Jumat, 26 Februari 2021

Kepungan



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Assalamualaikum 

teman-teman blog kesayanganku...

Apa kabar? 

Semoga selalu dalam keadaan baik ya...

Hari ini Nita akan menulis tentang kepungan atau yang biasa disebut dengan kenduri, kenduren, atau selametan. Di tempat kalian ada kepungan juga kan? Kepungan atau kenduri ini merupakan suatu bentuk kegiatan kumpul bersama untuk mendoakan shohibul hajat agar memperoleh suatu kelancaraan dalam menunaikan suatu acara atau dalam rangka untuk mendoakan orang yang sudah meninggal yang diakhiri dengan pembagian nasi berkat. Kebetulan kemarin Nita sempat abadikan menu kepungan tahlilannya Akung, jadi Nita pindah aja fotonya di blog ini supaya ada kenangannya. 


clorot bersanding dengan sengkulun


Kepungan atau kenduri di kampung Nita dan keluarga biasa diselenggarakan oleh sohibul hajat sehabis asyar dengan dihadiri oleh sekumpulan kaum laki-laki dengan diiringi oleh doa yang dipimpin oleh Pak Kyai atau orang yang biasa dituakan. Acaranya singkat saja. Ada sambutan, doa-doa, lalu pembagian besekan. Kalau dulu mungkin pakenya besekan (tempat makan yang terbuat dari anyaman bambu),  tapi sekarang lebih banyak pake cethingan (tempat makan yang terbuat dari plastik dan ada lubang-lubangnya). Kalau mau lebih praktisnya lagi bisa pake kardus. Tinggal modal diklip-klip saja, tapi rawan rembes sih kalau ada sayur yang modelnya kuah. Makanya kalau tempat Nita seringnya pake cething. Ntar Nita tunjukin deh bagaimana gambarnya.

Menu kepungan atau kenduren (kendurinya) sendiri dimasak secara gotong-royong oleh sekumpulan kaum perempuan yang berasal dari kerabat atau tetangga dari pagi hingga menjelang siang, sehingga sorenya tinggal persiapan saja. Kebetulan memang di kampung Nita semuanya masih dikerjakan sendiri by tangan terampilnya ibu-ibu tetangga. Jadi ga pake katering. Ya, istilah kata mengundang tetangga (kaum perempuan yang jago masak untuk lagan). Beli bahan makanannya juga sudah dari beberapa hari sebelumnya di pasar tradisional sehingga pas hari H-nya tinggal eksekusi saja. Kira-kira butuhnya berapa untuk sekian orang yang diundang ya disiapkan dananya sekian. Nanti bahu membahu masak dalam porsi besar. Biasanya kalau tempat Uti masaknya di pawon depan yang areanya lebih luas. Makanya dengan tetangga atau sedulur harus rukun ya...sebab kalau ada apa-apa, mereka lah orang pertama yang bakal tahu dan diperuntukkan untuk bantu-bantu. 

Memang kalau di kampung masih terasa sih ya sifat kekeluargaan macam begini. Ntah kalau di kota tempat Nita merantau. Di kampung saja, tiap masak tiba-tiba kehabisan garam, kita bisa tinggal melongok ke tempat tetangga buat minta garamnya sedikit, atau bahkan kirim-kiriman sayur pake rantang, nanti timbal balik pas kitanya masak apa gantian kirimin juga ke tetangga. Di rantau kok ga ya...huhuhu...



ini yang namanya sengkulun

Helllaw...non admin Gustyanita Pratiwi ikut nampang ya

Saatnya rewang-rewang ((natain Aqua gelas maksudnya hehe))

kalau ini lapis merah putih

ini clorot (khas banget bungkusnya diunter-unter janur)

jepret dulu snack piringannya

yang ini jenang



Kembali ke bahasan tentang kepungan atau kendurenan. Di tempat Uti ada sedulur yang piawai banget masak untuk spesialis lagan. 2 orang Bulek yang rumahnya hanya berjarak sekian kilo saja dari rumah Uti. Mereka mukanya mirip. Kayak kembar. Dan sama-sama pintar masaknya. Makanya kalau dipanggil lagan selalu siap di garis depan. Biasanya Beliau-Beliau ini akan datang paling gasik untuk mendapat arahan dari shohibul hajat range-rangean menunya bagaimana. Mereka juga sering datang sambil mengajak cucunya lho. Lalu ga terasa sesiangan bakal uplek di dapur dan Nita cuma bisa bantu dengan doa...

Begitu asyar tiba, acara kepungan atau kenduren tinggal menghitung jam saja. Untung, siang sudah beres semua. Nasi dalam porsi besar sudah diangkat dari dandang, begitupula sayur dan lauknya sudah dipindah ke baskom-baskom besar. Nasi kemudian dituang ke dasar-dasar cething, lalu sayur dan lauknya juga ditaruh di atas nasi dengan menggunakan plastik mika. Kalau jaman dulu sih atas nasinya dialasi daun pisang dan tempat sayur/ lauknya pake takiran. Nah kalau sekarang carinya yang lebih praktis saja dengan menggunakan mika. 

Untuk menu kepungannya ini sayurnya terdiri dari mie goreng jawa, tumis tempe lombok ijo, dan sayur krecek telur puyuh. Lauknya ada tempe goreng yang potongannya agak tebal dan tengahnya digaris-garis, ayam goreng, kerupuk/rempeyek kacang, dan serundeng. Serundengnya yang model keringan sih. Soalnya kan ada serundeng yang model basah ya. Tapi ini pakenya yang kering sih, nanti ada irisan kelapanya juga diantara serundengnya itu yang kemudian ditaruh di plastik-plastik kecil yang ditutupnya dengan menggunakan panas lilin.  Untuk snack kepungannya ada apem, pukis, dan juga lemper kethek. 

Oh iya, sebelum ntek-ntekan, Nita biasanya ngicip dulu loh sebagian buat makan siang, hehehe... Sederhana tapi enak.


Hijab Nita sponsored by Saudia Rawis Polos Segi empat

jenang yang sudah dipotong kotak-kotak

Lalapan timun untuk makan berat setelah tadarusan

Sambel ala Uti, endes pedeusnya

Lele goreng untuk peserta tadarusan



Nah, usai kepungan atau kendurenan, barulah sehabis magrib dilanjut dengan acara tadarusan. Snack piringan dan makanan beratnya beda lagi. Kebetulan Nita ada dokumentasi menu pas tadarusan yang dilakukan beberapa kali, nanti Nita gabung jadi satu aja, siapa tahu bisa jadi referensi menu snack tadarusan bagi yang lain. Kalau untuk tadarusan yang pertama, snacknya itu terdiri dari lapis merah putih (ini kesukaannya Alm Akung sih, Akung sering minta tolong belikan ke anak lanang atu-atunya ke pasar soalnya rasanya klasik ๐Ÿ˜๐Ÿ˜), clorot, jenang, sosis solo, sengkulun, corobika, cucur, dan jeruk. 

Kalau clorot khasnya itu diputer-puter pakai janur buat bungkus luarnya. Nanti dalamnya itu hampir mirip jenang tapi teksturnya lebih lembut. Kalau jenang kan agak padat dan lengket ya. Kalau clorot ga. Clorot ini salah satu penganan khas Purworejo yang sangat terkenal selain kue lompong. Sayang kemarin mau cari kue lompong tapi ga dapet. 


