Senin, 15 Februari 2021

Review Sate Kambing & Thengkleng Rica-Rica Pak Manto, Semarang




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Hujan yang mengguyur Kota Semarang kala itu mengingatkanku pada 2 bait lagu 'Jangkrik Genggong'. "Semarang kaline banjir, jo sumelang ra dipikir." Benar-benar derasnya ga ketulungan walau untung aja ga sampai banjir waktu aku nyampe sana pada penghujung Desember 2020. Waktu itu memang belum dicanangkan PSBB se-Jawa Bali sehingga aku masih bisa mengunjungi orang tua yang belum kutengok sekian tahun lamanya. Baru juga setahun Mbul....tapi setahun itu lama kaliiiik! πŸ˜πŸ€—πŸ€—πŸ€—

#hestek Beby Mbul sudah kangen rumah 

#hestek Beby Mbul sudah kangen orang tua. 


Review Sate kambing & Tengkleng Rica-Rica Pak Manto Semarang


Terlebih, di sela-sela libur panjang itu, ternyata ada beberapa hari nyempil yang membuatku bisa sekaligus eksplore Semarang. Jadi ibarat kata sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui. Sebenarnya bukan dalam rangka libur juga sih. Melainkan ada suatu urusan yang mau ga mau aku harus ke sana. (((Dan mengatakannya justru Anda happy sekali ya Mbull!!!! Yaiyalah karena pada akhirnya aku jadi ada agenda jalan-jalan #minta ditjipok basah ga sih ni admin))).

Sore itu, belum sampai bedug magrib, tapi langitnya udah gelap aja sementara perut belum keisi satupun makanan sedari siang. Perjalanan pada hari sebelumnya yang memakan waktu 4 jam nyaris membuatku belum sempat kulineran. Kepala udah terlanjur migrain jadi aku uda siap-siap sangu Panadol siapa tahu bakal pengsan di tengah jalan, hoho #canda Sayang... Cuma memang semalaman geradakan nyari makanan entah kemana yang ujung-ujungnya balik lagi ke titik semula hanya untuk membeli nasi goreng yang berseberangan dengan sebuah Panti Katolik. Sebuah tempat yang sangat dekat dan bahkan dilewati berkali-kali. Tapi nasi gorengnya enak ya...Khas Semarangan. Seperti ada model gongso-gongsoannya gitu. Ntar aku ripiuw belakangan #fyuh....


Ruangan terbagi menjadi 2, yang non AC dan yang AC

"Bapaaaaak...ijinkan Nita memotret kegiatanmu ya!" 

Atraksi memasak thengkleng rica-rica di atas api yang berpijar


Singkat cerita, ketika bunyi perut sudah semakin ga bisa diajak berkompromi, terlintaslah ide untuk mencoba kuliner senemunya aja. "Mau cari kemana?" Kata tetangga sebelah cara mengatakannya : "Tidak tahu..." Deret nama kuliner khas yang sering disebut dalam portal online dengan judul bombastis pun langsung terlintas dalam kepala. Ada soto bangkong, babat gongso, nasi goreng babat, gudeg koyor, atau apa ya? Aku masih bingung. Sumpah blank, karena baru sekali itu aku sowan Semarang. Biasanya cuma lewat tol bablas Solo Jogja lalu tahu-tahu nyampe rumah. Dan baru kali ini aku ngendon lama di pusat kotanya. Ga cuma maknyuk abis itu pulang. Dan berkat itu pula aku jadi tahu kalau kota ini identik dengan kuliner babatnya. Cuma aku belum ada 'feel' untuk nyobain babat pada hari itu sih. Pengenku sesuatu yang lain. Yang otentik, tapi juga aesthetic ketika difoto-foto untuk selanjutnya kutaruh di blog. Jadi fixnya mau dibawa kemana kaki ini akan melangkah? Ya akhirnya Mbul pun pasrah saja saknemune opo, yang penting hasrat ngelih harus segera dituntaskan. Karena kalau tidak nanti aku bisa rese. Aku tak mau menundanya lagi. Aku ingin segera mengutarakannya. Aku pengen mamaaaaaaam sekarang #molai brutal :D.


Tak terasa kendaraan sudah muter berulang kali di pusat kotanya namun perasaan hati masih galau mau menjatuhkan hati kemana. Rasa galaunya sampai-sampai seperti orang yang kangen pada si dia karena terpisah jarak dan waktu. Maafkan agak gombal dikit ya, biar kalimatnya ga kaku-kaku amat dan ada sedikit humornya. Yakalik kayak ga tau aja bahasa tulis Mbul dari dulu emang udah gini, kalian aja yang baru kenal sama kuh sukanya overthinking mulu hahahha #setdah...uuuunch. Dan, ketika sedang bingung itulah, tiba-tiba mataku menangkap sebuah plang rumah makan spesialis kambing-kambingan yang posisinya berada di seberang jalan. Namanya Sate Kambing & Thengkleng Rica-Rica Pak Manto yang tampak merah membara diantara rumah makan lainnya yang mengapit di kanan kiri. Waktu itu, kulihat dari kejauhan seorang bapak tengah beraksi menggoyang wajan yang berisi cacahan daging kambing berikut tulang-belulangnya untuk isian thengkleng yang di bawahnya menyalak pijaran api dari sebuah tungku tradisional. Cacahan kambing itu tampak begitu menggugah selera karena warnanya yang gelap disertai kuah yang pekat. Semerbak harum bakaran segera memenuhi ruangan dengan disertai dengan asap yang menghalangi pandangan mata. Kupikir rasanya pastilah mantab. Pemakaian tungku inilah yang sekiranya mampu menerbitkan sensasi agak sangit namun terasa nikmat sehingga pantas untuk dikenang sepanjang hayat. 



