Selasa, 20 April 2021

Cerita tentang Telor Rebus




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Derik jam Junghun lamat-lamat menyambut kepulangan Mbul kecil pada pukul 14.05 WIB usai mata pelajaran hitungan yang begitu membosankan. Suara intonasi guru yang menerangkan pun tak ubahnya setelan robot. Fals. Hampir seluruh siswa terkantuk-kantuk dibuatnya. Tak jarang beberapa diantaranya malah langsung bablas sampai ke alam mimpi. Ya hanya dengan bermodalkan buku-buku paket yang diberdirikan, mereka tidur melepaskan diri dari belenggu bayang-bayang integral yang menari-nari di atas kepala. 

Dua jam terakhir rasanya kepala mau copot. Mbul kecil memang tidak menyukai pelajaran hitungan. Ia paling anti dengan pelajaran matematika, fisika, dan juga kimia. Ia lebih suka  menghapal biologi, aneka rumpun sosial, atau latihan menulis pada pelajaran bahasa (bisa Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris). Anehnya, saat kelas 2, ia tetap memilih jurusan IPA. Bukankah itu yang dinamakan cari mati? 

Praktis, begitu lonceng berdentang sebanyak 14 kali, sudah seharusnya ia katakan itu sebagai sebuah mukjizat. 



Lho kok Beby Oink-Oinknya ada di petarangan (sarang) ayam ??? πŸ™ˆπŸ˜±πŸ˜³

Mbul kecil pun bergegas menuju parkiran. Sepedanya sudah ia tambatkan sedari tadi bersama puluhan sepeda lainnya yang kebanyakan adalah sepeda jengki. 

Ia memang tak pernah lupa dimana ia biasa meletakkan sepedanya. Terlebih karena warnanya yang gampang diingat. Merah menyala. Sementara kebanyakan sepeda lainnya berwarna hitam. Juga tidak ada keranjangnya. Lain dengan sepedanya yang khas. Berkeranjang~warna merah. 

Begitu ketemu, sepeda itu segera ia lepaskan sandarannya dan ia tuntun sampai ke depan gerbang sekolah. Setelahnya baru ia naiki sepanjang jalan menuju ke rumah.

Siang yang cukup terik. Padahal hari sudah menuju sore. Tidak kurang dari 45 menit lagi, pengeras suara dari arah masjid sudah akan mengumandangkan suara adzan. 

Sesampainya di sebuah turunan, dikayuhnya sepeda mininya itu hingga keranjangnya bergetar hebat karena angin yang bertiup dari arah berlawanan memperlambat laju sepedanya. Rambutnya yang tebal kian acak-acakan, sementara seragam sekolahnya untuk Hari Rabu ini sudah cukup bau matahari. Ia dan sepeda mini warna merahnya itu kini terpanggang siang jalanan desa yang kanan kirinya membentang sawah dengan padi yang telah menguning. Di sela-sela pematangnya, tumbuh subur daun keladi yang permukaannya seperti diayun-ayun angin. Ingin rasanya ia sampai rumah dalam hitungan menit.

Setibanya di rumah, hanya ada bunyi jam tua yang menyambut. Deriknya yang teratur kian mempertegas suasana sunyi di suatu siang menuju surup. Sunyinya terpantul-pantul diantara dinding-dinding tembok yang dilabur putih. Mbul kecil pun mengucap salam berulang kali. "Assalamualaikum!" Sambil dituntunnya sepedanya itu dan pagar ia katupkan selotnya sampai ujung paling pol. "Assalamualaikum!" Tidak ada jawaban. Rupanya Bapak ibunya belum pulang dari tempat kerja. 

Ia pun berandai-andai, seandainya Bapaknya sudah kondur dari aktivitas mengajar di kota kabupaten sana, maka biasanya Bapak akan menyuruhnya untuk membeli rokok di warung sebelah, warung Prima yang sebenarnya tak bernama. 

"Nduk, kono tumbaske Bapak Jarum 76 sebungkus neng gone Prima. Ngko jujule nggo kowe." Ujar Bapak sambil menyodorkan selembar kucel uang puluhan ribu bergambar wanita pemetik daun teh yang berwarna kehijau-hijauan.

