Laman

Senin, 08 Februari 2021

Cerita Tentang Apa ya ini?



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Februari....

Mengapa Bulan Februari terasa begitu cepat. Aku rasa karena jumlah harinya ada 28. Dan sekarang sudah tanggal 8. Aku memutuskan untuk mengupdate blog lagi. Aku ingin menuliskan sisa cerita yang sudah ada fotonya, sehingga aku tinggal mengarang-ngarang saja bagaimana kalimatnya. 

Ini tentang rumah masa kecilku lagi. Beberapa bulan terakhir memang aku disibukkan dengan agenda pulang kampung bolak-balik. Ada hal yang harus diurus. Aku rasa ini yang membuat badanku sedikit agak drop akhir-akhir ini. Maksudnya aku jadi capek sekali. Akhirnya badan sampai pada titik limitnya. Dia butuh dihadiahi istirahat. Dia pengen rebahan sejenak, tapi ga bisa, haha. Ya badan memang sudah ada tanda-tanda mau meriang sih (walaupun meriangnya bukan dalam artian merindukan kasih sayang ya, bukan πŸ˜†πŸ€ͺπŸ₯΄), tapi meriang beneran karena mendadak rasanya seperti kedinginan, ingin didekap erat oleh selimut tanpa mau melepas lagi #cuma pake majas biar keren :XD.

Baca juga : Kucing (Siluman)?


3 anak kucing ini sebenarnya bukan anak si kembang telon loh...dia cuma jadi ibu susu πŸ˜†πŸ˜³πŸ˜±πŸ˜


Aku juga merasa bahwa di kampung udaranya jauh lebih kering dibandingkan dengan di kota. Kalau sudah berangin alamak bisa bergemeletukan itu gigi geligi. Aku jadi sering minum air dari termos yang sudah kudinginkan sebelumnya. Lalu aku seduh teh tubruk dengan gula pasir sebanyak 2 sendok makan (bukannya sendok teh) dan kubawa gelas bergagang yang menampungnya ke teras yang halamannya sekarang sudah dipenuhi dengan bunga-bunga anggrek. Ya, aku suka sekali duduk di sana. Bengang-bengong saja sambil mengunyah jajanan pasar atau kalau pagi kugunakan untuk aktivitas menyuapi Kenes dan Tenggara sembari berjemur. 

Tapi akhir-akhir ini ga ada matahari sih. Cuacanya cukup berawan. Hembusan angin kering sesekali menerbangkan daun-daun jati yang tumbuh di luar pagar. Di kolong-kolong kursi, kucing-kucing Bapak juga ikut mengeong mengusik-usik kaki, meminta jatah pindang yang sebenarnya sudah dijadwal sebanyak 3 kali. Kucing-kucing ini sudah beranak pinak sampai 5 generasi. Dua babon betinanya yang sudah beranak badannya memang montok. Pasangannya kucing liar entah punya siapa. Kucing Mbarong katanya hahahha..... Si babon, yang satu anaknya 3. Yang satunya lagi anaknya mati semua. Tapi anehnya, biar kata bukan ibu kandungnya, tapi yang terakhir ini saban hari malah netein 3 anak cemeng milik saudaranya ini lho 😝😳😳😱. Jadi ibu susu bagi ketiganya. Ibu kandung si kucing 3 ini malah kerjaannya malas-malasan saja. Melungker  di atas sumur yang atasnya dikasih jaring-jaring bambu. Aih... Untung saja masih ada jaring-jaringnya, coba kalau ga.... bisa wassalam....😱😱😳. Dan ternyata 3 kucing cemeng ini malah lebih suka nempel sama Tantenya (((Tante Kucing maksudnya))).

Terus kalau dilihat dari foto di atas, 3 kucingnya jadi gemuk-gemuk banget kan ya. Padahal cuma ngempeng. 'Bensin' sebenarnya ya tetep pindang goreng bahkan kadang-kadang lele kukus. Jadilah seendut sekarang. Terutama yang item. Itu njebobrok banget, Ya Alloh. Dua saudaranya yang lain masih langsingan dikit sih daripada dia. Oh iya, untuk si Ibu Susu yang aslinya adalah Tante Kucing mereka ini, dinamai Bapak dengan sebutan Telon. Ini karena warna bulunya yang 3 macam. Putih, item, juga oranye yang kalau dalam bahasa jawa disebutnya kembang telon.  Jadi bukan karena sering dipakaikan minyak telon seperti bayi loh ya, hahaha.


Buah karya ibuku, mie goreng jawa yang dikombinasikan dengan jamur

Pelengkapnya tahu goreng n tempe gembus goreng, sisa sate ambal n lele goreng mancing sendiri di kolam 

Duhai anggrek yang kusayang kini tersenyum berdendang....#nyanyi

Gustyanita Pratiwi

Pohon belimbing wuluh, bikin garang asem aturan

tahu goreng & tempe gembus goreng

Aku motonya uda jago belum?

Kuningnya agak pucet
Gustyanita Pratiwi, hijab sponsored by Rabbani

Kalau pagi duduk di sini enak banget, seger

Gustyanita Pratiwi

Entah nama tanemannya apa...tapi bagus ya warna daunnya

Kolam lelenya akung 

Hampir semua bahan sayur bisa metik sendiri hehe

Sayang pas difoto dalam keadaan ga dibelah, jadi kurang dramatis ni semangka πŸ˜±πŸ˜†πŸ˜


Ngomongin di kampung, aku jadi ingat, beberapa hari sebelumnya, saat aku masih dalam kondisi otw, isi pesan WA ibu mengatakan bahwa beliau sangat gembira karena sudah setahun anak tengahnya ini ga pulang. Jadi Beliau ketik aku mau dimasakin apa. Aku bilang apa saja mau lah, kan semua masakan ibu aku suka (((emot aleman minta disayang))). Lalu ibu minta agar aku bilang yang lebih spesifik supaya bisa disiapkan sebelum aku tiba di rumah. Ya udah soto atau rica-rica aja aku maunya. Kemudian dibalas cepat oleh ibu dengan jawaban ya, biar Beliau tinggal memesan bahan-bahannya ke Mbak Nur si tukang sayur yang biasa ngiter pakai sepeda. Kalau rica-rica sih tinggal modal bawain entog ke konconya ibu yang pintar masak buat dibikinkan jadi rica-rica. Spesialis rica-rica dia jago kata ibu. Ealah Mamine, takirain dirimu yang masak, jebul tinggal dipasrahkan sama tetangga dan nanti tinggal bayar jasa masaknya saja, hahhaha...Tapi murah loh, 1 entog cewe yang badannya agak semok dibikin jadi 2 versi yaitu pedes dan juga manis, yang 2 sepanci cuma kena charge Rp 50 ribu #ya surga dunia banget kan rasanya hehehe....

Tapi lucu juga sih, pas awal aku sampai di rumah, ternyata Ibu bilang entognya belom diapa-apain sama tetangga. Setor kemaren, eh masih dianggurin juga tuh entog, jadilah rica-ricanya nunggu bisa diantarkan beberapa hari lagi. Sebagai gantinya ibu masakkan kami mie goreng jawa yang ada jamurnya terus atasnya dikasih taburan kucai hasil tanem sendiri. Lauknya tempe goreng tepung biasa sih, tapi entah kenapa rasanya jauh lebih enak dari yang di Tangerang. Kenapa ya? Apa lidahku sudah mulai gaya dan menjelma menjadi lidah si Anton Ego dari film Rattatouile. Ah ga juga, aku ga pernah komen sepedas dia perasaan. Soalnya bagiku makanan itu cuma ada 2, enak dan enak banget, hihihi.



Antri pindang ya Cing....cabal....

