Selasa, 11 Mei 2021

Lebaran Sebentar Lagi....





Oleh : Nita 

Bunyi cengkerik pukul 22.00 WIB membangunkanku untuk sekedar meng-update blog lagi. Aku pikir tidak ada salahnya kembali menulis sebab 2 hari ke depan sudah Lebaran. Meski Lebaran tahun ini amat sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tapi tetap saja kesibukan 'tak kasat mata' seolah selalu menanti dan menyertai. Padahal porsi masak yang sangat menguras tenaga itu sudah banyak dikurangi, tapi entah kenapa orang tua tetap ingin ada kehebohan masak seperti tahun-tahun sebelumnya. Memasak sesuatu yang sudah legend terhidang di atas meja saat Lebaran. Katanya kurang pantes kalau meja makan sampai kosong, paling tidak harus ada makanan yang khas. Inginku sih beli saja ya supaya lebih praktis. Tapi tidak dengan ibunya Suami maupun ibuku hahahahaa... 



Senin, 26 April 2021

Diajak Pak Suami Ngiter Cari Takjilan





Sesungguhnya postingan kali ini dipersembahkan oleh keinginan buat majang foto jambu aer yang warnanya pinky-pinky unyuk itu....#eh alesan macam apa ini? Belum ngucap salam udah maen intro aja. Intronya jambu aer pula....hihihi, maapkeun ya Pemirsa, terlalu bersemangat sayanyaaah....

okey....Bismilahirohmanirohim..

Assalamualaikum semua...

Apa kabar pembacaku tercinta di Senin siang yang cukup nyanyas seperti kepalaku ini? Nah loh? Semoga sehat-sehat saja ya, selalu bahagia dalam keadaan apapun. Dilimpahi cinta dari berbagai penjuru dunia~~uwuwuw....


Jumat, 23 April 2021

Antara Aku dan Kucing Orenku




Hallo lagi...

Jadi, semalam itu aku nyoba gambar lagi pake tab. Ceritanya mau ngetes apakah tabku yang layarnya uda dipecahin si Adik ini masih bisa dipake buat usap-usap layar. Uda mau copot itu, wakakkakak. Batinku, kira-kira masih bisa diteken-teken ga ya itu tombol pencetannya?... Eh alhamdulilah masih bisa...ya walaupun tetep aja aku pengen beli layar yang baru sih, huhuhu. Biar ga usah beli lagi. Beli hengpon baru maksudnya, ga...itu ga perlu. Terpenting layar yang pecah itulah yang harus mulus lagi... 🤭🤭


Selasa, 20 April 2021

Cerita tentang Telor Rebus




Oleh : Beby Mbul

Derik jam Junghun lamat-lamat menyambut kepulangan Mbul kecil pada pukul 14.05 WIB usai mata pelajaran hitungan yang begitu membosankan. Suara intonasi guru yang menerangkan pun tak ubahnya setelan robot. Fals. Hampir seluruh siswa terkantuk-kantuk dibuatnya. Tak jarang beberapa diantaranya malah langsung bablas sampai ke alam mimpi. Ya hanya dengan bermodalkan buku-buku paket yang diberdirikan, mereka tidur melepaskan diri dari belenggu bayang-bayang integral yang menari-nari di atas kepala. 

Dua jam terakhir rasanya kepala mau copot. Mbul kecil memang tidak menyukai pelajaran hitungan. Ia paling anti dengan pelajaran matematika, fisika, dan juga kimia. Ia lebih suka  menghapal biologi, aneka rumpun sosial, atau latihan menulis pada pelajaran bahasa (bisa Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris). Anehnya, saat kelas 2, ia tetap memilih jurusan IPA. Bukankah itu yang dinamakan cari mati? 

Praktis, begitu lonceng berdentang sebanyak 14 kali, sudah seharusnya ia katakan itu sebagai sebuah mukjizat. 


Kamis, 15 April 2021

Ide Menu Buka Puasa atau Sahur ala Mbul Nita



Assalamualaikum...
#dijawab dong salamnya....

April ternyata masih hujan aja di tempatku. Siang tiba-tiba jadi gelap, layaknya akan ada badai. Anginnya kenceng banget. Atep yang masih pada bocor terpaksa ditalangin dulu pake ember :D. 

Oh ya, berhubung masih dalam suasana Ramadhan, aku mau post ide menu buka dan sahur ala keluarga Mbul ya. Mumpung lagi rajin, tar kalau udah pertengahan bulan dan kumat malasnya kan seenggaknya aku uda ancang-ancang ngepost menu buka dan sahur sedari awal #alesyan, hihi..



