Selasa, 27 Oktober 2020

"Kupu-Kupu yang Menabrakkan Sayapnya pada Dinding Jendela" (Final Chapter)


F.i.k.s.i
ENAM

Oleh : Gustyanita Pratiwi

Betapa nerakanya hidup dalam sebuah kurungan. Sudah sempit, tak ada teman, bahkan semuanya menganggapku 'sakit'. Makanya sekarang aku dipindahkan ke sini--tempat terkutuk ini--yang benar-benar tidak aku mengerti hanya karena satu hal--pertemuanku denganmu tempo hari yang tak kutahu apa maksudnya. Dan sekarang, inikah akhir dari petualanganku denganmu wahai Nona Aneh bermata zamrud, berambut harajuku? Ya, berakhir di sebuah kurungan. Kurungan pengab, untuk bernafaspun sulit apalagi untuk yang lain. 

Tiba-tiba saja aku merasa berada dalam keadaan yang sangat brengsek. Mau memaki tapi entahlah.. aku tidak mampu. Ya, semuanya karena kurungan sialan ini. Dimana aku ditempatkan di bangsal satu. Sebab kata dokter aku terkena gangguan saraf yang entah apa namanya aku tak tahu. Namanya sangat rumit untuk diucapkan. Jadi aku malas untuk tahu. Ya, semoga saja tidak sampai parah sehingga aku bisa keluar sesegera mungkin dari tempat terkutuk ini. Semoga. 

Oh...kepalaku sakit lagi sekarang !!

"Dokter...dokter!!!" suster di sebelahku agak mengencangkan suaranya. Dia kerepotan mengontrol kelakuanku yang makin ekstrem ini-- memukul-mukulkan kepala ke satu sisi tembok hingga timbul memar-memar hitam. Demi Tuhan ini sakit sekali. Aku terus memukul-mukul kepalaku berulang kali.

Kamis, 22 Oktober 2020

Sinopsis Anacondas The Hunt for the Blood Orchid (2004)



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Dibuka dengan adegan seorang suku asli pedalaman hutan Kalimantan yang sedang mengendap-endap diantara rimbunnya pepohonan untuk memburu harimau incarannya. Namun tiba-tiba saja harimau tersebut melompat ke arahnya karena ternyata sedang dikejar sesuatu. Dikejar apakah itu? Ternyata seekor anaconda raksasa yang kemudian beralih memburu suku pedalaman tadi hingga jatuh terjerembab ke dasar sungai yang berarus deras dimana terdapat spesies anggrek darah di sisi air terjunnya. Orang tadi lantas gagal menyelamatkan diri dari lilitan sang ular sehingga akhirnya sungai berubah menjadi kubangan darah disertai dengan jatuhnya kelopak merah sang anggrek yang bergerak dengan adegan slow motion.

***

Senin, 19 Oktober 2020

Pengalaman Berkemah Kok Gini Amat ya?


oleh : Gustyanita Pratiwi

Hai ! Admin demplon Beby Mbul datang lagi..

Ga ngerti lagi deh kenapa tiap kali cerita tentang masa-masa sekolah rasanya ati nelangsa. Apa mungkin karena jomblo akut ya ada kewajiban ekstrakulikuler yang harus diikuti siswa kelas 1 unyuk-unyuk (baik pas aku SMP maupun SMA) ya? Bisa jadi ituw.