Cepetan difoto atuh Mbul...keburu laper kiye...hohoho

Widaran Eggroll...? Kok sepertinya menarik....

Ini rasanya manis loh karena bergula seperti admin :D

Meja kursi yang membisu...hiks hiks...sepi ya..horeee

Thengkleng rica-rica dan Sate Kambing Pak Manto

Sate kambingnya pake bumbu kecap πŸ˜†πŸ˜πŸ˜ƒ

Thengkleng rica-ricanya pedes merica...huaaa hot...banget...uuch

Wow liat, uda kelihatan pedesnya ya πŸ₯΅πŸ₯΅πŸ₯΅πŸ˜³πŸ˜±

Selamatkan diri Anda dengan segelas es jeruk manis dan es teh


Ya, tanpa pikir panjang lagi, aku langsung memutuskan untuk icip-icip ke sana. Ga ada salahnya kan? Karena sepertinya lumayan terkenal. Intip sedikit di internet, ternyata kuliner yang satu ini adalah kuliner asli Solo, tapi kemudian buka cabang di Semarang. Jadi ga khas-khas bangetnya kota ini sih sebenarnya. Cuma karena judulnya 'kambing' ya aku tetep mendekat. Tak bisa aku hanya mengaguminya memandangnya dari jauh...tak bisa Maliiiiih! Tahu sendiri kan kalau segala hal yang berhubungan dengan kambing aku doyan. Disate, ditongseng, digulai, dithengkleng, hayuk! Hajar aja pokoknya. Asalkan setelahnya puasa kambing beberapa hari biar ga kolestrol tinggi. Ah, tapi aku belum begitu merasakan ciri-ciri orang yang kena kolestrol tinggi sih. Ya jangan sampai sih ya. Kan aku masih muda. Lho lho lho....Mbul...mulai deh ya...hahahha..Iya aku tahu, aku cuma makan kambing kalau pas lagi kepengen doang. Ga sering-sering ini kan?

Kucluk...kucluk...kucluk tibalah diriku dan rombongan sudah ngendon aja di dalam Rumah Makan Sate Kambing & Thengkleng Rica-Rica Pak Manto ini setelah sebelumnya pesan 1 porsi sate kambing dan 1 porsi thengkleng rica-rica. Tadinya aku sempat galau tuh (Ya Alloh tiada hari kok tanpa galau ya si Mbul, ngegalauin apa sih Sayang? Hahaha) karena kepengen nasi goreng kambing. Tapi karena judul utamanya adalah sate dan thengkleng, jadi nasi goreng kambingnya aku cancel. Toh semalam juga udah nyobain nasi gorengnya, walau ga ada unsur kambingnya sih, tapi menurutku rasanya beda dari nasi goreng tek-tek yang biasa kujumpai di Jabodetabek. Okey, skip bahas nasi gorengnya itu nanti Sayang...sekarang fokus di kuliner kambingnya doloooooo. Jadi, dealnya aku pilih 2 menu itu tadi. Itu pun aku ga ngira kalau porsinya ternyata.....oh my....gedeeee banget..

uhumb....Nita kan jadi grogi kalau lihat yang gede-gede. (((Gede porsinya maksudnya hohoho))). Minumannya, seperti biasa es teh manis dan es jeruk saja. Ya, biar seger gitulah. Karena kuprediksikan rasa thengklengnya itu ada hawa-hawa pedasnya. Benar ga-nya, mari kita lihat pada penilaian jujurku berikut ini ya, hihihi.

Monggo Mbak, diabadikan dari berbagai angle...wuah matur nuwun Pak

Daftar menu minuman di Sate Kambing & Tengkleng Rica-Rica Pak Manto, Semarang

Daftar menu makanan di Sate Kambing & Thengkleng Rica-Rica Pak Manto, Semarang

Yo yang seger yang seger yang seger...berasa di tasiun gua hahah

wuih lihatlah bumbu kecapnya pakai irisan tomat, kol, bawang merah dan rawit yang melimpah πŸ™ˆπŸ˜˜πŸ˜³πŸ˜±πŸ˜±

Porsinya besar bukan?

Siapa yang demen kerupuk kayak Nita coba?



Sembari menunggu proses pemasakan menu yang sedang digarap oleh sang juru masak, kuamati potret rumah makannya ini berkonsep kedai permanen dengan meja kursi berkaki yang dibagi menjadi 2 ruangan. Satu ruangan ber-AC, dan kedua ruangan tanpa AC. Kami jelas memilih yang opsi pertama biar makannya lebih pewe (posisi wuenak). Walaupun ya...tetep saja andai ada area lesehannya mungkin akan lebih asyik lagi, hihi #sekedar masukan :D.

