Laman

Selasa, 31 Agustus 2021

Pada Suatu Pagi dan Cerita Tentang Rumah Bibi di Gunung


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Pada suatu pagi, aku ngebuka jendela kamar yang menghadap kebon. Di sana uda ada siluet pohon yang tinggi besar, tapi warnanya masih item. Di sela-sela daunnya menyeruak sinar matahari pagi pukul 06.00 WIB. Harum basah tanah masih menyelimuti pagi itu di sebuah desa. Sementara di dapur, ibu sudah meneriakkan aku supaya cepat keluar dan minum teh hangat manis karena Beliau sudah mengadonkannya untuk kami sekeluarga. 



Tapi ngomong-ngomong soal pohon itu, pada setiap pergerakan waktunya, setelah kuamat-amati warnanya memang selalu berubah. Kalau di pagi hari masih kelihatan item, nanti perlahan menuju siang akan menjadi oranye. Mungkin sudah mulai memasuki masa meranggas. Aku terus bertanya-tanya dalam hati bahwa pohon apakah itu? Sempat terlintas dalam pikiran karena imajinasiku kadang-kadang agak tinggi ya, jadi sering kubayangkan bahwa jangan-jangan di sana ada sebuah kehidupan lain yang dimulai dari gerbang menuju khayangan dimana di sana tersebutlah sebuah kisah tentang seorang wanita cantik bernama Mbul Nita dengan gaun hijau ala-ala seperti pemain film laga mandarin modelan Bibi Lung atau tokoh utama animasi china Yun Yun dalam Donghua Battle Through the Heaven dengan bulu-bulu di sekitar rambutnya yang panjang #plakk! Abaikan! Tapi itu katanya sih Pohon Ketepeng. Pohon yang menghasilkan buah kecil-kecil warna merah dengan kulit luar sangat keras tapi bijinya kalau sudah digongso kerasa geseng-geseng enak. Namanya kalau ga salah sogok telik. Bahkan di jaman SD-ku dulu, makanan ini dijual seplastik kecil seharga Rp 100-an. Ya, walaupun waktu ngegletakin kulitnya itu berasa PR banget ya, soalnya keras. Tapi kalau udah nemu bijinya, alamaaak serasa dapat jackpot.





Pagi di desa memang suasana terasa damai. Hari itu ibu memasakkan semur daging sapi dan tahu goreng kesukaan kami. Tahu beli di Pasar Kutoarjo siang-siang tempo hari. Yang mana tadinya mau beli tahu, tempe, telur, tapi jadinya beli tahu doang, wkwkkw. Tahu yang kuning itu loh. Tahu yun yi namanya. Dibumbui pake bawang putih garem aja udah enak. Tapi itu sebelum digoreng ya. Digorengnya ga usah terlampau garing, biar tuh tahu masih kerasa menul-menul di dalam mulut, hehehe. Kalau tempe goreng yang ada di piring belinya di bakul ider.

Sebenarnya waktu ke Pasar Kutoarjo aku ga cuma beli lauk sih. Malah tergoda beli pisang ambon di bakulan buah. Ya soalnya pisang ambonnya ayu-ayu sekali walau di situ ga cuma ada pisang ambon, tapi juga ada pisang kepok, barangan, dan lainnya. Lalu ada sirsak beberapa, ga cuma satu. Sirsaknya besar banget, cuma karena orang rumah ga ada yang tahan sama acemnya, ya udah ga jadi beli deh aku. Bhaaayy sirsak, kamu jangan ngambeg ya soalnya aku ga jadi beli #pukpuk sirsak, bhayyy..love you!





Terus ngiter-ngiter lantai atas mandeg lagi ke tempat jajanan dan juga krupuk, beli aja krupuk putih agak banyakan sama mie kremes rencengan. Lumayan kan buat cemilan selain juga beli chocholatos buat panganan manisnya. Ya, kan kalau abis makan asin setelahnya lidah pengen nyobain yang manis, atau sebaliknya abis makan yang manis udahanya pengen makan yang asin, hihihi...Kalian gitu juga ga? Atau cuma Mbul doang? Key faiinnnn! Thengs!!!!

