Rabu, 16 Februari 2022

Review Buku : The Hound of The Baskervilles, Sir Arthur Conan Doyle




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Kematian Sir Charles Baskerville membawa kembali ketakutan akan legenda lama yang menjadi kutukan keluarga Baskerville secara turun-temurun. Tidak ada alasan apapun yang memungkinkannya sebagai korban pembunuhan. Tapi kematiannya terlihat sangat tidak wajar. Pada tanggal 4 Mei, Sir  Charles hendak pergi ke London keesokan harinya. Tapi malamnya, ia justru berjalan-jalan dan tidak kembali. Barrymore sang kepala pelayan pun mencarinya di tengah hujan sehingga jejak-jejak majikannya di jalan setapak sangat mudah untuk diikuti. Sementara itu, di tengah jalan terdapat gerbang yang mengarah ke rawa-rawa dimana hal tersebut mengindikasikan bahwa orang kaya itu berdiri selama beberapa waktu di sana. Setelahnya Barrymore kembali berjalan dan di ujung jalan itulah mayat Sir Charles ditemukan. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada mayat namun ada sesuatu hal yang cukup meresahkan pada perubahan wajahnya. Sir Charles tergeletak menelungkup, jemarinya mencakari tanah, dan wajahnya memancarkan emosi yang begitu kuat hingga sulit dikenali identitasnya. Apalagi setelah dicek keadaan di TKP,  jejaknya berubah menjadi jejak lain seperti bukan jejak kaki manusia. Ya itu adalah jejak seekor anjing yang memiliki ukuran sangat istimewa. 

Judul : The Hound of The Baskervilles
Karya : Sir Arthur Conan Doyle
Alih bahasa : B. Sendra Tanuwidjaja
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2002
Jumlah halaman : 296 hlm, 18 cm
ISBN : 979-686-738-9




Dr. Mortimer selaku tamu yang berkunjung ke kantor Sherlock Holmes dan Watson menyampaikannya dengan serius. Ia juga mengkaitkan peristiwa ini dengan legenda kuno tentang Kutukan Keluarga Baskerville. 

Dulunya, Baskerville Hall dikuasai oleh Hugo Baskerville, seorang pria liar, kurang ajar, dan tidak percaya pada Tuhan. Ia memiliki selera sinting dan kejam yang membuatnya terkenal seantero Barat. Suatu ketika, berandalan tengik ini jatuh cinta pada putri rakyat jelata yang memiliki lahan pertanian di dekat lahan Baskerville. Tapi gadis manis pendiam seperti Mbul dan memiliki reputasi baik ini selalu menghindarinya karena takut. Hugo dan 5-6 kawannya pun lantas menyerbu lahan pertaniannya dan menculik sang gadis muda tadi sewaktu ayah dan abang sang gadis tidak ada di rumah. Ia kemudian membawa gadis itu ke hall dan mengurungnya di dalam kamar. Hugo dkk kemudian berpesta pora di bawah. Terang saja gadis malang itu sangat ketakutan apalagi para pria itu tengah berdendang, mabuk minuman, dan bersuara kencang. Ia kemudian memutuskan untuk kabur lewat jendela dengan menuruni tanaman ivy sambil merambat ke dinding lalu pulang menyeberangi rawa-rawa yang membentang di antara hall dan pertanian ayahnya. 

Singkat cerita, Hugo pun hendak melihat gadis yang diculiknya ke atas. Sayangnya setiba di kamar, korbannya itu sudah tidak ada. Ia pun murka dan ingin menangkap kembali gadis itu agar dapat memilikinya. Ia pergi dengan menunggang kuda bersama anjing-anjing yang dilepaskan dari kandang setelah sebelumnya menciumkan sapu tangan si gadis petani itu agar bisa dilacak keberadaannya. Hugo dkk pun berkuda selama 1-2 mil sewaktu bertemu dengan penggembala di tanah rawa. Penggembala itu jelas ketakutan karena melihat si gadis malang diburu anjing-anjing Hugo. 







