Selasa, 11 Mei 2021

Lebaran Sebentar Lagi....





Oleh : Gustyanita Pratiwi

Bunyi cengkerik pukul 22.00 WIB membangunkanku untuk sekedar meng-update blog lagi. Aku pikir tidak ada salahnya kembali menulis sebab 2 hari ke depan sudah Lebaran. Meski Lebaran tahun ini amat sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tapi tetap saja kesibukan 'tak kasat mata' seolah selalu menanti dan menyertai. Juga porsi masak yang sangat menguras tenaga itu sudah banyak dikurangi, tapi entah kenapa orang tua tetap ingin ada kehebohan masak seperti tahun-tahun sebelumnya. Memasak sesuatu yang sudah legend bertahun-tahun terhidang di atas meja saat Lebaran. Katanya kurang pantes kalau meja makan sampai kosong, paling tidak harus ada makanan yang khas. Inginku sih beli saja ya supaya lebih praktis. Tapi tidak dengan ibu, hahahahaa... 


Menu buka dan sahur Mbul jelang akhir puasa

Sabtu, 08 Mei 2021

Hmmmmmm....




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Hallo lagi...

Hari ini cuacanya agak berangin. Dari arah jendela, pohon pisang menjulurkan daunnya seperti menari. Ga kayak kemaren, matahari terasa membakar. Jemuran yang kukucek pake tangan dengan air yang kutimba dari sumur, begitu dijemur langsung kering dalam sekejap. Kalau sekarang, karena hawanya adem, jadi tubuh berasa pingin dikekepin pake selimut. 


Digambar oleh Gustyanita Pratiwi

Selasa, 04 Mei 2021

Dikira Ngambek



Oleh : Beby Mbul (Gustyanita Pratiwi)

Hoaaaaaamb....

Sesungguhnya ngetik dashboard di jam-jam subuh itu sesuatu banget ya ngantuknya. Mata berasa kayak diganjel pake korek api saking pengen merem dan dipeluk ama guling kesayangan. 

Duh ya...dingin banget ini tempat kalau udah pagi. 

Brrrrrrrbbb! 

Tapi sebelom bobok *uhum*, diriku jadi keinget ama sesuatu. Sesuatu yang sebenernya kalau dipikir-pikir agak lucu juga, jadi bikin ku tenyam-tenyum sendiri. Bukan......bukan karena kening lagi anget lho ya terus tenyum-tenyum ndiri tapi karena ada satu hal yang menurutku agak koplak.  


Gustyanita Pratiwi (www.gembulnita.blogspot.com)

Senin, 26 April 2021

Udah Nyampe Tengah-Tengah Aja Nih.......



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Sesungguhnya postingan kali ini dipersembahkan oleh keinginan buat majang foto jambu aer yang warnanya pinky-pinky unyuk itu....#eh alesan macam apa ini? Belum ngucap salam udah maen intro aja. Intronya jambu aer pula....hihihi, maapkeun ya Pemirsa, terlalu bersemangat sayanyaaah....

okey....Bismilahirohmanirohim..

Assalamualaikum semua...

Apa kabar pembacaku tercinta di Senin siang yang cukup nyanyas seperti kepalaku ini? Nah loh? Semoga sehat-sehat saja ya, selalu bahagia dalam keadaan apapun. Dilimpahi cinta dari berbagai penjuru dunia~~uwuwuw....


Jangan lupa baca doa dulu sebelum makan Mbul

Jumat, 23 April 2021

Panggilan Sayang



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Eh lha kok panggilan sayang? Judulnya apa banget deh ih...hihihi..#Takut ditimpukin 🙈🙊😳😱

Maksudnya tadi aku mau nulis panggilan yang paling aku sukai entah di blog ini sebagai adminnya, atau panggilan di dunia nyata untukku dari keluarga, sahabat, dan juga teman-teman. 



Kamis, 22 April 2021

Review Doraemon Petualangan : Nobita dan Labirin Baja



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Kali ini aku ingin membaca sesuatu yang bisa menghibur hatiku. Kira-kira mau membaca apa ya? Mungkin cerita lucu aja kali ya. 

Lalu secara tak sengaja tangan ini mulai menyentuhmu tatkala aku sedang membaca ulang judul-judul buku Agatha Christieku.....ow ow....!!! 

Nanti Agatha Christie bakal aku ulas di lain waktu. Tapi kayaknya agak lamaan mengingat jumlahnya yang agak banyakan dan aku butuh waktu ekstra untuk membaca buku dengan tema criminal. 