Untuk dapurnya sendiri, dia ada di depan ya, jadi biar pengunjung bisa langsung menyaksikan bagaimana kepiawaian sang juru masak dalam hal mengoprek wajan dan kawan-kawannya itu yang seringkali diiringi dengan atraksi membentuk kobaran api besar. Aku sendiri kala itu lumayan tertarik untuk mengabadikan moment masaknya, hingga pada akhirnya aku mencoba untuk memohon ijin sekalian apakah mereka berkenan untuk kupotret. Ternyata mereka fine-fine aja, dan itu yang membuatku semakin antusias karena hitung-hitung sekalian kuperkenalkan kepada teman-teman pembaca yang lain supaya tahu ternyata di Semarang ada kuliner enak lho...monggo pinarak mampir #tuh kan aku uda macam salesnya hihi..


Thengkleng rica-rica kambing yang enak dan remesep sampai ke tulang-tulang

Review Sate Kambing & Thengkleng Rica-Rica Pak Manto



Nah, menariknya lagi adalah, sebuah rak kaca besar yang berada di belakang meja tungku sebelum tangga menuju kasir dan area makan. Karena di situ terpampang berbelas-belas piring beling yang sudah diisi dengan potongan-potongan daging kambing berbentuk ranjau karena tulang belulangnya masih diikutsertakan dan bakal menjadi isian thengklengnya. Piringnya itu dijejer-jejer, ngantri nunggu untuk dimasak di atas bara panas. Juga satenya. Waduh!!! Wangi bakarannya alamaaaaak menusuk ke jantung hatiku Sayang....hidungku yang sedikit agak bujel ini, hahahaha...

Kembali ke meja kursi yang sudah aku tag tadi. Meja dan kursinya itu agak panjang ya, khas meja kursi kedai sate memang. Dan di atas mejanya sendiri tersedia berbagai macam cemilan (aku kurang tahu sih ini cemilan titipan atau produksi sendiri). Yang jelas ada satu cemilan manis yang menarik perhatianku yaitu Widaran Eggroll dengan dua rasa, cokelat dan juga hijau (mungkin rasa pandan kali ya). Tapi bentuknya sih mirip dengan gabus keju, cuma yang ini modelan legi, manis Cuy, bergula, dan kalau dicokot itu rasanya bisa menimbulkan sensasi yang nyes...muaniiiiiis tenan seperti admin...hahaha.

Kupegang-pegang saja sih. Mau kubawa pulang tapi ada yang nglirik tajam. Sorot mata itu mengandung arti bahwa aku dilarang jajan : "Ojo jajan wae Mbullll, tuh snack kiloan yang ada di rumah satupun blum ada yang dibukak...ya sriping lah, ya lanthinglah, ya apalah-ya apalah"...lha kok malah jadi kayak lagu dangdut ya...#Semarang digoyang yooow! Ya begitulah, akhirnya cuma kufutu-futu saja sambil kupandangi bungkusan Widaran Eggroll itu dengan tatapan penuh arti seolah tak ingin ditinggal pergi,...betapa aku cinta padamuuuuuh....katakanlah...kau cinta padaku

#sawry lebe jilid dua : XD #ada yang tau gag ini lirik lagu siapa, kalau ada yang tau ga bakal kukasih hadiah giveaway sih, hahahhaha #taboook :XD.

Siapa yang mau sate Cung? Siapa yang mau thengkleng Cung?

Ijin foto lagi njih Pak...Monggo Mbak disekecakaaken kemawon


A few minute later....satu persatu pesanan pun mulai berdatangan dan kesemuanya membuatku agak terkejut karena seperti yang kukatakan tadi bahwa porsinya itu....Gede bangat 😳😳😳😱😱!! Tau sendiri kan Mbul suka shocked kalau liat yang gede-gedeπŸ™„πŸ€”πŸ€”πŸ˜¬. Potongan daging kambing berikut ranjau tulangnya maksudku yang gede-gede. Ya, terutama untuk si menu thengklengnya ini sih. Kalau satenya masih umum. Seporsi masih kitaran 10 tusuk. Cuma ya itu emang potongannya gede-gede.

Okey, kureview satu-satu dulu ya supaya kalian pada tau betapa enaknya ni sate dan juga ni thengkleng

Pertama, sate kambingnya. Dia pakainya bumbu kecap ya. Potongan dagingnya gede-gede. Dan teksturnya itu empuk. Ada selipan gajih diantara potongan dagingnya. Tekstur juicy dari si daging dipadu dengan tekstur kenyal dan gurih dari si gajih menjadikan sensasi saat mengunyahnya sampai bikin ku hampir ga bisa berkata apa-apa lagi. Enduuuuulita sekali pemirsa!!!! Terlebih saat kutambahkan dengan guyuran sambal kecapnya sebelum tu sate beneran masuk ke dalam mulut. Nyemmmmm!!!! Legiiit banget. Bumbu kecapnya ini yang aku suka karena isiannya banyak. Ada irisan bawang merah yang bentuknya gede-gede, bahkan sebagian hanya dalam bentuk siung yang diparuh menjadi 2, irisan kol/kobis, irisan ranjau rawit, juga tomat yang atasnya diuwuri merica bubuk. Menjadikan ni sate ketika diublek dengan si bumbu kecapnya terasa kaya. Pedas merica bertemu dengan ranjau rawit? Udah deh...perang! Sama-sama pedes membakaaarrr πŸ₯΅πŸ₯΅πŸ₯΅. Tapi masih ketolong karena ada guyuran kecapnya sih yang which is aku suka karena irisan kol/kobis dan shallotnya ga pelit. Full memenuhi isi piring. Aku kan suka kubis dan bawang merah ya kalau dalam sajian sate. Terasanya itu bikin kranci-kranci gimana gitu. Manteb banget memang.