Sayang...sini nengok kemari dong...
Ci luk....Baaaaaa ! Hehehe



Rica-rica yang ditukar tambah dengan 2 buah semangka besar hasil perburuan di pasar kemarin. Soalnya ada yang inisiatif membelikan itu sebagai buah tangan selain tentu saja perintilan sembako gula kopi dkk. Ya, sebelum sampai rumah  mampir dulu ke Indomaret karena susu habis. Kebetulan sebelahnya ada kios buah yang buahnya itu jejer-jejer ayu banget. Ada jeruk yang sedang diskon, anggur hitam, apel fuji, pear, belimbing demak, rambutan, dan juga duku Palembang. Dukuuuuuu? Aku mau itu. Belilah aku 2 kg. 

Semangka yang dibelikan juga dikomentari ibu. Katanya kok besar banget. "Kebanyakan Nduk ngasihnya, siapa yang bakal menghabiskan wong cuma berdua thok di rumah." Kami semua tertawa, tau sendiri kan ada seseorang yang sifatnya royal banget dan kalau belikan sesuatu sukanya kebanyakan, siapa tuh ya, hihihi πŸ™„πŸ€­. Tapi semangkanya pas difoto lupa dibelah, jadi ga kelihatan dramatis bagaimana merahnya. Padahal seger banget itu. Dibelahpun cuma satu dan sangat berair. Sepiring langsung raib ditelan massa, haha. Duku Palembangnya tapi masih disimpan di dalam kulkas. Bukannya makan duku dalam keadaan dingin terasa lebih nikmat.


Rica-rica entog sendiri, pesen sama tetangga sehari jadi

Ini yang pedes...tapi kok berasanya kayak rendang ya?



Saat di kampung, aku banyak menjelajah lemari yang berisi buku-buku pelajaran waktu masih sekolah dulu. Kubuka-buka lagi catatan jaman itu dan alamak, ternyata aku pernah menulis dengan sangat rapi, quote in quote ketika sedang rajin ya. Buku biologi yang penuh dengan gambar-gambar organ dalam mahluk hidup kukerjakan semuanya dengan detail. Begitupula buku geografi yang penuh dengan peta dunia, atau fisika yang penuh dengan gambar pencerminan dan posisi gerhana baik bulan maupun matahari. Matematika pun sama, tapi khusus yang ini banyakan simbol integralnya sih hahaha... Bahkan aku ingat, saat SMP, Bu guru biologiku yang bernama Bu Sumsinah, menugaskan kami para siswanya untuk menggambarkan kategori hewan vertebrata dan invertebrata. Tugasnya dibikin di atas sebidang kertas karton berukuran lebar untuk nantinya akan dipajang di depan kelas. Ada yang kebagian mamalia, amphibia, aves, reptilia, serta pisces. Aku kebagian aves atau bangsa burung. Gilaaak, entah karena darah seniku agak dominan atau gimana, akhirnya kugambarlah itu burung beserta jeroannya (maksudku organ dalamnya) dengan metode pewarnaan yang sangat tertata ckckck. Lalu teman-teman yang lain saat menengok ke arah gambarku langsung terkesima, katanya kok aku bisa gambar sedetail dan senyeni itu biar kata itu cuma tugas biologi ......bukannya tugas kesenian. Akupun tersenyum senang apalagi saat Bu Guru turut mengapresiasi dan bilang supaya yang lain mencontoh. Salah seorang teman yang jago gambar, namanya Broery (ga ada embel-embel Marantikanya sih), dia juga dapat pujian. Soalnya gambarnya bagus walaupun warnanya cokelat semua. Iyalah dia kebagian gambar cacing. Jadi agak merinding aku bayanginnya. Soalnya aku jadi ngeliat cacing berukuran besar. Serem. Aku kan takut binatang uget-uget, walaupun itu cuma gambar. Di buku paket yang ada ilustrasi cacingnya aja suka aku skip-skip karena geli, hahaha...

Tapi kadang tulisanku ada yang miring-miring juga. Aku jarang nulis latin sih. Tulisan biasa aja, cuma model  beberapa hurufnya jadi kelihatan agak kotak. Bahkan novel bodohku yang pernah kutulis jaman itu akhirnya ketemu juga, meski setelah kubaca-baca lagi isinya agak bikin aku pengen tutupan muka. Gila saat itu imajinasiku sudah sedemikian tingginya. Haha, bakat ngayal amat. Tapi aku ketawa-tawa aja karena akhirnya apa yang aku cari ketemu juga.  Ada 3 buku, semuanya masih menggantung. Ga ada yang selese. Keburu Ujian Nasional waktu itu. Jadi lebih fokus ke belajar.


 calon korban yang akan dijadikeun rica-rica..maapin Mbul ya Ntog?

Anggrek anggreknya uti...cantik ya?

Daun kuping gajah

Sarapan kita kali ini

Mie biasa kalau Ibu yang masak enak... πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ€€

Mie goreng penuh kucai

Jajan pasar yang menemani pagi Anda 

Ginian aja enak huhuhu

Kiri pedes, kanan manis

Cakep pinggir daunnya bergelombang kayak bunga

Ini apa ya, aku lupa nanya hohoho

tanaman suplir

klepon, dadar gulung, donat, tahu telur



Begitulah sekelumit cerita tentang rumah masa kecil, kucing, rica-rica entog, semangka, mie goreng jawa, juga buku catatan jaman sekolah....banyak ya ternyata yang kutulis. Tadinya mau nulis pendek aja, tapi akhirnya kebablasan. Biasa lah kalau judulnya cerita tentang masa kecil bawaannya pengen gaspol aja aku hehehe. Tapi aku tengok atap lemari, masih ada loh itu gambar burung jaman SMP...gambar aves beserta organ dalamnya maksudku. Body luarnya aku warnain pink, organ dalamnya aku bikin warna-warni. Tapi Bu Guru bilang bagus...lalu sempat mejeng di depan kelas mewakili aves diantara kategori hewan vertebrata yang lain. Sedangkan gambar si Broery mewakili salah satu kategori invertebrata kategori cacing. Urusan menggambar dulu kami memang saingan. Jaman SMP sih itu. 

Dan tanpa kusadari ternyata sudah panjang aja ya tulisanku. Agak ga penting sih postingan kali ini. Tapi ga pa pa lah ya. Cuma modus pengen mejeng foto-foto makanannya doang aslinya, hihihi. Kan seperti yang aku bilang tadi kalau uda ada fotonya, aku tinggal ngarang-ngarang bebas aja kalimatnya bagaimana #bisaan aja kan aku kasih alesannya, hehehe.

Terima kasih sudah membaca dan meluangkan sejenak kehadiranmu di laman ini...

Nita

Xoxoxo















105 komentar:

  1. Waah keren ya mbak rajin kali melihara entog. Kalau aku di rumah ga bisa melihara gituan, lahan yg sempit dan membuat tetangga marah.
    dulu ibuku pernah melihara ayam, tetangga banyak yg protes krn aroma tak sedap dari kotoran ayamnya, hahahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang melihara bapak ibuku Dek..πŸ˜ƒ

      aku mah sama sekali nda telaten wkwkww...hahahahah...aku kok ngguyu ya...iya kalau melihara unggas baiknya di lahan yang luas Dek...bukan di perumahan, nanti tetangga pada senewen wkwkww..ayamnya nelek sih πŸ˜‚πŸ€£

      Hapus
  2. Cerita tentang apa ya ini? Cerita mbak embul yang bahagia karena bisa pulang dan mam masakan ibuuuk... :D kayaknya aku belum pernah nyobak tempe gembus deh, mbak. Bedanya sama tempe biasa apa ya? Trus rasanya beda juga kah?


