Kamis, 30 April 2020

Menu Buka Puasa Ala-Ala...


Oleh : Mbul Kecil 

Menu buka (sekaligus sahur) kali ini aku bikin yang simple-simple aja. Sengaja ga masak dua kali biar menghemat waktu, energi, serta biaya #halah udah kayak iklan apaan tauk, haha. Tinggal sat-set-sat-set, sing penting ndang mateng, ndang dipangan, ndang entek. Lagipula buka pake kuah-kuahan juga okay kan ya biar perut ga langsung kaget kena yang berat-berat.

Nah, pas moment masaknya itu, pokoknya diri ini udah menjelma bagaikan squidword yang tangannya ada banyak. Satu megang sutil, satu megang wajan, satu nguleg bumbu, satu petik-petik sayur. Kepala juga bentar-bentar nengok ke si Kakak yang lagi asyik main di ruang tamu yang sengaja kugelarin kasur tipis berdeketan dengan dapur (karena kan rumah aku kecil ya, jadi kemana-mana itu deket, mau ke kamar deket, mau ke dapur deket, mau ke kamar mandi juga deket, pokoknya semua serba deket, bahkan ruang makan pun kami ga punya saking minimalisnya rumah kami hahaaha...... jadi, kalau makan ya lesehan aja di atas kasur tipis yang ada di ruang tamu, wekwekwek).


Selasa, 28 April 2020

My Comfort Zone's Playlist


Oleh : Mbul 

"Hello, good morning, how you do?"

"What makes your risin' sun so new?"

Lah ? Itu mah lirik lagunya Swichfoot yang berjudul 'Learning to Breath' ya. Tapi bukan itu sih judul yang aku suka, melainkan ada lagi judul yang lain yang menurutku ga kalah oke. Tiga diantaranya adalah Dare You to Move yang menjadi salah satu ost filmnya Mbak Mandy Moore yaitu Walk to Remember (awww ketahuan banget deh gw anak lamanya, haha...), Awakening, sama This is Home yang menjadi salah satu ostnya Narnia. Kenapa aku suka banget sama lagu ini ? Karena musiknya bikin semangat, walaupun kalau didengerin sambil pejemin mata, liriknya ada sebagian yang  terkesan mellow, hehe.. Tapi bagi gw itu ga masalah, soalnya gw tetep suka. Jadi kalau uda kedengeran starting lagunya nih, maka yang ada adalah gw yang tetiba pengen meragain gesture vokalisnya ketika doi sedang menyanyi #halah... hahaha.... 

Selasa, 21 April 2020

Ngemper Sejenak di Tukang Durian Pinggir Jalan Depan Telkom Kebumen


Oleh : Gustyanita 


Suatu kali...

"Bull, pengen mandeg bentar ga? ", kata Pak Suami saat kami sedang melintasi Kebumen Kota, lebih tepatnya seberang Kantor Telkom, setelah arah-arah Tugu Lawet. 

"Emangnya kenapa Mas?"

"Liat tuh sebelah kanan jalan, ada yang sudah mengawe-awe dirimu supaya segera dibeli loh !"

WOW ! Begitu melihat ke arah jendela sesuai arahan Pak Su, Sugembulwatie alias Trumbul alias Tubul alias Ubung alias Pratiyem alias Tiyem alias gw segera membelalakkan mata berbinar-binar. Soalnya di sana ada buah kesukaanku yaitu durian. Mana duriannya montok-montok pula. Kuning keemasan di emperan jalan, digelar begitu aja, ada pula yang digantungin. 



Kamis, 16 April 2020

Waroeng nDeso Mbantoel : Spesialis Ingkung Jowo, Ayamnya Sak 'Hoh-Hah' !



Oleh : Gustyanita 

Pada suatu hari yang telah lampau, Aku, Pak Suami, serta anak-anak, ingin mengajak Kakung dan Uti untuk mencicipi  ingkung jawa yang menjadi primadona sebuah warung makan di daerah Bantul, Yogyakarta. Memang di Bantul ini ada satu kecamatan khusus yang terkenal dengan sentra ingkungnya. Kecamatan tersebut bernama Kecamatan Pajangan, yang berada sekitar 12 km dari Kota Yogya. Kalau kita melintas ke daerah sini nih, maka yang ada adalah setiap beberapa kilometer sekali ada warung makan yang menawarkan menu utamanya berupa ingkung.


