanggal rilis awal : 30 Januari 1998
Sutradara : Stephen Sommers
Box office: 11, 2 juta USD
Anggaran: 45 juta USD
Skenario : Stephen SommersRobert Mark Kamen

Sinopsis Deep Rising (1998)

Di tengah Laut Cina Selatan yang penuh dengan kedalaman misteri, sekelompok anggota bersenjata api menyewa kapal milik Kapten John Finnegan beserta kru yaitu, Joey Pantucci dan Leila. Kelompok tersebut beranggotakan Hanover, Mulligan, Mason, Billy, T-Ray, Mamooli, dan Vivo yang rupanya tengah menjalankan misi rahasia yaitu meledakkan torpedo di suatu tempat. Finnegan sendiri tidak cukup tahu dimana arah tujuan mereka. Sebab ia dan kru hanya bertugas menjalankan kapal di bawah todongan senjata lantaran ulah ceroboh Pantucci yang mengetahui keberadaan si torpedo itu tadi. Sempat saling mengancam, Finnegan akhirnya bersedia menuntaskan pekerjaan, asalkan anak buahnya selamat. 

Sementara itu, Argonautica sebuah kapal pesiar mewah tengah berlayar untuk pertama kalinya di bawah kepemilikan Simon Canton. Pada saat acara pembukaan, Canton dengan sangat PD-nya mengagung-agungkan buah karyanya itu di hadapan ribuan khalayak yang memang menyasar segmen high end. Namun, ternyata ada satu penyusup yang berhasil masuk. Dialah Trillian, seorang wanita cantik yang merupakan buronan polisi dan berhasil mencopet dompet milik sang nahkoda kapal, yaitu Kapten Arthenton. 

Setelah berhasil mengambil apa yang diincar, Trillian pun menyingkir sejenak ke arah deck kapal. Namun, yang ia dapati justru pemandangan laut yang sangat mengerikan. Samar-samar terdengar suara misterius dari kejauhan yang makin lama makin mendekat. Ia pun memutuskan untuk masuk saja lantaran merasa tidak nyaman, apalagi di luar juga sedang turun hujan. 

Di dalam kapal, Trillian mulai beraksi lagi. Kali ini ia menggunakan kartu identitas milik Kapten Arthenton untuk mengakses brankas penyimpanan barang berharga. Namun, belum sempat menikmati hasil curiannya, tiba-tiba sang empunya kartu datang beserta pemilik kapal dan juga petugas keamanan. Dari situ lah akhirnya Trillian ditangkap.

Di ruang kendali, sistem navigasi dan keamanan kapal tiba-tiba mati total. Kapal berlayar dalam keadaan buta. Tanpa radar atau gambaran apapun. Salah satu petugas tiba-tiba menangkap satu titik yang bergerak naik dengan kecepatan tinggi. Hanya dalam hitungan detik, sesuatu itu berhasil memporakporandakan seluruh isi kapal. Penumpang berlarian tak tentu arah. Panik dan dilanda ketakutan yang teramat sangat, seorang penumpang berwajah Asia mencoba bersembunyi di dalam toilet, namun bukannya selamat yang ia dapat serangan daru sesuatu yang muncul dari lubang toilet. Darah pun berhampuran kemana-mana.

Kembali ke kapal Finnegan, dimana sebuah speedboad tiba-tiba menghantam kapalnya dan menyebabkan beberapa kerusakan pada mesin. Padahal bahan bakar juga sudah semakin menipis. Beruntung, Leila dan Pantucci tiba-tiba melihat sesuatu dari kejauhan yang ternyata adalah Argonautica. Hanover dkk pun langsung mengubah taktik dengan cara meminta Finnegan dan Pantucci juga sebagian anak buahnya untuk turut serta membajak kapal pesiar mewah itu demi mendapatkan suku cadang serta bahan bakar sebelum akhirnya meledakkan torpedo. Sementara itu Billy dan Leila bertugas menunggui kapal Finnegan sembari mengelas bagian yang tertabrak speedboad.

