Jumat, 21 Februari 2020

Sinopsis Di Sini Ada Setan The Movie (2004)


Sinopsis Di Sini Ada Setan The Movie (2004)
"Telaga Cinta Abadi"

Lola (Indri Sathiya) adalah seorang gadis aneh yang memiliki indera keenam. Ia sedang patah hati lantaran pacarnya Danish (Rionaldo Stockhorst) akan menikah dengan perempuan lain. Ia sangat frustasi bahkan sering mendapatkan kejadian aneh karena pikirannya sering kosong. Suatu hari ia mendapat telepon misterius. Ada suara gelak tawa perempuan dengan latar belakang burung gagak. Karena takut, cepat-cepat telepon itu ia lemparkan. Anehnya, benda tersebut kemudian mengeluarkan air yang sepertinya berasal dari danau. Warna airnya perlahan-lahan berubah menjadi merah semerah darah dan menggenangi kali Lola.


sumber : capture youtube N.N.F.H Channel Di Sini Ada Setan 2004

Judul : Di Sini Ada Setan The Movie
Tanggal rilis awal : 2004
Sutradara : Purnomo A. Chakil
Musik : Popo Fauza
Skenario : Tisa TS
Produser : Sinemart

Kamis, 20 Februari 2020

Pengalaman Makan di Bebek Sambel Gledeg Galeong


Review Bebek Sambel Gledeg Galeong Ibu Siti Nurkhotimah

Perasaan ni admin posting bebek muluk dah. Pantasan makin hari makin kek bebek, terutama pas lagi mayun alias bimolih, bibir monyong lima milih #hiyahiyahiya...

Sabtu kemarian uda rekor banget seharian ga kemana-mana. Tapi begitu menuju sore kok pingin nglayap aja yak ? Biasalah pasangan muda anak baru 2. Ya klo weekend pinginnya kemana gitu. Biar anak dapet udara bebas. Yah, emaknya juga sih yang pend halan-halan,...tapi ga deng, paling cuma makan bebek di tempat biasa. Biasalah Sabtu Minggu prei masak. Prei terus bukane Andah masake ya Mbul, hohoho....#oooops

Rabu, 19 Februari 2020

Review Dorama Jepang Strawberry on The Shortcake (SOS) 2001


Sinopsis Strawberry on The Shortcake (SOS) 2001

"Jika kamu dihadapkan pada sepotong cake strawberry, mana yang akan kamu makan terlebih dulu ? Apakah strawberrynya dulu baru cakenya ? Ataukah cakenya dulu baru strawberrynya belakangan ?" Konon jika kamu makan strawberrynya terlebih dahulu, maka kamu termasuk orang yang memilih bersenang-senang di awal baru bersusah-susah di akhir. Sebaliknya, jika kamu menyimpan strawberrynya untuk dimakan belakangan berarti kamu lebih mengutamakan bersusah-susah dulu, baru menikmati hasilnya kemudian.

Kata-kata di atas merupakan potongan dialog dalam dorama Jepang Strawberry on the Shortcake (SOS) yang tayang sekitar tahun 2001. Bagian ini memang cukup menarik perhatianku karena memiliki makna filosofis tersendiri, terutama yang berkaitan dengan 4 tokoh di dalamnya. 

Bercerita tentang kisah percintaan yang bersegi-segi antar  Manato Irie (Hideaki Takizawa), Yui Misawa (Kyoko Fukada), Haruka Sawamura (Rina Uchiyama), Tetsuya Saeki (Yosuke Kubozuka), Bu Guru Mariko Asami (Yuriko Ishida), tunangan Bu Guru, one night standnya Manato Irie, guru lesnya Haruka Sawamura, Bapaknya Manato Iriye dan Ibunya Yui Misawa. Tapi yang paling intens sih cerita tentang Manato-Yui-Haruka-Saeki-Bu Guru Mariko. Kenapa bersegi-segi? Karena melibatkan banyak orang. Ga cuma segitiga atau pun segi empat seperti biasanya. Yang ini lebiiiiih. Malah menjalar kemana-mana, entah itu karena sekedar pelarian, ataupun yang akhirnya dijadikan tambatan hati, wakakka...puyeng-puyeng deh lau nontonnya. Sama gw juga geregetan sendiri pas ngematin siapa yang naksir siapa akhirnya jadian ama siapa. Ribet #panadol mana panadol?

