Jumat, 24 Juli 2020

Jalan-Jalan ke Tanah Lot, Ngadem, dan Ngrujak



 

Ujug-ujug ada di Bali....

Ini jalan-jalan tahun kapan sih Mbul ?

Masih dalam rangkaian mlampah-mlampah Madam Beby Mbull di Pulau Dewata pada tahun 2016 silam Qaqa.. sebelum ada beiby alias masih berduaan aja ama Pak Su waktu 3 tahun penantian momongan #mau bilang hanimun tapi bukan hanimun, wong waktu itu aku lagi 'dapet', ahahaaaa..



Kamis, 23 Juli 2020

Review Nyoman Cafe Jimbaran



Assalamualaikum wr wb....

Jimbaraaaaaaaaan !!!! Why i should scream for this awesome place? Because of uda lamaaaaa banget pengen ke sana setelah mendengar dongeng indah dari Pak Su yang mengisahkan betapa lezatnya seafood Jimbaran. Bagaimana juicynya si kerang panggang, udang galah yang worthed to try *halaah*, cumiiii, kepiting, plecing kangkung, ikan bakaaaaar, de el el. Uhhh sedeppp abis dah. Soalnya uda berkali-kali beliau mamam di sini meski dalam rangka ‘tugas negara’ alias dines ke luar kota buat nengokin perkembangan proyek Bali. 


Rabu, 22 Juli 2020

Pesona Pantai Tanjung Pasir di Tangerang




Mampir Sejenak ke Taman Buaya Tanjung Pasir

"Sayank Tubul, dolan yok. Kemana gitu. Mantai-mantai kek," ajak Si Mas suatu kali di Hari Minggu yang penuh matahari (pada tahun yang telah lampau) saat mendapati seorang Tubulwati sedang ugat-uget aja kayak tatung nangka. Heu...ga deng, bukan begitu cara manggilnya. Doi kan jarang manggil aku Yank, Honey, Bonney, Sweety, Beiby, atau nama-nama lain yang kedengarannya  totwiit..... hahaa... Jadi ajakan sebenernya adalah berbunyi : "Dek Nyiet, ayo ndang tangi, kita jalan-jalan ke pantai. Buruuuuu ganti baju, nek ora tak tinggal loh," terus gw ditabok vantadnya biar ga males-malesan aja karena tura-turu sepanjang hari, wakakak...#Sendiko dawuh Gusti.

Senin, 20 Juli 2020

Review Bakmi Jawa Terminal Prembun





Postingan 15 Agustus 2017 
(Waktu Mbul hamil Kakak A)

Tau pertama kali tentang Bakmi ini adalah datengnya dari bokap. Nah, setelah direkomendasiin sama beliau, ternyata Tamas (Pak Su) ndilalahnya suka. Malah klo pas lagi kedapatan ke rumah ortu, blio selalu ngajakin aku buat makan di sini #utukutukutuk pengerten bianget kamuw emang, Yank :-D.



Jumat, 17 Juli 2020

Sinopsis Matriarch (2018)




Oleh : G Nita 

Pasangan suami istri Hopkins yaitu Matt dan Rachel sedang melakukan perjalanan ke suatu tempat. Tak disangka, mobil yang mereka kendarai menabrak pohon yang menghalangi jalan sehingga menyebabkan mesinnya mogok. Ketika akan menghubungi mobil derek, sinyal di HP mereka nol. Kini, mereka terjebak di pinggir hutan di sebuah pedesaan terpencil nun jauh di Skotlandia sana. 

Bermaksud meminjam telepon kepada penduduk sekitar, akhirnya mereka mendapat sedikit pencerahan ketika melihat sebuah rumah pertanian yang letaknya tak jauh dari situ. Tak ada salahnya untuk mampir, begitu pikir Matt walaupun insting Rachel berkata jangan. Tapi karena untuk bermalam di jalanan rasanya tidak mungkin, maka mau tidak mau Rachel pun menurut saja. Terlebih dengan kondisinya yang tengah hamil tua seperti sekarang, opsi mencari tumpangan menginap adalah yang terbaik adanya. Ya, siapa tahu Tuan Rumahnya mau berbaik hati meminjamkan telepon. Walaupun di gerbang pintu sudah terpasang papan peringatan yang berbunyi "Hati-Hati dengan Area Privat Properti Kami", tapi mereka tidak ada pilihan lain selain harus ke sana. 



Kamis, 16 Juli 2020

Menggambar Babi Oink-Oink




Oleh : Dek Mbul

Mbul lagi suka gambar Oink-Oink nih Teman-Teman. Dipakeinnya baju macem-macem. Mbul suka padukan dengan warna-warni di tubuhnya yang pink dan demplond gegeggegek. Terlihat sangat cute bukan? 


