Kamis, 26 Juli 2018

Review Komik Not An Angel (Shigematsu Takako)





Judul Buku : Not An Angel
Pengarang : Shigematsu Takako
Penerbit : PT Gramedia
Tahun Terbit : 2009

Sinopsis : 

Takabayashi Hikaru memutuskan untuk menjadi gadis yang tidak terlalu menonjol karena masih trauma akan pengalaman masa kecilnya. Dulu ia sering ditindas oleh teman-temannya lantaran pernah muncul di poster iklan atas permintaaan kenalan ibunya. Dari situ ia diejek habis-habisan bahwa : Gadis jelek seperti dirinya mana mungkin bisa masuk ke industri hiburan kalau tidak karena koneksi orang tua. Sejak saat itulah, ia memutuskan untuk menjadi gadis yang biasa-biasa saja. Tidak usah terlalu menonjol sehingga menimbulkan sekelompok orang yang dengki terhadap kesuksesannya. 


Namun, bukan hal yang mudah bagi Hikaru untuk mewujudkan tekadnya untuk menjadi gadis yang biasa-biasa saja. Sebab, setelah memasuki SMU Seika (sekolah khusus putri yang menerapkan sistim asrama), rupanya ia harus sekamar dengan seorang idola (baca : artis peran dan juga model), Kido Izumi. Dari situlah, mau tidak mau ia juga jadi ikutan menonjol. Sehari-harinya bahkan ia harus diganggu sekelompok fans fanatik Izumi yang sungguh sangat berisik dan juga suka menitipkan bingkisan. Jadi, keinginan untuk hidup tenang pun rasa-rasanya makin jauh dari jangkauan. Perlahan tapi pasti, ia harus menanggung kerepotan karena keberadaan Izumi di dekatnya.

Awal mereka bertemu sebenarnya adalah melalui serangkaian peristiwa yang cukup memalukan. Pada suatu hari, Hikaru yang sedang berada di halaman sekolah tiba-tiba harus jatuh tertimpa gadis berambut panjang yang sangat cantik. Dialah sang idola, Kido Izumi. Saat itu, Izumi sedang kalang kabut menghindari kejaran fans-fansnya sehingga posisi jatuh keduanya pun bisa dibilang kurang menguntungkan. Izumi menindih Hikaru, sementara tangan Hikaru tanpa sengaja menyentuh dada Izumi yang ternyata adalah silikon ! Ya, Izumi sebenarnya adalah cowok. Ia sengaja menyamar sebagai cewek karena membutuhkan banyak uang untuk pengobatan ayahnya yang kini tengah terbaring koma di rumah sakit akibat percobaan bunuh diri yang dilakukannya. Dengan menjadi cewek, ia kemudian menjajal peruntungan di dunia artis yang harus dilakoninya dengan sungguh-sungguh. Sayangnya, selain Yasukuni-Kun (saudara beda ayah sekaligus asisten Izumi), ada satu orang lagi yang kini (terpaksa) harus mengetahui identitasnya. Ya, siapa lagi kalau bukan Hikaru, si cewek mideran yang sebenarnya berniat untuk apatis karena malas ikut campur masalah orang lain. Padahal, atas perjanjian dengan pihak production housenya--Direktur Akizuki--jika suatu saat identitas Izumi terbongkar, maka Izumi harus rela keluar dari dunia keartisan. Sebenarnya Hikaru sendiri sudah berniat untuk bungkam atas nama ogah terlibat terlalu jauh sehingga bisa jadi malah ia yang akan menonjol karena skandal ini, namun kekhawatiran Izumi dan Yasukuni-Kun tetap saja ada. Mereka takut Hikaru bakal keceplosan, akhirnya Izumi dengan dibantu Yasukuni-Kun melakukan serangkaian teror terhadap Hikaru agar ia benar-benar tidak membocorkan rahasia. Izumi bahkan tega memotret Hikaru dalam keadaan setengah telanjang pada saat pingsan setelah jatuh terdorong fans Izumi pada suatu ketika setelah terjadi cek-cok kecil. Izumi menggendong Hikaru ke kamarnya, melucuti pakaian atas serta dalamannya, lalu jepret...didapatlah satu barang bukti yang penting guna menjamin Hikaru tetap tutup mulut.

Review : 

Terdiri dari 8 chapter, komik ini termasuk sukses mengaduk-aduk perasaan saya. Hampir separuh di awal (untuk chapter pertama), memang terasa cukup membosankan, terutama ketika cerita masih seputar hari-hari Izumi sebagai artis, fans-fans fanatik, juga ikatan batin antara Izumi-Yasukuni-Kun yang dijelaskan lumayan detail karena seandainya saja pembaca lalai untuk mencermati, maka yang akan terjadi biasanya adalah salah paham. Karena kan sesama laki ya, mana sama-sama tamvan pula, tapi kok ya keliatan deket banget, hah ! Jadi rada ambigu juga andai ke-skip penjelasannya. Untung saja saya ga kelewatan baca. 

