Jumat, 18 Juni 2021

Cerbung : Stroberi (Part 3)




Oleh : Gustyanita Pratiwi
Sifat : Fiktif belaka




Sembari meraba dalam gelap dan hanya bertemankan cahaya lampu di kepalanya, Agus mulai berpikir tentang bagaimana caranya menolong Van Hellen. Ia memang sudah beberapa kali naik gunung, tapi baru sekali ini tersasar. Itupun karena menolong teman kecilnya yang jatuh ke lereng ini. Lereng yang dipenuhi pohon-pohon cemara dan tumbuhan paku-pakuan. Mungkin sekitar Cemoro Kandang sebelum Kalimati. Tapi ia belum memastikan posisi tepatnya ada di sebelah mana. Sebagai orang terakhir yang melihat Van Hellen jatuh, maka ia tak bisa meninggalkannya begitu saja. Toh, ia punya tanggung jawab moral atas kelompoknya jika terjadi sesuatu. Terutama karena abangnya Alan sudah memasrahkannya padanya sesaat sebelum mendaki.

Cerbung : Stroberi Part 1
Cerbung : Stroberi Part 2

Senin, 14 Juni 2021

Cerbung : Stroberi (Part 2)



Oleh : Gustyanita Pratiwi
Sifat : Hanya fiktif belaka

Ilustrasi digambar langsung oleh Admin Gustyanita Pratiwi


Ponsel di saku celana Van Hellen bergetar. Bandul stroberinya yang bertumpuk 2 terantuk padu, menimbulkan bunyi-bunyian yang bergemerincing. Menambah meriah suara kantong celana Van Hellen hingga ingin rasanya ia matikan saja ponselnya itu atau minimal meneriaki si penelepon agar sabar menunggu karena ia sedang dalam posisi repot. Berdiri di pelataran Indomaret dengan 2 kantong kresek berisi air mineral seberat 1500 ml yang ia letakkan di atas lantai juga sisa es krim di tangan yang tinggal separuh, membuatnya tampak seperti orang tolol~ sendirian, mencolok dengan tas gunung segede gaban yang menenggelamkan badannya yang masih seperti anak sekolah berseragam putih-merah.

Jumat, 11 Juni 2021

Cerbung : Stroberi (Part 1)


Fiksi oleh : Gustyanita Pratiwi
(Sifat : Hanya fiktif belaka)

Ilustrasi digambar Gustyanita Pratiwi


Stroberi-stroberi ranum itu masih bergelayut manja di tangkai-tangkainya  yang membelit-belit. Bentuknya lucu, membulat panjang dengan titik-titik hitam di permukaannya yang merah. Pasti rasanya manis-manis asam. Mungkin. Ya, apapun itu, stroberi memang buah yang unik. Van Hellen suka sekali dengan stroberi. Pernah ia habiskan satu keranjang penuh stroberi yang dipetik dari kebun sendiri. Stroberi-stroberi itu, tadinya ditanam oleh Grandpa. Tapi semenjak Granpa berpulang, stroberi-stroberi itu dibiarkan tumbuh liar, tidak terawat, bahkan Van Hellen sendiri tidak pernah menengoknya. Van Hellen hanya senang memakannya saja, sedangkan untuk menanamnya, ia tidak akan sanggup.

Rabu, 09 Juni 2021

Review Indomie Goreng Rasa Rendang vs Sarimi Goreng Ayam Krispi



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Hallo Assalamualaikum semua...

Kali ini Mbul akan masak mie instan lagi. Siapa yang pengen cobain, cung? Eh ga ada ya, yowes buat Mbul ndiri aja. Pemirsa liatin foto-fotonya aja wes. Sengaja mau nyobain beberapa merek berbeda soalnya mau bandingin rasanya. Kebetulan kemarin baru aja beli di supermarket macem-macem rasa, salah 2-nya Indomie goreng rasa rendang dan sarimi goreng ayam krispi.

