Minggu, 21 November 2021

Sinopsis The Wailing (2016)




Oleh : Gustyanita Pratiwi


Dibuka oleh seorang pria tua yang sedang memancing di danau di pinggir hutan. Sesekali mulutnya komat-kamit seperti sedang melafalkan sesuatu saat ia sedang memasangkan umpan cacing pada mata kailnya.

***

Dini hari, hujan turun sangat deras di Desa Deok Song, sebuah desa yang sangat cantik di kaki pegunungan. Sersan Jong Gu terpaksa harus bangun dari tidurnya karena ada panggilan tugas. Istrinya kemudian bertanya padanya bahwa kenapa pagi-pagi sekali suaminya itu sudah pakai seragam. Jong Gu bilang ada orang meninggal, seorang petani ginseng dari keluarga Cho.



Saat akan memakai sepatunya di muka pintu, hujan ternyata masih turun dengan derasnya walau pagi sudah menjelang. Ibu Mertua Jong Gu yang lewat pun bertanya mau kemana menantunya itu pagi-pagi begini? Ia bilang harus ke TKP keluarga Cho yang istrinya dibantai dengan sangat mengenaskan. Ibu mertuanya lantas terheran-heran kenapa ada orang yang sebiadab itu. Tapi ia menyuruh Jong Gu untuk pergi sarapan dulu karena ia sudah menyiapkan makanan. Ya, walaupun awalnya bilang terburu-buru ia akhirnya menurut. Di meja makan, ia, sang ibu mertua, istri dan anaknya makan pagi dengan suasana hening tanpa banyak percakapan. Agaknya tugas sang kepala keluarga kali ini membawanya pada kasus panjang yang akhirnya jadi merembet kemana-mana.

***

Setelah mengantarkan putrinya Hyo Jin sekolah, Jong Gu bablas menuju kediaman keluarga Cho. Di sana mobil-mobil polisi sudah berderet di muka rumah korban dan Jong Gu disuruh bergegas masuk karena ternyata ada 2 mayat yang ditemukan di sana. Baik Tuan Cho maupun istrinya sama-sama tewas mengenaskan. Beberapa orang berteriak-teriak dan satu diantaranya menunjuk seorang lelaki yang tengah duduk di muka pintu sambil diborgol tangannya. Ia dicurigai sebagai pelaku utamanya. Jong Gu yang memperhatikan lelaki itu pun tercengang. Pasalnya kondisinya sangat memprihatinkan. Seluruh tubuhnya dipenuhi bintil-bintil merah yang bernanah. Mata lelaki itu juga kelihatan putih semua. Tidak nampak bagian hitamnya. Ia hanya diam saja meskipun masih hidup tentu saja. Baru diketahui namanya adalah Heung Guk.

Desa Dok Seong diguyur hujan, sumber foto : imdb

Pegunungan dan hutan yang dijadikan setting ceritanya, di samping desa yang suram, sumber : Imdb



Hujan menambah becek suasana. Rumah pembantaian pun tampak mengerikan. Penuh dengan darah dan mayat yang bergelimpangan dengan penuh luka tusukan. Si suami mendapat 20 kali tusukan. Sedangkan si istri telungkup bermandikan darah. Setelah dibunuh, salah satu diantaranya keduanya diseret ke sudutan. Sungguh perilaku yang kji sekali. Anaknya sendiri sudah diamankan ke sanak famili yang lain. Jong Gu lalu menanyakan apa yang terjadi pada lelaki bernanah yang tangannya diborgol itu. Rekan polisinya menjawab bahwa tidak tercium bau alkohol di mulutnya. Ia menduga mungkin karena narkoba. 

***

Jong Gu pun beralih ke suatu tempat yang sayangnya tidak terhubung dengan sinyal GPS. Rupanya tempat kedua ini menampakkan tempat dimana sang suami dari keluarga Cho dibunuh. Cho diundang ke suatu gudang, dibunuh, lalu mayatnya dimasukkan ke dalam karung, diseret ke rumahnya, lalu sesampainya di rumah baru Istrinya yang dibunuh. Penyidik pun segera memfoto TKP untuk keperluan penyidikan. 

