Minggu, 29 Desember 2019

Review Swiss BelHotel Bogor



Uda janjian ama budhenya anak-anak alias kakak gw Tia Putri buat nyenengin ortu yang mau nengok cucu-cucunya di Bekasi dan Tangerang. Rencananya kami emang pengen ngajakin staycation di hotel. Soalnya emang belom pernah sama sekali. Jadi, boleh lah patungan buat liburan ke hotel karena kalau ga nginep takut capek udah pada ngegembol bayi. Jarang-jarang kan *eh malah ga pernah sama sekali ding*. Yah maksudnya biar pada istirahat gitu, ga riweh mikirin kaki pegel banyakan jalan karena acara bakal didominasi dengan tidur-tidur manjyah ala sosialitah hahah *oooopss kebluqable semua ya Anda-Anda ini Mbulll.


Setelah melalui serangkaian rapat paripurna yang cukup panjang, akhirnya gw dan kakak memutuskan untuk booking di Swiss BelHotel Bogor saja. Check in tanggal 25 Desember 2019. Check out tanggal 26 Desember 2019. Sehari semalam doang sih, karena yah bawa rombongan kan, jadi ya biar ga jebol-jebol amat budget kami, wakakaka..... Maklum Coy booking di musim-musim liburan (ngomong sama Pakcoy), jadi otomatis kena harga holiday deh.



Tadinya sempat galaw antara mau pesan villa, apartement, atau hotel. Lokasinya juga masih ngawang-awang antara Jakarta, Bogor, atau Puncak. Kalau Jakarta, kayaknya kok kedekatan sama rumah ya. Kurang seru gitu karena ibaratnya mending nginep di rumah masing-masing aja daripada nginep di tempat lain. Walaupun tempat wisata di Jakarta (terutama yang kota-kota lamanya masih jadi inceran buat bahan konten blog pengen dikunjungin). Sedangkan kalau sampai Puncak, masya Alloh itu jauhnya pegimana yach dengan kondisi uda ada bayi dan toddler begini. Mengingat rute-rute ke sana juga rada-rada PR meliuk-liuknya. Dua kendaraan roda 4, dengan kondisi tas yang menyerupai gunung juga kayaknya ga memungkinkan buat jalan sampe puncak. Takut pada tepar dan mabok semua, hahahha... Ga kebayang deh gw andai bayi-bayi pada drama kumbara sepanjang perjalanan. Jadi, setelah dipikir-pikir ya opsi Bogor kayaknya yang paling oke nih. Ga kedekatan iya, ga kejauhan juga iya. Lagian ke sananya juga sekalian mampir ke tempat usaha kos-kosannya kakak, selain ponakan juga katanya mau main ke Kuntum Farm Field. 

Tanggal 25 Desember 2019, kira-kira jam 08.00 pagi, Tangerang diguyur hujan. Hujannya gede banget lagi. Terpaksalah info ke kakak kalau aku ntar-ntaran aja berangkatnya. Kemungkinan besar ga ngejar kalau sampai nyusul ke Kuntum. Jadi mending kami belakangan aja. Lagi pula nungguin pada bertelor dulu haha, ya kan daripada daripada yekan di tengah jalan ntar wakakak, jadi mending udah beres semua tuh mulai dari sarapan, mandi, sampe urusan anak-anak pup. Ya walaupun, pagi-pagi buta cuma sempet sarapan nasi kuning, telur dadar, bihun goreng, dan telur pindang. Ya bonus-bonus dikit lah tambah bakwan dan cabe cengek (kesukaan gw).

Menjelang jam 10.30 WIB, kami memutuskan buat oke ini saatnya buat let's go ! Walaupun ujan di luar sana masih turun dengan intensnya tapi udah lumayanlah ga sederes tadi. Sebab kalau ga segera ditandangi, ya kapan berangkatnya kan kami ini. Soalnya semakin siang, kondisi jalan semakin macet. Takut kesorean. Jadi sambil beberes barang bawaan yang semula diperkirakan sedikit, e ga taunya banyak aja because of stroller juga ikutan ngejogrog, akhirnya kami cabut. Namun sebelum bener-bener cabut, kami mampir sebentar ke counter om pulsa buat beli kuota demi kelancaran komunikasi dengan rombongan Bekasi.