Yang lainnya kayak indomie goreng rasa rica-rica, indomie goreng aceh, indomie ayam geprek, mie sedap korean spicy chicken itu nanti ya aku review belakangan. 
 

Mie goreng karya Mbul, Depan (Indomie Goreng Rasa Rendang), Belakang (Sarimi Goreng Rasa Ayam Krispi)

Selasa, 08 Juni 2021

Komik Sisipan Bobo : Janji Irene


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Irene adalah seorang gadis belia yang hidup berkecukupan dengan keluarganya. Ayahnya, Tuan Dalsum adalah seorang dokter, sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga. Ia memiliki seorang kakak laki-laki bernama Erik yang kini tengah kuliah di luar kota. Mereka tinggal di rumah yang besar dan mewah layaknya keluarga dokter pada umumnya.


Jumat, 28 Mei 2021

Jurnal Kuliner Si Mbul Kemarin....




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Hallo Assalamualaikum semuanya...

Kali ini aku akan menjembreng foto-foto makanan dalam jumlah banyakan. Kalian siapkan mental dan fisik hati dulu ya. Takutnya pada netes.... Netes apanya tuw! Netes ilernya dong, hohoho...

Jadi, karena Beby Mbul pas di kampung kemaren ga ndekem terus di atas keset (((lha dikata kucing kali ya ndekem terus di atas keset... tapi kalau diliat-lihat emang Beby Mbul mirip kucing sih, itu loh kucing persia yang hidungnya agak pesegh alias bujel, Tapi biar begitu kucing persia bukannya wenak  buat dikuwel-kuwel ya? #hahahaha))). 

Okey fo-kus!

Tadi kan aku bilang ga ndekem terus di atas keset ya...maksudnya ga ndekem terus di  dalam rumah, tapi ada beberapa kali beli makan di luar walau tentunya cap cip cup tempat makannya yang sepiiiiii banget. Lagian kalau di Jateng kan emang tempat makannya pada sepi-sepi ya. Ga semuanya, tapi kebanyakan. Terutama di luar Lebaran. Sebab masing-masing keluarga senengnya pada masak di rumah kan, jadi beda banget ama euforia kulineran di kota-kota besar, hehe. Tapi ga pa pa. Malah aku senang kalau nemu tempat makan yang sepi, soalnya biar bisa pewe makannya, hihihi.


Gustyanita Pratiwi

Senin, 24 Mei 2021

Sinopsis Kiki's Delivery Service (1989)




Sinopsis Kiki's Delivery Service (1989)

Oleh : Gustyanita Pratiwi

Di atas padang rumput yang berangin, seorang gadis kecil berpita merah tengah sibuk mendengarkan prakiraan cuaca di radio sambil rebahan. Di sana, ia mendapatkan informasi bahwa malam ini cuaca akan cerah. Bulan akan bersinar penuh, dan ini merupakan sebuah pertanda yang baik untuk melakukan perjalanan.


Sinopsis Film Kiki's Delivery Service (1989), sumber gambar : imdb

Sabtu, 22 Mei 2021

Sinopsis Ponyo (2008)



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Sinopsis Ponyo (2008)

Di kedalaman samudra, seorang pria berpenampilan aneh sedang melakukan sesuatu dengan tabung-tabungnya. Di sekitarnya, tampak beragam mahluk laut berkilauan cahaya mengelilinginya. Ada ubur-ubur, ikan laut, belut listrik, bintang laut, kepiting, dan cumi-cumi raksasa yang melintas. 

