Kamis, 22 April 2021

Review Doraemon Petualangan : Nobita dan Labirin Baja



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Kali ini aku ingin membaca sesuatu yang bisa menghibur hatiku. Kira-kira mau membaca apa ya? Mungkin cerita lucu aja kali ya. 

Lalu secara tak sengaja tangan ini mulai menyentuhmu tatkala aku sedang membaca ulang judul-judul buku Agatha Christieku.....ow ow....!!! 

Nanti Agatha Christie bakal aku ulas di lain waktu. Tapi kayaknya agak lamaan mengingat jumlahnya yang agak banyakan dan aku butuh waktu ekstra untuk membaca buku dengan tema criminal. 

Jadi mari kita mulai dengan buku yang ringan-ringan saja dulu. 

Dengan kata lain komik.

Komiknya Doraemon lagi #okey, biarin deh.

Doraemonnya Seri Petualangan yang Nobita dan Labirin Baja. Nama lainnya Nobita dan Labirin Kaleng karya Mastah Fujiko F. Fujio.
 

Sinopsis Doraemon Petualangan : Nobita dan Labirin Baja

Selasa, 20 April 2021

Cerita tentang Telor Rebus




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Derik jam Junghun lamat-lamat menyambut kepulangan Mbul kecil pada pukul 14.05 WIB usai mata pelajaran hitungan yang begitu membosankan. Suara intonasi guru yang menerangkan pun tak ubahnya setelan robot. Fals. Hampir seluruh siswa terkantuk-kantuk dibuatnya. Tak jarang beberapa diantaranya malah langsung bablas sampai ke alam mimpi. Ya hanya dengan bermodalkan buku-buku paket yang diberdirikan, mereka tidur melepaskan diri dari belenggu bayang-bayang integral yang menari-nari di atas kepala. 

Dua jam terakhir rasanya kepala mau copot. Mbul kecil memang tidak menyukai pelajaran hitungan. Ia paling anti dengan pelajaran matematika, fisika, dan juga kimia. Ia lebih suka  menghapal biologi, aneka rumpun sosial, atau atau latihan menulis pada pelajaran bahasa (bisa Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris). Anehnya, saat kelas 2, ia tetap memilih jurusan IPA. Bukankah itu yang dinamakan cari mati? 

Praktis, begitu lonceng berdentang sebanyak 14 kali, sudah seharusnya ia katakan itu sebagai sebuah mukjizat. 



Lho kok Beby Oink-Oinknya ada di petarangan (sarang) ayam ??? 🙈😱😳

Senin, 19 April 2021

"Antara KRL, Bala-Bala, Risol Bihun & Sambel Kacang"




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Posting pendek aja ya. 

Kali ini aku mau nulis hal-hal yang masih menjadi ganjalanku ketika masih gawe di Jakarta dulu. Bukan ganjalan juga sih sebenarnya, tapi bentuk rasa heranku karena memang beda adat dan budaya dengan yang di kampungku dulu. 

Kebetulan kantorku berlokasi di Jl Tanah Abang 3 sehingga mengharuskanku untuk mencapai sana kudu naik Commuter Line jurusan Tangerang-Duri-Tanah Abang. Pake kopaja juga bisa sih. Lebih cepet malahan. Cuma ya siap-siap aja kudu komat-kamit baca doa kalau udah angkrem dalam kopaja. Soalnya Abang-abang yang nyopirinnya kadang kayak melayang aja pas bawain kopajanya. Ya karena saking banternya, hahaha. Apa aja trabas. Bahkan jalur buswey pun ditrabas... ya ga semua sih, cuma beberapa oknum aja. Jadilah tuh waktu tempuh kerasa jauh lebih cepat ketimbang waktu naik KRL ataupun bus transjakarta dimana ruteku dulu pakenya jurusan Monas-Harmony-Kalideres. Belum masih nyambung angkot lagi. 

