Sabtu, 07 Mei 2022

Review Komik : Yotsuba, Kiyohiko Azuma



Assalamualaikum wr wb...

Aku punya 1 bacaan favorit yang ceritanya tuh lucu banget. Ini tentang genre komik slice of life. Ceritanya lugu, tapi juga koplak at the same time. Nama komiknya Yotsuba. Komik ini aku baca sejak aku masih kuliah dulu dan nemu di rental bacaan dekat sekolahku. Ya, walau sekarang aku masih tetep suka baca komik juga sih. Sekedar buat hiburan di kala santai. Maklum kalau baca novel ga bisa cepet, jadi yang ringan-ringan aja dulu kayak komik.



Yotsuba, begitulah nama komiknya. Sesuai dengan nama tokoh utamanya, Yotsuba adalah seorang anak berumur 5 tahun yang sangat imut seperti Beby Mbul Nita wkwkwk. Ehem....maksudnya, ia sangat innocent, sangat ekspresif, spontanitas, juga punya rasa ingin tahu yang tinggi. Ia adalah anak yang menikmati segala hal dengan sorot mata penuh cahaya. Serius penggambaran garis matanya waktu ni anak sedang terpesona pasti digambarkan dengan agak lebay, tapi memang di situlah letak lucunya. Matanya membulat...lalu kayak takjub gitu deh wkwkkw.

Yotsuba ini punya ciri-ciri rambutnya hijau dikuncir 4. Namanya dalam bahasa Jepang berarti daun semanggi berdaun empat atau bahasa Inggrisnya clover. Ia tinggal berdua saja dengan ayahnya yang biasa dipanggil Pak Koiwai. Meski demikian ternyata Yotsuba adalah anak pungut loh. Ia diangkat oleh Pak Koiwai yang kelihatannya masih muda ini soalnya dari tampilannya memang seperti anak muda gitu. Rambutnya gondrong, agak kekanak-kanakan, dan sering disebut sebagai 'ayah yang payah' oleh Yotsuba. Pak Koiwai kadang bertingkah aneh seperti sering menjadi manusia kolor (celana boxer) dan merasa cuek saja biarpun tetangganya yang bernama Fuuka anak kedua dari Keluarga Ayase sering main ke rumahnya karena sering terjebak untuk membantu ayah-anak yang payah ini hahaha...Ia tampak sering menggunakan singlet saja. Penampilan Pak Koiwai memang santai, dengan wajah yang santai pula. 

Ada satu bagian yang bikin aku ngakak parah nggak berhenti-berhenti. Yakni saat Fuuka bertanya pada Yotsuba apa pekerjaan ayahnya di suatu siang yang cukup panas, Yotsuba bilang pembuat iles-iles. Aku ga tau sih apa itu iles-iles? What is the meaning of iles-iles? Wkwkwkwk. Padahal ayahnya sendiri bilang bahwa pekerjaannya itu adalah penerjemah. Eh, malah diterjemahkan lain oleh Yotsuba. Dan karenanya ia meneruskan informasi yang kleru kepada Fuuka yaitu Pak Koiwai adalah pembuat Iles-iles. Sampai akhirnya di kesempatan lain Fuuka bertanya pada Pak Koiwai bahwa iles-iles yang bagus itu seperti apa? Ya tentu saja Pak Koiwai hanya bisa bengong doang karena tidak mudeng, kenapa juga ia ditanya iles-iles wkwkkwk. 










Tapi meskipun agak bodoh dan kekanak-kanakan, Pak Koiwai menurutku punya tampang yang keren loh. Ia juga cukup bijak dalam mendidik Yotsuba selayaknya orang tua pada umumnya. Ya, meskipun kadang kelihatan koplak juga sih tingkahnya hahahha. 

Yotsuba juga paling senang dipuji dan paling jengkel kalau harus kalah dari Yanda (teman Pak Koiwai selain Jumbo). Sifatnya yang spontanitas selayaknya umuran anak 5 tahun memang menjadikannya demikian kawai (imut) persis seperti Beby Mbul Nita #plaaaak! Tapi kadang Yotsuba bikin gemas juga karena ngeyelan dan keras kepala. Misalnya pengen hujan-hujanan, ngebet ke peternakan untuk melihat susu diperah padahal badannya lagi anget, masukin kue ke kantong, dll. Ia juga kadang bisa menangis sedih atau manyun gitu jika dilarang oleh ayahnya walaupun itu untuk kebaikan, ya pokoknya lucu lah. Khas anak-anak banget dialognya. 