Sejenak pria tersebut kemudian menembakkan senjatanya ke arah cumi-cumi itu untuk memperkuat khasiat ramuan dalam tabungnya tapi tidak berhasil. Rupanya ia adalah seorang penyihir bernama Fujimoto. Ia tinggal di sebuah rumah karang yang dikelilingi oleh jamur dan tanaman-tanaman laut. Dandanannya cukup mencolok. Rambutnya panjang merah, wajahnya berblush on, matanya ber-eye shadow, telinganya beranting, serta bajunya bergaris-garis biru lengan panjang menyerupai jas. Dulunya ia ternyata seorang manusia, namun karena suatu hal maka ia berubah menjadi penyihir dan tinggal di dalam lautan bersama anak-anaknya yang merupakan kawanan ikan mas. Salah satunya yang paling besar mempunyai rasa ingin tahu lebih tinggi dibanding anak-anaknya yang lain bernama asli Burnhilde. 


Sinopsis Film Ponyo (2008), sumber gambar : imdb

Kamis, 20 Mei 2021

Hello Meja Makan dan Menu Lebaran!




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Terbangun dari tidur, aku mendapati daun jendela telah terbuka. Sinar matahari pagi mengintip malu-malu lewat teralisnya yang separuh karatan. Pagi itu, kebun pisang yang ada di samping rumah sudah basah oleh sisa-sisa hujan semalam. Daun-daunnya digoyang angin, meliuk melambai, membuat pagi pukul 05.30 WIB ini terasa begitu gelap.

"Hoaaaammmh!" 

Kedua tangan kurentangkan ke atas membentuk gerakan streching, menggeliat seperti kucing malas yang hanya berpindah posisi namun mata tetap terpejam. Tidurku semalam rupanya tidak ada manis-manisnya sama sekali. Sebentar melungker, sebentar telentang dengan posisi kepala tertutup bantal. Entah kenapa sering sekali aku melakukannya. Padahal kalau diteruskan bisa bahaya. Kalau sudah terlanjur tidur, tahu-tahu seperti mimpi tidak bisa nafas atau gelagapan. Paling bisa terbangun kalau sudah mimpi jatuh atau terjungkal. Ya, terkadang melakukannya karena reflek saja, karena tidak ingin kesilauan. Jadi biar terasa lelap begitu, seakan mata tertutup sesuatu, meskipun sebenarnya tidak boleh ya #salahkan hawa subuh di kampung yang begitu menggigit. Jadi kalau sudah temu bantal guling, rasanya ingin berkasih mesra saja dengan mereka, hahaha...  

(Baca: dinginnya benar-benar menegaskan bahwa musim ketigo sudah mulai kulonuwun pada pertengahan Bulan Mei tahun 2012. Pantas keinginan ngeblug sudah mulai menguasai hari-hari). 


Menu wajib kupat tahu

Selasa, 11 Mei 2021

Lebaran Sebentar Lagi....





Oleh : Gustyanita Pratiwi

Bunyi cengkerik pukul 22.00 WIB membangunkanku untuk sekedar meng-update blog lagi. Aku pikir tidak ada salahnya kembali menulis sebab 2 hari ke depan sudah Lebaran. Meski Lebaran tahun ini amat sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tapi tetap saja kesibukan 'tak kasat mata' seolah selalu menanti dan menyertai. Padahal porsi masak yang sangat menguras tenaga itu sudah banyak dikurangi, tapi entah kenapa orang tua tetap ingin ada kehebohan masak seperti tahun-tahun sebelumnya. Memasak sesuatu yang sudah legend terhidang di atas meja saat Lebaran. Katanya kurang pantes kalau meja makan sampai kosong, paling tidak harus ada makanan yang khas. Inginku sih beli saja ya supaya lebih praktis. Tapi tidak dengan ibu, hahahahaa... 


Menu buka dan sahur Mbul jelang akhir puasa

Sabtu, 08 Mei 2021

Hmmmmmm....




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Hallo lagi...

Hari ini cuacanya agak berangin. Dari arah jendela, pohon pisang menjulurkan daunnya seperti menari. Ga kayak kemaren, matahari terasa membakar. Jemuran yang kukucek pake tangan dengan air yang kutimba dari sumur, begitu dijemur langsung kering dalam sekejap. Kalau sekarang, karena hawanya adem, jadi tubuh berasa pingin dikekepin pake selimut. 


