Senin, 23 Mei 2022

Bogor dan Segala Kenangan Manis




Oleh : Gustyanita (Mbul Kecil)
Assalamualaikum wr wb...

Hallo!!! Apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan baik ya. Pada kesempatan kali ini Mbul akan posting cerita yang agak panjang. Bagi yang ga kuat baca, silakan diskip aja. Bagi yang masih pengen stay tune bareng si admin, silakan tetep pantengin terus channel ini. Eh udah kayak youcub aja ya, padahal Mbul cuma nulis-nulis random di blog. 




Oh ya, Mbul bilang tadi Mbul mau nulis super duper panjang ya. Karena agenda Mbul kali ini ada hubungannya dengan nostalgia dengan kampus tercinta dan Bogor yang menyimpan banyak kenangan, hehehe. Tapi sebelum sampai ke situ, Mbul masih ada sedikit urut-urutan cerita dimana di rumah sempet bebikinan ini itu yang berhubungan sama makanan. Sebenernya ini bukan ide Mbul sih hihihi. Tapi Ayahanda tercinta yang keidean masak hasil terinspirasi dari sambel mercon-merconan yang banyak rawitnya. Ya, akhirnya malam-malam belanja ke pasar dan tumbas rawit oren sekresek selain daripada itu ada pula bumbon lainnya yang nanti akan aku rincikan lewat resepnya ya. 








Bagi pecinta kuliner pedas, pasti sudah tidak asing lagi dong dengan yang namanya sambal mercon. Sambal yang identik dengan kuliner pedasnya Jogja. Cuma kalau di Jogja ditambahi daging sapi, nah kalau kami ga. Kami pakenya kepala dan paha ayam. Juga entog. Sebab entog itu kan mirip Beby Mbul. Kesukaan Beby Mbul maksudnya. Entog adalah hidangan kesukaan Beby Mbul dan keluarga. Yang dari dulu sering beli entog mah Mas, Mbul kan ikud mam.

Kami memakai kurang lebih cabai rawit sebanyak setengah kg, tapi itu juga sudah ditambah cabai merah besarnya juga. Agak bikin pengen hacim-hacim juga ya sambil ngaduk dan goyang wajan yang dah dimasukin cabai rawit dan bumbu-bumbu blendernya. Karena aromanya wangi sekali dan kayak gelitikin idung Mbul yang mungil ini sehingga pengen hacim-hacim, gegeggeek.

Resep Sambal Mercon Ala-Ala Beliau yang sempet ditanya ama Ibuku liwat WA:

Bahan-Bahan :

Cabe rawit
Bawang putih
Sedikit bawang merah
Lengkuas
Daun salam
Sereh
Daun Jeruk
Jahe
Minyak
Gula
Garam
Sedikit penyedap

Cara Membuat :

Blender cabe rawit, bawang putih, sedikit bawang merah, lengkuas, daun salam, sereh, daun jeruk, jahe 
Panaskan minyak
Tumis bumbu yang sudah dihaluskan
Tambahkan sedikit garam, sedikit gula, penyedap rasa, dan rawit utuhan
Tunggu sampai matang












Oseng sambel mercon ini sudah sedikit agak mendekati mercon langganan. Walau seperti ada poin-poin yang kurang. Tapi itu sedikiiiiit aja. Dan selebihnya enak. Kami makan dengan daun suring rebus, plus kepala ayam goreng beli di kaki lima gerobakan. Tak lupa pula lalapan mentimun yang seger-seger banget dan maknyus pas dicolek bareng sambelnya. Timunnya terasa kranci.

Tiba-Tiba Mbul Ingat Bogor, Hohoho...

Karena ada tanggal abang nylempit dikit di deket-deket hari Minggu, akhirnya Mbul kepikiran pengen ke Bogor. Mbul kok pengen halan-halan menyusuri kembali sekolahku dulu ya hihihi. Mlampah-mlampah menikmati pedestrian yang kanan kirinya pohon-pohon gede dan bisa dibilang hutan, karena kampus aku memang ada di kawasan hutan terutama bagian asrama putri dimana aku setahun ada di sana. Ah....nyemlong pengen ke Bogor alhamdulilah proposalku di-ACC maka ga butuh waktu lama buatku agar jam 1 siang kudu harus beres-beres segala sesuatu yang ada. Walau aku jadi kelabakan sendiri karena sambal merconnya Ramane belum habis dan masih sewajan gede. Akhirnya aku punya ide buat dikulkas aja dan udah disetujui ama Beliau. Selain itu sebenernya kemarin baru masak nasi dan masih banyak. Aku lagi ga mam nasi sih jadi ya.....emang akhirnya masih nyisa banyak hahahah. Akhirnya aku kulkasin aja pake tupperware. Terus baru keingetan kemaren baru beli melon seglundungan gede. Jadi akhirnya diputuskanlah untuk membawa melon serta, nanti gampang sesampai Bogor bakal dibelah. Nyem...nyem...nyem!

Lalu tahu-tahu udah jem 2 siang dunk. Akhirnya Mbul dicepet-cepet buat beresin kerjaan yang belum kelar, termasuk dalam hal ini nyuci-nyuci dan njereng-njereng klambi dan juga sprei. 

Sore, Maem dulu di Sambel Dadak

Sekitar jam 3 sore, akhirnya kami start walau sebelumnya sambil cek GPS dulu, biar ga kena macet. Akhirnya lewat Parung walaupun di Ciputat mandeg dulu di warung makan Sunda karena ngelih sepagian belum mam. Akhirnya ngetag warung makan random aja dan nemunya ini. Pesennya ayam kampung goreng, pecak gurame, tahu dan tempe goreng, pete goreng, juga jengkol goreng. Tak lupa sambal dadak dalam 3 tatakan bulat kecil dan lalapannya yang terdiri dari leunca, timun, dan kemangi. Rasanya enak. Aku suka jengkol goreng dan tahu gorengnya yang empuk dan putih (bagian dalamnya). Juga petenya yang rapat-rapat dan manis. Kalau sambelnya pedes banget maka aku nyolek dikit aja.


















Setelah jam 5 sore, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Tapi sebelumnya aku pipis dulu....eh ternyata kedatangan tamu bulanan wakakak... Ya udah akhinya nanti mampir Indomaret dulu buat beli sesuatu dan mungkin juga cemilan, teh botol, susu, biskuit Hello Panda rasa stroberi dlan Roma Kelapa kesukaanku dan Kakak A atau mogu-mogu. Memasuki daerah Parung lumayan padat, dan langsung disambut hujan gerimis. Agak lama sih di daerah sini. Bahkan masuk ke Bogornya akhirnya udah malam aja.

Review Hotel Salak the Heritage Bogor

Pada kesempatan kali ini destinasi yang akan diinapi adalah Hotel Salak The Heritage. Hotel yang paling terkenal di Kota Bogor dan dulu saat fresh graduate aku sempat nglamar juga di bagian managemennya sayang nda ketrima wkwkkw. Padahal dulu aku udah dandan unyu, rapi, dan wangi loh, tapi abis wawancara belum rejekinya kerja di sini, nyantolnya malah jadi reporter wkkwkw. Kalah aku sama yang lulusan D3 Perhotelan hihihi.

Hotel Salak the Heritage adalah hotel bersejarah dari zaman kolonial seluas lebih dari 8000 m2. Terdiri dari 4 bagian utama, yaitu The Heritage Building pada bagian pertama, bagian kedua dan ketiga adalah sayap kiri dan kanan, dan bagian keempat adalah paling belakang.