Saat menginjakkan kaki ke dalam kapal, pemandangan aneh langsung menyergap. Tak ada satu pun kehidupan yang nampak, kecuali darah di sana-sini. Hanover pun segera membagi-bagi tugas. Ia dan beberapa anak buahnya akan menyelidiki apa ada penumpang yang masih tersisa. Sementara  T-Ray dan Mamooli ia tugaskan untuk mengawal Finnegan dan Pantucci mencari suku cadang di bengkel bagian bawah. T-Ray sendiri orangnya sangat emosian. Ia sangat membenci Pantucci yang dinilainya sangat menyebalkan. Sedangkan Mamooli orangnya lumayan mesum. Jadi kerjaannya hanya guyon saja. Padahal mereka dalam keadaan panik. Saat sedang berselisih pendapat, tiba-tiba sesuatu datang dari arah air. T-Ray diseretnya dengan sekali hisap. Darah pun berhamburan kemana-mana. Mamooli menuduh Finnegan dan Pantucci yang menghabisi kawannya ini. Ia segera mengontak Hanover kalau di bawah telah terjadi keributan besar. Sayangnya, belum sempat Mamooli menuntaskan omongannya, mahluk misterius itu datang lagi dan menyeretnya. Finnegan dan Pantucci langsung siaga satu. Mereka bergegas mengambil senjata api milik T-Ray dan Mamooli yang tertinggal. Mereka juga bertemu dengan Trillian yang kemudian langsung bahu-membahu agar bisa keluar dari kapal dalam keadaan selamat.

"Terror menakutkan sebuah kapal pesiar mewah di atas Laut Cina Selatan yang menyimpan banyak misteri"





Sementara itu, kubu Hanover membuka lemari besi dan mendapati Vivo, anak buahnya harus dikampak secara tak sengaja oleh Canton yang bersembunyi di dalam sana bersama Arthenton dan beberapa kru yang lain. Tembak-menembak pun terjadi, sampai akhirnya Canton  menjelaskan bahwa kapal telah diserang oleh makhluk asing yang membunuh semua orang di dalamnya.

Canton juga didesak Finnegan untuk mengakui bahwa sebenarnya dialah yang membayar Hanover dkk untuk meledakkan Argonautica dengan torpedo agar bisa mendapatkan asuransi. Dari situ, Arthenton marah besar mengetahui rencana licik bossnya yang seolah mengumpankan mereka pada kematian. Namun, di saat konflik itu terjadi, mahluk yang ternyata bertentakel itu tiba-tiba datang lagi dan langsung melibas habis apa saja yang dilihatnya. Mahluk yang diklaim sebagai evolusi ekstrim dari Ottoia menjadi Octalus ini bekerja dengan cara menyedot sari-sari manusia dan hanya menyisakan kerangka serta ceceran daging dan darah. 

Canton kemudian dipaksa untuk membocorkan pintu mana saja yang sekiranya masih bisa digunakan untuk keluar dari kapal. Dikatakan olehnya bahwa yang tersisa tinggallah tangga yang menunju ke arah dapur kru, meskipun aksesnya saat ini tertutup air. Untuk bisa sampai ke sana, diperlukan kemampuan berenang, namun harus hitung-hitungan strategi agar jangan sampai bertemu dengan si mahluk itu tadi. Maka dari itu, Finnegan langsung membagi tugas agar ia dan Hanover juga Mulligan ke sana duluan untuk mengecek apakah tempatnya masih aman atau tidak. Jika aman, ia akan menembakkan tembakan peringatan sebanyak 2 kali. Yang lainnya, yaitu Trillian, Pantucci, dan Masson berjaga-jaga di depan lorong koridor dengan masing-masing dipersenjatai senjata api.