Digambar oleh Gustyanita Pratiwi

Selasa, 04 Mei 2021

Dikira Ngambek



Oleh : Beby Mbul (Gustyanita Pratiwi)

Hoaaaaaamb....

Sesungguhnya ngetik dashboard di jam-jam subuh itu sesuatu banget ya ngantuknya. Mata berasa kayak diganjel pake korek api saking pengen merem dan dipeluk ama guling kesayangan. 

Duh ya...dingin banget ini tempat kalau udah pagi. 

Brrrrrrrbbb! 

Tapi sebelom bobok *uhum*, diriku jadi keinget ama sesuatu. Sesuatu yang sebenernya kalau dipikir-pikir agak lucu juga, jadi bikin ku tenyam-tenyum sendiri. Bukan......bukan karena kening lagi anget lho ya terus tenyum-tenyum ndiri tapi karena ada satu hal yang menurutku agak koplak.  


Gustyanita Pratiwi (www.gembulnita.blogspot.com)

Senin, 26 April 2021

Udah Nyampe Tengah-Tengah Aja Nih.......



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Sesungguhnya postingan kali ini dipersembahkan oleh keinginan buat majang foto jambu aer yang warnanya pinky-pinky unyuk itu....#eh alesan macam apa ini? Belum ngucap salam udah maen intro aja. Intronya jambu aer pula....hihihi, maapkeun ya Pemirsa, terlalu bersemangat sayanyaaah....

okey....Bismilahirohmanirohim..

Assalamualaikum semua...

Apa kabar pembacaku tercinta di Senin siang yang cukup nyanyas seperti kepalaku ini? Nah loh? Semoga sehat-sehat saja ya, selalu bahagia dalam keadaan apapun. Dilimpahi cinta dari berbagai penjuru dunia~~uwuwuw....


Jangan lupa baca doa dulu sebelum makan Mbul

Jumat, 23 April 2021

Panggilan Sayang



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Eh lha kok panggilan sayang? Judulnya apa banget deh ih...hihihi..#Takut ditimpukin 🙈🙊😳😱

Maksudnya tadi aku mau nulis panggilan yang paling aku sukai entah di blog ini sebagai adminnya, atau panggilan di dunia nyata untukku dari keluarga, sahabat, dan juga teman-teman. 



Kamis, 22 April 2021

Review Doraemon Petualangan : Nobita dan Labirin Baja



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Kali ini aku ingin membaca sesuatu yang bisa menghibur hatiku. Kira-kira mau membaca apa ya? Mungkin cerita lucu aja kali ya. 

Lalu secara tak sengaja tangan ini mulai menyentuhmu tatkala aku sedang membaca ulang judul-judul buku Agatha Christieku.....ow ow....!!! 

Nanti Agatha Christie bakal aku ulas di lain waktu. Tapi kayaknya agak lamaan mengingat jumlahnya yang agak banyakan dan aku butuh waktu ekstra untuk membaca buku dengan tema criminal. 

Jadi mari kita mulai dengan buku yang ringan-ringan saja dulu. 

Dengan kata lain komik.

Komiknya Doraemon lagi #okey, biarin deh.

Doraemonnya Seri Petualangan yang Nobita dan Labirin Baja. Nama lainnya Nobita dan Labirin Kaleng karya Mastah Fujiko F. Fujio.
 

Sinopsis Doraemon Petualangan : Nobita dan Labirin Baja

Selasa, 20 April 2021

Cerita tentang Telor Rebus




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Derik jam Junghun lamat-lamat menyambut kepulangan Mbul kecil pada pukul 14.05 WIB usai mata pelajaran hitungan yang begitu membosankan. Suara intonasi guru yang menerangkan pun tak ubahnya setelan robot. Fals. Hampir seluruh siswa terkantuk-kantuk dibuatnya. Tak jarang beberapa diantaranya malah langsung bablas sampai ke alam mimpi. Ya hanya dengan bermodalkan buku-buku paket yang diberdirikan, mereka tidur melepaskan diri dari belenggu bayang-bayang integral yang menari-nari di atas kepala. 

