Senin, 30 Desember 2019

Review RM Bumi Aki Bogor



By : Gustyanita Pratiwi

Sebelum libur benar-benar usai, kami berniat makan siang dulu di area Bogor yang sekiranya bagus dan cocok untuk makan keluarga. Ya maklum, personilnya ada 10. Aku, suami, anak nomor 1, anak nomor 2, Kakung, Uti, Tante Anis, Budhe Puput, Pak Dhe Akbar, dan ponakan. Total, 7 orang dewasa, 2 toddler, dan 1 infant wkkkk... Jadi kudu nyari tempat makan yang bener-bener PW buat semuanya. Terutama buat si kecil nih, biar ga pada kakehan petengseng alias uthil dewe-dewe, hahaha.

Nah, setelah check out dari Swiss Belhotel Bogor yang kami inapi pada malam sebelumnya, kira-kira pukul 10.30 WIB kami mampir sebentar ke kos-kosannya Kakak yang ada di daerah Darmaga. Soalnya mau ngecek apa ada yang bocor atau ga. Maklum, lagi musim ujan, jadi rawan bocor. Ya antisipasi aja sih, mumpung anak kost-nya lagi pada mudik, jadi siapa tau bisa dibenerin. Sekalian nyanggupin kepengenannya ibu juga sih yang emang pengen lihat kosannya kayak apa. 



Minggu, 29 Desember 2019

Review Swiss BelHotel Bogor



Uda janjian ama budhenya anak-anak alias kakak gw Tia Putri buat nyenengin ortu yang mau nengok cucu-cucunya di Bekasi dan Tangerang. Rencananya kami emang pengen ngajakin staycation di hotel. Soalnya emang belom pernah sama sekali. Jadi, boleh lah patungan buat liburan ke hotel karena kalau ga nginep takut capek udah pada ngegembol bayi. Jarang-jarang kan *eh malah ga pernah sama sekali ding*. Yah maksudnya biar pada istirahat gitu, ga riweh mikirin kaki pegel banyakan jalan karena acara bakal didominasi dengan tidur-tidur manjyah ala sosialitah hahah *oooopss kebluqable semua ya Anda-Anda ini Mbulll.


Setelah melalui serangkaian rapat paripurna yang cukup panjang, akhirnya gw dan kakak memutuskan untuk booking di Swiss BelHotel Bogor saja. Check in tanggal 25 Desember 2019. Check out tanggal 26 Desember 2019. Sehari semalam doang sih, karena yah bawa rombongan kan, jadi ya biar ga jebol-jebol amat budget kami, wakakaka..... Maklum Coy booking di musim-musim liburan (ngomong sama Pakcoy), jadi otomatis kena harga holiday deh.


Rabu, 25 Desember 2019

Apa Aku Punya Resolusi Tahun 2020 ?



Mau nulis resolusi kayak yang lain, tapi buntu. Ya udah garis besarnya aja deh ya. Mungkin lebih ke harapan serta doa. Soalnya apa yang kita tulis biasanya jadi doa. Jadi marilah di blog ini kita tulis yang lucu-lucu aja alias yang baik-baik sajo.


Selasa, 24 Desember 2019

"Admin Blog ini Lagi Liburan, Hihihi..."



Hari ini Selasanya rasa Sabtu, Sabtu yang besoknya Minggu dan kantor suami dapat jatah cuti bersama hari kejepit nasional. Yeaaay ! Saatnya buat....


Minggu, 22 Desember 2019

Bebek Goreng H. Slamet


"Kali ini Nyobain Bebek Bakarnya, Cuy !"

Berhubung sudah lama ga makan Bebek Goreng H. Slamet, jadi siang itu Tamas (Pak Suami tercinta red) ngajakin aku dan anak-anak untuk menepi sejenak ke cabangnya yang ada di bilangan Serpong. Kebetulan hari itu juga sedang hujan deras, jadi kami rasa pas ketimbang kejebak macet namun dalam keadaan perut masih meronta-ronta alias laper.


Sekitar pukul 14.00 WIB, kami tiba di lokasi. Ini pertama kalinya kami nyobain cabang yang di sini. Lokasi persisnya di Jl. Raya Serpong No.7, Pd. Jagung, Kec. Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan. Pokoknya dari jalan raya itu kelihatan banget. Gedungnya putih banyak kacanya, terus di atasnya itu ada plang Bebek Goreng H. Slametnya yang berwarna ijo. 