Jadi mari kita mulai dengan buku yang ringan-ringan saja dulu. 

Dengan kata lain komik.

Komiknya Doraemon lagi #okey, biarin deh.

Doraemonnya Seri Petualangan yang Nobita dan Labirin Baja. Nama lainnya Nobita dan Labirin Kaleng karya Mastah Fujiko F. Fujio.
 

Sinopsis Doraemon Petualangan : Nobita dan Labirin Baja

Selasa, 20 April 2021

Cerita tentang Telor Rebus




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Derik jam Junghun lamat-lamat menyambut kepulangan Mbul kecil pada pukul 14.05 WIB usai mata pelajaran hitungan yang begitu membosankan. Suara intonasi guru yang menerangkan pun tak ubahnya setelan robot. Fals. Hampir seluruh siswa terkantuk-kantuk dibuatnya. Tak jarang beberapa diantaranya malah langsung bablas sampai ke alam mimpi. Ya hanya dengan bermodalkan buku-buku paket yang diberdirikan, mereka tidur melepaskan diri dari belenggu bayang-bayang integral yang menari-nari di atas kepala. 

Dua jam terakhir rasanya kepala mau copot. Mbul kecil memang tidak menyukai pelajaran hitungan. Ia paling anti dengan pelajaran matematika, fisika, dan juga kimia. Ia lebih suka  menghapal biologi, aneka rumpun sosial, atau latihan menulis pada pelajaran bahasa (bisa Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris). Anehnya, saat kelas 2, ia tetap memilih jurusan IPA. Bukankah itu yang dinamakan cari mati? 

Praktis, begitu lonceng berdentang sebanyak 14 kali, sudah seharusnya ia katakan itu sebagai sebuah mukjizat. 



Lho kok Beby Oink-Oinknya ada di petarangan (sarang) ayam ??? 🙈😱😳

Senin, 19 April 2021

"Antara KRL, Bala-Bala, Risol Bihun & Sambel Kacang"




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Posting pendek aja ya. 

Kali ini aku mau nulis hal-hal yang masih menjadi ganjalanku ketika masih gawe di Jakarta dulu. Bukan ganjalan juga sih sebenarnya, tapi bentuk rasa heranku karena memang beda adat dan budaya dengan yang di kampungku dulu. 

Kebetulan kantorku berlokasi di Jl Tanah Abang 3 sehingga mengharuskanku untuk mencapai sana kudu naik Commuter Line jurusan Tangerang-Duri-Tanah Abang. Pake kopaja juga bisa sih. Lebih cepet malahan. Cuma ya siap-siap aja kudu komat-kamit baca doa kalau udah angkrem dalam kopaja. Soalnya Abang-abang yang nyopirinnya kadang kayak melayang aja pas bawain kopajanya. Ya karena saking banternya, hahaha. Apa aja trabas. Bahkan jalur buswey pun ditrabas... ya ga semua sih, cuma beberapa oknum aja. Jadilah tuh waktu tempuh kerasa jauh lebih cepat ketimbang waktu naik KRL ataupun bus transjakarta dimana ruteku dulu pakenya jurusan Monas-Harmony-Kalideres. Belum masih nyambung angkot lagi. 

Cape banget pokoknya nglaju tuh...hahaha


Digambar langsung oleh si Admin Gustyanita Pratiwi, monmaap kalau coretan Mbul untuk this Babik menyerupai coretan anak Paud 😋😱

Kamis, 15 April 2021

Ide Menu Buka Puasa atau Sahur ala Mbul Nita





Oleh : Gustyanita Pratiwi

Assalamualaikum...

#dijawab dong salamnya....

April ternyata masih hujan aja di tempatku. Siang tiba-tiba jadi gelap, layaknya akan ada badai. Anginnya kenceng banget. Atep yang masih pada bocor terpaksa ditalangin dulu pake ember :D. 

Oh ya, berhubung masih dalam suasana Ramadhan, aku mau post ide menu buka dan sahur ala diriku aja ya. Mumpung lagi rajin, tar kalau udah pertengahan bulan dan kumat malasnya kan seenggaknya aku uda ancang-ancang ngepost menu buka dan sahur sedari awal #alesyan, hihi..

