Senin, 13 Juli 2020

Warung Lesehan Nasi Uduk Pakdhe Supri



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Malam itu, bulan sedang membentuk bulat separuh dengan beberapa bintang yang kerlipnya mengedip menghias kanvas hitam di angkasa raya. Suasana yang cukup syahdu untuk ngangkring atau sekedar makan malam lesehan, sebab kadang-kadang ya Minggu adalah hari libur masak nasional untukku, hihi.

Terlebih usai belanja di Lottemart untuk membeli beberapa keperluan bulanan, tiba-tiba ada yang berinisiatif mentraktirku ke tempat malming langganan sebelum ada bocah dulu. Tempatnya, udah beberapa kali kami satroni sih, makanya ga heran kalau sebelumnya juga udah nulis tentang tempat ini pada beberapa tahun sebelumnya. Sengaja, mau gua tulis lagi sebab kali ini dengan lebih banyak foto-foto #ooopppsss ahahaha...ya, walaupun ditambahi dengan dokumentasi pada tulisan sebelumnya sih (biar makin lengkap).

Kamis, 09 Juli 2020

Rumah yang Selalu Dirindukan



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Karena harus ubyang-ubyung ikut mengurus prosesi pemakaman Simbah, maka Pak Suami memilih untuk mengantarkan aku dan si bayi ke rumah Prembun dulu lantaran tempat mertua dipastikan kosong dan semua orang bakal sibuk bantu-bantu di rumah duka yang berada tak jauh dari situ. Nah, berhubung aku masih ada urus 2 bayi, jadi Pak Su merasa kasihan kalau aku sampai kether (riweuh). So, terpaksalah aku ga ikut mengantarkan alm simbah sampai ke peristirahatan terakhir..

Baca juga : "Kelabu"

Gagahnya si kembang Asem :D

Selasa, 07 Juli 2020

Kala Menginap di Rumah Nenek...



Selalu ada sepersekian detik untuk manyun ketika Ibu mengagendakan aku dan kakak untuk menginap di rumah nenek kala kami masih SD dulu. Pasalnya, aku sebel banget kalau udah disuruh nginap di sana. 

Bukan....bukan karena nenekku bertampang penyihir laksana dongeng Hansel n Gretel yang suka mengiming-imingi bocah pake kue-kue manis dan aneka permen tapi abis itu direbus dalam kuali besar, tapi lebih ke karena kami ga gitu sering kumpul selain sama keluarga inti, tak terkecuali nenek. Apalagi kami nantinya akan tidur bareng nenek sementara ibu ga ikut dan hanya ngedrop kami saja. Huuuft rasanya benci banget akutuw kalau udah ada agenda itu, haha... Tapi herannya, ibu selalu saja mengagendakan itu tanpa mempertanyakan terlebih dulu persetujuanku, mau atau ga. Ya, harap maklum...waktu kecil aku kan anaknya biyungen banget. Jadi, opo-opo ibuk, opo-opo ibuk. Pokoknya aleman banget deh aku sama ibuk. Pisah bentar aja ga mau. Apalagi dititip ke rumah nenek wkwk... Tatud.

Jumat, 03 Juli 2020

Cara Makan Nasgor Ala Gw...




Oleh : Gustyanita Pratiwi


Sepertinya aku akan menobatkan nasgor sebagai makanan ternyelamatin-able pada saat kelaparan setelah mie instan. Apalagi kalau ada sisa nasi banyak--yang udah dingin ya, dan kalau bisa yang rada pera juga, jangan yang kelembekan ntar malah jadinya kayak bubur goreng lagi (u tatud aku). Terus uda gitu ada telur (yang emang wajib ada dalam kondisi apapun), cabe-cabean (bukan yang bonceng 3), bawang-bawangan, kecap, dan kalau bisa sih ada terasi. Yah, garem mah gosah disebut lah ya. Itu mah wajib ada, gegegegek.

Nasgor ala aku sebenernya gampang aja. Cuma kalau cara makannya sedikit unik, beda dari yang lain, ntar deh aku jelasinnya belakangan. Sekarang mau nerangin cara masaknya dulu.  