Kalau pas SMP yang wajib itu pramuka. Nah kalau pas SMA ada 2 pilihan wajibnya, yaitu kalau ga pramuka ya PMR. Untuk yang terakhir ini, aku pilih PMR jadi udah ga diragukan lagi bahwa admin blog yang manis bin sexy ini bisa diandalkan dalam hal memberikan pernapasan buatan eh maksudnya pertolongan pertama pada orang yang mau semaput...karena ngerasa jaman itu cara mlonconya kakak kelas lebih sangaran di pramuka ketimbang PMR. Padahal ya sama aja. Apalagi pas masa-masa aku kelas 1 itu ntah kenapa kedapatan kakak senior yang galak-galak semua, walaupun temen-temen ciwi pada bilang cakep-cakep, tapi kok menurutku ga ya..#bukan selera hamba...hoho....Lebih banyak overactingnya. Malah pernah pas sesi materi di kelas setelah moment baris berbaris yang menyebalkan itu, aku dapat pengalaman yang awkward banget karena kupikir kakak kelas yang paling berkarisma dan ada jabatan tinggi di pramuka sekolahku ini orangnya bae bin alim gitu.......Eh la dalah aku malah dikerjainya. Katanya : "Ya dek coba kamu yang rambutnya sebahu imut-imut kayak terwelu itu maju ke depan."Akupun segera maju dengan gemetar, takut dimarahi kan ceritanya. Walaupun ga tau juga aku ada salah apa. Terus tetiba aku disodorin kapur dan disuruh gambar sesuatu. "Dek katanya kamu pintar gambar ya..coba sekarang kamu gambar kartun." Terus ama senior yang lain disorakin suruh gambar kartun sinchan tapi yang ada gajahnya, hahahhasemb siaaaallll. Eh bukannya doi ngepretin temen senior yang lain malah tambah ngetawain aku dan tetep nyuruh gambar sinchan yang ada gajahnya...hoho..asem siwalannnnn. Dan saat itu juga aku langsung ilfeel ma tu kakak kelas yang kata temen-temenku paling hensem sejagad raya weleh-weleh...

Jumat, 16 Oktober 2020

Review Yokohama Chinatown Fantasy



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Kali ini aku akan bercerita tentang salah satu komik kesukaanku yang berjudul Yokohama Chinatown Fantasy karya Yuji Nishi Sensei (story) dan Hikino Shinji (art) dari volume 1-19. Walaupun yang aku baca minus volume 1 dan pamungkasnya volume 19. Aku mandeg sampai 18 Cuy, soalnya sekarang susah beli komik satuan kalau yang modelnya gini (baca : seri). 

Di Blok M aja aku dapatnya 2-18. Di Gramed atau toko buku offline lainnya juga uda susah nemu. Terutama yang 19. Dan ternyata setelah 19 itu sudah tidak ada lagi dikarenakan sang komikusnya telah meninggal dunia dan menyisakan cerita yang masih ngambang padahal lagi seru-serunya. Greget ihhhhh kayak sakaunya orang lagi kangen eh yang dikangenin kagak peka-peka haha.....Tapi ya begitulah kalau sudah bucin (budak cinta), cerita yang akhirnya malah kentang ini (kena tanggung) tetap aku nikmati sembari tetap memetik setiap pelajaran yang terdapat di dalamnya seperti tentang kegigihan, passion memasak, keuletan, dan sikap tulus apa adanya walaupun kadang direndahkan oleh jenis-jenis manusia lainnya yang merasa diri paling tinggi atau congkak. Tentunya di sela-sela pemandangan gambar masakan yang berkilauan dan menerbitkan air liur...sluuuppph... nyem..nyem... 

Baca juga : Review W Juliet 

Jumat, 09 Oktober 2020

Bukan Postingan Apa-Apa sih ini...



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Pernahkah kalian merasakan moment tidur ternikmat pada suatu waktu? Bukan...bukan karena waktu tidur ada yang menggerayangi sih oooopsss, tapi karena pas mata uda beraaaaaaaat banget pengen merem, eh ndilalahnya bisa disempil-sempilin tidur beneran di sela-sela waktu yang demikian padat, itu tuh bagiku adalah suatu kenikmatan tersendiri. Istilah kata tidur kok rasanya berkualitas bener. Meskipun akhir-akhir ini aku susah banget mendapatkannya (baca : kualitas tidur yang paripurna #edun bahasa gw paripurna). Tapi ya alhamdulilahnya 1-2 kali pernah lah ya ngalamin. 