Sabtu, 21 Desember 2019

Sinopsis The Clovehitch Killer (2018)



Sinopsis The Clovehitch Killer (2018)

Tyler Burnside adalah seorang remaja 16 tahun yang hidup dengan keluarga Kristennya yang taat di kota kecil Clarksville, Kentucky. Sebuah kota yang penduduknya pernah diteror pembunuh berantai berjuluk Clovehitch Killer. Seorang psikopat yang menghabisi ke-10 korban wanitanya dengan cara diikat, difoto, kemudian dicekik. Memori kelam tersebut berlangsung sudah 10 tahun lamanya, tapi kemudian berhenti tanpa pihak kepolisian pernah mengetaui siapa pelakunya.


Sumber : imdbdotcom

Kamis, 19 Desember 2019

Penganan Khas Lebaran di Tempat Keluarga Suami


Hallo hallo hallow...

Ng....ini postingan apa sih ? Lebaran masih lama, tapi penganan khasnya uda dipajang aja #hohoho. Sebenarnya, postingan kali ini dipersembahkan oleh kepengenan majang foto tape ketan yang kelihatan ijo-ijo itu. Ijonya cantik dan cantiknya ga kayak admin yang buduk ini (alasan uopoooooo iki?).

Yah, pokoknya begitu lah. Kalau Sugembulwatie udah bersabda mau posting A ya A, walau kebayang segimana absurdnya postingan ini nantinya wkwkk, ya paling ga tetep on the right track lah dengan tagline blog ini. 

Rabu, 18 Desember 2019

Seafood Ronggolawe



"Nostalgia Dulu Cuy, ke 2017 Waktu Makan di Seafood Ronggolawe"

Pengalaman makan Seafood Ronggolawe mengingatkanku pada masa-masa H-4 sebelum lahiran si kakak. Sungguh amat sangat heboh karena kayak lagi ngegembol semangka seberat 10 kg waktu itu. Dan yang ngebet makan sebenarnya adalah Tamas, bukan gw loh ya, gw mah cuma ngikut, hahahaha.... 


Jadi, ceritanya, lepas ngurus-ngurus administrasi dan daftar dokter anestesi buat caesar, malam minggunya aku ditraktir Tamas biar ga spaneng-spaneng amat jelang operasi. Mana, waktu itu nekad pergi malem-malem lagi, soalnya punya waktu selonya cuma jam segitu. Ya kira-kiranya jam 22.00 WIB, gegara sesiangan rempong di rumah sakit. 


Selasa, 17 Desember 2019

Ketoprak, Karedok, Gado-Gado Salwa


"Favorit Gw Nich Pas lagi Males Masak" 

Kalau nongkrong di tukang gado-gado, pasti menu yang dijual ada 3. Karedok, ketoprak, atau gado-gado itu sendiri. Gado-gado--yang kalau buatku sering bikin salah paham dengan menyebutnya sebagai pecel--biasanya jadi pilihan nomor 1 ketimbang 2 menu lainnya. 

Tapi, entah kenapa pada saat mampir ke Ketoprak, Karedok, dan Gado-Gado Salwa, tumben-tumbenan aku milihnya karedok. Itu loh yang banyakan sayur mentahnya, sementara kalau gado-gado sudah dalam keadaan direbus.

Senin, 16 Desember 2019

Bikin Indomie Goreng Seenak Bikinan Abang Warkop



"Judulnya tanggal tuwak jadinya dengan sangat terpaksa memanfaatkan sisa bahan makanan yang ada"

Di kulkas cuma ada sisa kubis. Rencananya mau dibikin tumis keciwis, cuma kayaknya ga jadi mengingat kemarin puasa dan anak-anak tiba-tiba ngak-nguk-ngak-nguk, sedangkan aku sama sekali belum bikin bukaan. Ya udah  nyerah. Amunisi terakhir tinggal dibikin indomie goreng ala-ala abang warkop yang kelezatannya masih menjadi misteri.


Minggu, 15 Desember 2019

Nasi Bebek Depan Plaza Kotabumi




Waktu masih 'pacaran' sama bapaknya anak-anak, untuk urusan kulineran, kami seringnya ngasal aja. Di jalannya nemu apa, ya itu yang dicoba. Ga kayak sekarang, yang apa-apa musti lihat reviewnya dulu, kira-kira yang sekiranya baby friendly mana. Ada tempat main untuk anak-anaknya apa ga. Dan sebagainya dan sebagainya.... 