Ide menu buka dan sahur ala Mbul Nita

Selasa, 13 April 2021

Review Supernova Petir by Dee Lestari



Oleh : Gustyanita Pratiwi

Sinopsis Supernova Petir, Dee Lestari

Review Supernova Petir, Gustyanita Pratiwi


Judul buku : Supernova Petir
Karya : Dee/Dewi Lestari
Cetakan pertama : April 2012
Cetakan kedua : April 2012
Penerbit : Bentang Pustaka
Hlm : x+286 hlm, 20 cm
ISBN : 978-602-8811-73-6
Pernah terbit dengan judul yang sama pada 2004


Di sudut Kota Bandung, tersebutlah seorang gadis keturunan Tiong Hoa bernama Elektra. Ia tinggal bersama ayah yang biasa disebut sebagai Dedi dan juga kakak perempuannya Watti. Mereka hidup dalam kesederhanaan di sebuah rumah bergaya Belanda, Eleanor. Rumah tersebut bukannya terlihat megah, malah lebih mirip sebagai gudang raksasa karena memang sehari-hari dioperasikan sebagai tempat servis barang elektronik bernama Wijaya Elektronik. Mungkin, dari situlah nama Elektra dan Watti bermula. Satu, berkaitan dengan istilah elektronik pada nama Elektra, satunya lagi berkaitan dengan satuan watt pada nama Watti. 

Minggu, 04 April 2021

Pengalaman Belanja Online Mukena Bordir Sutra Paris di Tokopedia Ala Si Mbul Nita





Oleh : Gustyanita Pratiwi

Malam...

Assalamualaikum Blooooooog !

Mau cerita-cerita lagi boleh ya. 

Kali ini keinget sama cerita jaman ra enak waktu aku masih 'nguli' di Jakarta dulu. Masa-masa masih menjadi reporter terutama ketika tiba masanya sudah weekend. Di sekitar kosanku yang emang jarang banget ada warung nasi, mau ga mau mengharuskanku untuk keluar cari makan. 


Saatnya Mbul beli mukena baru, karena yang lama udah ga layak pakai (Gustyanita Pratiwi doc)

Jumat, 02 April 2021

"Tanggal Merah"




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Ternyata Jumat ini adalah 'tanggal merah'. Mengapa sekarang aku begitu pelupa ya....


Tapi kali ini aku hanya ingin meng-update blog saja, entah jari ini akan menuliskan apa. Menuliskan sesuatu yang tidak ada arah dan tujuannya, hahaha... Maklum sedang blank. Eh, tidak blank-blank amat sih. Melainkan pikiran sedang terpecah menjadi beberapa bagian. Di luar pekerjaan rutin setiap harinya (yang mana tidak usah dituliskan secara detail lah ya, karena kupikir garis besarnya sama dengan orang-orang pada umumnya, pun setiap penulis tentu punya rules of the gamenya masing-masing tentang apa yang hendak dituliskan dan yang tidak, jadi mari kita sama-sama saling memahami), wkwkwk. 


Hasil masakan ala alanya Chef Beby Mbul

Sabtu, 27 Maret 2021

Cerpen : Kedai Bunga





Oleh : Gustyanita Pratiwi


ilustrasi digambar sendiri oleh si admin Gustyanita Pratiwi


Baca juga : Kebun Mini

Cerek yang kujerang telah menjerit. Tergopoh aku mematikannya agar tak sampai 1 menit mencapai kompor. Pagi-pagi betul aku sudah bangun. Aku tidak tahu apakah barusan tidurku ngorok atau tidak. Tapi kepalaku jelas nyut-nyutan. Aku kedinginan luar biasa seperti berada di antara tumpukan salju yang menyerupai gula halus pada permukaan kue tart ulang tahun. Tapi kemudian aku teringat, bahwa aku tidur hanya mengenakan kaos oblong tipis  kebesaran dan celana pendek sepaha. Jadi kemungkinan besar aku kedinginan karena itu. Aku lupa keberadaan sarung yang biasa kupake ada dimana. Aku tidur dalam keadaan meringkuk seperti udang, bertemankan guling yang biasa kudekap dengan erat sampai kemudian aku terpejam.

