Selasa, 14 Januari 2020

Dongeng Majalah Bobo Tahun 90-an yang Masih Aku Ingat Sampai Sekarang



Dongeng Majalah Bobo Tahun 90-an yang Masih Aku Ingat Sampai Sekarang

Puteri Kaca 
(Majalah Bobo No. 43, 1 Februari 1995, Cerita Rakyat Srilangka, diceritakan oleh Malya Lalita)

Bercerita tentang Pangeran Tissa yang harus menemui Putri Kaca yang sakti karena suatu sebab. Sebelumnya, dikisahkan ia dan ke-6 kakak lelakinya berniat mencari istri yang sama-sama bersaudari 7. Ketika sudah menemukan keberadaan putri-putri itu, hanya Pangeran Tissa yang enggan menjemput Rajamalar sang putri bungsu dan malah menggantikannya dengan pedang. Jika Rajamalar bersedia menikahi pedangnya, maka Pangeran Tissa bersedia menikahinya. Tapi jika tidak, Pangeran Tissa pun mempersilakan Rajamalar untuk tetap berada di negerinya. Padahal Pangeran Tissa sendiri belum pernah sekalipun melihat kecantikan paras Rajamalar. 

Minggu, 12 Januari 2020

"Ujan-Ujan, Paling Enak Ngebakso Malang"



Bakso Malang apa bakwan Malang ni yang bener ? 

Kayaknya sih sama aja deh ya.

Yang jelas menu satu ini paling cocok disantap pas hari sedang ujan. Atau waktu matahari sedang terik-teriknya biar suasana semakin haaawt. Tapi kalau pas hari ujan, paling enak sih nunggu yang tik-tok-tik-tok aja. Yang tinggal ndekem dalam rumah, e tau-tau abang tukang baksonya nyamperin sendiri pake motor dan bakso pun udah mendarat di tangan dengan selamat tanpa perlu berbasah-basah ria. Tau sendiri kan, Januari itu udahlah "ujan sehari-hari", e hasrat mager bin golar-goler membumbung tinggi. Jadi, mulut rasanya pingin memamah biak aja, apalagi yang anget-anget berkuah ceprotin sambel pedeus, aduh itu udah godaan banget. Niatan diet ilang sudah deh dalam seketika, wkwk..


Jumat, 10 Januari 2020

Tips Mematangkan Buah Alpukat dengan Cepat dan Matang Sempurna



Tips Mematangkan Buah Alpukat dengan Cepat dan Matang Sempurna

Aku dan suami sama-sama pecinta buah. Selain dimakan langsung, kami juga sering menjadikannya sebagai jus. Karena jus bikinan sendiri tentu jauh lebih murah ketimbang beli. Mana jatohnya lebih banyak lagi. Beli berapa kilo, sebagian dijus dapetnya nyampe 1 teko gede. Coba kalau beli yang di depan minimarket, ceban cuma dapat segelas, ga bisa dijag-jog dijag-jog lagi #haha #itung-itungan mulu lu Mbul.


Kamis, 09 Januari 2020

"Merindukan Pohon Rambutan"


Tentang Pohon Rambutan...

Gara-garanya tukang buah uda pada gelarin rambutan di mobil pick up yang biasa jadi tempat ngetem mereka. Ada parakan, aceh, cilengkeng, sampai yang ga nglokthok sama sekali juga berair banyak. Kalau yang parakan kan keset ya. Walau udah menuju item alias mengering, tapi tetep aja buahnya keset, ga bonyot atau berair kayak rambutan pada umumnya. 

Tapi aku ga begitu suka parakan sih. Aku tuh sukanya yang cilengkeng. Cilengkeng itu yang ijo kecil-kecil itu loh. Biar kata masih ijo-ijo (ada juga sih yang kuning), tapi rasanya tuh udah muanis banget. Mana nglothok pula cilengkeng ini. Tapi harganya lebih mahal sih emang. 

Rabu, 08 Januari 2020

Komik Sisipan Bobo : Puri Misterius



Komik Sisipan Bobo : Puri Misterius

Sekelompok remaja putri yang terdiri dari 7 orang tengah bersepeda menuju tempat peristirahatan yang terletak di atas bukit. Sayangnya, di tengah jalan mereka melewati rute yang salah. Karena sudah terlanjur kelelahan, akhirnya mereka sepakat mampir sebentar ke kedai minuman yang terletak di pinggir jalan.

Selasa, 07 Januari 2020

"Menu Masakan Padang Ini yang Aku Suka"



Siapa yang suka masakan padang kayak aku, cung !

#Saya Bu Guru...!!! 

(Nanya dewek kemudian dijawab dewek. Mesakke tenan #maklum blog makin sepi kakaaak, naga-naganya uda pada kemana tauk, hoho). Yawis kalau gitu aku mau cerita lagi ya. Mumpung anak-anak uda pada anteng, hihihi..

Sebagai orang Jawa, ternyata aku menyukai masakan padang. Gimana ga, di kanan kiri banyak betul rumah makan padang. Walaupun kalau menurutku pribadi paling enak itu Padangnya Padang Garuda. 

Baca juga : "Hakekat Nasi Padang"


Senin, 06 Januari 2020

O Ini yang Namanya Chi Cong Fan...



"Chi Cong Faaaaaaaan !!!"
Asyar-asyar terdengar suara sepeda motor yang meneriakkan ini di area tempat tinggalku. 

"Chi Cong Faaaaaan !!!"

Bunyi apakah itu ?