Makanya sekarang jarang banget kan diriku makan di luar. Keburu rempong duluan dan kutak sanggup membayangkannya. 

Sabtu, 14 Desember 2019

Review Cupbento, Tangcity Mall Tangerang


"Baru Sekalinya Aku Makan Makanan Ala Korea"

Meski pada dasarnya lidah lokalku kurang cocok dengan masakan Korea, tapi entah kenapa sore itu (pas masih belom ada buntut), aku dan Tamas penasaran nyobain Cupbento yang ada di Tangcity, Tangerang. Kalau ga salah alasan utamanya karena tadinya mau ke Hokben atau Steak 21, eh semuanya rame. Keburu perut meronta-ronta, ya udah kami taste the water aja nyobain Cupbento yang mana baru satu kali itu kami sambangi.


Jumat, 13 Desember 2019

Oleh-Oleh Khas Bangka Belitung



Halo eperybadiiiiiih, yowasaaap breeeew...

Aku balik lagi dengan postingan bertema oleh-oleh nih, jand bosend ya. Oleh-olehnya berasal dari nun jauh di Bangka Belitung sana, walaupun bukan aku sih yang ke Babel.... Melainkan Tamas yang ke sana dalam rangka negosiasi kerjaan. Pulangnya tentu saja memberiku padjak oleh-oleh biar aku nggak drama pas ditinggal tugas luar dengan men-tackle 1 anak infant dan 1 anak toddler, hahhahaha... #salah sendiri Cubuuuul ga diajak. Coba kalau aku ikut kan pasti ku tambah membabi buta lagi belanja belinjinya #e ini sih mintak ditabok ya gw...hohoho


Oke deh langsung saja ya. Ini dia daftar oleh-olehnya !

Kamis, 12 Desember 2019

Antara Hujan, Sore, dan Blok M



Apa yang dapat menyunggingkan senyumku di tengah-tengah bulan sentimentil yang berakhiran 'ber' ini ? Liburan dan kode jalan-jalan. Mungkin saja. Tapi kemana? Untuk mencapai tanggal merah keroyokan antara Natal dan Tahun baru (jangan lupa jatah cuti bersamanya), rasanya masih terlalu jauh. Tapi memang di tiap weekend, pinginku selalu kemana gitu. Biar nggak bosen-bosen amat dengan rutinitas monoton dari Senin-Sabtu. Makanya, kalau ada agenda jalan-jalan colongan di sela-sela kegiatan anak-anak di Hari Sabtu, aku ngerasa cukup deserved untuk mendapatkannya. Aku tuh nggak muluk-muluk amat kalau urusan nglayap. Paling dimampirin ke toko buku bekas aja rasanya udah seneng. 


Sabtu, 07 Desember 2019

Daftar Film Horror Thriller Barat yang Bagus Part 4


1. Greta (2018)



Frances adalah tipikal gadis remaja yang tidak neko-neko namun memiliki pemikiran yang cukup naif. Ia mencoba peruntungan sebagai chef di sebuah restoran di Kota New York dan tinggal bersama sahabatnya, Erica. 

Suatu kali, ia menemukan sebuah tas tangan di bangku kereta bawah tanah yang dinaikinya. Tanpa pikir panjang, ia mencoba mengantarkan tas tersebut ke rumah sang pemilik, meskipun Erica sudah memperingatkannya bahwa lebih baik ia melapor polisi saja ketimbang berurusan dengan orang asing. Namun, bukan Frances namanya jika tak pernah sedikitpun terbersit pikiran buruk. Ia pun tetap mengantarkannya ke rumah sang pemilik, yang ternyata adalah seorang janda kesepian bernama Greta. 

Jumat, 29 November 2019

Review Pecak Gabus Sumur Pacing, Tangerang



"Spesialis Ikan yang Dibikin Pecak dan Gecok"

Tiap kali ada agenda belanja baju kerjanya Pak Su ke Ramayana Cimone, kami pasti melewati area Sumur Pacing, yang di sana bersemayam satu resto berbasis ikan-ikanan air tawar bernama Pecak Gabus Sumur Pacing, Tangerang. Walhasil, sebelum beneran shopping, biasanya kami menyempatkan diri barang 1-2 jam untuk makan siang di situ.

