Senin, 30 Desember 2019

Review RM Bumi Aki Bogor



By : Gustyanita Pratiwi

Sebelum libur benar-benar usai, kami berniat makan siang dulu di area Bogor yang sekiranya bagus dan cocok untuk makan keluarga. Ya maklum, personilnya ada 10. Aku, suami, anak nomor 1, anak nomor 2, Kakung, Uti, Tante Anis, Budhe Puput, Pak Dhe Akbar, dan ponakan. Total, 7 orang dewasa, 2 toddler, dan 1 infant wkkkk... Jadi kudu nyari tempat makan yang bener-bener PW buat semuanya. Terutama buat si kecil nih, biar ga pada kakehan petengseng alias uthil dewe-dewe, hahaha.

Nah, setelah check out dari Swiss Belhotel Bogor yang kami inapi pada malam sebelumnya, kira-kira pukul 10.30 WIB kami mampir sebentar ke kos-kosannya Kakak yang ada di daerah Darmaga. Soalnya mau ngecek apa ada yang bocor atau ga. Maklum, lagi musim ujan, jadi rawan bocor. Ya antisipasi aja sih, mumpung anak kost-nya lagi pada mudik, jadi siapa tau bisa dibenerin. Sekalian nyanggupin kepengenannya ibu juga sih yang emang pengen lihat kosannya kayak apa. 



Minggu, 29 Desember 2019

Review Swiss BelHotel Bogor



Uda janjian ama budhenya anak-anak alias kakak gw Tia Putri buat nyenengin ortu yang mau nengok cucu-cucunya di Bekasi dan Tangerang. Rencananya kami emang pengen ngajakin staycation di hotel. Soalnya emang belom pernah sama sekali. Jadi, boleh lah patungan buat liburan ke hotel karena kalau ga nginep takut capek udah pada ngegembol bayi. Jarang-jarang kan *eh malah ga pernah sama sekali ding*. Yah maksudnya biar pada istirahat gitu, ga riweh mikirin kaki pegel banyakan jalan karena acara bakal didominasi dengan tidur-tidur manjyah ala sosialitah hahah *oooopss kebluqable semua ya Anda-Anda ini Mbulll.


Setelah melalui serangkaian rapat paripurna yang cukup panjang, akhirnya gw dan kakak memutuskan untuk booking di Swiss BelHotel Bogor saja. Check in tanggal 25 Desember 2019. Check out tanggal 26 Desember 2019. Sehari semalam doang sih, karena yah bawa rombongan kan, jadi ya biar ga jebol-jebol amat budget kami, wakakaka..... Maklum Coy booking di musim-musim liburan (ngomong sama Pakcoy), jadi otomatis kena harga holiday deh.


Rabu, 25 Desember 2019

Apa Aku Punya Resolusi Tahun 2020 ?



Mau nulis resolusi kayak yang lain, tapi buntu. Ya udah garis besarnya aja deh ya. Mungkin lebih ke harapan serta doa. Soalnya apa yang kita tulis biasanya jadi doa. Jadi marilah di blog ini kita tulis yang lucu-lucu aja alias yang baik-baik sajo.


Selasa, 24 Desember 2019

"Admin Blog ini Lagi Liburan, Hihihi..."



Hari ini Selasanya rasa Sabtu, Sabtu yang besoknya Minggu dan kantor suami dapat jatah cuti bersama hari kejepit nasional. Yeaaay ! Saatnya buat....


Minggu, 22 Desember 2019

Bebek Goreng H. Slamet


"Kali ini Nyobain Bebek Bakarnya, Cuy !"

Berhubung sudah lama ga makan Bebek Goreng H. Slamet, jadi siang itu Tamas (Pak Suami tercinta red) ngajakin aku dan anak-anak untuk menepi sejenak ke cabangnya yang ada di bilangan Serpong. Kebetulan hari itu juga sedang hujan deras, jadi kami rasa pas ketimbang kejebak macet namun dalam keadaan perut masih meronta-ronta alias laper.