Jong Gu mencoba menenangkan pikiran dengan menyalakan puntung rokok. Ia juga berjalan ke belakang dimana di sana terdapat kandang babi. Saat menengok ke atas dekat pintu kandang, ia melihat tanaman kering yang aneh. Bentuknya bulat-bulat dan kalau diperhatikan lagi menyerupai tengkorak manusia. Ia tidak tahu itu tanaman apa. Saat akan menyentuhnya, rekan sesama polisinya pun menyuruhnya ke dalam. Karena terburu-buru, ia hampir saja terpeleset. Maklum hujan membuat segalanya jadi licin. Setelah dicek ke dalam semua orang berkata : "Brengsek! Psikopat macam apa yang melakukan semua ini!" Karena di dalam ternyata ada area yang dipenuhi lilin seperti tempat untuk melakukan ritual tertentu yang entah tujuannya apa. 

***

Di sebuah hutan yang sangat sunyi, seorang pemburu akan mengambil hasil buruannya yaitu seekor rusa gemuk yang berhasil masuk perangkapnya. Sayangnya karena tidak hati-hati, ia jatuh terguling di lerengan sampai kemudian menabrak batu. Saat terbangun, dari kejauhan ia seperti melihat seorang pria tua telanjang hanya mengenakan popok. Ia membuka ranselnya dan kemudian kembali membungkuk seperti sedang memakan sesuatu. Seperti sedang diintai, pria tua itu kemudian memalingkan wajahnha ke arahnya. Betapa syocknya ia karena pria tua itu ternyata sedang memakan bangkai rusa buruannya mentah-mentah hingga mulutnya dipenuhi dengan darah. Ia yang sembunyi di balik batu pun menghindar. Sayangnya tiba-tiba pria tua berpopok itu muncul dari atas batu dan memperlihatkan matanya yang merah. 

"Seram sekali kan?" begitu kata rekan polisi Jong Gu yang mengisahkannya pada ayah Hyo Jin itu di malam yang sedang hujan petir saat mereka sedang berjaga. 

"Seram apanya?" tanya Jong Gu dengan mata menyelidik.

Rekan polisinya itu kemudian menceritakan bahwa semua orang bahkan membicarakannya. Sebuah cerita dari Byoung Gu, yang diremehkan Jong Gu sebagai si Kampret. Tapi rekan polisi Jong Gu bisa memastikan bahwa memang ada yang tak beres dengan orang itu. Sebab, si pemilik toko pojokan menggila karena orang pabriknya tiba-tiba mati, lalu Gu ditemukan mati juga keesokan harinya. Semua ini terjadi setelah kedatangan orang Jepang itu di desa ini. Tapi Jong Gu malah bilang rekannya itu hanya ngawur. Ia lebih ingin fokus pada hasil otopsi Heung Guk yang datang hari ini dan disinyalir karena keracunan jamur sehingga badannya berbintil-bintil merah dan bernanah. Katanya, ada jamur yang beracun dan di darahnya katanya penuh dengan zat yang ada dalam jamur itu. Sementara di rumahnya juga banyak jamur itu. Rekannya bertanya apakah ia percaya dengan hasil otopsi itu? Ia bilang tak semua jamur berefek seperti itu. Ia berpikir kata-katanya lah yang benar. Karena semua orang membicarakan orang Jepang itu. Jadi pasti ada alasannya. Petirpun tiba-tiba menyambar dan listrik pun padam. Tapi saat si rekan hendak memeriksa kabelnya, Jong Gu berteriak : "Apa itu?" Ia menunduk dan bersembunyi di belakang kursinya. Di luar ternyata ada sesosok wanita telanjang di depan pintu kaca. Saat rekannya disuruh mengusir wanita itu, ternyata ia sudah tidak ada. Sungguh malam yang sangat aneh tentu saja.

Paginya, Jong Gu terbangun karena mimpi buruk. Mertua dan anaknya yang sedang makan di meja makan hanya meliriknya. Sedangkan istrinya yang sedang mencuci baju di luar seperti sedang memberi kode tertentu. Akhirnya ia dan istrinya menuju ke mobil dan mobilpun jadi bergoyang. Sialnya anak perempuannya Hyo Jin malah sudah berdiri di luar mobil sambil mengetuk-ngetuk kaca jendela. "Oh Shyit!!!" kata Bapaknya. Hyo Jin pun bertanya kalian sedang apa. Tapi oleh Jong Gu jelas saja harus segera disuruh cabut anaknya itu supaya tidak bertanya macam-macam karena kan ia masih SD. 