Anehnya, tak lama kemudian kuda Hugo berderap mendekat tanpa penumpang. Mulutnya bahkan berbusa. Teman-temannya pun kebingungan. Apa yang terjadi dengan Hugo? Apakah ia berhasil menangkap kembali gadis yang dicintainya itu meskipun dengan cara yang kasar? Merekapun menuju ke rawa-rawa lebih jauh lagi dimana anjing-anjing itu berada. Hewan-hewan itu rupanya sedang bergerombol ketakutan di tepi lembah, sementara di depan sana, di area lerengnya...si gadis malang itu sudah terkapar tewas. Namun bukan pemandangan itu yang sejatinya menggoncang emosi mereka. Melainkan saat melihat kawannya Hugo tewas dengan digerogoti bagian tenggorokannya oleh sesuatu yang sangat besar ukurannya. Seekor mahluk hitam, besar mirip anjing, tapi lebih besar dari anjing manapun yang pernah dilihat manusia. Sanggupkah Holmes dan rekan duet mautnya Watson memecahkan misteri ini? Adakah keterkaitan antara legenda yang menewaskan Hugo dengan Sir Charles. Terlebih setelah kematiannya, ternyata Sir Charles meninggalkan warisan yang tidak sedikit untuk penerusnya yang terakhir yaitu Sir Henry Baskerville yang kini sedang dalam perjalanan dari Amerika menuju ke London. Belum lagi kejadian-kejadian aneh yang mengusik kedatangan Sir Henry. Surat kaleng yang berisi peringatan untuk menjauhi rawa-rawa, sepatu boots yang hilang di penginapan, juga penguntit. Orang-orang di Baskerville dan lingkungan sekitar rawa-rawanya sendiri bisa dibilang memiliki sesuatu yang sepertinya ditutup-tutupi. Kepala Pelayan Barrymore, Penghuni Merripit House dekat rawa-rawa yang juga pecinta lingkungan dan senang menangkap kupu-kupu Jack Stapleton, wanita cantik dan mempesona meskipun aslinya kalem sekali dan sering merasa insecure yang diduga adik Stapleton, Pak Tua Frankland dari Lafterhall yang pemarah dan suka mengintip rawa-rawa dengan teropongnya, juga desas-desus kaburnya seorang buronan berdarah dingin bernama Shelden. 





Kalian akan dibawa berpetualang dengan bayangan  muramnya suasana Baskerville Hall dan rawa-rawa. Seperti saat aku membaca buku ini, yang selalu terlintas dalam benakku adalah betapa mempesonanya Sir Arthur menggambarkan London tua, jalanan di desa-desa dan tempat-tempat yang ada dalam novel. Beberapa digambarkan dengan sangat sendu dan seperti memberikan kesan pilu karena pengaruh legenda kuno yang menghantui Baskervilles. Aku sangat menikmati membacanya karena sejak awal blurb sudah seperti diajak bercanda dengan kengerian yang ditawarkan si anjing dan keluarga Baskervilles yang misterius. Apakah kita dituntut untuk percaya hal itu hanya sebatas takhayul ataukah ada sesuatu hal yang bisa dijelaskan secara ilmiah. Semua ini pada akhirnya dapat terjawab melalui ending yang cukup menarik dan tidak dapat disangka-sangka sebelumnya. Must read! (resensi ditulis Gustyanita Pratiwi)

#PS : The Hound of The Baskervilles adalah buku crime pertama Sir Arthur Conan Doyle yang aku baca saat masih sekolah SD. Lumayan juga ya bacaanku kala itu, hahaha...Memang sebenarnya ini untuk dewasa, tapi kadang aku suka iseng aja baca buku tema apapun sambil curi-curi pandang dari orang tua. Bacaanku malah serial crime πŸ˜±πŸ˜³πŸ˜‰. Detektif Sherlock Holmes pula. Ya, walaupun Agatha Christie masih tetap nomor satu sih di hati jika dibandingkan dengan bukunya Doyle, meski bisa dibilang buku Doyle yang ini juga tak kalah menarik ceritanya.

Buku ini kudapat dari Alm teman Bapak, yaitu Pak Basuki sudah dalam kondisi secondhand, dimana kali pertama itulah aku jadi tahu asal muasal nama Conan si Detectif karya mangaka Aoyama Ghoso yang lebih dulu kukenal ternyata terinspirasi dari nama Sir Arthur CONAN Doyle. Oh ya, aku memang sengaja rutinkan lagi meresensi buku ini di blog karena ingin memenuhi target baca 2022 yang kubuat tahun lalu. Ya, sekedar buat bersenang-senang dan hiburan. Meski ya mungkin model resensiku masih jauh dari blogger buku. Tapi tak apalah setidaknya aku dapat kepuasan karena setelah membaca buku yang aku suka aku bisa menuliskan kesan-kesannya di sini. 

Untuk tema bukunya sendiri bisa variasi, mungkin sekarang crime, kemarin cersil, lalu drama (fabel), kemungkinan besok horror, misteri, fantasy, romance, dan lainnya. Tapi sekali lagi aku mereview buku untuk hiburan belaka ya. Untuk The Hound of Baskervilles sendiri jika kalian tidak punya buku fisiknya, buku ini sudah tersedia di IPusnas lho. Jika kalian penasaran, silakan baca saja di situ. Akhir kata, sampai jumpa lagi di review buku selanjutnya ya. Bye bye!