Sekitar pukul 14.00 WIB, kami tiba di lokasi. Ini pertama kalinya kami nyobain cabang yang di sini. Lokasi persisnya di Jl. Raya Serpong No.7, Pd. Jagung, Kec. Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan. Pokoknya dari jalan raya itu kelihatan banget. Gedungnya putih banyak kacanya, terus di atasnya itu ada plang Bebek Goreng H. Slametnya yang berwarna ijo. 

Sabtu, 21 Desember 2019

Sinopsis The Clovehitch Killer (2018)



Sinopsis The Clovehitch Killer (2018)

Tyler Burnside adalah seorang remaja 16 tahun yang hidup dengan keluarga Kristennya yang taat di kota kecil Clarksville, Kentucky. Sebuah kota yang penduduknya pernah diteror pembunuh berantai berjuluk Clovehitch Killer. Seorang psikopat yang menghabisi ke-10 korban wanitanya dengan cara diikat, difoto, kemudian dicekik. Memori kelam tersebut berlangsung sudah 10 tahun lamanya, tapi kemudian berhenti tanpa pihak kepolisian pernah mengetaui siapa pelakunya.


Sumber : imdbdotcom

Kamis, 19 Desember 2019

Penganan Khas Lebaran di Tempat Keluarga Suami


Hallo hallo hallow...

Ng....ini postingan apa sih ? Lebaran masih lama, tapi penganan khasnya uda dipajang aja #hohoho. Sebenarnya, postingan kali ini dipersembahkan oleh kepengenan majang foto tape ketan yang kelihatan ijo-ijo itu. Ijonya cantik dan cantiknya ga kayak admin yang buduk ini (alasan uopoooooo iki?).

Yah, pokoknya begitu lah. Kalau Sugembulwatie udah bersabda mau posting A ya A, walau kebayang segimana absurdnya postingan ini nantinya wkwkk, ya paling ga tetep on the right track lah dengan tagline blog ini. 

Rabu, 18 Desember 2019

Seafood Ronggolawe



"Nostalgia Dulu Cuy, ke 2017 Waktu Makan di Seafood Ronggolawe"

Pengalaman makan Seafood Ronggolawe mengingatkanku pada masa-masa H-4 sebelum lahiran si kakak. Sungguh amat sangat heboh karena kayak lagi ngegembol semangka seberat 10 kg waktu itu. Dan yang ngebet makan sebenarnya adalah Tamas, bukan gw loh ya, gw mah cuma ngikut, hahahaha.... 


Jadi, ceritanya, lepas ngurus-ngurus administrasi dan daftar dokter anestesi buat caesar, malam minggunya aku ditraktir Tamas biar ga spaneng-spaneng amat jelang operasi. Mana, waktu itu nekad pergi malem-malem lagi, soalnya punya waktu selonya cuma jam segitu. Ya kira-kiranya jam 22.00 WIB, gegara sesiangan rempong di rumah sakit. 


Selasa, 17 Desember 2019

Ketoprak, Karedok, Gado-Gado Salwa


"Favorit Gw Nich Pas lagi Males Masak" 

Kalau nongkrong di tukang gado-gado, pasti menu yang dijual ada 3. Karedok, ketoprak, atau gado-gado itu sendiri. Gado-gado--yang kalau buatku sering bikin salah paham dengan menyebutnya sebagai pecel--biasanya jadi pilihan nomor 1 ketimbang 2 menu lainnya. 

Tapi, entah kenapa pada saat mampir ke Ketoprak, Karedok, dan Gado-Gado Salwa, tumben-tumbenan aku milihnya karedok. Itu loh yang banyakan sayur mentahnya, sementara kalau gado-gado sudah dalam keadaan direbus.

Senin, 16 Desember 2019

Bikin Indomie Goreng Seenak Bikinan Abang Warkop



"Judulnya tanggal tuwak jadinya dengan sangat terpaksa memanfaatkan sisa bahan makanan yang ada"

Di kulkas cuma ada sisa kubis. Rencananya mau dibikin tumis keciwis, cuma kayaknya ga jadi mengingat kemarin puasa dan anak-anak tiba-tiba ngak-nguk-ngak-nguk, sedangkan aku sama sekali belum bikin bukaan. Ya udah  nyerah. Amunisi terakhir tinggal dibikin indomie goreng ala-ala abang warkop yang kelezatannya masih menjadi misteri.