Senin, 13 April 2020

Cerita di Balik Semangkuk Ramyun Teopokki




Oleh : Dedek Embul

Senja pada pekan lalu aku mendapat sebuah paket spesial yaitu 2 bungkus Rapokki dan 1 bungkus oden. Rapokki itu campuran antara ramyun dan teopokki. Ramyun itu mienya, teoppoki kue beras yang bentuknya panjang-panjang. Sedangkan oden mirip otak-otak ikan, tapi kayaknya yang ini isinya kepiting deh, CMIWW. Mereknya Mujigae. Aku tau kalau Mujigae ini termasuk salah satu resto berbasis Korean Dish yang mayan terkenal di sini. Jadi, rasanya seneng banget ya Alloh begitu tau dapat hadiah dari tanah seberang. 


Comic by : Nita 

Minggu, 12 April 2020

Hobiku....




Jam 23.07 menit

#habis nonton Escape Room bareng si Mas...
#tapi abis itu pingin lanjut ngeblog lagi. 
#walaupun isinya singkat-singkat aja. 
#Sebab ini malam Minggu,
#jadi adminnya pengen uhumb uhumb.... maksudnya uhumb-uhumb itu leyeh-leyeh sambil ngeteh bin ngupi-ngupi cantik atau ngemil nasgor gituw ((owalah ngemil kok nasgor, piye tuh pipi mo gembes Mbul?)), haha. 

Kali ini aku mau ngomongin hobi. Udah kayak tugas mengarang aja kan temanya hobi? Tapi biarlah. Sebab aslinya emang pengen majang gambar oret-oretanku yang ini nih.... Sedangkan gambarku yang lain bisa diklik di sini nih---> "Portofolio Gambar Iseng-Iseng Aja".

gembulnita 

Sabtu, 11 April 2020

Review Villa Ananda Bandung




Oleh : Nita 
(post awal 2021 waktu ngombyongi mantennya anaknya Bulek)

Lepas menginap di Gumilang Regency Hotel Bandung dalam rangka ikut rombongan iring manten anaknya Bulek Cibubur, akhirnya paginya kami lanjut ke lokasi di Villa Ananda Bandung. Alamat lengkapnya di Jl. Giri Indah, Karyawangi, Kec. Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jabar. Ini tempat masuk ke kompleks gitu kan dan di dalem hijauuuu banget banyak pepohonan. Kalau pagi enak buat track jogging.



Jumat, 10 April 2020

Sinopsis The Boat (2018)




Okay, ini aku memang telat nonton The Boat (2018), yang ternyata wanjaiiii keren juga ya. Aduh, kenapa baru sekarang aku bisa menyelesaikan streamingan film ini--padahal rilisnya udah dari 2 tahun yang lalu. Itu pun yang di UK. Sedangkan yang di Malta baru rilis 2019. Tapi tetap saja aku antusias menontonnya. Sebab genre begini memang sudah jadi kesukaanku sejak lama. Mystery bercampur thriller, dengan sedikit bumbu horror. Siapa yang ga penasaran coba? Sambil setengah memaksa Pak Suami buat ikutan menonton juga padahal biasanya dia males karena udah underestimate duluan terhadap film-film yang aku rekomendasikan. Dipikirnya film-filmku tuh ga okay. Sedangkan film-film dia selalu yang jadi juaranya, seringnya jadi blockbuster. Dia kan sukanya lebih ke action ya, sedangkan aku suka yang tegang-tegang #Bhuwh #bagaimana bisa kompak coba, wakakak.

Sinopsis The Boat (2018)

Sinopsis The Boat (2018), sumber gambar : imdb

Rabu, 08 April 2020

Umami...




Mengapa yah, kadang aku merasa heran sama masakan sendiri yang kadang ga seenak masakan Pak Suami. Ya, bisa dikatakan Pak Suami itu hampir semua masakan bisa. Dan rasanya juga enak-enak terus. Ga kayak aku yang ga konsisten. Kadang enak, kadang ga enak. Malah sering juga terasa horror, haaaaa. Entah keasinan atau apalah yang istilahnya kurang pas aja di lidah. Meskipun kalau doi turun gunung ke dapur, yang ada bakal terjadi kekacauan. Dapur uda bisa dipastikan bakal  kayak kapal pecah. Semua alat-alat bodoh dikeluarkan. Entahlah itu pisau, sutil, baskom, saringan, wajan, kalo atau ayakan, leyeh, panci, dll. Pisau, kalau ga cocok ama pisau kecil yang biasa kugunakan sebagai pemotong sayuran, e doi malah ngeluarin pisau daging segala yang ukurannya segede gaban golok. Malah abis itu pamer memperlihatkan skill memotongnya kepadaku yang dia bilang ala-ala chef di kartun Shokugeki no Sōma...