Selasa, 13 April 2021

Review Supernova Petir by Dee Lestari




Sinopsis Supernova Petir, Dee Lestari


Judul buku : Supernova Petir
Karya : Dee/Dewi Lestari
Cetakan pertama : April 2012
Cetakan kedua : April 2012
Penerbit : Bentang Pustaka
Hlm : x+286 hlm, 20 cm
ISBN : 978-602-8811-73-6
Pernah terbit dengan judul yang sama pada 2004



Di sudut Kota Bandung, tersebutlah seorang gadis keturunan Tiong Hoa bernama Elektra. Ia tinggal bersama ayah yang biasa disebut sebagai Dedi dan juga kakak perempuannya Watti. Mereka hidup dalam kesederhanaan di sebuah rumah bergaya Belanda, Eleanor. Rumah tersebut bukannya terlihat megah, malah lebih mirip sebagai gudang raksasa karena memang sehari-hari dioperasikan sebagai tempat servis barang elektronik bernama Wijaya Elektronik. Mungkin, dari situlah nama Elektra dan Watti bermula. Satu, berkaitan dengan istilah elektronik pada nama Elektra, satunya lagi berkaitan dengan satuan watt pada nama Watti. 

Minggu, 11 April 2021

Review Bakso Balungan Pak Granat Tangerang





Kenangan waktu hamil tm 3 si adek, dan kakak masih bayi ugha hahahha


Pada suatu kali aku ngeliat ada kede bakso baru di Tangerang yang mana keliatannya rameeeee bener. Nama kedenya ‘Bakso Balungan Pak Granat’ yang notabene asli Magelang, Jawa Tengah. Lokasinya sendiri klo yang cabang Tangerang adanya di Gelam Jaya, Pasar Kemis, belakangnya Alfamart (apa Indomaret ya lupaaa) pokoknya yang deket bunderan Giant Permata.

Begitu tau ada kede Bakso Balungan itu, pikirku : Wah ! Kudu dicoba nih, karena kan aku suka nyemil bakso ya klo pas lagi bosen bener makan nasi. Udah gitu namanya juga bikin penasaran yaitu bakso balungan. Yang punya Pak Granat lagi. Jadi yang aku bayangin tu apa serba pedes mirip granatkah ato gimana ? Penisiriiin !


Sabtu, 10 April 2021

Review Pia Apple Pie Bogor




Assalamualaikum wr wb....

#kenangan waktu hamil si adik tahun 2018

Puas berkeliling Kebun Raya Bogor atau KRB, tak terasa ada yang minta segera diisi. Apalagi klo bukan perut yang sudah mulai bertingkah. Ngelih tingkat internesyenel minta segera ditunaikan haknya hahaha. Karena sebelumnya memang baru sarapan yang ala kadar di Cafe Kenari (itupun Pak Su doang yang makan, sedangkan aku tidaaaak karena pengen maem di luar hihi)


Selasa, 06 April 2021

Review Indomie Rasa Kaldu Ayam




Holahaaaaaaaaaay
Assalamualaikum...

Terima kasih sudah singgah lagi di goyangan wajah masakan mienya Embul. Kali ini yang bakal Mbul eksekusi adalah Indomie Rasa Kaldu Ayam. Itu loh yang bungkusnya warna kuning. Masak yang kuah-kuahan setelah seharian ga makan berad, malamnya dibonusin ngemie kuah panyas-panyas pake telor nyempluk, sapa maaooooook??? 


Senin, 05 April 2021

Dawet Hitam Jembatan Butuh




Hallo Teman Teman....
Assalamualaikum wr wb....

Ga ada habisnya klo aku bicara tentang minuman khas dari kampung halaman kami yang bernama “Dawet Ireng Jembatan Butuh” ini. Terletak di timur Jembatan Butuh (lebih tepatnya setelah Pertigaan Klepu) atau yang sekarang dikenal dengan Jl. Nasional No.3, Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dawet ini memang sudah cukup moncer di kalangan pecinta kuliner lokal, umumnya setelah diinfokan lewat mulut ke mulut. Coba aja kalian googling sendiri, betapa banyaknya media massa yang telah mengulasnya lantaran cukup fenomenalnya rasa dawet ini, di samping memang posisi kedainya yang cukup strategis. Karena, dia berada di pinggir jalan utama penghabisan antara batas Kebumen-Kutoarjo sehingga banyak dilalui oleh kendaraan bermotor maupun roda 4. Jadi misalkan kalian sudah melihat keramaian pada sebuah pendopo kayu terbuka yang berlantaikan semen tegel–sementara di depannya mangkal pikulan dawet, gentong, serta papan nama bertuliskan “Dawet Ireng Jembatan Butuh Pak Wagiman”, maka sudah bisa dipastikan bahwa kalian telah sampai pada salah satu warisan kuliner daerah yang legendaris itu.