Mbul kecil pun mengangguk. Ia langsung sigap menerima lembaran uang itu sambil menjawab, "Nggih Pak. Nek jarum 76 mboten wonten gantine nopo?"

"Yo gudang garem." jawab Bapak.

"Mangke, arto kembaliane kangge Nita nggeh. Nita bade tumbas jajan."

"Yo wes kono, budalo Cah Ayu." sahut Bapak yang seolah kalimatnya itu menjadi hal yang paling ditunggu karena sama halnya dengan ungkapan Mbul kecil bakal mendapatkan uang jajan ekstra di luar uang saku yang biasa diberikan selama ini. Kalau sudah begitu rasanya hari-hari menjadi semangat. Memang dengan Bapak  semuanya menjadi asyik. Tidak seperti ibu. Terlampau hitung-hitungan seperti pembukuan akuntansi, hihihi. Di kepalanya pun langsung terbayang beberapa kandidat jajan yang ingin dibelinya. Apakah roti isi selai stroberi, anak mas, lidi-lidian, kenji, snack gulai ayam, balon tiup, atau mainan bongkar pasang.

Segera kakinya yang hanya beralaskan sandal jepit kebesaran itu ia bawa ke warung Prima yang hanya berjarak 10 meter dari rumah. Prima sebenarnya hanyalah nama seorang anak laki-laki dari pemilik warung yang bernama Lek Imron. Tapi memang yang paling sering melayani pembeli adalah Prima. Kalau tidak ya Sendi adiknya. Namun ia berharap bukan Mbahnya yang melayani. Sebab selain sudah sepuh dan agak cerewet, Beliau juga lama dalam hal menghitung total kembalian terutama ketika uang yang dibayarkan pembeli termasuk ke dalam nominal besar. "Jadi...mari kita putuskan mau jajan apa dengan sisa uangnya?"

Beby Mbul...eh Beby Oink-Oink merebus telur


Mbul kecil sangat menyukai roti isi selai yang tak ia ketahui apa mereknya. Rotinya slice 2, bentuknya bundar. Tengah-tengahnya itu ada layer selai stroberinya. Kental dan juga merah. Takarannya bisa dibilang tidak sedikit. Mungkin lebih dari 1 sendok makan penuh.

Pernah sebelum hits yang ini, selai stroberinya diganti dengan cream yang warnanya agak ngepink tapi juga banyak putihnya. Dan kalau sedang makan itu serasa mulut belepotan krim pencukur kumis. Mbul kecil tidak masalah akan hal itu. Selain karena rasanya manis, teksturnya juga sangat lembut dan cocok dengan 2 buah roti penangkupnya. Sementara untuk roti isi selai stroberi merah tanpa cream, rasanya pun seperti jackpot. Ketika digigit permukaan rotinya yang empuk, tahu-tahu bagian tengahnya seperti memenuhi rongga mulut. Selai yang merah dan kental itu seperti dijepit oleh rotinya dan rasanya betah saja untuk diemut-emut. 

Yang jelas dagangan jajan di warung Prima memang musiman. Ada saatnya yang dijual model roti-rotian. Ada saatnya ciki-cikian. Snack gulai ayam yang bungkusnya legend kuning ada gambar paha ayam yang digulai, kenji dengan gambar koboinya, atau Anak Mas dengan bungkus merahnya. Jika teringat yang pedas berbumbu pasti jawabannya adalah lidi-lidian. Jajan lain dalam bentuk nonpenganan, masih iseng suka beli balon tiup dan juga bongkar pasang.

Ahhhh.. tiba-tiba semua bayangan itu sirna. Sebab nyatanya memang Bapak belum pulang dari tempat mengajar. Bayangan roti isi selai, anak mas, lidi-lidian, kenjie, snack gulai ayam, balon tiup atau mainan bongkar pasang tidak jadi ia beli dengan kembalian uang kucel seharga Rp 20 ribuan. Yang bisa ia lakukan hanya menengok isi tudung saji dengan malas. Ada apakah gerangan di baliknya? 