Tahun 1856, hotel ini berdiri dengan nama Binnehof Hotel yang dimiliki oleh Keluarga Gubernur Jenderal Belanda. Maka ga heran bangunannya memang khas Negeri Walandi sana ya Gengs. Tahun 1913, hotel sempat mengalami masalah finansial dan berubah nama menjadi NV American Hotel. Tahun 1922 hotel dilikuidasi oleh EA Dibbets yang merupakan pemilik saham terbesar NV American Hotel. Nama hotel kembali berubah menjadi Dibbets Hotel. Pada tahun 1932, hotel berganti pemilik dan namanya menjadi Believe Dibbets Hotel. Tahun 1942-1945, pada masa penjajahan Jepang, hotel dengan 54 kamar ini berubah fungsi menjadi markas polisi militer Jepang, Kempetai. Tahun 1948 diserahkan kepada pemerintahan Indonesia. Dua tahun kemudian yaitu 1950 hotel direnovasi dan berganti nama menjadi Hotel Salak yang diambil dari nama Gunung Salak. Artinya adalah 'perak'. Hotel Salak berarti 'Hotel Perak'. Tahun 1955, Hotel Salak menjadi salah satu hotel yang dipakai dalam Konferensi Asia Afrika. Tahun 1991 Rencana renovasi namun sempat tertunda dan baru bisa dilaksanakan 1992 seiring dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 27 Januati 1992. Tahun 1998 nama hotel berubah menjadi Hotel Salak The Heritage dengan standar hotel international. Pada April 1999, seiring dengan pertumbuhan bisnis di Bogor, Hotel Salak the Heritage mengoperasikan 40 superior rooms, fasilitas Rudi Salon dan Batutulis meeting rooms, Burangrang meeting rooms, Binnenhof Restaurant dan Kinanti Music Room.









































Akhir Februari 2000, Hotel Salak the Heritage menambah 24 Deluxe Rooms hingga totalnya menjadi 96. Lalu mengantisipasi permintaan customer dan pengembangan pasar di pertengahan 2000, Hotel Salak the Heritage menambah lebih banyak rooms hingga totalnya menjadi 120 rooms. Management juga menambah lebih banyak ruang meeting seperti Pakuan Padjajaran 1, Padjajaran 2, dan Padjajaran 3. Pada Juni 2003 yang diselesaikan adalah 3 meeting rooms dengan kapasitas 40-100 orang per rooms. Penambahan fasilitas yang terus dilakukan misalnya penambahan fitness center, the Kinanti Kids Club, dan Kinanti Music Rooms.

Hotel Salak the Heritage juga menambah inovasi baru dengan membuka Den Haag Cafe di Desember 2003 dengan menu utama cake dan pastry. Ada pula Liza Herbal Information Center dan Art Shops yang menjual souvenir cantik dan basic toiletteries. Tahun 2016 diadakan penbahan jumlah kamar menjadi 140 kamar.

Untuk type kamar yang sempat dijajal adalah yang Deluxe rooms. Fasilitasnya lumayan juga dan lantai sudah ada karpetnya. Jadi anget di pijakan kaki hehehhe #penting. Bednya ada 2 dan empuk. Terus ada mini kulkas, AC, TV, lemari, hanger, setrika dan mejanya, laundry, heater, air mineral, kopi+teh+gula pasir sachet. 
































































Untuk kamar mandinya....jeng jeng jeng.....asyik ach ada bath upnya hehhehe. Memang dimanapun berada, bath up selalu Mbul cari karena Mbul hobinya berendam seperti Sizuka atau bintang iklan sabun Lux hihihi. Peralatan lainnya lumayan lengkap, bath soap, shampoo, odol, pasta gigi, handuk, hair dryer, toilet duduk, shower hot and cold. Ihiw! 

Sarapan dibuka mulai pukul 06.00 WIB. Kebanyakan menu nusantara ya. Ada nasi, nasi goreng, bihun goreng, jamur krispi, beef sausage, nugget, salad, roti, cake, nasi kuning plus pelengkapnya kayak tempe orek, teri kacang, tahu tempe goreng, telur balado, lontong sayur, bubur ayam, bubur sumsum, bubur mutiara, bubur kacang hijau, bubur ketan hitam, omelet dan telur ceplok, waffle, serabi, buah potong, susu, teh, kopi, dan jus juga mineral water.














































Habis makan pagi, kulihat kolam renang. Apakah Mbul ikut wet wet wet party di kolam renang? wkwkwkwk... Apakah Mbul menemani Kakak A ikut Wet Wet Party di kolam renang sambil berenang? 😂🤣🤣 Siangan dikit habis merem bentar baru deh jalan ke Tajur karena ada 2 kepentingan di sini. Ada yang pengen beli dompet, ada pula yang pengen beli sepatu. Daaaan yang pengen beli sepatu adalah akuuuuuuuw. Belinya di SKI. Aku dapat 2 sepatu. Satu sepatu pantofel dan satunya lagi sepatu santai. Ga lupa ku tergoda juga buat beli bross hihihi. Di sini ga beli tas ya. Soalnya Mbul ga begitu suka tas...orang kemana-mana tentenganku ransel kecil kayak anak sekulah wkwkwk. Ku ga kayak wanita peminim yang hobi dengan tas jinjing hahahhaa.












Nyobain Sop Pipi Tembem di Sop Grogot Kaki Asli Sapi H. Rahmat

Tak terasa, sudah lama juga ngiterin SKI, akhirnya balik-balik udah sore dan terjebak macet. Perut udah keroncongan. Di jalan mata ga sengaja nemu Sop Grogot Kaki Sapi Asli H. Rahmat yang plang dan balihonya ijo-ijo gede banget. Kalau ga salah kawasan sini emang areanya kulineran. Jadi depan-depannya pun banyak tongkrongan buat anak muda. Ya udah, karena udah keburu ngelih, akhirnya merapat aja ke sini. Padahal sebelumnya mau ke Rumah Sumsum yang terkenal itu tapi maced. Jadi ya udah yang ada aja di depan mata samperin hihihi. Lagian sama-sama sapinya. Sebenarnya siapa sih yang pengen bangat mam sapi...hihihi...





Ngeliat ada pengunjung datang di musim liburan begini, dan sebelumnya sepi, akhirnya ownernya dengan ramah mempersilakan Mbul and family masuk. Langsung deh diajak ngobrol pula dan dikira aku itu youtuber. "Itu si Neng Youtuber apa selebgram?" Wakakakka. Bukan atuh Bapak. Mbul mah cuma blogger biasa bukan seleb hahhahah. Tapi seneng nulis kuliner. Hehehe. Soalnya si Bapaknya tahu aku bawa kamera jadi langsung deh jamuan disiapkan sebaik-baiknya. Malah sempet ditunjukin jalan juga yang ga macet tuh yang mana. Alhamdulilah deh, jadi diajak ngobrol dan beramah tamah gini. Mana tempatnya nyaman pula, karena meja bangkunya kayu asli gitu. Terus bersih. Itu sih yang jadi point plusnya.

Oh ya, ngomong-omong menu di sini unik sekali loh Pemirsa. Liat aja namanya Sop Grogot Kaki Sapi Asli H. Rahmat. Turunan menunya juga ga kalah unik karena ada nama-nama yang bikin senyum saat bacanya. Ada...







Diliat dari etalase kaca, terlihat bagian kaki sapi tergantung dengan indahnya, juga bumbu rempah-rempah yang tak kutahu namanya. Ada pula paru, pelengkap sop seperti tomat, daun bawang, kentang rebus, dan kuah dalam panci. Oh ya...satu lagi yang mencuri perhatianku. Si biang penambah rasa enak yaitu minyak samin Cap Onta. Asli deh kalau hidangan sapi atau kambing dipakein ini niscaya jadi menambah cita rasanya. 

Pesanan kami sendiri terdiri dari sop pipi tembem, sop grogot yang ternyata isinya kikil, es jeruk dan es teh manis. Tadinya mau beli sop lidah...tapi sayang lidahnya lagi habis, jadi direkomendasiin sama Pak Haji Rahmatnya sop pipi tembem mengingat yang datang mam adalah punya pipi tembem juga yaitu si Mbul wakakkakakak. Tauk ajah si Bapak mah rekomendasiinnya yang empuk-empuk. Jadi berasa punya teman ya bestie, karena sopnya sama-sama punya pipi tembem kayak Mbul hahhahah. 




















Sore semakin bergulir, satu persatu hidangan kami akhirnya diantar ke meja. Pertama es jeruk dan es teh manisnya. Setelah diseruput dikit ternyata es jeruknya enak banget. Es jeruknya pake jeruk asli, jadi kerasa seger...bukan jeruk kemasan atau ada tambahan sirupnya ya hihi. Sedangkan es teh manisnya juga seger pula. Tapi ini baru disruput dikit dulu. Soalnya kan mau mam yang tembem-tembem hihihi. Lalu berikutnya nasi, dan sopnya juga datang berbarengan. Mbul sih sebenernya lagi ga mam nasie hahahah...Tapi mam sop pipi tembemnya semangkuk juga udah kenyang. Alhamdulilah. 