Rabu, 15 Juli 2020

Memorabilia Jakarta




Oleh : Dek Mbul

Abis resign dari tempat kerja, praktis aku uda jarang ke Jakarta. Ada sih 1-2 kali ke sana, tapi buat keperluan nyari buku doang di Blok M Square pas jamannya masih nggembol si kakak dan juga si adek dalam perut. Selebihnya bisa dikatakan amat sangat jarang aku ke sana, hemmmb...


Selasa, 14 Juli 2020

Sepincuk Nasi Penggel Khas Kebumen pada Suatu Pagi...





Pagiku dibangunkan oleh alarm handphone merek Samsung yang berbunyi riuh. Tepat pukul setengah 6 kala sang fajar menyeruak dari ufuk timur dengan semburatnya yang kemerah-merahan, tugas suci mengantarkan ibu ke kantor ada dalam genggaman. 

Aku dan Pak Suami yang kala itu masih berduaan (sebelum hamil si kakak), kebetulan memang sedang ada di rumah kulon. Jadi ketika Seninnya tiba dan ibu sudah harus kembali ke kantor, maka yang ada dalam pikiran adalah kami siap mengantarkan ibu kemana saja ketimbang ibu harus naik colt dan berdesak-desakan dengan anak sekolah atau orang-orang pasar. Jadi aku dan Pak Su okey saja karena kalau ibu sampai naik colt bisa dipastikan bakal ada acara ngetemnya segala, belum bolak-baliknya si colt yang harus menaikturunkan penumpang pada beberapa titik pemberhentian... Jadi, ya sudah kami hayuk saja, sembari pulangnya direkomendasikan Bapak untuk mampir ke nasi penggel, kuliner khas Kebumen yang legendaris itu. 


Senin, 13 Juli 2020

Warung Lesehan Nasi Uduk Pakdhe Supri




Malam itu, bulan sedang membentuk bulat separuh dengan beberapa bintang yang kerlipnya mengedip menghias kanvas hitam di angkasa raya. Suasana yang cukup syahdu untuk ngangkring atau sekedar makan malam lesehan, sebab kadang-kadang ya Minggu adalah hari libur masak nasional untukku, hihi.


Kamis, 09 Juli 2020

Rumah yang Selalu Dirindukan



Oleh : Dedek Mbul

Karena harus ubyang-ubyung ikut mengurus prosesi pemakaman Simbah, maka Pak Suami memilih untuk mengantarkan aku dan si bayi ke rumah kilen dulu lantaran tempat mertua dipastikan kosong dan semua orang bakal sibuk bantu-bantu di rumah duka yang berada tak jauh dari situ. Nah, berhubung aku masih ada urus 2 bayi, jadi Pak Su merasa kasihan kalau aku sampai kether (riweuh). So, terpaksalah aku ga ikut mengantarkan alm simbah sampai ke peristirahatan terakhir..


Selasa, 07 Juli 2020

Kala Menginap di Rumah Nenek...





Selalu ada sepersekian detik untuk manyun ketika Ibu mengagendakan aku dan kakak untuk menginap di rumah nenek kala kami masih SD dulu. Pasalnya, aku sebel banget kalau udah disuruh nginap di sana. 

Hal tersebut lebih ke karena kami ga gitu sering kumpul selain sama keluarga inti, tak terkecuali nenek. Apalagi kami nantinya akan tidur bareng nenek sementara ibu ga ikut dan hanya ngedrop kami saja. Huuuft rasanya agak angot-angotan akutuw kalau udah ada agenda itu, haha... Tapi herannya, ibu selalu saja mengagendakan itu tanpa mempertanyakan terlebih dulu persetujuanku, mau atau ga. Ya, harap maklum...waktu kecil aku kan anaknya biyungen banget. Jadi, opo-opo ibuk, opo-opo ibuk. Pokoknya aleman banget deh aku sama ibuk. Pisah bentar aja ga mau. Apalagi dititip ke rumah nenek wkwk... Tatud.


Jumat, 03 Juli 2020

Cara Makan Nasgor Ala Kuw...



Sepertinya aku akan menobatkan nasgor sebagai makanan ternyelamatin-able pada saat kelaparan setelah mie instan. Apalagi kalau ada sisa nasi banyak--yang udah dingin ya, dan kalau bisa yang rada pera juga, jangan yang kelembekan ntar malah jadinya kayak bubur goreng lagi (u tatud aku). Terus uda gitu ada telur (yang emang wajib ada dalam kondisi apapun), cabe-cabean (bukan yang bonceng 3), bawang-bawangan, kecap, dan kalau bisa sih ada terasi. Yah, garem mah gosah disebut lah ya. Itu mah wajib ada, gegegegek.

Nasgor ala aku sebenernya gampang aja. Cuma kalau cara makannya sedikit unik, beda dari yang lain, ntar deh aku jelasinnya belakangan. Sekarang mau nerangin cara masaknya dulu.