Sabtu, 11 Desember 2021

Sinopsis Whisper of The Heart (1995)



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Shizuku baru saja selesai berbelanja susu di supermarket. Ia pun segera pulang ke flatnya yang ditinggali bersama ayah, ibu, dan juga kakak perempuannya Shiho. Masing-masing memiliki kesibukannya sendiri-sendiri. Ayah bekerja di perpustakaan, ibunya bekerja di sebuah kantor. Sementara kakaknya Shiho sudah kuliah. Layaknya anak seorang pustakawan, Shizuku yang juga menggemari buku seperti Beby Mbul lebih suka menggunakan sistem kartu saat meminjam buku. Padahal kata ayah, dewasa ini perpustakaan akan memberlakukan sistem barcode sebagai bentuk administrasi atau pencatatannya.

Sumber : imdb


Saat ayah dan ibunya kembali beraktifitas, Shizuku memperhatikan buku yang dipinjamnya tempo hari terselip nama Seiji Amasawa di situ. Penasaran ingin mengecek buku pinjamannya yang lain ternyata nama Seiji Amasawa ada di semua buku yang dipinjamnya. Jadi Amasawa sudah lebih dulu membaca ketimbang Shizuku. Dari situ Shizuku jadi penasaran seperti apa wajah Amasawa sebenarnya? Apakah ia tampan? Nama itu selalu menari-nari dalam kepalanya.

Pagi yang sibuk di pusat kota. Sementara di flat, Shizuku baru saja bangun dari tidurnya. Ibunya pergi duluan dan mengingatkannya untuk memasukkan nasi. 

Saat nyawanya sudah kumpul, barulah Shizuku tersadar bahwa ia harus segera menemui Yuko. Sementara ibunya sempat kembali lagi karena dompetnya ketinggalan. Shizuku pun pergi untuk menggosok gigi lanjut sarapan roti sebentar. Ia juga memperhatikan balon udara di langit terbang lebih rendah dari biasanya dan berdoa semoga hari ini penuh dengan keberuntungan. 

Shizuku mempunyai agenda pergi ke perpustakaan. Ia pun menemui Nona Kosaka yang bertugas di perpustakaan itu untuk meminta tolong masuk ke perpustakaan sekolah karena perpustakaan umum tutup. Ya permintaannya sederhana, yaitu ingin membaca 20 menit sebelum sekolah dimulai. Nona Kosaka pun mengabulkan permintaannya meski ia mengingatkan bahwa Shizuku ada ujian masuk perguruan tinggi. Shizuku pun segera memilih buku yang akan ia pinjam dan menyerahkan kartunya kepada Nona Kosaka. Salah satu dari buku tersebut rupanya belum pernah ada yang meminjam. Bahkan perpustakaan umum tak memilikinya. Di halaman depannya terdapat stempel yang menyatakan bahwa buku tersebut adalah sumbangan. Penyumbangnya bernama Amasawa. Tapi Nona Kosaka tak tahu siapa orangnya, jika ingin tahu lebih lanjut, maka ia bisa menanyakannya pada guru senior. 

Tak lama kemudian, Yuko Harada temannya tiba-tiba memanggilnya. Rupanya ia sudah di depan gerbang dari jam 11. Ia khawatir jika terlalu lama berdiri di bawah terik mentari, bintik-bintik di wajahnya akan semakin kentara. Shizuku pun meminta maaf. Keduanya kini duduk di depan lapangan baseball. Shizuku menunjukkan syair lagu yang dibuatnya yang kemudian dibaca oleh temannya itu. Katanya sih tidak begitu jelek meski Shizuku merasa kurang PD. Ia lalu menunjukkan satu syairnya lagi dengan kata-kata yang berbeda yang akhirnya membuat mereka tertawa. Lalu Shizuku bertanya ada masalah apa Yuko hingga ingin bertemu. Ia pun bertanya apa Shizuku pernah jatuh cinta pada seseorang? Katanya itu bisa mendorong semangat belajar apabila ada yang menyemangati. Shizuku pun sudah bisa menebak bahwa Yuko sedang jatuh cinta. Ia pun menginterogasinya yang kemudian dibalas oleh bisikan Yuko bahwa ia menerima surat cinta dari seseorang yang berasal dari kelas lain dan lumayan juga parasnya. Meski Yuko galau karena ada orang lain yang disukainya. Saat akan mengaku, Sugimura teman sekelas mereka memanggil Shizuku untuk melemparkan tas olahraganya ke balik pagar. Setelah itu Shizuku mengejar Yuko dan menebak pasti Yuko jatuh cinta pada Sugimura. Tapi ya tetap saja dia galau karena takut Sugimura bisa menerkanya. Shizuku pun menghiburnya supaya tidak usah khawatir karena Sugimura anak yang kurang peka hahah. (Tapi nanti jadi galau lagi soalnya ternyata Sugimura sukanya pada Shizuku, sedangkan Shizuku kan suka pada tokoh utama cowoknya Lol# spoiler) Ia lalu ingin tahu bagaimana tanggapan Yuko tentang nasib orang yang sudah mengiriminya surat cinta. Dan ia pun akan memikirkannya nanti. 