Akhirnya supaya lupa dengan peristiwa itu, Jong Gu mengajak putrinya ke toko mainan dan aksesoris. Rupanya ia ingin beli jepitan rambut. Setelah itu mereka ke danau sambil minum es teh. Jong Gu bertanya apa tadi putrinya melihat yang ia lakukan bersama ibunya. Katanya sih tak apa-apa bukan pertama kalinya kok. Hadew tepok jidat hahha. Ya, supaya tidak ada awkward moment akhirnya putrinya itu malah menyodorkan es tehnya ke sang ayah. Namun di kejauhan, pada arah yang berseberangan, rupanya seorang pria tua tampak sedang memancing. 

Malamnya, Jong Gu kembali bertugas karena ada kasus kematian lagi. Kali ini kebakaran yang menimpa satu keluarga yang lain. Saat polisi sedang mengevakuasi seluruh korban, seorang Nyonya yang badannya hangus terkena asap kebakaran meraung-raung seperti seorang gila dan bahkan ingin menggigit siapa saja yang mendekat. Susah sekali mengendalikan Nyonya itu sampai akhirnya Nyonya itu kabur. Jong Gu pun tak sengaja melihat ada seseorang yang dikenalnya berdiri di luar pagar, berbaur dengan warga lainnya sambil memperhatikan peristiwa itu. Ya, tak salah lagi pria tua adalah pria yang berasal dari Jepang.

Di kantor, Jong Gu yang cemang-cemong karena diserang Nyonya yang ada di tempat kebakaran akhirnya disuruh bersih-bersih dulu. Tapi ia malah duduk termenung memikirkan sesuatu. Sampai akhirnya putrinya Hyo Jin mengantarkan baju ganti yang dikirimkan oleh ibunya. Ia juga disuruh untuk makan walaupun dijawab sekenanya saja karena sedang banyak pikiran. Tapi setelah diperhatikan lagi, ada yang aneh dengan penampilan Hyo Jin hari itu karena ia terlihat seperti sedang berdandan dengan pipi penuh blush on dan juga lipstik tipis di bibirnya. Padahal ia masih SD. Meski begitu ayahnya tidak ada pikiran ke mana-mana karena ia sedang fokus mencari petunjuk kasus. Setelah Hyo Jin  pulang, ia baru ingat bahwa Nyonya yang di rumah kebakaran itu adalah wanita yang telanjang dan berdiri di depan pintu kaca saat hujan petir semalam. 

***

Keesokan harinya betapa terkejutnya warga karena wanita gila yang ada di rumah kebakaran itu ditemukan tewas tergantung di pohon tinggi di pinggir jalan depan rumahnya. Kasus pun semakin rumit. Polisi kembali menyelidiki TKP dan mencoba mencari petunjuk. 

Jong Gu lantas menemui temannya pemilik kedai makanan yang sengaja mengundangnya ke situ karena ingin membicarakan kasus itu. Ia menceritakan bahwa wanita yang gantung diri itu sebelumnya diperkosa oleh pria Jepang itu di tepi danau. Dan wanita itulah tersangka utama atas kebakaran rumahnya. Semenjak diperkosa itulah ia jadi sinting serta suka ngelayap telanjang malam-malam. Istrinya pernah melihatnya dan sekujur tubuhnya dipenuhi dengan bintil-bintil merah yang bernanah. Mengoceh tak karuan dan begitu melihat orang inginnya menerkam saja. Jong Gu pun tertegun dan pelan-pelan mulai mempercayai gurauan rekan polisinya tempo lalu. 

Saat sedang menunggui TKP kebakaran berdua dengan temannya, tiba-tiba keduanya dilempari batu oleh seorang wanita muda bergaun putih yang jongkok di bawah pohon tempat gantung diri si Nyonya Rumah kemarin. Jong Gu pikir wanita muda itu kurang waras dan menyuruhnya berhenti melempari. Ia lalu menyuruh rekan polisinya untuk memastikan kasus aneh ini ke dokter kulit. Sehingga kini tinggal Jong Gu sendirian yang ada di sana. Dan wanita muda berbaju putih itu terus melemparnya. Ia berkata Nyonya rumah itu pelakunya. Di sana, di ruangan itu, ia melakukannya. Ibunya memanggil cenayang untuk sebuah ritual, tapi Nyonya itu menolaknya. Itulah mengapa mereka semua akhirnya terbunuh. Jong Gu bertanya apakah ia masih ada famili dengan keluarga itu? Ia hanya menggeleng lalu malah menerobos garis polisi yang ada di depan halaman rumah walaupun Jong Gu sudah melarangnya. 