Saat Finnegan, Hanover, dan Mulligan sampai di dapur kru, bersamaan dengan itu pula mahluk bertentakel sudah sampai di ujung koridor dan bergerak sebelum akses kolam dimana mereka diharuskan berenang. Trilian dan Pantucci berhasil selamat, sedangkan Mason tidak. 

Tiba di dapur kru, lagi-lagi terjadi perdebatan kecil. Kali ini Mulligan bersikukuh untuk tetap tinggal sembari menunggu bantuan yang datangnya kira-kira beberapa hari lagi. Yang lain, tetap nekad ingin cabut saat itu juga. Di tengah suasana yang semakin memanas, mahluk bertentakel itu sudah muncul dari satu lubang dan berhasil memakan Mulligan hidup-hidup. Yang lain pun segera menyelamatkan diri walaupun nyaris Finnegan tertangkap juga andaikata tak diselamatkan oleh Trillian. Ya, walaupun suku cadang yang ia bawa harus ketinggalan di tengah jalan.

Sementara itu, Hanover dan Pantucci berlarian menghindari kejaran mahluk bertentakel meskipun pada akhirnya Hanover tidak bisa diselamatkan padahal tadinya ia berniat licik ingin menyodorkan Pantucci sebagai umpan. Malah sebenarnya Pantucci mengasihaninya dengan jalan memberikan pistol terakhir kepada Hanover agar bisa melepaskan diri saat sedang dihisap Ottoia hidup-hidup. Sayangnya, pistol sudah dalam keadaan tidak berpeluru sehingga Hanover gagal menembakkan dirinya sendiri. Pantucci pun berhasil kabur.

Saat tiba di kapal kecil, Pantucci sedih luar biasa karena mendapati Leila kekasihnya sudah tiada. Ia juga sedikit kesal karena suku cadang yang dibawa Finnegan hilang di tengah jalan. Akibatnya, ia melampiaskannya dengan memperbaiki apa saja yang masih bisa diperbaiki, sementara Finnegan dan Trillian mengatur strategi supaya bisa menambah bahan bakar atau apapun karena sebelumnya mereka sudah melihat ada pulau di seberang sana untuk bisa menyelamatkan diri. Untuk itulah, akhirnya keduanya sepakat untuk masuk ke dalam kapal dan malah bertemu dengan Canton.

Canton rupanya sengaja mengumpankan kelompok yang selamat ke bagian lambung kapal, di mana tempat 'pesta makan-makan' sedang berlangsung. Sementara ia sendiri malah kabur ke arah sekoci. Nah, di lambung kapal itulah, wujud asli sang mahluk kelihatan semua. Ukurannya sangat besar. Masing-masing tentakelnya dipenuhi dengan struktur mulut dan gigi yang berlapis-lapis. Juga lendir yang terlihat lengket dan sangat menjijikan. Tak heran jika di sekitarnya lantas berceceran serpihan daging, kerangka, serta darah manusia yang sari-sarinya menjadi sumber makanan utamanya. Finnegan bahkan sempat terperangkap dalam genggaman salah satu tentakel. Sambil berusaha melepaskan diri, ia berteriak ke arah Trillian supaya langsung bergerak mencari bahan bakar agar dapat menyalakan torpedo yang akan ia arahkan ke mahluk itu. Tak disangka, di bawah ia malah menemukan jet sky yang bisa ia manfaatkan untuk menyeberang sampai ke pulau seberang. 

Sementara Finnegan masih bergelut dengan sang mahluk bertentakel, Canton berusaha membunuh Trillian agar tidak ada saksi mata dalam upayanya menipu pihak asuransi. Beruntung, Finnegan berhasil menyelamatkan Trillian, namun tidak sampai hati menghabisi Canton yang sudah lari terbirit-birit dan akhirnya jatuh dengan kaki patah di atas kapal miliknya. Sialnya lagi, Canton tidak bisa mengemudikan autopilot, jadi ia malah bergerak liar dengan kapal yang akan meledak dalam hitungan detik karena torpedo sudah dinyalakan. Dan Booooom, meledaklah itu torpedo tepat di jantung kapal yang disemayami mahluk raksasa bertentakel itu.