Sop pipi tembem di Sop Grogot Kaki Sapi Asli H. Rahmat ini unik ya. Kuahnya itu bening tapi begitu disruput langsung makceng!!! Rasa rempahnya kuat sekali. Pedes-pedes nikmat uhammmmm... Kayak ada mericanya gitu. Terus isiannya itu potongan daging pipi yang tembem-tembem (jadi pegangin pipi ndiri hahahah), tomat, kentang rebus, daun bawang, dan emping goreng. Daging pipinya kenyal nikmat....uhhh. Terus dipadu sama kuah yang dikucrutin sambel dan acar timun juga rawit ijo alamaaak nikmatnya. Manteb...pedes-pedes nikmat. Tapi kalau suka manis kayak mbul jangan lupa kucrutin kecap juga ya. Mbul suka yang kuahnya manis gitu deh...makanya kecapnya agak banyakan. Terus lebih nikmat lagi jika dimam bareng kerupuk. Mana kerupuk putihnya renyah banget lagi, jadi double-double nikmatnya heheheh.

Untuk harganya sendiri sudah aku cantumkan di foto ya, silakan dizoom in zoom out sendiri. Tapi menurutku sih dengan harga segitu dan isian dagingnya banyak, udah sangat wort it lah ya. Mantabbbbb!!






















"Sop Grogot Kaki Sapi Asli H. Rahmat"
Alamat : Jalan Duren Raya No. 4, Bogor
Jam buka : Setiap hari kecuali hari Jumat (jam 10.00-21.00 WIB)

Nostalgia Sekulahku Tercinta, Hiks....

Esok harinya, sebelum pulang, Mbul pengen nostalgia di sekulah tercinta apalagi kalau bukan sekulahku di area Darmaga sana...hihihi. Yang deket hutan, bukan yang di kotanya hahahha... Walau ke sananya macet, tapi rasanya jadi kayak mengingat-ingat kembali memori kala itu. Kala aku masih baru lulus SMA unyu-unyu dan baru masuk Asrama karena memang sistemnya setahun wajib asrama sekalian pengenalan kampus. Juga saat-saat mam di Galuga, lewat Duta Berlian pas mau wisudaan tapi bapak ibu tetep nginap di kosan, dan keinget pertama kali dibonceng Tamas di sekitar kampus sampe sempet ditilang karena ga bawa helm. Bayarnya Rp 20.000,- soalnya KTP masih mahasiswa padahal beliau udah kerja hahhah..

Jadi kali ini Mbul mau cerita tentang pengalaman saat masih asrama dulu (kuliah tingkat 1) di sebuah kota yang sangat syahdu, Kota Hujan #uwuuuw ...

Jadi aku mulai darimana ya? Mungkin dari ini aja kali ya...eheum....jadi suatu ketika saat liburan ujian semester aku ga bisa pulang kampung dan masih harus stay di asrama. Suasana asrama itu suepiiiii banget. Asrama Putri ya. Letaknya ada di dalem kampus dan dikelilingi hutan. Maklum kan posisinya deket Fakultas Kehutanan. Nah di Asrama Putri ini ada 3 bangunan. Gedung 1, 2, dan 3. Gedung lama pula. Jadi emang setahun mahasiswa baru kudu wajib tinggal di situ, buat syarat juga supaya ngelatih jiwa solidaritas antar teman karena kami akan disatukan dengan kawan dari seluruh nusantara waktu itu. Per kamarnya itu diplot 4 orang-4 orang, acak dari daerah yang berbeda. Memang sengaja digitukan biar ga timbul genk-genk-an...misal yang sedaerah ngumpulnya yang sedaerah aja...atau yang kota ngumpulnya ama yang kota aja. Kebetulan aku kebagian sekamar sama orang Bekasi, Riau, dan Bogor Bojong Gede. Tapi yang sering jaga kamar itu aku dan yang dari Riau. Cuma yang dari Riau inj juga sering kumpul Omda (Organisasi Daerahnya). Mana sampai nginap pula, jadi tinggallah aku seorang diri yang sering ada di kamar. Termasuk pula pada suatu hari yang cukup mendung itu. 

Oh ya, boleh dibilang kamarku ini ndilalahnya pas banget posisinya ada di depan. Jadi kan nih asrama ada lorong-lorongnya. Aku dapet lorong 1 yang otomatis ada di lantai 1, kamar paling pinggir. Paling deket ama aula tempat dimana mahasiswi sering ditemuin ama orang tuanya kalau pas lagi weekend. Cuma aku doang yang jarang ditemuin hiks, sebab aku di rantau orang. Bapak Ibuku jauh di Kebumen sana. Jadi aku jarang banget ditengokin, hiks...#eh kecuali beberapa kali ditengokin simbah deng yang dari Jakarta sampai bawain mangkok jago segala ama peralatan makan buat aku, haha...

Nah, singkat kata, waktu itu emang hawa-hawa liburan udah berasa di depan mata. Teman-teman aku yang di lorong 1 kebanyakan udah pada cabut pada malam sebelumnya. Apalagi yang dari Jabodetabek, udah pasti pulang duluan ke rumah masing-masing sesaat setelah ujian terakhir. Ntah pada balik ke asramanya lagi kapan. Karena waktu itu aku masih nunggu dapat tiket pulang kampung sambil nyocokin jadwal teman-teman yang mau barengan naik bus Sumber Alam, akhirnya untuk sementara aku jaga kandang dulu. Kamar depanku juga samping-samping udah pada kosong semua. Ada sih 1-2 yang dari jauh banget tapi itupun pada main ke tempat sodaranya masing-masing yang ada di Jabodetabek. Kalau sohibku yang dari Kebumen juga ada sih, tapi dia ada di asrama beda gedung. Mau nginap di kamarnya ga enakeun soalnya masih ada temannya. Ya udahlah terpaksanya aku sendirian di kamarku ini. 

Abis pulang dari ngecekin nilai di departemen fakultas, aku balik kan nuju asrama. Tapi sebelumnya mampir dulu di kantin asrama yang ada di depannya. Kantinnya modelan prasmanan gitu. Menu-menu masakan rumahan khas sunda sih. Lauk dan sayurnya juga macem-macem. Nah, aku biasanya beli makanan di situ. Sebenernya pengurus asrama pernah nawarin ada yang mau catering ga? Aku mau tuh. Pernah nyoba sebulan nyatanya ga cocok ama menunya. Alhasil tiap makan, ya aku beli dulu. Abis kuliah ntah jalan ke Bara (area tempat makan yang keluar dari pagar luar kampus) atau sementok-mentoknya ya kantin asrama. Paling kalau pagi ada variasi lain beli gerobakan yang di belakang koperasi. Kayak nasi goreng, nasi kuning, nasi uduk, gado-gado, es doger dll. Itu kalau pagi banget modelan jam 7-10. Pas hari biasa nguantriiiiii banget. Tapi favorit aku nasgor ama nasi kuningnya sih. Cuma ya adanya pagi doang. Nuju siang udah abis.

Nah, karena yang makanan gerobakan belakang koperasi udah pada kukutan, akhirnya mau ga mau aku mampir bentar ke kantin asrama. Kebetulan suasana juga udah sepi banget. Sayuran dan lauknya masih banyak. Aku minta dicidukin nasi setengah, orek tempe, ama capjahe. Kalau beruntung ada jamur krispinya juga. Sebenernya rasa masakannya lebih cocok di luar area kampus sih. Maksudnya daerah Bara, Bateng, atau Balebak. Aku sukanya kalau abis motokopi tugas atau ngendon di warnet ya bablas terus nyari maem di Warung Yunani. Ini bukan lokasinya ada di negara Greek atau Yunani sana loh ya. Tapi emang namanya itu. Tau ga sih kenapa aku sukanya di sana? Soalnya tahu gorengnya enak. Tahu gorengnya dibikin kipas ada tepungnya. Terus ada jamur krispinya juga yang menurutku mirip kulit ayam. Sama kayak yang ada di Warung Seruni. Selain itu kalau cari makan di luar kampus bisa sekalian beli buah potong macam pepaya, nenas, atau semangka segar yang ditaruh di box ada balokan esnya. Eh ini kok malah jadi cerita tentang cari makanan ya, hahahha...maapkan...sering banget aku nulisnya ngelantur kemana-mana.


















