Sabtu, 30 Mei 2015

Bertandang ke Sarang Buaya

Hoammmmmh...

Lumayan lama juga euy aku ga buka blog...
Maklum coy (ngomong sama pakcoy), kerjaan sedang lucu-lucunya. Apalagi awal Juni ada event gede yang musti aku handle. Doooh...pucing pala balbie...*lalu kepikiran pengen resign...hiks...*

Solusi yang tepat buat ngademin pikiran adalah piknik. Sebelum pulang kampung Mei lalu, aku sempet diajak Tamas (panggilan aku buat pak suami adalah Tayang Mas...eaaa...lebay *abaikan*) mampir ke Tanjung Pasir buat tengokin kamu. IYA...KAMU... (Yang merasa buaya di kotak komen, cung !!!).

Oke seriyus, jadi di Tanjung Pasir (baca : Tangerang pinggiran) ada satu tempat wisata yang khusus menjadi tempat penangkaran buaya. Pastinya suamiku beruntung lah punyak aku, coz aku ga nuntut piknik yang mihil-mihil macam ke Bali ato Lombok, hahaha... Cukup di taman-taman ato sesuatu yang berbau binatang aku sudah suka. Hihihi...


Icon Buaya Mangap..

(Ditulis oleh Gustyanita Pratiwi pemilik Gembulnita)

Sabtu, 23 Mei 2015

Bersahabat dengan Wajan dan Kompor : Itu Aspirasiku

Jadi istri ternyata tak mudah....

1 X 24 jam buat handle semuanya dalam sehari??? Rasanya PR besar. Apalagi bagi wanita bekerja seperti aku. Ya, setidaknya ini pilihan ((sementara)) untuk membantu finansial keluarga agar dapur tetap mengepul. Perlu pemikiran bijak, sembari menunggu kesiapanku resign dan stay at home kelak. Toh, tak selamanya hidup itu mulus-mulus aja bak mentega yang kecemplung dalam teflon. Kita juga harus siap dengan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Apakah nantinya akan berwirausaha, berhadapan dengan biaya persalinan, pendidikan anak, dll. Semuanya butuh uang, bukan daon. Jadi sedia payung sebelum hujan rasanya wajar.

Meski hampir separuh hari ((terpaksa)) kuhabiskan di kantor, namun aku masih berprinsip : "Sanggup menangani urusan rumah tangga dengan tangan sendiri (baca : masak, bersih-bersih, nyuci, ngepel, nyetrika, de el el)." Mungkin karena perfectionistnya aku, kalau semuanya belum beres rasanya jadi stress.

Apalagi masak. Duh, kebayang dong.......habis sholat subuh harus melek pagi-pagi, nanak nasi, potong-potong sayuran, cuci piring, belum lagi ngolah lauknya. Itu butuh keterampilan dan kerja tangan yang luar biasa. Ibaratnya, aku kudu siap jadi 'laba-laba' yang tiap-tiap tangannya kudu disodorin tugas yang berbeda-beda.

Capek? Iya.
Ngeluh dikit, suami bilang dengan entengnya : "Udah istirahat aja, ga usah dikerjan. Sini bubuk-bubuk"
DOOHHH BUKAN ITU YANG INGIN HAMBA DENGAR WAHAI KAKANDA....
TOLONG DONG BILANGNYA, IYA SAYANG...,SINI AKU BANTUIN, GITUUUUH !!!!

Hmm....

Cemen..gitu aja ngeluh.

Tapi ya begitu deh.

Namanya istri, meski raga lelah luar biasa, namun dengan membayangkan rumah bersih, masakan matang, lalu suami pulang dan memberi kecupan sayang...hmmm...rasanya gerutuan tadi bakal luruh satu-satu.

Khusus masak, memang aku belum jago betul dalam hal ini. Tapi satu yang aku gaung-gaungkan sendiri dalam pikiran, bahwa aku punya aspirasi untuk selalu 'menghidangkan makanan sehat buah karyaku sendiri'. Mungkin cita-cita ini terdengar sepele. Aneh. Bahkan menggelikan.Tapi guys,semua aktivitas bakal terlaksana manakala tubuh kita sehat bukan? Dan salah satu cara untuk mencapai itu ya dengan memberikan olahan pangan sehat untuk orang-orang yang kita sayang. Dengan masak sendiri, bumbu-bumbu yang tercampur dalam masakan bisa diketahui dengan gamblang kan. Contohnya, sampai hari ini aku cuma mempercayakan bumbu dasar itu pake gula ama garem aja.