Salam manies
Mbul

10 komentar:

  1. Seru juga review tentang buku The Hound of The Baskervilles. Gimana baca bukunya kali yee mbul....Pasti lebih seru..

    Mengkisahkan seorang wanita Virgo...🀣🀣 Eeh salah maksudku seorang yang bernama Sir Charles...Kematiannya memang sungguh menghermankan dan penuh misteri..😁😁

    Bahkan kematian Sir Charles ada hubungannya dengan kutukan misteri dari keluarga Baskerville... Kemungkinan kutukan itu yang menyebabkan kematian Hugo Baskerville dan menjadi siluman Anjing yang berukuran besar seperti Kuda..😁😁


    Bisa juga Hugo Baskerville, bangkit kembali dan mencari korban baru yang diantaranya targetnya adalah Admin Mbul.🀣🀣🀣🀣🀣

    Seru kalau gue bilang ceritanya mbul meski dari buku Second.😁😁😁 Apalagi kalau dibuat film, bisa kala dah karya film Suketi.🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wakakakakkak...cocoknya siapa tuh yang berperan jadi hugo baskerville kang πŸ˜‚πŸ€£, kalau mbul perannya jadi peran tokoh manis, sekseh dan mempesona aja #eh tabok. Guyon aja biar tidak spaneng.

      di sini lumayan tuh banyak tokohnya. Biasanya memang kalau serial crime bakal dijembrengin beberapa tokoh...

      penokohannya adalah :

      Sherlock Holmes : lelaki yang berpikiran praktis, teliti, dan sering membuat kejutan bagi rencana-rencananya. Dia adalah tokoh utama dari buku ini.

      Watson : dia adalah teman Sherlock Holmes. Sering membantu Sherlock Holmes memecahkan kasus. Karakternya jenius. Seorang dokter juga. Lebih ga tegaan orangnya. Juga kadang panik tidak setenang Holmes.

      Hugo Baskerville : Tinggi jangkung, perangainya liar, kasar, brutal membuat semua orang menjadi gempar....eh itu mah lagunya kera sakti hahahah. Pokoknya suka mendominasi, posesif, dan suka seenaknya sendiri. Ditakuti orang-orang. Kadang bertindak semaunya sendiri

      Gadis petani manis seperti Anita yang tinggal di rawa-rawa : Eh salah ding, maksudnya....perangainya lugu dan polos seperti si admin hahahhahah #abis itu ditabok pembaca.

      Dr Mortimer : Adalah seorang dokter yang mengabdikan diri di pedalaman Baskervilles. Ia sangat peduli pada pasien, selalu menunaikan tugasnya dengan penuh tanggung jawab tapi juga pelupa.

      Sir Charles Baskerville : Pemilik Baskervilles Hall. Orang kaya raya yang dermawan, suka membantu orang lain, baik, sangat peduli pada orang lain, juga pria yang loyal. Sayangnya jantungnya lemah karena terlanjur kemakan takhayul kutukan Baskerville.

      Sir Henry Baskerville : Keponakan mendiang Sir Charles. Diduga pewaris tunggal Baskervilles Hall, karena hanya dia turunan Baskerville yang tersisa. Orangnya baik, pemarah tapi romantis. Dia jatuh cinta dengan orang yang diduga adik Jack Stapleton....

      Jack Stapleton : Ahli entomologi, kutu buku. Kini ia tinggal di Merripit House dekat Grimpen Mire. Dia tertarik pada tanaman, burung dan serangga, khususnya kupu-kupu di Dartmoor. Orangnya petakilan, kadang kayak punya sifat yang tidak seperti kelihatannya tampak dari luar. Tapi sangar dan pemarah juga.

      Kepala Pelayan Barrymore : Orangnya tampan. Tapi pendiam. Juga loyal kepada keluarganya.

      Beb Mbul eh salah maksudnya Adik Stapleton : tinggal di Merripit House. Dia wanita jangkung dan cantik dengan rambut hitam dan mata gelap. Orangnya misterius. Di awal ia sering memperingatkan dokter watson agar sir henry agar kembali ke london soalnya di sini bahaya..apalagi di rawa-rawa.

      Frankland : Pak Tua yang tinggal di Lafter Hall dekat Coombe Tracey. Dia tertarik untuk mempelajari antariksa dan galaksi dengan teleskop besar. Tokoh yang hobinya berbicara masalah hukum dan keadilan.