Pulang-pulang, seperti biasa melintasi setapakan desa yang pinggirnya kali. Di sana ada kawanan bebek yang sedang baris, saling menyosor ikan atau sekedar bunyi kwek-kwek ramai banget. Ya, walaupun kalinya sedang asat ya karena sedang panen padi. Mau aku fotoin tuh bebek tapi bebeknya getap banget, mereka jadi jalan cepet sehingga aku hanya bisa memfotonya sambil tak-zoom aja jadinya ngeblur, wkwkkw.








Di seberang kali yang sudah masuk pematang sawah, tumbuh liar bunga-bunga kenikir orange yang berayun pelan digoyang angin. Sesekali kumbang dan capung datang menghinggapi menambah syahdu suasana. Rumpun bambu pun tak kalah berisik menggesek-gesekkan dedaunan menimbulkan bunyi-bunyian yang cukup misteri. Sawah di seberang sana sudah menghampar luas, menyajikan pemandangan serba kuning beradu dengan sisa panas matahari yang mulai turun dari peraduan. Hari itu ditutup dengan sampainya aku di rumah, sambil leyeh-leyeh ingin membagikan sebuah cerita masa kecil lagi karena sama-sama masih bercerita seputar desanya.













Nostalgia Rumah Bibi di Gunung

Ehem...dimulai dari mana dulu ya? Kali ini aku akan mendongeng, tapi bukan dongeng fiktif ya, melainkan ini kisah nyata, kalau mau baca yang sifatnya fiktif bisa baca di Dongeng Terwelu Ucul (blog sebelah), adminnya ga kalah cute dari yang di sini #abis itu raba kening sendiri, takutnya lagi panas....hihi. Ga kok becanda! Ga usah dibawa serius ya. Admin di sini emang suka guyon kok. Biar ga spaneng, Sayang...

Jadi, ibuku itu adalah 5 bersaudara cewek semua. Kalau dalam istilahe Jawanya disebut Pendawi. Sedangkan kalau anak 5 lanang kabeh baru disebutnya Pendawa. Nah, ibuku ini sulung ya. Adiknya ada 4, Tante-Tanteku. Yang paling bungsu itu aku inget banget saat aku masih kelas 1-2 SD, masih single. Maksudnya masih pacaran sama seorang calon mantunya simbah yang rambutnya agak keriting gondrong ada kumisnya. Aku sebut dia Om Bambang. Om Bambang ini termasuknya agak lama ya pacaran sama Tanteku itu karena sampai didapuk jadi pendamping wisuda segala, sehingga album wisudanya Tante justru pendampingnya adalah Om Bambang. Doi juga sering ngapel pas aku dititipin nginap di rumah Simbah, sehingga pas Tante dan Om Bambang kencan, ga jarang aku dibawa. Lho...Embul jadi obat nyamuknya dong? obat nyamuk bakar yang uwer-uwer itu, Wkwkwkkw...Ya ga sih. Soalnya Tanteku itu orangnya suka anak kecil begitu pula Om Bambang, jadi mereka malah sering ngajakin aku ikut walaupun sebenarnya mereka lagi pacaran. 

Yang paling kuinget banget adalah saat sore-sore sekitar pukul 15.00 WIB, aku diajakin ke Sri Ratu (lupa di Purworejo apa Kutoarjo sana), tapi yang jelas itu kayak supermarket yang lumayan gede dan ada patung donal bebeknya (aduh tapi aku samar-samar antara inget dan ga inget). Di situ Tante dan Om Bambang sengaja beliin aku es krim yang enak banget sehingga memoriku tentang Sri Ratu adalah selalu tentang es krim, Tante, dan Om Bambang. Tapi terpaling paling ingetnya ya sama eskrimnya. Soalnya es krimnya disendokin. Beda sama es krim yang ada stiknya dan dijual di toko-toko~biasa Ibu belikan di Toko Rakyat.

Ga cuma di situ aja, karena malamnya kami singgah lagi di warung tenda yang jual bubur kacang ijo madura yang ada roti tawarnya, juga beli sate madura sekalian. Itu tuh memori ngebekas banget, jadi akhirnya aku selalu kelingan dengan yang namanya bubur kacang ijo dicelup roti potong dan dikasih sirup jambon namanya bubur madura...huhu.