Dua jam terakhir rasanya kepala mau copot. Mbul kecil memang tidak menyukai pelajaran hitungan. Ia paling anti dengan pelajaran matematika, fisika, dan juga kimia. Ia lebih suka  menghapal biologi, aneka rumpun sosial, atau latihan menulis pada pelajaran bahasa (bisa Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris). Anehnya, saat kelas 2, ia tetap memilih jurusan IPA. Bukankah itu yang dinamakan cari mati? 

Praktis, begitu lonceng berdentang sebanyak 14 kali, sudah seharusnya ia katakan itu sebagai sebuah mukjizat. 



Lho kok Beby Oink-Oinknya ada di petarangan (sarang) ayam ??? 🙈😱😳

Senin, 19 April 2021

"Antara KRL, Bala-Bala, Risol Bihun & Sambel Kacang"




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Posting pendek aja ya. 

Kali ini aku mau nulis hal-hal yang masih menjadi ganjalanku ketika masih gawe di Jakarta dulu. Bukan ganjalan juga sih sebenarnya, tapi bentuk rasa heranku karena memang beda adat dan budaya dengan yang di kampungku dulu. 

Kebetulan kantorku berlokasi di Jl Tanah Abang 3 sehingga mengharuskanku untuk mencapai sana kudu naik Commuter Line jurusan Tangerang-Duri-Tanah Abang. Pake kopaja juga bisa sih. Lebih cepet malahan. Cuma ya siap-siap aja kudu komat-kamit baca doa kalau udah angkrem dalam kopaja. Soalnya Abang-abang yang nyopirinnya kadang kayak melayang aja pas bawain kopajanya. Ya karena saking banternya, hahaha. Apa aja trabas. Bahkan jalur buswey pun ditrabas... ya ga semua sih, cuma beberapa oknum aja. Jadilah tuh waktu tempuh kerasa jauh lebih cepat ketimbang waktu naik KRL ataupun bus transjakarta dimana ruteku dulu pakenya jurusan Monas-Harmony-Kalideres. Belum masih nyambung angkot lagi. 

Cape banget pokoknya nglaju tuh...hahaha


Digambar langsung oleh si Admin Gustyanita Pratiwi, monmaap kalau coretan Mbul untuk this Babik menyerupai coretan anak Paud 😋😱

Kamis, 15 April 2021

Ide Menu Buka Puasa atau Sahur ala Mbul Nita





Oleh : Gustyanita Pratiwi

Assalamualaikum...

#dijawab dong salamnya....

April ternyata masih hujan aja di tempatku. Siang tiba-tiba jadi gelap, layaknya akan ada badai. Anginnya kenceng banget. Atep yang masih pada bocor terpaksa ditalangin dulu pake ember :D. 

Oh ya, berhubung masih dalam suasana Ramadhan, aku mau post ide menu buka dan sahur ala diriku aja ya. Mumpung lagi rajin, tar kalau udah pertengahan bulan dan kumat malasnya kan seenggaknya aku uda ancang-ancang ngepost menu buka dan sahur sedari awal #alesyan, hihi..