Di antara puing-puing sisa kebakaran, Wanita muda itu menunjukkan lokasi tempat terjadinya pembunuhan. Bahkan dikatakannya ibunya yang paling tragis. Kepalanya hancur seperti semangka. Jong Gu bertanya apa wanita muda itu melihat sendiri kejadiannya. Lalu dijawabnya tentu saja ia melihatnya dengan mata kepalanya sendiri. Ia bilang ibunya bercerita padanya bahwa orang Jepang itu hantu. Dia ingin menghisap darah ibu itu. Jong Gu pun semakin tertegun. Kata si wanita muda, apa kau pernah melihatnya. Jong Gu mengangguk. Sekali dua kali ia memang pernah melihatnya. Hingga si wanita muda itu berpesan agar ia berhati-hati. Karena si Ibu bilang kalau sering bertemu dengannya itu artinya kita sedang diincar. Jong Gu pun lantas kepikiran sesuatu. Tentu saja ia akan menelepon rekannya dan bilang bahwa ia menemukan seorang saksi. Ia meminta agar wanita muda itu tunggu sebentar karena ia ingin menelepon. Tapi saat selesai menelepon dan ingin ke tempat semula, ternyata sosoknya sudah menghilang tanpa jejak. Ia pun menuju ke belakang dan di sana ia malah melihat pemandangan yang sangat mengerikan. Seseorang sedang menunduk seperti makan sesuatu. Saat diperhatikan ternyata itu adalah pria tua Jepang yang sedang makan bangkai hewan. Jong Gu pun lari ke depan tapi dikejar olehnya. Saat hampur tertangkap, setelah diperhatikanblagi, ternyata matanya merah dan di sekitar mulutnya penuh dengan darah. Saat itulah Jong Gu bangun dari mimpi buruknya sambil berteriak-teriak. Istrinya pun sampai heran kenapa Jong Gu sering mimpi buruk akhir-akhir ini. Ia pun masuk ke dalam untuk berganti pakaian setelah pulang dari membeli sesuatu. Ternyata ia habis membeli obat pereda demam. Jong Gu bertanya untuk siapa obat itu akan diberikan. Istrinya bilang untuk anak mereka Hyo Jin yang mendadak panas tinggi. Segeralah Jong Gu melihat keadaan Hyo Jin dan mengomeli istrinya kenapa tak segera membawanya ke rumah sakit. Tapi tiba-tiba dari arah atap seperti terdengar bunyi gagak yang membuat keduanya terheran-heran. 

Di kantor polisi, Jong Gu telat ngantor lagi sampai ia ditegur oleh atasannya. Tapi kali ini memang karena putrinya sakit. Kapten bilang itu hanya alasan saja dan ia lebih menginginkan bahwa Jong Gu harus segera membawa saksi yang ditemuinya kemarin walaupun sekarang menghilang. 

Jong Gu dan rekan polisinya Seong Bok pun ngadem sejenak untuk menenangkan pikiran karena kasus yang semakin ruwet ini. Mereka menepikan mobilnya di pinggir jalan sambil ngobrol-ngobrol ringan. Tapi Jong Gu kemudian menyodorkan berita di koran terkait berita kasus kebakaran yang berhubungan dengan jamur dimana di situ dituliskan bahwa penyebabnya adalah jamur. Lalu Jong Gu bertanya bagaimana hasil analisa dari dokter kulit sendiri yang dipasrahkan pada Seong Bok ? Katanya sih tidak yakin bahkan Heung Guk akhirnya dirujuk ke rumah sakit. Tapi Jong Gu sendiri masih berkesimpulan bahwa itu bukan karena jamur. Ia lalu mengingatkan pada Seong Beok tentang perkataan Beong Gyu. Tentang pria telanjang yang memakan bangkai rusa. Mereka pun segera mendatangi saksi yang melihat pria pemakan bangkai rusa itu berada. Segeralah mereka menuju ke Toko Herbal Tonik. 