Jadi, aku uda cepalango beli nasi duluan buat dibungkus dibawa pulang dari kantin asrama kan. Nah, abis dari situ aku lanjut lagi lah jalan ke aspal yang menuju ke gerbang asrama putri. Ini depan gerbang langsung hutan loh beydewey, jadi bisa dibayangkan yah segimana ijonya kalau waktu pagi hari. Dan enak banget buat trek jogging.

Abis itu aku nyampe tuh di depan gerbang asrama, lanjut ke gedung 3 lorong 1 dan berjumpa dengan kamarku yang telah sepi ini. Seprei ke-3 temanku udah pada rapi semua karena mereka udah pulang ke rumah masing-masing, minus yang dari Riau yang nginap di asrama Omdanya. Memang dia sering banget ada kegiatan bareng omdanya sih. Beda ama Omda Kebumen yang paling-paling kegiatannya cuma piknik aja. Sehari kelar kalau ga ke Curug Nangka ya KRB. 

Aduh....sore itu suasana tambah syahdu aja kan. Lengaaaaang banget. Kubuka jendela gordennya sampai berkibar-kibar gitu karena anginnya kencaaang. Udah ada tanda-tanda mau ujan. Dari arah jendela kelihatan gedung bagian belakang sepiiii banget nget nget. Yang lantai atas jendelanya pada ditutupin semua. Area jemuran juga ga serame biasanya. Aku belom mau makan dulu sih soalnya ngantuk. Abis baca komiknya temen yang orang Bojonggede aku slamat-slamat kayak ketiduran gitu. Kebetulan ranjangnya itu ada 2 tingkat semua. Jadi aku pas kedapetan yang di atas. Aku suka di atas sih..tapi kadang nyaman juga yang di bawah. Tapi aku tuh kalau lagi sendirian gitu suka kebayang yang aneh-aneh. Padahal cuma perasaanku aja sih. Malah kadang kalau lemari mengerit sendiri rasanya langsung kebayang film Ju On wkwkwkw. Atau ngeliat kaca jadi keinget film  hadeeew parno...Makanya semua korsi yang ada di meja belajar ga ada yang aku hadepin pas ke arah cermin, takut ada sesuatu yang keluar..yaaaaaelah aku sampe kebawa cerita dalam film dong parah....hahahha...Padahal mungkin pas lagi ketakutan aja. Soalnya sendirian di asrama gedung tua  modelan jadul pula, hohoho....

Tapi beneran deh, nasi abis aku taruh di atas meja, aku naik ke ranjang atas. Aku bawa komik conan yang kemarin kupinjem dari temenku yang jarang ada di kamar. Rencananya mau nyari kesibukan dengan baca. Siapa tau kalau kutinggal baca, perasaan was-wasku jadi ilang. Eh tapi ga dong. Malah hawa-hawa semakin ga genah aja. Petir tiba-tiba menyambar kenceng banget. Lalu ujan dereeeeeeeees langsung breeeeesh kayak sekonyong-konyong turun dari langit. Aku tinggal ngedoa-doa aja semoga ga sampe mati lampu, sebab kalau sampe mati lampu kan amsyong aku. Aku ogah banget peteng-petengan sendirian dalam kamar yang segede ini ... Tapi kayaknya karena kelelahan akhirnya aku tidur dan kebangun pas mau magrib. Aku inget belom mandi dong. Yaudah aku magriban dulu, abis itu rencananya mau mandi sekalian nyuci baju kan mumpung sepi. Biasanya kalau pas lagi ga suasana liburan rame sampe antre segala. Ini saatnya aku bisa mandi dengan tenang mungkin sambil luluran dan juga nyuci. Lumayan rapelan cucian udah segunung, dan kalau ga ada yang kering lagi ngalamat aku ga ada baju, hahah...

Kelar magriban, ya pantarannya jam 7-an kurang aku jalan bawa ember dan peralatan mandi juga handuk yang kusampirkan di lengan. Aku ngegleng gitu aja menyusuri lorong 1 yang kala itu sepiiiii banget. Bener-bener kayak temen-temen tuh lagi pada pergi atau emang ada di kamarnya masing-masing. Aku jalan kan nuju kamar mandi yang tiap lorongnya itu ada beberapa deret ga cuma 1. Ngeliwatin tempat setrikaan dan kantin jujur dulu sih yang jualan Chocolatos atau makanan kecil lainnya. Kalau pagi malah ada yang ngiter lorong jajain molen arab. Udah deh sampailah aku di kamar mandi. Kupilih yang di tengah-tengah aja yang lantainya rada bersihan tapi aku agak sebel soalnya kenapa warna lantainya agak gelap sih kan aku suka takut kalau tiba-tiba ada cacing dan ga kelihatan haha.... Okey aku masuk tuh ke dalem kamar mandi. Rencananya mau luluran segala. Ya di samping nyuci baju dan daleman juga. Kulihat samping-sampingku kosong kan. Lanjutlah aku ama aktivitasku di dalam kamar mandi. Abis luluran guyur-guyur, uda cakep, uda wangi, cucian juga aku kasih detergen dan bilas-bilas tinggal kukasih pewangi aja di tahap akhir. Eh, mbasan mau ngrampungin cucian, terdengar dari kamar mandi samping keran kok nyala. Oh, mungkin ada yang lagi bertapa kali wkwkkw.. Ya uda...alhamdulilah berarti ada yang nemanin waktu aku mandi kan. Tapi kok abis itu keran mati lagi. Wah aku sendirian lagi dong. Mana abis itu mati lampu lagi...hwahahah... Aduh ga karuan amat aku mikirnya, mana lom pake baju lagi, badan masih ada sedikit busa-busa sabun. Yaudah ga pake lama aku langsung cebang cebung byur byur lalu salin-salin baju soalnya aku mau udahan. Abis andukan aku pake baju ganti malah sampe kebalik segala lagi. Rencananya abis itu aku mau langsung ngibrit aja dari kamar mandi. Eh pas kubuka pintu kamar mandinya, kulihat pintu ujung kok berkerit sedikit. Pas kutengok di dalam, kok ga ada siapa-siapa. Keran udah mati sih. Tapi mungkin aslinya itu cuma salurannya aja kali ya yang lagi byar pet ga kayak keran kamar mandiku tadi. Sebab emang kadang-kadang keran kamar mandinya seret sih. Lalu pintu goyang karena angin. Mungkin...ai don't know...wkwkwk. Tapi karena dasarnya aku lagi ketakutan, yaudahlah mikirnya jadi yang aneh-aneh segala kan, hahhah. Begitu jalan ke lorong, tiba-tiba terdengar bunyi guntur gede banget ngegeterin kaca jendela. Gimana ga tambah kicep aku. Larilah aku sambil gelagepan nyari kunci dan masukin ke lubangnya. Duh susah banget ga masuk-masuk...Seret. Masih untung aku udah salin baju ga sampe handukan doang hahhaha...walau cucian kutinggal di kamar mandi sih, auk mau kujemur kapan. Udahannya aku masuk ke kamar. Gordin jendela aku tutup rapet. Aku nyalain senter dan berdoa supaya baterenya ga cepet abis. Terus guling-guling yang warnanya putih aku tutupin pake selimut biar ga kebayang yang aneh-aneh. Aku naik lagi ke atas ranjang kelar Isyaan dan tutupan selimut sampai sekepala. Ga lama kemudian lampu udah nyala lagi. Tapi malam masih panjang dan aku masih sendirian di kamar. Hwaaa...