Cape banget pokoknya nglaju tuh...hahaha


Digambar langsung oleh si Admin Gustyanita Pratiwi, monmaap kalau coretan Mbul untuk this Babik menyerupai coretan anak Paud 😋😱

Kamis, 15 April 2021

Ide Menu Buka Puasa atau Sahur ala Mbul Nita





Oleh : Gustyanita Pratiwi

Assalamualaikum...

#dijawab dong salamnya....

April ternyata masih hujan aja di tempatku. Siang tiba-tiba jadi gelap, layaknya akan ada badai. Anginnya kenceng banget. Atep yang masih pada bocor terpaksa ditalangin dulu pake ember :D. 

Oh ya, berhubung masih dalam suasana Ramadhan, aku mau post ide menu buka dan sahur ala diriku aja ya. Mumpung lagi rajin, tar kalau udah pertengahan bulan dan kumat malasnya kan seenggaknya aku uda ancang-ancang ngepost menu buka dan sahur sedari awal #alesyan, hihi..

Ide menu buka dan sahur ala Mbul Nita

Selasa, 13 April 2021

Review Supernova Petir by Dee Lestari



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Sinopsis Supernova Petir, Dee Lestari

Review Supernova Petir, Gustyanita Pratiwi


Judul buku : Supernova Petir
Karya : Dee/Dewi Lestari
Cetakan pertama : April 2012
Cetakan kedua : April 2012
Penerbit : Bentang Pustaka
Hlm : x+286 hlm, 20 cm
ISBN : 978-602-8811-73-6
Pernah terbit dengan judul yang sama pada 2004


Di sudut Kota Bandung, tersebutlah seorang gadis keturunan Tiong Hoa bernama Elektra. Ia tinggal bersama ayah yang biasa disebut sebagai Dedi dan juga kakak perempuannya Watti. Mereka hidup dalam kesederhanaan di sebuah rumah bergaya Belanda, Eleanor. Rumah tersebut bukannya terlihat megah, malah lebih mirip sebagai gudang raksasa karena memang sehari-hari dioperasikan sebagai tempat servis barang elektronik bernama Wijaya Elektronik. Mungkin, dari situlah nama Elektra dan Watti bermula. Satu, berkaitan dengan istilah elektronik pada nama Elektra, satunya lagi berkaitan dengan satuan watt pada nama Watti. 

Minggu, 04 April 2021

Pengalaman Belanja Online Mukena Bordir Sutra Paris di Tokopedia Ala Si Mbul Nita





Oleh : Gustyanita Pratiwi

Malam...

Assalamualaikum Blooooooog !

Mau cerita-cerita lagi boleh ya. 

Kali ini keinget sama cerita jaman ra enak waktu aku masih 'nguli' di Jakarta dulu. Masa-masa masih menjadi reporter terutama ketika tiba masanya sudah weekend. Di sekitar kosanku yang emang jarang banget ada warung nasi, mau ga mau mengharuskanku untuk keluar cari makan. 


Saatnya Mbul beli mukena baru, karena yang lama udah ga layak pakai (Gustyanita Pratiwi doc)

Jumat, 02 April 2021

"Tanggal Merah"




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Ternyata Jumat ini adalah 'tanggal merah'. Mengapa sekarang aku begitu pelupa ya....


Tapi kali ini aku hanya ingin meng-update blog saja, entah jari ini akan menuliskan apa. Menuliskan sesuatu yang tidak ada arah dan tujuannya, hahaha... Maklum sedang blank. Eh, tidak blank-blank amat sih. Melainkan pikiran sedang terpecah menjadi beberapa bagian. Di luar pekerjaan rutin setiap harinya (yang mana tidak usah dituliskan secara detail lah ya, karena kupikir garis besarnya sama dengan orang-orang pada umumnya, pun setiap penulis tentu punya rules of the gamenya masing-masing tentang apa yang hendak dituliskan dan yang tidak, jadi mari kita sama-sama saling memahami), wkwkwk. 


Hasil masakan ala alanya Chef Beby Mbul