Sabtu, 26 Februari 2022

Pengalaman Mbul ke Kebun Binatang Ragunan




Oleh : Gustyanita 

Assalamualaikum wr wb...

Kali ini Mbul akan menceritakan pengalamanku waktu mengunjungi salah satu tempat wisata murah meriah di Jakarta yaitu Taman Margasatwa Ragunan. Kalau di Jogjakarta ada Gembira Loka, nah di Jakarta terkenalnya Ragunan.

Jumat, 25 Februari 2022

Pengalaman Mbul ke Pantai Jatimalang, Purworejo


Oleh : Gustyanita 

Assalamualaikum Sahabat Pembaca Blog Beby Mbul Nita semuanya, 

Selamat tahun baru 2022 ya, semoga keberkahan dan kesehatan selalu melingkupi kita semua. Rejeki lancar dari berbagai penjuru dunia, amin. Di desa memang curah hujan lagi tinggi. Tapi kadang nyanyas juga sih. Panas. Nah, mumpung Mbakku pulang ke Prembun, jadi akhirnya tercetuslah ide buat ke pantai. Ini sih udah pasti rencananya Mbak hehehe... Apalagi ibu dan bapak juga di masa sepuhnya sekarang jadi hobi jalan-jalan, jadi cuzlah kami sekeluarga pergi ke pantai buat nyobain salah satu warung makan seafood yang ada di sana. Sebenernya Mbul lebih suka gunung sih (yang dingin...yang adem...yang enak buat....santay). Tapi kalau ke pantai ditraktir Mbak sih mauuuk. Mangkat! Hayoook!!


Pengalaman Mbul Nyobain Seafood di Warung Mbak Susi Mutiara Laut, Jatimalang

Rabu, 23 Februari 2022

Sinopsis When Marnie Was There




Oleh : G Nita

Di sebuah playground sekolah PAUD, seorang siswi SMP bernama Anna Sasaki sedang duduk menyendiri dengan buku sketsanya. Ternyata ia sedang menggambar pemandangan yang ada di depannya. Anna memang pandai menggambar. Teman-temannya sendiri sedang sibuk bergosip dan membicarakan cowok-cowok ganteng di sekolah mereka. Anna tidak bergabung karena ia pemalu. Ia sangat segan berinteraksi dengan orang lain. Apalagi ia merasa berbeda fisik dengan mereka. Sebenarnya Anna anak yang manis. Rambutnya pendek, kulitnya terang, bola matanya berwarna biru seperti orang barat. Hal tersebut tentu berbeda dengan teman-temannya yang berasal dari Jepang. 


Sinopsis When Marnie Was There, Sumber poster : IMDB

Selasa, 22 Februari 2022

Review Buku : The Hen Who Dreamed She Could Fly, Hwang Sun Mi





Oleh : G Nita


"The Hen Who Dreamed She Could Fly"
Penulis : Hwang Sun Mi
Penerjemah : Dwita Rizky
Penerbit : BACA, PT Bentang Aksara Cahaya
Cetakan I : November 2020
ISBN : 978-602-6486-52-3



Dari balik jeruji besi sebuah kandang, seekor ayam petelur yang menamai dirinya Daun tengah asyik mengamati kehidupan di luar kandang. Baginya, keluarga halaman tampak begitu menyenangkan. Bunga putih bermekaran di pohon akasia, ayam jantan dan betina berjalan beriringan~mematuki biji-biji jagung diantara kaki-kaki mereka. Lalu yang lainnya mengerami telur di sarang yang hangat. Bebek-bebek berbaris rapi siap menuju bendungan. Anjing Tua berjaga-jaga walau sering ribut mengejar bokong bebek dan mengajak bercanda. Daun ingin sekali bergabung dengan mereka. Ia punya cita-cita bisa mengerami telur-telurnya sendiri dan menetaskannya menjadi anak-anak ayam. Bukan menggerutu tiap kali majikan laki-lakinya datang ~menyorongkan pakan pada saat jam makan tiba. "Makan yang banyak. Hasilkan telur besar yang banyak!" Begitu katanya. Juga kehilangan semangat tatkala majikan perempuannya mengambili telur-telur itu jika waktu bertelur sudah tiba. Ia merasa ini tidak adil, kenapa ia yang sudah bersusah-payah bertelur tapi telurnya selalu diambil, tidak pernah menetas menjadi anak ayam seperti yang ayam betina di halaman selalu dapatkan. Ia ingin keluar kandang. 