Meski ga matching, (dadar ama bayem), yang penting judulnya SEHAT


Masak kemudian jadi passion yang tak diduga-duga. Simpel sih, yang penting rasanya bersahabat dulu dengan lidah kita. Toh, lambat-laun tangan ini akan bergerak dengan sendirinya untuk meracik bumbu yang sesuai dengan lidah orang kebanyakan.

Ada perjalanan panjang yang kudapat untuk bisa membangun gairah dalam memasak. 

Pertama, niat. Percaya deh, kalau badan udah diset kayak alarm buat masak, ya ada aja sesuatu yang bakal terhidang di atas piring. Minimal telor ceplok atau nugget. Hehhehehe...
Gosong-gosong dikit dimaafkeun. Asal jangan keasinan atau rasanya tidak dapat didefinisikan kayak bilangan matematika.   

Kedua, mau belajar. Buat menjadi seekspert Sisca Soewitomo, tentu diam saja bukan menjadi jaminan. Mau tak mau aku harus banyak belajar baik itu mendengar, melihat, dan merasakan.

Mendengar contohnya. Ya kalau sudah mentok ga ngerti bumbu bacem, bisa segera pijit nomor telepon ibu biar dibocorin resepnya kayak apa. Atau mencuri dengar resep masakan mertua yang paling disukai suami hihihiii....

Melihat, dengan melihat menu di resto atau kaki lima saat kulineran, kadang timbul ide baru buat menduplikasi masakan tersebut di rumah. Ini pernah berhasil dipraktekin suami sih waktu masak cah kangkung. Hwaaa.....(memang harus kuakui tingkat kelihaian suami dalam memasak sudah melampauiku beberapa point *jedotinspatula*).


Cah kangkung belacan


Bebeknya beli sih...


Belinya di gerobagan ginih...

Merasakan. Hmmm...pengen deh punya lidah yang dalam satu kali kecap langsung bisa mendeteksi takaran bumbu dan jenisnya dalam satu resep. Persis kayak di film Cooking Master Boy. Andaikata itu kejadian, pengen rasanya memodifikasi menu yang namanya panjang-panjang kayak yang ada di restoran-restoran. Contohnya : Indonesian Salad with Peanut Sauce (alias pecel) atau Indonesian Salad with Coconut Mixed Spicy (alias urap). Hahahahah....

Ketiga, galakkan hari masak nasional. Kalau ada keluarga yang makannya masih ngandelin beli, jangan langsung tanyakan apa fungsi sang istri? Istri banyak kali kerjaannya. Namanya juga belajar, masak sehari aja mikirnya bisa dari 2-3 hari sebelumnya. Apalagi tiap hari? Hehehhe...so, untuk menghindari stress hingga menimbulkan sembelit lalu susah buang air besarr...*errr ini apa.. tentukan 2-3 hari dalam seminggu untuk bisa masak sendiri di rumah. Simpel kan??? Kayak hari masak nasionalku misalnya weekend. Baru untuk menghindari kejenuhan (padahal lagi ga ada ide), boleh lah sekali-kali minta traktir makan di luar.

#eh mas, ngomong-ngomong lagi males masak nih....tar malem makan di mie enak itu yuk ((ngomong sama pak suami))


Mie goyeeng yang dimaksud...

Nah, aspirasi bisa datang dari mana saja. Pun dengan memasak. Mana tahu besok bisa buka resto, warteg, or catering. Kan lumayan buat nambah-nambah kocek. Ya, sekarang sih baru jalan aja niatnya. Moga-moga aja bisa konsisten. Amiiiinn.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway 2.0: What Is Your Aspiration? —mfrosiy”



(Ditulis oleh Gustyanita Pratiwi pemilik Gembulnita)

Kalau menurut kalian aspirasiku ini gimana? Komennya dong kakaaa dan adeekku di seluruh nusantara :))

Kamis, 21 Mei 2015

Tontonan Jadul yang Memorable Banget


Hola !!!!
Pakabar ni pada??