    Kayaknya entognya enak deh. Kata ibukku kalau orang masak entog tuh harus bisa an. kalau nggak bisa dagingnya alot, trus nggak enak karena bau... tapi di gambar itu kayaknya enak, empuk gituuu... πŸ˜„

    Semoga apa yang sedang diurus juga lancar ya, mbak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayooo tentang apa? Hihi

      itu bisa juga Mega 😍, tempe gembus itu ampas kelapa Mega, jadi dia teksturnya agak kenyal kenyal empuk gitu...enak deh..umumnya ditumis pakai lombok ijo..tapi kali ini kami goreng kayak rempe tepung biasa ☺πŸ˜„

      enak banget rica ricanya Mega...iyalah aku tinggal makan, yang riweh tetangga hahahaaa

      ini dipresto dulu Say jadi ydah empuk sekali..uda macam chef si embul ngomongnya Ga hahaaaha

      iyap kayaknya masih ada satu sesi lagi yang diurus dalam waktu dekat, semoga aja badan ini sehat dan ga tumbang huhuhu

      Hapus
  3. Mba Nita foto-fotonya, especially bagian tapak meja dan piring-piringnya, ingatkan saya akan rumah simbah 😍 Hehe, vibe-nya berasa diajak pulang ke kampung halaman.

    By the way, entog ricanya betulan mirip rendang, mba. Kok bisa, ya? Apa pakai metode masak rendang? πŸ˜† Dan itu jajan pasarnya, duh jadi ingin, yang pink itu dadar gulung kan mba isi kelapa? Di tempat saya biasanya warna hijau, namun yang di foto mba Nita lebih cuteeee 😍

    Terus itu yang di samping kanan dadar gulung apa, mba? Kayak pastel karena pakai cabe rawit, tapi sekilas seperti ada gula-gulanya, mengkilat gituuu, looks yum �� *makanan muluuuk yang dikomen* memang mba Nita kalau sudah urusan foto makanan fixed buat saya ingin ikutan makan πŸ˜‚ Wk. Bahkan Mie Goreng Jawa Ibu mba Nita terlihat lebih lezat dari Mie Goreng Jawa Tek Tek langganan saya. Kental banget bumbunya, saya sampai ileran lihatnya 🀀

    Well eniweis, terima kasih mba Nita sudah kasih inspirasi makanan πŸ˜πŸ’•

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyikk mbak eno jadi berasa kuajak menelusuri lorong waktu secara virtual 😍

      (((o(♡´▽`♡)o)))

      iya Mbak eno, mirip rendang yang pedes..yang manis mirip semur..beda di dagingnya doang kalau rendang n semur biasa pakai sapi...ini pakai entig hihihi

      bhahahha di Korea ga ada jajan pasar ginian ya mba eno? kalau ke Indo marem ya Mbak beli ginian...iya itu dadar gulung isinya kelapa parut dipakaikan gula merah bahasa jawanya enten-enten mba eno 😍


      itu yang cokelat tahu telur mba...jadi tadinya tahu putih dihancurkan lalu dikasih bumbu halus dan dicetak pakai cetakan tahu telur..tengahnya kasih telur puyuh rebus..kalau ga salah ingat dalamnya ada sayuran wortelnya juga...nanti dia digoreng hingga cokelat keemasan

      mie goreng jawa buatan mamine mantab abis mba...hihi...walau masaknya pake kompor biasa..kalau di tukang bakmie warung tendaan biasanya pake tungku sih hihi

      iya kalau mie tek tek ada kuah kentelnya ya mba...maknyus

      sama sama Mba eno
      (´✪Ο‰✪`)♡

      Hapus
  4. akhirnya dar der dor masakannya keluar semua
    btw mbak itu preman yang suka patuk orang kasian juga dijadiin masakan
    kadang sebel tapi ya kasian hahah
    aku suka aja si kalau entog meski emang agak alot
    biasanya dibumbu rujak aja

    aku kalau ada tugas gambar apalagi kelompok mesti auto kasiin peralatan aja ke temen
    karena aku gabisa gambar mbak hahaha

    hawane ancen pingin berselimut tebal
    apalagi kalau ujannya pas malam hmmm

    BalasHapus
    Balasan
    1. asyikkk..paling semangat aku nek wes dikomen 'dar der dor' ro sampeyan Mas Krom hihihi

      wakakakkakak...mas tu entog mbok sebut preman pesti wes pernah disosor ya hahahah...nek aku pernahe disosor banyak mas...alias angsa atau soang wkwkwkw...ngeri galak memang kedua bangsa aves ini hahahaaha

      iya bumbunya nek bikine lengkap dan sesuai pakem (((halah sesuai pakem kataku hahhaha))) rasanya pesti wenak mas..

      wakakkaa...trima beres dong oas pelajaran gambar..nek aku oesti kebagian nomor siji sik bagian gambare...koncone sik bagian hora hore hahaaaa

      betul...udan februari ra wis wis..semoga tidak sampai bajir amiiin

      Hapus
  5. Ihh entog.. ya Ampunn.. rasanya gimana mba? Saya bukan penggemar bebek sama entog soalnya.. apalagi skrang lagi agak ngurangin daging2an walaupun ikan sama telur masih maakan.. *lohh knapa??** alasan bayu biar bisa hemat dkit.. karena kangkung lebih murah sama sop lebih murah meriah.. wkwkwk

    Mba ngeliat gambar Mie Jawa.. ya ampunn kangen masakan Ibu... bahkan beliau dlu sering bikin capcay yg dari tepung digoreng itu mba.. terus dipotong2 dimasak ala mie jawa.. enak banget... πŸ₯²

    Februari cuacanya lagi Ya ampunnn .... mendung, hujann, dingin, ehh tidurrnya masih sendirian.. 🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. peluk itu gulingnya dek bay hahahhahaha

      #mbak mbul kompor mledug

      ealaaaa kangkung aku juga sukak...salah satu sayuran yang paling gampang diolah dan rasanya otentik. Uda deh jadi sayur wajib dalam seminggu harus ada itu hahahhaha

      entog itu gimana ya...aku juga agak sulit menjelaskannya #uda macam skenario dalam drama dah hahahhaha...tapi aslinya agak wuled alot tapi karena ininsudah dioresto makanya empuk dek πŸ˜„
      eh itu capjahe dek kalau tempat mbak mbul nyebute...dan mie jawa...perpaduan yang sangat klop 🀀

      Hapus
  6. Weeeenak ??? Banget nih makananya, meski menu seadanya kalau makanya rame - rame berasa nikmat banget ya gak sih mbak nit ??? Entok, itu bebek kan ??? Mbak nit ???;

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukaan, entok itu kucing wkwkwkwk :D

      Hapus
    2. benar banget tari, seadanya tapi kok ya wuenakkk 😍πŸ₯°...entok berbeda dengan bebek tari. entok itu yangwarnanya putih item ada jambulnya...dia agak pendek ketimbang bebek tari....☺😊

      Hapus
    3. mas nif...jangan menyesatkan wkwkwkkwk πŸ˜†

      Hapus
    4. haha abis ga tahan gw lihat komentarnya, pengen gw sesatkan :D

      Hapus
    5. nambahin dikit persamaan katanya mentog atau entog itu itik senarai atau itik manila...kalau kata kang satria itik menila..:D

      Hapus
    6. kalo di tempat gw gada mbak, paling cuma ayam sama bebek, terus kalo bebek yang lehernya panjang kan angsa, kalo di tempat gw nyebutnya "banyak" bikin bingung kalo ngomong sama org jakarta :D

      satu lagi mbak, kalo di tempat gw kuah sayur di sebutnya "jangan".. orang di tempat gw kalo pertama kali ke jakarta mau makan di warung pasti pesenya, nasi + jangan, yang punya warung ga tau kalo "jangan"=sayur.. ahirnya bikin bingung :D

      Hapus
    7. masa ga ada yang piara mas? di tempat ku banyak banget entog xixiixix...kadang sobo (kalau yang punya tetangga), kalau punya bapak ibuku dikandangin sih :D

      sama mas nif...di tempat aku angsa juga disebute 'banyak'...jadi dulu waktu kecil aku pernah pengalaman disosor 'banyak' makanya sekarang agak takut ama 'banyak', kebanyakan galak soalnya hihi

      istilah sayur di tempat aku disebut 'jangan'. Jangan bayem, jangan kangkung, jangan lodeh, jangan oseng-oseng, banyak...xixiixix...kalau lawuh disebute kelan....