Oh ya, saya juga rada lelah waktu baca karakter Izumi yang masih digambarkan secara 'visual' sebagai cewek, walau literaly mukanya tetap saja ganteng dengan potongan rambut gondrongnya (yeah saya emang paling demen sama tokoh cowok berambut panjang, karena lebih 'laki' aja keliatannya). Rasanya kayak keganggu sama adegan dimana dia berbincang atau berlaku sedikit mesra dengan cewek yang ditaksirnya, tapi sialnya dia masih pakai rok. Saya seneng liat mukanya yang like a badboy (cause badboy always loveable, right? Tapi saya sebel karena dia pake rok hahhhh !). Palingan di chapter awal ini, saya cuma nungguin scenenya Hikaru yang ga tau kenapa saya jatuh hati sama pribadinya yang gampang tertindas baik secara fisik maupun psikis  quote on quote hati (nanti ada deh bagian dimana saya sukses mewek pas dia patah hati sama cintanya di chapter ke-2,3,4,5). Eh sebenarnya dia ga patah hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan deng, tapi si brengsek yang berhasil membuat hatinya hancur ini juga sebenarnya cinta sama dia cuma sialnya dia terlibat hubungan yang rumit dengan yang lain. Kan brengsek ya, hahaaa...ku kzl. Tapi untunglah Izumi yang bak pelindung selalu bisa jadi yang terakhir untuk disinggahi #haish. E tapi suwer, saya tuh klo urusan komik emang suka pilih-pilih sama tokoh utama ceweknya. Biasanya nih...biasanya saya gampang jatuh cinta sama tokoh utama cewek yang ga terlalu digambarkan sempurna secara fisik, like cantik (phsycaly feminim). Saya suka yang fisiknya berambut pendek (kebalikan dong ya sama tokoh utama cowoknya), terus ga terlalu mungil, polos, gampang tertindas...rasanya tu klo udah nemu yang kayak gitu, saya pengen neriakin ke semua tokoh cowok yang ada dalam komik bahwa :  "Haii tolong lindungi dia !" Dan yes ! Di Hikaru pun berlaku, rasanya tu pengen semua tokoh cowok yang ganteng juga ada rasa sama dia #ahzeg. 

Kayak yang saya ceritain pada paragraf sebelumnya, pada akhirnya chapter selanjutnya uda mulai menampilkan sisi-sisi cerita yang bikin deg-degannya. Semua ini diawali dengan kedatangan si brengsek yang uda saya bocorkan (sedikit) di atas, eh maksudnya guru baru yang bernama Pak Ayase. Sosoknya ini digambarkan sebagai pria yang tinggi, dewasa, berpenampilan kaku dan dingin, namun punya kharisma yang bagus. Then i smell, bau-bau 'adult'nya pada chapter ini #wanjaiii ! Singkat cerita, tau-tau emang Hikaru naksir beliau, dan banyak banget keinginan buat baca chapter ini secara berulang-ulang. Kacau! Saya emang uda di umur segini sih (baca : dewasa), jadi uda ga jamannya lagi buat baca komik yang ga ada 'somethingnya' itu hahahahhaha... maksud saya, saya jadi beneran pake 'hati' bacanya karena mulai menemukan celah yang menarik. Ya bagian diem-diemannya si Hikaru waktu naksir Pak Guru, lalu Pak Guru yang sebenernya juga kasi signal-signal cinta ke dia dan kampretnya semua yang dilakukan oleh Pak Guru ini sakseis bikin hati perempuan meleleh (pake banget), terus yang bagian cemburu-cemburuannya, yang akhirnya mereka cipokan #hestek_hadeeeh_sebenernya_ini_yang_ditunggu-tunggu_sih, terus berdua yang kemudian jadian, tiba-tiba putus, sampai kemudian proses move-onnya yang ajaibnya sukses mengaduk-aduk perasaan. Uda gitu saya juga kebawa  lagi sama tarik ulur perasaannya Izumi ke Hikaru, di tengah-tengah kepolosan cewek yang ditaksirnya ini malah bimbang dengan nasib cintanya yang digantung sama Pak Guru, pun godaan tokoh figuran lain yang sebenernya biasa aja, tapi bad boy juga dan kampretnya ga kalah macho, jadi kerasa Hikaru ini jadi rebutan, halaaah. Jadi intinya tuh saya menikmati banget bacanya, walau rada males klo baca pas bagian ga pentingnya such as cerita audisi, OSIS sekolah, shootingnya Izumi, teman-teman tokoh utama, dll. Tapi, begitu menjurus ke bagian cinta-cintaannya tentu aja saya jadi semangat lagi, haha.  Jadi, saya rasa Shigematsu Takako cukup cerdas membikin karakter utama yang benar-benar loveable, juga lompatan-lompatan kecil dimana alurnya jadi naik turun, sekiranya untuk mengimbangi bagian cerita keseharian yang menjemukan. Oke sip ! Komik ini saya suka.





2 komentar:

  1. Asiiiik, aku suka tulisan mba Nita. :3

    Alur komiknya mirip sama W Juliet ya Mba, cowok yg nyamar jadi cewek terus ditentang keluarganya dan akhirnya diberi izin dengan syarat nggak ada yg tau dia cowok selama sekolah, gitu-gitu.

    Tapi disini ceweknya nggak menonjol ya? Hmmmm... Meski begitu dari covernya memang agak adult neh kayanya. Gak cuma Mba Nita deh yang suka, aku juga whahaha. Tp skrg ak lagi suka banget sama Hapi Mari nih Mba. Komiknya lucu, gemesin, ttg pernikahan gitu, sampai diangkat jadi dorama series juga di Jepun. Cobain deh Mba, di mangakakalot kalo mau online ada kemaren hehehe (nyari temen)

    BalasHapus
    Balasan
    1. You're so true ley....
      Horaaaaay kusyenang la la la ~pend joged kayang karena ada yang tauk komik kesukaan aku w juliet jugak, iyaaaah agak mirip yg soal samar menyamarnya itu.
      Demn emang iyak sih yg kategori adult bikin senapsaran secara uda masuk umur segitu kn diri ini hahahaha

      Oke aku jd pnasaran ma rekomendasimu itu, aku cari aaaah

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...