Gambar bikinan Gustyanita Praiwi alias gw ndiri as madam beby mbul

Kamis, 02 Juli 2020

Kebluk



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Malem-malem ga bisa tidur malah marathonan konten horror. Mana yang kutonton Alas Roban lagi dari Kisah Tanah Jawa. Padahal sebelumnya masih dengerin lagu India. Coba tebak kami sukanya lagu siapa ? Yang bisa nebak ga dapat hadiah giveaway sih #setdah gibenk juga luh Bull..

Jawabannya adalah Govinda Song. Itu loh aktor india kawakan yang mukanya komikal banget dan kalau joget  luwes (kata Pak Suami sih gitu, aku aja baru tau siapa itu Govinda). Selain Govinda, sebenernya ada 1 lagi yang sering diulang-ulang ama Pak Su yaitu lagunya Hrithik Roshan yang di film Mujhse Dosti Karoge ! 

Selasa, 30 Juni 2020

Review Bedevilled (2010)



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Kategori usia : Dewasa

Sinopsis Bedevilled (Kim Bok-nam Salinsageonui Jeonmal) 2010

Hae Won, adalah tipikal wanita urban yang berpemikiran modern. Paras cantiknya itu tak menjadikannya cepat menikah di umurnya yang kini sudah menginjak kepala 3. Posisinya sebagai customer service di sebuah bank di pusat kota Seoul rupanya telah menyita perhatiannya. Belum lagi ia harus berhadapan dengan serangkaian kejadian menyebalkan yang akhir-akhir ini sering menimpanya. Cek-cok dengan pacar, berurusan dengan nasabah yang terancam gagal bayar setelah berhutang dengan alasan sudah menjadi janda tua yang tidak berpenghasilan, juga harus memenuhi panggilan polisi lantaran menjadi saksi sebuah kasus penganiayaan yang melibatkan sekelompok berandalan terhadap remaja putri hingga tewas. Untuk yang terakhir, karena merasa malas berurusan dengan polisi, Hae Won memilih bungkam saja sehingga menyebabkan kelompok berandalan tersebut bebas. Ayah sang korban tidak terima. Ia berteriak histeris ke arah Hae Won supaya mau berubah pikiran demi keadilan sang putri. Sayangnya Hae Won lepas tangan dan pergi begitu saja tanpa belas kasihan sedikitpun dalam hatinya. #sinopsis_&_review_film_GustyanitaPratiwi

Sinopsis Bedevilled (2010), sumber gambar : imdb

Judul :
Bedevilled (Kim Bok-nam Salinsageonui Jeonmal)
Sutradara : Jang Cheol-soo
Produser : Park Kyu-young
Penulis : Choi Kwang-young
Starring : Seo Young-hee, Ji Sung-won
Music : Kim Tae-seong
Cinematography: Kim Gi-tae
Editor : Kim Mi-joo
Distributor: Sponge ENT
Release : Mei 2010 (Cannes), 2 September 2010 (Korea Selatan)
Durasi : 115 menit
Negara: South Korea
Bahasa: Korean

Jumat, 26 Juni 2020

Aku vs Kemeja Ungu Kotak-Kotak


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Aku terbiasa menyebut baju berkerah atau kemeja dengan sebutan hem. Padahal kayaknya beda ya #maklum ku bukan orang konveski. Jadi ga tau apa bedanya hem sama kemeja, hihihi.

Ya udah biar ga salah sebut, aku bilang aja kemeja.

Salah satu model pakaian yang membuatku tampak ga tua-tua amat ya kemeja. Kemeja udah jadi semacam comfort outfit terutama setelah memasuki dunia kuliah maupun kerja. Bisa dibilang kemeja adalah syarat kami bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Walaupun beberapa teman masih ada yang tetap nekad menggunakan kaos. Tapi, meskipun begitu....asalkan masih ada catatan berkerahnya sih masih oke lah ya. 