Sisa nasi kenduri dengan 1 jenis lauk yang masih layak makan. 

Telur rebus. 

Mbul Kecil yang kelaparan akut segera mencari garam ke arah dapur. Ia berjalan tergopoh-gopoh hingga hampir saja kucing yang ada di depannya ia tubruk andai saja bunyinya yang sember itu tidak mengaum duluan dan kucing tersebut pun berubah menjadi harimau benggala lalu mengagetkannya

Setelah garamnya ia temukan, segera dikupasnya telur rebus itu dengan hati-hati supaya permukaannya yang mulus tidak rusak, dari situ ia tutul-tutulkan telur itu di atas garam untuk selanjutnya ia luncurkan ke dalam mulut. Nyammmm! Gurih bagian kuningnya berpadu dengan kenyal bagian putihnya menjelma menjadi satu snack pengganjal lapar dengan harga ekonomis. Sebab hanya ada itu yang terlihat di atas meja. Lainnya tidak ada. Maklum, jika ada stok kue biasanya langsung ibu sembunyikan dengan dalih untuk suguhan tamu. Praktis Mbul Kecil sering kelaparan.


Santey dulu..biar gemoy...


Jikalau telur tidak ada, biasanya masih ada alternatif lain yang tak kalah ajaibnya, misalnya kopi bubuk yang disendokin dengan gula pasir. Merek yang biasa digunakan adalah Kopi Kapal Api. Nanti makannya dikremus-kremus saja serasa makan permen Kopiko dalam bentuk bubuk. Iya digado gitu. Atau kalau tidak ya ngemut gula jawa sebagai pengganti permen. Pernah pula ngemilin susu bubuk tanpa dibikin minuman. Jadi sama seperti kopi bubuk dengan gula pasir tadi, susunya disendokin  lalu mendarat ke dalam mulut. Ow....Mbul Kecil sungguh kreatif bukan?

Telur rebus ditambah garam...itu hanya 1 dari sekian contoh...hehehe.




42 komentar:

  1. Angin buritan itu angin dari belakang kan kok malah bikin laju sepeda tertahan, memang naik sepedanya mundur ya?

    Lagi ngebayangin makan kopi bubuk sama gula pasir kayak gimana rasanya apa ngga bikin kesimpatan tuh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh my God...sadiiisss mas herman langsung diedit wkwkkw...tapi ga pa pa aku seneng, tandanya mas herman bener bener baca wkwkwkkw


      apaan tuh kesimpatan? saking lapernya kopi campur gula pasir aja jadi mas herman huhuhu

      Hapus
    2. Ops, sorry..hahaha soalnya gemes juga baca kata yang salah sedikit makanya dikoreksi..hihihi. Seingat saya buritan itu bagian belakang kalau bagian depan itu haluan itu kalau kapal kalau sepeda saya kurang tau..hihihi

      Kesimpatan itu tersedak bisa juga batuk-batuk. Kalau ngga salah kesimpatan itu bahasa baku dah?
      Tapi apa kenyang makan kopi sama gula kalau makan telur rebus sama garam berasa juga di perut tapi kalau kopi?

      Hapus
    3. ga pa pa mas herman...namanya kan aku masih yunior jadi butuh koreksi dari yang jeli macam mas herman wkwkkwkw

      o iya juga sih kesedak batuk batuk...tapi enak...apa boleh buat...ngelih mas herman

      kalau telor rebus dicocol garem emang lumayan..kalau kopi gula pasir doang emang perut masih jerit jerit sih hahahahhahahaah...kalau tambahin air panas lambung rewel...mata juga jadi ga bisa merem...#ribet deh si Mbul wkwkkw

      Hapus
    4. Baiklah, berarti kedepannya bakalan ada lagi nih yang dikoreksi..hihihi..asikk..hihihi

      Kalau lagi lapar apapun bisa di jadikan obat buat ngilangin lapar seperti cuma makan gula Jawa doang

      Kalau ditambahin air panas namanya jadi ngopi..hihihi.. tapi belum pernah loh saya minum kopi terus ngga bisa tidur malah dulu sering banget kopi habis langsung tidur.