Ide menu buka dan sahur ala Mbul Nita

Selasa, 13 April 2021

Review Supernova Petir by Dee Lestari



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Sinopsis Supernova Petir, Dee Lestari

Review Supernova Petir, Gustyanita Pratiwi


Judul buku : Supernova Petir
Karya : Dee/Dewi Lestari
Cetakan pertama : April 2012
Cetakan kedua : April 2012
Penerbit : Bentang Pustaka
Hlm : x+286 hlm, 20 cm
ISBN : 978-602-8811-73-6
Pernah terbit dengan judul yang sama pada 2004


Di sudut Kota Bandung, tersebutlah seorang gadis keturunan Tiong Hoa bernama Elektra. Ia tinggal bersama ayah yang biasa disebut sebagai Dedi dan juga kakak perempuannya Watti. Mereka hidup dalam kesederhanaan di sebuah rumah bergaya Belanda, Eleanor. Rumah tersebut bukannya terlihat megah, malah lebih mirip sebagai gudang raksasa karena memang sehari-hari dioperasikan sebagai tempat servis barang elektronik bernama Wijaya Elektronik. Mungkin, dari situlah nama Elektra dan Watti bermula. Satu, berkaitan dengan istilah elektronik pada nama Elektra, satunya lagi berkaitan dengan satuan watt pada nama Watti. 

Minggu, 04 April 2021

Pengalaman Belanja Online Mukena Bordir Sutra Paris di Tokopedia Ala Si Mbul Nita





Oleh : Gustyanita Pratiwi

Malam...

Assalamualaikum Blooooooog !

Mau cerita-cerita lagi boleh ya. 

Kali ini keinget sama cerita jaman ra enak waktu aku masih 'nguli' di Jakarta dulu. Masa-masa masih menjadi reporter terutama ketika tiba masanya sudah weekend. Di sekitar kosanku yang emang jarang banget ada warung nasi, mau ga mau mengharuskanku untuk keluar cari makan. 


Saatnya Mbul beli mukena baru, karena yang lama udah ga layak pakai (Gustyanita Pratiwi doc)

Jumat, 02 April 2021

"Tanggal Merah"




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Ternyata Jumat ini adalah 'tanggal merah'. Mengapa sekarang aku begitu pelupa ya....


Tapi kali ini aku hanya ingin meng-update blog saja, entah jari ini akan menuliskan apa. Menuliskan sesuatu yang tidak ada arah dan tujuannya, hahaha... Maklum sedang blank. Eh, tidak blank-blank amat sih. Melainkan pikiran sedang terpecah menjadi beberapa bagian. Di luar pekerjaan rutin setiap harinya (yang mana tidak usah dituliskan secara detail lah ya, karena kupikir garis besarnya sama dengan orang-orang pada umumnya, pun setiap penulis tentu punya rules of the gamenya masing-masing tentang apa yang hendak dituliskan dan yang tidak, jadi mari kita sama-sama saling memahami), wkwkwk. 


Hasil masakan ala alanya Chef Beby Mbul

Sabtu, 27 Maret 2021

Cerpen : Kedai Bunga





Oleh : Gustyanita Pratiwi


ilustrasi digambar sendiri oleh si admin Gustyanita Pratiwi


Baca juga : Kebun Mini

Cerek yang kujerang telah menjerit. Tergopoh aku mematikannya agar tak sampai 1 menit mencapai kompor. Pagi-pagi betul aku sudah bangun. Aku tidak tahu apakah barusan tidurku ngorok atau tidak. Tapi kepalaku jelas nyut-nyutan. Aku kedinginan luar biasa seperti berada di antara tumpukan salju yang menyerupai gula halus pada permukaan kue tart ulang tahun. Tapi kemudian aku teringat, bahwa aku tidur hanya mengenakan kaos oblong tipis  kebesaran dan celana pendek sepaha. Jadi kemungkinan besar aku kedinginan karena itu. Aku lupa keberadaan sarung yang biasa kupake ada dimana. Aku tidur dalam keadaan meringkuk seperti udang, bertemankan guling yang biasa kudekap dengan erat sampai kemudian aku terpejam.