Sebenarnya, ini postingan yang sangat latepost mengingat ke sananya udah dari 4 bulan setelah lahiran si adek. Lha terus kenapa baru ditulis sekarang Mbul ? Ini semua gara-gara wordpressku yang khusus kuliner (Kodok Buntel) udah habis kapasitas buat up load fotonya. Sedangkan kalau di sana, aku up load dengan ukuran besar-besar supaya pembaca bisa terpuaskan menikmati fotonya. Tapi, habis itu kapasitas penyimpanannya jadi habis, karena memang sama wp cuma dijatah sekitar 1 GB (CMIWW) #salah sendiri Mbul ga beli self hosting yang sifatnya unlimited, hahaha (ntar deh masih bingung juga cara pindahannya gemana, udah terlanjur banyak temannya juga di situ tuh huh). Makanya, dengan sangat terpaksa, akhirnya postingan bertema kuliner aku posting di sini lagi dengan harapan semoga kuota buat upload-upload foto masih banyak. Ya walaupun di sana udah pernah ngulas Pecak Gabus juga, bedanya yang di wordpress adalah kunjunganku pas masih belum ada buntut, sedangkan yang di sini udah dalam bentuk visit back atau kunjungan yang kedua (buatku), juga kunjungan yang ke sekian (buat Pak Su yang udah lebih dulu mukim di Tangerang).


Rabu, 27 November 2019

Review Saung Serpong



"Saung Serpong, Seafood Kerangnya Mantaaab !"

Pada suatu Kamis yang cerah itu, tumben sekali Pak Suami ngajakin aku dan anak-anak buat nengokin proyeknya yang ada di bilangan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Katanya sih mau ngecek pengerjaan instalasi AC di salah satu rumah tinggal petinggi bisnis properti di negeri ini. Widiw, karena kebetulan posisi kami udah ada di Serpong, maka aku oke aja. Maksudnya sekalian nyari inspirasi gitu, siapa tau di sana ngeliat rumah gede-gede tempat tinggalnya para boss besar, jadi mayan bisa ngehalu dikit, sapa tau besok desain rumah kami bisa menyerupai rumah mereka......hellloooow to de rescue wakakakka... Ga ga...maksudnya buat refresing aja. Biasalah Mama booolll kan kalau udah bunek dalem rumah maunya dibawa jalan-jalan. Jadi biar kata cuma ngekor diajakin Pak Su ke tempat kerja, rasanya juga uda seneng. Udah me time iniii.


Selasa, 26 November 2019

Perkara Kolak




Aku termasuk satu dari sekian orang yang sering membuat kolak di luar Bulan Romadhon. Ga ada alasan spesifik, apalagi memang bukan penjual, tapi rasanya seneng aja bikinnya. 

Simple, tinggal cemplung-cemplung-cemplung jadi. Dapur jadi rame pating klunthing tapi untung saja Pak Su ga pake ikutan, sebab kalau dia ikutan, bisa-bisa dapur uda kayak kapal pecah #piece yo Pak Suami. Tapi kalau beliau yang bikin indomie goreng sih aku masih oke, sebab indomie goreng bikinannya selalu jauh di atas rata-rata. Lebih enak daripada  bikinanku. Apalagi pas hari hujan. Semangkok bisa dimakan bertiga, antara aku, Pak Suami, dan sulungku Asyiqa. E ini ngapa jadi bahas indomie yach....

Minggu, 24 November 2019

Masihkah Anda Semangat Ngeblog ?




Halo Blog !

Aku masih hidup loh. Makanya up date blog. Kalian sudah update blog belum? Kalau belum ayo kita up date sama-sama. 

Maafkan kalau semangat ngeblogku kadang on off. Kadang semangat. Kadang letoy. Kadang menggebu-gebu. Kadang ngerasa kok blogku gini-gini aja ya. 

Apa tulisanku berfaedah? Apa tulisanku lucu? Apa tulisanku bisa membuat orang kangen kalau tiba-tiba aku nggak update-update ? Apa ada yang tetap membaca blog ini (meskipun itu cuma diam-diam, eciye... pengennya sih gitu, tapi kalau pun ada ya aku mau bilang terima kasih.... karena tanpa kalian aku bukanlah siapa-siapa, sebab aku masih bau kencur sekali dalam dunia perngeblogan ini, bahkan kadang tiap abis ngepost apa, rasanya aku takut sekali menjadi viral terkenal). Tapi kayaknya sih nggak ya. Sebab aku ngeblog juga bukan karena itu. Aku cuma pengen apa yang aku tuliskan seenggaknya bermanfaat buat yang lain, seenggaknya ada yang bisa mengambil informasi atau sarana buat hiburan retjeh-retjeh semata, khas tulisan acak-adutnya blog ini. 