      Hapus
    5. waduh gawat juga ya...meski edit edit dulu ah sambil jalan wakakkakaka

      bener mas herman, saking ga ada makanan gula jawapun dicemilin macam makan permen...ya Alloh ngenes pisan si Mbul hahahhaa

      iya betul banget...ngopi item jadinya...ga bisa aku ngopi item oadahal tapi kalau masih bubukan doyan wkwkkwkwk

      oh itu mah namanya kebluk wkwkkw

      Hapus
    6. Waduh suhu Herman sama suhu mbul begadang sampai jam 12, lagi pada jaga lilin sama keliling kampung kah? 😁

      Hapus
    7. abis nunggubmas agus ga dateng dateng sih...padahal uda dibakarin menyan loh? #eh maksud mbul uda disuguhin kaleng khong guan tapi isinya rengginang πŸ˜‹

      Hapus
    8. Nggak apa2 Huuu orang lagi menghayal juga, Jadi mau naik sepedanya mundur kek, Terbang keatas kek, Atau maju kedepan 2 putaran, Mundur kebelakang seterusnya...🀣🀣🀣🀣 Lumayankan kalau begitu bisa dapat uang sisa dari beli rokok djarum 76..🀣🀣🀣


      Akhirnya setelah duit 20 rebo cuma khayalan akhirnya Beb Mbul memilih merebus telur yang ia daoatkan entah dari mana, Bisa jadi dari kebun tetangga sebelah yang katanya suka banyak ayam bertelur...😊😊


      Bertelur lagi ayamku bundar-bundar..πŸ”πŸ”πŸ¦ƒ

      Bertelur lagi ayamku Bundar-bundar..πŸ”πŸ”πŸ¦ƒ

      Hapus
    9. Mas herman langsung mewakili pertanyaan saya : Ngemilin kopi begitu, dirimu ga melek sampai pagi tah mbaK MBull ????

      Hapus
    10. wakakkakak kang satria bisa aja bikin aku ngakak sih hahhahah

      iya ga pa pa dikoreksi dikit...hahhahah

      iya kan namanya lagi ngayal tingkat tinggi #sambil puter lagu peterpan khayalan ini setinggi tingginya...seindah indahnya...wkwkwk...e tapi semua cerita di sini bukan fiktif deng tapi nyata kejadian di masa kecilnya si Mbul hahhahah...

      kang...kang...telur rebusnya uda direbusin dari yang punya hajat kenduri πŸ˜‚πŸ€£

      ini aku baca 2 kalimat terakhir berasa nyanyi bertelor lagi...burungku...tapi burungnya diganti hayam sama kalkun wkwkkwkw πŸ”πŸ”πŸ¦ƒπŸ¦ƒ

      Hapus
    11. Mba Annisa : si mbul nyemilin kopi bubuk plus gula pasirnya siang Mba nisa...hihi...mentok mentoknya mata berpijar sampai isa...abis itu alhamdulilah kebluq lagie πŸ™ˆ

      ((o(*>Ο‰<*)o))

      Hapus
    12. Kalau dulu saya sering ngemutin gula tapi gulanya bukan gula merah tapi gula batu itu juga gula batu hasil nyolongin gula batu punya engkong.. hahaha

      Jadi ingat sama temen saya, dia kalau ngopi lepas Ashar malamnya ngga bisa tidur sampai dini hari baru bisa tidur.