Tak terasa sudah jauh mereka berjalan di trotoar, Shizuku melupakan bukunya yang tertinggal di depan lapangan baseball. Ia pun berniat untuk mengambilnya sendiri karena Yuko harus les. Setelah tiba di tempat dimana bukunya tertinggal, rupanya di sana sudah ada seseorang yang duduk sambil membaca bukunya. Anak itu pun segera mengembalikan buku tersebut sambil bilang nama lengkap Shizuku. Shizuku pun kaget. Darimana ia tahu nama lengkapnya. Berkenalan saja belum. Pasti dari kartu perpustakannya. Begitu pikir Shizuku. Tapi setelahnya anak laki-laki itu meledek syair lagu yang tertinggal di selipan bukunya, Shizuku pun sebal dan mencak-mencak. 

Ia pulang ke rumah dengan perasaan kesal. Selamanya ia akan menandai anak laki-laki itu. Kembali ke kamarnya, ia mengecek stempel buku sumbangan dari orang yang bernama Amasawa.

Seperti halnya Beby Mbul yang baca cerita saja sering terbawa suasana saking menghayatinya #ciri khas orang melankolis padahal cuma cerita doang, hahahha...Shizuku pun sampai berlinang air mata membaca buku pinjaman perpusnya yang kini sudah sampai halaman tengah. Saat itulah kakaknya Shiho pulang. Ibu sendiri sedang seminar, sedangkan ayah ada di kantor. Shizuku diminta kakaknya bersih-bersih rumah dan mencuci piring, sementara kakaknya menyiapkan makan malam. Kata Shiho, adiknya itu harus menemui bibinya saat masuk ke perguruan tinggi. Shizuku hanya iya-iya saja karena berpikir kakaknya cerewet sekali. Malamnya mereka makan malam dengan ceria sedangkan Shizuku melanjutkan membaca buku #benar-benar sekutu buku Beby Mbul.

Keesokan harinya, Shizuku bangun kesiangan. Ibu sudah berangkat dari tadi dan kakaknya sudah beres-beres. Usai mandi dan sarapan, ia diminta mengantarkan bekal makan siang ayahnya ke kantor dan mengirimkan kartu pos. 

Usai mengirimkan kartu pos, Shizuku melanjutkan perjalanan ke stasiun. Saat kereta tiba, ia duduk di bangkunya yang cukup lengang. Tiba-tiba saja seekor kucing bahenol duduk di bawah kursinya. Ia kemudian naik ke bangku dan melihat pemandangan ke arah jendela. Shizuku tentu saja heran. Kenapa kok ada kucing bisa naik kereta? Ia pun mengajak ngobrol kucing itu tapi diam saja yang kemudian dilanjutkan dengan ndekem seperti celengan. Saat kereta berhenti dan Shizuku keluar dari stasiun, kucing itupun dengan cepat mendahuluinya keluar. Shizuku jadi penasaran dan ingin mengikuti kemana perginya kucing itu. Siapa tahu searah dengan perpustakaan yang akan ia tuju. Shizuku merasa ini seperti kebetulan yang aneh. Ia yang ingin menjadi penulis cerita merasa kejadian ini seperti awalan sebuah cerita di buku-buku. Ia pun terus mengikuti kucing bahenol itu pergi, padahal jalannya cepat sekali dan harus melalui serangkaian medan yang sempit. Melewati atas pagar, celah-celah dua tembok yang membentuk terowongan menanjak sampai perumahan yang sangat indah dimana si kucing sempat bikin anjing yang ada di bawahnya gemes hingga terus menggongong. Ya lucu dan gemesin sih kucingnya. Belakangan diketahui namanya Moon (XD). Sampai akhirnya ia masuk ke sebuah bangunan berwarna oranye dengan pintu hijau yang ada di depannya. Saat memasuki bangunan itu, Shizuku merasa sangat takjub karena dalamnya terdapat benda-benda kuno yang sangat indah. Pajangan kuda, diorama istana, jam dinding klasik yang memiliki cerita khas negeri dongeng tentang percintaan raja kurcaci dengan ratu bersayap yang berbeda dunia dan jika waktu tertentu ratu tersebut berubah menjadi biri-biri sementara di bawahnya terdapat miniatur kurcaci yang sedang berburu berlian seperti yang ada dalam permainan gold miner. Ada pula patung kucing emas bermata indah yang jika terkena cahaya akan berkilauan. Patung tersebut bernama patung baron. Lengkapnya Baron Humbert von Jechingen. Sedangkan pemilik tokonya sendiri adalah seorang kakek tua yang sangat baik hati dan amat senang Shizuku mampir. 