Jumat, 22 November 2019

Waroeng SS (Spesial Sambal), Jl Ki Samaun, Pasar Lama, Tangerang


Waroeng SS (Spesial Sambal), Jl Ki Samaun, Pasar Lama, Tangerang

Beberapa tahun ke belakang, rasanya udah jarang banget makan di luar. Makan di luar dalam artian dine in di restonya, sedangkan kalau beli dibungkus sih sering. Tapi itu cuma sekelas sayuran mateng di warung-warung bukan nge-grabfoo* atau gofoo*  atau aplikasi babang ojol lainnya, dikarenakan biayanya yang terbilang mahal (buat aku yang nda sekaya klan Kardasian). 


Selasa, 19 November 2019

Review Istana Nelayan (Lengkap !)


Review Istana Nelayan (Lengkap !)





Bagi kalian yang sudah sering melewati Exit Tol Kebon Nanas, pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya “Istana Nelayan”. Restoran ini masih satu grup dengan Hotel Nelayan, namun lokasinya terpisah. Berdiri di atas lahan seluas 1,2 ha, konsep yang ditawarkan adalah one stop service resto plus edutainment khususnya bagi pengunjung keluarga (terutama anak-anak). 


Memang sudah beberapa kali Pak Suami ingin mengajakku makan di sini, cuma baru kesampaian pas ada moment anak kami mau ulang tahun. Kataku :,”Gimana kalau ke sananya waktu ultahnya Asyiqa aja, Pa ? Ya, makan-makan doang sih, walau bukan perayaan yang gimana-gimana. Tapi seenggaknya kita makan-makan seru-seruan. Maksudnya sekalian ngumbar anak-anak main, kan kesian dari Senin-Sabtu Bapaknya pulang malam meleee, hahaha.” (Itu sih modus aku aja pemirsa). Walau tanpa berpikir panjang dulu, Pak Suami langsung mengiyakan. Karena kami mikirnya di sana kan banyak permainan seru, tempatnya luas pula, anak-anak pasti bakal happy, playon ke sana-kemari #hore modus gw berhasil. #berhasil ! berhasil ! berhasil ! #hore ! #nyanyi lagu Dora.



Senin, 18 November 2019

Contoh Menu Makanan untuk Acara Keluarga




Udah lama ya label "Menu Masakanku" nggak keisi, dan udah lama juga nggak sowan ke blog ini *eh ralat ding sebenarnya cukup sering juga ngebuka blog ini, tapi cuma buat approval komen yang dimoderasi terus abis itu close tab lagi*. 

Belum sempet berkunjung balik ke blog teman-teman dikarenakan kesibukan yang luar biasa pada bulan-bulan terakhir #doakan aku ya #supaya aku tetap semangat #aku tetap setroooong ! #aku adalah ibu yang hebat untuk 2 putra-putriku !

Contoh menu masakan untuk acara keluarga versi Gustyanita Pratiyem

Senin, 04 November 2019

Ketemu...!



Aku lihat youtube tuh jarang banget mantengin konten youtube yang dicreate oleh content creator kekinian. Apalagi yang temanya prank, acara settingan, daily vlogging, make up vlogging, kuliner, atau collab-collaban. 

Justru aku liat youtube tuh 95% berasal dari TV atau tutorial apa gitu yang berhubungan dengan pemanfaatan alat-alat rumah tangga atau elektronik (silakan ketawa). 


Minggu, 27 Oktober 2019

Review Komik W Juliet (Emura)



"Membaca W Juliet membuat saya mengerti perjuangan seseorang dalam mengejar mimpi"

Akhirnya saya putuskan untuk membaca ulang komik ini setelah sekian lama membacanya di umur saya yang masih SMP. Saya inget banget, dulu saya membacanya baru satu chapter saja, yaitu tanpa tedeng aling-aling langsung masuk ke chapter 7, karena memang toko buku yang ada di daerah saya baru menyediakan yang chapter 7. 

Chapter-chapter lain baru sempat saya baca pas udah SMA, dimana saya pernah menginap di kosan Mbak saya yang waktu itu masih kuliah di Solo (kosannya di daerah Jebres dekat UNS), dan kebetulan di sana ada rental bacaaan yang salah satunya menyediakan komik ini. Betapa gembiranya saya, karena pada akhirnya saya bisa tahu bagaimana jalan ceritanya secara utuh, mulai dari chapter 1-14.


