Selasa, 30 Juni 2020

Review Bedevilled (2010)



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Kategori usia : Dewasa

Sinopsis Bedevilled (Kim Bok-nam Salinsageonui Jeonmal) 2010

Hae Won, adalah tipikal wanita urban yang berpemikiran modern. Paras cantiknya itu tak menjadikannya cepat menikah di umurnya yang kini sudah menginjak kepala 3. Posisinya sebagai customer service di sebuah bank di pusat kota Seoul rupanya telah menyita perhatiannya. Belum lagi ia harus berhadapan dengan serangkaian kejadian menyebalkan yang akhir-akhir ini sering menimpanya. Cek-cok dengan pacar, berurusan dengan nasabah yang terancam gagal bayar setelah berhutang dengan alasan sudah menjadi janda tua yang tidak berpenghasilan, juga harus memenuhi panggilan polisi lantaran menjadi saksi sebuah kasus penganiayaan yang melibatkan sekelompok berandalan terhadap remaja putri hingga tewas. Untuk yang terakhir, karena merasa malas berurusan dengan polisi, Hae Won memilih bungkam saja sehingga menyebabkan kelompok berandalan tersebut bebas. Ayah sang korban tidak terima. Ia berteriak histeris ke arah Hae Won supaya mau berubah pikiran demi keadilan sang putri. Sayangnya Hae Won lepas tangan dan pergi begitu saja tanpa belas kasihan sedikitpun dalam hatinya. #sinopsis_&_review_film_GustyanitaPratiwi

Sinopsis Bedevilled (2010), sumber gambar : imdb

Judul :
Bedevilled (Kim Bok-nam Salinsageonui Jeonmal)
Sutradara : Jang Cheol-soo
Produser : Park Kyu-young
Penulis : Choi Kwang-young
Starring : Seo Young-hee, Ji Sung-won
Music : Kim Tae-seong
Cinematography: Kim Gi-tae
Editor : Kim Mi-joo
Distributor: Sponge ENT
Release : Mei 2010 (Cannes), 2 September 2010 (Korea Selatan)
Durasi : 115 menit
Negara: South Korea
Bahasa: Korean

Jumat, 26 Juni 2020

Aku vs Kemeja Ungu Kotak-Kotak


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Aku terbiasa menyebut baju berkerah atau kemeja dengan sebutan hem. Padahal kayaknya beda ya #maklum ku bukan orang konveski. Jadi ga tau apa bedanya hem sama kemeja, hihihi.

Ya udah biar ga salah sebut, aku bilang aja kemeja.

Salah satu model pakaian yang membuatku tampak ga tua-tua amat ya kemeja. Kemeja udah jadi semacam comfort outfit terutama setelah memasuki dunia kuliah maupun kerja. Bisa dibilang kemeja adalah syarat kami bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Walaupun beberapa teman masih ada yang tetap nekad menggunakan kaos. Tapi, meskipun begitu....asalkan masih ada catatan berkerahnya sih masih oke lah ya. 

Alis gw yang bak ulet bulu, bawaan dari orok :D

Kamis, 25 Juni 2020

Kelabu



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Kokok ayam jago membangunku dari posisi tidur yang semula meringkuk. Sarung yang membungkus tubuh ini segera kulipat dengan cepat. Akupun bersiap untuk memulai aktivitas seperti biasanya walaupun judulnya akan kulakukan dengan santai-santai saja. Maklum, pagi itu disponsori oleh kediaman mertua yang letaknya di pedesaan dengan landscape berupa sawah, kali, pekarangan, dan juga rumpun bambu yang berada di samping-sampingnya. Jadi memang tidak ada agenda khusus, tidak seketat protokol saat berada di rumah sendiri. Wong masakan saja sudah disiapkan. Biasalah, masaknya porsi besar yang bisa dihangatkan untuk beberapa hari. Jadi tinggal cidak-ciduk saja seenak udel. Favorit Mamih (begitu kami menyebut Mamak Mertua) adalah sayur thewel aka gori atau nangka muda. Modelnya dibuat santan pedas. Lauknya opor ayam atau ayam kecap. Ayamnya hasil motong sendiri. Piaraan tapi yang jenis kampung. Jadi dagingnya agak wuled karena jago tua. Babonnya ada juga sih. Tapi yang ini buat digoreng biasa. Jadi perkara masak-memasak aku ga ada andil. Tinggal makan saja... meskipun bagian asah-asahnya ya tetap aku yang tackle-in (baca : cuci piring). Sama nyapu atau apa lah. Walaupun ga pernah diperintah langsung alias atas inisiatif sendiri. Ya masa kan gw ga ngapa-ngapain ? Bagaimana presedenku sebagai daughter in law. Tengsin lah yaaw, wekekek.