Tapi, mungkin semesta berkata lain. Karena uda lama pacaran nyatanya ga membawa Om Bambang nikah sama Tanteku. Soalnya abis itu kan Tante kerja di Perhutani dan ia berjodoh sama kawannya yang satu kerjaan juga. Namanya Om Asep. Jadilah tak berapa lama kemudian mereka nikah dengan aku yang jadi patahnya alias yang tukang ngipas. Didandani pake sanggul dan kebaya sambil bawa kipas bulu-bulu, aduh waktu aku kecil pas didandanin gitu berasa cantik banget, hihihi #monmaklum namanya juga pikiran masih bocah.

Singkat kata, karena masih pengantin baru dan ditugasin di wilayah Pituruh yang agak gunung sedikit....jujur aku lupa nama gunungnya apa cuma kayak ada situs petilasan atau air terjunnya segala sih dan itu nanjaaaaaaak banget sampai suasananya dipenuhi pepohonan dengan bunyi garengpung aka tonggaret yang menyahut-nyahut di sela-selanya. 

Nah, suatu kali aku dengan dibonceng ibu naik motor kan rencananya mau nengokin si Tante dan Om yang baru manten anyar ini nih. Jadi kami sempatkan mampir untuk mendaki gunung lewati lembah....eh itu mah lagu ninja hattori ya, jadi inget anjing Shisimaru yang kayak gajih itu deh aku hahhaha...Okey, sampai mana tadi? Sampai aku dan ibu motoran nuju ke tempat Tante setelah stay agak lamaan di tempat Simbah sebelumnya. Kami ke sana di suatu siang yang agak panas tapi ya ga kerasa wong udah daerah gunung. Kanan kiri tuh pepohonan dan hutan. Singup banget. Pohon apaan tau aku ga apal nama-namanya. Begitu sampai di rumahnya, barulah aku tahu kalau itu adalah rumah dinas yang harus Tante dan Omku tempati. Rumahnya sederhana, cenderung rumah tua. Dalemnya masih rada berantakan sih, mungkin karena baru pindahan. Banyak kado-kado mantenan yang njogrok di lantai dan kebanyakan berupa alat masak, piring gelas, sendok sepasang, seprei, dan lainnya. Aku menjelajahi rumah Tante ini ya sambil penasaran tapi agak-agak merasakan aura-aura kesunyian gimana gitu. Maklum belakangnya langsung hutan. Banyak rumpun bambu juga yang kalau kena angin terkesan misteri ya. Terus sumber airnya masih pake pompa manual. Seorang anak laki-laki kurus yang mungkin orang dari desa itu tiba-tiba muncul, memang sering dipanggil Tante untuk sedikit bantu-bantu termasuk bagaimana cara menjalankan pompa air untuk mengisi bak di kamar mandi. Lalu aku perhatikan cara dia memompa cukup berat juga, tapi aku cobain setelahnya ternyata aku bisa. Keluar air dari mulut tuh pompa, berasa hatiku girang banget. Horeee! Padahal waktu itu aku masih kelas 3 SD lho, hihi. Tapi kuat juga mompa kayak Tokoh Satsuki dan Mei dalam My Neighbour Totoro.

Setelah lupa waktu karena keasyikan main air, akhirnya aku dipanggil ke dalem buat makan. Nasinya baru mateng diceklekin dari magic com baru hadiah mantenannya Tante. Lauk dan sayurnya sederhana banget cuma sama oseng tempe kalau ga salah inget. Aduh lupa sih sebenernya hihi. Abis makan, antug, boboook, grooooook....#bener-bener ya si Mbul, hihihi. Tapi tidurku itu kayak ga nyenyak gitu deh, soalnya di tempat asing kan suka gitu, hawa gunung emang sering bikin kita mikir yang agak gimanaaaaa gitu, haha.

Beranjak sore usai tidur siang yang agak merasakan hawa-hawa tak biasa, aku pun bangkit dari tidurku. Aku jalan ke halaman depan yang emang tanahnya agak tinggi ya dari jalan aspalan di depannya. Nah, di situ ternyata aku baru menemukan sesuatu yang cukup mencengangkan hati. Elahhh timbang nemu pohon aja aku sampek tercengang ya. Bukan! Bukan karena nemu pohon untuk dipanjat karena Mbul jelmaannya koala ya, tapi karena aku baru sadar saat mencium aroma daunnya. Iya, soalnya samar-samar aku hapal betul dengan aroma dari daun ini. Takingat-ingat lagi tapi mulutku kelu...Tak bisa kumengatakannya. Mengatakan nama daun ini maksudku. Terus saat Bapak datang menjemput di sore hari, beliau bilang ini sih daun kayu putih. Oh, pantas lah aku kayak hapal banget sama baunya tapi susah mengatakannya gimana, hihi. Seget-seger semriwing. Jadi sejak dari rumah Tante di gunung itu aku jadi tahu dengan yang namanya pohon kayu putih dan bagaimana daunnya, hehe...