Sepanjang perjalanan, seperti biasa stok lagu-lagu yang berhasil didownload dari kanal youtube cocomelon memutar nurshery rimes dari A-Z. Dari lagu Three Little Pig sampai di Pesisir Banyak Semangka. Dari lagu 3 Anak Kucing sampai Path a Cake dan Humpty Dumpty, pokoknya sampai anak gw dan emaknya yaitu gw sendiri apal di luar kepala. Lumayan dipanjerin tu lagu, biar ga ada acara minta mandeg di Indomaret terus beli es krim deh. 

Kalau kondisi jalannya sendiri, lumayan lancar. Paling macetnya itu kalau udah mau masuk pintu tol aja, selebihnya alhamdulilah aman terkendali. Hujannya pun berhenti begitu masuk area Sentul dan sekitarnya. Padahal tadinya, takpikir malah arah-arah sana gelap. Soalnya kan Bogor terkenal dengan kota hujannya ya. Eh ga taunya lepas tol Bogor, cerah banget. 

Kurang lebih deket-deket ashyar deh, kami udah melenggang kangkung di atas jalanan Bogor raya yang sore itu seperti biasa maced ced ced ceeed (ngomongnya ala-ala iklan jamu terlambat datang bulan). Terutama yang puteran arah Kebon Raya tuh. Tapi anehnya, sekalipun Bogor sering macet, aku selalu suka suasananya. Yah, itu semua karena tiap jengkal Bogor selalu ada kenangannya. Bogor dengan pohon-pohonnya yang gede banget itu, selalu punya tempat tersendiri buatku di masa lalu. Apalagi kalau lewat pasar basah yang gelarin tales, jambu merah, nangka, asinan, dan semua makanan khasnya Bogor, rasanya perasaan jadi hangat. Hmmmmmmb...

Makanan lagi kan gw, hoho...

Oke, balik lagi ke topik. Setelah kurang lebih tersendat di beberapa titik lokasi. Akhirnya sampai juga kami di halaman muka Swiss Belhotel Bogor. Hotelnya ga sebesar perkiraanku sih, melainkan lebih ke vertikal alias bangunannya meninggi dengan ketinggian 20 lantai yang mencakup 150 kamar juga suite di tengah-tengah pusat komersial Kota Bogor.

Lokasi persisnya berada di Jl. Salak No. 38-40, Padjajaran, Bogor, Jawa Barat, Indonesia, 16128. Dekat Taman Simprug yang biasa buat olahraga lari dan pusat kuliner Taman Kencana misalnya Waroeng Taman, RM Bang Doel Tota, Sop Buah Pak Ewok, dll.

Resto dan tempat nonkrong kekinian lainnya yang berada tak jauh dari hotel :

Warunk Upnormal - Pajajaran (52 m)
Roofpark Cafe (100 m)
Fat Bubble (300 m)
Macaroni Panggang (100 m)
Kedai Kita-Pizza Kayu Bakar (200 m)
Kebun Raya Bogor (700 m)

Sementara tempat lain yang lumayan strategis dari posisi hotel diantaranya :

Lippo Plaza Keboen Raya (765 m)
Institut Pertanian Bogor (IPB) (1.41 km)
Bogor Station (1.61 km)
Taman Safari Indonesia (22.52 km)
Kebun Raya Cibodas (28.16 km)
Taman Mini Indonesia Indah (33.45 km)
Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma (HLP) (37.08 km)







Singkat cerita, rombongan Bekasi yang baru pulang dari Kuntum Farm Field uda tiba duluan di loby Swiss Belhotel Bogor, tempat dimana kami janjian semula. Kakak, ponakan, juga kedua orang tua dan adekku yang datang dari kampung halaman udah check in duluan. Tinggal kakak ipar (suami kakak gw) yang nyamain parkir di tempat kendaraan kami berada yaitu di lantai P2. Sebenarnya hotel ini bagus ya. Namun entah kenapa untuk tanjakan di area parkirnya agak susah buat belok-beloknya. Soalnya sudut-sudutnya itu lumayan tajem, jadi kudu ahli bener nih urusan parkirin mobilnya biar aman dan ada jarak dengan mobil-mobil di sebelahnya.

Kelar dengan urusan parkir, kami langsung menuju ke kamar yang berada di lantai 17 (wow tinggi juga yez). Kamarnya sengaja pilih yang sebelah-sebelahan terutama yang kamar ortuku dimana terdapat pintu yang terhubung dengan kamarku. 