Nita suka banget dengan sate kambing 

Tapi Nita juga tidak menolak jika disodorin thengkleng


Selanjutnya adalah sang primadonanya yaitu thengkleng rica-rica kambingnya yang tak kalah munjung sepiring full. Wow! Wow! Wow!!! Ingin kuberkata wow sambil pasang mata belo seperti Puss in Bhoots yang minta ditayang-tayang #halah.....karena memang porsiannya udah macam makan wong seerte...buesar sekali. Si thengklengnya ini balungnya masih gede-gede. Dan dia warnanya gelap pekat ya. Di dasar tumpukan cacahan dagingnya terdapat irisan kol/kobis yang kurasa jauh lebih banyak dari si satenya tadi. Rasanya sendiri bagaimana? Gilllllls...sampai merem melek deh aku dibuatnya. Ga ngadi-ngadi enaknya Sayang...... Serius!!!! Buat potongan lidah Jawa yang demen manis pedes, aku suka banget ama rasa otentik dari si thengkelngnya ini. Pedesnya dominan berasal dari lada hitamnya sih...jadinya beneran nyegrak dan seperti naga yang hendak menyemburkan api. Wuuush!!!!!! Pedeeeeees desss desss...hotttttttt.....tapi tetep ya cuy, hauceuk. Gimana ya mengatakannya. Aku suka banget sih ama modelan pedesnya ini. Terlebih makannya sambil diisep-isep sampai ke njero balungan...Wuihhhh! Kagak nahan saiaaaa...emmmb! Manteb banget. Abis diisep-disep, dikoretin tuh kuahnya yang kentel, trus sambil disendok pula pake nasi dan juga irisan kol/kobis, uh dijamin lu olang bakal melayang sampai ke langit ke tujuh turunan tujuh tanjakan!!! #sawry lebe jilid 3. #biasa aku memang orangnya hiperbol hahaha. Ya, tapi balik lagi ke masalah selera sih. Buatku ini pancen seleraku banget. Seleramu bagaimana. Aku tak tau πŸ˜‚πŸ€£πŸ˜‹.

Untuk minumannya sendiri, kupikir standar ya kayak es teh manis atau es jeruk pada umumnya. Sama lah kayak resto lainnya yang menawarkan menu beverage ini. Cuma ya memang kuakui seger banget. Gimana ga seger wong kelar berjibaku dengan pedesnya si thengkleng dan padetnya si sate, tu kerongkongan langsung diguyur pake something yang seger-seger kayak es teh manis dan es jeruk. Ya, pas banget memang. 


Siapa yang sanggup menghabiskan...

Biar kata seperti ranjau tapi balungnya itu enak loh diisep-isep

Sate kambingnya dominan legit, tapi dia unik loh karena atasnya ditaburi merica bubuk



Untuk harganya sendiri...duh ya..kalau urusan bayar-membayar Beby Mbul tiba-tiba menjadi grogi, segrogi kalau disepikin ama si doi#hellaaaw...udeh sonoh mbayar kamu Mbul! Okey, untuk rate harganya sendiri, kisarannya ratusan ribu misal yang makan 2 kepala, tapi ya tergantung sih pesennya apa aja. Yang jelas ada harga ada rupa. Berhubung menurutku rasa makanan di sini whort it, ya aku ga masalah sih dengan harganya, xixixi. Jadi 2 menu itu kurang lebih habis berapa...kayaknya...ini kalau ga salah ingat ...mungkin sekitar hampir Rp 175 ribuan (kayaknya lho ya...soalnya kalau urusan bon-bonan aku memang sering lupa......yang penting jangan sampai melupakanku lho ya muahhahaha...)


Ya pokoknya seperti itulah. Biasa ngecepres dulu pagi-pagi biar kegiatan nuangin 2000 kata perhari tersalurkan dan setelahnya bisa kutinggal agak lamaan.

Okey, segitu dulu jelajah kuliner si Mbul kali ini. Kalian merasa kemlecer ga? Kalau iya, silakan icipin kalau pas mampir Semarang ya. Apa perlu nunggu ditraktir duluan ama si Mbul? Hahahhaha...duh duh...Udah ah, takut tulisanku semakin ngaco, aku takcaw dulu ya, kupersiapkan kuliner selanjutnya yang tak kalah mantul lagi. 