Tapi beberapa tahun setelahnya Tante dan Omku ditugaskan ke luar Pulau Jawa yaitu Nunukan, Kalimantan dimana masih banyak terdapat hutan di sana. Tapi untuk tetap menjalin silaturahmi, kami masih sering berkirim surat sambil sesekali kirim foto agar selalu tahu kabar masing-masing.

Sekian cerita dariku kali ini.

See you and bye bye!

Salam manis from si admin tercintah
sapa lagi kalau bukan Mbul (Beby Mbul Gustyanita Pratiwi)
pemilik www.gembulnita.blogspot.com

70 komentar:

  1. Dari gambar pisang yang tergantung, bungkusan tempe di dapur hingga ke itik meredah lumpur, semuanya menggamit rindu Kak Amie tentang masa lalu yang lama ditinggalkan, dan kampung halaman yang sudah lama tidak dikunjungi (akibat Covid-19).

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, semuanya ala desa tapi nentremin ati hehe

      mudah mudahan nanti jika covid uda ga ada dari muka bumi ini kak amie bisa tengok kembali kampung halaman ya kak (´✪ω✪`)♡

      Hapus
  2. Kalau lihat ciri-cirinya sepertinya itu pohon Ketapang bukan ketepeng. Setau saya pohon ketepeng jenisnya pohon perdu dan buahnya panjang jenis polong-polongan dan daunnya bisa jadikan buat obat. Kalau Ketapang pohonnya tinggi bisa puluhan meter daunnya kalau mau rontok warnanya orange kemerahan dan biji bisa diolah buat cemilan. Kalau di sini daun Ketapang sering dicari buat ditaruh di toples ikan cupang.

    Kok beli brosnya ngga disebutin cuma disebutin beli tahu sama pisang aja padahal waktu itu beli bros juga..hihihi

    Enak banget kalau ke kampung lihat tanaman padi sudah menguning siap panen.

    Itu Tantenya yang pas nikahan setel musiknya lagu Shania Twain You'll Still The One dia kerja di Perhutani ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakakkag....ahli tanamannya dah datang...aku edit aja po mas herman..aduh...wkwkkw...iya aku tadinya mikir ketapang dan ketepeng sama, ternyata beda tah mas her? Maapkan...wkwkkw..berarti yang isinya polong polongan merah kulitnya keras itu ketepeng yak?

      iya iya bener mas her penjelasannya...itu #salut mas her ngerti bener taneman hihihi

      kok bisa ya daun ketapang buat ditaruh di toples ikan cupang, buat pakan apa hiasan aquarium aja tuh?

      hahahha...iya ya...lupa blom disebutin, soalnya kalau disebutin ntar ada yang ngiri lagi yaitu sepatu, gamis, jilbab, dan lainnya yang minta disebutin juga wkwkkw

      iya nih cuma sayang motretnya pake hape dan ada yang ngeblur wkwkkw
      sambil liatin burung bangau juga di sawah mas her, lumayan itu hewan kan uda semakin langka

      nah betul banget, masih ingat aja itu cerita tanteku yang pas malam midodareni kami para ponakan disetelin lagu sania twain tapi liwat vcd blereng wkwkkw..jadi gambarnya pecah pecah mas her..keesokan harinya abis ganti kebaya karena aku yang ngipasin eh disetel lagi tuh lagu sembari kita dicopotin sanggulnya dan rambut pada njegrak kayak singa karena disasak wkwkwk...abis itu rebutan kue pengantinnya tanteku yang tingkat banyak krimnya dan ada orang-orangan di kue paling atasnya hahahha

      Hapus
    2. Ketapang dan ketepeng beda tipis, bedanya cuma huruf A dan E..hihihi

      Kalau yang buahnya jenis polong bijinya warna merah itu sepertinya itu pohon saga, bijinya yang berwarna merah itu kalau disangrai enak kayak kacang.