Setelah bertemu dengan saksi itu, dikatakanlah bahwa benar pria itu melihat dengan mata kepala sendiri tentang pria tua dari Jepang yang memakan bangkai rusa. Buktinya, sekarang ia mendapat 22 jahitan setelah diserang pria itu. Ia juga tidak berburu lagi selama berminggu-minggu sehingga isi kulkasnya kosong bahkan tokonya sudah akan dijualnya. Intinya setelah bangun dari pingsan tempo lalu, ia melihat Pak Tua itu telanjang hanya mengenakan popok dan wajahnya tertanam pada bangkai rusa. Tubuhnya berlumuran darah dan matanya merah. Jong Gu dan rekannya pun bertanya apakah ia tahu dimana alamat rumahnya. Ia bilang kalau ke sana kalian akan menyesal. Dikaitkan saja pada kasus kematian orang-orang akhir-akhir ini, pasti Pak Tua itu ada kaitannya. Katanya ia bukan manusia. Tapi yang jelas ia dimintai alamat rumahnya yang ada di lembah sana. Jauh di dalam hutan. 

***

Akhirnya Jong Gu dan rekannya diantarkan pemilik toko herbal tonik itu ke rumah pria tua yang berasal dari Jepang dan bermukim di sebuah rumah di dalam hutan. Mereka naik ke atas dan ternyata lokasinya cukup jauh dari jalan raya. Di tengah lereng, pemilik toko herbal tonik itu menujukkan Jong Gu dan rekannya bahwa di depan sana banyak terdapat sisa-sisa bangkai hewan termasuk rusa. Untuk itulah, Jong Gu bilang akhirnya ia bisa yakin hampir 100 persen pada perkataan pemilik toko herbal tonik itu. Namun tiba-tiba terdengar bunyi petir. Hujan pun turun dengan derasnya. Pemilik toko herbal itu berkata sudah sampai sini saja dia bisa mengantarkan. Tapi Jong Gu terus memaksa karena mereka belum sampai ke rumah si pria Jepang. Sampai akhirnya karena terus menolak dan mengumpat polisi itu, si pemilik toko herbal itu jatuh dan tersambar petir. Tapi ia betulan tidak mau  mengantarkan. Akhirnya ia pun dibawa ke rumah sakit untuk dirawat. Istri yang menungguinya sampai menangis dan bilang apa gunanya rajin minum tonik kalau akhirnya mati tersambar petir. Tapi orang bilang berkat banyak minum tonik  kemungkinan besar orang bisa bertahan. 

Saat itulah seorang suster berteriak bahwa pasien yang bernama Heung Guk tiba-tiba dalam kondisi parah. Orang-orang pun berhamburan ke atas untuk melihatnya termasuk Jong Gu dan rekannya. Di sana ia menyaksikan sendiri bahwa Heoung Guk (yang jadi tersangka utama pada kasus pembunuhan keluarga Cho) kejang-kejang dengan seluruh tubuh penuh bintil merah bernanah dan mulut mengeluarkan darah sampai akhirnya meninggal dunia. 

Jong Gu dan rekannya Seong Bok menenangkan pikiran dengan makan daging bakar dan minum alkohol. Mereka hampir putus asa dengan kasus yang mereka tangani saat ini. Seong Bok juga memutuskan untuk mengajak Jong Gu kembali ke rumah pria tua Jepang itu. Tapi tiba-tiba di kedai minuman itu mereka melihat ada seorang wanita yang menemani tamunya minum-minum dan di sekitar lehernya terdapat bintil-bintil merah penuh nanah. 

***

Di halaman rumahnya, hujan masih turun dengan derasnya. Dengan belum berganti seragam Jong Gu menyalakan rokok sekedar untuk membuang penat. Tiba-tiba, dari arah kamar Hyo Jin terdengar teriakan. Anaknya itu seperti sedang mengigau dalam tidur yang langsung ditenangkannya. Kata Hyo Jin ayahnya harus melakukan seuatu karena ia mencoba masuk. Ia siapa Jong Gu masih belum mengerti. Ternyata kata Hyo Jin. Pria tua itu yang mencoba masuk ke dalam rumahnya. 