"Sate Kambing & Thengkleng Rica-Rica Pak Manto"
Jl. MT Haryono No. 850, Semarang, Jawa Tengah
Jam buka : 09.00-21.00 WIB

#mungkin beredar dan balasin komennya nyusul ya, soalnya Si Mbul lagi takid ga enak body Qaqa, jadi aku cicil dan aku rapel yaaaa :D

See yu and bubuyyyy...muuuuaaaach

Xoxoxo

Si Mbull yang aslinya bernama Nita (pemilik www.gembulnita.blogspot.com)

















74 komentar:

  1. kangen semarang, kangen makanannya semua nih karena posingan inih

    BalasHapus
    Balasan
    1. lha jebul mba fitri asli Semarang tah Mba fit? πŸ˜ƒπŸ˜„

      Hapus
  2. Satay ialah satu makanan yang saya memang suka, especially sos kacang dan ketupat

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama kak, akupun suka sate, terutamanyang kambing kak dan aku sukanya sambal kecap πŸ˜„

      Hapus
  3. benar-benar menggugah selera, saya ga kuat liat gambar sate nya lebih dari dua detik, takut ngiler haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. #nih tissuenya mas intan..biar ga netes πŸ˜‚

      Hapus
    2. mana mbak? tisu kotak apa tisu ngeroll bulet itu mbak? wkwkwk

      Hapus
    3. tissue basah adanya

      mau yang kodomo apa yang cusson?

      πŸ˜‚πŸ€£

      Hapus
    4. tisu basah dari galon isi ulang aja deh biar gampang haha

      Hapus
    5. bhahahha nih mas tangkap 🎟🎟 sekalian junjungin juga ya galonnya..πŸ˜‚

      Hapus
  4. Bom dia parabΓ©ns pelo excelente cardΓ‘pio.

    BalasHapus
    Balasan
    1. thank you so much luiz Gomes, Lambs have existed through time as some of the most durable, family-favorite dinners ☺😊

      Hapus
  5. Bertahun-tahun hidup di Semarang saya beneran nggak pernah tahu nama tempat ini. :D
    Antara nggak ngeh sama tempat ini atau mungkin karena jaman mahasiswa dulu serasa nggak mungkin bakalan di tempat kayak gini :D

    Tapi kayaknya tempat ini satenya enak ya, baru lihat fotonya aja udah menggiurkan banget, kapan-kapan kalau main ke Semarang tak coba mampir kesini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wow pak guru edotz jangan jangan mantan mahasiswa unes ya? terkezoet saiaaa paaak ahahhah

      iya sih dulu pas aku mahasiswa juga ga kepikiran makan di tempat gedong begini..yang ada duit buat ditabung bayar spp ama beli buku paket wkwkwk

      iyapp..tapi aku recomendasikan thengklengnya deh pak guru...sama waktu itu sempat pengen nyobain sum sum tapi pas lagi kosong πŸ˜„

      Hapus
    2. Bukan, dulu mahasiswa IKIP yang sekarang jadi UPGRIS 😁

      Iya, kalo saya dulu duitnya lebih boros buat beli buku bekas πŸ˜†

      Sippp, kayaknya kalo nanti ke Semarang lagi, makan tengkleng pun udah nggak deg degan sama harganya πŸ˜†πŸ˜†

      Hapus
    3. eh bang kayaknya kita sesama kolektor majalah bobo ya xixixi

      oh iya aku ingat ikip ...

      hu um bang takjembreng reviewnya di sini biar klo ada yang mampir di sini uda tahu kisaran harganya xixii

      Hapus
  6. Your food photos are fantastic. Sounds like you had a very enjoyable time.
    Enjoy the new week!

    BalasHapus
    Balasan
    1. thank's you kindly Bill

      i took a picture not only for once, but also a whole bunch of times, to get some mouthwatering lamb's photos 😊

      greeting...

      Hapus
  7. Akh jadi pengen makan
    Mamoir jg yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan dicoba saat mampir Semarang Pak πŸ˜„

      Hapus
  8. Bikin ngiler ih ahhh, pengen makkkaaann πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. #cidukin nasii....

      itadakimashu Syahid πŸ˜„

      Hapus
  9. wuih daging satenya gede-gede ya mbak mbul, kayak kamu, gede hatinya dan penyabar heheheh :D.. gw sih suka banget sate mbak, dari semua olahan daging cuma sate yang paling doyan :D

    tempatnya lumayan bersih ya mbak mbul, bikin nyaman pelanggan :D, naa kerupuknya itu juga yang bikin ga nahan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. bwahahhaha jadi tersanjung dibilang gede atine..padahal urak mas nif aku tak sesabar ituuu...kadang aku bisa bar bar juga laaaa hahahahhah

      sama dong, sate itu emang nagihin, apalagi yang selipan kulitnya banyak πŸ˜πŸ˜„

      hah? kerupuk bikin ga nahan? hahhaha

      tahan mas nif..tahaaaan...ahaahhaha

      Hapus
    2. heheh gw suka kalap kalo liat kerupuk :D, sampe temen bilang mk=manusia kerupuk, dan mm=maanusia mie :D

      Hapus
    3. ya Alloh cubanget mas nif sampai ada singkatan mk dan mm wekekkekek

      kalau aku apa ya..ms kali pecinta sate hahhahahha

      Hapus
  10. Wis kemlecer iki mbak 🀀 tengkleng e iku lhooo duhhhh aku pengen. Sate mbek e duhhh lezat kali montok bgt heh duh 🀀🀀

    BalasHapus
    Balasan
    1. sate mbek nya empuk mbaksis...maknyus tenan..aku rak boong...tantaaaaab πŸ˜†πŸ˜„

      Hapus
  11. Belum pernah ke Semarang, paling lewat doang. wkwkwk...
    semoga keturut pankapan bisa nyampe semarang...

    jangan brutal-brutal mamamnya ya mbul, hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. tulung pegangin akuw biar ga brutal mba pit...pegangin akuw ahahhahahha

      Hapus
  12. Dibanding menu primadona thengkleng rica-rica, saya lebih tertarik dengan tampakan satenya. Aduh, bikin ngiler kak Nita ini 🀀 Sepanjang tulisan, saya ngeces. Tanggung jawab kak Nita. Ha ha ha.