      Hapus
    8. Jangan disebutnya sayur, angsa disebutnya banyak berarti kalau sayur angsa disebutnya sedikit dong?
      Kalau di sini entok disebut menila kalau angsa disebut soang.

      Hapus
    9. bentar...ini kok jadi kayak clue kuis tebak gambar yang dibawakan oleh bung david chalik pas jaman aku masih sd mas hermman di ar ci ti ai dulu wkwkwkwk

      Hapus
  7. widih jajanan pasarnya itu lho bikin pingin, yang warnanya ijo bulet klepon favorite gw tuh mbak, ibu gw lumayan seribg buat klepon kalo ada acara arisan ibu-ibu dirumah :D.. kalo ga salah, itu juga salah satu makanan favoritnya bokir di film dono kasino indro jadul, masih inget ga :D

    btw gw salah satu yang ga bisa pelihara binatang meski itu kicing, memang agak lucu tapi gw rada geli dan takut kalo pas tidur nyamperin kekamar.. dulu sih pernah pelihara kucing cuma semingguan keknya, tiap pulang sekolah gw kasih makan kerupuk dan akhirnya dia kabur entah kemana hahaha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaaakkk betul banget mas khanif...klepon kalau di film dono kok disebutnya onde onde ya...padahal onde onde kalau tempatku yang ada wijennya isi kacang ijo wkwkkwkw

      bukan bokir atuh mas tapi diding boneng apa yak yang berperan jadi maling tapi pas buka kulkas ngemilin klepon kan πŸ˜„πŸ˜†

      kucing sebenarnya aku juga atut mas...yang kecil soalnya idungnya masih basah dan kadang vileren..beda kalau udah gede dan dewasa apalagi ndut itu baru aku suka hahahhahahhahah


      oh my God diempanin krupuk ya jelas kabur mas, harusnya dipakanin ayam keepcih hahahhaha

      Hapus
    2. ya abis gimama soalnya gw sendiri gak doyan ikan, masa punya peliharaan kucing makanya ikan sementara majikanya kerupuk, aduhh keenakan kucingnya :D

      Hapus
    3. ya Alloh jadi kebolak balik ya mas nif wkwkkw

      majikannya maem krupuk,p kucingnya keepci atau mc D hahahhahahah

      Hapus
  8. Wohohooho aku baru tau loh kalau kucing itu bisa nyusu ke yang bukan mamaknya sendiri. Btw, di rumahnya asik bener yak, banyak tanaman jadi bisa ijo keliatan seger gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hay Mas Agus...terima kasih sudah terdampar alias berkunjung balik di blog nya Nita yang sederhana ini πŸ˜ƒ

      iya sepertinya pesona sang tangteh kucing lebih keibuan daripada ibu asli daripada ketiga kucing kicik yang kini sudah endut itu πŸ™„πŸ€­πŸ€­

      Hapus
  9. Wuiih .. ada foto si imut Mbul kembaran warna jilbab dan bunga anggrek kesayangaannyaaa ...

    (≧▽≦)

    Aku tuh rada heran, terus selanjutnya juga kagum loh .. kok ...bisaaaa bahan apaan saja jadi tulisan postingan.
    Panjang pulaaaak ukurannya [ular kaleee akh panjang .. hahhahahhyyy :D].

    Lalu, kapan acara momong anaknya nih ...kalau hampir tiap hari bisa publish postingan begitu ..ckckck ..
    Apa momongnya sambil jari jemari ketak ketik kibord yach, atu jugaak .. anaknya kak Mbul yang ngetik sementara kak Bul yang bacain ?, hihihi ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. eastaga ngakak mas him πŸ˜‚πŸ€£

      cindil cindil e isih podo tilem mas him, bubuk wakkakakakka...sementara itu mamahnya takonlaine sek mbalesin komen dan bewe bewe manjyaaah hahahha...lha kalau nda gitu kurang seru jew...aku kan suka keramaian di blog macam blogger feimes kita semua himawan sant hahahhahah...soale salah satu kepengenan pas awal nulis dulu di postingan pertama ben bloge rame nambah teman dan paseduluran mas...#kakehan alasan si mbul padahal pengen hiburan hahahhah

      tapi ngger wes podo tangi ya diriku siap siap rodi lagi huahhahahha...makanya bisa bales komen dan bewe taksempil sempilin di sela sela kesibukanku yang dah ngalah ngalahi CEo ini #helllaaaaw ceo hahha

      oh itu postingan bisa panjang asline karena ngarang bebas mas, ya gitu deh...modal jepret foto sik, abis itu tinggal mempraktekkan ilmu ngarang indah deh wkwkwk

      sengaja takpublish sekarang soalnya mau ngabisin stok foto kuliner yang sudah kukumpulkan di kamera Mas, nanti kalau dah takbikinin artikelnya (walaupun rasa ngarang indah), aku taksiap siap hibernasi panjang kayak beruang Teddy 🐻🐻

      Hapus
  10. Induk kucingnya unik sekali. Netekin anak orang. Ntar marah lakinya. He he ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. induk kucing yang menganggap anak saudaranya sebagai anaknya sendiri Mba..hihi..laki si kucing telon nanti berubah jadi harimau benggala ya mba...huahahahhaha

      Hapus
  11. Dari kemarin Mbak Nita nyuguhinnya makanan mulu ih, terus pas aku belum makan pula. Sengaja beud nih mbak? Hayo ngaku!! *otw beli pecel tumpang

    Oh pantesan, itu toh alasannya kenapa adekku yang ditawarin mau makan apa tiap kali dia pulang ke rumah? Soalnya dia jarang pulang kayak Mbak Nita. Jadi mumpung pulang, yok dah dibuatin makanan kesukaan.

    Rica-rica yo rica-rica, mosok rasane rendang?
    Mbak Nit ojo guyon, opo jangan-jangan ibunya pesen di rumah makan nasi padang? Makane g koyok rica-rica? XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayo pipit reneo takkei sakpiring munjung...tapi ditelaske ya hahhahahah

      🍝🍝🍝

      iya ibuk mah so sweet setelah aku di rantau orang pit...padahal dulu pas masih seatap uh lala ndino ndino tempe tahu bayem tok hihi

      kalau pas uda gede gini segala disembelihin ayam, entog mamine okey hahahha

      hampir nyaru rendang...kuahe pekat sih

      wakkakakak...percaya ga...di deket rumahku yang di prembun (ujung kebumen), iku juaraaaang banget deket warung masakan padang loh...lha neng kampung jarang wong jajan sik...pada masak dewe dewe ndek rumah yakan? πŸ˜†πŸ˜„

      Hapus
  12. anak kucingnya kok gede gede hampir segede induk nya, kasian yang nyusuin

    btw pengen jewer pipinya mbak mbul deh wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. susunya buat rebutan
      bwahahhahahah

      ampun aku mau dijewer pipinya πŸ˜†

      Hapus
    2. biar makin cabi kalo kata orang, biar tambah kawaii wkwkwk

      Hapus
    3. mbul masuknya chubby chubby club dong mas intan πŸ˜†

      asyikkk dibilang kawaii 😁

      Hapus
    4. awas idungnya makin terbang entar bener bener ilang idungnya wkwkwk

      Hapus
    5. idungnya ga kemana mana kok, masih pada tempatnya...aman πŸ˜‚

      Hapus
  13. Kucinge akeh banget Nit... Berarti asline kucing dimaemi nasi Ki Yo aman ya Nit(wong ibumu dokter hewan to) soale klo di grup2 pecinta kucing itu jare kucing jangan dikasih nasi...bisa diare. Tapi jaman sblm ada macem2 dryfood...setauku kucing maem e ya nasi.