Oh ya, aku jadi ingat cerita yang lain lagi. Soalnya waktu itu pas banget lagi memasuki loket pintu masuk yang menuju ke rektorat. Eh dikira masih mahasiswa dunk uhuw padahal udah lulus. Tapi akoooh masih dikira mahasiswa dong hihihi. Kendaraan lalu muter melewati jalanan aspal dimana rektorat berada dan itu adalah dekat dengan fakultasku...Lalu aku jadi cerita banyak bahwa dulu saat Hari Minggu tiba aku rutin olahraga lari loh mengelilingi kampus yang luasnya berhektar-hektar. Aku mulai dari keluar kosan nerabas celah kecil yang tembus BNI, lalu lari ngikutin trek pedestrian di sepanjang jalan kampus tau-tau semua fakultas berhasil aku putarin hahahhaha. Keren! Padahal itu jalanan panjang banget. Ya, sebagai bonusnya pulangnya jadi beli bakso tusuk goreng yang dicor saos encer di depan BNI...ah...asyik sekali. Tapi karena muterin track ini aku juga jadi ingat oas masanya UTS UAS tingkat 1. Soalnya mata kuliahnya masih umum jadi seluruh area fakultas masih jadi tempat ujian. Beda kalau udah naik tingkat kan cuma di jurusannya aja. Nah, masa-masa UTS UAS ini Mbul sebagai mahasiswa baru ga jarang dapat jam ujian pagi, siang, maupun sore di tempat yang jauh dari asrama. Kalau lagi kesusu-susu biasanya ngebis, tapi kalau slow bisa jalan kaki walau lokasinya jauuuuh banget. Menyusuri setapakan yang pinggirnya hutan, melewati SMA Kornita, Wisma Landuis, dan Wulan Agrianita, juga Masjid Al Hur....Abis itu bisa nyampe Peternakan, Perikanan Kehutanan, dan Kedokteran Hewan hihihi...Jalan-jalan yang pinggirnya serba hijau ini bikin ati adem. Inget banget dulu aku culun bener, pake terusan dress bunga-bunga pink, ransel pink, sepatu kets putih yang talinya merah, kalau ga hem yang skinny ngepress tubuh karena dulu aku cungring banget ga setembem sekarang hahhahaha...Kalau ga seringnya pake jeans. Terus kalau hujan payungnya tinggal digarkan aja. Berjalan diantara kecipak hujan dan rerumputan yang basah dan tergenang air. Hmmm syahdunya.

Beli Pisang di Belakang Terminal Laladon

Usai menyusuri sekolah tercinta, akhirnya udah jam-jam menuju pulang. Rencananya sih lewat Parung lagi. Tapi kena macet. Akhirnya di sekitar Terminal Laladon mandeg bentar buat beli buah-buahan. Aduuh liat pisang meuni ijo-ijo cantik jadi kepengen. Lalu pisang tanduk yang juga ga kalah panjangnya. Beli deh satu-satu. Pisang ambonnya beli yang mateng dan buat dimam hari itu juga kenanya Rp 25 ribu. Sedangkan pisang tanduknya separo (ga setandan). Kenanya Rp 50 ribu. Pisang tanduk emang mahal ya hwahahaa. Tapi enak sih bisa buat apa aja dengan pisang ini.

Di kedai buah ini sebenernya ga cuma jual pisang. Tapi ada pula bengkuang, talas, pepaya mengkal, dan ubi madu. Tapi Mbul cukup beli pisang aja hihihi.
















Mampir Mie Ayam depan Indomaret

Usai beli pisang di Terminal Laladon, saatnya pulang. Lewatnya Mess Lanud Atang Sanjaya dan langsung disambut hujan deres banget... bressss !!!! Ampe sebagian jalan digenangi air kayak mau banjir. Belum sempat makan siang pula dan bingung mau mandeg dimana. 

Ujan-ujan tuh sebenernya pengen bakso atau mie ayam. Tapi galau mulu mau mandrg di bakso dan mie ayam mana hahhahahah. Secara kadang nemu tapi lokasinya susah atau lagi rame. Kalau ga penjualnya ga ada. Jadi akhirnya bablas lagi. Sempet ketemu berentet warung makan Sunda....tapi...tapi tapi....sekali lagi hasratku tuh lagi pengen ngebacowww atau ngemie yayaaaaamm huahahhahah...Akhirnya terus melaju di tengah hujan yang masih deres, bahkan liwat jalan tikus dan perkampungan...daaaaan ga nemu-nemu tempat makan #kacian. 




Sempet nemu warung bebek sambal mercon di daerah Parung, eh tapi kok rame banget. Lagi pengen mam di tempat syepi. Dan sebelahnya ada kede mie ayam. Sepi lagi. Cuma penjualnya nda ono...hihiho. Jadilah sekali lagi bablas terus padahal kayaknya mie ayamnya wenak. Hiks...

Akhirnya random aja nyobain mie ayam depan Indomaret yang aku ga tahu nama kedenya apa hahahaha....Tapi lumayan lah, walau mie ayamnya agak sangit-sangit dikit yang penting perut kenyang. Aduuuh kecolongan mam karbo sehari...hihihi. Sehari itu doang. Mienya pake pangsit dan baso. Lumayan bisa buat ga mam sampe malem hihihi. Soalnya lumayan kenyang.



























Beli Asinan Sayur Enak di Pondok Asinan Muncul

Setelah tuwuk (bukan kucing kuwuk ya...apalagi balung kuwuk hihihi), perjalanan dilanjut dan begitu memasuki perempatan Gunung Sindur mampir sejenak ke Asinan Gunung Sindur langganan. Nama aslinya Pondok Asinan Muncul. Lokasi persisnya di deket Prapatan Muncul.

Sebenernya ni kedai ga cuma jualan asinan. Tapi juga pempek dan makanan berat. Cuma emang terkenalnya asinan. Teman kantor kami yang namanya Pak Aceng kebetulan rumahnya di Parung dekat Gunung Sindur dan bila ke kantor kadang suka bawain Asinan juga. Beliau di kantor katanya karyawan teladan sebab rumah jauh tapi paling rajin dan kalau berangkat sering pagi-pagi. Heheheh. Coba kalau mampir ke rumah Pak Aceng, pasti disuguhin jamuan banyak banget karena beliau orang yang baik. Atau malah disuruh menginap sambil kulineran khas Parung.





Jadi di Asinan Gunung Sindur ini kami beli asinan sayur aja 2. Tadinya mau beli asinan buah juga, tapi karena masih musim lebaran dan liburan, belum sempet ngracik buahnya. Kalau sayur langsung diracikin cepet. Tapi sebenernya asinan sayurnya aku emang lebih suka sih. Sayurnya itu ada sawi asinnya, tauge, ketimun, wortel, kol, tahu kuning dan sambal kacang. Juga ada sambel encernya lagi yang dari cabe rawit. Enak deh. Tapi aku suka sambal kacangnya aja. Biasanya rawitnya ga pake. Uhmmm...rasanya seger-seger acem...enaaaagh! Oh ya satu lagi....paling enak tuh mam ini sambil remes-remes kerupuk kuning khasnya asinan loh. Kalau biasanya kerupuk kayak gini agak keras...nah di sini digorengnya renyah banget. Ampe kadang belum aku remesin ke asinannya udah kucemilin duluan. Abis rasanya enak. Bikin nagih. Harganya per porsi naik dari Rp 15 ribu jadi Rp 18 ribu.

Okey, segitu dulu ceritaku kali ini ya. See you on the next post ya. Dadaaaah!


Salam manis
Beby Mbul (Gustyanita Pratiwi, www.gembulnita.blogspot.com, blog Gembulnita)











70 komentar:

  1. panjang bener posting nya...hihi..aku juga suka masakan Sunda....pernah coba di Surabaya..
    sambal mercon nya enak dimakan ama nasi putih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi...iya kak, Nita kalau pecah pecah artikel jadi banyak jadi bingung publishnya kapan, jadilah nita blash aja sekalian ampe panjang sekali ceritanya wkwkwk...
      wah kak nohas pernah mampir ke Surabaya? ternyata di Surabaya ada masakan sunda ya kak..kalau nita sering nemunya di jawasan Jabodetabek

      ヾ(❀╹◡╹)ノ゙

      he em kak, sambel merconnya pake rawit kurang lebih setengah kilo....tapi ada cabe merah besarnya juga dikit

      (❁´◡`❁)

      Hapus
  2. Sek sek sek Mbul tak napas sek, puanjang bgt ceritamu sampe bikin aku laper lagi, mana akeh tenan poto makanan, uasem, cacing pada triak2 ini.

    Aku baru tau kamu lulusan D3 Perhotelan mbul, tau nggak sek, awal2 merantau nang Jakarta aku kenalan kambek akeh lulusan D3 Perhotelan juga, sering dengerin crita2 mereka sing kerjo nang hotel, suka dukane, sing jelas cuan kenceng hahha, sejak saat itu aku dadi malah tertarik karo dunia perhotelan, pengen kuliah perhotelan tp ya buat apa, aku udah lulus S1 SI mosok arep kuliah meneh, yo sayang duite to yo hihihi.