Keesokan harinya, Finnegan dan Trillian berhasil mencapai pulau tak berpenghuni yang ingin mereka tuju sebelumnya. Begitu pula dengan Pantucci yang mereka kira sudah mati. Saat ketiganya sedang bercanda karena akhirnya terbebas juga dari tawanan mahluk laut, tiba-tiba dari arah pegunungan yang ditumbuhi hutan lebat terdengar pula raungan misterius yang sangat hebat. Bersamaan dengan itu pula burung-burung berhamburan, menandakan adanya sesuatu yang sangat besar datang dari arah sana. Apa lagi kah itu ? Sungguh suatu penutup yang luar biasa (Gustyanita Pratiwi).

Review Deep Rising (1998)

Pertama kali nonton film ini pas jamannya aku masih SD-SMP-an gitu deh. Tahun 98 kan pantaran gw SD, tapi mulai diputer di TV-nya pas uda masuk 2000-an awal. Lumayan sering diputer di RCTI, Global TV, atau Bioskop Trans TV tuh dulu.


Asli, kalau ngliat iklan film ini mau tayang, rasanya sesiangan aku uda seneng banget. Ga sabar pengen nonton, walau seringnya kelewat karena ga dibolehin orang tua nonton tv malem-malem. Soalnya kan diputernya suka jem-jem malem tuh, antara pukul 21.00 atau 22.00 WIB-an. Nah, pas jem-jem itu bapak ibuku kebetulan lagi nonton Bukan Empat Mata. Ya soalnya kalau di kampung lewat jam 9 malem anak pantaran SD-SMP uda disuruh tidur. Tapi kadang nekad juga sih, begitu semuanya uda pada merem, gw nonton sendiri deh tuh, peteng-peteng pula, tapi abis itu suka kecolongan molor sih saking banyak iklannya, jadi pas tu film menuju akhir, e gw malah bablas, lupa endingnya pegimane #hoho.


"Tokoh figuran yang bernama Mamooli malah yang mencuri perhatian"





"Para pemainnya begitu digoogling udah jadi embah-embah lho sekarang...."

Pemain Deep Rising 1998 (sumber : wikipedia)

Ngomongin pemainnya, saat masih kecil gw malah ngamatin kalau pemain utamanya ga ganteng. Melainkan pemeran penjahatnya wakakka #ampun deh kecil-kecil uda tau aja mana yang ganteng haha... Terutama yang bagian anak buahnya Hanover. Misalnya Mamooli yang gw kira ada aksen Indianya, ternyata ga. Soalnya idungnya mancung banget. Rambutnya gondrong kriwil. Terus beda gitu ama bule kebanyakan. Yang jadi Billy en Mulligan juga lumayan sih, haha #ampun tepok jidat deh gw #jewer #mendes. Iseng, ngegoogling si tokoh-tokohnya ini sekarang kayak gimana, eh uda jadi embah embah dong. Uda jadi kakek kakek huahahhahah....ya ampun jadi nostalgia kan gw. Terus waktu itu juga ngeliat pemeran utama ceweknya takkirain sekelas Tante Angelina Jolie, tapi setelah gw tonton ulang ya B aza ding...#hoho.

Kalau dari segi cerita, andai-andai tema kayak gini diputer pada tahun-tahun sekarang mungkin kerasanya uda biasa kali ya. Film monster gede atau mahluk asing, banyak adegan kejar-kejarannya, nglindungin diri pake tembak-tembakan, satu per satu mati, tapi ada juga yang slamet, uda pasti bakal begitu kan pakemnya, hahaha. Tapi mengingat ini film dibikinnya tahun 98, dan dengan suasana yang bener-bener mencekam pada waktu itu, bisa dibilang menurutku film ini malah jadi pelopornya film-film dengan objek utama mahluk asing atau monster-monsteran. Walau pas ditonton ulang kayak sekarang mungkin teknologi penggambaran monsternya masih seperti tempelan. Tapi, sekali lagi, di masa itu sih nontonnya udah kerasa banget 'feel thrilling'-nya. Ya, itu sih menurut gw pribadi ya. Hehehe...