    Kui telon apikan banget...Dudu anake, wis gede2, isih gelem nyusui

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh aku confirm bapakku maneh saiki jarang diuledin nasi mba lis...tapi pindang goreng atau lele kukus..kadang ayam goreng juga...macem macem sih


      iya...cemeng 3 malah nempele ama tante telon hahhahahahhaha, sampai sik item jadi endut gitu mba lis, ngluwihi sik ditetein hahhahahaha

      Hapus
  14. A brilliant post...thank you so much!😊😊 And really cute cats!!πŸ˜‰

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank's for your appretiation Dear Ygraine, my friend 😍

      Sure, our cats are adorable when they cuddle with us, and it’s so heartwarming to watch them grow up so fast, healthy, and having a beautiful furries.

      My father treats and care for them very well. So i'm amazed by this result (´✪Ο‰✪`)♡

      Hapus
  15. Masakan ibu memang ngangenin ya Mba Nita 😍 Semua kerasa enaak. Dan sama Mamaku jg suka nanya klo udah mudik tuh, pengen dimasakin apa. Pdahal apa aja pasti aku lahap makannya klo udah d rumah 😁

    Anggrek2nya bagus2 banget 😍 Macem2 n warna warni. Pdhal kan anggrek termasuk taneman yg susah bukan ngerawatnya? Telaten ya orang tua Mba Nita ngerawatnya 😍

    Mbaaa, sekalian dong buku catt biologinya di foto. Kukan penasaraaan. Apalagi Mba Nita klo gambar kan bagus2. Kaya babi oink oink di ikon blog ini yg gemesin itu. Hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali Mbak Thessa, tiada yang lebih genuine selain masakan Mamine tersayang 😍😍

      iya betul...serasa dapat contrengan resep baru buat dipraktekkan sendiri...original recipe from mamine untuk beberapa jenis masakan tertentu πŸ˜‹ xixixi

      tull mba...agak tricky dan harus tahu caranya...yang mana aku juga nda tau sih sebenarnya. Cuma kalau ga salah musti ditempatkan pada pot yang punya lubang drainase agar kelebihan air bisa ngalir keluar dari dalam pot. Dia juga butuh sinar matahari yang kuat, tetapi tidak langsung, plus sirkulasi udara untuk menjaga kesehatan akarnya....iya ibu aku yang seneng bunga bungaan Mbak...hehehe

      naitu...aku lupa fotoin kekekkeke...keburu napsyu pengen upload foto makanannya #kebiasaan emang si mbul...ntar kapan kapan aku post tulisan aku jaman sekulah ☺😊

      Hapus
  16. Boa tarde. ParabΓ©ns pela excelente matΓ©ria, sou apaixonado por orquΓ­deas e a culinΓ‘ria de vontade de provar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, Luiz Gomez my friend, the orchids are starting to bloom! They look pretty in purple and yellow ones, and grow as well as other various ornamental plants in my parent's small yard πŸ˜„

      and bout my mother's dish...i love them very much, because of the authentic flavour such us java's style noodle with mushroom and fried fermented coconut shreds cake (that we called it as tempeh gembus goreng in 'bahasa Indonesia').

      Whereas the rica-rica of muscovy duck is a beautiful dish like rendang but actually different, sophisticated thing that made by our kindly neighbour ☺πŸ˜ƒ

      Hapus
  17. kucingnya cute....
    senang lihat warna bunga anggreknya....cerah dan pretty....

    Setiap hari pasti sibuk dengan berbagai peliharaan.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Pak, terutama yang gemuk itu lucu chubby namanya si hitam...lorek lorek sih πŸ˜„

      iya cerah dan bikin adem kalau duduk di sekitar situ ditemani angin sepoi-sepoi

      iya setiap pagi ada jadwal rutin ngempanin dan itu ramai sekali :)

      Hapus
  18. Baca postingannya sama liat-liat fotonya jadi ngiler, pasti enak banget itu masakannya :D

    Udah lama nggak nulis blog model gini, cerita tentang keseharian yang mengalir gitu aja ~~~
    Ahhh... jadi kepengen juga nanti nulis kayak gini di blog, nggak sampe harus nunggu ada sesuatu yang 'kayaknya perlu ditulis. Tapi ya, nulis di blog karena pengen nulis dan bercerita aja :D

    Bagus loooh tulisannya dan produktif banget bula Februari udah sampe 5 postingan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah trima kasih banyak atas apresiasinya Pak Guru Edotz...

      Rasanya tersanjung dan melambung tinggi diri ini dikomentari sesepuh aka mastahnya blogger energy beberapa tahun silam yang sukses menelorkan blogger blogger muda yang bagus-bagus tulisannya juga mempunyai karakter masing-masing...ehehhe...uda lamapun ga bewe kemari ternyata blog aku masih ajeg begini kan pak guru wekekkek


      ayo pak guru edotz kibarkan lagi nulis nulis jaman pas rame temen temen seseruan di blogger energi πŸ˜„πŸ˜, pasti seru dan terasa 'lepas' nulisnya...

      sekali lagi matur sembah nuwun pak guru, this mean a lot to me ☺πŸ˜ŠπŸ˜„

      Hapus
  19. Emang bener banget ya mbul, kalau kita mau mudik pasti ibu nanyain mau dimasakin apa, ibuku juga gitu terus sih, dan aku pasti minta dimasakin tumis buah pepaya sama santan daun singkong, soalnya aku berkali2 beli masakan itu tp ga ada yg seenak masakan ibuku hihihi, walapun kita udah emak2 tp tetep aja ya, punya masakan favorit ibu hihihi

    Btw di rumah ibuku pun banyak bunga2, ibuku seneng bgt nanem bunga, bagus2, kalau aku jgn ditanya, ga telaten blas blas hahaha.

    Makan lele hasil panenan sendiri itu rasanya lebih nikmat ya, walpun ukurannya kadang mini, kalau makan sama keluarga nikmatnya jadi berkali lipat.

    Duh aku jadi kangen mudik, gek piye iki, terakhir mudik pas lebaran 2019, untung pas lahiran kmrn ibuku dateng, di rumahku sampe 4 bulanan, ngrumati putu lanang hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hu um Meta, gitu aja bikin terharu ya....padahal dulu jamannya masih bocah sering bandel n ngeyelan sama orang tua...pas uda gede dan jarang pulkam ya Alloh sekalinya pulkam dijamunya berasa kayak tamu agung, padahal anak sendiri..dimasakin macem macem dan yang kita suka xixixix

      eh say...tau ga sih...aku juga seneng tuh tumis kates muda atau pepaya muda yang pedes...bertabyr cabe rawit...nek ga lodeh mirip lodeh labu kalau di jakarta yak...tapi enak pancen loden pepaya muda...maknyus nek jare Alm Pak Bondan 😝🀀🀀

      eiya loh kalau di jateng kebanyakan khase halamane gede alias ombo njuk ditanduri kembangan kan....biyen kembangae luih akeh say timbang saiki..ada soka, bugenville, kembang kertas sik biasa buat main kuku kukuan jaman cilik, kembang mawar, dll...blom tanaman hias lainnya macam paku pakuan, simbar menjangan atau tanduk rusa, agronema, dll..uakiiih tenan dan ditandur di dalam pot pot jejer jejer gitu...ada pula yang digantung

      yappp...memang kumplit kih akunge, pensiun disibukin ama ternak n piara ikan...lumayan nek pas mager tumbas lawuh tinggal nyeser trus digoreng deh wkwkwk...gorengan ikane bapakku paling mantep garinge ..

      owalah manteb tenan say...4 bulan diewangi...aku dong rekor mung ditiliki seminggu atau 3 hari hihihi...