Minggu, 15 Desember 2019

Nasi Bebek Depan Plaza Kotabumi




Waktu masih 'pacaran' sama bapaknya anak-anak, untuk urusan kulineran, kami seringnya ngasal aja. Di jalannya nemu apa, ya itu yang dicoba. Ga kayak sekarang, yang apa-apa musti lihat reviewnya dulu, kira-kira yang sekiranya baby friendly mana. Ada tempat main untuk anak-anaknya apa ga. Dan sebagainya dan sebagainya.... 

Makanya sekarang jarang banget kan diriku makan di luar. Keburu rempong duluan dan kutak sanggup membayangkannya. 

Sabtu, 14 Desember 2019

Review Cupbento, Tangcity Mall Tangerang


"Baru Sekalinya Aku Makan Makanan Ala Korea"

Meski pada dasarnya lidah lokalku kurang cocok dengan masakan Korea, tapi entah kenapa sore itu (pas masih belom ada buntut), aku dan Tamas penasaran nyobain Cupbento yang ada di Tangcity, Tangerang. Kalau ga salah alasan utamanya karena tadinya mau ke Hokben atau Steak 21, eh semuanya rame. Keburu perut meronta-ronta, ya udah kami taste the water aja nyobain Cupbento yang mana baru satu kali itu kami sambangi.


Jumat, 13 Desember 2019

Oleh-Oleh Khas Bangka Belitung



Halo eperybadiiiiiih, yowasaaap breeeew...

Aku balik lagi dengan postingan bertema oleh-oleh nih, jand bosend ya. Oleh-olehnya berasal dari nun jauh di Bangka Belitung sana, walaupun bukan aku sih yang ke Babel.... Melainkan Tamas yang ke sana dalam rangka negosiasi kerjaan. Pulangnya tentu saja memberiku padjak oleh-oleh biar aku nggak drama pas ditinggal tugas luar dengan men-tackle 1 anak infant dan 1 anak toddler, hahhahaha... #salah sendiri Cubuuuul ga diajak. Coba kalau aku ikut kan pasti ku tambah membabi buta lagi belanja belinjinya #e ini sih mintak ditabok ya gw...hohoho


Oke deh langsung saja ya. Ini dia daftar oleh-olehnya !

Kamis, 12 Desember 2019

Antara Hujan, Sore, dan Blok M



Apa yang dapat menyunggingkan senyumku di tengah-tengah bulan sentimentil yang berakhiran 'ber' ini ? Liburan dan kode jalan-jalan. Mungkin saja. Tapi kemana? Untuk mencapai tanggal merah keroyokan antara Natal dan Tahun baru (jangan lupa jatah cuti bersamanya), rasanya masih terlalu jauh. Tapi memang di tiap weekend, pinginku selalu kemana gitu. Biar nggak bosen-bosen amat dengan rutinitas monoton dari Senin-Sabtu. Makanya, kalau ada agenda jalan-jalan colongan di sela-sela kegiatan anak-anak di Hari Sabtu, aku ngerasa cukup deserved untuk mendapatkannya. Aku tuh nggak muluk-muluk amat kalau urusan nglayap. Paling dimampirin ke toko buku bekas aja rasanya udah seneng. 


Sabtu, 07 Desember 2019

Daftar Film Horror Thriller Barat yang Bagus Part 4


1. Greta (2018)



Frances adalah tipikal gadis remaja yang tidak neko-neko namun memiliki pemikiran yang cukup naif. Ia mencoba peruntungan sebagai chef di sebuah restoran di Kota New York dan tinggal bersama sahabatnya, Erica. 

Suatu kali, ia menemukan sebuah tas tangan di bangku kereta bawah tanah yang dinaikinya. Tanpa pikir panjang, ia mencoba mengantarkan tas tersebut ke rumah sang pemilik, meskipun Erica sudah memperingatkannya bahwa lebih baik ia melapor polisi saja ketimbang berurusan dengan orang asing. Namun, bukan Frances namanya jika tak pernah sedikitpun terbersit pikiran buruk. Ia pun tetap mengantarkannya ke rumah sang pemilik, yang ternyata adalah seorang janda kesepian bernama Greta.