Sabtu, 12 Oktober 2019

Sinopsis : Warkop DKI Sabar Dulu Doong ...! (1989)



Hallo hallo hallooooow....
Assalamualaikum wr wb...

Kalian udah pada khatam dong ya dengan film legendaris Warkop dimana Trio Dono, Kasino, dan Indro kerap merajai kancah perfilman tanah air era tahun 80-90 an. Pastinya udah pada hafal juga dong, tiap lebaran film-filmnya selalu diputar di televisi. Entah yang makelar kodok, cerita tentang klepon (onde-onde) dan seorang maling, pelatihan pendidikan militer yang dikerjai habis-habisan oleh pasien RSJ, Dono yang jadi sutradara iklan bir dengan model perempuan bertubuh gemuk, lalu cerita tentang juri ratu pantai selatan tapi malah ketemu suku aneh di hutan, dll. 


Film Warkop DKI : Sabar Dulu Doong...! (1989) 


Kamis, 10 Oktober 2019

Pengalaman Belanja di Hilon (Factory Outlet Khusus Peralatan Tidur)



Hallo,
Assalamualaikum wr wb...

Kali ini aku mau merekomendasikan tempat belanja peralatan tidur (bedding goods) yang murah tapi dengan kualitas ga murahan. Dengan kata lain, produknya ini  sekelas produk yang digunakan oleh hotel-hotel berbintang, namun karena dijualnya langsung fresh from the factorynya, jadi kenanya dapat harga murah.

Tempatnya dimana? Namanya Hilon. Alamatnya di Kawasan Industri Pasar Kemis, Jalan Putera Utama No. 9, Tangerang. Semacam factory outlet gitu, tapi khusus yang menjual bedding goods (bantal, guling, selimut, kasur, matras, seprei, bedcover, sarung bantal, sarung guling, sofa beanbag, handuk, dll), yang belakangnya merupakan pabriknya langsung. 

Sedangkan untuk pabriknya sendiri, selain bedding goods dan pillow, dia juga ada produk lain berupa polyester fiber, dacron, geo textile, non woven, felt dan quilting.

Senin, 07 Oktober 2019

Daftar Film Horror Jepang yang Menyeramkan



"Daftar Film Horror Jepang yang Menyeramkan"

Halloooooo....
Assalamualaikum wr wb..

Pada kesempatan kali ini ijinkan aku sedikit mereview film horror (((lagi))). Karena bagi kalian yang mengikuti blog ini, pasti sudah hafal lah ya, bahwa film kesukaanku adalah film horror. Nah, dikarenakan horror Jepang belum pernah satupun yang aku ulas (seringnya memang baru nonton horror Thailand dan horror Baratsedangkan Korea lebih ke film thriller alias crime), maka kayaknya sekarang boleh juga tuh kalau aku kasih beberapa listnya. Baru streaming 3 judul sih, ntar kalau nemu yang bagus aku tambahin lagi deh sambil jalan, hehe...

Baca juga : Daftar Horror China dan Horror Hongkong yang Menyeramkan dan Wajib Tonton

1. Slit Mouthed Woman 2 atau Kuchisaka Onna 2 atau Carved 2 : Scissors Massacre (2008)

Tiga bersaudari dibesarkan dengan penuh cinta oleh kedua orang tuanya (Tuan dan Nyonya Sawada) di rumah peternakan ayam di sebuah kota kecil, bernama Gifu. Anak tertua bernama Sachiko yang merupakan sosok kakak yang sangat perhatian, telaten, dan juga keibuan. Ia lebih senang berperan layaknya perempuan tradisional pada umumnya yaitu dengan menikah, mengabdi pada suami, mempunyai anak, dan membesarkannya. 


Kamis, 03 Oktober 2019

Pengalaman Menggunakan Jasa Paket Pos Kilat Khusus (Magelang - Tangerang, Barang Sampai 3 Hari)


Pengalaman Menggunakan Jasa Paket Pos Kilat Khusus (Magelang-Tangerang, Barang Sampai 3 Hari)

Di tengah menjamurnya jasa ekspedisi yang ada saat ini, nyatanya yang paling aku percayai nomor 1 tetap Pos Indonesia. Seenggaknya kalau aku pakai paketnya Pos, dia kan kantornya milik pemerintah ya, dan di Tangerang sendiri alamatnya juga jelas, jadi seandainya ada apa-apa aku bisa nyatronin paketnya langsung ke alamatnya itu tadi, huehehe....