      Hapus
  20. Kucing-kucing itu mungkin sedang merasa kehausan dan tidak bisa lagi menunda rasa hausnya, sehingga mereka secara bersamaan menemui sang ibu susu untuk melepas rasa hausnya. Sebuah kebersamaan yang cukup menyejukkan , hehee...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi ke-3 anak kucing yang bodynya sudah tidak menyerupai anak kucing lagi...malah kayak remaja kucing Mang Maman, mereka agak brutal hahhahahah...si Aunty Telon dikroyok begitu...malah badan Aunty Telon kalah set dengan si Hitam lorek lorek yang ndut itu Mang wkwkwkkwk...Lucu tapi kan? Untung aku ga ketinggalan motret moment langka ini. πŸ˜„πŸ˜†

      Hapus
  21. Aku kok malah ingat rumah ya kak? Sama kaya di rumah, kalau pulang meja penuh dengan makanan. Btw, pengen ngicip entognya

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar mas supriyadi...hawa-hawa rumah masa kecil selalu begitu ya. Ada satu tempat di hati yang bakal selalu dikangeni sampai kapanpun buat rumah masa kecil dan segala kenangannya ☺😊

      Hapus
  22. I love orchids and I love getting to know the cuisine of other countries.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you for a lovely time Sunika my friend 😍

      Yes, i do love the orchids too, it's called Anggrek Bulan (in bahasa Indonesia), but honestly i do not know bout their scientific name..., maybe i'd like to check them into a my biology book sooner or later.

      While about your second question, i can explain that at my parent's dining room table there are 3 categories that consist of staple food, side dish and snack. In our country rice usualy become a staple food. But sometimes we love fried noodle for quick breakfast in our busy mornings. In other day, we can find side dish like muscovy duck's rica-rica, fried tofu, fried tempeh (but in those picture my mother made fried tempeh gembus), fried catfish, etc. While about the snack (especialy in those plate) consist of many things such as klepon, dadar gulung, fried tofu with boiled quail egg, and sweet sugar doughnut. That sounds like a hearty breakfast, right? :XD.

      Hapus
  23. What the cute cats!
    Have a wonderful day :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. This is exactly what i've been wanting Hanna, thank you so much for coming ! 😍

      Yes, my father raising his cats with his
      whole-hearted. Now i can say them grow up so fast and awesome! :D

      Hapus
  24. Nice post, beautiful photos, those cats are so adorable and cute. Thanks for sharing and also for stopping by my blog. Take care and have a wonderful day.

    http://somewhereinirelanddailyphoto.blogspot.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. i thank you most warmly, Bill my friend, getting appreciation from professional photographer like you absolutely made my day, i'm so honored πŸ˜ƒπŸ˜Š

      Hapus
  25. Gorgeous cats and love the ducks too. Are they Muscovy? I love all ducks they are great creatures :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you kindly, Ananka for stopping by here....

      Yes, it is muscovy duck rica-rica Dear...hot and spicy cuisin from our country. Ushes most of grounded red chilli peppers, cayenne, ginger, shallot, and garlic. it has a thick sauce. Very delicious, i think πŸ˜πŸ˜„πŸ˜ƒ

      Hapus
  26. Aku gak bisa baca postingannya karna panjang banget. Jadinya malah fokus makanan sama kucingnya, lucu!

    BalasHapus
    Balasan
    1. kepanjangan ya? nanti deh aku potong dulu pake gunting πŸ˜‚πŸ€£

      oke thengkyu Ananda 😊

      Hapus
  27. Kalau daging entok belum pernah makan tapi kalau bebek sering juga kadang makan pecel bebek atau nasi bebek tapi bukan di resto cuma di warung tenda pinggir jalan.. hihihi

    Itu yang di bawah kue onde-onde kue apa, kue asmara terpendam kah?

    Tempe gembus, lupa terakhir makan tempe ini tahun berapa mungkin 100 atau 1000 tahun yang lalu sampai lupa rasanya seperti apa..hihihi

    Mie goreng Jawa apakah sama seperti mie yang di jual di tukang nasi goreng keliling?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hollaaaaa hoooo...mas her...apa kabar...udah lama ngilang kini kambek egein...welkambek mas herman πŸ˜„

      pecel bebek? mirip pecel lele tapi ikan berkumisnya diganti bebek kali ya mas herman? tahukan anda....eh kok anda...maksude tau ga sih mas her aku punnn...akupun lebih suka makanan waruung tenda ketimbang resto mahal serius...tapi pilihnya warung tenda yang uda terjamin enaknya lho ya πŸ˜„

      hah? kue asmara terpendam? serius ada kue namanya begitu? kok aku baru tau ya...apa kue khas betawi kali ya mas her...ini yang dimaksud yang warna pink ada parutan kelapanya bukan sik? kalau iya jujur aku juga ga tau...tapi kupikir dia bahannya dari singkong (rasanya kayak mata roda) dan dalamnya ada pisangnya mas. enak deh ☺😊


      hastaga mas tetep ya...1000 tahun yang lalu hahhahaah..jaman kolonial dong...kirain masih ada di langit belum dicetak ama bapak ibunya 1000 tahun yang lalu hahahhahah

      mie goreng jawa mienya lurus mas...ga keriting...kalau mienya mie tek tek yang aku perhatikan mienya pake mie telor tapi yang keriting ...e tapi yang dimasak ibuku ada dua..atu oake indomie...atunya lagi baru pake mie yang teksturnya lurus 🍜🍝🍝

      Hapus
  28. Alhamdulillah sehat. Ngga ngilang kok cuma ngunjungin blog aja..hihihi

    Boleh dibilang sama aja sama pecel lele atau pecel ayam cuma di ganti bebek aja..hihihi..lebih enak emang makan di warung tenda bisa suka-suka ketimbang di resto apalagi yang yang sudah terjamin enak biarpun jauh disamperin dan pas pulang udah laper lagi..hihihi

    Iya yang warna pink itu yang terbuat dari singkong dan dikasih parutan kelapa kalau di sini dibuatnya warna warni dan diisi pisang tanduk.. entah kenapa itu kue dinamainya asmara terpendam apa karena diisi pisang tanduk entahlah saya juga ngga tau tapi serius kue itu di sini disebutnya kue asmara terpendam.

    Karena saking lamanya..hihihi tapi masih di tahun Masehi bukan sebelum Masehi..hihihi

    Oh bedanya mie Jawa itu mienya pakai mie yang biasa buat soto mie itu yang belinya cara kilon lalu jamurnya jamur apa jamur Minho kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulilah ya mas...oh tapi masih psbb ketat kan ya DKI, ya kan mas herman?

      nah sesekali blognya ditengokin mas, siapa tahu ada yang nyariin hehehe

      kan pembaca blognya mas herman banyak ☺😊

      nah kan...aku juga mas...

      kalau bebek goreng dapet yang enak di warten aku mah sejauh apa juga kusamperin hihihi...bebek beda sih ama ayam..kalau aku suka ayam kampung, tapi di sini banyakan ayam pedaging mas biar modelnya digoreng atau dibakar..kalau ayam kampung kan lebih remesep menurutku..ayam pedaging bikin cepet kenyang πŸ˜†


      aaahhh...ternyata memang seperti itu ya nama tuh kue di tempatnya mas her...serius aku baru tau mas..

      hampir sama kan kayak mata roda..cuma anehnya ini beli di deoan kantornya ibuku kok bentuknya bulet...dalemnya pisang...biasanya kan kayak roda cuma warna warni ...hu um mas ada 3 warna baru tengah ya pisang..cuma ga musti pisang tanduk sih...kadang pakai pisang raja atau pisang kepok lho mas ☺πŸ˜„

      bhahahhaha...tahun M ya...masehi...bukan SM 😁

      soto mie ya...nah itu dia..sama ga yaπŸ€”πŸ™„, kayaknya sih sama ya...mie kuning 🀭

      jamur minho? eh ga ada kalik mas jamur minho...aku malah keinget lee min hoo haha..tapi aku bukan pecinta lee min ho mas kalau korea wkwkwkw...jamurnya adalah jamur kuping mas 😊☺

      Hapus
    2. Sekarang DKI menerapkan PPKM mikro entah beda sama PSBB itu apa ngga begitu ngerti mungkin cuma beda istilah aja kali ya?