"Potret pemain utama wanita yang berperan sebagai penjahat cantik dan sexy"






Sumber foto : google image dengan kata kunci Deep Rising (1998)


Aduh, Bioskop Trans TV tayangin lagi dong film-film kayak gini. Selain Anaconda, jujur gw demen nih ama film-film kayak ginian, walau uda sering diputer di Bioskop Trans TV #lumayan buat hiburan hehe.




14 komentar:

  1. 98 masih SD mba.. waduh tua banget saya yah. Udh kelar kuliah tahun itu.

    Sama2 saya ingat film ini deh. Klo gak salah nontonnya udah tayang di tipi ok itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walah sungkem deui sama suhu blogger bang day hihi

      Iya bener banget, dulu selain sering diputer di global tv, sebelumnya juga sering diputer di rcti pas malem malem banget. Sayang sekarang udah kegusur ama sinetron stripping.

      Padahal kalau aku bilang lebih seruan nonton film film ginian ketimbang sinetron hahahha

      Nah kalau sekarang yang masi suka nanyangin film cuma bioskop trans tv, moga aja diputer ulang biar pada nostalgia

      Jangan film action meleee yang diputer. Soale aku amat amati yang seriiing banget diulang ulang yg bintange arnold Schwarzenegger, jeann claude van dame, steven seagel, sylvester stallone, atau the rock hihihi

      Klo liam nesson bagus juga sih, tapi sekarang lagi seneng banget nonton andai yang diputer film monster monsteran kayak anaconda dan deep rising ini..

      Hapus
    2. Sekarang kan banyak tuh film horor yang diputar ulang di ANTV yaitu film Suzanna kak.😁

      Hapus
    3. Iya klo antv mah emang seringe suzzana mas, ampe apal banget jalan ceritanya, dulu suzzana seringe tayang di indosiar padahal jam 1 siang abis saya pulang sekolah hahah

      Hapus
  2. Bhaaahaaa!!...Jadul habis nih film. Tapi masih seru sih ditonton ulang. 😄😄

    Ternyata Nita suka film juga yaa sama kaya mas nganu..😂😂😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rekan ghibahnya ya sat wkkk, ternyata kang agus warteg punya blog sinopsis film juga, lumayan terinspirasi jg gw baca blog sinopsisnya hahaha #saingan niche blog ni bisa bisa #just kidding

      Hapus
  3. Waduh, tahun 98 kayaknya aku baru lahir, lagi imut-imut nya kata temen ².😂

    Aku juga lihat film ini di TV, kesan pertama tuh serem abis lihat darah dimana-mana waktu kelompok itu masuk kapal pesiar. Apalagi pas gurita raksasa nya keluar..😱

    Selain itu, yang gue kenal paling Trinity cewek baju merah itu..😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok meragukan ya kelahiran 98 beneran hahahhaha?

      Iya film ini pas tayang di tipi seru banget, sumpah ampe terngiang2 tu monster gurita. Ampe apal nama latinnya otoia octalus wkwk
      Trillian bukan trinity #ralat

      Hapus
    2. Aku juga ragu, soalnya waktu lahir ga tahu tahun berapa..😂

      Oh trilian ya, kirain triliun kak..😁

      Hapus
    3. @Agus ....Lahir zaman kompeni bilang 98..😬😬😬

      Suuee..😁

      Hapus
    4. Waduh guru saya ngambek, sungkem suhu..🙏

      Hapus
  4. jujur belum pernah nonton film ini.. pengen sih nanti kapan2 bisa nonton kayanya seru banget yaaa

    BalasHapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...