Minggu, 21 Maret 2021

Kebun Mini





Oleh : Gustyanita Pratiwi


Lagi-lagi nulisin ini. Ga tau kenapa ya aku suka sekali nulis rumah masa kecilku yang bagian ini. Sebenarnya aku lagi blank nulis kata-katanya. Tapi aku terlanjur suka ama foto-fotonya. Soalnya aku udah nyimpan banyak. Dan aku pengen upload di blog. Sebab kalau ga di blog dimana lagi? Aku ga mainan sosmed lain selain blog :'(. Aku uda ga mainan fb, aku uda ga mainan ig, aku juga ga mudeng dolanan tuiter. Dan males juga mainan twitter. Entah kenapa aku lagi males mainan itu semua, wkwkwk. Udah dari 2019 sih. Jadi satu-satunya tempat yang masih bisa kupakai buat happy-happy adalah blog. Termasuk wadah buat nampung foto-fotoku yang ala kadar ini.


Jumat, 19 Maret 2021

Review Lombok Sawah Resto, Magelang





Oleh : Gustyanita Pratiwi

Hola hola hola....

Apa kabar hadirin dan hadirot sekalian, teman-teman blogger kesayangan Mbul yang sering komen atau mampir di mari? Hopefully you guys selalu dalam keadaan sehat ya. Always happy dan tidak pernah bosan meramaikan blog aku yang buduk ini. Sebab tanpa kalian apalah arti aku menulis....#weleh ngrayu :D.  

Kembali Beby Mbul is in da house yooooo.... karena aku mau review resto lagi!!!! 

Kali ini nemu tempat makan oke di Magelang,  lebih tepatnya arah-arah Secang-Pucang yang mana jalannya lebih kecil dibandingkan dengan jalan utama yang mau ke arah Purworejo kalau dari arah Magelang. Areanya memang agak sepi karena sebelumnya kanan kirinya itu sawah, sementara tempatnya sendiri udah mau masuk ke area perumahan. Nama restonya  adalah Lombok Sawah. Resto yang setelah kukepoin di internet ternyata lumayan nge-hits juga. Meskipun pada saat ke sana, pengunjung relatif sepi ya. Hanya ada beberapa pengunjung keluarga, termasuk Mbul.

Berarti comfy juga nih tempat. Protokol kesehatan pun dijalankan dengan ketat oleh resto ini. Jadi lumayan tenang lah jika ingin mencoba makan di tempat. Yeay!!! Aku memang lebih suka makan di tempat sepi sih. Lebih kyusuk, lebih tenang juga bisa foto-fotoin menunya...#ga tengsin dilihatin orang, wkwkwk.



Bebek goreng kremes plus lalap dan sambal korek Lombok Sawah Resto, Magelang

Kamis, 18 Maret 2021

Tirai Kasih yang Terkoyak




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Demi cintaku kepada dirimu
Semua kuserahkan untukmu
Demi sayangku pada dirimu
Kurela berkorban untukmu
Walau sekian lama aku harus menunggu
Aku tetap menunggu dirimu
Demi rasa sayang rasa cintaku
Yang tulus dari dalam hatiku

Mimpi pun aku tak ingin jauh darimu
Apalagi kalau sampai berpisah
Selama-lamanya kuingin dekat denganmu
Aku ingin miliki dirimu


Suara lembut nan mendayu-dayu milik Desi Ratnasari yang membawakan lagu "Sampai Hati" mengudara bersamaan dengan opening song sebuah sinetron lawas era 1997, Tirai Kasih yang Terkoyak. Sinetron produksi Star Vision yang diputar RCTI usai Isya ini biasanya menemani hari-hariku semasa kecil dulu. Ga nonton sendirian sih sebenarnya, tapi lebih ke nemenin ibuku yang njinggleng nonton deretan sinetron lawas, dan salah satunya adalah sinetron dengan bintang utama Bella Esperance


Sinetron Jadul RCTI, Tirai Kasih yang Terkoyak, adegan Kemala yang gila dengan anaknya Satria kecil yang tetap menaruh hormat padanya

Rabu, 17 Maret 2021

Cerbung Majalah Bobo Jadoel 90-an : Si Kembar dan Mahluk Mineractus




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Kali ini aku akan bernostalgia dengan Cerbung Majalah Bobo yang berjudul "Si Kembar dan Mahluk Mineractus". Sebuah cerbung di Majalah Bobo jadul yang identik dengan tokoh kembar perempuan~laki-laki bernama Regina dan Rexi, juga mahluk mineractus bernama Safir dan Rubi. Sedangkan musuhnya bernama Tuta Hoga dan Polydore. Ditulis dengan apik oleh Vanda Parengkuan dengan ilustrasi Yoyok yang begitu melekat di hati. 

