Senin, 30 Desember 2019

Review RM Bumi Aki Bogor





Sebelum libur benar-benar usai, kami berniat makan siang dulu di area Bogor yang sekiranya bagus dan cocok untuk makan keluarga. Ya maklum, personilnya ada 10. Aku, suami, anak nomor 1, anak nomor 2, Kakung, Uti, Tante, Budhe, Pak Dhe, dan ponakan. Total, 7 orang dewasa, 2 toddler, dan 1 infant wkkkk... Jadi kudu nyari tempat makan yang bener-bener PW buat semuanya. Terutama buat si kecil nih, biar ga pada kakehan petengseng alias uthil dewe-dewe, hahaha.



Minggu, 29 Desember 2019

Review Swiss BelHotel Bogor



Uda janjian ama kakak buat nyenengin ortu yang mau nengok cucu-cucunya di kota. Rencananya kami emang pengen ngajakin staycation di hotel. Soalnya emang belom pernah sama sekali. Jadi, boleh lah patungan buat liburan ke hotel karena kalau ga nginep takut capek udah pada ngegembol bayi. Jarang-jarang kan *eh malah ga pernah sama sekali ding*. Yah maksudnya biar pada istirahat gitu, ga riweh mikirin kaki pegel banyakan jalan karena acara bakal didominasi dengan tidur-tidur manjah.



Minggu, 22 Desember 2019

Bebek Goreng H. Slamet




Berhubung sudah lama ga makan Bebek Goreng H. Slamet, jadi siang itu Tamas (Pak Suami tercinta red) ngajakin aku dan anak-anak untuk menepi sejenak ke cabangnya yang ada di bilangan Serpong. Kebetulan hari itu juga sedang hujan deras, jadi kami rasa pas ketimbang kejebak macet namun dalam keadaan perut masih meronta-ronta alias laper.


Sabtu, 21 Desember 2019

Sinopsis The Clovehitch Killer (2018)



Sinopsis The Clovehitch Killer (2018)

Tyler Burnside adalah seorang remaja 16 tahun yang hidup dengan keluarga Kristennya yang taat di kota kecil Clarksville, Kentucky. Sebuah kota yang penduduknya pernah diteror pembunuh berantai berjuluk Clovehitch Killer. Seorang psikopat yang menghabisi ke-10 korban wanitanya dengan cara diikat, difoto, kemudian dicekik. Memori kelam tersebut berlangsung sudah 10 tahun lamanya, tapi kemudian berhenti tanpa pihak kepolisian pernah mengetaui siapa pelakunya.


Sumber : imdbdotcom

Kamis, 19 Desember 2019

Penganan Khas Lebaran di Tempat Keluarga Suami




Hallo hallo hallow...

Ng....ini postingan apa sih ? Lebaran masih lama, tapi penganan khasnya uda dipajang aja #hohoho. Sebenarnya, postingan kali ini dipersembahkan oleh kepengenan majang foto tape ketan yang kelihatan ijo-ijo itu. Ijonya cantik. 


Selasa, 17 Desember 2019

Ketoprak, Karedok, Gado-Gado Salwa



Kalau nongkrong di tukang gado-gado, pasti menu yang dijual ada 3. Karedok, ketoprak, atau gado-gado itu sendiri. Gado-gado--yang kalau buatku sering bikin salah paham dengan menyebutnya sebagai pecel--biasanya jadi pilihan nomor 1 ketimbang 2 menu lainnya. 

Tapi, entah kenapa pada saat mampir ke Ketoprak, Karedok, dan Gado-Gado Salwa, tumben-tumbenan aku milihnya karedok. Itu loh yang banyakan sayur mentahnya, sementara kalau gado-gado sudah dalam keadaan direbus.


Minggu, 15 Desember 2019

Nasi Bebek Depan Plaza Kotabumi




Waktu masih 'pacaran' sama bapaknya anak-anak, untuk urusan kulineran, kami seringnya ngasal aja. Di jalannya nemu apa, ya itu yang dicoba. Ga kayak sekarang, yang apa-apa musti lihat reviewnya dulu, kira-kira yang sekiranya baby friendly mana. Ada tempat main untuk anak-anaknya apa ga. Dan sebagainya dan sebagainya.... Makanya sekarang jarang banget kan diriku makan di luar. 



Jumat, 13 Desember 2019

Oleh-Oleh Khas Bangka Belitung



Halo eperybadiiiiiih, yowasaaap breeeew...

Aku balik lagi dengan postingan bertema oleh-oleh nih, jand bosend ya. Oleh-olehnya berasal dari nun jauh di Bangka Belitung sana, walaupun bukan aku sih yang ke Babel.... Melainkan Tamas yang ke sana dalam rangka negosiasi kerjaan. Pulangnya tentu saja memberiku padjak oleh-oleh biar aku nggak drama pas ditinggal tugas luar dengan men-tackle 1 anak infant dan 1 anak toddler, hahhahaha... #salah sendiri ubuuuul ga diajak. Coba kalau aku ikut kan pasti ku tambah membabi buta lagi belanja belinjinya #e ini sih mintak ditabok ya gw...hohoho



Sabtu, 07 Desember 2019

Daftar Film Horror Thriller Barat yang Bagus Part 4


1. Greta (2018)




Frances adalah tipikal gadis remaja yang tidak neko-neko namun memiliki pemikiran yang cukup naif. Ia mencoba peruntungan sebagai chef di sebuah restoran di Kota New York dan tinggal bersama sahabatnya, Erica. 

Suatu kali, ia menemukan sebuah tas tangan di bangku kereta bawah tanah yang dinaikinya. Tanpa pikir panjang, ia mencoba mengantarkan tas tersebut ke rumah sang pemilik, meskipun Erica sudah memperingatkannya bahwa lebih baik ia melapor polisi saja ketimbang berurusan dengan orang asing. Namun, bukan Frances namanya jika tak pernah sedikitpun terbersit pikiran buruk. Ia pun tetap mengantarkannya ke rumah sang pemilik, yang ternyata adalah seorang janda kesepian bernama Greta.