Sabtu, 07 Desember 2019

Daftar Film Horror Thriller Barat yang Bagus Part 4


1. Greta (2018)



Frances adalah tipikal gadis remaja yang tidak neko-neko namun memiliki pemikiran yang cukup naif. Ia mencoba peruntungan sebagai chef di sebuah restoran di Kota New York dan tinggal bersama sahabatnya, Erica. 

Suatu kali, ia menemukan sebuah tas tangan di bangku kereta bawah tanah yang dinaikinya. Tanpa pikir panjang, ia mencoba mengantarkan tas tersebut ke rumah sang pemilik, meskipun Erica sudah memperingatkannya bahwa lebih baik ia melapor polisi saja ketimbang berurusan dengan orang asing. Namun, bukan Frances namanya jika tak pernah terbersit sedikitpun pikiran buruk. Ia pun tetap mengantarkannya ke rumah sang pemilik, yang ternyata adalah seorang janda kesepian bernama Greta. 

Jumat, 29 November 2019

Review Pecak Gabus Sumur Pacing, Tangerang



"Spesialis Ikan yang Dibikin Pecak dan Gecok"

Tiap kali ada agenda belanja baju kerjanya Pak Su ke Ramayana Cimone, kami pasti melewati area Sumur Pacing, yang di sana bersemayam satu resto berbasis ikan-ikanan air tawar bernama Pecak Gabus Sumur Pacing, Tangerang. Walhasil, sebelum beneran shopping, biasanya kami menyempatkan diri barang 1-2 jam untuk makan siang di situ.

Sebenarnya, ini postingan yang sangat latepost mengingat ke sananya udah dari 4 bulan setelah lahiran si adek. Lha terus kenapa baru ditulis sekarang Mbul ? Ini semua gara-gara wordpressku yang khusus kuliner (Kodok Buntel) udah habis kapasitas buat up load fotonya. Sedangkan kalau di sana, aku up load dengan ukuran besar-besar supaya pembaca bisa terpuaskan menikmati fotonya. Tapi, habis itu kapasitas penyimpanannya jadi habis, karena memang sama wp cuma dijatah sekitar 1 GB (CMIWW) #salah sendiri Mbul ga beli self hosting yang sifatnya unlimited, hahaha (ntar deh masih bingung juga cara pindahannya gemana, udah terlanjur banyak temannya juga di situ tuh huh). Makanya, dengan sangat terpaksa, akhirnya postingan bertema kuliner aku posting di sini lagi dengan harapan semoga kuota buat upload-upload foto masih banyak. Ya walaupun di sana udah pernah ngulas Pecak Gabus juga, bedanya yang di wordpress adalah kunjunganku pas masih belum ada buntut, sedangkan yang di sini udah dalam bentuk visit back atau kunjungan yang kedua (buatku), juga kunjungan yang ke sekian (buat Pak Su yang udah lebih dulu mukim di Tangerang).


Rabu, 27 November 2019

Review Saung Serpong



"Saung Serpong, Seafood Kerangnya Mantaaab !"

Pada suatu Kamis yang cerah itu, tumben sekali Pak Suami ngajakin aku dan anak-anak buat nengokin proyeknya yang ada di bilangan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Katanya sih mau ngecek pengerjaan instalasi AC di salah satu rumah tinggal petinggi bisnis properti di negeri ini. Widiw, karena kebetulan posisi kami udah ada di Serpong, maka aku oke aja. Maksudnya sekalian nyari inspirasi gitu, siapa tau di sana ngeliat rumah gede-gede tempat tinggalnya para boss besar, jadi mayan bisa ngehalu dikit, sapa tau besok desain rumah kami bisa menyerupai rumah mereka......hellloooow to de rescue wakakakka... Ga ga...maksudnya buat refresing aja. Biasalah Mama booolll kan kalau udah bunek dalem rumah maunya dibawa jalan-jalan. Jadi biar kata cuma ngekor diajakin Pak Su ke tempat kerja, rasanya juga uda seneng. Udah me time iniii.


Selasa, 26 November 2019

Perkara Kolak




Aku termasuk satu dari sekian orang yang sering membuat kolak di luar Bulan Romadhon. Ga ada alasan spesifik, apalagi memang bukan penjual, tapi rasanya seneng aja bikinnya. 

Simple, tinggal cemplung-cemplung-cemplung jadi. Dapur jadi rame pating klunthing tapi untung saja Pak Su ga pake ikutan, sebab kalau dia ikutan, bisa-bisa dapur uda kayak kapal pecah #piece yo Pak Suami. Tapi kalau beliau yang bikin indomie goreng sih aku masih oke, sebab indomie goreng bikinannya selalu jauh di atas rata-rata. Lebih enak daripada  bikinanku. Apalagi pas hari hujan. Semangkok bisa dimakan bertiga, antara aku, Pak Suami, dan sulungku Asyiqa. E ini ngapa jadi bahas indomie yach....

Minggu, 24 November 2019

Masihkah Anda Semangat Ngeblog ?




Halo Blog !

Aku masih hidup loh. Makanya up date blog. Kalian sudah update blog belum? Kalau belum ayo kita up date sama-sama. 

Maafkan kalau semangat ngeblogku kadang on off. Kadang semangat. Kadang letoy. Kadang menggebu-gebu. Kadang ngerasa kok blogku gini-gini aja ya. 