Jenang pakenya yang jenang klasik. Itu loh yang warnanya cokelat (bukan krasikan) yang bentuknya segi empat dan nanti akan dipotong-potong jadi lebih kecil lagi. Bahan bakunya dari tepung beras ketan, santan kelapa dan gula jawa. Rasanya manis legit.

Kalau sengkulun kalian tau ga? Ini bahan dasarnya ketan. Dan biasanya dipotong kotak-kotak. Bagian atasnya merah jambu. Cantik deh. Dominan pula rasa kelapanya. 

Untuk menu makan berat tadarusan yang pertama kami pakenya lele goreng, lalap dan sambel. Kenapa pakenya lele. Entah lah kayaknya Uti lagi pengen yang praktis aja masaknya. Kan lele tinggal digoreng ini. Lalapnya nanti pake timun dan juga kubis. Sambelnya manteb banget. Resep ala Uti sih ini. Warnanya merah tua. Pedes pol. Cocok dimakan bareng lele goreng juga sayur atau lauk lainnya. Ada soto juga sih, cuma lupa ga Nita fotoin. Tapi sotonya seger banget. Sop juga bikin dadakan. Ini bikinannya Nita sama Uti. Ya, biar tamu yang dah pada sepuh-sepuh bisa dahar yang ada kuahnya. 



Lele gorengnya enak soalnya digoreng garing kemriuk

Ada tempe mendoan juga ngintip 

Lele goreng & lalapan mentimun dan kubis

Clorot ini warnanya cokelat dan manis

sengkulun, lapis, jenang

Lalap timun dan kubis

Siapa yang suka lele goreng kayak Nita?

Jenang bersanding dengan lapis

Plating snacknya dulu sebelum tamu pada datang

Lapisnya terdepan 

Cakep ga Nita motretnya?



Kalau untuk tadarusan berikutnya, snacknya itu ada apem, pukis, pisang rebus, dan lemper kethek. Khusus untuk lemper kethek ini pesan di tempat Pak Lek yang ada di Kethug. Kethek ini cara baca 'e'-nya kayak baca semangka. Dia dibuat dari minyak ampas kelapa. Warnanya cenderung cokelat keabu-abuan. Rasanya manis. Sekilas kalau dari luar mirip lemper biasa. Tapi pas dibuka mirip lemet cuma kalau lemet kan dari singkong. Nah ini dari minyak ampas kelapa. Pak Lek yang di Kethug ini lah yang paling jago bikin lemper kethek, terutama karena tiap Lebaran juga selalu ada di meja tamu. 

Untuk snack lainnya, belinya di pasar tradisional. Senengnya adalah dapet apem dan pukisnya yang menul-menul, hehe. Apemnya bentuk bunga dan bintang (tapi sayang ga dapat yang warna pink (waduh penting gitu warnanya harus pink, itu mah kepengenannya Nita aja kali ya, heheh). Jadi apemnya dapatnya yang warna cokelat, tapi ga pa pa, lha wong sama-sama enaknya). Pukisnya juga gede-gede. Sekali makan kenyang :D.

Untuk menu beratnya ada opor ayam. Ayamnya nyembelih sendiri. Ayam kampung poenya. Jadi dagingnya mirip ingkung. Tapi ada tambahannya lagi deng selain ayam, yaitu tahu kuning dan telur rebus. Nanti tinggal dilengkapi lagi dengan sambel goreng yang rasanya mantul banget.


kendurennya dah ditata

menu kendurennya

Nita suka krecek telur puyuhnya

Mie goreng jawanya enak

Nita suka mie goreng jawa

Krecek telur puyuh

pedes tapi enak

tempe goreng

apem....

Opor ayam tahu

Tumis tempe pedes

Enak...

Foto snack piringan tadarusan

Mie goreng jawa

Ini yang namanya lemper kethek

Ayam goreng

pukis dan apem

tempe goreng dan serundeng

Monmaap, Non Admin Gustyanita Pratiwi mau jeda komersial terlebih dahulu ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜

Gustyanita Pratiwi

Gustyanita Pratiwi
Gustyanita Pratiwi, hijab sponsored by Saudia Rawis

Gustyanita Pratiwi


Demikianlah cerita yang bisa Nita bagi kali ini. Semoga bisa menjadi referensi menu kepungan atau kenduri juga snack piringan saat pengajiannya ya. 

Sampai jumpa lagi di postingan Nita selanjutnya.

See you and bye bye

Kisses

Nita (www.gembulnita.blogspot.com)


*keterangan : hijab sponsored by Saudia Rawis Segi Empat Polos











133 komentar:

  1. Wuaaah .. bikin kelingan acara kendurenan di desanya simbah buyutku.
    Biasanya nih kalau aku kecil duli diajak ikut kendurenan,tanganku pasti nyasar nyamber panganan sebelum makanan didoakan, hahaha ..., maklum kejahilanku masa kecil kelas dewaaaah ๐Ÿ˜…

    Kalau dikotaku tinggal sudah jarang banget, malah hampir ngga pernah ada.

    BalasHapus
    Balasan
    1. eyaammpuunnn kebayang cilikane mas him kok yo 'agak-agak' nggemesi ngunu yo mas hahahhaha...snack kenduren malah dipendheti sedurunge acara...opo yo nda suwung ntar lama lama besekannya...hahahhahah

      Hapus
    2. Jajanan khas Semarangan kayaknya nih...banyak banget nduk hidanganya , ada kue lapis, ikan, lengkap dengan nasi berkat ..emang mau ngadain Hajatankkah?

      trus kaya ada kue yang di balut janur itu kue apa namanya ya....lali aku

      Hapus
    3. Injih mas asnaji, tapi kayaknya di banyak tempat di Jawa tengah ada ini mas.. ☺๐Ÿ˜Š, eh mas asnaji tiyang jawikah? Tapi tinggal di Sulawesi ya?

      itu clorot mas..., manis rasanya, iya cara mbungkusnya emang diuwer-uwer pake janur gitu mas, terus di-dang

      ^_^

      Hapus
  2. enak enak kuenya....udah lama nggak makan jenang...yummy.
    Thnk you for sharing foto foto kue dan masakan.....hanya bisa ngiler....hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah bapak pernah rasan jenang juga kah? di negara barat ga ada sih ya Pak...hehe

      sami sami...aku memang suka share post yang ada gambar makanannya Pak, sengaja biar yang mampir pada kemlecer ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜„

      Hapus
  3. DAR...
    DER...
    DOR....

    wih mbak aneka jajan warna merah iku jan menggoda
    aku sueneng banget kue lapis
    opo maneh lek isih anget
    apeme sing bentuk kembang yo marai pingin
    lek kendurenan biasane aku tim cedek lawang cek iso ndang mulih ndang oleh berkat (hihihi nakalan)

    aku seneng banget lek kenduren oleh mie karo sambel goreng ati
    tapi iku puyuhe masa alah jan marai pingin

    BalasHapus
    Balasan
    1. dar der dor....awur awur emmmm....plok xixixixi

      apik ora mas ikrom aku olehe motret?

      iya jajan pasar yang klasik-klasik mas

      sing anget biasanya emang sing cepet ludes wekekekek

      bhahhahaja ketahuan mas ikrom senenge arep kabur ndisik ben ga ikut rumpiane bapak bapak ya ๐Ÿ˜‚

      hu um mas mie jawa, sambel goreng ati (biasane tapi ati sapi sih ya, ati ayam juga sih) ama telur puyuh krecek...duh duh...pedese maknyus markunyus mas hahahhaha

      ๐Ÿ˜„

      Hapus
  4. ada acara apa nih? Semua makanan pada dikeluarkan semua, saya mahu lah mbak nitaku jajananya itu lapis sama hawuk - hawuk aja tak maem sama ayah bundaku cepetan sini ?'' sini, lempar sini tak tangkap dengan segera. hauuup...... hauuuuup.... .