      Bukan buat pakan ikan, katanya sih biar ikannya cepat jadi entah jadi apaan jadi Batman atau Ironman.

      Kalau jilbab ngga bakalan ngiri kan udah ada postingan sendiri entah kalau yang lainnya.. wkwkwk

      Kok burung bangaunya ngga ada fotonya?

      Cuma ingat sedikit..hihihi..kalau di sini rambut kayak singa disebutnya bukan njegrak tapi meriq..hihihi

      Hapus
    3. beda A dan E udah beda tinggi ya mas her? wkwkw

      ama beda spesies juga tak?

      iya yang disangrai itu mas her geseng geseng gimana gitu hahahha

      hah? serius? ikannya jadi apaan tuh? 🤔

      nah itulah kayaknya yang lainnya kudi dibikin post juga ya mas her wkwkwk

      burung bangaunya susah difoto mas hahahha...susah motoin sesuatu yang bergerak wkkwkw

      meriq? wah lucu juga ya istilahnya hahhaha

      Hapus
    4. Beda tinggi dan beda rupa..hihihi

      Sepertinya itu biji saga, jenis buahnya polong kan dan warnanya merah dan bulat pipih segede kuku?

      Kurang tau juga jadi apaan yang pasti sih jadi ikan..hihihi..tapi ada yang bilang biar sisiknya keras jadi pas diadu tahan pukulan dan ada yang bilang biar warnanya bagus dan 1001 macam lainnya

      Sepertinya begitu, tinggal tunggu aja bakalan nongol post gamis nih..hihihi

      Tunggu burung bangaunya lagi bengong pasti dia ngga bergerak-gerak..hihihi

      Lucu dan unik.. hihihi

      Hapus
    5. naitu dia hahhaha

      iya betul mas merah kecil keras waktu nggletakin kulit luarnya

      hah? ada ikan diadu? baru denger aku wkkwkw

      nah itu lah hahahah...wait and see aja ntar wkwkw

      bangaunya susah dibikin bengong kecuali di dongengnya pak bangau yang lagi galau nyari ikan...keinget dongeng judulnya bangau yang sombong...pas di sekitarnya ada banyak makanan lewat eh makanannya dicuekin..giliran uda laper bingunglah dia hari sudah petang tapi makanannya uda pada ngilang wkkwkwk

      Hapus
    6. Serasa familiar mendengar kata ketapang, tapi coba kuingat-ingat tetap tak ingat, sepertinya ingatan masa kecilku hilang, ini baca komen mencoba memulihkan ingatan 🤣🤣

      Hapus
    7. coba dah ingat belum? yak waktu dimulai dari sekarang #uda kayak main kuis 🤣

      Hapus
  3. wah kasian banget ya om bambang, cuma jagain jodohnys orang :D.. udah pacaran lama tapi gak jadi nikah, mungkin itu yang dinamakan tidak jodoh..

    wih..wih kok aku jadi pengen makan satenya itu, keyaknya enak banget, kemaren barusan aku beli sate kambing enak banget jadi pengen beli lagi hohoho :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe...berarti namanya bukan jodoh ya Nif ☺, memang masalah jodoh ini rahasia ilahi hihihi

      sate ambal yang kemaren aku beli di kutoarjo tuh xixixi..

      beli lagi...enak memang sate kambing kucurin sambal kecap yang full irisan bawang merah, tomat, rawit 😁

      Hapus
    2. iya nanti beli kalo udah dirumah mbak. sekarang masih di jkt jaih dari warung makan :D

      Hapus
    3. oh iya khanif masih rantau di jakarta ya? jakarta timur kayaknya ya #nebak buah manggis hihihi

      sate di jakarta bukannya banyak nif? 🤭, tapi di jabodetabek mah sate temennya lontong ya, kalau di jateng kupat alias ketupat 😌🤤

      Hapus
    4. Di Depok dia, mbak. Dekat sama mas Satria.