    Saya mau angkat tangan sebagai penikmat kerupuk. Kalo makan, memang paling enak itu pale kerupuk. Apalagi nasi hangat + es teh. Ngga ada obat. Saya jadi ingat adegan Dilan dan Milea gara-gara box kerupuknya itu. Di sini, jarang ada yang seperti itu di rumah makan. Paling cuma dibungkus kayak camilan yang dimeja itu.

    Ngomong-ngomong camilan yang di meja, itu memang enak. Saya pernah makan. Paling enak ditemani minuman hangat. Rasanya manis. Kayaknya pake gula halus yang sama yang sering dipake untuk donat gula. Ha ha ha. Sok tau memang saya ini.

    Adegan ada yang ngelirik tajam itu bikin ngakak. Saya jadi ingat kalo menemani Mama belanja. Tiap ke rak mainan dan tertarik sama sesuatu, pasti ada yang ngelirik tajam juga. Ha ha ha

    BalasHapus
    Balasan
    1. bhhahahhaha...sungkem uda bikin rahul kepengen nyobain satenya...tapi bener hul satenya gada obat...atasnya badabest berarti wkwkwk...ya gimana aku ga heboh, potongan dadu si daging dan gajihnya seruas ibu jarian hul, gede kan...tapi emang mengenyangkan sangat sih

      wh srius dirimu suka kerupuk juga...kupikir aku doang yang maniak kerupuk. Dulu jaman masih kere (((kere))), maksudnya oas aku masih jadi anak kos aku sering makan ama krupuk doang pantaslah aku diomelin teman soalnya bodyku jadi kurus banget hul hahhahahaha

      tapi nyemil krupuk emang enak sih...biasanya atasnya kuoles saos tomat hul...ini juga jajanan waktu aku sd...krupuk bunder putih bolong bolong yang jadi temen makan bakso itu loh di sdku dijadiin jajanan dengan ditopping saos encer wkkwkwk

      iya enak hul, mirip gabus keju kan buletan lonjong meruncing di ujungnya. Ini manis karena gulanya mengeras. Betul banget dia dari gula halus yang biasa buat taburan donat πŸ˜„πŸ˜

      bhahahhah bentar..rahul uda mahasiswa masih melipir ke rak mainankah? serius hul? #beneran nanya aku hihi

      Hapus
    2. Iya kak Nita, tampakannta memang besar-besar. Jadi ngiler. Untung tadi udah makan dulu baru ke sini lagi. Ha ha ha.

      Meski senang kerupuk, saya jarang sih jadiin kerupuk jadi camilan. Apalagi kayak kak Nita yang dipakein saus. Paling kalo lagi gabut mau nyemil, saya ambilnya kerupuk ikan. Atau paling tidak peyek.

      Jadi kangen donat gula. Sekarang sudah jarang ada yang jual. Beslk kayaknya mau berburu donat gula ini deh. Ha ha ha.

      Maksudnya dulu kak Nita, waktu saya masih SD lah kira-kira. Sekarang mah masih suka mainan, tapi sudah tidak merengek minta dibeliin lagi

      Hapus
    3. eh krupuk ikan aku juga suka banget hul, yang midelan krupuk ikan pakembang itu aku suka bangey, kemplang, ama kerupuk tenggiri...duh bisa khilap sebungkus abis aku..peyek juga demen aku hul, peyek rebon, peyek kacang tanah, sampai peyek kedele juga aku suka

      owalah ahhahahah iya yaa

      eh iya lo donat gula ini makanan sederhana tapi pas aku kos di bogor ada ibu ibu paruh baya yang jajakan masuk ke kosan kosan..sebangsa odading, donat gula, gethas atau gemblong hul...aih jadi pengen gemblong aku..klo di tangerang ada nih di pasar subuh..yang jual dah embah embah xixixi

      Hapus
  13. Mba Nita, makanannya enak2...
    aku jadi ngilerrrr pisan euy..
    Tapi sayang aku gak makan kambiang:D
    Harga segitu imbanglah, kalo memang bener2 wenakk.

    e tapi, mba Fanny pernah review Thengkleng gajah (tapi bukan daging gajah) iya, tapi itu di Jogya..
    oh iya, ini mah thengkleng kambing Semarang. Dua2nya wenakkk..