Keesokan harinya, Hyo Jin berkelakuan aneh. Ia makan dengan sangat rakus seperti orang kerasukan. Ibu Mertua Jong Gu pun bilang bahwa ia sudah mendapat rekomendasi cenayang yang bagus. Ia akan konsultasi padanya dan Jong Gu tinggal menyiapkan biaya untuk membayarnya. 

Bawah, aktor favorit Mbul yang pernah main film di New World sekarang di the Wailing berperan sebagai Cenayang...begitulah pesona Paman Hwang Jung Min

Hwang Jung Min jadi cenayang di sini hehehe



***

Setibanya di kantor, Seong Bok keluar dari mobil polisi dengan mengenalkan Jong Gu pada keponakannya Yang E sam, seorang calon pendeta muda. Kata Seong Bok mereka butuh penerjemah bahasa Jepang jadi Yang E Sam diajak serta. 

Akhirnya, ketiganya berhasil juga pergi ke rumah pria tua Jepang itu di dalam hutan. Rumahnya hanya ada satu dan jauh dari mana-mana. Keadaannya cukup berantakan. Di depannya ada anjing hitam yang terus menggonggong walaupun lehernya dirantai dan dihubungkan dengan pasak yang ditanam dalam tanah. Tanpa pikir panjang lagi, ketiganya pun segera ke sana meski Yang E Sam diminta berjaga-jaga di luar dengan anjing yang terus menggonggong tiada henti. 

Jong Gu sendiri masuk ke dalam dan terkejut saat membuka bungkusan berisi topeng karakter Jepang. Ia juga meneliti segala buku dan berkas-berkas yang ada termasuk buku yang berisi posisi-posisi orang yang sedang bercinta. Jong Gu bilang dasar pria tua brengsek yang mesum. Lalu ia pun terus menyelidiki apa yang sekiranya mencurigakan di sana. Ia juga menuju ke satu tempat lain yang dari arah pintu seperti dipenuhi lilin-lilin. Saat dibuka ia sangat terkejut karena itu seperti tempat untuk melakukan ritual tertentu. Bukan itu saja, bahkan Seong Bok menemukan satu tempat tersembunyi lagi di balik dinding yang bisa dibuka karena di sana ada banyak sekali foto korban-korban pembunuhan yang beberapa diantaranya terkait dengan kasus yang mereka tangani. Juga barang-barang korban. Bahkan ia menemukan sebelah sepatu Hyo jin putri dari Jong Gu yang ada di sana hingga membuat Jong Gu pun kaget luar biasa. Sementara Anjing hitam yang terus menggonggong itu tiba-tiba saja rantainya tercerabut dari pasaknya dan menyerang ketiganya. Tapi tak lama kemudian anjing tersebut diam setelah sang pemiliknya datang. Sinopsis by Gustyanita Pratiwi

The Wailing (2016)

Sutradara: Na Hong Jin
Penulis naskah: Na Hong Jin
Pemeran utama: Kwak Do Won, Hwang Jung Min, Kunimura Jun, Chun Woo Hee, Kim Hwan Hee
Genre: Thriller, misteri, horror, supernatural
Tayang di : tvN, Viu
Tayang perdana pada: 11 Mei 2016
Durasi: 2 jam 36 menit

Review The Wailing (2016)

Gila! Cakep! Kampret! Parah siii....aku kalau abis nonton film bagus emang suka gini, antara bingung mau muji apa pengen ngumpat saking bagusnya, hahahaha!!! 

Jadi The Wailing ini film lama ya. Udah sejak 2016 lalu  bahkan banyak mendapat penghargaan di tingkat internasional. Akupun nontonnya udah lama, cuma kemarin buat mengusir kegabutan akhirnya nonton lagi sambil kuperhatikan betul bagaimana alurnya. Karena udah lama banget Coy enggak update label Sinopsis dan Review film, jadi mumpung lagi on fire, jadi ya boleh lah aku tulis reviewnya di blog. Jujur setelah kemaren agak kurang semangat ngeblog, akhirnya untuk nyari hiburan aku kembali pada hobi lamaku yaitu nonton film thriller especially Korea punya, sebangsa detectif atau crime bukan drakor ya hohoho. Dan untuk pemanasannya ya kubuka dengan The Wailing aja.