Sumber : youtube, dorama Strawberry on the Shortcake (SOS)

Judul : Strawberry on the Shortcake (SOS) 
Jumlah Episode : 10
Director : Nobuhiro Doi, Hiroshi Matsubara
Penulis : Shinji Nojima
Genre : Drama Televisi Jepang, roman
Kategori tontonan : untuk usia dewasa

Selasa, 18 Februari 2020

Heboh Banget Mau Masak Rica-Rica Ayam Kampung, ya Alloh, Wkwkw !


"Balik lagi ke resep masakan ala Madam Beby Mbul Pemirsa!"

Minggu pagi, kesyahduan acara tidur Madam Beby Mbul dan suamik terusik tatkala naq wedok tetiba nangis jejeritan kayak orang kesurupan. Duh duh duh, onok opo toh Neng....hari masih pagi pun, dan Mamah baru tidur berapa jem aja huahahhaha.... Ternyata oh ternyata kakinya bentol merah gegara digigit sesuatu. Keknya gw tau nih sapa pelakunya. Soalnya kaki dan tangan gw juga ada beberapa yang bentol merah gateeeeel bener--rasanya gatel yang bener-bener menyebalkan sampai pengen mengumpat. Lalu teringat semalam, aku mendengar bunyi ngeow-ngeow di bagian atap, ya sapa lagi kalau bukan ibu kucing liar yang beranak lagi di sana lalu kutu-kutunya pada turun ke bawah, aaaaaaargh ! Sering kejadian kaya gini soalnya, makanya aku uda hapal, hahaha...

Minggu, 16 Februari 2020

Review Buku : Rumah Gema / The Hollow (Agatha Christie)


Review Buku : Rumah Gema / The Hollow (Agatha Christie)

Kalau di Sir Arthur Conan Doyle aku menyukai The Hound of the Baskervilles, nah di Agatha Christie aku memilih The Hollow sebagai favoritnya. The Hollow atau yang dibahasaIndonesiakan menjadi Rumah Gema buat ku mempesonakan dengan caranya yang cukup aneh. Aku seperti dibawa pada eksistensi sebuah rumah yang begitu 'hidup' namun memberikan kengerian yang samar-samar. Aku menyebutnya rumah yang menggemakan sebuah tragedi dengan efek yang menyayat-nyayat.  

Berkisah tentang Keluarga Angkatel yang masih berdarah bangsawan tengah merencanakan pertemuan di rumahnya yang bergaya klasik pada suatu pekan. Lucy Angkatel, sang pemilik rumah digambarkan bak seorang peri namun dengan sifat yang susah dimengerti karena pemikirannya yang dipenuhi banyak hal. Ia dan suaminya Henry turut mengundang sanak family mereka, baik yang berasal dari jauh maupun dekat. Ada John Christow beserta istri--Gerda, Henrieta Savernake (yang sebenarnya masih kekasih gelap John), Edward Angkatel, David Angkatel, dan Midge Hardcastle yang sudah lebih dulu tiba di sana. Mereka juga mengundang satu orang lagi yang cukup penting, siapa lagi kalau bukan Hercule Poirot sang detektif swasta legendaris favorit pembaca setia Agatha.

Mulanya semua berjalan normal bahkan cenderung biasa saja. Tapi baru sehari setelah acara perkumpulan itu, tiba-tiba sudah ada yang meninggal. Meninggalnya dengan cara yang tidak biasa lagi. Di tepi kolam renang kebanggaan Lucy, sosok John telentang dengan posisi yang ditata artistik. Yang lainnya berdiri mengelilinginya dalam pose-pose yang cukup aneh. Bahkan Poirot menilainya sampai terlihat tidak proporsional. Satu diantaranya yaitu Gerda yang meringkuk meratapi sakaratul maut sang suami, namun sambil memeluk revolver di dadanya. Pandangannya linglung seperti orang lemot. Lebih anehnya lagi, nama Henrieta malah disebut-sebut John untuk yang terakhir kalinya, sehingga semua menjadi geger.


Judul Buku : Rumah Gema (The Hollow)
Penulis : Agatha Christie
Alih bahasa : Ny. Suwarni A.S.
Desain sampul : Staven Andersen
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama 
Cetakan kedua : Desember 1995
Cetakan ketiga : Mei 2002
Cetakan keempat : Mei 2012
Jumlah halaman : 368 hlm, 18 cm
ISBN : 978-979-2-8261-0

Sabtu, 15 Februari 2020

Semangka-Semangka di Pasar Kutowinangun


"Saatnya Berburu Semangka !!!!"