    Libur lebaran wingi aku staycatin nang Bogor mbul, sering intip2 hotel salak juga mergo review ne apik2, tapi terus aku pilih hotel lain sing low budget hahaha

    Nek kelingan kampus mesti yo kelingan akeh kenangan semasa kuliah yo, terus mesti kelingan kuliner favorit jaman kuliah, kuliner sing regone sesuai karo kantong mahasiswa hahahha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan sayangkuuuch...wkwkwkw

      (((o(♡´▽`♡)o)))

      ฅ(=චᆽච=ฅ)ฅ(^・ω・^ฅ)

      Mbul kuliahnya bukan D3 Perhotelan, tapi S1 tapi ndaftar di bisnis perhotelan hurak ketompo, diri ini kalah sama sing melu ndaftar posisi management lulusan D3 perhotelan. Emang waktu itu kayake hotele lebih banyak cari posisi untuk men gitu kali yes...dan yaaaah belum rejekiku kerja di situ, akhirnya melipir ke Jakarta hihihi. Abis ndaftar BI gagal tes wawancara hahahahha

      Nek kami malah seringe ketemu mantan chef hotel sik saiki alih profesi ikut kerja di kantor say wkwkkw.. makane kadang podo pinter masak walaupun bapak-bapak loh, lha wong mantan chef hihi

      Owalah...kamu liburan ndek bogor ya..arah arah Ciawi sana. Aku ga ke Ciawi...macet...hihi..pengen sih ke Chimory atau arah sonoan...tapi ga sanggup kuterjebag macet..akhirnya bogor lagi bogor lagi. Sekalian pengen mengenang masa-masa kuliah di Bogor...huhu...selalu menimbulkan moment moment yang susah diungkap kata-kata say..hihi...banyak banget moment yang bikin senyam senyum. Anehe...ga mampir Kebon Raya, padahal kebon raya ngarepe pas hotel salak wakakkakaka....terlalu sering dulu ku mengunjungi kebon raya hahahhaha...sebenere pingin..tapi malah akhirnya bubuk-bubuk cantik en banyakan berendam menikmati bath up wkwkwkkwkwkw....#tangi-tangi dah siang, ya ke sekolahku dulu lah...pengen liat lagi dulu jalannya kayak apa. Tempat aku beli maem warungnya masih ada pa nda..tempat ku beli snack kiloan masih buka pa nda hahahhahahhahah

      Hapus
  3. Mbul sayang,
    suka sangatlah Kak Amie baca setiap coretan Mbul. Macam-macam info yang Mbul kongsikan dengan gambar yang terang dan jelas. Mbul turut menerangkan dan menghuraikan satu persatu setiap hal yang Mbul kongsikan. Terasa Kak Amie berada di setiap tempat bersama Mbul. Rugilah yang selalu skip postingan Mbul heheheee. Teruskan menulis ya Mbul.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kyaaaaaaa...makacih kak amie sayang hehehhehe...Mbul jadi semangat ngeblognya (´✪ω✪`)♡

      Mbul kadang terinspirasi juga sama postingan kak amie yang foto makanannya bikin kepengen ngicip kak soalnya terang dan jelas...Mbul suka foto makanan hihihi

      Makasi Kak sudah berkunjung di blog Mbul yang ala kadar ini
      have a nice weekend untuk kak amie dan keluarga

      ヾ(❀╹◡╹)ノ゙(*´︶`*)ฅ♡

      Hapus
  4. Maravillosa pormenorizada entrada, Cuánta pasión le pones para divulgar... Quiero probar esas exquisiteces, todas pero en especial los pescados y las frutas... Qué bellos lugares, suntuoso hotel, magnífico y moderno establecimiento educativo como casi no hay por aquí...

    Te felicito, Gustyanita. Abrazo agradecido.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terjemahan : Wonderful detailed entry, How much passion do you put into spreading... I want to try these delicacies, all of them, but especially the fish and the fruits... What beautiful places, a sumptuous hotel, a magnificent and modern educational establishment like there are hardly any around here.. .

      I congratulate you, Gustyanita. Grateful hug.

      answer : Thank's a lot Carlos my friend. Entry yang super panjang untuk menyimpan moment agar bisa dikenang nanti (´∧ω∧`*)

      segala hal tentang makanan lokal di tempat destinasi wisata baru pertama kalinya aku coba. Sebelumnya sempat ke Warung Sunda dulu untuk try pecak ikan mujair dan ayam kampung goreng with sambal dadak. Pecak mujaer memiliki kuah yang khas dengan bumbu-bumbu yang sedikit pedas ginger Carlos...dia juga bermain di cabai dan bumbu lainnya sehingga bisa menjadikan ikannya tampak cantik dan colorful. Dimakan bersama lalap cucumber, leunca, and basil leaf :)

      buah-buahan yang ada di atas adalah pisang ambon (yang hijau lumut), pisang tanduk (kuning), talas Bogor, bengkuang, ubi madu, dll. Kebetulan karena di rumah pada suka pisang maka yang Mbul beli adalah pisang baik pisang ambon atau pisang tanduk...enjoy your weekend with family. Greetings.
      (´∧ω∧`*)

      Hapus
  5. mbak nitaku, makanannya weenak semua mbak nitaku?bagi doong, maaf ya mbak nitaku ?lama tak blogwalking mbak nita karena habis sewonnya ayahku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga pa pa Tari. Hehehe...iya nih, Nita juga jarang update nanti hihihi. Iya, makanannya banyak dan panjang hehhehe...(´✪ω✪`)♡

      mudah mudahan Tari sekeluarga sehat ya, dan acara 1000 hari ayah tari lancar, doa untuk beliau...☺😊🙏

      Hapus
    2. iya, alhamdullilah acaranya udah selesai minggu kemarin mbak nitaku ??''dan,alhamdullilah kami sekeluarga sehat .

      Hapus
    3. Alhamdulilah kalau lancar acaranya. Salam untuk keluarga ya ☺😃😊

      Hapus
  6. ...looks spicy and delicious.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya tom the sambal that full of cayenne is sambal mercon...😊

      Hapus
  7. Looks like that you have been enjoying the life :-) that fish is perfectly made...crispy, flavourful and so tasty. What are those in front of bananas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks a lot Dear..

      the fruits that in front of bananas are taro (talas) Angie. They are an iconic fruit from Bogor, one of the green city in West Java

      (´✪ω✪`)♡

      Hapus
  8. Masih utuh dan cantik Hotel Salak The Heritage.
    Memang terperinci cerita Mbul perjalanan ke Bogor.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Kak Na, tak terbayang Hotel Salak dulunya sudah dibangun sejak jaman kolonial Belanda. Bagian depan lobi ada bagian tangga dengan karpet merah depan jambangan bunga anggrek merah jambu dan itu desihn klasiknya masih kerasa kak

      ヾ(❀╹◡╹)ノ゙(´✪ω✪`)♡

      Hapus
  9. Travelling ke Bogor yang seru dan luar biasa. Selalu saja menampilkan kearifan lokal, terutama kuliner khasnya. Waduh...Itu menu sop grogotnya berani juga ya ngasih namanya hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Pak Vicky, mencari udara segar melihat pemandangan dan suasana hijau Kota Hujan sambil bernostalgia jaman sekolah.

      hehe wah kalau nama menunya harusnya kuwawancara sekalian Pak Hajinya ya hehehhehw...mengapa beliau sekreatif itu mengasih nama nama menunya. Tapi rasa sopnya menurut penilaian lidahku pribadi sih enak...untuk porsian segitu...dagingnya termasuknya banyak, terutama yang kami pesan bagian pipi Pak ^^

      Hapus
  10. Lantana Magenta Hermosa22 Mei 2022 17.20

    Ngikuti perjalanan Mbul keliling kota hujan, jadi ikutan bernostalgia deh 😍. Adem ya suasana kampus Darmaga. Masakan di sini enak-enak semua. Waddeh merconnya bener-bener bikin meletup-letup di mulut, pisang-pisang yang bergelantungan juga enak 😋😋

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Kak Lantana, Mbul dan family menyempatkan diri buat liburan sejenak, sebenernya pengen liat kancil di KRB juga, padahal kancil atau kijangnya udah ngintip dari balik pager kebon raya minta dikasih mam....mintak dikacih wortel....tinggal nyebrang dunk dikiit...tapi ternyata akhirnya melipirnya ke Darmaga hihihi...Mbul pengen liat jalanan pas dulu mau kuliah (dan itu dari departemen satu ke departemen lain, kadang lintas fakultas jalannya jauh loh) tapih Mbul biasa jalan kaki wekekkekek...pantesan dulu cungkring ga se embem sekarang kak, tapi sekarang masih proporsional kok 46, sekian kg ajaa #eeewhhh...hahha

      aku jadi teringat...dulu ada warung yang seriiiiing banget aku datangi kak. Walaupun jalan dari asrama putrinya jauh tapi kalau pas mau motokopi keluar area kampus sekalin tumbas mam siangnya di situ. Soalnya di situ ada kucing oyennya kak. Kucing jantan dan warnanya kembang asem. Lucu...pipinya bulat tuh kucing. Aku sebut dia kucing yunani soalnya nama warungnya warung makan yunani...lucu deh tuh kucing hahhahahahh

      Hapus
  11. Kenapa dinamakan sambal mercon?
    Saya taunya daun suring buat obat bukan buat lalap, kalau dilalap gimana rasanya?