Maap-maap kate ye, kalo akhir-akhir ini eke ((sok)) sibuk..
  • 睡大觉
Mei agaknya menjadi bulan yang tidak produktif untuk menulis. Ibarat batuk, dahak yang keluar tu cumak dikit. Padahal klo dibandingin ma bulan-bulan sebelumnya....HUAAAH pokoknya timpang banget lahh!!

Nah, mumpung otak lagi nganggur, boleh deh ditengok bentaran blognya.
Hari ini eke mau nulis tentang hal-hal yang paling memorable dalam sejarah. Khususnya tentang bacaan dan tontonan di televisi.贪婪猫QQ表情包下载

Pak Janggut Serial Bobo


Jaman bocah adalah jaman keemasannya majalah anak-anak bercover keluarga kelinci, Bobo. Nah, sebagai anak-anak yang paham akan umur, aku pun mengkonsumsi bacaan tersebut dengan tingkat kenikmatan yang luar biasa *lebey*

Ada satu rubrik yang jadi favorit yaitu Cerita Bersambung Seri Pak Janggut. Biasalah, namanya anak-anak imajinasiku saat itu sungguh luar biasa. Khususnya di episode Pak Janggut dan Kimono Hitam. Yang aku suka dari kisah tersebut adalah gambar-gambarnya yang sangat 'hidup'. 

Sinopsisnya kurang lebih Pak Janggut dkk sedang bertandang di negeri Jepang. Bersamaan dengan itu pula tersiar kabar tentang keberadaan naga yang meresahkan. Pasalnya naga tersebut seringkali didapati tengah menyantap kerbau milik warga. Nah Pak Janggut inilah yang akhirnya ditunjuk sebagai sang juru selamat. Kocaknya sih aku kemakan bulet-bulet ama sosok naga dalam kertas tersebut. Apalagi saat dengan entengnya solusi yang dipecahkan oleh Pak Janggut adalah dengan menjahit naga tersebut ke dalam satu kimono berwarna hitam sehingga menjadi pola yang paten....Pokoknya gambar-gambarnya terasa nyata hingga aku mampu terseret dalam cerita.


sumber : ebook.web-koe.com

(Ditulis oleh Gustyanita Pratiwi pemilik Gembulnita)
Telenovela Paquita

Tak dipungkiri, zaman aku masih bocah, beberapa tontonan dewasa juga sudah mulai mencekoki pikiran *plaaakk !!!..jangan pada salah sangka !!!

Tayangan yang dimaksud adalah telenovela wkwkwkwk.... (sadis)

Adalah serial Paquita...yang khas dengan tembangnya.... amor Paquitaa....gallego...#maaf suara sumbang. Oke skip. Telenovela itu diputer saban jam 10 pagi di SCTV. Praktis, sepulang dari TK dan dijemput tetangga belakang rumah (baca aku dititipin karena ortu kerja), sambil disuapin bening bayam ala kampung dalam mangkuk plastik dengan ekspresi sendlap-sendlup penuh ingus..*boooo namanya juga anak bocah* nona gembul tjantik ini pun digiring ke tontonan emak-emak.

Kurang lebih telenovela tersebut menceritakan kesialan demi kesialan yang dialami oleh seorang janda cantik berambut bob, Paquita. Sebelum bersatu dengan cinta pertamanya Andres, ia pun sempat menjalin hubungan dengan pria misterius. Nah ada satu adegan yang paling memorable dalam ingatan, yakni ketika dia berada dalam sebuah ruang bawah tanah milik kekasihnya itu. Karena suka seni, ruangan tersebut pun dipenuhi barang antik. Nah, diantara benda-benda itu rupanya tersimpan mayat seseorang....Duhh tatuuud banget kan, masa pacarnya pshyco...????惊喜

Otomatis sampe kini, ingatanku masih jelas menangkap sisi lain dari sebuah telenovela bergenre horror ini...


sumber : www.youtube.com


Sinetron Thailand 'Kembang Kehidupan'

Masih jaman TK nih...
dan masih pula aku diitipin ke tempat tetangga sebelum ibu dan bapak pulang kerja. Karena numpang rumah orang, ga heran kalo akhirnya aku jadi ketularan jenis tontonannya. Nah, kadang-kadang si mbak yang jagain aku ini kan musti bantu ngejahit di rumah tetangganya, otomatis aku juga ikut diboyong ke sana. Dan sebagai sumber hiburan kami hingga siang, maka diputarlah itu sinetron sejuta umat...