Waktu mudik ke Kebumen tahun kemarin, ada 1 hal yang membuatku hapal sama keberadaan Pasar Kutowinangun. Yaitu lapak semangka yang berada di pusat keramaian Kutowinangun yang tumplek blek jadi satu sama terminal, juga pul bis-bis AKAP yang menuju arah-arah kota. Pemandangan ini tentu saja menarik perhatianku, terlebih Pak Suami yang emang hobi beli semangka. Lha wong di Tangerang aja bulak-balik ngajakin beli semangka, eh begitu liat di kampung ada semangka gede tur murah ya otomatis angkut ! Hahaha...

Baca juga : "Malam-Malam Durian !"
Baca juga : "Merindukan Pohon Rambutan"

Semangka nama lainnya itu tembikai. Eh ini aku juga baru tau lho dari wikipedia. Coba aja cek apa itu tembikai. Pasti keluarnya gambar semangka, hehehe...

Jumat, 14 Februari 2020

Kue Keranjang dari Tetangga


Dikelilingi orang-orang baik itu termasuk rezeki. Karena rezeki ga sekedar uang atau melimpahnya harta benda. Tapi juga kesehatan dan lingkungan yang supportif. Keluarga yang care, bapak ibu yang perhatian, kakak adik yang walau jauh di mato tapi tetap dekat di hati, juga tetangga yang nyemedulur dengan ketulusan hati bukan kaleng-kaleng #tsaelah. 

Baca juga : "Perkara Kolak"

Beruntung memang aku dan Pak Suami berjodoh dengan lingkungan rumah yang orangnya ga aneh-aneh. Walaupun lingkungannya majemuk dan berasal dari berbagai ras, suku, serta agama, tapi kami hidup rukun berdampingan satu sama lain. Alhamdulilah buku PPKn jaman SD-SMP-SMA ga cuma apal di luar kepala, tapi  juga diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kamis, 13 Februari 2020

Bunga-Bunga Krokot yang Bermekaran di Depan Rumah....



Bunga-bunga krokot yang bermekaran diterpa angin *uwuwu betapa cute-nya #wetetetetett ga pantes luh Mbul bersentimentil-sentimentil ria. Ga cocok sama sekali, Kat kat kaaaat ! Hahaha... Ya monmaap saianya emang lagi terbawa suasana. Tatkala memandangi bunga-bunga krokot yang mungil dan berwarna merah jambu ini, ingin sekali ku menjelma sebagai ibunya Atasinchi dan menyanyikan lagu ~ "Mawar meraaah penuh gairahhh". Sungguh kuasa Alloh yang mampu membuatnya bermekaran di jam-jam yang sama--pada pagi hari saat udara masih sejuk-sejuknya, lalu perlahan menguncup sendiri begitu matahari berada di atas peraduan.


Rabu, 12 Februari 2020

Mie Kangkung, Sekilas Rasanya Mirip Mie Ayam


Bismilahirohmanirohim
Halo halo halo...

Kalau dengar mie kangkung, apa yang terlintas dalam benak kalian ? Tentu saja mie yang mirip-mirip ama mie ayam. Bedanya paling sawi atau cesinnya diganti ama kangkung. Tapi untuk urusan mie dan ayam kecap yang jadi toppingnya sih mirip-mirip. 


Aku baru tahu sih ada makanan yang namanya begini. Mungkin karena kurang penjelajahan kuliner sebelum menikah ama Tamas. Secara, suamiku kan lebih kaya petualangan kulinernya ketimbang diriku yang katrok ini. Jadi ya, baru tau nama-nama makanan setelah tinggal sama dia wekekek... 