Baca juga : Gustyanita Pratiwi trip dan kuliner di Solo

Rabu, 24 Juni 2020

Cerewet




Siapa di sini yang cerewetnya di blog aja, tapi aslinya pendiem, cung ! 

Tebakanku sih banyak ya ?

Termasuk yang lagi ngetik postingan ini. Ga pendiem-pendiem amat sih sebenarnya. Apalagi se-cool Ai Haibara dalam Serial Detective Conan. Gw tuh ya....eng...apa ya namanya. Lebih ke kalem deh keknya. 

Ya, semacam kebutuhan ngeluarin 20.000 kata per perharinya as wanita lah, yang emang begitu kan lumrahnya menurut apa kata artikel, wekekek..  Jadi gw tuangkan sebagian kata-kata itu lewat tulisan di blog.

Selasa, 23 Juni 2020

Sebentar Panas, Sebentar Ujan...


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Akhir-akhir ini langitnya kayak sering ngajak bercanda. Sebentar panas, sebentar ujan. Sampe engga tau lagi ini udah masuk musim apa. Harusnya sih uda musim kemarau ya. Tapi kok kayaknya masih sering geludug aja. Kadang ujannya gede, kadang ujannya kecil. Tapi sukses bikin cucian ga kering juga dalam satu kali naroh di tiang jemuran.

Yah, begitulah keadaan. Semua kan bergantung pada cuaca. Jadi ritual ngegilingnya pun harus kena imbasnya juga. Mau dirapel, kok ya kadang pas mataharinya suka ngumpet. Mau dicicil per 2 hari sekali sekian baju--biar weekend bisa taktinggal leyeh-leyeh, eh la kok gw-nya yang pegel... lha kan gw bukan binatu, jadi ya wes lah tetep aja nyucinya itu selalu w rapel. Biasanya kucuci sebelum Jumat. Ga saklek sih ini. Yang penting weekend beres. Karena kan kalau uda Jumat naga-naganya uda pengen gegoleran aja ya cem uler kadut. Jadi yaudah lah konsekuensinya adalah semuanya gw kebut dengan harapan weekend bisa lebih santaian dikit. Pilihannya kalau ga Selasa ya Kamis #nacib_mamah-mamah muda (udah tuwek kali ah) yang demvlond bin unyu-unyu (hoek) dan tukang galaw begini #nyuci baju aja pake galaw segala #sueeee memang.

Sabtu, 20 Juni 2020

"Obsesi Tinggi"



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Kapan hari aku lagi ada obsesi sama sesuatu. Bukan kepengenan untuk mengikuti jejak blogger muda angkatan gw yang dulunya masih ber-elo-gue-an ria tapi sekarang udah bermetamorfosis jadi penulis dengan gaya essay semua yang which is itu keren, sementara gw masih di sini-sini aja--belom sampai ke arah sana, bukaaaan... Tapi terobsesi sama resep jajan-jajan receh yang tersebar di segala penjuru dunia kanal youtube dan pengen aku cobain satu-satu.

Mulai dari cireng, cimol, bakwan sayur yang kalau bisa rasanya seenak bikinan abang gorengan, gabus keju, sampai risol mayo yang kedengarannya sih gampang banget ya. Jadi Ai pantengin aja tuh satu-satu channel youtubenya (entah punya siapa) walaupun tanpa subscribe, like, ataupun komen, hahhaha...


Kamis, 18 Juni 2020

Sinopsis Revenge of The Pontianak (2019)



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Sinopsis Revenge of The Pontianak (2019)

Dimulai dengan adanya suara rintihan seorang wanita diantara gelapnya kebun pisang. Suaranya sangat menyayat hati dan penuh keputusasaan. Mengaduh-aduh, seperti orang kesakitan. Suara siapakah itu ? Semua masih menjadi misteri karena jawabannya tentu saja akan muncul di pertengahan cerita. 

Semenjak peristiwa itu, tahun demi tahun pun berganti. Kini, di desa tersebut sedang ada iring-iringan pengantin yang mengantarkan Khalid, seorang duda anak satu yang menikahi gadis sederhana bernama Siti. Ibu dari Nik yang merupakan anak dari Khalid, diceritakan pada Siti sudah tidak mencintainya lagi sehingga pergi entah kemana meninggalkan Khalid dengan Nik yang pada waktu itu masih bayi (banget). Siti pun percaya saja apa kata Khalid. Sebab Siti sudah kadung cinta pada Khalid. Sudah merasa bahwa Khalid jodohnya. Jadi apapun yang dikatakan Khalid ya Siti manut saja. Padahal belum tentu juga kan Khalidnya jujur. Tapi terlepas dari itu semua, keduanya pun tampak sangat bahagia bersandingkan di pelaminan. Pesta berlangsung sangat meriah. Tamu-tamu datang silih berganti dan mengucapkan selamat. Pun demikian dengan Ibu Khalid yang turut memberikan wejangan kepada anak mantunya supaya setelah mengarungi bahtera rumah tangga dapat hidup rukun saling mengasihi. Juga berharap agar Nik cucunya bisa segera akrab dengan ibu sambungnya, Siti.Gustyanita Pratiwi_sinopsis_dan_review_film.