    Pecak gurame enak banget tuh makannya sama nasi yang masih ngebul..hihihi..baru lihat lalapan ada terong sama leuncanya unik juga

    Cukup panjang juga sejarah Hotel Salak the Heritage berdiri di jaman penjajahan Belanda tahun 1856 tapi sepertinya bangunan kolonialnya udah ngga begitu terlihat

    Serem juga nama sopnya sop grogot kaki..eh isinya kikil.. wkwkwk

    Lihat asinan Bogor jadi ingat rujak mie isinya hampir sama cuma asinan Bogor ngga pakai mie dan rujak mie ngga pakai sawi asin sama touge

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena kami menggunakan cabai rawit agak banyak mas herman. Mercon kan ibaratnya rasa pedasnya si cabe rawit merah dan oranye hehehhe

      lho buat obat apa tow? Kok aku baru tau. Kalau di kampung halaman umumnya direbus dan dijadikan pecel atau urap atau dimakan bareng sambal dan lalap...

      iya pecak gurame aslinya betawi apa sunda ya...enak memang kuahnya pedes anget gitu mungkin karena rempahnya berasa...

      iya aku juga terkejut mas herman, ternyata hotel salak dulunya sudah dibangun sejak jaman Belanda...udah berabad abad lamanya ya berarti kan

      sopnya enak mas herman...kaya akan rempah sih. Daging pipinya beneran tembem kayak nama menunya...dan potongannya juga banyak hahhahaha

      rujak mie yang mienya kuning itu kan...aku malah kebayang mie juhi apa ya...enak juga tuh ada asam asam kuah asinannya...pedes seger.

      Hapus
    2. Oh karena banyak menggunakan cabe rawit makanya dinamakan sambel mercon kirain saya si Dina lagi iseng makanya makan sambel mercon.. wkwkwk

      Coba searching aja di google buat obat apa aja itu daun suring.
      Urap atau pecel pakai daun suring belum pernah nyoba saya di sini ngga ada yang jual pecel atau urap pakai daun suring.

      Setau saya pecak gurame itu asli Jakarta tapi entahlah mungkin juga dari sunda

      Mungkin hotel salak the heritage itu hotel tertua di Indonesia yang sampai sekarang masih ada.

      Itu sopnya daging sapi apa daging kambing?
      Kalau dilihat sepintas sopnya kayak soto daging Betawi.

      Bener banget rujak mie pakai mie yang kuning tapi beda sama mie Juhi.

      Hapus
    3. Kalau gitu bikin ndiri mas herman...pecel suring made in masher ndiri hahahah

      iya dulu itu aku pernah makan di pecak resto tangerang, cuma ga tau kenapa ke sana lagi dah ga buka...entah lagi renovasi atau ga tau deh hiks

      sop sapi mas her ^^, ayo makan di sini bareng mbak eni setiawati juga gapapa mas her atau mba dara banjarnegara...nu dah takbantuin promo cerpennya ehhe

      Iya hotel salak termasuk heritage klasiknya Indonesia...turun temurun sempat ganti kepemilikan

      kan bener rujak mie juhi yang identik ada kremesan kerupuk kuningnya

      Hapus
    4. Kalau bikin sendiri ribet mesti ngulek bumbunya.. wkwkwk..dan rasanya juga kurang mantap.. wkwkwk

      Mungkin bangkrut kali dan restonya pindah ke Ciputat..hihihi

      Kalau sop sapi kapan-kapan bisa dicoba tapi kalau sop kambing nyerah separuh.. wkwkwk

      Rujak mie sama rujak Juhi beda tipis, rujak mie lebih sederhana dan ngga ada juhinya

      Hapus
    5. wah harusnya bisa masak sendiri mas her...liat tutorial bikin pecel kwkwkwk, biar sayurnya bervariasi hahaha

      ga kok beda resto dengan yang di ciputat..

      sopnya enak, cobain aja

      juhi itu apa tow?

      Hapus
    6. bila perlu minta masakin mba dara atau mba eni wkwkkwkwkw

      Hapus
  12. macam sedap sahaja makanan yang ditunjukkan ...alhamdulillah...Bogor pernah saya dengar namanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Pak Cik Hanafi...macam-macam kuliner dari tanah pasundan khususnya ikan air tawar, lalapan, dan sambal dadak. Selain itu ada pula sop pipi dan buah-buahan saat membeli di belakang terminal Laladon. Tempat dulu Mbul sering turun dari angkot kalau ada keperluan ke kota bogor, anak ini ngangkot pak cik wekekekkek...seringnya duduk di pinggiran deket pintu supaya terkena belaian angin dan ga mabok atau muntah hahahah

      Hapus
  13. Yee akhirnya mbul ke Bogor juga lewat Ciputat dan Parung terus bablas deh Semplak dan Atang Sandjaya sampe deh kebogor terus sempat juga ke Hotel Salak...Sekarang kalau ke Bogor lewat mana aja tetap macet Mbul.😁😁

    Apapun yang namanya Hotel kalau di Bogor sudah pasti sejuk dan punya perbedaan sendiri yee mbul.😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeayy horaaayyy...akhirnya Mbul bisa ke Bogor lagie kang satria setelah sekian purnama ga ke sana. Ke Jakarta aja jarang bangat hwahaha...seringnya pulang kampung hehehhehe
      Oiya ya deket Atang Sanjaya ada daerah namanya Semplak...pas lewwat atang sanjaya tetiba ujan deres banget kang satria...udah macam mau ujan badayyyy...malah beberapa jalan sampai banjir gitu..aku kebayang film tetanic...titanic kalik mbul hahahhahahah

      iya kang satria...daerah macet tiap weekend itu kalau ga bogor, puncak, bandung hihihi

      iya ya kang satria...yang pasti sih sejuk karena ada AC nya hahhahah

      Hapus
  14. hotelnya mewah tapi terlihat bangunan lama yaaa
    pernah nyobain sambel mercon, puedes banget, perutku gak kuat
    heuheuheu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak...lumayan bisa dikategorikan mewah walau bangunan sejak jaman Belanda dan berganti-ganti nama hingga kini jadi Hotel Salak The Heritage. Biar Mbul tebag...pasti merconnya jogja yang terkrnal itu kan? Aku sebenernya pengen nyoba juga loh..tapi baru berkesemoatan bebikinan ga pake daging atau tetelan sapi...tapi pakenya entog hehehhe

      Hapus
  15. Boa tarde. Desejo um bom início de semana com muita paz e saúde. Que vontade de conhecer e provar essas delícias.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Good afternoon my Friend Luiz. I wish you a good start to the week with peace and health too with your family. Ya, a chance for try any dish in a half of May...😄

      Hapus
  16. Looks like a wonderful holiday you had. Beautiful place and good food. There are some local fruits that I have not seen before.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Nancy...Bogor udah seperti rumah kedua Mbul...soalnya Mbul 3,5 tahun ada di Bogor...ucul dari SMA langsung sekulah di tempat yang jauh wekekekk...jadi temenan ama bis sumber alam tiap kali pulang kampung dulu, belik tiketnya di pul warung jambu hahahhah...tapi ngangkotnya ga apal-apal..dasar si mbul buta jalan...

      iya local fruitnya itu pisang ambon dan tanduk, juga talas bogor dan ubi madu 😄😊

      Hapus
  17. Walau tulisannya panjang, tapi terbayar khususnya kulinernya :) Btw sekolahnya bagus nih

    Oiya, selamat hari Idul Fitri kak (^^)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya heheheh..kulinernya selalu semarak ya mbul jembreng semua.