Selasa, 11 Februari 2020

Semur Jengkol Favorit



Seumur-umur kayaknya aku belum pernah lihat pohon jengkol deh. Maksudnya secara langsung gitu. Kalau ngliat dari google sih baru aja, hehe. Ya, kadang penasaran juga. Terus tiba-tiba khayalanku agak ngehalu dikit, andai-andai punya tanah sekian hektar (((andai-andai aja nih ya))), mungkin bisa kali kalau ditanemin pohon buah atau sayur-sayuran. Belinya di kampung saja. Maksudnya area Tangerang tapi bagian kampung, biar dapatnya harga murah. Nah, abis itu tinggal jadikan kebon deh. Ntar tiap weekend bisa mampir ke sana buat petik-petik. Ya ngekhayalnya punya pohon jengkol, pete, duku, kepel, rambutan, bahkan durian. Buat sarana hiburan aja ceunah. Terus di situ ga usah dibangun apa-apa. Paling templokin aja 1 kontainer buat dijadikeun tempat ngiyub #nunut ngiyub kulo nunut ngiyub, udan lali ra gowo payung...#Didi Kempot song's mode on.. Paling  kontainernya kasih kasur satu ama toilet, ude deh...ude serasa kayak rumah-rumah kontainer di luar negeri #ngayal teros Mbul hahaha... 

Ya tapi kalau punya pohon jengkol sendiri kayaknya enak, soalnya jengkol di pasaran kan mahal. Di warnas aja, paketan 10 ribu, jengkolnya dicidukin 3-4 biji doang huhu. Malah cuma dibanjirin kuahnya. Berarti kan lebih puas masak sendiri. Oh ya, aku pernah nulis resep semur jengkolnya di tautan yang ada di bawah ini #silakan kepoin sendiri.



Senin, 10 Februari 2020

Pengalaman Makan di Bebek Royal Tangerang


Nostalgia Makan di Bebek Royal Pertama Kali...

Kalau ditanya tempat makan yang ada kenangannya waktu masih pacaran ama Bapaknya anak-anak ya salah satunya adalah Bebek Royal. Inget banget, ke sini itu pas jamannya aku main ke Tangerang untuk yang kedua kalinya. Yang pertama pernah sih, tapi pas ada tragedi aku diturunin dari KRL jurusan Tenabang-Duri, gegara karcisku ilang waktu disamperin sama petugas. Kemungkinan besar sih jatuh di rel waktu aku naik dari pintu masuk yang ga ada tangganya (jaman itu emang belum ada kartu yang ditap ke pintu masuknya jadi masih pake karcis dalam bentuk kertas). Terus karena kejadian itu aku diturunin ke stasiun terdekat, kalau ga salah area Slipi atau Grogol gitu, aku lupa. Pokoknya sebelum masuk daerah Duri deh.

Baca juga : "Bebek Banyumas"

Minggu, 09 Februari 2020

Sinopsis The Ghost Bride (2017)



Sinopsis The Ghost Bride (2017)

Judul film : The Ghost Bride (2017)
Sutradara : Chito S. Roño
Diproduksi : Charo Santos-Concio Malou N. Santos
Skenario : Chito S. Roño, Charlson L. Ong, Cathy Camarillo
Cerita : Chito S. Roño, Enrico C. Santos, Juvy Galamiton
Cast : Kim Chiu, Alice Dixson
Musik : Carmina Cuya
Sinematografi: Neil Daza
Editor : Carlo Francisco Manatad
Produksi : Bioskop Star
Tanggal rilis : 1 November 2017


Kali ini aku akan mereview film horror Filipina tapi masih ada unsur tradisi Chinanya. Judulnya Ghost Bride (2017). Pernikahan manusia dengan hantu. Hiiiiy, kok seram ya. Ya emang seram sih, hehehe...(tapi sebenarnya ga serem-serem amat kok, cuma emang kalau ada film yang berkaitan dengan ritual arwah leluhur aku langsung teringat dengan film vampir China tahun 90-an yang sering diputar di RCTI tiap Sabtu pagi). Sebab memang di sini ditampilkan beberapa adegan yang menggambarkan tradisi bulan hantu kelaparan atau biasa disebut hungry gost festival, dimana para warga pada bulan ketujuh kalender Lunar akan disibukkan dengan acara membakar persembahan untuk arwah leluhur berupa makanan, buah, uang kertas, kendaraan kertas, perhiasan, dsb agar jiwa mereka tenang di alam sana. Sebab, dalam tradisi mereka, jiwa manusia yang sudah meninggal diyakini masih berkeliaran di muka bumi dan akan bergentayangan jika tidak didoakan anggota keluarganya.

Jumat, 07 Februari 2020

Menu ini yang Dimasak Ibu Dengan Penuh Cinta



Bismilahirohmanirohim...
Halo halo haloooo...