Soalnya gambarnya itu beneran membangkitkan imajinasiku banget tentang si mahluk mineractusnya ini, juga kehidupan di alam bawah tanahnya seperti apa. Gambarnya simple tapi ngena banget. Makanya salah satu cerbung Majalah Bobo yang aku hapal walaupun lupa endingnya ya cerbung ini.


Cerbung Majalah Bobo Jadoel 90-an : Si Kembar dan Mahluk Mineractus 

Selasa, 16 Maret 2021

Tumis Waluh Jipang, Tempe Goreng, dan Kacang Merah Manis ala Beby Mbul






Oleh : Gustyanita Pratiwi

Haloooooooow! 

Assalamualaikum teman-teman blogger kesayanganku....

Langsung dari dapur Chef Beby Mbul yang bohai dan sexy, kali ini aku akan bikin masakan yang super simple, seadanya yang ada di kulkas apa.  Soalnya lagi membiasakan diri untuk makan sederhana. Sek...sek....sek...tadi kok? Bilang diri sendiri bohai dan sexy

#ojo nglawak Mbul
#tapi itu pancen kenyataan kok....
#oooops....deng ga deng ga, takut pembaca langsung close tab

Baiiiiiigh....



Tumis waluh dipadu padan dengan tempe goreng

Senin, 15 Maret 2021

Nasi Bebek Hitam Khas Madura ala Mbul





Oleh : Gustyanita Pratiwi


Tok Tok Tok!!!!!

Kulonuwun..........

Assalamualaikum........

Hallo lagi teman-teman blogger kesayangan aku....

Apa kabarnya? Masih teteup napas kaaand?

Saia juga.

Alhamdulilah kabarku baik-baik saja~walaupun ga ada yang nanyain siiii, apalagi ngangenin :XD.

#ngangenin updateanku maksudnya...
#bukan....bukan orangnya, kalau orangnya mah ga ada kalik... hihihi...
#alaaaaah umuk tenan aku iki.....padahal kan kemaren lagi bad emuuut 
#bad mood keleus Mbul, hahay....

Tapi sekarang sudah tidak lagi, Pemirsa! Sebab, kulit manggis kini ada ekstraksnya...hwahahahahha #tampol juga nih mulai nglawak lagi Si Mbulnya.



Nasi Bebek khas Madura Bumbu Hitam asli buatan Mbul Gustyanita Pratiwi

Minggu, 14 Maret 2021

Oseng-Oseng Mercon Jantung Bebek ala si Mbul





Oleh : Gustyanita Pratiwi

Olraiiiiiit!!! 

Masakan kali ini dipersembahkan oleh jantung bebek yang dah terlanjur dibeli oleh Tamas dari Prima Food sebanyak 1 kg. Banyak nian? Mau dibikin apa? Katanya sih biar Ubungwatie masak oseng-oseng mercon jantung bebek (((KATANYA))), hwahahawa...

#ntap kali dah uda macam chef aja saiaaaa...
#tapi ini tantangan. 

Biasanya memang kalau masak oseng-oseng Mbul itu jagonya. Sok deh sebutin aja oseng apa yang Mbul ga bisa. Oseng kangkung hayuk, oseng kulit melinjo okey, oseng kacang panjang kecil, oseng pare pahit ganciil, oseng mercon? Nah ini yang patut dicoba!!!!. Dicobanya pake bahan jantung bebek yang kubuat oseng mercon dengan ciri khas cabe hijau agak banyakan ya. 



Oseng mercon jantung bebek ala chef Mbul Gustyanita Pratiyem

Selasa, 09 Maret 2021

Gethuk Trio khas Magelang




Oleh : Gustyanita Pratiwi


Dorrrrr!!!!

Kali ini Mbul mau buka-bukaan.

Bukan buka-bukaan aju apalagi nana ya..... 

Tapiiiiiih, cuma mau buka bungkusan snack yang kemaren dibeli waktu ngendon di toko oleh-oleh Magelang. 

(((NGENDON)))

Jadi istilah kata kalau anak jaman sekarang bilangnya unboxing.

Baca juga : Pergi Memancing
Baca juga : Kucing Siluman



Gethuk Trio khas Magelang

Senin, 08 Maret 2021

Review Ayam Atung






Oleh : Gustyanita Pratiwi


Udah Maret. 

Uda Senin.

Uda tanggal 8.