Jadi Kembang Kehidupan *suwerr ini sinetron emang judulnya kayak gitu kok....激动流泪* ini bercerita tentang seorang bunga desa bernama Soy. Nah sejak kecil Soy uda naksir sepupunya sendiri Padres. Akhirnya mereka dijodohkan. Eh...masalah muncul ketika Soy bekerja di sebuah hotel milik kakek-kakek yang mana pada suatu hari yang suram ia dinodai oleh tamu hotel tersebut. Lelaki itu bernama Fitun. Karena merasa bersalah, si kakek pemilik hotel lah yang akhirnya menikahi Soy. Mereka kemudian hijrah ke Amerika untuk memuai hidu baru.

20 tahun kemudian, Soy kembali ke Bangkok dengan membawa putrinya Veren yang tengah beranjak remaja. Si Veren ini centilnya minta ampun. Suatu ketika Veren bertemu Fitun. Ealah dasarnya odong, ni anak malah main api asmara dengan lelaki yang sebenarnya adalah ayah biologisnya (di sini Veren ataupun Fitunnya ga tahu sih, cuma Soy-nya tahu dan dia diem-diem aja). Rupanya dia ingin balas dendam pada Fitun.

Ckkckkk...akhir kisahnya pun diwarnai oleh kisah tragis sosok utama, yakni So menembakkan dirinya sendiri sambil menjelaskan kepada keduanya bahwa mereka punya hubungan ayah-anak.
Hadooohhh kebayang dong, gimana nalar anak TK nonton kisah kayak gini...akhirnya sampe sekarang suka keinget ama ni sinetron meski versi Thailandnya aku ga tau judulnya apa.

Kartun si Jenius Bakabon

Hari Minggu adalah surga dunianya para bocah kelahiran 90-an. Dari sejak Subuh hingga terik pukul 12.00, kami disuguhi tayangan kartun yang tak ada henti-hentinya. Salah satu yang paling memorable adalah Si Genius Bakabon yang tayang di SCTV. Sumpah ini kartun ga sesuai banget ama judulnya. Sebenarnya ini kartun menceritakan tokoh sentral Papa Bakabon. Bukannya Bakabonnya. Dan anehnya si papa ini buodohnyaaaa setengah mampus. Bakabon pun bodohnya ga kalah saing.
 无语

Yang pinter cuma adiknya Hajime. Huauauauuau....Tapi karena kebodohan-kebodohan yang disampaikan dengan kata-kata ringan bin gaul, akhirnya over all lawakannya dapet. Selain itu tokoh pak polisi, kucing setengah lele unagiinu, serta si rere tukang sapu pun melengkapi isi cerita hingga bisa menyuguhkan hiburan keluarga di hari ahad.


sumber : www.kinanti-komik.blogspot.com


Three Little Gost

Ada yang inget ga, kartun yang tokoh utamanya 3 hantu cilik yang pemiliknya beda profesi. Ada Bumper yang majikannya koki, Sally yang majikannya nenek penjual pemen, serta Peter yang majikannya punya barber shop. Tiap episode ganti-gantian sih siapa yang diceritain. Aku paling suka ama Sally, dia tu walau hantu tapi penakut dan cengeng juga. Hahahhah.... Kartun ini cukup memorable karena gambarnya yang warna-warni dan kesukaan anak-anak banget. Tiap tayang selalu ada pesan moral yang disampaikan.


sumber : www.youtube.com


Kuis Tebak Gambar

Dibawakan oleh David Chalik, kuis ini ditayangkan di RCTI setiap Senin-Jumat, pukul 12:30-13:00 WIB. Sebagai penggemar kuis-kuis di televisi, rasanya kuis ini beda dari yang lain. Kalau yang lain didominasi oleh kata, kuis ini iconnya adalah gambar yang digabung-gabungkan hingga menjadi satu kata baru. Praktis, tontonan ini bisa menyegarkan mataku sehabis penat seharian menimba ilmu di sekolah. Sayang ya guys...kuis jaman sekarang kebanyakan ga mutu alias banyak banyolannya doang. Kalo kuis mah kudunya dibawakan presenter yang cerdas hehehheh, jadi meyakinkan gitu loh.