Bagi seorang anak, masakan ibu hampir selalu yang jadi juaranya. Aku bilang hampir karena ga semua ibu-ibu bisa masak. Ada pula yang bapaknya lebih jago atau kalaupun bisa masak ya rasanya standar kayak masakanku wakakkaka #ampun deh. 

Kebetulan ibuku adalah tipe yang udah turun ke pawon sejak masih usia SD, karena emang adik-adik ibu banyak. Jadi waktu kecil ibu sudah terbiasa bantuin Simbah bikin sayur atau kelan alias lauk buat sehari makan 3 kali. Hampir sama sih kayak aku yang sedari kelas 3 SD udah dilibatkan bantu-bantu di dapur. Bedanya paling ibu udah dipasrahi keseluruhan prosesi masak yang terbilang rumit (mulai dari ngoseng, mbening, nglodeh, nyoto, nyanten, sampai ngolahin lauk hewani), sedangkan aku dipasrahi yang gampang-gampang aja dulu. Paling bagian pethik-pethik doang, kupas bumbu dapur, atau mentok-mentoknya goreng lauk. Lauk pun baru yang gampil-gampil aja kayak tempe atau tahu. Kalau ayam, ikan, atau daging-dagingan yang berpotensi bakal meledak-ledak baru diambil alih oleh ibu. Dulu juga pakenya masih kompor minyak, atau kalau di tempat simbah pakai keren alias nama lainnya tungku batu bata dengan bahan bakar kayu. Itulah kenapa aku ngerasa generasi baby boomers kelihatan lebih telaten alias cag ceg kalau udah ngerjain sesuatu. Kayak udah ada potensi alami gitu loh, beda banget ama keturunan selanjutnya yang dalam hal ini gw, mau bikin menu apa ndadak ngecek dulu di cookpad wakaka).

Meja makan yang selalu dirindukan dengan sajian menu masakan ibu

Senin, 03 Februari 2020

Sinopsis Pizza (2014)



Sinopsis Pizza (2014)

Kunal Malkholkar (Akshay Oberoi) adalah seorang pengantar pizza yang tinggal bersama istrinya Nikita (Parvathy Omanakuttan) yang seorang penulis cerita horor. Keduanya tidak memiliki minat yang sama, karena sebenarnya Kunal sangat membenci istrinya ketika terus-menerus menceritakan hal-hal mistis. Apalagi dirinya malah disugesti untuk cepat-cepat mengalami kejadian mistis betulan. Mendengar hal itu, Kunal merasa sangat kesal. Ditambah pula ia tahu bahwa Nikki sedang hamil, padahal ia sendiri belum siap menjadi seorang ayah dengan pekerjaannya yang saat ini masih dirasa belum stabil.


Judul film : Pizza (2014)
Direktur : Akshay Akkineni
Penulis skenario : Akshay Akkineni
Penulis cerita : Karthik Subbaraj
Cast : Akshay Oberoy, Parvathy Omanakuttan, Arunoday Singh

Minggu, 02 Februari 2020

Malam-Malam Durian !


"Horay udah musim durian sekarang...."

Hari Minggu, malam Senin kemarin aku dan Pak Suami ngerasa gabut banget. Seharian nungguin ujan kok ga reda-reda. Padahal sebelumnya uda safari ke mol buat hunting batik dan kebaya dalam rangka memeriahkan wisudanya Tante Anis di Solo. Tapi emang wisudanya masih lama sih yaitu akhir Februari ini (insyaAlloh), walaupun yang pada heboh justru mbakyuw-mbakyuwnya ini) termasuk juga kakak w yang di Bekasi) yang malah pada modus belanja brukat tunik di mol-mol middle class, haha.... 

Jadi Sabtu siang aku cuz ke Jakarta buat belanja. Minggunya di rumah aja. Karena emang langsung deres puol #seakan-akan ujan kemaren menebus satu hari yang penuh dengan matahari pada hari Sabtunya. Dari pagi nyampe pagi lagi ujaaaaaan meleee, menjadikanku cuma ugat-uget aja kayak tatung nangka bareng naq beiby dan juga Kangmas Prabu. 