      Padahal ngga sampai dua bulan ngga ngasih komentar di blog sampai lupa kolom balas komentar malah jadi komentar baru apalagi kalau satu windu kali ya mungkin udah lupa letak judul post-nya..hihihi

      Nantilah blognya ditengok kalau udah posting post baru entah itu kapan.. hahaha

      Nah itu memang kalau enak walaupun jauh disamperin dan untungnya yang jual pecel bebek ngga begitu jauh dari tempat kerjanya kadang jam istirahat makan di situ.
      Memang lebih enak ayam kampung daripada ayam pedaging tapi di warung tenda ayamnya rata-rata ayam pedaging bukan ayam kampung.

      Serius memang namanya seperti itu, itu kue dibuatnya dibungkus pakai daun pisang dan dikukus kalau di sini pisang cuma pisang tanduk belum pernah ketemu selain pisang tanduk dan itu kue termasuk kue langka udah jarang yang jual.

      Iya tahun M tapi setelah jamannya si Pitung..hahaha

      Ya kalau mie lurus setau saya mie yang biasa di soto mie yang sering disebut mie kuning kalau yang biasanya buat bakso kurang tau soalnya ngga pernah makan bakso.

      Loh kenapa jadinya jamur Minho padahal tadi ngetiknya jamur ninjo, aneh?

      Jamur kuping jamur yang warnanya coklat itu ya yang biasa tumbuh di batang pohon? Emang jamur itu bisa dimakan?
      Seumur-umur baru pernah makan jamur ninjo doang.

      Hapus
    3. kayaknya cuma ganti istilah aja ya mas..psbb jadi ppkm πŸ˜„...e tapi ga tau dink...hihi...yang penting kita semua tetap jaga kesehatan ya☺😊

      sek..sek...tadi aku sambil cek google sewindu berapa tahun (maklum dulu ga jago matematika hihi)...ternyata 8 tahun hahahha...mangbada rencana ga ngeblog 8 tahun mas her?


      mantab betul mas kalau di deket tempat kerja ada warung tenda bebek maknyusnya, kebetulan dibanding ayam aku lebih suka bebek...soalnya kulitnya tebel huaahahahhah...#pecinta kukit mari merapat.

      iya kan banyakan pakenya ayam pedaging, sekalinya oake ayam kampung harga beda jauh ya mas? Ada harga ada rupa memang xixixiix

      setelah jaman si pitung berarti masa masa penjajahan jepang hahhahahah


      apaaa? ga pernah makan bakso? hahahha..agak terkezoet aku bacanya 😳😱

      nah tuh kan jadi salah ketik jadi minho hahhahahah...tapi aku baru denger yang namanya jamur ninjo...agak mirip mlinjo huahhahah

      iya mas jamurnya yang cokelat pipih kenyel kenyel gitu, ga tau juga jamur yang itu namanya jamur kuping bukan tapi waktu itu aku makan sekarang aku masih hidup mas.....huahahhahah

      jamur ninjo tuh yang kayak gimana sih? πŸ€”

      Hapus
    4. Iya semoga kita semua tetap sehat dan badai ini segera berlalu udah kangen pengen kelayapan tanpa rasa was-was.

      Saya tau sewindu bukan karena jago matematika tapi karena dengar lagu iwan Fals..hihihi..Niatnya ada tapi entah kapan terealisasinya? Hihihi

      Sebenarnya bukan cuma bebek aja tapi ada ayam, lele dan juga tahu tempe..hihihi..pencinta kulit tebal berarti mbak pencinta sate koboi dong..hahaha

      Jaman penjajahan Jepang lewat dikit sekitar 2 atau 3 km..hahaha

      Kaget ya..hihihi.itulah saya salah satu makhluk aneh yang ngga makan bakso dan sampai saat ini saya ngga tau rasa bakso itu seperti apa, apa seperti strawberry, mangga atau melon..hihihi

      Tadi intip google ternyata jamur kuping itu bener yang berwarna coklat ada juga sih yang hitam dan ternyata jamur itu bisa dimakan soalnya kalau lihat di warteg bukan Jamur kuping entah jamur apa namanya soalnya belum kenalan..hihihi

      Jamur ninjo jamur yang banyak tumbuh di bawah pohon ninjo di waktu musim hujan, mungkin kalau di Jawa disebutnya jamur melinjo, kalau di sini melinjo disebutnya ninjo..hihihi

      Hapus
    5. amiiin ya robbal alamin..☺πŸ˜‡

      wah ternyata ada lagunya juga ya sewindu...coba aku ceki ceki di yutub...lumayan nambah list lagu baru walau aslinya lagu lama xixiixi

      sama sih mas her...aku juga ada niatan berhenti ngeblog..ntah suatu saat nanti pasti ada keinginan itu..walau belum tahun resminya di waktu kapan hahhaha

      betul jangan lupakan tahu tempe tinggal diguyur sambal dadakan deh..maknyuss...lalapan timun plus kemangi.... eh apaan tuh sate koboi? penasaran aku.. jangan jangan sate kulit ayam doang ya mas? aku kalau sate ayam kulit pernahnya nyobain sate senayan mas yang sambelnya ada kacang medenya

      haha...ajaib tenan tahunnya bisa lewat..ada kakinya kali ya πŸ˜‚πŸ€£

      serem atuh mas kalau bakso rasa stroberi, mangga, atau melon...yang jelas enak mas dimakan pas hari hujan...o mungkin lebih sering beli mie ayam ya mas herman? bakso itu daging sapi uray mas, sedep deh full micin wkwkwkkwkw


      ahhh iya mas kalau di warteg jamurnya biasanya putih itu kan..jamur tiram bukan ya..aku juga lupa...coba aku intip google lagi...#kebiasaan deh sering ngintip google kerjaan awak hahahha

      kenalan dulu mas ma jamur tiram siapa tahu cocok....cocok di lidah dan di dompet maksudnya πŸ˜„

      nah kan...pohon ninjo apaan lagi tuh...#lagi lagi ku mau ngintip...ngintip google hahahahahahha

      oh ya amplop mas berarti bener kan ninjo itu mlinjo?

      Hapus
    6. Eehh ada suhu Herman...Sungkem Huu.πŸ™πŸ™πŸ™


      Eehh lupa aku baca postingan simbul jadi gagal fokus nih gara2 lihat si Cemeng lagi pada ngempeng...Udah gede masih ngempeng aje nih si Emeng...🀣🀣🀣🀣

      Hapus
    7. si emengnya kudunya dicengkiwing (dicimit) ya kang satria...biar ngga ngempeng mlulu hahhaha...uda gede pun hahhaahahhaa...

      Hapus
    8. Udah ketemu apa belum lagu Iwan Falsnya?

      Gimana kalau sekarang aja kita berhenti ngeblognya? Hihihi

      Sate koboi itu sate kulit alias sate kikil dan memang enak kalau udah makan satu tusuk pasti nyari lagi..hihihi.
      Saya malah belum pernah makan sate Senayan padahal Senayan ngga begitu jauh dari rumah..hihihi

      Begitulah kira-kira namanya juga udah abad 21 jadi tahunnya ada kakinya.. wkwkwk

      Masa sih serem kalau bakso rasa strawberry, mangga atau melon? (Setengah mikir)
      Pengen sih makan bakso tapi apalah daya ngga sanggup makannya jangankan makan bakso beneran makan Indomie rasa bakso aja langsung muntah-muntah. Makan mie ayam juga jarang banget dalam setahun bisa dihitung pakai jari tangan.

      Nantilah coba kenalan itu juga kalau jamurnya mau..hahaha

      Iya bener banget ninjo itu melinjo yang buat bikin emping..hihihi

      Hapus
    9. Eh ada mas Satria, gimana kabarnya mas, sehat kah?