Sinopsis Revenge of the Pontianak (2019), source : imdb

Senin, 15 Juni 2020

Review New World (2013)



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Sebagai pelahap film genre crime / action / thriller asal Negeri Ginseng, begitu disuguhi New World (2013), aku langsung pengen teriak : "Bedebah ! Ini sih kakap semua lakonnya !" Ga yang jahat, ga yang baik, ada pula yang abu-abu. Gimana ga kakap semua, sebut saja ada Choi Min-sik (The Oldboy, I Saw The Devil, Heart Blackened, Taegukgi, The Admiral : Roarring The Currents), Hwang Jung Min (yang jadi dukun di the Wailing, Veteran, Violent Prosecutor,  The Unjust, The Spy Gone North, a Bittersweet Life, Private Eye), Lee Jung-jae (The Housemaid, Assatination, Chief of Staff, Svaha : the Sixth Finger), Park Sun Wong (banyak jadi polisi dan penjahat di film thriller Korea), Jan Gwang (antagonisnya di Silenced, Masquerade, the Negotiation), Lee Geung Young (The Terror Live, a Company Man, Whistle Blower, The Berlin File, The Merciles), dll. #Review_ Gustyanita_Pratiwi

Sinopsis dan review New World (2013), source pict : imdb

Judul film : New World
Tanggal Rilis : 21 Februari 2013
Sutradara : Park Hoon-jung
Genre : Crime, action
Penulis : Park Hoon-jung
Produser : Han Jae-duk, Kim Hyun-Wo
Musik : Jo Yeong-wook
Sinematografi : Chung Chung hon, Yu Eok
Penyunting : Moon Se-kyung
Distributor : New Entertainment World Finecut (International)
Asal negara : Korea Selatan
Pemain : Lee Jung-jae (Lee Ja-sung), Choi Min-sik (Kepala Polisi Kang Hung-chul), Hwang Jung-min (Jung Chung), Park Sung-woong (Lee Jang-gu), Choi Iil-hwa (Jang So-ki), Song Ji-hyo (Shin Woo), Jang Gwang (Director Yang), Kwon Tae-won (Director Park), Jo Jin-moo (Direktur Ko), Lee Geung Young (Seok Dong-cheol)
Durasi : 134 menit

Kamis, 11 Juni 2020

"Ngeblog Pake HP"


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Uda lama nggak buka leptop. Jadi ngeblognya pake HP aja. Eh nggak HP-HP amat ding. Tapi agak besaran dikit yaitu pake tab (tablet). Tab-nya Samsung tab S yang model jadul, sedangkan ilustrasi foto yang dari kamera sendiri biasanya pake Canon G7X Mark II kalau nggak camera digital biasa merek Canon. Kheseus foto yang dari camera ini biasanya kepake pas ngepost kuliner, jalan-jalan, atau masakanku. Untuk ilustrasi penunjang berupa gambar yang bikin sendiri biasanya ambil dari koleksi gambar lamaku aja. Atau kalau mau yang baru ya langsung sat-set-sat-set nggambar pake driji alias nunyuk-nunyuk layar apps gambarnya pake jari aing sendiri. Kalau pas lagi niat banget nih, sesekali pake pen digital dengan aplikasi gambarnya autodesk sketchbook. Tapi ini baru-baru aja sih yang langsung gambar dari tabnya. Sebelumnya kebanyakan gambar dulu di atas kertas terus discan yang so ribet sekali...tapi gw pede-pede aja ya meski gambarnya juga masih elek betul, hehe....#GustyanitaPratiwi


Selasa, 09 Juni 2020

Resep Tape Ketan Hitam


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Perasaan admin blog ini uda khatam banget ya ngepost tentang tape ketan. Dulu pernah ngepost tentang cara bikin tape ketan ijo, nah sekarang giliran tape ketan itemnya. Soalnya kurang afdol kan kalau belum dicobain semua, wekekek. Ini semua karena habis libur lebaran aku dan Tamas bikin prakarya tape yang sebelumnya selalu kami nikmati pada saat lebaran di kampung halaman. Tapi berhubung kami ga mudik dan tetep ndekem aja di rumah kayak kucing, akhirnya jadilah ide-ide gila buat bebikinan apa gitu kek, dan salah satunya adalah tape ketan hitam. #GustyanitaPratiwi_Recipe