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi nih sini tari nita kresekin apem sengkulun dan lainnya ๐Ÿฅฏ๐Ÿฅ๐Ÿฅ๐Ÿฅ๐Ÿ˜๐Ÿฎ๐Ÿฐ☺๐Ÿ˜Š

      Hapus
  5. Waalaikumussalaaaam!

    Bujug, makanan banyak banget T.T
    Kalo di deket rumah, orang-orang udah pada kateringan aja, jarang banget yang saling bantu-membantu untuk hajatan gitu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulilah ada yang jawab salamnya :)


      iya bang aku gabung aja dari 2 acara yang beda hari...biar kelihatan snacknya banyak

      iya ya kalau di kota mah langsung pesen katering ya. Di desa mah engga ☺๐Ÿ˜Š

      Hapus
  6. I'm not familar with most of the food but your photos show it well. Maybe someday I'll have a chance to try it. thanks for sharing this wonderful post and photos. I enjoyed reading it. Have a good weekend.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Among of the dishes and snack in those picture, they have a style of cooking characterized by distinctive ingredients, techniques, and usually associated with a specific culture or geographic region. Regional food preparation traditions, customs and ingredients often combine to create dishes unique.

      Sure Bill, hopefully you can try them someday.

      Have a great weekend, my Friend ! ๐Ÿ˜ƒ

      Hapus
  7. Iyahh kenapa yah mba... di kampung tuh selalu rame kalau lagi persiapan acara besar.. masak2 bareng, makan breng.. di Kota mah boro2.. keluar rumah cuma say hi doank terus pergi.. wkwk ๐Ÿ˜‚

    Duhhh mba... sengkulannya ๐Ÿค—๐Ÿคค bikin ngiler.. kalau saya manggilnya kue pink.. hahah *namain sndiri. Kue lapisnya juga.. makannya per lapis.. enakk..

    Mba coba rumah kita sebelahan... bisa ikutan icip2 kali yah.. itu nasi beseknya nyoel2 saya minta dibawa pulang.. apalagi menunya semuanya kesukaan saya.. duhh yah Laper... mana semalem nggk smpet cari makan karena hujan deras.. nggk ada nasi juga, mau masak mager.. akhirnya cuma minum air doank, sama makan pisang.. kasian beud.. padahal niat saya malam itu pengen makan nasi uduk racing,, ehh malah hujan.... huuhuhuhuh

    Ehhh paginya yg diliat foto2 makanan... ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜ญ

    BalasHapus
    Balasan
    1. di kota nama tetangga aja kadang ga tau dek bay..huhu

      sengkulun dan kue pink...cocok emang...atasnya doang yang pink xixiixi

      jajanan ala ndeso tapi enak dek...aku lebih seneng jajan pasar ginian darilada kue tart hihi

      iya kan, cara makan kue lapisnya dicopotin dulu per lapisnya kayak berasa makan permen karet panjang hahaha

      iya ya, ntar bisa tuker tukeran sayur n lauk tuh

      ya Alloh serius cuma minum air putih doang, kok yo mesakke men kamu dek hahahhaaha...iki loh mbak mbul di rumah lagi masak soto betawi n ikan guppy goreng with sambal saiki

      tabahkan hatimu ya dek...tabahkan ๐Ÿ˜‚

      Hapus
    2. Iyahh emnk... tapi alhamdulillah saya hapal nama tetangga.. kalau nggk kan bisa berabe.. ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

      Emnk mba,,, jajanan pasar mantap.. saya pun suka Mbak Mbul..

      Iyah mba kasian banget kan.. udh mah tadi pagi hujannya awet juga.. saya sarapan jam 10 coba mba... malang bner nasib.. ๐Ÿ˜‚ ehh bentar mba makan ikan guppy goreng?? Ini serius?? Ikan guppy yg suka di pelihara di aquarium itu?? ๐Ÿค”

      Hapus
    3. ya Alloh sarapan jam 10? auto ngelih kruyuk kruyuk tuh dek

      kalau aku...biasane malah bablas tekan jam 12 baru sarapan wkwkwjj

      e kok guppy sih hahahah...maksudnya ikan wader wkwkwk itu loh lunjar goreng...hahhahaha

      Hapus
  8. Sungguh ngiler sama makanannya. Kemarin pas tinggal di jogja yg agak desa aku sering nyicip makann itu. Skrg ngontrak di kota malah aku ga kenal tetangga banyak nih. Di kampung suka banyak sedekahkan yaaa. Kemarin pas acara protokol kesehatannya gmna mba?


    Bw, di sana kalau orang kondangan masih bawa wadah yg isinya beras dan jajanan atau udha ganti pake uang mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini akung kami baru meninggal mba karena stroke jadi januari lalu ada tahlilan. Protokol kesehatan insyaalloh tetap jalan dengan ketat. ๐Ÿ™

      Hapus
  9. Kami juga ada kenduri untul berbagai upacara. Baca blog anda sudah buat saya sangat lapar. The kuih lapis in pink/red looks really lovely, we have our kuih lapis in many colours but pink/red is a favourite in Msia too. Are you that cute litlle girl?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah ternyata di malaysia ada pula kue lapis ya kak, benar yang merah itu selalu yang paling sering aku temui di sini juga kak. Iya kak, yang di foto itu aku hehehe ๐Ÿ˜„

      Hapus
  10. Siang-siang bikin ngiler makanannya kak. Untung gak lagi puasa haha.

    BalasHapus
  11. Hoooooo, aku baru ngeh kepungan ternyata kenduren wkwkw :D

    banyak banget makanan biasanya. Duh, lama nga makan kue lapis wkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. lho memang neng tempatmu jenenge opo toh feb?

      Kuy lah tumbas neng pasar :D

      Hapus
    2. Kalo disini, kepungan itu kalo ada maling ketahuan, ayo kepung.๐Ÿ˜‚

      Hapus
    3. nah tuh siapa yang berperan jadi malingnya? ๐Ÿ˜‚๐Ÿคฃ segera bikin cerpennya maaassss

      Hapus
  12. Oh itu namanya kue sengkulun ya, pernah makan tapi ngga tau namanya. Kuenya enak ada kelapa dan rasa manis.

    Yang dibungkus daun kelapa itu saya pikir lepet ternyata bukan, namanya unik clorot. Itu kue khas kebumen kah?

    Cething itu bentuknya seperti apa, mbak. Yang bunder bolong-bolong itu apa bukan?