Minggu, 21 Maret 2021

Kebun Mini





Oleh : Gustyanita Pratiwi


Lagi-lagi nulisin ini. Ga tau kenapa ya aku suka sekali nulis rumah masa kecilku yang bagian ini. Sebenarnya aku lagi blank nulis kata-katanya. Tapi aku terlanjur suka ama foto-fotonya. Soalnya aku udah nyimpan banyak. Dan aku pengen upload di blog. Sebab kalau ga di blog dimana lagi? Aku ga mainan sosmed lain selain blog :'(. Aku uda ga mainan fb, aku uda ga mainan ig, aku juga ga mudeng dolanan tuiter. Dan males juga mainan twitter. Entah kenapa aku lagi males mainan itu semua, wkwkwk. Udah dari 2019 sih. Jadi satu-satunya tempat yang masih bisa kupakai buat happy-happy adalah blog. Termasuk wadah buat nampung foto-fotoku yang ala kadar ini.


Jumat, 19 Maret 2021

Review Lombok Sawah Resto, Magelang





Oleh : Gustyanita Pratiwi

Hola hola hola....

Apa kabar hadirin dan hadirot sekalian, teman-teman blogger kesayangan Mbul yang sering komen atau mampir di mari? Hopefully you guys selalu dalam keadaan sehat ya. Always happy dan tidak pernah bosan meramaikan blog aku yang buduk ini. Sebab tanpa kalian apalah arti aku menulis....#weleh ngrayu :D.  

Kembali Beby Mbul is in da house yooooo.... karena aku mau review resto lagi!!!! 

Kali ini nemu tempat makan oke di Magelang,  lebih tepatnya arah-arah Secang-Pucang yang mana jalannya lebih kecil dibandingkan dengan jalan utama yang mau ke arah Purworejo kalau dari arah Magelang. Areanya memang agak sepi karena sebelumnya kanan kirinya itu sawah, sementara tempatnya sendiri udah mau masuk ke area perumahan. Nama restonya  adalah Lombok Sawah. Resto yang setelah kukepoin di internet ternyata lumayan nge-hits juga. Meskipun pada saat ke sana, pengunjung relatif sepi ya. Hanya ada beberapa pengunjung keluarga, termasuk Mbul.

Berarti comfy juga nih tempat. Protokol kesehatan pun dijalankan dengan ketat oleh resto ini. Jadi lumayan tenang lah jika ingin mencoba makan di tempat. Yeay!!! Aku memang lebih suka makan di tempat sepi sih. Lebih kyusuk, lebih tenang juga bisa foto-fotoin menunya...#ga tengsin dilihatin orang, wkwkwk.



Bebek goreng kremes plus lalap dan sambal korek Lombok Sawah Resto, Magelang

Kamis, 18 Maret 2021

Tirai Kasih yang Terkoyak




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Demi cintaku kepada dirimu
Semua kuserahkan untukmu
Demi sayangku pada dirimu
Kurela berkorban untukmu
Walau sekian lama aku harus menunggu
Aku tetap menunggu dirimu
Demi rasa sayang rasa cintaku
Yang tulus dari dalam hatiku

Mimpi pun aku tak ingin jauh darimu
Apalagi kalau sampai berpisah
Selama-lamanya kuingin dekat denganmu
Aku ingin miliki dirimu


Suara lembut nan mendayu-dayu milik Desi Ratnasari yang membawakan lagu "Sampai Hati" mengudara bersamaan dengan opening song sebuah sinetron lawas era 1997, Tirai Kasih yang Terkoyak. Sinetron produksi Star Vision yang diputar RCTI usai Isya ini biasanya menemani hari-hariku semasa kecil dulu. Ga nonton sendirian sih sebenarnya, tapi lebih ke nemenin ibuku yang njinggleng nonton deretan sinetron lawas, dan salah satunya adalah sinetron dengan bintang utama Bella Esperance


Sinetron Jadul RCTI, Tirai Kasih yang Terkoyak, adegan Kemala yang gila dengan anaknya Satria kecil yang tetap menaruh hormat padanya