Senin, 21 Februari 2022

Review Buku : Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi (Yusi Avianto Pareanom)




Oleh : G Nita


Raden Mandasia 
Si Pencuri Daging Sapi
Karya : Yusi Avianto Pareanom
Edisi pertama : Maret 2016
Edisi kedua : Maret 2017
Cetakan kedua edisi kedua : Oktober 2017
Edisi ketiga : September 2018
Penata artistik, ilustrator dan 
penyelaras bahasa : Ardi Yunanto
Penata tipografi dan 
ilustrator : Cecil Mariani
13,8 x 20,3 cm : 470 halaman
ISBN : 978-979-1078-52-5
Penerbit : Banana


Sinopsis Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi (Yusi Avianto Pareanom) 

Sungu Lembu, seorang pemuda dari Banjaran Waru, sebuah kota kecil di pinggiran Kotaraja Gilingwesi hidup dengan membawa dendam. Dendam tersebut semula berkenaan dengan kaburnya asal-usul siapa ayahnya yang sebenarnya, kemudian merembet pada kebenciannya terhadap Raja Gilingwesi yang semena-mena menginjak harga diri Banjaran Waru. Ia pun memupuk tekadnya agar suatu saat nanti dapat menggelindingkan langsung kepala sang raja yaitu Watugunung bahkan dengan bahasa sarkas ingin menjadikannya sebagai keset kaki~kalau bisa. 

Minggu, 20 Februari 2022

Review Pemancingan Chandra Kirana, Pak Bawing




Oleh : G.Nita 

Assalamualaikum wr wb...

Di Tangerang ada 1 tempat makan lagi yang asyik buat makan bersama keluarga dan areanya lumayan luas. Namanya "Pemancingan Chandra Kirana Pak Bawing". Lokasinya ada di Jl. Raya Mauk, Gintung, Kec. Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Banten 15330. Sudah masuk wilayah Kabupaten ya. Jadi agak melipir sedikit mblusuk-mblusuk dan ketemu sawah-sawah. Ini kulineran akhir tahun lalu sih, biasa kutulisnya baru sekarang ☺ Biar kelihatan ada updatean dan label-label di bagian menu kuliner nambah terus hahahha....



Sabtu, 19 Februari 2022

Sate Bebek Bu Tuti Tambak



Oleh : G Nita

Postingan 4 Juli 2018, kenang-kenangan saat Kakak A 7 Bulan, dan Mbul Hamil Adik JT 4 bulan

Siang itu, perjalanan mudik balik udah mencapai hampir seperempat jalan. Setelah ngaso di Rest Area Rowokele karena diriku mabok (sambil sekalian sholat dzuhur sih), kami pun melanjutkan perjalanan sampai ke titik point Tambak, Banyumas. Kebetulan suasana kala itu sedikit mendung, sehingga kami enjoy aja meski melenggang kangkung dengan membawa beby berusia 7 bulan yang dengan santaynya bubuk-bubuk manjaaaa di dalam carseat. Cuma karena sejak pagi kami baru sarapan yang ala kadarnya ditambah juga agak terburu-buru, maka siang itu–kira-kira setelah matahari berada di atas kepala–rasanya perut udah mulai nyanyi (lagi). Pak Suami sih yang ngidam pingin mandeg bentar ke sate bebek Tambak. Ngidamnya bener-bener yang pengen banget. Jadi uda diutarain jauh-jauh hari sebelom mudik. Katanya sih pengen nyobain sate yang lain dari biasanya. Penasaran sama  penampakan aslinya kayak apa. Jadi beliau bersikeras googling kira-kira sate bebek mana yang paling enak klo diliat dari review warganet.


Jumat, 18 Februari 2022

Warung Nasi Bambu “Sederhana”, Pak Mahmud, Tangerang



Oleh : G Nita
Kenangan saat masih berduaan dengan Bapaknya anak-anak...anak-anak belum lahir

Selain masakan Jawa, aku juga suka menu-menu di masakan Sunda. Kayaknya lauknya banyak aja, selain terkenal karena lalapannya. Salah satu warsun (warung Sunda), yang ada di Tangerang dan terbilang murah meriah adalah Warung Nasi Bambu “Sederhana”, Pak Mahmud yang berada di Jl. Moh.Toha, Tangerang. Warung makan ini buka dari pagi sampai siang, dengan sajian masakan rumahan yang variatif dan menggugah selera.



Kamis, 17 Februari 2022

Review Soto Khas Tanah Abang Pak Hapid




Oleh : G Nita
Kenangan postingan 18 Desember 2016, sebelum Kakak A dan Adik JT lahir

Sebagai pecinta soto-sotoan, suamiku selalu punya menu andalan untuk dipesan ketika kepepet bingung mau makan apa. Termasuk pula saat kami ngedate di minggu siang yang mendung itu ketika secara tak sengaja kami terdampar di Sumarecon Mall Serpong, Tangerang Selatan. Sebenarnya waktu itu kami ada niatan ngepoin pameran akbar yang lagi heboh di dunia maya Big Bad Wolf Book Sale yang digelar di ICE BSD. Cuma karena buku incaran Pak Suami ga ada, jadinya kami berasa pulang dengan tangan hampa. Iya…jadi cerita hunting Atlas Walisongo pas libur tanggal merah beberapa bulan silam sudah aku tulis di blogku yang ini.