      Hapus
    10. kabarnya baik hu..sungkem hu...#nahloh..kuwakilin si kang satnya mah hahahhaha

      Hapus
    11. blom kucari ahhahahahah...biasa malah njelajahinnya video lain wkwkwkwk

      pengennya begitu mas herman...ntar deh ngumpulin tulisan yang banyak dulu biar penggemar (setdah penggemar) maksudnya temen temen kalau kutinggal nanti uda ada stok bacaan banyak dan tinggal buka buka aja post aku jikalau aku uda ga ngeblog lagi...tapi ga dalam waktu deket juga...cuma keinginan untuk ga ngeblog itu pasti ada...ntah suatu saat nanti..ga tau kapan hahahah..sekarang nabung postingan dulu buat tabungan kelak aku dah ga nulis lagi

      sate kikil sapi? aku ga doyan kikil sebenernya...malah lebih suka kulit ayam mas her..kalau sate senanyan enak..tapi seporsi 10 tusuk muahal hahah...hampir 100 k..sekitar 60 k an kalau ga salah 2 tahun lalu apa ya aku nyobain di the breeze bsd mas..

      canggih banget ada kakinya euy

      ya alloh...makan bakso bisa muntah hahahahha...ajaib mas her..mie ayam juga jarang, beberan anak sultan ini mah...e bentar...biar kutebak...paling sukanya soto yang dimakan ama devi kan hahahahah

      nah silakan ditelateni mendalami jamurnya mas her..

      nah kan bener tebakanku...mlinjo itu sinonim ninjo...cuma agak kaget aja ternyata mlinjo punya sinonim xixixi

      Hapus
  29. Cute kitties, beautiful orchids and delicious rendang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank's a million Nancy...😍

      but it wasn't rendang, rendang is a dish that use piece of meat — most commonly beef — that has been slow cooked and braised in a coconut milk and spice mixture, although rica-rica often use a muscovy duck....

      but as presentation in this case, rica-rica look alike rendang although both of them have a different way especially in main ingredient and how to cook that πŸ˜ƒπŸ˜Š

      Hapus
  30. Tinggal bayar sekian dan terima jadi memang lebih enak sih, daripada repot-repot bikin sendiri. Haha. Tapi ya ada masanya bisa menyantap masakan sendiri jadi keistimewaan.

    Gokil juga itu kucingnya sudah lima generasi. Berasa jadi saksi hidup keluarga gitu. XD

    Enggak tahu kenapa kok saya kurang cocok ya sama mi Jawa. Sebagai orang Jawa kayaknya saya gagal karena favoritnya justru mi Aceh. Hm.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener yoga terbebas dari acara rempong rempong club hahahhaha

      iya kalau lainnya masih masak ndiri..cuma yang agak ribet tinggal pesen mamiku tuh hahahha

      iya yog, nyata adanya..5 generasi turun temurun kami menyaksilan sendiri..semuanya pernah aku ulas di blog ini juga itu kucing kucing dari jaman generasi pertama...yang dah pada almarhum

      lha yoga piye to yog...malah mlipir ke mie aceh..e tapi mie aceh juga enak sih kuahnya kentel merah...aku jadi pengen mie aceh gini ya sore sore...wah gawat nih hahhahahah

      Hapus
  31. What a lovely garden! I am in love with your orchids. The plants look gorgeous and you as well.
    Say hi to cute kitties :)
    The foods look so yummy.

    BalasHapus
    Balasan
    1. thank's a lot kak evi :)
      you make my heart smile ☺😊

      have a great day!
      Kisses 😍😘

      Hapus
  32. waaa, kangen pulkam yaaak
    kalau cape emang butuh istirahat, gak ada obat lain yaak ..#dekaperatselimut

    baru kmrn makan mie jawa..beli mateng di tetangga #infogakpenting

    BalasHapus
    Balasan
    1. kampung halaman dirimu dimana mba?

      iyappp..saatnya kutarik selimut kembali, huademmm pengen kelonan ...kelonan ma guling selimut dan kasur hahhahaahahha


      penting kok...penting banget hahahhahah

      Hapus
  33. Kita samaaa geli banget Ama semua binatang yg jalan pake perut, si cacing, si lintah, si Pacet, si ular hiiiiih. -_-

    Btw, aku jd bayangin, kalo kamu dpt tugas bikin gambar cacing gimana nit ?ahahahahaha.

    Aku dulu sukaaa biologi. Tp benci kalo udh tugas gambar bagian2 tubuhnya :p. Ga Nyeni blassss soalnyaaa :D. Jd gambarku dijamin LBH mirip anak TK yg bikin :p.

    Btw, entog nya menggoda sekaliiii :p. Jd kangen makan entog rica :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. horaaaaaaay aku ada temen perkara atut sama binatang uget uget jalan pake badan...hiiiiy ngeri...huaaaaa...jangan dibayangkan ah..ntar kebayang bayang mulu deh hahahhaha

      aku kalau dapat tugas gini ngalamat syock dan bisa bisa gambar sambil merem mba hahahaha

      aku suka pelajaran biologi dan hapalan lainnya, ketimbang hitungan..walaupun aku anak Ipa hahaha

      ah mba fanny pasti merendah aja yea...pasti gambar mba fanny juga keren kok 😍

      enak mba faaaans ga kalah ama yang dijual sentra kuliner rica hihi...tetanggaku juwaraak berarti mana 2 panci full kan tuh cuma seket ewu hihihi

      Hapus
  34. Menarik artikel tentang pulang kampungnya. Sepertinya senang memelihara kucing, berkebun, dan jajanan tradisional. Suasana asri yang tidak didapatkan di perkotaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas apresiasinya pak vicky πŸ˜ƒ

      betul sekali sehari hari kami jadi sering bercengkrama dengan mpus mpus gendut πŸ˜„

      iya udaranya juga lebih seger ketimbang di kota huhu

      Hapus
  35. Gak kerasa nanti udah 2022 aja wkwkwk
    Ngomong-ngomong anak kucingnya imut :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasi...yang imut tapi kucingnya ya...adminnya gimana? hahahha...just kidding...

      trima kasih sudah mampir kemari syahid ☺😊

      Hapus
  36. Hi!
    Thanks for visiting my blog. :-) Yummy food, thanks for sharing.

    Kisses

    BalasHapus
    Balasan
    1. glad you like it Joanna, thank's for coming up here...

      happy weekend 😍

      greeting..

      Hapus
  37. Iya mbaa, aku ngerasa waktu emg sekarang terasa cepat berjalannya. Tapi kadang emang kalau sedang mengalami masa sulit, biasanya jadi kerasa lama aja wkwkwk kok jadi curhat.
    Salfok cerita kucingnya bapak? Itu kucing makan pindang sehari 3x, berapa total kucingnyaaa. Alhamdulillah tapi sih kalau kucingnya masih mau makan pindang. Coba kalo maunya ikan yang mahal2 πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenernya aku ga dalam masa sulit kok...cuma capek fisik aja karena perjalanan jauh hehe

      pengen dipijetin doang mereun hahahhaha

      nah itu dia untung ga doyan yang mahal..

      Hapus
  38. Cantiknya kak admin, mo ke mana ni udah pake sweet pink, palentinan yaaa...mana tamannya juga bersemi, meong punya tiga bebi, makanan enak yang melimpah. Alhamdulillah, rahmat dan karunia ilahi. Cerita hari ini juga asik...

    BalasHapus
    Balasan
    1. asyik terima kasih kak lantana...jadi pengen terbang ahahahah

      biasa kak si mbul memang pinki pinki club hihi

      alhamdulilah πŸ₯°πŸ˜˜

      Hapus
  39. Meongnya kakak ku tercinta cute banget, saya juga lagi menggalami masa sulit dimana saya harus berpura - pura sok bahagia padahal tidak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tetep semangat tari, semoga segala sesuatunya dipermudah oleh Alloh swt ya..

      kalau nita sebenernya ga kenapa napa sih...cuma lagi jenuh ngeblog saja. di dunia nyata hidup nita dan keluarga bahagia kok hihi...

      smangat yaaa ☺😊

      Hapus
  40. Seger banget halamannya ya allah. Senengnya banyak ijo2nya, semua tinggal petik tinggal ambil 😍 bener2 rumah impian banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. rumah ortu mba pris pasti sama ijonya yekan hihihi 🌳🌳🌳

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^