    BTW, mba Nita, poto2nya keyen...
    Dapurnya uwow:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. whoaaa mba ike tak bisa makan kambing ternyata...bisanya apa mba...ayam berarti ya?

      hu um sangat worth it mba 😍

      oiya aku sempat baca thengkleng gajah jogja yang kesohor itu hihi...pengen uhga aku mba ike...oh selamatkan domoet awaaak ahahahha

      mamacih mbaaak 😍πŸ₯°

      Hapus
  14. I love sate with peanut sauce.

    BalasHapus
    Balasan
    1. i love them with soy bean sauce consist of slice of cabbage, shallot, cayenne, and tomato...😍

      Hapus
  15. Aku tapi kalau liat yg ukuran besar dan banyak gitu lgsg enek entah kenapa.. Efek hamil masih suka kebawa, jadi meski pengen makan banyak, cara makanku ala gadis yg lalu kucing mbak.. ambilnya dikit dikit aja. Wkw


    Aku bbrpa kali ke Semarang malah nggak tahu sama sate dan tengklek pak manto ini. Next ke sana harus diagendakan nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. whoaaaaa kabar bahagya datangvdati mbak ghina..lagi hamil anak kedua...congraaaaaaaats mba sayyyy...mudah mudahan dimudahkan sampai tiba waktunya lahiran dan sehat sehat trus ibu serta calon debay...lalu moga maemnya di tm kedua tar udah lahap ya

      harus mba....ntar klo uda ke sana cari aja di jl mt haryono

      #mbul uda macem salesnya lom mba ahag hag hag

      Hapus
  16. Daging sate kambingnya cocok untuk anak muda. Kalau udah nenek-nenek, takutnya KO di tempat. Selamat malam, Mbak Nita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi...jadi senyum aku...mba bisa aja jokesnya πŸ˜†πŸ˜

      Hapus
  17. Jadi kepingin makan sate kambingπŸ˜‹

    BalasHapus
  18. hmmm kan langsung dar der dor di semarang
    ini kayak Jihane Almira yang menghempas manjah
    tengkleng di sini udah legend ya mbak
    penampakan porsi jumbo bikin mana tahan
    biasane ambune wis mebul mebul marai engga sabar ndang ngemplok wkwk
    opo maneh onok atraksi kobaran api tekan sing masak
    irisan satene yo gede gede ya mbak

    eh ndek nggonku lek ngarani widaran kok telek kucing ya ahahah
    apa bentuke kaya gitu
    tapi emang nyes lek dipangan marai ketagihan
    arep nang semarang lakok banjir mbak tapi huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. asyik ora mas ikrom, mainku takdar der dorke sekalian...ben gaspol wkwkwkwk

      mbul menjelma dulu jadi jihan ya...ethok ethoke aku jadi jihan hihihi


      iya thengkleng ancen jumbo ternyata ya mas krom, jan aku kaget sekaligus shocked liat sakpiring munjung gitu loh hahahhahah

      iyakkk uda macam neng atraksi hiburan malam mas eneng atraksi ngobarke apine segala wkwkwkwk

      wow moso telek kucing widaran kih hahahah...ngakak sakpole deh aku mas.. lha tapi untunge putih gulo alus kan udu ireng coklat...nek ireng ngko sangsoyo mirip mbelek kucheng mas hahhaahaa

      betul aku yo ho o...rasane semarang ki bikin susah muvon hahhahahah

      Hapus
  19. Thengkleng, andai bukan dari daging kambing pasti nikmat banget buat temennya nasi tapi karena dari daging kambing saya minta satenya aja setusuk buat ilangin pengen..hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. mas her doyannya daging apa to?

      satenya setusuk lan...ga nambah lagi..nih setusuk ya wkwkkw
      🍑🍒

      Hapus
    2. Sapi sama kerbau kalau kambing suka sama lidah dan kupingnya aja. (Semoga aja ngga dibilang aneh)

      Setusuk juga udah lebih dari cukup apalagi lihat penampakan di fotonya satenya itu sepertinya ukurannya jumbo.

      Hapus
    3. ga aneh kok, aku juga suka bagian yang kenyel kenyel gitu, bagian kepalanya, kaki, buntut, lidah, telinga...enak tuh..sop buntut, lidah sapi mantab banget...babatnya juga aku suka hahhahaha...pemakan segala deh si mbul

      betul mas her sate terjumbo yang pernah aku rasakan, kenyang banget 10 tusuk wkwkkw

      Hapus
    4. Itu mah suka semuanya..hahaha.. kalau lidah sama kupingnya enak dimakannya kayak ada garing-garingnya dan ngga bau. Kalau babat sapi emang enak saya sering makan empal gentong babat sapi..hihihi

      Nah itu satenya super jumbo setusuk juga ngga habis. Itu sate super jumbo gitu memangnya satenya ngga keras apa?

      Hapus
    5. bener mas her aku juga suka itu, kenyel kenyel karena tulang lunak kali ya, mas her tau ga sih aku kemaren intip resep ngolah bagian bagian itu biar ga bau tuh di youtubenya kokoh eddy siswanto mas, trus abis itu aku jadi pengen masak jeroan dan bagian bagian ekstrem tapi bukan sapi atau kerbau sih, tetep mbul sukanya kambing hahhahahah

      empal sapi aku juga suka mas, di masakan padang tapi biasanya aku makan empal tuh, dimakannya bareng sambel merahnya nasi padang uh wow enak banget mas, endessss, palagi ditambah rebusan daun singkong ...mantab banget

      iya jumbo mas her. Setusuk belom terasa kenyang sih, tapi kalau 2 -3 tusuk lha baru ...

