Oktober bakal tutup buku. Aku pun
mengawalinya dengan sebuah momentum cukur rambut yang berakhir dengan sedikit
penyesalan. Yeah !! Kini model rambutku mirip seperti tokoh Sadness dalam film
animasi Inside Out dengan tatanan poni yang sedikit gagal gaul. Getir.
Kamis, 29 Oktober 2015
Sabtu, 24 Oktober 2015
Review Pondok Seafood Pak Kumis Sangiang
Di Tangerang, tepatnya di kitaran ruko-ruko deket Grand Tomang, ada 1 lagi tempat makan yang oke punya. Masakannya serba ikan, seafood, dan ayam-ayaman. Namanya Sangiang Jaya. Ini jadi tempat favorit kami klo lagi bener-bener ga ada ide mau makan apa. Biasa, kalo uda 5 hari masak, hari ke-6 ama hari ke-7 rasanya nge-blank... Suami sih ga pernah protes ama masakanku, tapi akunya sendiri yang kadang ogah makan masakanku, wkkk.
Jumat, 23 Oktober 2015
Kamis, 22 Oktober 2015
Es Teller Singkawang Tangerang
Selepas Magrib tamas mengajakku ke Kutabumi. Kali ini sasarannya adalah kedai es teler Singkawang yang uda ga diragukan lagi ketenarannya. Kedai legendaris ini berada di kitaran ruko yang cukup ramai. Apalagi kalau malam minggu seperti ini, pastinya banyak pasangan muda yang memadu kasih sambil mengudap es...sama seperti kami inilah....
Rabu, 21 Oktober 2015
Ice Juice Kedungsari
Siapa
di sini yang gemar olahan durian cung !!!!
Pastinya
aku di garis depan. Apa aja model penganan durian pasti langsung masuk ke
perut. Tak terkecuali jus.
Sabtu, 17 Oktober 2015
Renda Bangku, Rasa ‘Minang’ yang Tak Lekang Oleh Waktu
‘Mencicipi’ Minang sesungguhnya
tak melulu harus dari makanannya. Tapi juga dari kearifan lokal yang dimiliki.
Seperti halnya daerah lain, Padang, khususnya Kota Bukittinggi, juga memiliki
sejuta kearifan lokal yang salah satunya berupa kerajinan sulam-menyulam.
Selain songket, rupanya ada satu jenis kain lagi yang membuat saya cukup kepo.
Namanya Renda Bangku. Keren dan lain
daripada yang lain bukan? Mungkin kata ‘bangku’ inilah yang pada akhirnya menggenapi
rasa penasaran saya untuk mempretelinya satu per satu.
Minggu, 11 Oktober 2015
Jilbab Model Anak PAUD
Kalau urusan memakai jilbab, seringkali yang ada adalah riweh dengan suami. Bukaann !!! Bukan karena aku ga mau disuruh pakai jilbab,
tapi karena aku sering dikomplain masalah caraku berdandan. Hahaaa....
Sabtu, 10 Oktober 2015
Pengalaman Menggunakan Nastiti WO Purworejo
Ceritanya flashback H-1......
H-1 itu berjuta rasanya. Ada seneng, bahagia, haru, tegang, panik, capek, ngantuk, hawanya pengen istirahat tapi banyak orang yang harus diladenin satu-persatu. Hahahaha...komplit. Jadi sebelum tanggal 14 Mei 2014 itu, rumah udah ditobong. Karena di sini biasanya ada yang dateng sebelum resepsi, pada saat resepsi, ataupun sesudah resepsi. Sekalian pasang tendanya 3 hari 3 malam. Selain itu ibu-ibu laden juga udah pada stand bye. Soalnya masakan yang disuguhkan di sini kan lain dari yang pesanan katering untuk resepsi. Rempong memang. Tapi apa mau dikata. Namanya juga tradisi.
Senin, 05 Oktober 2015
Sejarah Out Of The Box-nya Fitria Chairani
Tak ada yang lebih mengasyikkan
selain bicara sejarah dengan profil hijaber cerdas satu ini, Fitria Chairani. Secara tak sengaja, aku menemuinya di sebuah
pameran bertajuk wisata di JIExpo beberapa tahun silam. Meski sudah lumayan lama, tapi pelajaran yang aku tangkap dari obrolan kala itu masih tetap lekat di hati. Kenapa menarik? Karena di
usianya yang masih demikian muda, dia berani menjajal kemampuannya di bidang enterpreneurship.
Bersama sejumlah rekan (yang juga sama-sama anak muda), ia mendirikan Campa
Tour and Travel yang basicly adalah
wisata sejarah.
Minggu, 04 Oktober 2015
Sabtu, 03 Oktober 2015
Sate Blora
Sudah 3
hari ini (sebenernya ini postingan tanggal 13 Agustusan, baru sempet dipublish-red) air ngadat. Apa boleh buat, untuk meminimalisir cucian numpuk, kami
sengaja cari makan di luar. Duh, padahal sebelumnya sudah sukses berhemat
lho...(maafkan karena ini darurat).
Jumat, 02 Oktober 2015
Rayuan Pete Goreng
Suasana siang sehabis mendung...Arah jalan puncak pas, dan di samping kiri mobil udah ada Resto Bumi Aki. "Mauukk ke sanaaaaah !!!" Kami uda 3 kali lewat sini. Jadi uda kesengsem duluan ama tempatnya. Pertamanya kami ngelihat pas lagi hunting hotel. Kedua pas balik arah nyari hotel lagi di kitaran Puncak Pas. Terus lewat lagi, karena akhirnya ga dapet. Dan lagi waktu itu hari sudah semakin petang. Lalu kami lihat resto ini lebih detail. Dari kejauhan tuh lampion uda kelap-kelip kayak kunang-kunang. Cakep banget.
Kamis, 01 Oktober 2015
Angkringan di Tangerang
Suatu
malam si Mas ngedadak bilang pengen makan rica-rica. Rica-ricanyapun yang
spesial punya yaitu milik seorang bapak yang biasa kami sebut Pakdhe dimana sehari-harinya
beliau berjualan sego kucing beserta lauk-pauknya. Nah, salah satu yang paling endeus punya adalah rica-rica miliknya
ini. Rasanya hot...pedes, dan penuh merica. Potongan ayam yang kebanyakan
bagian kepala ini terasa gurih berpadu dengan nasi panas dari tum-tuman koran dan kertas minyak.
Langganan:
Postingan (Atom)