Sebenarnya bikin tape ketan ini lagi-lagi karena diajarin Pak Suami. Soalnya seperti yang aku bilang sebelumnya, emang dia lebih jago sih urusan masak ketimbang aku yang jagonya bagian finishing alias bersih-bersihnya doang #waduw. Jadi.... aku mah tinggal bantu doa aja merekonstruksi ulang masakannya aja. Lalu berdua uplek di dapur sebelum new normal dan kemarenan udah masuk kantor lagi. Jadi beliau mentraining gua duluan buat bebikinan apa kek yang berfaidah dikit, wakkakak...

Minggu, 07 Juni 2020

Ayam Kecap....



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Salah satu resep yang pengen aku recook dari masakan mertua adalah ayam kecapnya. Ya, karena modelan masakan mertua ga begitu complicated bumbunya alias gampang dipraktikkan.

Apalagi kalau urusan lauk hewani, diantara ayam, daging, atau ikan, aku cenderung lebih bisanya ngolah ayam. Kalau daging paling cuma bisa buat isian sop #haha #sedih. Kalau ikan ? Agak riweuh ngolahnya sebenarnya saya tuh. Eh ayam juga riweh kan kalau beli yang utuhan. Tapi untung aja di tukang daging langganan udah ada yang dalam bentuk jadi. Maksudnya udah ada yang dibersiin dan dipotong-potong jadi amat sangat memudahkan bagi tipe-tipe orang yang ga mau ribet seperti gw, hahaha...#GustyanitaPratiwiResep

Eh tadi aku mau nulis resep ayam kecap kan ? Kok jadi kemana-mana yah. Ya udah deh, here we go ayam kecapnya ...

Kamis, 04 Juni 2020

Cerpen Majalah Bobo Jadoel Tahun 90-an yang Paling Membekas di Hatiku


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Seperti yang sudah sering aku bilang di blog ini bahwa aku adalah termasuk generasi 90-an yang sangat menggemari Majalah Bobo. Saking terlampau gemarnya, aku bahkan masih ingat beberapa judul ceritanya, baik itu dongeng, cerbung, maupun cerpennya. Cergam singkatnya seperti Keluarga Bobo, Oki dan Nirmala, Dombi dan 3 Kurcaci, Kisah-Kisah Gogori si Anak Petani, Pocil, Paman Kikuk, Husin, dan Asta, Juwita dan Si Sirik, atau Bona dan Rong-Rong juga aku suka. Tapi itu ntar lah aku ulas kapan-kapan. Sekarang saatnya aku mau ngulas cerpen-cerpennya dulu, especially yang paling membekas di hatiku. Sebelumnya kan aku sudah pernah ngulas dongengnya ya. Nah, sekarang giliran cerpennya. Menurutku ya, selain cerita dari si cerpennya bagus, aku juga suka sama ilustrasinya. Terutama untuk Bobo yang tahun-tahun 90-an, antara 1990-1999. Paling sukanya sih di cerpen Bobo yang 1995, 1996, dan 1997. Ntah kenapa feelnya itu dapet banget (di aku).

Nah, lalu list cerpennya apa saja. Berikut aku sarikan dengan singkat-singkat saja ya. Siapa tahu ada yang ingat juga dan barangkali ada yang mau bernostalgia, hehe...#GustyanitaPratiwi


Senin, 01 Juni 2020

Nasi Kotak Kantor



Ibu aku termasuk orang kantoran. Eh, sekarang juga masih deng. Tinggal nunggu 4 tahun lagi biar ibu bisa pensiun. Ga sabar deh nunggu waktu itu tiba, biar Uti bisa sering main ama cucuw #ihihihiw #maksudnya biar gw bisa pacaran dulu ama bapaknya naq-anaq gituuuh #ketawaAlaBernardBear.

Ibu, secara otomatis jadi role model aku dalam berbagai hal, termasuk tentang kepengasuhan anak. Walaupun kami berbeda profesi tapi tetep aja aku banyak mencontoh cara-cara ibu dalam mengurus segala sesuatunya. Ibu yang pegawai kantoran sedangkan anaknya yang nomor 2 dan ngeyelan ini sampai saat ini masih on the right track jadi ibu rumah tangga (eh tapi aku happy loh jadi ibu rumah tangga :D, seenggaknya sampai dengan saat ini masih konsistain, ntah nanti akan tetap jadi IRT atau ga, wallohualam biar semesta yang menentukan).

Oh ya, ngomongin ibu, selalu ada cerita tentang sosok ibu. Kalian gitu juga ga ?  Kayaknya hampir semuanya gitu kan ...