Minggu, 21 Maret 2021

Kebun Mini





Oleh : Beby Mbul


aku mau cerita tentang halaman samping. Ini adalah sudut favorit yang amat berbeda dari dulu pas aku masih kecil. Bedaaaaaaa banget perbandingannya dengan yang sekarang. Ya iya lah. Masa kan sama terus. Kan ada berapa kali episode tuh Bapak sempet nukang. Pokoknya waktu kecil itu seriiiiing banget nukang. Dari rumah yang tadinya cuma seukuran berapa x berapa. Sekarang uda memanjang. Dari yang awalnya masih batu bata dan lantai cor-coran semen sampe udah tembok putih dan keramikan. Ga gede, cuma ke belakangnya itu panjang. Terus satu yang ga berubah dari orang tua, terutama ibu, beliau suka banget bunga. Apalagi sekarang....itu tuh sudut favorit yang uda menjelma bagaikan tukang jualan anggrek. Bagaimana ga kayak tukang anggrek, macemnya aja ada banyak. Pembibitannya dengan cara distek. Berbagai warna dan motif. Walaupun yang kutahu cuma anggrek bulan aja sih. Padahal mah ini cuma buat hobi dan iseng-iseng aja, hihihi. Bukan buat komersil. 



Sabtu, 20 Maret 2021

Review Rumah Makan Umaeh Inyong, Purwokerto


(Postingan 23 AUG 2019 aku naikin lagie)

Assalamualaikum wr wb...

Setelah lega karena berhasil membooking hotel di Java the Heritage, Purwokerto, ba’da magrib, perut kami mulai terasa keroncongan. Maklum saja, perjalanan panjang dalam rangka mudik balik ini memang biasa dihantui oleh rasa lapar yang teramat sangat akibat malas mencari tempat makan on the spot yang belum tentu rasanya. Jadi, mumpung udah dapat hotelnya nih, yaudah, malamnya kami putuskan untuk berwisata kuliner saja di dekat-dekat hotel.


Rabu, 17 Maret 2021

Cerbung Majalah Bobo Jadoel 90-an : Si Kembar dan Mahluk Mineractus




Oleh : G Nita

Kali ini aku akan bernostalgia dengan Cerbung Majalah Bobo yang berjudul "Si Kembar dan Mahluk Mineractus". Sebuah cerbung di Majalah Bobo jadul yang identik dengan tokoh kembar perempuan~laki-laki bernama Regina dan Rexi, juga mahluk mineractus bernama Safir dan Rubi. Sedangkan musuhnya bernama Tuta Hoga dan Polydore. Ditulis dengan apik oleh Vanda Parengkuan dengan ilustrasi Yoyok yang begitu melekat di hati. 

Soalnya gambarnya itu beneran membangkitkan imajinasiku banget tentang si mahluk mineractusnya ini, juga kehidupan di alam bawah tanahnya seperti apa. Gambarnya simple tapi ngena banget. Makanya salah satu cerbung Majalah Bobo yang aku hapal walaupun lupa endingnya ya cerbung ini.

Cerbung Majalah Bobo Jadoel 90-an : Si Kembar dan Mahluk Mineractus

Senin, 15 Maret 2021

Nasi Bebek Hitam Khas Madura ala Mbul





Oleh : G Nita 


Tok Tok Tok!!!!!

Kulonuwun..........

Assalamualaikum........

Hallo lagi teman-teman bloggerku.... Apa kabarnya? Masih teteup napas kaaand? Saia juga. Alhamdulilah kabarku baik-baik saja, semoga kalian juga ya.... Jadi...karena aku sudah kangen dengan kalian semua, maka ijinkanlah Pamela Andersen Pratiwi kembali ke hadapan Anda semua dengan foto-foto makanan yang membahana dari atas ampe bawah, dari samping hingga samping lagi khusus untuk membuat air liur kalian naik turun. Karena eh karena...aku masak sesuatu yang agak effort juga Pemirsa. Iya itu hasil dari keinginan Ubung semata. Ubung tantik nan obas-abes dan mirip kucing kalau uda ada kepinginan sesuatu pasti sampe kebawa ngimpi, wkwk. 