    Kue lapis, kalau di sini namanya bukan kue lapis tapi kue pepe kalau yang disebut kue lapis ya kue lapis legit itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas sengkulun rasa kelapa mas, kalau di palembang aku barusan buka wikipedia nama lainnya jando barias hahhaha...
      sinonim lainnya Sengkolon atau Sangkolun, atasnya itu berbintil kasar, tekstur lunak, kenyal, dan lembut, bahan baku utama tepung ketan. Rasanya manis mas her kayak admin blog ini #maap ku haluuuuw hahahhahah, dah ga sah dipercaya


      iya clorot itu mas, memang luarnya mirip lepet, cuma kalau lepet kan dari ketan ya...kalau clorot rasanya kenyel kenyel warnanya coklat gula merah mas dari tepung beras dan santan...

      iya bener mas her, cething itu tempat nasi buat kendurinya ya g bolong bolong itu

      oh ya..kok ada lagi ya tambahan kosa kata perkue kuean dari mas her...kue pepe jadi inget pisang epe dari makassae malah aku mas her..xixixi, kalau lapis legit mah aku suka banget tapi yang beneran telurnya banyak dan ada prunesnya...soalnya kan ada lapis legit yang kering, aku sukanya yang beneran legit (tapi mahal emang) ๐Ÿ˜Œ

      Hapus
    2. Kirain sengkulun itu kue khas kebumen ternyata di banyak tempat ada juga dan namanya berbeda. Jando barias mungkin artinya janda berhias kali ya. Semoga ada orang Palembang yang datang ke mari.
      Admin blog ini ngga manis tapi cubby.. hahaha

      Oh ternyata clorot dibuatnya dari tepung beras dan santan kayak ongol-ongol kali ya?

      Oh yang di sini disebutnya penjaringan yang biasa buat nasi berkat itu. Berarti itu kenduriannya dua kali dong ya, siang sama habis Maghrib.

      Kue Pepe di sini udah ngga asing lagi biasa disediakan buah acara selamatan atau acara hajatan. Pisang epe kalau ngga salah itu pisang bakar yang di kasih gula merah. Lupa-lupa ingat perasaan teman yang orang Makassar pernah kirim fotonya dan bahas pisang epe. Saya juga suka banget kue lapis legit yang benar-bener lapis legit bukan lapis legit lapis legitan.

      Hapus
    3. iya mas barusan intip wikipedia lagi katanya dari seperti Betawi,Jepara, Malang, Bangka, Palembang, Demak, dan lainnya. Kebetulan di Palembang disebute begitu Mas, kurang tahu asal usulnya gimana hahhahahah...mungkin nanti nunggu blogger palembang komen andai ada yang tahu ๐Ÿ˜…

      admin blog ini memang chubby mas wkwkwkw, mungkin bisa dikiloin itu chubby cheek si admin hahahhah

      jangan jangan clorot sinonimnya ongol ongol ya ๐Ÿ™„๐Ÿค”

      kendurinya satu kali mas abis asyar dan cepetan aja, abis doa langsung bagi berkat...magrib baru pengajian thok...tahlil..

      oh di betawi penjaringan ya...aku jadi ingat pluit penjaringan hahhaha

      iya mas kue lapis pun sama, lapis merah putih, yang merah biasanya lebih enak ketimbang yang putih..layernya (menurutku) hahahhah

      iya betullll sekali. pisang yang dibakar kasi gula merah, ni nunggu konfirm blogger sulawesi deh kalau yang ini wkwkwk

      gimana abis dikirimin foto pisang epe? aku pengen nyobain tapi kalau bikin sendiri takut ga enak wkwkwk..aku kok bayanginnya malah rasa colenak ya?

      bener mas soalnya lapis legit ada yang bikinnya cuma asal keliatan dari luar aja lapis legit, eh pas diicip kering banget

      aku suka yang legit agak basah layernya...apalagi kalau ada prunes atau kismisnya mas ๐Ÿคค๐Ÿคค

      Hapus
    4. Kalo kue Sengkuni eh sengkulun aku malah baru tahu mbak dan juga baru lihat, mungkin kah itu kue khas kota kebumen?

      Sepertinya enak ya, sayangnya ngga bisa nyicipi, cuma bisa nerawang.

      Kue enak seperti ini harus segera di klaim mbak, sebelum di klaim oleh tetangga sebelah seperti reog atau batik.๐Ÿ˜ฑ

      Hapus
    5. Kalau ngga salah Dodo Nugraha blogger dari Palembang semoga aja dia komentar di sini. Kalau di FB bisa di-tag kalau blog gimana cara nge-tag-nya..hihihi

      Mungkin bisa.. hahaha..hussss..hahaha

      Bedalah, ongol-ongol dari sagu bukan beras dan pakai parutan kelapa dan ngga dibungkus gitu. Emotnya itu.... hahaha

      Maksudnya itu acaranya dua kali, abis Ashar dan habis Maghrib.

      Pluit penjaringan, tempat dulu nyari info kah?

      Warnanya sih bukan cuma merah sama putih kadang hijau sama coklat kadang warna warni.

      Nunggu blogger dari Sulawesi, kang Satria kah?

      Coba aja bikin kayaknya mudah kalau cuma pisang bakar dikasih gula merah.

      Kalau lapis legit yang seperti itu di sini biasa nongolnya pas hari raya. Kalau hari-hari biasa ya lapis legit yang kering itu.

      Hapus
    6. jitakkkkk nih panggilnya disuruh mbul jugag ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ 


      kue sengkuni? astaga ngakakkkkk

      itu uda aku tulis di atas amas agus bisa dari berbagai daerah Betawi,Jepara, Malang, Bangka, Palembang, Demak, dan lainnya..

      nerawangnya sambil mbayangin rasanya ya? ๐Ÿค”๐Ÿ™„

      diklaim ame siapaaa mas agus? wkwkwwk

      Hapus
    7. si dodo biasanya ke sini kalau uda bikin update baru di blognya wkwkkwkwkw...ntar tungguin aja apa doi ngeh post tentang kue kuean ini apa ga hahahhahahha

      biasanya doi absen dulu kan wkwkwkkw

      mba rini juga blogger palembang hihi

      oh ya kah? dari sagu tuh ongol ongol..iya ongol ongol mah coklat tapi ga ada bungkusnya yak xixixiix...ada apakah dengan emotnya?

      apakah bikin ngakak?
      ๐Ÿ˜‚๐Ÿคฃ

      pluit penjaringan aku ingatnya pas ngapain ya...aku ingatnya kok malah kali atau deket laut gitu ya hihi..atau malah halte bus transjakarta hahahhahahha

      iya kalau sekarang mah warna warni mas her kalau lapis mah

      tapi aku paling suka tetep yang merah putih, ada toko langganan kue basah yang kalau jual lapis rasanya enak...ga kelembekan...namanya toko rakyat hahahhaha

      blogger sulawesi tuh ada si rahul, kang sat juga ya? bukannya dia orang depok? apa depok ngrantau aja bareng mba vina? ๐Ÿคญ

      iya mas, pengen bikin tapi ku uda underestimate duluan takut rasanya ga enak wkwkkwkw

      ohbasyik banget tuh kalau pas hari raya ada lapis yang beneran lapis legit bukan yang kering kerontang cem sawah di musim kemarau wekekekkk

      Hapus
    8. Itu si Dodo udah komentar di bawah sepertinya dia ngga baca komentar yang lain. Kalau mbak Rini udah jarang nongol dia.

      Itu menurut saya ongol-ongol dari sagu bisa aja ongol-ongol itu dari kelapa muda, coklat dan strawberry..hahaha

      Bukan bikin ngakak tapi bikin kesel, lirikannya itu kayaknya sinis banget rasanya mau saya culek aja.. hahaha

      Bukan baru sekarang aja dari dulu juga emang udah warna warni kayak kue talam tapi belum pernah sih saya dapati yang ada warna birunya..hihihi. iya sih yang warna merah putih rasanya sepertinya lebih enak padahal bahan buatnya sama apa karena warna merah putih itu warna bendera Indonesia, entahlah hanya penikmat kue yang tau.