Beda-beda sih untuk type kamarnya. Kamar ortu pesan yang twin bed ditambah 1 extra bed untuk adekku, sedang kamarku superior double bed sama kayak punya kakakku. 

Nah, di type kamar superior ini, perasaan ukurannya kerasa lebih legaan ya. Desain interiornya bernuansa cokelat dengan lantai parket yang menjadikan suasana terkesan hangat. Walaupun aku bilang desainnya cukup simple tapi yang kupentingkan di sini adalah ukuran ruangannya yang cukup luas. Maklum lah, punya anak bocah yang lagi hobi lari-larian, jadi akan lebih nyaman kalau dapat ruangan yang luas.

Untuk ranjangnya sendiri, ya standar ranjang tipe kamar superior sih. Lumayan umpel-umpelan juga untuk 4 anggota keluarga yang terdiri dari aku dan suami, juga 1 anak batita dan 1 bayi 11 bulan (maklum ga pake nambah extra bed). Jadi, kudu pinter-pinternya kami ngatur posisi dengan cara aku dan suami sebagai pelindung anak-anak di bagian pinggir-pinggirnya, sementara anak-anak aman di tengah. Ya mirip-mirip ama ikan pindang lah tampilan posisi tidurnya, hahaha... 



















Tapi yang aku suka dari type kamar  di Swiss Belhotel ini adalah bantalnya 4, gede-gede, dan kerasa empuk gitu lah di kepala. Selimutnya pun cukup tebal, jadi lumayan menghangatkan badan di tengah gempuran cuaca dingin kota hujan. Kebetulan kamarku juga punya view yang cantik dari atas lantai 17 walaupun jendelanya yang transparan memang sengaja dikunci dan kami hanya bisa memandangnya dari dalam.

Review Swiss Belhotel Bogor :
  • Lahan parkir agak kecil dan di tiap belokan sudutnya lumayan tajam, agak susah ketika membelokkan kendaraan.
  • Kamar type superior double terdiri dari 1 ranjang yang lumayan gede, 2 bantal kecil, 2 bantal besar, serta 1 selimut yang cukup tebal. 
  • Ukuran kamar lumayan luas meski desain interiornya terbilang sederhana.
  • Nuansanya cokelat kayu, dipadu demgam dinding yang semi krem
  • Lantai berupa parket kayu
  • Ada beberapa pilihan channel dari TV berlangganan  
  • Ada meja kursi
  • Ada kulkas mini, AC, lemari, sendal hotel, telepon, water heater, cangkir, mineral water, kopi, teh, gula shacet
  • Ada sabun, pasta gigi, sikat gigi, shampoo, conditioner, hair dryier, handuk, shower panas dan dingin yang bekerja dengan baik, toilet duduk, wastafel air panas dan air dingin.
  • Wifi dengan kecepatan lumayan kencang
  • Pemandangan lantai 17 dari balkon yang disekat jendela dengan penangkal petir dan pagar menyajikan view villa, kafe, dan perumahan gaya lama dari atas

Sore hari digunakan untuk istirahat sambil pesan grabfood bebek goreng H. Slamet buat dimakan rame-rame di dalam kamar. Karena mau keluar juga mager banget. Hawa mendung menggelayuti langit sehingga pengennya nempel aja sama kasur #plak. Sampai-sampai lupa ga menjelajah seisi hotel padahal ada juga area kids corner, gymnastic, dan kolam renangnya. Mau ditaroh di kids corner Cyiqanya lagi rada batuk, ntar kalau udah dilepas keburu ga mau balik (ckckck), bisa-bisa malah mogok makan hahaha #PR deh buat emaknya. Gw kan liburan ga mau ada acara drama mogok makan. Biarlah drama-dramanya ada di rumah saja. Untunglah, pas disuapin nasi dan bebek goreng anaknya lahap, alhamdulilah... Terus ga nyobain kolam renang juga karena dingiiiiin, aduh orang mau mandi aja rasanya sore itu malas banget hahaha... Ya udah lah goler-goler aja sambil nonton channel Fox Action ama Nat Geo Whild.

Malem juga dilanjut lagi goler-golernya hingga kami semakin menyerupai ular kadut haha.... Sebab di luar sana juga hujan turun dengan derasnya. Hujannya pake angin disertai petir yang menyalak-nyalak, jadi lebih baik kumpul keluarga aja deh, biar kakung uti momong cucu-cucu dengan gembira, hahahai....(bubar jalan deh run down yang dibuat budhe).