Telenovela Camila

Ini sih sebenernya lantaran alm. simbah buyutku yang demen banget ma ni telenovela *gahool faraaah*

Pasalnya, berbeda dengan telenovela-telenovela yang memajang artis wanita cuantik, Camila ini lain dari biasanya. Diperankan oleh wanita eksotis berkulit hitam dengan intrik cinta yang naik turun, kami sekeluarga akhirnya terpengaruh simbah buyut buat nonton tu film sampe tamat.


sumber : musicbeing.blogspot.com


Film Tusuk Jelangkung

Selain seri horor Di Sini Ada Setan yang dimainkan oleh Dude Harlino dan Nagita abegeh, aku juga kepincut sama film garapan Dimas Jay...Tusuk Jaelangkung. Awalnya sih karena ada Dinna Olivia di situ, akhirnya penasaran lalu nonton deh. Uniknya, film ini cuma tayang di TV pas event-event tertentu saja. Kayak Tahun Baru, Natal, Lebaran, dll. Ga tau kenapa habis nonton film ini lagi via Youtube aku jadi makin yakin kualitas film horor Indonesia jaman dulu tuh jauh lebih baik daripada horor sekarang.

Mr. Tukul Jalan-Jalan

Ini sih tontonan jaman sekarang yang kurasa masi layak ditonton *maksudnya ketimbang sajian dangdut ga mutu atau sinetron bertema binatang buas yang latah tayang di setiap statiun TV. Setidaknya setiap Sabtu Minggu aku masi bisa mantengin aksi Amad, Soleh Pati, Sara Widjayanto dkk yang berakting seoalah-olah seang berkomunikasi dengan hantu. Hmmm setengah percaya, setengah engga sih. Abisnya yang ada seringnya pada kerasukannya, bukan penampakan. Tapi kalau ada penampakannya pun aku sebenarnya mending milih ngacir sih. Hahahahha...


sumber : www.youtube.com


Kalau tontonan atau bacaan paling memorable kalian apa? Sambil ngopi-ngopi cantik, boleh lo komennya.................
不要

Senin, 18 Mei 2015

Cuman Iseng

Senin emang terasa sangat panjang...

ini aja baru jam 2.15 WIB loh....

dan meja kerjaku dihiasi tampilan leptop dengan puluhan data yang harus dientry dengan segera.

Hoho...jujur aja, kepala sedikit pening..

Pengen deh long weekend kemarin ga cepet berakhir...

Bisa tidur-tidur pulas serasa liburan ke Hawai...pakek rok penuh bunga-bunga dan mahkota penuh buah-buahan....

Hmmm...dan ternyata Senin ini harus balik dengan rutinitas.

Belom lagi akhir Mei dihadang dedlen event yang melibatkan direktur keuangan di seantero perusahaan multinasional or tertutup lainnya yang project officernya eke..

Hoho...

Buat ngademin pikiran nengok kilat Blog ah...cek postingan temen-temen, eh la kok banyak yang lagi demen pake aplikasi how old net... *habis melipir di blog beby, ika, wulan, aul, dan lainnya...

Jadi latah nih.. #biar dikata anak kekiniann...

Yaudah mumpung ada waktu rehat sejenak, coba-coba ah pake ni aplikasi...
Sapa tau hasilnya memuaskan...

Dan setelah dicoba....
Tereererettt...
(Ditulis oleh Gustyanita Pratiwi pemilik Gembulnita)


Berasa pengen joged joged


Full Body ditebaknya juga segini...musti bahagia nggak nih??



Hampir jyaris bener


Foto di atas hasilnya masi wajar. Karena umurku emang di kitaran segitu... HUWAHAHAHAH...Bahkan dapet kortingan pula... *ketjup ni aplikasi...tau aja cara nyenengin orang hahahahha...

Barulah...yang ga wajar itu di bawah ini.