Oh iya, selain 2 tokoh utama Yotsuba dan Pak Koiwai, di komik ini aku juga suka dengan tokoh Fuuka yang sudah kuceritakan sedikit di awal tadi. Ia adalah anak kedua dari keluarga Ayase yang merupakan tetangga baru Pak Koiwai. Jika digambarkan secara fisik, Fuuka ini menurutku memiliki body yang cukup demplon ya seperti Anita Mbul #eh.....plaaakkk! Iya maksudku sexy untuk ukuran anak SMA kelas 2. Rambutnya pendek sebahu dan ia sangat menarik di kalangan cowok-cowok di sekolahnya. Ia dijuluki Pak Koiwai sebagai gadis yang sigap karena suka membantu. Juga dijuluki Jelita oleh Jumbo teman Pak Koiwai yang badannya besar. Ia sangat piawai melakukan apapun termasuk menemani Yotsuba bermain. Walau kadang payah juga untuk beberapa hal. Misalnya memilih kaos hingga ia sering diejek oleh kakaknya Usagi Kelinci eh salah Asagi Ayase bahwa seleranya itu thumbs down wkwkkw. 

Berbeda dengan Fuuka, Asagi Pratiwi...uhuk...maksud w Asagi Ayase adalah anak pertama dari keluarga Ayase. Ia berumur 20 tahun dan masih kuliah. Ia digambarkan sebagai gadis yang tinggi semampai dan sangat cantik seperti Pratiwi #plaaak. Yotsuba memanggilnya “kakak yang cantik”. Asagi ini punya tampang santai dan lumayan iseng juga orangnya. Ia sering nongkrong bersama sahabatnya Torako yang kurus tapi sering disebut Yotsuba sebagai Tora manusia harimau. Sebenarnya Tora tidak begitu suka anak kecil, tapi pengecualian pada Yotsuba karena ia merasa anak itu lain dan istimewa.

Saat kecil, Asagi lucu dan polos seperti Yotsuba. Tapi begitu beranjak dewasa Ibunya merasa Asagi semakin mirip dengannya. Sifat isengnya, juga setelan muka santai dan cool-nya, percis w banget 🤭😂. Saat Asagi kecil, ia menemukan semanggi berdaun 4 dan memberikannya pada ibunya. Tapi dengan muka santai, ibunya menyuruhnya untuk mencari yang berdaun 5, hingga jelas-jelas tidak nemu dan akhirnya ia nangis. 

Sebenarnya ada 1 anak lagi dari keluarga Ayase selain Asagi dan Fuuka, yaitu si Bungsu Ena. Cuma aku ga begitu tertarik dengan karakternya. Ya kurang lebih Ena ini masih pantaran SD sih. Umurnya 10 tahun. Tipikal anak pintar dan senang belajar bahkan menggilai ilmu pengetahuan alam sampai masalah global warming segala lho.

Saat itu ia menjelaskan pada Yotsuba dengan bahasa sederhana dengan contoh penggunaan AC yang mengakibatkan pemanasan global dan AC ia iibaratkan sebagai musuh bumi. terang saja begitu Yotsuba sampai rumah dan mendapati Pak Koiwai memanjer AC sepanjang hari, maka dengan frontalnya Yotsuba berkata bahwa ayah musuh bumi, hahhaha. 

Oh iya ada 1 bagian lagi yang membuatku kadang ngikik ga karuan. Lantaran Ena ini di rumahnya kan punya boneka beruang dan ia beri nama Julietta. Tapi sama Yotsuba dipanggilnya Juralmin. Sampai suatu ketika Pak Koiwai membawanya ke toko boneka dan ia dibelikan satu boneka. Baru setelah itu ia beri nama boneka beruang itu Juralmin beneran...wkwkwk.

Tokoh lain yang menarik adalah Bu Ayase. Ia adalah ibu dari Asagi, Fuuka, dan Ena. Ia digambarkan sebagai sosok ibu yang santai dan iseng juga. Ia sering mengeluarkan aneka cemilan dan kue jika Yotsuba datang bermain. Bahkan tidak segan-segan ia berbasa-basi menyuruh Yotsuba datang ke rumah setiap hari sambil mengiming-imingi cemilan. Rupanya Bu Ayase menganggap Yotsuba saat ngemut cemilan itu sangat cute atau kawai. 