      Hapus
  20. Aku klo bepergian, jarang beli sate/thengkleng gini... Masak e sui..jadi mesti nunggu, dan biasane (opo meneh sate) lumayan lama. Standard, mampir warung Padang...tinggal ngambilπŸ˜€

    Btw, kecap e mantep ya ngasihnya...smpe coklat bngt gitu...nyuss pasti rasane

    BalasHapus
    Balasan
    1. mba lis aku juga doyan padang, nek nasakan padang aku hobine paru goreng kasi sambel merah nek ga dendeng mbak...

      maknyusss banget mba lis πŸ˜πŸ˜†, marem banget ..

      Hapus
  21. sudah berapa lama aku menghindari daging kambing sapi juga soalnya aku orang yang mudah gemuk apalagi jarang olahraga

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi mas agus rusdi kan tinggi ya, jadi ga kelihatan kalau pas berisi iya ga sih hehe ☺

      Hapus
    2. nati dikira sudah berkeluarga lagi Mbak Nita kalau body jadi besar

      Hapus
    3. ah apa iya...berarti yang sedang sedang aja ya mas rusdi...proporsional hehe

      Hapus
  22. Thengkleng tuh dari kambing juga kah mba..?

    Saya pernah kesini. Yah walaupun nggk ikut makan makanan itu karena nggk suka makan kambing.. waktu itu lagi keliling2 sama teman Kosan.. dan belum maksi.. jadi kita bertiga ke sini.. mereka makan tengkleng yg katanya enak.. kalau saya pesan nasi goreng original.. nggk pke daging kambing.. πŸ˜… padahal di menu nggk ada, tapi saya minta buatkan.. heheh.

    Mba Nita udah waktu ke Semarang udh nyobain Lumpia Gang lombok?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ho oh dek bayu

      thengkleng kali ini dari wedhus poenya

      e nasgore piye rasane? enak tah? aku galaw waktu itu pengen makan nasgor tapi yang ada kambingnya, tapi juga bingung soalnya sate melambai lambai pengen diicipin wkwk

      aku kemaren galau banget mau ke lumpia gang lombok, lumpia mba lin, atau lumpia cik memey...akhire sidone ke lumpia cik memey...kapan kapan pwngen nyoba gang lombok dek...

      Hapus
  23. sedapnya sate kambing... merika bubuk itu bisa dimakan dengan sate ayam, daging atau lain-lain?

    BalasHapus
  24. hahahaha kalo aku ke semarang pas ujan, kayaknya ga kepikiran sama lagu jangkrik genggong
    sedihnya akutuh karena aku ga suka kambing, kalau ke semarang mungkin cuman icip icip dikit aja kalau gitu, nantinya ga bakalan abis kalau aku pesen seporsi dewe mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau gitu ingatnya lagu apa dunk mba ai...kasi tauk nita dunk hahhahahahayyyy

      iya emberan mba..porsinya munjung uda kayak gunung mau meletus

      Hapus
    2. langsung googling dan suprise banget ada cabang di Kusumardhani yang mana itu deket banget sama kosan lama saya selama netap di Semarang. CUma ga ngeh juga kayaknya belum ada deh Pak manto ini. padahal andalan banget kalau lagi drop tekanan darah makan sate kambing atau tengkleng.

      Hapus
    3. wah mba nisa pernah ngekos di semarang oas mahasiswa yak hihi...pengen nostalgia ga mba nis ke sana ntar mampir ke tengkleng ini bareng keluarga...dijamin maknyus

      rekomendasiku tengkleng rica ama sum sum sih ssayang waktu itu sum sumnya lagi kosong

      Hapus
  25. Pantesaaaan pas baca judulnya, kok aku rasa2 pernah tau tempat ini. Ternyata aslinya solo toh nit . Tengkleng pak manto yg di solo aku pernah cobaaaa dunk ;). Emaaang enaaaak!! Gilaa yg rica2 manteeep sihm dan gedeeee. Aku sendiri pas makan di sana rame2, jd porsi segitu abis juga.

    Naah pas ke solo okt dan Des kemarin, udh planning mau ke pak manto, tapiiiii ruameeee, udh kayak ga ada korona. Mundurlaaah kami Krn tatuuuut hahahahahaha. Jd aku batal nyobain sate kambing pak manto ini. Kangeen ih rasanyaaaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah dikau berarti nyobain yang pertamanya yang di solo dong mba hahahhahah

      endeus kaaaan walau pas dateng liringannya aku kaget...bucedah gede binggow porsiannya...tapi si bapak suamik kok ya herannya habis mba hahhahahahhah

      oh klo yang di semarang sepiiii mba lumayan aku jadi ga tengsin waktu mau foto foto hihihi

      Hapus
  26. Aku suka banget tengkleng.. waktu ke jogja pertama kali cobain tengkleng gajah
    klo sate kambing suka juga tapi tergantung yg masak alot atau enggak

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh aku blom pernah nyoba yang tengkleng gajah jogja...pengen deh kapan kapan mau nyobain pas mampir sana xixixiix

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...