Aduh...sumpah...bingung mau komenin bagian apanya ya. Bukan! Bukan karena ada Ah Jussi yang jadi cenanyangnya yang bikin gagal fokus, tapi karena aku tuh suka kalau dapat alur yang rapi dari awal till the end

Mulanya aku mengira-ira ini genrenya akan kemana? Horror hantukah? Kriminal kayak biasanya kah yang mostly kalau thriller Korea penggarapannya emang cakep-cakep banget? Atau apa? Setelah kutonton hingga akhir, ternyata oh ternyata genrenya nganu sekali....kampret kan...jadi pengen memuji lagi hehhehe. 

Di tengah-tengahnya, saat menuju klimaks, abis munculnya si cenayang itu tuh ceritanya udah mulai main ke teka-tekinya. Kita seperti diajak main tebak-tebakan tentang siapakan 'iblis' yang dimaksud itu sebenarnya. Selain itu, kita juga dibuat bimbang apakah akan tetep pada pendirian tentang karakter yang paling menuju ke si iblis ini di awal atau bakal dibelokkan oleh kemungkinan-kemungkinan lain karena di tengah-tengah beneran ada part yang bikin kita sangsi dengan analisa kita di awal. Dan yang dimaksud dengan 'iblis' di sini adalah apakah benar-benar sosok ghaibkah atau cuma semacam karakter? Itu juga banget banget mencengangkan di bagian ending

Aduh..tonton sendiri aja deh, karena susah menjelaskannya dengan kata-kata. Yang pasti daya tariknya film ini ada pada kuatnya karakteristik tiap-tiap pemainnya, alur yang rapi, sosok si terduga Iblis yang sangat misterius, daaaaan...terutama yang bikin betahnya adalah karena setting pedesaannya yang suram, sunyi, sepi, mana hujan melulu lagi. Bawaannyabtuh syahdu gitu. Sudah gitu ada hutannya pula, ah... pokoknya mah setting film kalau ambilnya di desa terpencil, gunung, hutan, itu udah makananku banget buat kutonton sampai kelar. Meski bisa dibilang durasinya panjang bener ya lebih dari 2 jam, tapi serius ga kerasa soalnya terlanjur menikmati partnya AhJussi yang jadi cenayang dan terkenal slengehan di Film New World....eh..maksudku menikmati ceritanya. Pantas lah kalau di kancah internasional banyak mendapat penghargaan. 

Kalau kalian penasaran...silakan tebak siapa sosok si iblis ini yang sebenarnya? Dan iblis yang dimaksud ini benaran iblis dalam arti yang sebenarnya atau hanya ungkapan. Silakan bagi pendapat kalian di kolom komen boleh ya...kalau perlu ditonton dulu filmnya, hehehe..

Okey, kiranya segitu dulu reviewku kali ini. Sampai jumpa lagi di tulisan mendatang ya..

see you and dada...

xoxoxo
Embul




24 komentar:

  1. Wiiih, jadi reviewer film juga nih mbak gusty (●'◡'●)

    BalasHapus
  2. Langsung masuk ke dalam list kuuuu 😍😍. Aku sukaaa film2 yg genre thriller gini nit. Seru bangettttt biasanya kan. Drpd horor mendingan thriller deh.

    Aku penasaraaaan Ama reviewmu. Pengen tahu juga siapa si iblis ini :D.

    TD pagi aku nonton film Thailand yg judulnya The Medium nit. Ttg arwah dan cenayang juga. Kamu udah nonton?? Kalo belum, WAJIB TONTON kalo memang suka film begitu. Gilaaa sih, mual dan sadis πŸ‘.. jadi takut Ama dukun aku 🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbaaaakkk wkwkwwk...medium udah aku masukin list dari minggu kemaren...soalnya aku ga sengaja ngeklik trailernya medium eh jadi penasaran dong....kalau thailand emang aku suka sih soalnya selalu nambah pengetahuanku akan budaya atau adatnya sana yang disisipkan dalam film...seriusan aku mau nonton medium udah dari kemaren loh wkwkkwkwk