Alis gw yang bak ulet bulu, bawaan dari orok :D

Kamis, 25 Juni 2020

Kelabu



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Kokok ayam jago membangunku dari posisi tidur yang semula meringkuk. Sarung yang membungkus tubuh ini segera kulipat dengan cepat. Akupun bersiap untuk memulai aktivitas seperti biasanya walaupun judulnya akan kulakukan dengan santai-santai saja. Maklum, pagi itu disponsori oleh kediaman mertua yang letaknya di pedesaan dengan landscape berupa sawah, kali, pekarangan, dan juga rumpun bambu yang berada di samping-sampingnya. Jadi memang tidak ada agenda khusus, tidak seketat protokol saat berada di rumah sendiri. Wong masakan saja sudah disiapkan. Biasalah, masaknya porsi besar yang bisa dihangatkan untuk beberapa hari. Jadi tinggal cidak-ciduk saja seenak udel. Favorit Mamih (begitu kami menyebut Mamak Mertua) adalah sayur thewel aka gori atau nangka muda. Modelnya dibuat santan pedas. Lauknya opor ayam atau ayam kecap. Ayamnya hasil motong sendiri. Piaraan tapi yang jenis kampung. Jadi dagingnya agak wuled karena jago tua. Babonnya ada juga sih. Tapi yang ini buat digoreng biasa. Jadi perkara masak-memasak aku ga ada andil. Tinggal makan saja... meskipun bagian asah-asahnya ya tetap aku yang tackle-in (baca : cuci piring). Sama nyapu atau apa lah. Walaupun ga pernah diperintah langsung alias atas inisiatif sendiri. Ya masa kan gw ga ngapa-ngapain ? Bagaimana presedenku sebagai daughter in law. Tengsin lah yaaw, wekekek.

Baca juga : Gustyanita Pratiwi trip dan kuliner di Solo

Rabu, 24 Juni 2020

Cerewet




Siapa di sini yang cerewetnya di blog aja, tapi aslinya pendiem, cung ! 

Tebakanku sih banyak ya ?

Termasuk yang lagi ngetik postingan ini. Ga pendiem-pendiem amat sih sebenarnya. Apalagi se-cool Ai Haibara dalam Serial Detective Conan. Gw tuh ya....eng...apa ya namanya. Lebih ke kalem deh keknya. 

Ya, semacam kebutuhan ngeluarin 20.000 kata per perharinya as wanita lah, yang emang begitu kan lumrahnya menurut apa kata artikel, wekekek..  Jadi gw tuangkan sebagian kata-kata itu lewat tulisan di blog.

Selasa, 23 Juni 2020

Sebentar Panas, Sebentar Ujan...


Oleh : Gustyanita Pratiwi

Akhir-akhir ini langitnya kayak sering ngajak bercanda. Sebentar panas, sebentar ujan. Sampe engga tau lagi ini udah masuk musim apa. Harusnya sih uda musim kemarau ya. Tapi kok kayaknya masih sering geludug aja. Kadang ujannya gede, kadang ujannya kecil. Tapi sukses bikin cucian ga kering juga dalam satu kali naroh di tiang jemuran.

Yah, begitulah keadaan. Semua kan bergantung pada cuaca. Jadi ritual ngegilingnya pun harus kena imbasnya juga. Mau dirapel, kok ya kadang pas mataharinya suka ngumpet. Mau dicicil per 2 hari sekali sekian baju--biar weekend bisa taktinggal leyeh-leyeh, eh la kok gw-nya yang pegel... lha kan gw bukan binatu, jadi ya wes lah tetep aja nyucinya itu selalu w rapel. Biasanya kucuci sebelum Jumat. Ga saklek sih ini. Yang penting weekend beres. Karena kan kalau uda Jumat naga-naganya uda pengen gegoleran aja ya cem uler kadut. Jadi yaudah lah konsekuensinya adalah semuanya gw kebut dengan harapan weekend bisa lebih santaian dikit. Pilihannya kalau ga Selasa ya Kamis #nacib_mamah-mamah muda (udah tuwek kali ah) yang demvlond bin unyu-unyu (hoek) dan tukang galaw begini #nyuci baju aja pake galaw segala #sueeee memang.