Jumat, 27 September 2019

Komik Sisipan Bobo : Emas untuk Misha


Emas untuk Misha

Misha adalah seorang gadis remaja yang bermimpi menjadi seorang pelari. Sayangnya, impiannya itu tidak pernah didukung oleh sang ayah karena suatu sebab. Padahal selama ini ia tinggal berdua saja dengan beliau. Ibunya sendiri diceritakan telah meninggal ketika Misha masih bayi. Jadi apapun yang dilakukan Misha harus melalui persetujuan sang ayah. Termasuk dalam hal olah raga lari. Jangankan lari, olah raga jenis apapun tetap tidak diperbolehkan oleh sang ayah. Beliau bahkan menyekolahkan Misha di tempat mahal supaya tidak bertemu pelajaran olah raga. Padahal Misha sendiri berpikiran, lebih baik ia disekolahkan di tempat biasa saja asalkan masih bisa menekuni hobinya itu. Sayang impiannya harus kandas karena tak sejalan dengan prinsip sang ayah. 



Selasa, 03 September 2019

Nostalgia Pemeran Figuran Sinetron/FTV/Film Era 2000-an yang Wajahnya Cantik dan tidak Membosankan


Nostalgia Pemeran Figuran Sinetron/FTV/Film Era 2000-an yang Wajahnya Cantik dan tidak Membosankan

1. Stephanie Pascalia

Wajahnya ada semi-semi indo bulenya. Rambutnya hitam panjang. Manis sih menurutku. Kalau ga salah seangkatan sama Jejedun. Dulu inget banget seringnya membintangi ftv tapi yang agak-agak berbau misteri. Filmnya juga kebanyakan genre horror seperti Ada Hantu di Sekolah (2004).


Sumber foto : www.indonesianfilmcenter.com

Selasa, 27 Agustus 2019

Lagu yang Enak Didengarkan dengan Mata Terpejam Saat Suasana Hening



Lagu yang Enak Didengarkan dengan Mata Terpejam Saat Suasana Hening

Kali ini postingannya pendek aja ya. 

Maklum adminnya lagi tepar. Beberapa kali badan mriyang rak uwis-uwis saking banyaknya aktivitas ngurus bayi dan urusan rumah tangga lainnya. Kemarin flu, minggu depannya sakit gigi, nah sekarang badan renteg-renteg, dari leher sampai ke tulang-tulang belakang. Auto spaneng alias tengeng padahal udah dapat belaian mesrah (BACA : PIJIT dari ayank suami) tapi tetep aja masih kerasa encoknya #jangan katakan gw asam urat tidaaaak toloooong wkwkkwkw....



Kamis, 15 Agustus 2019

Pusat Buku Bekas di Blok M


Pusat Buku Bekas di Blok M Square...

Hallo !

Aku update blog lagi nih, ga pa pa ya ?

Kali ini aku mau kasih info seputar tempat dimana biasanya aku hunting buku bekas di daerah Jakarta. Info bagus kan buat para pecinta buku. Lumayan buat nambah-nambah referensi. 

Oh ya, tadi aku bilang kenapa pilihnya buku bekas ? Karena harganya jauh lebih murah ketimbang buku baru. Dan aku paling senang berlama-lama nongkrong di toko buku bekas ketimbang di toko buku konven (((booook udah macam bank aja ya toko buku konven, hahaha))). Maksud aku kalau di toko buku konven kan kebanyakan masih diplastik ya, jadi ga leluasa gitu pada saat ngepoin isinya #takut dipelototin sama yang jaga hahahhaha... 

Minggu, 11 Agustus 2019

Jaman Kecilku Dulu Super Ngirit




Berbeda dengan anak jaman now, yang dari kecil udah kenal gadget, diriku jaman kucrit bisa dibilang hidup dalam masa-masa susah. 

Jangankan gadget, henpon aja baru ada pas SMA. Itupun belom dibolehin punya. Yaiyalah henpon kan waktu itu masuknya barang mewah ya. Jadi ga semua orang punya. Walaupun modelnya masih kayak gimbot atau remot tipi gitu lah. Tapi baru orang-orang tertentu saja yang punya, haha...