Sekitar jam 9-an malem mayoritas anggota keluarga udah pada tepar dan bersembunyi di balik selimut masing-masing. Lain dengan Cyiqa yang masih seger buger 100 %  buat ngajakin maen, padahal emaknya uda pengen streaming film Deep Rising (1998) yang bercerita tentang monster gurita. Ya Alloh puyeng pala w haha. Anak ini bulak-balik minta oreo yang untungnya bagian krimnya ga dibuat nglukis tembok kayak yang ada di rumah #hoho. Doi kelaperan boooowk. Ya udah deh, Pak Suami akhirnya beliin lele malem-malem, tambah bonus bebek goreng buat aku huehehe..

Habis disuapin lele, syukur alhamdulilah anak w ngantuk juga. Aaaah, akhirnya bisa juga streamingan film, wekeke...

Baca juga : Review Hotel Arch Bogor by Horison
Baca juga : Review Grand Mega Resort and Spa, Bali



































Menu Sarapan Banyak dan Bervariasi

Jam 7.30 teng !, saatnya buka mata buat sarapan. Sengaja dateng pagian biar menunya ga keburu dihajar massa alias habis-habisan, wekeke....ya walaupun aku percaya 100% sih, untuk hotel sekelas bintang 4 ini pasti kalau menu breakfastnya habis langsung cepet-cepet diganti refillnya haha...

Review Menu Buffetnya Swiss Belhotel Bogor :
  • Ada menu tradisional dan internasional
  • Menu tradisional untuk tipe makanan berat terdiri dari : nasi putih, nasi goreng, bihun goreng, capcay, sayur cumi, ayam semur kentang, soto mie Bogor, bubur ayam, lontong sayur berikut telur rebus dan kerupuknya, nasi jamblang dengan lauk teri kacang, tempe goreng, tahu goreng, tempe orek, dan telur pindang.
  • Menu tradisional untuk tipe makanan ringan : kolak, manisan buah (manisan mangga, manisan salak, manisan aprikot, dan manisan ciremai), snack (kuaci) dan aneka keripik (keripik pisang, keripik ubi ungu, dll).
  • Menu barat : sosis ayam, sosis sapi, salad sayuran (paprika, tomat ceri, jagung manis, selada, bawang bombay, dengan aneka saus seperti thousand island, mayonaise, dan special dressing, omelet, telur mata sapi, pancake, sushi, sandwich, roti bakar dan aneka selai, pastry (donat, muffin, roti tawar, croissant, roti isi selai, roti isi kismis, dll).
  • Buah potong (semangka, melon, pepaya)
  • Buah lokal segar (apel hijau, jeruk, salak)
  • Fresh juice, infushed water, dan air mineral
  • Teh dan kopi
  • Sereal (corn flakes, star, choco crunch)
  • Susu segar (chocolate milk, low fat, soya milk)
  • Kids corner (donat, smoothies)
  • Puding
  • Jamu tradisional (beras kencur, sirih, temulawak, kunyit asam)

Menurutku, menu breakfast di Swiss Belhotel Bogor lumayan bervariasi. Ya, walaupun ga nyobain semua sih karena menimbang kapasitas perut. Paling yang kucobain cuma yang sekiranya lagi pengen dimakan aja. Misalnya, jamu beras kencur, salad dengan special dressing mix thousand island, buah potong (buat melancarkan pencernaan menuju misi diet 2020 gegegek), sosis sapi, omelet, nasgor plus capcai (waw tapi itu keitungnya lumayan banyak atuh Booooollll hahhahah). Yawdalahya, yang penting menurut lidahku makanannya enak. 




















Pokoknya cukup mengesankan lah nginap di sini. Sayang waktu itu ga sempet eksplore semua fasilitasnya. Next lah kalau ada kesempatan bisa kali dilengkapin lagi dokumentasinya (Gustyanita Pratiwi).

Swiss Belhotel Bogor
Jl. Salak No. 38-40, Bogor, Padjajaran, Bogor, Jawa Barat, Indonesia, 16128




10 komentar:

  1. Lengkap nit reviewnya...aku libur malah cuma di rumah. Mau pergi2, suami mls nyetir Krn macet...mau nginep2..lah, buka aplikasi kok hrgnya pada 2x lipat dr hr biasa..