      Hapus
    5. ow di depok, deket tempat mas her juga tuh tinggal naik KRl ☺😊

      Hapus
    6. Lumayan jauh lah Depok sama tempat saya kan udah beda provinsi kalau sama mas Satria dekat kan sama-sama Depok

      Hapus
    7. ya udah kalian reuni aja tuh...mas her, mas khanif, mas agus, kang sat wekekekk

      Hapus
    8. Kang Satria kayaknya lagi sibuk bisnis bikin sadel sepeda, jadinya tidak bisa reunian.😆

      Hapus
    9. o ada tambahan bisnis baru ya kang satria wkwkw...

      ya udah mas khanif, mas herman n mas agus aja yang ketemuan...hihihi

      Hapus
    10. q udah pindah dari depok, ni sekarang lagi di bekasi, tapi bentar pagi juga pulang kayaknya, idah gak betah :D

      Hapus
    11. Kalian ketemuannya dirumah Mbak Mbul biar dikasi sate gratis 🤣

      Hapus
    12. Apalagi kalo reunian nya di rumah kang jaey, bisa dikasih J-phone gratis satu satu.🤭

      Hapus
    13. khanif : lha berarti tadi pagi udah kondur jepara lagi dong nif? 🙊

      Hapus
    14. mas jaey : boleh boleh kalau tempat mbul jamuannya mah banyak...biasa mbul kan orangnya royal...hihihi

      Hapus
    15. mas agus : kalau di tempat mas jaey kudu dimodalin tiket pesawat ke kalimantan satu satu mas agus 🙈🤭

      Hapus
    16. masih di jkt ko mbak, masih belum tau kapan baliknya, cuma bentar lagi :D

      Hapus
  4. Mungkin itu namanya pohon Ketapang kali ya, tapi aku juga ngga tahu, cuma baca komentarnya mas Herman hihihi...🤭

    Kasihan mas Bambang, udah lama pacaran bahkan sampai jadi pendamping wisuda nya tapi nikahnya sama orang lain.

    Btw, itu pamannya tidak cemburu apa pas lihat foto wisuda istrinya sama pacarnya.😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa iya Mas.....berarti kudu Mbul edit yach mas....🤭, mbul tiap buka jendela liat itu pohon serasa bayangan langsung kemana-mana mas...soalnya siluetnya indah banget, begitu siang warnanya robah jadi oranye, mungkin lagi masa meranggas...trus kalau pas pagi tuh kegoyang goyang angin rasanya syahdu banget mas 😌😊

      hahahha...iya mas

      sebenernya karena dulu aku sering diinapin ibuk ke rumah simbah abis itu ibu pulang (buat latian aku biar deket ama simbah), e kadang pas Tanteku libur kuliah pulang dan diapel pacarnya waktu itu xixixi...walhasil aku jadi ikutan diajakin dolan dolan, ceritanya momong embul hahhahahahhaha, dibeliinlah aku macem macem jajanan

      iya pas tanteku wisuda kami sekeluarga besar rombongan ikutan ke purwokerto mas, trus yang dateng ya Om Bambang itu hihihi...jadi fotonya di album ada beliau.. hahhahah

      tapi yang dipigura mah fotonya tante dan mbah kakung putri aja mas...🤭☺

      Hapus
    2. Kalo disini di Cikande ada pohon yang unik waktu itu, daunnya sebagian besar hijau, tapi anehnya ada segerombol yang merah agak kekuningan. Waktu itu mau foto tapi ngga bawa hape.

      Akhirnya beberapa hari kemudian aku kesitu lagi sambil bawa hape. Eh ternyata daun yang merah itu sudah pada rontok.🤣

      Kalo pisang Ambon di Kutoarjo sesisir berapa mbul? Kalo disini 10k satu sisirnya, sama dengan pisang kepok

      Hapus
    3. pohon apaan tuh mas? daunnya hijau besar ada segerombol warnanya merah? wkakakakakka...kirain mbul mau diprank biasanya abis ngomong apa mas langsung bilang ada kuntinya wkkwkwkwk...ternyata ga bawa hape dong dia 🤭

      pisang ambon di sini kok mahal iyach mas...di cikande 10 ribu sebesar ini pa nda mas? di pasar kemaren bakulnya bilang Rp 20-an sekian k. tapi abis itu ditawar jadi belasan ribu sih mass...pisang kepok enak ya mas, buat dibikin kolak aku sukaaakkk kalau ga dibikin pisang goreng tepung 😍🤤

      Hapus
    4. Mungkin itu pohon pucuk merah, daunnya kecil-kecil kan, mas?