      Iya ya mas Satria kan blogger Depok..hihihi. kalau Rahul cuma sekali saya main ke blognya jadi ngga tau kalau dia orang Sulawesi.

      Di sini sekarang hari raya orang banyak bawa kue lapis legit sebagai pengganti tape ULI dan geplak.

      Hapus
    9. iya dia kadang ga ngeh soalnya kalau bewe kayaknya suka cepetan wkwkkwkwk

      iya mba rini uda jarang update semoga sehat sehat saja ๐Ÿ˜‡

      ongol ongol rasa original aja aku sukanya, kalau rasa lain malah aneh...

      emotikonnya minta dikemplang kali mas her wkwkwk

      aku kok kalau makan makanan warna biru asa ada yang ngeganjel gitu ya wkwkkwkwk...ga gitu suka makanan tapi warnanya biru ๐Ÿ˜ญ

      iya kang satria lagi sibuk belom update dan ninggalin jejek deseu wkwkkw

      iya rahul blogger sulawesi tapi blom tau sulawesinya bagian mananya

      padahal aku suka juga tape uli dan geplak...bukannya geplak makanan asli jogja ya?

      Hapus
    10. Sepertinya dia tipe orang yang suka buru-buru.. hihihi

      Biasanya kalau yang aneh itu kan bikin seru..hihihi

      Kenapa, trauma sama warna biru kah?
      Kalau saya warna biru boleh dibilang itu warna favorit.

      Dia udah update, update tentang kafe MM.

      Rahul ternyata dari Kendari, Sulawesi Tenggara dan ada kemungkinan pisang epe dia ngga tau atau beda nama.

      Setau saya geplak itu dari Betawi sama kayak kue dongkal.

      Hapus
    11. sepertinya type ninggalin jejak dulu, bacanya ntar nyusul pas ada waktu senggang doi tuh xixi, piece ya Dodo hahahha

      aneh mas, kayak ga cocok jadi warna makanan makanya makanan atau minuman biru aku selalu ogah mas hahhahaha..ga ada trauma sih, cuma ngerasa aneh aja...

      o apa iya, aku blom sowan blognya lagi hihi...

      baru bolak balik blognya mas her (tapi ga ada updatean, mas agus, mas khanif) ini yang seriiiiiing banget kukunjungi xixixixiix....kalau yang lain kadang menyusul

      ow ternyata kendari ya...takirain konawe

      masa iya sih dari betawi...di jogja ada geplak juga soalnya..dari kelaoa dan gula dibulet bulet mas her, biasanya warnanya itu pink, ijo, kuning...manis banget sih menurutku

      Hapus
    12. Lah bisa seperti itu?

      Memang agak aneh sih makanan atau minuman warnanya biru umumnya warna makanan atau minuman itu warnanya ungu..hihihi

      Cepat sowan ntar keburu habis postingan, mbak..hihihi

      Saya lihat di tentang sayanya di situ ditulis dari Kendari mungkin sekarang udah pindah kali ke Konawe?

      Waduh itu geplak apa kok warna warni, seingat saya kue geplak dibuat dari tepung beras dan kelapa yang disangrai plus gula Jawa jadi warnanya cuma coklat aja.

      Hapus
    13. ungu juga jarang mas her, paling umum ya merah ama ijo...uda deh itu baru banyak dua warna itu wekekek..klo ungu oaling antara dari ubi ungu apa perisa anggur

      ntar deh nunggu pas tulisan tergress lagi hahahhahah...yang blom banyak komennya kali yeay, gw kan suka jadi pertamax wkwkkwk

      geplak mas her, dari kelapa dan gula...manis pol...coba aja check mbah google geplak jogja...dijamin beda banget dari kue dongkal loh...

      ngomongin kue dongkal di tangerang juga ada sih, jual gerobagan hahhaha

      Hapus
    14. Iya paling umum merah sama ijo terus kuning, biru dan ungu..hihihi.. atau dari markisa ungu.

      Ternyata ada dua post terbaru, satu tentang kafe MM satu lagi tentang bersepeda yang belum banyak komentar yang bersepeda.

      Iya ternyata di Yogyakarta tepatnya di Bantul ada geplak tapi beda sama geplak Betawi, geplak di Yogyakarta hampir kaya kue sirpe. Dongkal sama geplak jelas beda, mbak. Dongkal hampir sama ama kue abug, pasti ngga tau kue abug..hahaha

      Yang bener masa jual kue gerobakan, mbak?

      Hapus
    15. markisa ungu terong belanda bukan sih

      bwahhahah mas her ngecheckin postingannya si rahul hahhahahah

      ntar kalau uda agak selow aku takmampir ke tempat temen temen...ini bales bales komen dulu hahahha #uda matjam artis saia...plaaaakkk


      kue abug...apaan lagi tuh mas her? aku taunya kalau betawi tuh roti buaya

      eh kok aku tadi check mbah google cari gambar dongkal tak seperti dongkal yang ada di tangerang ya...apa aku salah ingat ingat sesuatu
      yang di tangerang pake gerobakan kuenya tuh kayak tumpeng tapi putih ya...apaan tuh ya wkakakka

      Hapus
    16. Bedalah markisa ungu sama terong Belanda, markisa ungu sama markisa kuning sama cuma beda di warna dan beda rasa, markisa ungu rasanya asem banget.

      Bukan postingan Rahul tapi postingan mas Satria, mbak

      Tuh kan dia ngga tau..hihihi..kue abug itu kue asli Betawi terbuat dari ketan dibungkus daun pisang dan diisi gula Jawa. Sekarang itu kue udah jadi kue langka.

      Iya, kue dongkal bentuk kayak tumpeng dan warnanya putih dalam gula Jawa dan dimakannya campur kelapa.

      Hapus
    17. kok ada ya markisa ungu...itu isinya apa kulit luarnya tuh? kirain terong belanda hahahhaha..kalau terong belanda aku suka beli di jus depan alfa atau indomaret

      o aku barusan sowan postingan kang sat xixiixix

      nah kan apalagi ni kue abug,egra melunsyuuur ke google deh...ketan isinya gula jawa...kek lopis dong..tapi lopis mah ga ada isi gula jawanya...apa klepon wkwkkwkw

      iya kan dongkaaaal yang kayak tumpeng gitu hahahhaha

      Hapus
    18. Ada lah, coba searching di google. Cuma warna kulitnya aja yang ungu isinya hampir sama ama markisa kuning. Saya juga sering lihat di tukang es jus terong Belanda tapi belum pernah beli katanya rasanya asam.

      Ada dua post baru kan di blognya mas Satria.

      Kalau kue lupis ngga ada isinya, kalau klepon di sini disebutnya onde-onde.. hahaha..coba dah cari di google biar ilang penasarannya..hihihi

      Tapi sekarang banyak kue dongkal yang dijual bentuk ngga kayak tumpeng, kalau dilihat sepintas bukan seperti kue dongkal.