Ya meski ngeboongnya tingkat paling cihuy, tapi robot aplikasi ini agaknya pengen disayang sayang deh, uda ngatain umurku segini hahhahahahha :


masa ini ditaksir 5 tahun cubaaa??


Tak seperti umur yang sebenarnya


Berasa jadi abege lagiih


pake 360 juga kedeteknya 15


15 agaiinn
berarti cocok dong selama ini dipanggil anak PAUD
hampir sweet sepentin
 yang ini muka uda dewasaa perasaan


Dikira abis lulus SD daahhh hahah
wakakakkakak
Wanjiirrr
 
Kesimpulan sementara :
- Klo pake jilbab umur kita dikorting abis-abisan ama ni aplikasi
- Klo posenya setengah badan kadang pun sama, bakal dikasi kortingan umur
- Baru klo posenya full body, agak-agak nyerempet dikit lah ama umur kita.

Saran :
Bagi yang abis mampir kesini, entah karena tersesat atau disengaja, jangan lupa periksakan segera mata anda ke dokter mata.324r75557765419 47 Super cute pig emoticons gif pig emoticons

Sekian postingan gajebo kali ini..

Kembali bekerja lagiii !!!!! *menyemangati diri sendiri sambil guling-guling...


Selasa, 12 Mei 2015

Hitung Mundur Mei Kita


Bulan Mei rasanya menjadi bulan spesial. Tahun lalu, tepat saat angka 15 bercokol indah di kalender, resmi sudah aku diambil alih dari tanggung jawab ayahku. Ya, layaknya gadis polos yang belum pernah pacaran dari SD sampe kuliah, rasanya hatiku begitu sejuk saat ada seorang lelaki yang dengan gagah berani memintaku untuk serius. Kayak di dunia Disney, cukuplah aku berkomitmen dengan 1 orang yang jelas-jelas pertama dan insyaAlloh juga yang terakhir (Amiin).


Selasa, 05 Mei 2015

Mahluk Berbulu yang Sangat Imut

Beybi El..abis dipakein pita, maniss gemanaaaa yahhh

Sulit dipisahkan antara duniaku dengan hewan-hewan. Bisa dikatakan aku emang seorang pecinta kucing. Jangan heran kalo sedang ketawa aku suka dibilang mirip (terutama karena ada lesung pipi yang lokasinya agak membingungkan--bukan di pipi dekat bibir melainkan di pipi bawah mata).

Nah kucing-kucing yang sudah berada dalam separuh hidupku  diantaranya adalah sbb :

 
Gebod tiduran di sofa nyokap ///'0'///
Pertama namanya nining. Sunda juga yah namanya, wkwkwkw !!! Jenisnya si kampung, secara kami tinggalnya di kampung, otomatis piaraanpun ngikut, hihihi : D. Nama asli ya begitulah adanya– Nining. Cuma karena gemes,kadang-kadang kami pakein label tambahan jadi ”Tunining Markening” wkwkwkwk..

Nama lainnya ada lagi, yaitu “Gebod” (ini bukan hasil inspirasi dari es Goyobod khas Jawa Barat yah, sekali lagi..tolong..!!!! Tapi gebod ini diambil berdasarkan analisa kami sebagai majikannya bahwa mahluk betina yang satu ini bisa dikatakan seksi. Yaitu kalo jalan ebot-ebot….Pantatnya ebot-ebot, buntutnya juga gerak-gerak dikit.. Karena badannya yang notabene gemuk, padahal pendek..maka semakin terlihatlah pada saat dia jalan” ebot-ebot” wkwkwwk.


Kucing tetangga "Bluwek"
Cerita pun berlanjut ketika Gebod beranak. Gebot melahirkan 2 anak kembar yang tak kalah jauh buruknya…wuahahahhahhaha. Keduanya diberi nama “si Bundel dan si Sruntul” wkwkwkkwkw….(kalo dilogika udah mukanya jelek, namanya jelek pula…eeeeaaa lahir juga ke dunia…ckckckck =_=”, Nah siapa pula bapaknya? Yaitu kucing bernama Bluwek. Bluwek ini merupakan kucing tetangga, yang sering main di jam makan setiap pagi dan petang…Nah karena tiap hari bertemu dengan si gebod, maka otomatis tumbuhlah benih-benih cinta diantara keduanya, sehingga terererrerrettt…jadilah dua binatang lagi lahir. Pada tega tu binatang berkembang biak dengan semena-mena nyampe rumahku penuuhhhh…penuuhhh dengan bulu-bulu kucing.urrrrraaaaaooowww
 