      Hapus
    5. ow pohon pucuk merah itu bisa jadi pager kan ya...pager sekalian tanaman hias 😊☺

      Hapus
    6. Benar banget jadi pager dan hiasan di kompleks-kompleks perumahan banyak banget yang tanaman pohon pucuk merah

      Hapus
    7. Bukan pohon pucuk merah, tapi ngga tahu namanya apa, daunnya lebar, aslinya daunnya memang hijau, itu jadi merah karena memang mau rontok hihihi..😆

      Hapus
    8. owalah hihi...merah karena mau rontok..pohonnya tinggikah mas? Mas Agus? 🤔🙄🤭

      Hapus
  5. I love those mini bananas..they have a very different texture..so much firmer and chewier. have never seen those green fruit (what are they?) and would love to taste one!

    BalasHapus
    Balasan
    1. i love banana too angie, especialy ambon because of their fragrant can make me feel so relax beside they have a sweet taste...
      the green one are soursoup dear...in Bahasa Indonesia called sirsak or nongko sabrang 😍🥰

      Hapus
  6. ...life without trees would be unthinkable.

    BalasHapus
    Balasan
    1. exactly Tom...:D

      pake nadanya cik agnezmo ceritanya Mbul ngomongnya 😄

      Hapus
  7. Photos you shared are beautiful. Your bananas are different than ours. Ours are smaller than yours and they mostly yellow we want green ones but have to buy yellow one not find green ones. Your bananas look great. I love green ones than the yellow ones. Thanks for the post. Greetings from Turkey.

    BalasHapus
    Balasan
    1. thank's before Dear (´✪ω✪`)♡

      yap!! the green ones are ambon. Very sweet and full of nutrition :)

      Hapus
  8. seru banget sih, Mbul.. seger pastinya ya bisa nyium aroma kayu putih langsung..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak semula aku ga ngeh itu pohon kayu putih, daunnya unik kayak bentuk celurit

      ꉂ(ˊᗜˋ*)♡

      Hapus
  9. Apapun cerita dari Mbul, pasti ada photo-photo makanan yang menggoda sekali dan bikin auto lapar nih. Kayanya enak-enak banget makanannya mbul

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih pak yonal...hehe uda ciri khas kalau ke sini pasti sajiannya makanan...fotonya doang tapi 🤭

      Hapus
  10. Kalau anaknya sampai lima dan bisa berjenis kelamin sama, itu bagi saya ajaib, sih. Soalnya di keluarga orang tua saya, minimal ada satu cewek di antara semua anak yang cowok. Begitu pun sebaliknya.

    Lihat gambar-gambar itu, apalagi bebek yang berbaris, jadi kangen suasana pedesaan. Tapi berhubung masih pandemi, saya kira keinginan buat balik kampung mesti ditunda entah sampai kapan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya yog banyak istilah anak dalam bahasa jawa, misal ontang aniting buat anak cowok tunggal, untang unting anak cewek tunggal, uger uger lawang buat anak cowok sepasang..kembang sepasang anak cewek sepasang. Cukil dulit untuk anak 3 cowok semua, gotong mayit anak 3 cewek semua, dll...nah yabg 5 cewek semua pendhawi atau pancaghati deng lupa aku coba tar kubuka kamus dulu...ada pula istilah sendang kapit pancuran atau pancuran kapit sendang....dll

      iya yoga memang menentramkan suasananya...masih penuh hamparan sawah dan bebek adus di kali juga mentog atau angsa wkwkkw

      Hapus
  11. Bingung mau komentar gimana. Hehehe
    Tapi yang jelas, aku kurang jelas dengan pohon yg suka berubah-ubah warna itu. Atau mungkin itu pohon sedang dihinggapi bunglon kali, makanya warna bisa berubah ubah. Wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. berubah ubahnya karena sinar matahari kok mas hehehhe

      nah jangan jangan ada bunglonnya 🌳☘️☘️

      Hapus
  12. Baca dongeng masa kecil mbul selalu bikin aku nostalgia jugaa.. Aku pernh ngerasain jg jd manten kecil waktu tante nikah. Jd didandanin pake sunting padang kecil gt, trus dudukny sebelah manten.
    Tp klo nikahan jaman skrng, kok aku udah jarang liat anak2 kecil yg ngedampingin duduk di sebelah pelaminan gt yaa..
    Trus jg dulu tiap tante om abis nikahan, kita temenin bongkar kado. Krna jaman dulu orang ngasinya pasti kado, bukan amplop kaya skrng 😁
    Aku jg ngerasin itu mompa2 sumur dulu di rumah tante yaampunn 😆 fix kita seangkatan mbul.. hehehhe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. o di padang ada pake sunting ya cha..berat kan ya di kepala...tapi bagus aku selalu suka busana adat minang