Minggu, 14 Maret 2021

Oseng-Oseng Jantung Bebek ala si Mbul





Masakan kali ini dipersembahkan oleh jantung bebek yang dah terlanjur dibeli oleh Tamas dari Prima Food sebanyak 1 kg. Banyak nian? Mau dibikin apa? Katanya sih biar Ubungwatie masak oseng-oseng jantung bebek (((KATANYA))), hwahahawa... 




Kamis, 11 Maret 2021

Review Indomie Rasa Soto Banjar Limau Kuit



Oleh : Mbul
Assalamualaikum...

Akhirnya keturutan juga nyobain Indomie rebus varian soto banjar limau kuit yang warnanya ijo. Ini kemarin nemu stoknya banyak bener di Indomaret. Jadilah angkut!!! Sekalian test rasanya. 


Senin, 08 Maret 2021

Review Ayam Atung




Udah Maret. Uda Senin. Uda tanggal 8. Belom review ayam atungnya Mba Fanny dong. Pukpuk Beby Mbul yang molai kuwalahan ngepost yang mana dulu, sebab serep draftnya banyak dan lagi kuatur timing publishnya itu bagemana #syumbung, hihi. Baik, dikarenakan ini sudah teramat lama dari pas ayamnya dateng bersamaan dengan ojek di suatu sore yang sedang mendung, maka kali ini aku akan mereviewnya dengan modelan review ala-ala ku.



Jumat, 05 Maret 2021

Dawet Hitam Bu Sumarni, Butuh




Assalamualaikum wr wb....

Waktu kecil, Mbul punya satu kedai dawet favorit yang beda dengan dawet hitam Jembatan Butuh yang terkenal itu. Kalau yang itu kan punya konco sekolahnya Bapake ya, yang mana pada saat Mbul terakhir ke sana kedainya sinambi jualan durian juga....(dan Mbul beli duriannya dong, walaupun cuma satu glundung, hihi). Terus yang itu juga lokasinya di timur Jembatan Butuh, abis pertigaan Klepu yang terkenal ada sate tupainya.

Nah kalau yang ini beda lagi. Yang ini rekomendasinya Bapak pas aku masi Es ed dulu sih (baca : SD). Kebetulan Bapak memang tipikal orang tua yang suka membelikan anak-anaknya jajan setelah pulang ngajar. Biasanya Bapak lebih royal sih urusan beliin anaknya jajan ketimbang Ibuk #sungkem hahahha.... 


Selasa, 02 Maret 2021

Dua Orang Kunyuk




Oleh : Beby Mbul

Cerita masa kecil lagi boleh ya? 

Kali ini aku mau mengingat-ingat tentang memori jaman TPA dulu kurang lebihnya saat aku masih usia SD. Ya pantaran kelas 3-4-an lah. 

TPA yang kumaksud di sini adalah kegiatan di luar ngaji yang di mushola setelah sholat magrib. Karena waktunya sekitar jam 2 siang. Dan aku dari rumah harus berangkat pukul 13.00 WIB supaya tidak telat dan dihukum Bu Guru. FYI, Bu Gurunya ini memang galak-galak, jadi aku suka nge-doa-doa dulu biar ga dapat Bu Guru yang galak ketika sudah gilirannya aku mengaji.



Jumat, 26 Februari 2021

Kepungan




Assalamualaikum 
teman-teman blog kesayanganku...

Apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan baik ya... Hari ini Nita akan menulis tentang kepungan atau yang biasa disebut dengan kenduri, kenduren, atau selametan. Di tempat kalian ada kepungan juga kan? Kepungan atau kenduri ini merupakan suatu bentuk kegiatan kumpul bersama untuk mendoakan shohibul hajat agar memperoleh suatu kelancaraan dalam menunaikan suatu acara atau dalam rangka untuk mendoakan orang yang sudah meninggal yang diakhiri dengan pembagian nasi berkat. Kebetulan kemarin Nita sempat abadikan menu kepungan tahlilannya Akung di desa Nita dan Tamas atau Pak Suami, jadi Nita pindah aja fotonya di blog ini supaya ada kenangannya. 



Rabu, 17 Februari 2021

Semangkuk Es Gempol Pleret di Semarang Siang yang Terik




Assalamualaikum wr wb... 