      sama sama, minal aidzin wal faidzin juga ya ^^

      Hapus
  18. hallo mbak nita,kok gak afdet artikel sih sampai sekarang ?? kangen tahu sama cerita -cerita mbaknita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Tari nanti insyaAlloh Nita ngedraft postingan ya setelah masak masak dulu. Makasih udah selalu nungguin ya ☺😄

      Hapus
  19. This looks very delicious 😊

    BalasHapus
  20. duarrrrr iki ceritane ala ala rangkaian kunjungan Miss Universe ke Indonesia
    alemonh hotele jan standar beauty pejen
    duh iso ala-ala swimsuit ndek nang ngarpe kolam renang
    duh jan dijamu dengan hakiki
    asinan bogor iku jan ngangeni kok
    tapi menthok pedese ya tuhan iso mak kebul
    aku sui ra mangan mentok

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahhahah..ga kebayang nek nita nggo gaun utawa heels ala miss universe sambil dadah dadah liwat pinggiran kolam...alemong ya waaakk wekekekek

      opo maneh nggo swim suit wkwkwkkw...

      enak mas ikrom asinane khas prapatan muncul kih pake e sambel kacang dudu sing abang cuer asem kae loh...tapi sayurane lengkap ada tahunya segala...

      mentog e wenak...

      Hapus
  21. Kami di Malaysia juga ada banyak jenis pisang tetapi saya selalu beli tiga jenis sahaja - Pisang emas, berangan dan rastali. Saya suka pisang eamas sebab jenis ini kecil tetapi sangat manis. Makanan sambal mercon nampakny terlalu merah dan pedas! Saya ras saya tidak boleh tahan pedas macam ini!. I like all the pictures and paintings in the hotel, the hotel looks clean and very spacious 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pisang emas nita suka juga kak...kalau barangan banyak juga yang jual di sekitar rumah Nita, tapi nita jarang beli. Nita pikir itu pisang raja apa beda ya hihihi...kalau rastali nita baru dengar..iya kak sambal merconnya pedas sangat hihihi....rawitnya segar dan langsung dimasak sewajan sampai beberapa kali dihangatkan hahahha..habis itu kami beli mam di luar beli ayam sogil wkwkwkkw

      terima kasih kak...appreciate your comment always 😍(❁´◡`❁)

      Hapus
  22. Thank you for your always so complete and detailed entries, the photos are great and the hotel looks fantastic.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih dear...enjoy your weekend ^_____^

      Hapus
  23. waaa pengen nyobain sambel merconya deh :D.. kayaknya disini belom ada, adanya bakso mercon

    aku pernah sekali kerja di daerah bogor, deket pegungan salak, emang disana suasanany dingin banget ya, apalagi pas itu musim hujan, makin terasa dinginya.. hotel salak berdirinya sejak lama ya, sempet ganti-ganti nama...

    kok itu menggoa banget sih snack taro net, milo dll.. pengeeen haha :D

    pengen juga mie ayamnya, baksonya juga, pengen semuaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. bakso mercon yang pake kuah thaican ya nif, yang ada rawitnya banyak banget. aku belom pernah nyoba bakso mercon loh. Kesukaanku bakso keju hehhee

      wekekekkek....iya aku inget yang pas awal awal khanif pernah ngepos kerja gitu daerah bogor, postingan jadulmu tahun mbiyen nif wwkkekke

      iya panganane bocah cilik...hahhahahah...iya ini snack favorit pas beli indomaret nif...Aku aja yang dah dewasa masih suka nyemilin mie gemeez dong hahhahah

      mie ayam baksonya enak nif...tapi agak sangit dikit...sih mienya wakakakak...tapi karena lapar ya kumakan juga hahahah

      Hapus
  24. Bogor.. semoga berkesempatan pergi suatu hari nanti.

    BalasHapus
  25. Aduh asinan Bogor.. Tadinya aku mau dadah2 karena gak kuat baca bagian di asrama sendirian tapi sadar gak ada kamera (eh), mati lampu pula di kamar mandi.. wkwkwk... kalo aku udah ngibrit itu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahhaha...iya kak pengalaman saat mbul di kamar asrama sendirian...temen temen pada pulang dan ikut organisasi daerah jadi ga pulang ke kamar. Aduh kamar kenangan..masih teringat jelas sudut sudutnya...tiap hari meja belajarnya takrapiin taktata buku bukunya wekekke...kami rapih rapihan lipatan baju di lemari. Mbul termasuk yang paling rapi dibanding teman mbul yang berantakan wkwkkwk

      pas mati lampu sendiroan di kamar ujan gede..mbul langsung sembunyi di balik slimut sambil naik ranjang atas kak...ga mau kiat arah lain langsung merem aja...padahal ya mungkin ga ada apa apa cuma karena ndirian jadinya takut.mana mati lampunya mulai dari kamar mandi lagi hahahha

      Hapus
    2. itu bener-bener sendiri di asrama? atau masih ada temen di kamar yang lain? kok aku ngeri.. heheheh

      Hapus
    3. di kamar lain ada kak tapi sebagian besar dah pada pulang ke daerah masing masing...paling yang jaga kamar yang dari daerah jauh...itu kalau per kamar 4 orang biasanya yang dari jauh cuma 1 dan sering ikut kumpul organisasi daerah jadi suasana satu gedung sepi banget...wkkwkwkwk..

      Hapus
  26. The food looks so yummy! Thanks for sharing.

    Kisses

    BalasHapus
  27. Mbuuul....... Apa kabar?.
    Bogor memang tiada duanya, talasnya itu lho ikonik banget.
    Sebagai yang tinggal bertetanggaan dengan Bogor, Kota hujan ini memang ngangenin banget sih, salah satunya hawanya yang adem banget.
    nanti-nanti kalau ke Bogor, mampir juga ya ke Sukabumi ya, tak anterin menjelajah kuliner di sini Mbul

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulilah kabar baik Pak Yonal? 😊☺

      talasnya ikonik banget dan sering liat di pinggiran jalan atau dijajakan keliling...cuma mbul ga doyan talas karena gatal kalau ga pintar ngolahnya...

      Iya...kota hujan tiap sore pada bulan sekarang hampir mendung peteng trus...hujan di kota yang banyak pohon jadi pemandangan yang menyejukkan mata...Amin siapppp ^____^

      Hapus
  28. So yummy! Thank you very much! Please follow my blog room-plants.blogspot.com , if you want :) Have a nice day!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank's Dear. Thanks for visiting my blog ^^

      Hapus
  29. Apa kabarnya mbul? 😃

    Wah mbul nostalgia nginep di hotel salak the heritage ya, nostalgia pernah ngelamar kerja disana.🤭

    Berarti ini hotel ini sudah tua ya, untungnya mbul ngga keterima, misalnya kerja disana pas Jaga malam bagaimana kalo ada penampakan.😱😱😱

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulilah Mas, Mas Agus apa kabar? semoga Mas Agus selalu sehat ya bersama keluarga. 😃☺😊

      he em mas, jaman mbul lulus fresh graduate wkwkwkwk..padahal uda dandan rapi, wangi, kemeja licin, riasan natural, performa sempurnaaaah, eeee tetep aja kalah soalnya ga jago bahasa Inggris. Salah satu tesnya ada wawancara bahasa inggris juga huhuhuw...#sepertinya Mbul perlu sinau bahasa inggris lebih baigh lagi xixiix...tapi biasanya belajarnya dari baca article bahasa Inggris en nongtin pilm barat mas. geggegek 🤭😱

      Ooooow nda mas....hotelnya nda ada penampakan. Aman terkendali semuah egeggeegk. Paling yang nostalgia di jalanan deket hutan kampus aja mas, walau mbul ga ngalamin yang aneh aneh sih, tapi karena jalanan sepii nyenyet, dan hijauuu kanan kiri pohon gede juga kuliah jam sore jadi agak-agak bikin bulu roma berdiri. Tapi asyik sih mas. juga tinggal di asrama bangunan jaman dulu jadi punya pengalaman tak terlupakan mas 🤭 Banyak cerita seru mbul saat di asrama dulu. Jadi pengen cerita kapan-kapan hehehhe

      Hapus
    2. tapi itu photo mbul terbaru mas agus,p mei 2022, biasa sekalian promosi jilbab hahhahaha...

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^