      (((o(♡´▽`♡)o)))

      iya dulu kalau ada tante yang mantenan ponakan pada baper kalau ga ditunjuk jadi yang ngipasin atau disebut dengan patah wkwkkw...soalnya pada seneng kan kesempatan didandanin dan dipakein kebaya ama sanggul wkwkkwkw...tapi pernah karena rambut aku ga bisa digelung atau disanggul akhirnya cuma dihairsprai doang dan dimake uo...huahahha...aku kan pengennya disanggul...makanya pas kecil cita cita banget pengen punya rambut panjang ☺😊

      Hapus
  13. entah kenapa setiap blogwalking kesini itu ngeliat makanan mulu,
    jadi laper
    padahal barusan udah makan malem :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. yaudah makan lagi mas

      nih...#sodorin piring ame nasie 🍛

      Hapus
  14. Aduh pohon apa tuh mbull bisa berubah2 warna baru denger...
    Sayang banget yah tantemu gak nikah sama om bambang pdahal om bambang skrang udah kaya, (bambang pamungkaskan?)
    Tantenmu anak kehutanan juga yah mbull?? Pasti orgnya keren, saya suka liat cwek kehutanan2 gitu... *eh malah curhat*
    Tempatnya tantemu kayak seru yah tp sekrang suasananya masih gitu gak mbull??

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya ketapang deh lul hihihi

      hahahhahahah...sa ae bambang pamungkas...pemain bola dunk wkwkkwkw
      tante aku jurusan hukum lul hihi..

      iya seru banget kalau ga salah ingat dekat tempat wisata goa gong apa ya...agak terkenal tapi aku uda rada lupa 😭😂🤣

      Hapus
  15. Bom dia minha amiga. Que vontade de ir nesse maravilhoso lugar onde você fez estas fotos.

    BalasHapus
    Balasan
    1. selamat sore sahabatku Luiz Gomes, semoga kelak bisa berkunjung ke negara kami Indonesia ☺😊

      Hapus
  16. Love the outdoor photos. They remind me of my young days.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yes Nancy, It was so quiet and peaceful out here - like another world...(*´︶`*)♡Thanks!

      Hapus
  17. salam kenal.
    seru ya berada di desa. saya udah hampir 2 tahun ngak bisa pulang desa. gara2 covid.

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal kbali kak azian...mudah mudahan jika covid sudah mereda kakak bisa pulang kampung juga ya dan bertemu sanak famili yang ada di sana (´✪ω✪`)♡

      Hapus
  18. aku terpesona sama sirsaknya dan bebeknya. itu sirsak kalo makan gimana ya? aku gak pernah makan sirsak langsung dari buahnya, gatau bukanya gimana wkwkwk

    apa tinggal dibelah gitu aja? jadi bahas sirsak lol
    bebeknya kok uwu banget sih. kayak seneng bgt. dulu punya bebek buanyak juga tapi jg hobi nyosor aku 🤦🏻‍♀️

    BalasHapus
    Balasan
    1. kecut mba sis hihihi

      asli asem banget rasanya...kadang kubuat jus sih

      iya dibelah aja soale lunak

      kalau aku seringe disosor angsa hihi

      Hapus
  19. Nunukan mungkin jarang jadi tujuan orang buat traveling, tapi kalimantan memang belum sepenuhnya aku explore. Kok ya sepertinya menarik gitu
    baideweiii, aku baru denger sogok telik. Di tempatku waktu aku kecil dulu kok ga pernah denger nama ini, mungkin aku nya aja yang kurang gawul :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah mba ai mau travelling ke kalimantan kah? aku dulu pernahe mung mampir sebentar doang ke balikpapan, keinget ama kue kue manisnya kalau di kalimantan...eh tau ga sih...pas di sana aku baru sahu salah satu adatnya orang sana makan nasi berat ada yang sama teh manis loh hihi

      iya sogok telik ini ternyata biji ketapang ya..yang merah luarnya keras banget..biasanya digongso tar diplastikin kecil-kecil

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^