Minggu, 05 April 2020

Sinopsis Wallace & Gromit The Curse of Were Rabbit (2005)


Sinopsis Wallace & Gromit, The Curse of Were-Rabbit (2005)

Oleh : Nita

Kalau ditanya judul film animasi apa yang layak aku sematkan kalimat puja-puji, mungkin Wallace and Gromit The Curse of Were-Rabbit adalah jawabannya. Film lawas ini dirilis pada tahun 2005. Dan entah kenapa aku ga pernah bosan melihatnya. 

Film ini bukan hanya menonjolkan sisi teknologinya saja, tapi juga bagaimana menempatkan sinematografinya secara apik, malah boleh dibilang sangat-sangat niat. Wong setting kebun sayurnya saja yang dijadikan sebagai inti cerita bisa menampilkan detail yang sangat cantik kok. Ya, kebun sayur berikut hasil panennya yang begitu ranum dan warna-warni itu, dimana keberadaannya menghias sepanjang durasi. Pokoknya benar-benar memanjakan mata dan membuat relax. Sebenarnya ketika menonton film besutan sutradara Nick Park dan Steve Box ini, aku merasa kayak menonton film action thriller (dan juga sedikit bumbu horror) sih, namun dengan kemasan animasi. Tokoh-tokohnya mengingatkanku pada permainan anak yang disebut dengan Clay. Itu loh adonan yang bisa dibentuk-bentuk. Ya, setipe kayak tokoh di film Chicken Run dan series Shaun The Sheep lah (lha wong masih dalam satu produksi yang sama, piye to aku iki, hahaha).

Sinopsis Wallace and Gromit The Curse of Were Rabbit (2005), sumber gambar : www(dot)walaceandgromit(dot)com

Judul Film :
Wallace and Gromit The Curse of Were Rabbit
Sutradara : Nick Park, Steve Box
Negara : Uk, Usa
Bintang film : Helena Bonham Carter, Peter Kay, Peter Sallis, Ralph Fiennes
Genre: Animation, Comedy, Family
Diterbitkan : 4 September 2005

Jumat, 03 April 2020

Telur Entog




Assalamualaikum wr wb... 

Kalau lagi ngaca, kadang aku ngerasa bagaikan entog......

Ebot-ebot gitu....

Lucu sih kata Kangmas Papa, tapi yekan gw pingin diet juga, wakakak.

Sebenernya ga sah diet juga sah-sah aja, sebab kalau diet-diet segala dikhawatirkan malah gw-nya yang sakit. Jare beliau mending gw rajin olah raga aja, biar swehat. Tapi kapan olah raganya, ya itu yang kadang cuma sebatas wacana. Soalnya susah. Anak masih pada gelendotin Simboknya, jadi ya olahraganya pas mau tidur aja. Olahraga opo kui Mbul #meragukan. Olahraga driji kali alias ngecekin dashboard blog, hahaha..

Rabu, 01 April 2020

Sinopsis Hantu Kak Limah (2018)


Oleh : G Nita 

Baru sekali ini nonton horror, malah terpingkal-pingkal terus. Sebabnya aku baru saja menonton film horror asal Malaysia yang disutradarai oleh Mamat Khalid. Judulnya Hantu Kak Limah. Film ini dirilis pada tahun 2018, namun baru bisa aku nikmati sekarang melalui streaming online. Di Netflix dan youtube sudah ada loh. Tapi kalau di youtube memang agak terpotong-potong sih beberapa part-nya, hihihi...

Film Hantu Kak Limah ini bergenre horror komedi. Jadi sepanjang cerita berisi kekonyolan-kekonyolan yang menurutku sukses penyampaiannya. Terutama karena horror ini diperkuat oleh karakter hantu nenek-nenek yang berambut gimbal, wajahnya pucat, matanya hitam, kuku kakinya lancip-lancip seperti landak, pokoknya tampangnya sangat menyeramkan. Berbeda dengan karakter hantu kuntilanak yang notabene bergaun putih, si Kak Limah ini masih menonjolkan sisi tradisionalnya, yakni tetap mengenakan kain jarik dan baju kebaya. 

Lalu ceritanya seperti apa? Langsung saja lah aku coba tulis sinopsis dan reviewnya, meskipun mungkin kata-katanya akan sangat jauh dari review ala pengamat film. Ya, review biasa aja, sebagaimana aku mengamati as penonton atau penikmat film (review dan sinopsis by Gustyanita Pratiwi).

Sinopsis Hantu Kak Limah (2018), sumber gambar: imbd(dot)com