    Akhirnya di rumah, streaming iflixπŸ˜€

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah tamat berapa film mb lis ? Xixiii

      Iya mb lis mumpung kakung utine cah cah sowan ke sini sekalian ajakin liburan
      Uda planning jauh jauh hari soalnya gegeggek

      Hapus
  2. Pernah lewat sih dijalan salak bogor persis didepan hotelnya meski tak terlalu besar area serta lahan parkirnya.πŸ˜„πŸ˜„

    Makanya posisi bangunannya berbentuk tingkat bah sebuah gedung perkantoran..πŸ˜„πŸ˜„

    Tapi dilihat gambar2nya diatas menarik juga nih untuk didatangi dan menginap.πŸ˜„πŸ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sat, dari luar emang kiatan kecil, cuma dia meninggi dan termasuk paling tinggi untuk kategori hotel daerah bogor

      Hapus
  3. Beberapa waktu lalu kantor pusat kalo ngadain acara selalu di hotel ini yang di jkt. Menu sarapannya emg ok menurut saya. Juga fasilitas gym klo yang di area gn Sahari

    BalasHapus
    Balasan
    1. O di gunung sahari ada juga ya, otw pnisirin
      Iya klo bintang 4 memang rata2 lumayan variatif menunya

      Hapus
  4. yuhuuu..akhirnya jadi juga ya mamak liburan, meski ujan tetep lanjut. mantap.
    btw, masih lumayan deket berarti yaa kalau gak jau dari makaroni panggang sama fat bubble situ. aku belum pernah staycation di daerah situ nit. paling cuma kulineran atau main ke kebun raya terus lanjut pulang lagi ke rumah.

    tapi ada benernya juga si kamu pilih daerah bogor. soale bawa anak bayik dan musim liburan, kalau ke puncak mah ampuunn dah, pasti macet banget belum lagi bonus anak rewel yak. haha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ti, uda kepalang tanggung booking dari 2 minggu sebelumny hihi

      Tapi kakung utinya dibikin surpraise sih ama rencana ini
      Iya ti, kapan kapa staycation jarak dekat lumayan menyenangkan juga euy, paling eksplore aja tempat wisata n kulinarynya, mayan buat bahan tulisan di blog #teteup ya boook pageview #pageview minded gw haha

      Iya, klo puncak takut jalanannya yang mliuk2 itu tsay, mana ujan angin lagi kan, takut ada pohon tumbang
      A semoga kita semua selalu dalam lindunganNya ya, kalau pas bepergian

      Hapus
  5. Mbuuulll, kujatuh cinta ama bajumu, beli di mana? saya juga mau dong punya baju gitu, warnanya dan modelnya sayaaahh banget (mamak-mamak ga tau umur ya gini hahahaha), tapi sumpah, saya itu pecinta pink banget, apalagi kalau pinknya cerah adem gitu, meskipun juga kalau punya rasanya nggak rela dipakai, soalnya bingung nyucinya, air di tempat saya selalu bikin baju jadi coklat hiks

    Btwwww... ampuun banyak banget fotonya, dirimu mah selalu all out banget kalau nulis sesuatu, nggak cuman penjelasannya yang detail, tapi fotonya juga lengkap, kerennya pakai watermark semua, kebayang tuh rempongnya hahahaha.

    Dan viewnya, masha Allah Bogor ternyata cantik dan masih hijau ya..
    Saya pernah masuk Swiss Bell di Surabaya yang pusat kota, viewnya gedung doang hahaha.

    Tapi emang kalau saya liat, swisbell itu sama aja di semua tempat.
    Kamarnya nyaman dan lumayan luas, hanya saja di sini ratenya lumayan mihil hihihi.
    Soalnya tepat berada di depan mall terbesar di Surabaya

    Oh ya Mbul, akoohhh lapaaarr, itu menu breakfastnya sungguh bikin saya pengen lama-lama di sana, mencicipi semua makanan hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini beli di tang city kak rey tp uda lama lebaran 2 tahun lalu xixi

      Toast ku jg suka pink, pke pink bikin aura jd muda #padahal umur uda jompoh ya mbul km tuh aha

      Iya swisbell bogor deket kebon raya n taman kencana yg pohonnya gede2 banget kak

      Hapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...