Keluarga berencana


Gebod abis lahiran


Foto di samping merupakan gambar si Gebod yang abis lahiran nih….hihihiggg,,,sok kyut banget yah….Tapi gini-gini jiwa keibuannya bagusss loh dia, nah bisa diliat sendiri kan betapa dia mau mengayomi dan menghangatkan dua buah hatinya, walopunn jadinya ngerusak potnya nyokap..waAKKKKKK!!!! tetep ujung-ujungnya nglawak!!! Btw, emang bener loh kasih sayang seorang ibu itu segeda apa ga bisa kita ngukurnya. Pun berlaku juga bagi makhluk berbulu dan berkumis ini.


si bundel remaja
Oya aku juga punya fotonya si anak kucing yang sekarang uda gede pula. Namanya Bundel dan Srundeng..eh Sruntul. Ngasal banget kan ngasi namanya.. Habis buntutnya bukannya panjang malah mbundel gituloh. Kalo Sruntul...entahlah apa artinya. Hahahhaha... Sebab yang kasi nama Adekku Anis.

 
HUssssyyaaHHH, dia mau boker di situuu
Gak selese di situ aja, ternyata, kehidupan para kucing terus meracuni hidupku, karena eh karena...binatang ini lagi-lagi harus ada di sekelilingku, pun saat aku udah ada di Bogor...!! Jadi ini kucing adanya waktu zaman kuliah. Kucing berikutnya tergolong kucing jenis bagus.Mereka adalahh Beng-beng (Ter-Beng"), Elisa (Beiby El), sama Giga (Giga Byte). Ketiganya kepunyaan senior aku di kos Bogor yang sama-sama cinta kucing.

Beng-beng sama Elisa ga pernah akur, ga tau knapa, kayaknya ada masalah sama ras. Secara Beng-beng itu bukan peranakan asli persia, ('0') / makanya Elisa sok-sok males gitu deh, dengan pongahnya dia terlalu menampikkan kehadiran si Beng-beng, padahal mah si beng-beng udah mukyaaaa banget pengen kawinin dia. Nah berhubung Elisanya ga level ma spantaran kucing bandotan kek beng-beng mending dia, manja-manjaan aja ma manusia, atau boboan di lantai, bejemur (cieilehhhh)), pake pita. huhuhuuu///beneran ganjen ni kucing.
Buntut ame kemoceng ga da beda


Berkibarlah buntutmu nak




Miyip ulat bulu gag?


Gyga byte

Tapi, ada juga nih yang bagus dari si ganjen El. Liat deh di foto di atas ini. Betapa buntutnya Mak JEBBBRARAAAAKKK!!! Megar dah kayak payung, gegeggegegkkk!!!!

Potty...kini dia uda meninggal









Oya terakhir kali piara meong dengan jenis yang berbeda ya waktu kedatangan si Potty beserta kandang
-kandangnya. Kan ibuku suka nyuntikin hewan nih, nah suatu kali ada pasien bernama Potter alias Potty yang notabene adalah kucing peranakan angola.. Terus karena pemiliknya mau balik ke Jakarta, akhirnya Potty yang sedang sakit harus dikasi perawatan ekstra. Nah, karena tau kami juga sayang hewan, akhirnya malah si Potty jadi hak milik. wakakakak..tapi ini beneran dikasih loh. Cuma-cuma lagi. Plus kandang-kandangnya yang mirip kandang jaguar mengingat warnanya yang item kelam.

Tapi...kucing-kucing itu tinggal kenangan semua, entah ada yang sudah meninggal, hilang, atau berpindah tangan. Hehehhe...iyalah aku aja udah hampir 3 tahun ninggalin Bogor, dan sekarang udah nikah, tinggal di rumah baru. Apalagi tamas ga ngebolehin piara kucing, soalnya takut nyebarin tokso, ga bagus buat yang lagi program. hehhehe...

(Ditulis oleh Gustyanita Pratiwi pemilik Gembulnita)