Sabtu, 10 Agustus 2019

Last Update for Me : Lagi Sibuk




Waktu nulis ini, suara aku udah enggak kayak kodok lagi. Tapi batuknya masih sesekali sih, jadi kadang-kadang aku mendadak migrain karena minggu-minggu ini kerasa hectic banget lantaran renov yang ga kelar-kelar, plus ketambahan ngurus 2 bayik yang sedang sriwut-sriwutnya (baca : si kakak yang lagi getol aku belajarin ngomong tapi nda pernah aku update di grup keluarga jadi uti kakungnya nda tau proses panjangnya hahhahah, juga si adek yang udah fase maem).... 


Selasa, 06 Agustus 2019

Daftar Film Thriller Korea Wajib Tonton Part 5




Daftar Film Thriller/ Crime/ Mysteri Korea yang Bagus, Menegangkan, Wajib Tonton

Kategori film untuk usia : 21 tahun ke atas

1. The Witness (2018)

Seorang paman bernama Sang-hoon pada suatu hari melihat pembunuhan yang dilakukan oleh seorang pria bertopi terhadap seorang wanita di halaman apartemennya. Selain bertopi, pria tersebut juga memiliki ciri lain seperti setelan hitam-hitam dengan senjata palu di tangannya. Ia sendiri menyaksikan pembunuhan tersebut dari arah jendela yang menghadap langsung ke TKP. Padahal, tadinya ia hanya ingin minum saat terbangun di tengah malam karena sangat kehausan. Sialnya secara tak sengaja, ia malah menyaksikan pembunuhan lengkap dengan pelaku yang masih berada di TKP. Saking syocknya ia, pun khawatir terlibat terlalu jauh dalam kasus tersebut, sang paman kemudian cepat-cepat mematikan lampu, supaya si pelaku tidak keburu sadar bahwa ada satu jendela yang nyala dan menyaksikan aktivitasnya. Namun, bukan penjahat cerdas namanya kalau tidak langsung ngeh begitu ada yang tidak beres dengan lokasi dimana ia melakukan pembunuhan. Ia kemudian mengira-ngira lewat koordinat berapa, kegiatannya tadi bisa disaksikan andaikata benar ada saksi. 


Sabtu, 03 Agustus 2019

17 Agustusan Jaman Kecilku



17 Agustusan Jaman Kecilku

Mumpung hawanya lagi 17-an, yaudah aku cerita itu aja ya. 

Lagi-lagi tentang kenangan masa kecil. Soalnya tiap 17-an rikolo jaman semono, memang ada aja hal yang membuatku keingetan sampai sekarang. 

Apa sajakah itu ?

1. Malam Sebelum 17 Agustus, Jalan-Jalan dan Rumah-Rumah Warga Dihias Lampu Warna-Warni

Biasanya, aku, kakak, sama bapak/ibu (adek belom lahit red) ngiter dari ujung sampai ujung jalan raya cuma buat ngeliatin mana pola hiasan lampu yang paling menarik dan bersinar. 

Serius dulu tuh meriaaaaah banget meskipun warga cuma serentak masang lampu kelip-kelip berwarna merah, kuning, ijo. 

Sekarang udah ga ada, sedih juga ya rasanya....

2. Cari Gembus dan Kacang Goreng di Alun-Alun

Selain ngeliat lampu, kami biasanya menyempatkan diri buat berburu gembus dan kacang goreng yang dijual dadakan pas musim 17-an. Yang jual kebanyakan udah embah-embah. Pake pikulan dan penerangan senthir atau lampu teplok. 

Nah, gembus sendiri merupakan penganan berbahan dasar  tepung kanji/singkong yang dibentuk bulat, dan dilubangi pada bagian tengahnya. Dimasaknya dengan cara digoreng. Rasanya kurang lebih mirip-mirip cireng kalau dibandingkan dengan penganan jaman sekarang. Teksturnya kenyel (kelot-kelot). Rasanya gurih. Usahakan makannya pas masih dalam keadaan panas ya supaya nggak keburu keras. 

Harganya sendiri relatif murah. Dulu pas jamannya aku masih SD (eranya Pak Harto), gembus itu paling dihargai Rp 500-1000 udah dapat sekresek sedeng. 

Sedangkan kacang goreng, ya dia kacang tanah biasa cuma masaknya digongso alias disangrai pakai pasir. Aku ga begitu suka kacang goreng karena bikin batuk. Paling yang suka cuma bapak/ibu buat klethikan di rumah.

Gembus itu yang warna putih bolong tengahe, rasa mirip cireng (gustyanita pratiwi docs)