      (γ₯ ̄ ³ ̄)γ₯♡(*>Ο‰<)Ο‰<*♡

      Hapus
  3. wah udah tayang di Viu ya, aku cari dulu ah. Udah lama juga nggak nonton film korea. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hu um...yuk nonton...bagus kok kurekomendasikan bagi pecinta genre thriller Korea ^^

      Hapus
  4. Seperti biasa sinopsisnya nyaris menggambarkan filmnya secara utuh hanya tinggal sedikit menyisakan teka-teki yang membuat pembaca jadi ngedumel karena ngengantung..hihihi

    Belum lama saya nonton film Thailand yang lumayan bagus cuma lupa judulnya apa soalnya asal ngeklik aja tapi sepertinya itu film masih baru, filmnya bercerita tentang asisten rumah tangga yang tugasnya mengurus anak majikannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. harusnya dipolkan mpe ending ya mas her....wkwkkwkw

      tabok si mbul hahhahah

      wah kayaknya sekilas aku tau mas her ngliat clue tuh film horror thailand, biar kutebak...judulnya The Maid bukan? πŸ˜ƒ

      Hapus
    2. Ya harusnya seperti itu biar ngga ngedumel karena nanggung wkwkwk.

      Setelah cari di google ternyata benar banget judul filmnya The Maid, ngga nyangka ternyata hapal sama film hapal sama film Thailand juga.

      Hapus
    3. wakkakakak...punten ya mas her udah bikin pembaca ngedumel karena nanggung banget ga dikasih endingnya, mau kutukis juga ga di kolom komen endingnya gimana? kalau iya aku siap siap nulis panjang nih wkwkkwkw

      iya dong, aku kan pernah kasih beberapa list film horror thailand juga mas her itu diklik aja bagian menu bawahnya header bagian label film wkwkwk...aku kalau thailand emamg suka sayangnya jarang banget update kalau thailand tuh..yang lumayan sering itu korea walau ga sesering horror thrillernya hollywood atau film barat πŸ₯Ί

      Hapus
    4. Mungkin di Thailand jarang yang suka film horor makanya jarang update mungkin dalam setahun cuma satu atau dua film aja.

      Hapus
    5. mungkin juga, padahal thailand salah satu penghasil film horror yang cukup menyeramkan dan ceritanya bagus bagus sih (menurutku)

      Hapus
  5. Benar kata mas Herman tuh, ini mah tidak usah nonton film the wailing, cukup baca sinopsisnya mbul saja sudah seperti nonton langsung. Soalnya udah ditulis lengkap kap kap kap kecuali bagian belakangnya saja.😁

    Ini kalo postingan blog film aku bisa jadi 10 artikel.🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah.....

      mas kok gitu sich...nonton atuh mas...biar bisa nyocokin ma sinopsis embul....hwahaha

      iya mas sebenernya tanggung banget ya...mbul pingin sekalian nulisin endingnya...tapi jari mbul keburu pegel mas ga ada yang mijitin πŸ₯ΊπŸ€£


      10 artikel temoat mas mah beda judul film...kalau mbul kan nonton dulu mas abis itu mbul ematin makanya itu yang bikin lama dan panjang...(((lama dan panjang)))

      Hapus
  6. Request dong, bikin sinopsis lengkap film Eternals 2021 dong.😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. film apaan tuh? #mencurigakan πŸ™„πŸ€”

      Hapus
    2. Film Eternals tuh film MCU..hihihi

      Hapus
    3. MCU apaan yak...aku mah ga paham istilah istilah perfilman πŸ˜‚

      Hapus
    4. MCU, mandi cuci uang. Betul ngga mas Herman.😁

      Hapus
    5. \(‾▿‾\)┌(_o_)┐ (/‾▿‾)/┌(_o_)┐

      Hapus
    6. Bukan, bukan Mandi Cuci Uang tapi Medical Check Up.. wkwkwk..biarin dah dia tambah bingung.. wkwkwk

      Hapus
    7. wakakakka makin ngaco lagi

      ⊂(● ̄(エ) ̄●)⊃

      Hapus
    8. Wah kalo itu ngga cocok sama mbul, cocoknya MCU itu makan cemilan udang.🀣🀣🀣

      Hapus
    9. cemilan udang??? 🦐

      mbul malah jadi pengen hoka-hoka bento deh hwahaaaaaaaaa

      (。・Ο‰・。)

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^