Ya gimana di tengah kesibukanku yang ngalah-ngalahi CEO ini #Hellaaaw CEO dari mana sih Bull, pas dapat moment nguantuk banget dan pas saat itu juga kebetulan bisa 'mak ler' bentar kok rasanya puas banget. Ya walaupun biasanya aku ngalamin ini pas jem-jem sore sih. Meskipun cuma beberapa menit aja (entah 15 menit atau setengah jem) itu tuh rasanya udah bikin energi tercharge dengan baik. Serasa batereku uda kembali 70 persen lah ya hueheheh. Adek butuh dicaz Bang :D

Selasa, 06 Oktober 2020

Mengungkep Bebek Sendiri


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Hari Minggu kemarin kami ada hajatan ngungkep bebek sendiri. Ga dalam rangka apa-apa sih. Cuma lagi pengen aja. Eh, tapi sebenernya ini atas ide brilian Pak Suami sih yang emang hobi ngolah hal-hal ekstrem yang dalam hal ini adalah makanan. Maksud aku ekstrem karena sezuzurnya kami belum pernah ngungkep bebek ataupun unggas lainnya karena biasanya tinggal bela-beli aja di tukang penyetan pinggir jalan. Kalau ga ya mbebek Slamet yang udah terkenal maknyusnya berkat adanya sambel korek. Itu loh sambel yang huh hah banget, pakenya rawit semua ada bawangnya pula dan diulegnya model kasar.

Senin, 05 Oktober 2020

Gunung Seberang Sekolah (Part 1)



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Bangun tidur suara udah menjelma bagaikan kodok. Mungkin karena kebanyakan minum es, jadinya serak-serak betjek basah deh. Haaaaa...okey, tapi badan juga udah menunjukkan sinyal-sinyal menuju meriyang saking lelahnya aku akhir-akhir ini hahaha...#andai waktu bisa dipause sebentar aja, ingin rasanya aku bobok dengan khidmatnya, wkwkwk...(tapi ga mungkin karena aku harus ada jeda buat bikin tutuw sebanyak 2 kali kelipatan di jam-jam tertentu, mengingat beiby uda ga ada yang nutuw lagi kecuali bayi besar 1 di pojokan sana, iya bayi besar itu kamu... iya kamuuuu #nah looo ha.... nglawak ala standup comedy aja Sayang, becandaaa wkwkkwk).

Okey, buat hiburan dikit aku mau posting yang ringan-ringan aja #sik sik sik.... bukannya isi postingan aku emang ringan semua ya. Iya sih, sebab kalau nulis berat, otak aku jadi sengkleh. Jadi ya udah lah ya kembali pada aktipitasku bersepak-sepik ria di dashboard blog nan geje badayyy ini (((kece badayyy kalik))).

Kamis, 01 Oktober 2020

Nasi Goreng Daun Mengkudu


Fried Rice with Mengkudu Leaf

Oleh : Gustyanita Pratiwi

Hai..si demplon Beby Mbul balik lagi...

Kali ini aku akan ngomongin tentang nasgor. Nasi goreng aka bahasa londonya fried rice. Eh itu mah bahasa Inggris kalik. Kalau bahasa londonya aku tak tau huehhehe......

Jadi ceritanya, berkat komentar Mas Kal El di postinganku yang ini, aku jadi tau kalau model nasi goreng Betawi itu bisa dipakein daun mengkudu. Pas banget kan karena stok makanan juga lagi habis. Sebab aku belum sempet ke pasar lagi karena pasarnya jauh. Iya dianterin Pak Suami sih tiyep ke pasar, tapi tetep aja kan kudu meluangkan waktu minimal 1 hari khusus untuk belanja, paling biasanya weekend doang untuk belanja kebutuhan 1 minggu. Dengan catatan sedang ga males.