Jumat, 31 Januari 2020

Resep Tape Ketan Hijau Cantik Ala Mamih Mertua



Waktu ngeliat rak pendingin supermarket yang ada tape ketan hijau kemasannya, tiba-tiba aku jadi keingetan kalau sering majang foto tape di blog, tapi belum pernah sekalipun nulis step-step cara bikinnya. Owalah piye sih Mbul ? # Ngana jadi tinta adinda ide atau bagaimana. Keknya gw kekurangan aquwa deh #aquwa mana aquwa...#hoho. Ya monmaklum, efek saking sibuknya ngurus 2 bayi, pak suami, dan rumah, aku jadi makin pelupa gini. Padahal aku uda ada stok fotonya sejak lama. Sejak lebaran beberapa tahun silam malah. Yaitu, pas diajarin Mamih mertua bikin tape buat persiapan Lebaran.


Jadi mumpung sekarang aku masih online nih, maka ga ada salahnya dong kalau aku tulis sekalian di sini. Siapa tau kelak aku bisa mempraktekkan langsung bagaimana membikin tape ketan hijau yang secantik bikinan Mamih Mertua. Lumayan kalau bisa bikin apa-apa sendiri, menghemat bajet euy dibandingkan kalau gw beli di supermarket. Uda gitu bisa dapat banyak lagi, plus tentu saja tingkat kemanisannya bisa diatur sesuai selera sendiri.


Kamis, 30 Januari 2020

Menu Masakan Tanggal Tua (Pake Banget)


Akhir-akhir ini updatenya cepet banget Mbul ? Iya nih, ngabisin stok foto lama. Tau sendiri kan aku tu cuma bisa nulis--lebih tepatnya mood nulis kalau udah ada ilustrasi fotonya. Sedangkan fotoku itu uda ada segunung. Banyak banget. Jadi, aku ngerasa mubazir aja kalau punya foto tapi ga ada ceritanya. Bisa sih ditaruh di instagram. Tapi jujur aku lagi jarang buka instagram. Lagi pula aku suka bingung kalau mau upload di instagram mau yang mana duluan, secara aku ngerasa fotoku itu bagus semua #narsis tingkat halu luh Mbul #terus dikepret berjamaah sama sobat instagram, haha.

Atau bisa aja sih cerita-cerita model tulisan opini atau pemikiran kayak blogger lainnya yang ga perlu ribet pake foto. Tapi aku ga ahli nulis itu. Salah-salah malah salah dalam penyampaian maksud serta tujuan. Sebab tema tulisan yang berbentuk opini dan pemikiran ini kadang suka menuai pro dan kontra. Sedangkan aku, maunya yang aman aja lah materinya, ahhahah... ya walaupun balik lagi, oleh sebab up datenya mengandalkan cerita dari foto semata, jadilah lama juga kudu watermarknya.  Kewalahan-kewalahan deh Lauw Mbul #ini aja dah ada wacana bakal dimatiin wifinya. Jadi selagi masih bisa up date, ya gw akan update huehehhe....Ngabisin kapasitas penyimpanan blogspot sebesar 15 GB lebih tepatnya. 


Rabu, 29 Januari 2020

Mochi Kesukaanku



Review Tetsin Mochi Mochio, Mochi Kesukaanku !!

Tadinya aku ga 'ngeh' nama mochi ini adalah Tetsin Mochi Mochio. Baru aja tahu pas mau ditulis di blog. Padahal udah sering beli sejak lama #wakakak... Ya maklum namanya juga bukan postingan berbayar. Coba aja lihat isi blogku, jarang banget kan ada postingan berbayarnya #KRAI... Etapi biasa aja ding, kan aku ngereview juga suka-suka. Karena tiap nemu makanan enak ya aku tinggal bela-beli aja, ga ngematin mereknya apa. Kalau enak baru aku kasih reviewnya di blog. Kalau ga, ya ga pernah aku review sih.  Sesimple itu. Jadi aslik pake duit sendiri #ga pake endorse haha..

Tetsin Mochi Mochio ini aku bilang sih buletannya gede ya. Isiannya juga full karena emang harganya mahal. Per buletnya Rp 8000,-. Dulu sempat menangin waktu masih range Rp 4000-Rp 7000,-. Ya pantaran tahun-tahun 2013-an. Tapi sekarang udah naik jadi Rp 8000,-. Mungkin ngikut kenaikan inflasi. Kalau dari informasi di text boxnya sih, si mochinya ini punya berat kurang lebih 50 gram/pcs. Komposisi bahan-bahannya sendiri terdiri dari tepung ketan, gula, minyak nabati, margarin, tepung maizena, madu, kacang walnut. Klaim di boxnya sih katanya ga pakai pengawet.