Lama berada di situ, akhirnya Shizuku tersadar bahwa ia harus ke perpustakaan mengantarkan bekal makan siang ayahnya. Tapi sialnya ia meninggalkannya di suatu tempat. Untunglah bekalnya itu diantarkan oleh anak laki-laki yang ditemuinya kemarin dengan mengendarai sepeda. Tapi yang membuatnya terkejut adalah ia membonceng kucing bahenol itu di belakang sepedanya. Tak lupa, sebuah ledekan bahwa bekal makan siangnya itu terlalu banyak untuk ukuran cewek mungil seperti Beby Mbul Shizuku. Siapa sebenarnya anak laki-laki yang secara kebetulan sering bertemu dengannya itu, juga kucing bahenol, serta kakek pemilik toko barang antik? (Sinopsis by Gustyanita Pratiwi).

Cerita ini adalah cerita tentang bagaimana menggapai impian dan bekerja keras untuk meraihnya. Karena core-nya itu seputar Shizuku yang punya mimpi menjadi penyair dan penulis buku cerita, sedangkan men in leadnya ingin menjadi pembuat biola profesional meski harus magang di Italia setelah melalui persetujuan yang alot dari orang tuanya. Percintaannya juga khas umur teenagers sih. Walau kayaknya bakal berjauhan huhu. Tapi akhir ceritanya bakal happy ending sih. Akhir kata, film Ghibli memang selalu mengemas apik dari segi sinematografi maupun alur cerita yang penuh pesan moral. 

Directed by : Yoshifumi Kondō
Screenplay by: Hayao Miyazaki
Based on: Mimi o Sumaseba by Aoi Hiiragi
Produced by: Toshio Suzuki
Starring: Yōko Honna, Issei Takahashi
Takashi Tachibana, Shigeru Muroi, Shigeru Tsuyuguchi, Keiju Kobayashi
Cinematography : Atsushi Okui
Edited by: Takeshi Seyama
Music by: Yuji Nomi
Production company: Studio Ghibli
Distributed by: Toho
Release date : July 15, 1995
Running time: 111 minutes
Country : Japan
Language : Japanese


6 komentar:

  1. Jujurnya, film Ghibli yg lama2 ini masih belum bisa bikin aku tertarik nonton. Sempet aku nonton yg castle in the sky, tapi sampe skr blm tamat2 🀣. Bisa jadi Krn gambarnya yg masih Oldies, belum cgi, atau mood ku yg belum naik. Soalnya nonton Doraemon aku msh suka bgt padahal sama2 blm cgi. Makanya tiap ke Jepang, dan aku ga pernah mampir ke musium Ghibli, banyak temenku heran. Masalahnya aku ga ikutin filmnya sih πŸ˜…. Yg ada ntr bingung sendiri liat museumnya, ga connect.

    Tapi aku mau coba film Ghibli trbaru yg sudah memakai CGI, yg Earwig and the witch. Banyak yg bilang bgs, jadi aku mau coba tonton dulu πŸ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. Earwig and the wich aku blum nonton hihihi...sementara aku baru marathon yang jadul nya dulu. tapi biar belum begitu canggih...menurutku udah bagus animasinya. Warna warni gitu bikin betah mata waktu nonton mbak fan 😍

      Hapus
  2. semua film ghibli sudah aku tonton, semuaaanyaaaaa theeee bessst, dan yang paling favorit bagiku adalah "The whispear of the heart" ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kaaan? Film ghibli bagus-bagus. Aku juga suka banget...aku paling suka sebenernya yang spirited away...hihi..tapi yang whisper of the heart juga romantic khas anak remaja. Gambarnya bagus...toko kucing dan si kucing baronnya ini ada di film ghibli yang lain...yaitu the cat return loh

      ΰΈ…(^・Ο‰・^ΰΈ…)(´∧Ο‰∧`*)

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^