      Saya bukan kebluk tapi kopi ngga ada pengaruhnya cuma sekali ngerasain pengaruh kopi yang bikin ngga bisa tidur waktu itu minum kopinya sampai tiga gelas..hihihi

      Hapus
    13. gula batu? dikletuk pake gigi...waduh auto manis banget, ga linu apa mas herman? biasanya gula batu paling enak buat minum teh poci khas tegal wkwkkw, waaaakkk nyolong punya engkong...kok lucu mas her hahhahahahha

      wah kalau 3 gelas aku langsung auto melek berpijar 100 watt 1 x 24 jam tuh...minum teh aja aku KO wkwkwkwk

      Hapus
    14. Ngga dikletuk pakai gigi tapi digetok pakai martil atau dibanting diubin pas udah sekecil permen baru diemut-emut, engkong saya juga cara makannya seperti itu ngga pernah dicampur sama teh atau kopi atau yang lainnya. Dulu saya termasuk cucu yang nakal suka nyolongin barang punya engkong tapi cucu yang disayang..hihihi

      Wkwkwk..parah amat melek sampai 24 jam.. wkwkwk

      Hapus
    15. waduh agak brutal juga yak mas herman, masa digetok pake martil n dibanting di ubin? seriyuss? hahhahah...cucu engkong bandel juga ya, tapi biasanya yang paling nakal emang yang paling disayang ya wkwkwk

      iya emang aku uda kalah telak kalau ama kopi wkwkkw

      Hapus
  2. subhanallah mbul kecil benar-benar jadi tester yang warbiyasah
    apa apa dikremusi sampai gula kopi susu dikremusi
    embuh iki teh dandang bubuk dikremusi pisan po ora yo
    hmmmm senarapan

    kasta rokok bapak bakap be like: djarum, gudang garam, lek gak onok samsu
    terus rokok lokalan macam grendel, djagung, lan sebangsane
    tapi tetep djarum lan gudang garem paling duwur...

    BalasHapus
    Balasan
    1. gragas opo gragas ya mas ikrom wkwk

      nek nggremusi teh jaring bisa bisa cemang cemong koyo kucing

      (((rokok bapak bapak be lyke)))

      bener aku dadi nginget inget neng ndi pabrike wkwkkw

      Hapus
  3. Kok pernah ya saya gini? apalagi yang kopi di gado campur gula. Wkkwk saya banget itu waktu kecil.

    BalasHapus
  4. Tadi aku cari di internet uang puluhan ribu yang gambarnya wanita pemetik daun teh. Kukira uang tahun 1960an, wah berarti mbul umurnya berapa ya.😱

    Eh, ternyata uangnya masih berlaku sampai sekarang.πŸ˜‚

    Wah beda sama aku mbul, kalo ibuku malah ngga perhitungan, kalo misalnya ngasih uang 5000 buat beli beras, sisanya 500 biasanya buatku, lumayan lah bisa buat jajan ciki atau roti beneran, bukan ciki cikian atau roti rotian.πŸ˜„

    Wah bapaknya suka rokok jarum 76 ya, kalo ngga gudang garam ijo ya.

    Wah telor rebus ditutul garam, kenapa ngga sambel terasi aja mbul, lebih enak gitu.πŸ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh ternyata masih berlaku ya πŸ˜‚

      wah berarti mas agus lebih deket ke ibu ya daripada bapak
      ciki beneran itu yang beneran gambar anak bebek pake baju kelasi dan topi itu kan? roti rotian yang kayak gimana tuw? πŸ™„

      kayaknya sih...pokoknya bungkus merah kalau ga biru apa oren πŸ˜„

      kok aneh mas telor rebus ama sambel ya? kalau dadar masih mending kayak yang di warung penyetan. Kalau rebus kok kayaknya wagu ya πŸ˜‚

      Hapus
    2. Roti rotian itu yang kayak roti beneran tapi dalemnya isinya duit.🀣

      Wah keren bungkusnya rokok bisa berubah-ubah gitu kayak bunglon ya, merah waktu beli, pas di jalan jadi biru, pas mau di sulut rokoknya bungkusnya jadi Oren.πŸ˜‚

      Apapun makanannya, sambel terasi cocolan nya.πŸ˜„

      Hapus
    3. kalau dalemnya isi uwit kalau kegigit atuh mah kraus kraus amas agus wkwkkwkw

      (´✪Ο‰✪`)♡

      iya bungkus rokoknya matjam siluman mas....bisa robah wujud πŸ˜ŒπŸ˜‚

      emmmb...mbul ga kebayang telor rebus dimaem sambel terasi, malah di benakku terlintas bayangan telor balado bulet jadinya mas....πŸ˜³πŸ˜±πŸ˜‹