      Hapus
    19. oiya baru ngeh ada markisa ungu sama kayak gambar di merek sirop ituh wkwwk

      asem bener rasanya mas her tapi bisa nambah hb loh...enak sih menurutku

      iya mas coba tar takgoogling dulu gemana tuh kue abug...

      iya ya...pantas aku chek kok ada yang bulet tapi di tangerang kok tumpeng gitu wkwkkw

      Hapus
    20. Haiii ternyata ada yg lagi ngomongin aku yaaak hahahaa

      Mbak Mbul tau aja aku komen kalo sehabis update doang hiiihi
      Kali ini nggak kok ๐Ÿ˜

      Hapus
    21. hahaha iya ga pa pa kok ๐Ÿ˜Š☺

      Hapus
  13. sajian kepungannya enak-enak jadi semangat datang kalau diundang

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas sengaja kami sediakan yang enak enak biar berkah dan tamunya juga gumbira ☺๐Ÿ˜Š

      Hapus
  14. Assalamualaikum kak mbul, wahh wahh mantap kakak, saya ingat waktu masih tinggal di riau,soalnya disana kalo ada acara kayak gitu disebut kenduri makanan nya juga sama persis, tapi ada yg beda 1 kak mbul,itu clorot kalo diriau diisi dengan ketan gak manis dan coklat seperti yang disana. Jadi pengen makan lele saya kak haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikum salam mas eko...wah alhamdulilah mas eko sudah balik dari pertapaan ya...#eh hahhahaa

      oh dirimu pernah kecil di Riau ya mas eko, aku juga dulu ada kawan dari riau dan sering kasih oleh oleh kue khas sana, misal kue bengkalis apa ya aku lupa ama yang kue dari bahannya kentang...juga lempuk durian mas eko wkwkwkwk

      kayak clorot isinya ketan ga manis? apaan ya? apa lepet kali ya? wkwkwkw...iya mas mantab banget lele goreng dan lalap juga sambel...monggo mas pinarak warung tenda pecel lele kalau gitu ๐Ÿ˜„☺

      Hapus
  15. Mbak mbul makan apa sih, kok bisa cepat banget update dua hari sekali.๐Ÿ˜ฑ

    Kalo disini namanya ngeriung kalo ada kendurian mbak, kalo di Tegal namanya slametan. Biasanya ya memang kalo ada orang hajatan, misalnya ada manten atau juga orang meninggal.

    Kirain aku kue clorot itu kayak lepet, ternyata lain ya, kalo lepet dari ketan, clorot dari beras, kalo clurit dari besi.๐Ÿ˜‚

    Kalo kue merah putih, di Tegal namanya kue lapis cina mbak, enak banget itu apalagi kalo masih anget kayak yang nulis , eh.๐Ÿ˜ฑ

    BalasHapus
    Balasan
    1. ih ih ih....kok panggilnya mba lagi? ga maoook mbaaaa...panggilnya mbul ajaaaah ๐Ÿฅบ๐Ÿฅบ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜‚๐Ÿคฃ huft

      panggil mbul atau nita maaaaaas hahhahahahhahahahha #taboook ๐Ÿ˜๐Ÿ˜‚

      kalau panggil mba lagi ga mbul doain menang CR challengenya kak eno loh ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

      oh jadi ada sinonimnya ngariung ya mas, ini bahasanya kayak sunda ya...apa banten mas agus?

      bukan amaas agus...klo clorot mah kenyil kenyil mas dari tepung beras coklat, dan munter munterin janurnya agak beda dari lepet..trus lepet dari ketan putih kaaan...ada santennya juga ๐Ÿ˜

      kalau clurit dari besi...ya iya lah maaaas ⛏⛏⛏

      kue lapis emang enak mas, cara makannya biasanya aku ambilin per layer kayak cara makan permen karet big babol xixixi..iya ya anget kayak adminnya hahhaha...mang kenapa bisa anget yang nulis tuh mas ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ณ๐Ÿ˜‚

      Hapus
    2. Prihal mengenai update 2 hari sekali itu sangat wow sekali ya mas agus,apalagi proses pembuatan kue-kuenya sangat cepat. Apalagi membuat hal secama itulah... saya tau persis pikiran mas agus saat ini... tee sateeee.... hahaha

      Hapus
    3. panggil sayang aja jangan wkwkwk :D

      Hapus
    4. mas eko, ga saklek update tiyap 2 hari sekali sih mbul mas, soalnya kadang ada yang pengen cepet kuuodate biar bisa kutinggal semingguan...sekali apdate di jeda 4 hari sekalian 2 biar bisa ngaso semingguan setelahnya mas..

      tee sate? ada apakah dengan tukang sate mas eko ๐Ÿ™„๐Ÿค”

      Hapus
    5. mas khanif juga panggilnya nita atau mbul aja yeay ๐Ÿ˜๐Ÿคญ....panggil nama aja...panggil nama...

      Hapus
    6. Mas khanif panggil mbul sayang, apa pacarnya ngga ngambek ya? ๐Ÿ˜ฑ

      Eh, udah punya pacar belum ya mas khanif.๐Ÿ˜‚

      Hapus
    7. Iya, ngeriung sepertinya dari bahasa Sunda, kan Banten termasuk Sunda juga mbak.

      Eh lupa, Nita.๐Ÿ˜„

      Dulu kalo selametan pakainya ceting, jarang yang pakai besek, sekarang malah bukan pakai ceting atau besek tapi ember.

      *Udah panggil Nita, cepetan kirim kue nya ya.๐Ÿ˜

      Hapus
    8. mas agus satu : ๐Ÿ™„๐Ÿ™„

      Hapus
    9. mas agus 2 : bukannya beda provinsi ya mas sunda jabar...banten beda lagi...eh iya ga sih ๐Ÿค”

      nah gituuuubdong, panggilnya nita, kan enakkkk...hahhahaha

      Hah? serius mas agus? pake ember...ember yang segimana tuh mas ๐Ÿ˜ณ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿšฟ๐Ÿšฐ

      isinya banyak dunk kalau seember?

      (ใคฯ‰`*)

      เธ…(เน‘⊙ะด⊙เน‘)เธ…!!

      mas agus mau kue apa wes...sini nita ambilin pake taperwer ๐Ÿ˜œ

      Hapus
  16. Boa tarde, o cardรกpio รฉ maravilhoso, teria vontade de provar um pouco de cada coisa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. good morning Luiz Gomes...

      sure, hopefully you are now keen to find out if, when and where you can travel abroad to Indonesia, especially Central Java and try this traditional dishes here ๐Ÿ˜Š

      Hapus
  17. Haiii mbk. Kalo di tempatku. Orang jarang sebut dengan Kenduri atau Kenduren. Lebih sering selametan, atau syukuran. Kadang jg Yasisnan (sebab setiap acara selametan, pasti akan afa baca Yasin hahaa).

    Untuk centhingan seperti itu. Sudah sangat jarang di tempat kami. Seringnya sih orang kasih besekan (atau berkatan kalo kami nyebutnya), pake kotak sterofoam atau kotak kertas. Baru kemudian dibungkus pake kantong plastik.

    Rasanya aku baru 1 atau 2 kali dapet centhingan sepeti itu. Dari orang Madura. Itu orang Madura asli yg merantau ke Palembang. Mereka jualan sate di sini mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. oiya itu termasuk sinonimnya juga sih

      o ternyata di tempatmu styrofoam malah ya dek, berarti kecil dong, cuma buat satu orang

      wah orang madura rantau di palembang bawa usaha yang khas dari daerah asalnya ya

      Hapus
  18. kalo di tempat gw gada yang namanya kenduren ato apa, cuma hajatan baca yasin :D, biasanya kalo tadarusnya dari pagi sampei sore jam empat baru setelah itu acara baca yasinya mulai, kalo malemnya tinggal istirahat :D,

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sih mas nif...itu persamaan katanya aja kali ya hihi

      aku ingatnya tempat mas khanif waktu itu pernah cerita pas ada hajatan oleh olehnya malah mie instan kan ya ..ama kerupuk ikan...trus kue kue juga..iya ga sih mas? Terus yang dirimu incer tetep aja mie...kan dirimu MM....manusia mie wekekkek

      oh beda beda berarti ya...๐Ÿ˜ƒ

      Hapus
  19. Ternyata selama di Jawa saya cuma pandai makan aja.. ga ngeh namanya sengkulun, taunya pulut karena bahannya itu. Hahaha..

