Minggu, 09 Januari 2022

Review Sate Bebek Bu Tuti Tambak



Oleh : G Nita 

Ke sini lagi setelah sekian tahun lamanya ga mampir. Seperti yang kita tahu, Tambak adalah daerah yang terkenal akan sentra kuliner sate yang tak biasa. Mengapa dikatakan tak biasa? Karena daging yang dipakai sebagai bahan utamanya bukanlah ayam atau kambing seperti sate pada umumnya. Melainkan bebek. Ya, sate yang paling umum di sini adalah sate bebek. Kalau kalian ngebayangin apakah mirip rica-rica entok atau olahan dari bebek lainnya yang berkuah, jelas salah. Soalnya tampilannya ya kayak sate ayam atau sate kambing cuma emang dagingnya diganti bebek. 





Penasaran seperti apa rasanya? Kali ini Mbul sengaja ajak keluarga besar (rombongan maksudnya, hihi) makan lagi di sate bebek punyanya Bu Tuti. Sebenernya Sate bebek di Tambak itu yang paling terkenal itu punya Pak Encus dan Pak Paiman. Cuma emang kami waktu itu mandegnya di kedainya Bu Tuti. Mungkin next time kalau ada kesempatan dolan Tambak (beberapa jam aja dari Kebumen dan Gombong) bisalah ke dua kedai Pak Encus dan Pak Paiman. Sekarang nyobain yang di Bu Tuti dulu.

Sebenernya beberapa tahun lalu (kalau ga salah sekitaran 3-4 tahun yang lalu...lupa aku...), Mbul juga udah pernah makan di Sate Bebeknya Bu Tuti sih. Cuma waktu itu kedainya masih sederhana banget. Bahkan Mbul makannya di outdoor yang belakangnya serasa hutan. Depannya Mas-mas yang ngipasin langsung sate bebek marinasinya. Nah, ke sana lagi kemaren, ternyata udah pindah dong. Sekarang udah bangun kedai yang lebih gede dan ada lesehannya juga. Jadi so pasti Mbul pilih yang lesehan. Memang agak ragu waktu nyampe di depan kedainya. Apa ini sate bebek Bu Tuti yang dulu atau beda kedai. Ternyata setelah dicrosscheck ama Mas-Mas yang lagi ngipas satenya, beneran ini kedai Bu Tuti cuma sekarang emang udah geser dan bisa bangun kedainya agak gedean. Alhamdulilah banyak rejeki berarti setelah direview Mbul #ehhh hihi.







Menu di sini itu spesialnya jelas sate bebeknya. Yang lainnya ada rica-rica bebek dan gule. Minumannya ada es jeruk, jeruk hangat, es teh manis, teh tawar, atau teh manis panas. Nah, berhubung tiba di sana memang ngepasi magrib jadi sembari pesen sate, aku ijin sholat dulu dan numpang pipis di toiletnya. Abis itu ke meja tadi udah dateng pesenannya. Lumayan cepet juga sih masaknya.

Okey, langsung review aja ya. Pertama sate bebeknya. Sate bebeknya ini ada bumbu kacang di dasarnya loh. Dalam seporsi terdiri dari 10 tusuk sate yang sudah diberi irisan tomat, bawang merah, dan rawit. Kecapnya juga ada lagi tuh. Jadi kalau mau manis bisa tambahkan sendiri sesuka hati. Untuk teksturnya, memang kulit bebek ini lebih tebal ya. Dia ini terselip diantara daging bebeknya. So, pas diblend sama sambel kecap pedesnya terasa gurih asin sih. Tapi kalau daging dan kulitnya aja tanpa sambal kecap dan kacangnya sih manisnya pas. 














Kalau untuk gulenya. Dia kuahnya kuning dan di dalamnya sudah ada potongan-potongan daging bebek beserta tulangnya agak kecil-kecil. Rasanya juga gurih sangat. Mungkin aku lebih prefer ke satenya sih ketimbang gulenya. Kalau untuk minumannya standar sih kayak es teh manis dan es jeruk pada umumnya. Tapi secara harga, lumayan terjangkau menurutku.

Review Pribadi dari Aku

Sekarang kedainya lebih luas
Ada mushola dan toilet
Ada area lesehan, ada meja bangku juga
Menu utama : sate bebek, rica-rica bebek, dan gule bebek
Satenya pake sambel kacang yang diblend bareng sambel kecap




















"Sate Bebek Bu Tuti Tambak"
Jalan Raya Tambak
Timur Jembatan Gumetar

Okey, kiranya sekian dulu dariku. Sampai jumpa lagi di postingan berikutnya ya. 

Xoxoxo
Mbull