      Hapus
  5. Gula, Kopi, Susu Bubuk asal enak pasti Beb Mbul kunyah langsung warbiazah persis rayap zaman now ternyata Beb Oink2 itu yaa..πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ˜ƒπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya Alloh kang....rayap zaman enow si Mbul

      (((rayap)))

      πŸ™Š

      retjehku

      πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£

      Hapus
  6. Wkwkw fix sih mbul kecil ini penggaduh yang handal wkwkw opo-opo wae dijajali yak mbul kecil wkwkwk :D

    Ilustrasinya gemes banget mba wkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. penggaduh = penjambal ya Feb πŸ˜‚πŸ€£

      makasih makasih
      πŸ˜„

      Hapus
  7. masa kecilmu kreatif banget mbak mbul, ngemut gula jawa sebagei ganti permen, gw gak pernah kepikiran lho sampei kesitu :D..

    btw mbul kecil berarti belum jadi mbul dong, kan masih kecil, haruse chibi maruko chan, eh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau ngemut gula Jawa, ini anak saya yang suka banget mas Khanif. tapi lucunya sampai gede dia selalu salah nyebutnya "asem jawa". Ibu saya aja sampai kaget, saat anak saya minta potongan "asem jawa" buat diemut, padahal yang ditunjuk itu gula jawa wkwkwkwkkkk

      Hapus
    2. kreatif? ya Alloh terharu si Mbul dibilang kreatip mas nif...

      tapi itu bukannya lebih ke ngenes bin melasi karena sering kelaparan jadi apa aja emut wkwkwkwkkwk

      bhahhahaha...imut imut dongvkalau chibi maruko chan...tapi ciwek alias tukang nangis hahahhaha

      πŸ₯ΊπŸ˜‚πŸ€£πŸ‘©πŸ‘©πŸ‘©

      Hapus
    3. Wah mas zikri putranya Mba nisa sama kayak embul 😍🀭🀭

      Hapus
  8. Saya jadi penasaran, roti yang selai strawberrynya ampe mbleber2 ini yg mana ya?? *mikir keras*

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku blas lupa mba annisa...tapi yang jelas merek murah sebijinya cuma gopek...sele stroberinya isa mbleber...

      πŸ“πŸ“πŸ“

      Hapus
  9. Baca judulnya saya malah jadi ingat lagi anaknya salah satu penyanyi top..
    Telor dadar.. engkau di mana ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. telor dadaaaar

      engkau dimana...

      aku menangis....

      seorang diri...

      lho lho...kok si mbul ngawur bang day ha ha ha

      Hapus
  10. Apa yaa ...nama kesukaan roti berbelah ada isian rasanya itu .., kalo ndak salah roti kasmi bukan sih sebutannya ?.

    Soalnya aku juga suka roti kampung itu, sering beli tapi ora ngerti opo jenenge.
    Mben tuku rotine teko tinggal tak lahap :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. roti kasmi? auto googling saia mas him wkwkwkkw
      ketoke udu tapi

      tapi kok ya enak...biasane nek rasanya cucok langsung emplok tanpa tedeng aling aling sih ya wkwkkwk

      Hapus
  11. I will be back... haha. Biasanya ke blognya Mba Nita mau komen selalu kebagian urutan ke 50an. Wkwkw...

    Berhubung belum baca semuanya.. aku mau ninggali jejak dlu.. hehe. Tak ngurusin kompor baru dlu.. wkwk πŸ˜„πŸ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. asyikk ayo bayu ramekan mbul lah...ben mbul ada koncone wkwkkwkwk


      wih naga naganya ada yang habis beli kompor baluuu nih wkwkkwkwkw

      Hapus
  12. Pikiranku jd lapar membaca cerita ini hehe

    Bdw itu bhasa bapaknya mbul bahasa apa yah????

    BalasHapus
    Balasan
    1. bahasa jawa...jawa tengah xixixi

      #sodorin piring
      #cidukin nasie

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^