    Iya nih Not, sejak pulang kampung selalu ada acara kenduri karena kan keluarga ngumpul, menarik juga ya diceritakan

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh kak nisa pulut itu ketan kan ya..aku pernah dapat kata ini dari teman blogger malaysia yang nywbut ketan dwngan sebutan pulut.. kalau sengkulun ini jika ga cepat dimakan keburu keras kak...makanya lebih cepat dimakan lebih baik

      Hapus
  20. Such a wide spread of delicious food and snacks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. thank's a lot Nancy, we made them by love ๐Ÿ˜

      Hapus
    2. Yes sir yes sir.๐Ÿ˜ƒ

      Ngga tahu mereka ini ngomong apa, yes yes saja deh.๐Ÿ˜‚

      Hapus
    3. jangan gitu mas agus...ntar dikira oh yes oh no lho hahahhahah

      hayuk les bahasa inggris ma mbul...dpnya gopek yaaa..wkwkwkkw

      #canda qaqaaa

      Hapus
  21. untuk nenek ini jauh, kalau dekat sudah tak serbuuu... He he ...

    BalasHapus
  22. Saya ingat waktu masih SD ikut Bulek di acara masak-masak juga mbak. Ya ngikut biar dapet Makan. hehe. BTW, saya ngiler liat sayur tahu tempe santannya. jadi lapar

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama aku jiga suka katut melu soale modus dikasih snack kotakannya ๐Ÿ˜

      iya mas itu opor hihihi

      Hapus
  23. WOW! It’s yummy! Thank you very much for the recipe )

    BalasHapus
    Balasan
    1. thank you victoria....glad you like it ☺๐Ÿ˜Š

      Hapus
  24. I am so very sorry that I cannot read your post - it looks delicious.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yes dear, i love that dishes, bakmie goreng jawa is the tastiest one ๐Ÿ˜

      Hapus
  25. Walah Nita.. menunya banyak sekaliii.. ng gonaku, yen wes kenduren ya udah pada pulang. Nggak ada lanjut acara tadarusan. Bisa tepar nanti yang punya rumah. hahha

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba ran, tempate sini isih ono 1 ronde tadarusan lagi...beda tempat beda kebiasaan ya'e hihi

      Hapus
  26. Saya paling doyan CLorot tuh. Waktu di Mataram, ramenya kalo maulidan. Gk putus2 tetangga ngundang makan. Nah Clorot salah satu menu cemilannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul...clorot rasanya manis dan kenyal bang day

      Hapus
  27. Kalo di tempat saya, kenduren biasa disebut dengan basaruan. Besar kecilnya acara tergantung yang punya hajat.
    Ngelihat foto-foto di sini, makanannya banyak sekali. Saya kayanya keburu kekenyangan sebelum mencoba semua jenis kue dan makanan yang ada.
    Mba Nita imut ya, dilihat dari fotonya. Bibi tembem dan mata galaknya bikin mirip kaya boneka ๐Ÿ˜

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah tempat kak nisa dimanakah? jujur nita baru dengar istilah basaruan kak ๐Ÿ˜ƒ

      iya ini aku gabung dari 2 kali pengajian dan kepungan kak

      hahhahah...bisa aja nih kak, iya ya..matanya agak galak ya hauhahahahhaha

      Hapus
    2. Kalo tidak salah Bu guru Nisa dari daerah Kalimantan mbul.๐Ÿ˜ƒ

      Hapus
    3. ah ternyata kak nisa dari kalimantan ya...wah senengnya jadi kenal temen temen blogger dari seluruh penjuru nusantara nita tuh mas agus ๐Ÿ˜☺

      Hapus
    4. Kalau ngga salah mbak Nisa itu orang Banjar - Kalimantan Selatan, mbak

      Hapus
    5. wah iyakah? aku pernah satu kali ke kalimantan, kalimantan selatan juga kayaknya...pas masih nguli dulu hihi...trus abis itu ditraktir makan seafood sana, enak banget, ama kunjungan kue khas tradisional di sana juga ๐Ÿ˜„

      Hapus
    6. Ke Martapura kali wawancarain tukang batu.

      Hapus
    7. Ngga ketemu saya cari artikel yang berhubungan dengan tukang batu di Kalimantan adanya artikel yang mendem duren tapi sepertinya itu bukan di Kalimantan dah?

      Hapus
    8. Emang jaman nguli aku jarang ceritakan di blog hahahhaa, sering ngeblig mah pas udah resign

      Hapus
    9. Bukan cari di blog mbak tapi carinya di google, mbak. Banyak tuh artikel yang saya temukan. Kalau bisa kirim screenshot-nya saya kirim screenshot-nya..hihihi

      Hapus
    10. owalah hahahaa...ga ada mas her...liputan tentang pabrik gula sih cuma ga ada di online, waktu itu mah masuknya di cetak wkwkw

      Hapus
    11. Oh cuma ada dicetak aja pantesan ngga ketemu di cari di google. Ternyata mbak produktif juga nelurin tulisan ada lumayan banyak yang saya temukan.

      Hapus
    12. kalau yang di online ga oke mas her, bagusan tulisanku yang di cetak hahahha #monmaap narsis saia...biasa klo online mah cuma sampingan doang..klo cetak itu baru yang utama

      Hapus
    13. Rata-rata yang cetak lebih bagus dari yang online seperti koran kompas cetak lebih bagus daripada koran kompas online. Apa mungkin karena yang cetak itu dijual sedang yang online gratis kali ya makanya lebih bagus yang cetak.
      Tapi kenapa di blog tulisannya ngga seperti tulisan seorang jurnalis ya?

      Hapus
    14. iya mas her ada di about me tuh alasannya apa kenapa model tulisannya suka suka gw gini hahhahaha

      Hapus
  28. pertama kali baca judulunya, kupikir mak mbul mau nulis cerpen.. wekekek.. maklum ya ga ngerti istilah kepungan.. hehe.. makanannya khas banget ya mba, namanya juga lucuk-lucuk. yang belum pernah aku cobain itu clorot mak.. hehe..

    betewe, aku salfok sama muka mamak yang kayak barbie.. Ampuunnn, cantikk amat mamak anak 2 ini.. :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin berjat diguyur pake esketu mak #canda #sungkem

      iya jajanan khas sini thya..

      Hapus
  29. Foto-fotonya komplit-plit banget dah, auto laper saya nya mbak, hehee...