      Selden : buronan yang melarikan diri dari Penjara Dartmoor. Aslinya pembunuh berdarah dingin

      Iya kang satria ga tau kenapa tiap baca baca buku settingnya London tuh berasa syahdu bayangin tempatnya...apalagi yang setting di pedesaan gitu, kebayang tokoh ceweknya pake gaun ala-ala victoria πŸ˜ƒπŸ˜πŸ˜„ trus rumahnya gaya barat dan langit langitnya tinggi, jendelanya gede sekelilingnya hutan dan kebun bunga hhahhahahaha...keren bikin berimajinasi πŸ˜„

      Hapus
  2. Ini Novel apa ada di iPusnas nggak ya Kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada...sudah tersedia di ipusnas teddy. Selamat membaca ya 😊

      Hapus
  3. Wah mbul waktu SD bacaannya sudah genre crime yang bikin pusing, pantesan SMP udah baca Eny Arrow.😱

    Baik bukunya Agatha Christie maupun Conan Doyle belum ada satupun yang aku baca novelnya, padahal dulu waktu nyewa komik di rental sering lihat buku ini.

    Soalnya lihat bukunya saja sudah tebal, udah malas bacanya, kecuali kalo banyak adegan plus plus.🀣

    πŸšΆπŸƒπŸ’¨πŸ’¨πŸƒ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaaaaaakkkkkk....
      ahahahhahahha...ih maaaaaas... bukan lah...masa Mbul baca Mastah Enny kelas Esempe...nda dong maaas..huft

      (。•́ωก̀。).。oO(´・ο½ͺ・`)

      mbul kan bacanya baru aja maren, waktu tau mas agus ama kang satria sering bahas buku eni errow....#eh..plaaakkk plaaak wkwkwk.... Hussss..... cuma baru baca 1 judul doang kok oooopppps

      kebanyakan kesukaan mbul itu novel Eyang agatha Christie sih Mas. Conan Doyle baru baca yang judul ini duank Kalau punya Agatha Christie udah menuju lengkap πŸ˜œπŸ€­πŸ˜πŸ˜‰ asyik kan?

      kalau tema crime jarang ada part ehem-ehemnya memang mas, banyakan bicarain kasus. Nanti deh mBul akan review yang gaya bahasanya agak-agak sangar karena lumayan open. Yang banyak ehem-ehemnya itu bukunya Pak Eka Kurniawan : Seperti Dendam, Rindu harus dibayar Tuntas dan Cantik itu Luka Mas....itu udah mbul beli. Tapi blom mbul review karena udah spaneng duluan akuuuuh liat halamannya tebal banged huhu πŸ₯ΊπŸ˜³πŸ˜±

      kalau yang banyak ehem-ehemnya lagi tapi dengan bahasa indah nan romance juga ga terlalu tebal sih novel-novel harlequeen mas...aduuh udah deh kalau baca bukunya harlequeen bisa panas dingin ehhhhh wkwkwkk..soalnya romancenya barat emang tau sendiri lah ya, gaya penulisannya kayak apa. Bahasanya halus tapi part ehem-ehemnya ngena. Ya namanya juga kategori untuk pembaca dewasa kan. Eh tapi Mbul kan masih bayi ya mas. Bayi besar deng ya....wkwkwkwk #canda. Kalau lokal punya itu yang jadul jadul paling Freddy S ya mas, bener ga tuh hihihi

      kabor dulu ah sebelum dilempar sendal jepit 🀣🚢‍♀️πŸƒ‍♀️πŸƒ‍♀️

      Hapus
    2. Wah mbul kok tahu buku genre ehem ehem apa saja, sepertinya koleksinya banyak nih.😱

      Kalo aku malah belum pernah baca novel Eny Arrow biarpun sering buat becandaan, soalnya tidak boleh sama pak haji Satria.🀣

      Dulu sebenarnya pernah hampir beli karena lihat teman baca ngumpet-ngumpet, tapi dia tidak mau pinjamin, akhirnya ke terminal Senin mau beli, tapi harganya dua kali lebih komik Doraemon.😱

      Komik cuma 7.000 tapi Eny Arrow 15 ribu.

      Akhirnya beli Doraemon petualangan saja deh.πŸ˜„

      Hapus
    3. ga koleksi sih huuuuuwft πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ₯ΊπŸ˜Ÿ

      kan liat liat aja wkwkwk...biasa cari bacaan hiburan #ehhh

      o ternyata tidak boleh sama haji satria ya...xixixi...bukannya aku taunya dari kalian berdua yaaaah hahahhahaha...habis itu terpaksa kepo kepo dikit, tapi ga baca semua...cuma sebagian aja. huuuft hahhahah


      doraemon petualangan punya mbul masih belum lengkap mas, besok aku mau cari lagi...doain mbul supaya suatu hari nanti bisa bikin perpustakaan ya mas πŸ˜ŒπŸ˜πŸ˜ƒ

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^