Belom review ayam atungnya Mba Fanny dong. Pukpuk Beby Mbul yang molai kuwalahan ngepost yang mana dulu, sebab serep draftnya banyak dan lagi kuatur timing publishnya itu bagemana #syumbung, hihi.

Baik, dikarenakan ini sudah teramat lama dari pas ayamnya dateng bersamaan dengan gojek di suatu sore yang sedang mendung, maka kali ini aku akan mereviewnya dengan modelan review ala-ala Beby Mbul yang manis, tantik, dan juga tembem penuh dengan majas-majas hiperbol. 

Deng ga....

Ini review jujur kok tenang saja. 


Review Ayam Atung (Ayam Tungku) ala Beby Mbul

Minggu, 07 Maret 2021

Cerbung : The Goddess (Sang Dewi) Part 2








Ilustrasi digambar langsung oleh non admin Gustyanita Pratiwi




Cerbung : The Goddess (Sang Dewi) Part 2

Oleh : Gustyanita Pratiwi
Sifat : fiktif belaka



"Young. Nama saya Young. Saya seorang fotografer."

Aku bercakap sendiri di antara kaca-kaca etalase beberapa buah toko pecinan. Seorang wanita kantoran mengarahkan pandangannya kepadaku. Dia pikir, aku mungkin sudah gila. Kulihat sekilas tatapannya sungguh mendramatisir. Aku palingkan lagi mukaku ke arah kaca. Ah, mungkin aku sudah keren. Kurapikan bajuku sebentar dan aku yakin sebentar lagi cewek-cewek bakal pingsan saat berpapasan dengan orang tampan sepertiku.

Jumat, 05 Maret 2021

Dawet Hitam Bu Sumarni, Butuh




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Waktu kecil, Mbul punya satu kedai dawet favorit yang beda dengan dawet hitam Jembatan Butuh yang terkenal itu. Kalau yang itu kan punya konco sekolahnya Bapake (Mbak Hartati) ya, yang mana pada saat Mbul terakhir ke sana kedainya sinambi jualan durian juga....(dan Mbul beli duriannya dong, walaupun cuma satu glundung, hihi). Terus yang itu juga lokasinya di timur Jembatan Butuh, abis pertigaan Klepu yang terkenal ada sate tupainya.


Nah kalau yang ini beda lagi. Yang ini rekomendasinya Bapak pas aku masi Es ed dulu sih (baca : SD). Kebetulan Bapak memang tipikal orang tua yang suka membelikan anak-anaknya jajan setelah pulang ngajar dari STM. Biasanya Bapak lebih royal sih urusan beliin anaknya jajan ketimbang Ibuk #sungkem ya Mamiiiiine hahahha.... 


Tape ketannya pingin Mbul icip 🙄😳

Selasa, 02 Maret 2021

Dua Orang Kunyuk




Oleh : Gustyanita Pratiwi

Cerita masa kecil lagi boleh ya? 

Kali ini aku mau mengingat-ingat tentang memori jaman TPA dulu kurang lebihnya saat aku masih usia SD. Ya pantaran kelas 3-4-an lah. 

TPA yang kumaksud di sini adalah kegiatan di luar ngaji yang di mushola setelah sholat magrib. Karena waktunya sekitar jam 2 siang. Dan aku dari rumah harus berangkat pukul 13.00 WIB supaya tidak telat dan dihukum Bu Guru. FYI, Bu Gurunya ini memang galak-galak, jadi aku suka nge-doa-doa dulu biar ga dapat Bu Guru yang galak ketika sudah gilirannya aku mengaji.






Tempat ngajinya sendiri lumayan jauh. Aku harus melewati serangkaian rute yang agak panjang karena beda RW dengan rumahku.

Beberapa kali, aku masuk halaman rumah warga sampe kalimat 'nderek langkung' atau 'nyuwun sewu' kuucapkan berulang kali. Habis itu masuk ke gang-gang sempit, thimik-thimik meniti jembatan dari pohon kelapa sementara di bawahnya mengalir kali yang beraliran cukup deras. Lucunya adalah di kali tersebut sering kudapati 'telur-telur goblog' yang mengapung terbawa arus, entah telur yang menetas dari unggas apa, aku tak tahu. Apakah dari bebek, angsa atau entog yang dibiarkan berkeliaran bebas di jalanan yang masih berupa tanah, aku masih blank. Tapi biasanya jadi iseng pengen nunjukin pake kayu bakar.