Matahari memanggang siang Kota Semarang dengan garangnya. Panggilan jiwa untuk nge-es pun langsung terbit begitu saja tanpa bisa ditunda-tunda lagi. Aku pun berinisiatif untuk membuat gim atas inisiatif sendiri yaitu : hunting kuliner khas Semarang sebelum beneran cabs dari Kota ini (((bikin gim atas inisiatif sendiri))) #tabok vantad Beby Mbul...Lalu Pak Su pun melirik ke arah Beby Mbul dan menabok vantadnya hihihi.



Senin, 15 Februari 2021

Review Sate Kambing & Thengkleng Rica-Rica Pak Manto, Semarang




Assalamualaikum wr wb... 

Hujan yang mengguyur Kota Semarang kala itu mengingatkanku pada 2 bait lagu 'Jangkrik Genggong'. "Semarang kaline banjir, jo sumelang ra dipikir." Benar-benar derasnya ga ketulungan walau untung aja ga sampai banjir waktu aku nyampe sana pada penghujung Desember 2020. Waktu itu memang belum dicanangkan PSBB se-Jawa Bali sehingga aku masih bisa mengunjungi orang tua yang belum aku dan Pak Su tengok sekian tahun lamanya. 




Sabtu, 13 Februari 2021

Review RM Sahabat Alam Bumiayu




Oleh : G Nita
Assalamualaikum......

Pada kesempatan kali ini Mbul akan cerita pengalaman transit mam waktu mudik dalam rangka slametannya Mbah Kung pada Mei 2021. Nah, saat balik ke kota lagi, pulangnya mampir dulu ke RM Sahabat Alam di Jl Lingkar Negaradaha, Bumiayu, Jawa Tengah. Posisinya di sebelah pom bensin. Dan kayaknya pas kami ke sana itu baru aja  buka deh soalnya masih baru banget. 


Senin, 08 Februari 2021

Ibu Susu = Ibu Kucing ^_^



Aku merasa bahwa di kampung udaranya jauh lebih kering dibandingkan dengan di kota. Kalau sudah berangin alamak bisa bergemeletukan itu gigi geligi. Aku jadi sering minum air dari termos yang sudah kudinginkan sebelumnya. Lalu aku seduh teh tubruk dengan gula pasir sebanyak 2 sendok makan (bukannya sendok teh) dan kubawa gelas bergagang yang menampungnya ke teras yang halamannya sekarang sudah dipenuhi dengan bunga-bunga anggrek. Ya, aku suka sekali duduk di sana. Bengang-bengong saja sambil mengunyah jajanan pasar atau kalau pagi kugunakan untuk aktivitas menyuapi Kakak dan Mas Montogh sembari berjemur. Pak Suamiku tercinta juga ikutan berjemur hihihi

Baca juga : Kucing (Siluman)?


Kamis, 04 Februari 2021

Review Rumah Makan Pepes Jambal Walahar Bapak H.Dirja (Seberang Bendungan Walahar), Karawang




Waktu kunjung di Bandung telah usai. 

Saatnya 'markipul' (mari kita pulang) : "...mari pulang......marilah pulang...marilah pulang....bersama-sama 
#nah loh lagu waktu aku masih PAUD dong
#Gelang si paku gelang, pada tauk gag ini lirik lagu apaan???...
#Hoapah???! Kalian waktu kecil cuma taunya lagu cinta-cintaan? ckckckkc....paraaaa...paraaaaahh..

Okey...skip..

Senin, 01 Februari 2021

Alun-Alun Bandung dan Gerobak-Gerobak yang Memanjakan Perut...




Oleh : Mbul Kecil 

Alun-Alun Bandung di suatu siang yang mendung, dengan awan kelabu yang menggantung, pernah aku duduk di bangku semennya yang panjang dengan perasaan lucu. Seperti mengingat-ingat sesuatu. Tapi entah apa itu. Mungkin karena suasananya yang pas, begitu. Pohon-pohon rasanya seperti menari di kanan kiriku. Daun-daunnya diayun-ayun sang bayu. Tidak ada agenda jalan-jalan yang terburu-buru. Karena memang inginnya di situ. Duduk-duduk menanti lohor berlalu, dengan kamera dalam saku. Juga berpuluh-puluh  gerobak jajanan khas yang melambai-lambai ingin dihampiri dan menjadi target bidikku. Tapi aku sadar, kapasitas lambungku tentu tak sebanyak itu, hehehe...