Apa tulisanku berfaedah? Apa tulisanku lucu? Apa tulisanku bisa membuat orang kangen kalau tiba-tiba aku nggak update-update ? Apa ada yang tetap membaca blog ini (meskipun itu cuma diam-diam, eciye... pengennya sih gitu, tapi kalau pun ada ya aku mau bilang terima kasih.... karena tanpa kalian aku bukanlah siapa-siapa, sebab aku masih bau kencur sekali dalam dunia perngeblogan ini, bahkan kadang tiap abis ngepost apa, rasanya aku takut sekali menjadi viral terkenal). Tapi kayaknya sih nggak ya. Sebab aku ngeblog juga bukan karena itu. Aku cuma pengen apa yang aku tuliskan seenggaknya bermanfaat buat yang lain, seenggaknya ada yang bisa mengambil informasi atau sarana buat hiburan retjeh-retjeh semata, khas tulisan acak-adutnya blog ini. 



Jumat, 22 November 2019

Waroeng SS (Spesial Sambal), Jl Ki Samaun, Pasar Lama, Tangerang


Waroeng SS (Spesial Sambal), Jl Ki Samaun, Pasar Lama, Tangerang

Beberapa tahun ke belakang, rasanya udah jarang banget makan di luar. Makan di luar dalam artian dine in di restonya, sedangkan kalau beli dibungkus sih sering. Tapi itu cuma sekelas sayuran mateng di warung-warung bukan nge-grabfoo* atau gofoo*  atau aplikasi babang ojol lainnya, dikarenakan biayanya yang terbilang mahal (buat aku yang nda sekaya klan Kardasian). 


Selasa, 19 November 2019

Review Istana Nelayan (Lengkap !)


Review Istana Nelayan (Lengkap !)





Bagi kalian yang sudah sering melewati Exit Tol Kebon Nanas, pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya “Istana Nelayan”. Restoran ini masih satu grup dengan Hotel Nelayan, namun lokasinya terpisah. Berdiri di atas lahan seluas 1,2 ha, konsep yang ditawarkan adalah one stop service resto plus edutainment khususnya bagi pengunjung keluarga (terutama anak-anak). 


Memang sudah beberapa kali Pak Suami ingin mengajakku makan di sini, cuma baru kesampaian pas ada moment anak kami mau ulang tahun. Kataku :,”Gimana kalau ke sananya waktu ultahnya Asyiqa aja, Pa ? Ya, makan-makan doang sih, walau bukan perayaan yang gimana-gimana. Tapi seenggaknya kita makan-makan seru-seruan. Maksudnya sekalian ngumbar anak-anak main, kan kesian dari Senin-Sabtu Bapaknya pulang malam meleee, hahaha.” (Itu sih modus aku aja pemirsa). Walau tanpa berpikir panjang dulu, Pak Suami langsung mengiyakan. Karena kami mikirnya di sana kan banyak permainan seru, tempatnya luas pula, anak-anak pasti bakal happy, playon ke sana-kemari #hore modus gw berhasil. #berhasil ! berhasil ! berhasil ! #hore ! #nyanyi lagu Dora.



Senin, 18 November 2019

Contoh Menu Makanan untuk Acara Keluarga




Udah lama ya label "Menu Masakanku" nggak keisi, dan udah lama juga nggak sowan ke blog ini *eh ralat ding sebenarnya cukup sering juga ngebuka blog ini, tapi cuma buat approval komen yang dimoderasi terus abis itu close tab lagi*. 

Belum sempet berkunjung balik ke blog teman-teman dikarenakan kesibukan yang luar biasa pada bulan-bulan terakhir #doakan aku ya #supaya aku tetap semangat #aku tetap setroooong ! #aku adalah ibu yang hebat untuk 2 putra-putriku !

Contoh menu masakan untuk acara keluarga versi Gustyanita Pratiyem

Senin, 04 November 2019

Ketemu...!



Aku lihat youtube tuh jarang banget mantengin konten youtube yang dicreate oleh content creator kekinian. Apalagi yang temanya prank, acara settingan, daily vlogging, make up vlogging, kuliner, atau collab-collaban. 

Justru aku liat youtube tuh 95% berasal dari TV atau tutorial apa gitu yang berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat rumah tangga atau elektronik (silakan ketawa). 


Minggu, 27 Oktober 2019

Review Komik W Juliet (Emura)



"Membaca W Juliet membuat saya mengerti perjuangan seseorang dalam mengejar mimpi, juga tarik ulur perasaan pada berbagai karakter yang kuat-unik-dan loveable"

Akhirnya saya putuskan untuk membaca ulang komik ini setelah sekian lama membacanya di umur saya yang masih SMP. Saya inget banget, dulu saya membacanya baru satu chapter saja, yaitu tanpa tedeng aling-aling langsung masuk ke chapter 7, karena memang toko buku yang ada di daerah saya baru menyediakan yang chapter 7. 

Chapter-chapter lain baru sempat saya baca pas udah SMA, dimana saya pernah menginap di kosan Mbak saya yang waktu itu masih kuliah di Solo (kosannya di daerah Jebres dekat UNS), dan kebetulan di sana ada rental bacaaan yang salah satunya menyediakan komik ini. Betapa gembiranya saya, karena pada akhirnya saya bisa tahu bagaimana jalan ceritanya secara utuh, mulai dari chapter 1-14.