Suaranya yang nyaring dibarengi dengan kecepatan sepeda motor yang bagaikan angin. Wush wush wush ! Dalam sekejap mata langsung hilang. Menyebabkan mahluk gembul berinisial TY (Tiyem) yang jalannya ebot ebot bagaikan tatung nangka atawa entog ini udah pasti ketinggalan. Pokoknya belum sempat aku melongok ke arah jendela dan memastikan itu apa, eh udah balik lagi itu abangnya. Niat jualan apa ga yach ? Kalau niat atuhlah ngetem bentaran nungguin ada yang buka pintu buat beli yekan, hahaha. 

Minggu, 05 Januari 2020

Sinopsis Deep Rising (1998)



Saatnya nostalgia film jadul lagi Cuy !


Gegara terlanjur nyeduh kopi efek begadangan nungguin naq beiby yang lagi pada batuk pilek, semalam rampung juga gw nyelesaikan streammingan film lawas Deep Rising yang rilis pada tahun 1998. Lumayan seru juga nonton ulang. Soalnya aku emang pecinta genre-genre ginian sih. Lumayan buat penyegaran mata nonton film yang tegang-tegang. 

Oh ya, misalnya kalian mau rekomendasi judul film thriller yang seru-seru, bisa banget buka list ini.

Ya udah langsung aja ya. Aku mulai dari sinopsisnya dulu, baru setelah itu kubikin semacam ulasan pribadinya. Ulasan pribadi dari kacamataku sebagai penonton sih...(bukan kritikus apalagi pengamat huehe).



Judul film : Deep Rising
Genre : scifi violence/gore
Tanggal rilis awal : 30 Januari 1998
Sutradara : Stephen Sommers
Box office: 11, 2 juta USD
Anggaran: 45 juta USD
Skenario : Stephen SommersRobert Mark Kamen


Sinopsis Deep Rising (1998)

Di tengah Laut Cina Selatan yang penuh dengan kedalaman misteri, sekelompok anggota bersenjata api menyewa kapal milik Kapten John Finnegan beserta kru yaitu, Joey Pantucci dan Leila. Kelompok tersebut beranggotakan Hanover, Mulligan, Mason, Billy, T-Ray, Mamooli, dan Vivo yang rupanya tengah menjalankan misi rahasia yaitu meledakkan torpedo di suatu tempat. Finnegan sendiri tidak cukup tahu dimana arah tujuan mereka. Sebab ia dan kru hanya bertugas menjalankan kapal di bawah todongan senjata lantaran ulah ceroboh Pantucci yang mengetahui keberadaan si torpedo itu tadi. Sempat saling mengancam, Finnegan akhirnya bersedia menuntaskan pekerjaan, asalkan anak buahnya selamat. 

Sementara itu, Argonautica sebuah kapal pesiar mewah tengah berlayar untuk pertama kalinya di bawah kepemilikan Simon Canton. Pada saat acara pembukaan, Canton dengan sangat PD-nya mengagung-agungkan buah karyanya itu di hadapan ribuan khalayak yang memang menyasar segmen high end. Namun, ternyata ada satu penyusup yang berhasil masuk. Dialah Trillian, seorang wanita cantik yang merupakan buronan polisi dan berhasil mencopet dompet milik sang nahkoda kapal, yaitu Kapten Arthenton. 

Setelah berhasil mengambil apa yang diincar, Trillian pun menyingkir sejenak ke arah deck kapal. Namun, yang ia dapati justru pemandangan laut yang sangat mengerikan. Samar-samar terdengar suara misterius dari kejauhan yang makin lama makin mendekat. Ia pun memutuskan untuk masuk saja lantaran merasa tidak nyaman, apalagi di luar juga sedang turun hujan. 

Jumat, 03 Januari 2020

"Kalau Dipikir-Pikir Ngeblogku itu Santai Banget"



By : Gustyanita Pratiwi

Sesantai gambar bocah yang lagi makan semangka di bawah ini. Emangnya siapa tu bocah ? Ya, bocah itu adalah gw sendiri, hehehe....

(Astaga ya Lord, tulung itu uda tigapuluhtahun masih aja ngedeskripsiin diri pake karakter umur-umur bocah, wekekekke, biarin aja ah, suka-suka uwe, kan kata orang ini yang dinamakan branding *pret*).


Senin, 30 Desember 2019

Review RM Bumi Aki Bogor



By : Gustyanita Pratiwi

Sebelum libur benar-benar usai, kami berniat makan siang dulu di area Bogor yang sekiranya bagus dan cocok untuk makan keluarga. Ya maklum, personilnya ada 10. Aku, suami, anak nomor 1, anak nomor 2, Kakung, Uti, Tante Anis, Budhe Puput, Pak Dhe Akbar, dan ponakan. Total, 7 orang dewasa, 2 toddler, dan 1 infant wkkkk... Jadi kudu nyari tempat makan yang bener-bener PW buat semuanya. Terutama buat si kecil nih, biar ga pada kakehan petengseng alias uthil dewe-dewe, hahaha.

Nah, setelah check out dari Swiss Belhotel Bogor yang kami inapi pada malam sebelumnya, kira-kira pukul 10.30 WIB kami mampir sebentar ke kos-kosannya Kakak yang ada di daerah Darmaga. Soalnya mau ngecek apa ada yang bocor atau ga. Maklum, lagi musim ujan, jadi rawan bocor. Ya antisipasi aja sih, mumpung anak kost-nya lagi pada mudik, jadi siapa tau bisa dibenerin. Sekalian nyanggupin kepengenannya ibu juga sih yang emang pengen lihat kosannya kayak apa.