Rabu, 16 Februari 2022

Review Buku : The Hound of The Baskervilles, Sir Arthur Conan Doyle




Oleh : Gustyanita 

Kematian Sir Charles Baskerville membawa kembali ketakutan akan legenda lama yang menjadi kutukan keluarga Baskerville secara turun-temurun. Tidak ada alasan apapun yang memungkinkannya sebagai korban pembunuhan. Tapi kematiannya terlihat sangat tidak wajar. Pada tanggal 4 Mei, Sir  Charles hendak pergi ke London keesokan harinya. Tapi malamnya, ia justru berjalan-jalan dan tidak kembali. Barrymore sang kepala pelayan pun mencarinya di tengah hujan sehingga jejak-jejak majikannya di jalan setapak sangat mudah untuk diikuti. Sementara itu, di tengah jalan terdapat gerbang yang mengarah ke rawa-rawa dimana hal tersebut mengindikasikan bahwa orang kaya itu berdiri selama beberapa waktu di sana. Setelahnya Barrymore kembali berjalan dan di ujung jalan itulah mayat Sir Charles ditemukan. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada mayat namun ada sesuatu hal yang cukup meresahkan pada perubahan wajahnya. Sir Charles tergeletak menelungkup, jemarinya mencakari tanah, dan wajahnya memancarkan emosi yang begitu kuat hingga sulit dikenali identitasnya. Apalagi setelah dicek keadaan di TKP,  jejaknya berubah menjadi jejak lain seperti bukan jejak kaki manusia. Ya itu adalah jejak seekor anjing yang memiliki ukuran sangat istimewa. 

Judul : The Hound of The Baskervilles
Karya : Sir Arthur Conan Doyle
Alih bahasa : B. Sendra Tanuwidjaja
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2002
Jumlah halaman : 296 hlm, 18 cm
ISBN : 979-686-738-9



Selasa, 15 Februari 2022

Review Komik : Doraemon Petualangan Asal Usul Negeri Jepang



Oleh : G Nita

Suatu hari, di zaman purba, seorang anak laki-laki sedang asyik menangkap ikan di sungai. Ia sangat gembira tatkala kailnya berhasil menjerat ikan untuk selanjutnya ia bawa pulang ke rumah. Tak disangka, desa tempatnya tinggal sudah dalam keadaan kosong melompong. Kemana para penduduk yang tiba-tiba raib entah pergi kemana, termasuk pula bapak ibunya. Dengan panik ia berlari ke sana kemari berharap bertemu dengan seseorang yang bisa ditanyai. Sayangnya, ia malah tersedot lubang di langit yang bercahaya, entah apa.



Kamis, 03 Februari 2022

Review Sop Kaki Kambing Irwan, Jalan Barito



Postingan 28 September 2019, Mbul naikin lagie

Oleh : G Nita

Assalamualaikum wr wb...

Wah September pecah telornya cuma satu postingan, hiks…..maafkan karena bulan ini kurang produktif. Tapi karena aku ada stok foto lama jadi terselamatkan deh blognya hahahhaha…. Eh tapi sebenernya ga lama-lama banget ding. Soalnya aku ke sana juga masih sekitaran bulan Agustus 2019. Lebih tepatnya pas mampir ke blok M buat cari majalah bekas. Nah, karena sebelomnya belom sarapan, jadi kami mampir dulu buat makan siang.



Rabu, 02 Februari 2022

Review Indomie Mieghetti Rasa Bolognese




Oleh : Nita 

Assalamualaikum wr wb

Hallow...

Pagi tadi hujan rintik-rintik. Siang juga masih mendung jadi langitnya agak gelap. Bagaimana di tempat kalian? Hujan juga kah? Aku bilang kalau hujan udah sedari pagi, biasanya bakalan awet. Oiyaaaa..... Kali ini aku akan mereview mie instan lagi. Pakenya Indomie Mieghetti rasa Bolognese. Udah beberapa kali nyobain dan ternyata rasanya cocok juga di lidah Mbul. Kayak ada sensasi keju-kejunya. Mbul beli barengan ama varian lainnya waktu belanja di supermarket. Dan yang ini kumasak belakangan. Jadinya baru sempet kureview sekarang.



Selasa, 01 Februari 2022

Review Kepala Kambing Bakar Ibu Darti, Tegal




Oleh : G Nita 

Assalamualaikum wr wb...

Salah satu ikonik kuliner Tegal yang sempat Mbul sambangi di kesempatan tahun lalu (biasa latepost, biar nambah label kuliner) adalah Kepala Kambing Bakar Ibu Darti. Lokasinya ada di depan alun-alun Pasar Malam Tegal. Lebih tepatnya di Jl. Pancasila No.1, Panggung, Tegal Tim, Kota Tegal. Katanya sih ga buka cabang lain dan cuma adanya di sini. Jadi udah bisa dipastikan bahwa tempatnya terkenal banget dan selalu laris manis banyak yang samperin.