    Di tempat saya acara selametan seperti ini dulu sering juga dilakukan pada acara-acara tertentu. Tapi semenjak pindah merantau ke Jakarta, saya jarang menemukan momen-momen kebersamaan seperti dulu, maklum tuntutan pekerjaan yang pergi pagi pulang malam membuat saya sulit untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mang sengaja saya jembreng foto makanannya agak banyakan supaya teman teman blogger yang mampir pada ngiler mang...eh maksyd saya pada tahu nama nama kue tradisionalnya wekekek

      iya memang kalau di rantau kebanyakan sudah diwakilkan catering urusan ribet-ribetnya ya mang, cari praktisnya saja :D

      Hapus
  30. Kakakku ??? Nulis lagi dong, kangen tulisannya atuh ??? Yang cerpen cinta segitiga romantis ya??? Dak tunggu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. siyap tari, nanti nita tapa dulu agak lamaan ya...๐Ÿ˜

      Hapus
  31. Balasan
    1. you're welcome

      thank's for stopping by Joanna

      hug..๐Ÿค—

      Hapus
  32. weh sengkulun, lapis, jenang... jajananku mbiyen jaman cilik

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi sama...kayaknya kita sekampung deh...tadi aku lihat di blogmu ada pantai petanahan.. sering juga aku olesir ke sana...secara inyong wong kebumen juga xixiix

      Hapus
  33. Wuuiihh bisa kenyang 7 hari 7 malam kalau gw ikut kendurian ditempat simbah mu mbul..๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    Ini 40 hari apa nyeratus hari mbul..

    Itu bukan Clorot mbul Lepet kalau didepok nyebutnya.๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Nah kalau sengkulun hampir mirip dengan kue bugis, Atau kue merah putih kalau didepok.

    Kalau untuk apem jawanya tampilannya bagus, Tapi untuk rasa masih enakan kue apem depok yang bentuknya kaya kue mangkok dan berwarna pink. Menurut lidah gw.๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š Karena dulu waktu kejawa sering gw makan apem jawa, Apa mungkin keseringan kali yee jadi bosen. Sebenarnya bukan nggak enak rasa cuma karena lebih banyak gula merah kali yee..๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š Jadi hampir sama kaya Apem depok yang model segitiga yang dikasih taburan kelapa parut. 11, 12 lah..

    Kalau untuk menu makan malamnya wuuiihh enak banget dah mbul apa lagi ada ikan lele gorengnya bisa nambah ini mah, Meski gw kurang terlalu suka ikan lele, Tapi kalau digoreng garing bolehlah..๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Gw sukanya ikan gabus digoreng garing, Padahal lele sama gabus 11, 12 yee..๐Ÿคฃ ๐Ÿคฃ ๐Ÿคฃ

    BalasHapus
    Balasan
    1. 40 hari kang...tapi ada yang 7 harinya juga kan aku gabung jadi 1 postingan

      itu clorot kang saaat...bukan ketan putih lepet kok...lepet aku mah tau kang, ini clorot penganan khas purworejo hahhahaa
      iya kangvaku sebenernya suka apem pink kang, lebih unyu unyu...#lhaaa...mangsudnya lebih lucu gitu bentuk serta warnanya sama kayak admin blog ini hahhahahahah #keplak si mbul..kalau apem segitiga kasih parutan...itu putu ayu kali kang, yabg biasanya warna ijo dijual di kang donat n martabak

      iya memang di sini mah adatnya gini, ada makan beratnya juga abis tadarusan...iya ya..gabus dan lele mah aku suka semua...ya terutama kalau digoreng super garing...gabus yang rada asin itu kaaaan xixixii

      Hapus
    2. Sama aahh Clorot sama lepet..๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ Bedanya dimane..๐Ÿ™„๐Ÿ˜ณ๐Ÿ˜ณ


      Putu ayu mah beda Maliihh!..๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

      Apem segitiga itu aslinya bulat besar kaya bolu..Cuma karena dijual eceran jadi dipotong2 segitiga terus diguyur dah pake parutan kelapa.๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

      Motongnya pake benar kenur kalau yang jual kue apem segitiga dipasar2... Kalau diwarung penjual gorengan pake pisau motongnya. Makanya kecil2 jadinya nggak sama rata.๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

      Hapus
    3. bedaaaaaa....

      clorot itu mirip jenang coklat kang, tapi lepet beras ketan wkwkkwk

      oiya kang apem kalau yang klasik di pasar taruh di wadah namanya tenong ...wkwkwk..diiris pake itu tuh yang dah dikasih tau kang sat hahahha..iya sering ga rata emang kalau yang mawi dipotongin ga pake cetakan kembang kembang gini ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ

      Hapus
  34. kue kenduri nya enak, kue lapisnya juga enak, lele nya pun mantap beserta rekan rekan lauk lainnya.. hanya saja itu kenapa foto yang itu tu di upload berulang padahal ga ada bedanya hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahha...biasa mas iseng lah ya...

      kalau ga iseng dan suka upload nyleneh bukan si mbul namanya mas

      ow mas intan pecinta lele ya? kemaren di post aku yang sebelumnya juga bilang lele goreng ๐Ÿ˜๐Ÿ˜†

      Hapus
  35. aku kasian sama mbak nita, kalau ga update, komennya numpuk wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. bwahahahah iya bang

      semacam alarm biar cepet update ini wekeke

      Hapus
  36. Makan-makannya dibagi pakai keranjang plastik seperti itu? Eh ... namanya cethingan, ya? Baru tahu, lho. Selama ini saya cuma tahu acara kenduri begini makannya prasmanan, bagi piring, atau nasi kotak. Wah, menarik juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hu um kak dyah, cething aslinya temoat nasi hihi

      iya sekarang cari praktisnya pake kardus ๐Ÿ˜„

      Hapus
  37. Jadi penasaran sama rasa sengkulun ih :( kayaknya enak
    Pengen kue lapis merahnya juga, ah ngiler ngiler ngiler

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayu syahid, terbanglah ke jawa tengah biar bisa icip icip kue khas sini xixixi

      Hapus
  38. Aku pikir2 dulu nih, kapaaaan trakhir aku ngalamin kenduri yg model begini yaaaa :D. Yg bener2 makanannya dipakein besek ato tempat yg bolong2 itu. Kok ga inget pernah ngalamin :D.

    Itu makanannya sukaaa ih ngeliatnya nit. Tapi jujur utk kue2 aku cuma sebatas suka ngeliatnya , cm kayaknya ga bakal cocok Ama rasa secara aku tau itu kue2 manis :D. Palingan icip2 segigit :p.

    Naah kalo utk menu berat ituuuuu baru kesukaaankuuu hahahahha. Gurih2 enak itu pasti :D. Krecek telurnya, lalapan dan sambel, duuuh lapeeer tau... Aku kalo dpt besekan begini sih pasti doyaan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. berarti tempat mba fanny uda mulai trend pakai kardus yak

      iya aku juga kalau kue manis celat kenyang, lebih suka gurih atau gorengan hihi

      mantab abis mba krecek dan mie jawanya ga kalah ama masakan yang biasa jadi menu resto lho hihi

      Hapus
  39. pisang epe itu pisang di bakar lalu di gepok kemudian disiram gula merah dan diasih kelapa Nita

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah nita jadi kebayang manisnya pisang epe mas rusdi ☺๐Ÿ˜Š

      Hapus
  40. Allahuakbar cuma isa nyebut nyebut ๐Ÿคค kangen banget makanan beginian duhhhhh

    BalasHapus
  41. I can see lot of good food out there!

    BalasHapus

Komenin dong...tanpa kehadiran kalian apalah arti aku menulis....
kalian penyemangat setiap bulir kalimat dalam blog ini :*
Namun jangan komentar SARU atau SARA ya, jika ada komentar dengan unsur tersebut, dengan berat hati akan aku HAPUS .

Oh ya, Dilarang juga mengambil gambar/foto atau menyadur tulisan tanpa mencantumkan sumber atau seijin pemiliknya. Apalagi untuk kepentingan komersial atau lomba. Thx ^____^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...