Ada lagi Pak Ayase yang merupakan kepala keluarga Ayase. Beliau jarang terlihat di rumah karena sibuk bekerja tapi selalu pulang setiap hari. Tipikal tulang punggung yang ga neko-neko, sederhana, family man, kalem, dan overprotectif terhadap keluarganya terutama putri-putrinya. Tapi ada bagian koplaknya juga sih antara Asagi dan Pak Ayase yang dengan muka datar Asagi berkata seolah-olah Pak Ayase itu sudah meninggal. Dan ia sering sekali menggunakan kalimat dengan keterangan waktu yang telah lampau. Jadi tuh berasa kocak aja, padahal ia sedang nge-joke atau melempar humor receh. Tapi aslinya, Pak Ayase dan keluarganya baik-baik saja dan harmonis. Bahkan penuh dengan kekoplakan setiap harinya. Cuma memang karakteristik anaknya beda-beda. Hahahha..

Lalu ada lagi Jumbo atau nama aslinya Takashi Takeda. Ia adalah teman Pak Koiwai. Tinggi badannya mencapai 210 cm, dan sering melemparkan humor receh bahwa leluhurnya adalah Jerapah. Rambutnya agak jegrak seperti terkena petir dan ia berkacamata. Badannya memang besar sih. Ia bekerja di toko bunga milik ayahnya dan sering dolan ke rumah Pak Koiwai dan Yotsuba untuk mengajaknya ke suatu tempat secara dadakan. Misalnya ke peternakan, menangkap kumbang, atau ke festival. Ia memiliki rasa persaingan yang kuat terhadap Miura teman SD Ena yang anak sultan. Contohnya saat Miura bilang akan pergi ke Hawaii, maka Jumbo seperti tidak mau kalah...ia pun keesokannya beneran pergi ke Hawaii meskipun hanya PP untuk pamer pada Miura, wkwkw. Tapi selain daripada itu ia juga suka pada Asagi. Ia menyebutnya sebagai Si Sangat Jelita. Tapi ia terlanjur salah paham bahwa Asagi adalah pacar Tora. Padahal ia ga ngeh Tora itu cewek. Cuma emang penampilannya keren dan demen ngerokok jadi dikira cowok wkwkkw.

Terakhir yang cukup menarik adalah karakter Yanda atau nama aslinya Yasuda. Ia adalah teman Pak Koiwai dan Jumbo. Umurnya lebih muda dibanding mereka berdua. Yanda pekerja kantoran dan sering tiba-tiba nongol ke rumah Pak Koiwai untuk meledek si kecil Yotsuba hingga Yotsuba berang. Semacam love-hate relationship. Dan selain kekanak-kanakan pula, Yanda juga tak kalah koplaknya dari Pak Koiwai dan juga Jumbo. Tapi yang sering menggibah kecantikan Asagi adalah Jumbo dan si Yanda ini. Sedang Pak Koiwai lebih sering berinteraksi dengan Fuuka. 

Ya, memang tiap chapter judulnya itu keseharian para tokohnya ini. Dikemas dengan lucu, lugu, dan spontanitas. Aku membacanya ya kadang banyak ngakaknya sih karena dialog-dialog polosnya yang kadang minta ditabok banget. Yotsuba emang benar-benar komik yang nyenengin. Baca ini ga bikin capek. Ga bikin mengerutkan kening. Santai aja gitu tau-tau tamat. Tapi aku belum baca yang volume 14-15 sih. Baru sampai part 13 doang. Dan paling senang kalau lagi ada part masak atau bikin makanan. Misalnya bikin pancake, strawberry shortcake, mie udon, makan semangka saat musim panas, mengumpulkan kastanye dll. Gambarnya detail banget dan cute. Aku suka artwork mangakanya huhuhu.





2 komentar:

  1. banyakin review komik manga atau film dong Dek, komik yotsuba ngakak banget sama karakter bapaknya, tapi yotsuba memang imut sih. Genre slice of life yang lempeng tapi humor

    BalasHapus
    Balasan
    1. InsyaAlloh nanti aku banyakin baca buku dan komik dulu ya, biar nambah label resensinya...

      iya komik yotsuba ini emang lucunya karena karakter tokohnya banyak yang muka santai tapi ya jadinya lucunya ngalir gitu

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS . Mohon tidak meninggalkan link hidup juga. Komentar dengan link hidup, akan langsung dihapus :)

Oh ya, Tidak diperkenankan mengambil gambar, foto masakan atau kuliner juga segala catatan yang bersifat personal note tanpa seijin pemiliknya. Terima kasih ^_^