Selasa, 28 Januari 2020

Review Buku : Messiah (Boris Starling)


Sinopsis Messiah (Boris Starling)

Detektif Penyelia kenamaan asal Scotland Yard, Red Metcalfe harus berhadapan dengan dua pembunuhan sekaligus yang terjadi dalam satu malam. Satu orang digantung, satu orang lagi dipukuli hingga mati. Satu-satunya kesamaan dalam kasus ini adalah tidak adanya lidah dan keberadaan sendok perak dalam mulut korban. Polanya sama tapi tidak ada jejak si pelaku. Kasus ini cukup rumit, bahkan mengancam reputasi Red sebagai polisi.

Belum juga menemukan jejak si pelaku, pembunuhan ketiga tiba-tiba diumumkan. Kali ini korbannya dipenggal dengan cara biadab. Lagi-lagi tanpa lidah. Hanya ada sendok perak di dalam mulut yang mengucurkan darah. Merasa dipecundangi oleh si pelaku, Red pun segera membentuk tim yang beranggotakan polisi-polisi terbaik di jajarannya. Ia tunjuk agen muda Jez Clifton, pacar Jez--Kate Beauchamp, dan satu lagi polisi tua yang sebenarnya menyebalkan tapi dinilai cukup mumpuni yaitu Duncan Warren. 

Meski demikian, pelaku masih terus 'bermain-main' dengan Red dkk, bahkan semakin menggila dengan menumbangkan korban-korban baru yang ternyata memiliki kesamaan pola dengan korban sebelumnya. "Pembunuh berantai ini lantas dijuluki si 'Lidah Perak'!" Siapa sebenarnya orang 'gila ini ?  Red pun mengerahkan segala kemampuannya sampai titik darah penghabisan.



Judul Buku : Messiah
Nama Pengarang : Borris Starling
Penerbit : Matahari (imprint PT Zaytuna Ufuk Abadi)
Cetakan 1 : Maret 2016
Desain Sampul : Giet
Pewajah Isi : Kreatif Matahari
Korektor Teks : Glaresia
Jumlah Halaman : 544 halaman
ISBN : 978-602-372-078-1

Senin, 27 Januari 2020

Nasi Goreng Bapake vs Mamake, Mana yang Lebih Jos?



Punten Slur, gw mau review yang mantap-mantap lagi nih...

"Pada-pada ngapake."
"Pada-pada seka Tegale."
"Pada-pada ramene."
"Pada-pada enake."
"Pada-pada akeh fans garis kerase."
"Kiye sih lagi mbahas apa yach, Slur?"
"Keneh taktidoki kon kabeh mengenai jeneng nasi goreng sing wes kesohor nang daerah Tangerang bagian perbatasan (diwacane : mepet kabupaten kayak guwe yach !)
"Cuzzz disimak baik-baik !"

Oke, aku lanjutkeun dengan bahasa Indonesia aja... biar pada mudeng #biar pada dong #sebab gw juga suka keterusan sih klo udah ngomong bahasa jawa #maklum diri ini kan aslinya orang Kebumen bagian ngapak, wahahahai..

Lanjut !

Kali ini aku mau bahas tentang nasgor langgananku dan Pak Suami yang udah jadi favorit sejak lama. Yah hampir 6 tahunan lah sejak mukim di sini. 

Adalah nasi goreng milik Bapake dan juga Mamake. Tapi ini beda kedai ya. Sebab Bapake punya istri sendiri yang lain dengan Mamake, sedangkan Mamake juga punya suami sendiri yang lain dengan Bapake #nah mumet-mumet deh lo pada ngebaca bahasa gw yang mbulet kayak bolah jahitan wkwkwk. Cuma emang dua-duanya sama-sama orang Tegal, jadi kami panggil mereka dengan sebutan Bapake dan juga Mamake. 


Minggu, 26 Januari 2020

Cuci Mata Liat Buah dan Sayur di Supermarket......



Cuci Mata Liat Buah dan Sayur di Supermarket......

Diantara aku dan Pak Suami, yang lebih demen belanja justru partner in crime ku itu. Pokoknya, udahlah jago nawar, garcep membandingkan antara satu pedagang dengan pedagang lainnya, juga telaten mengingat semua harga-harga dengan detail. Bahkan harga per kilonya berapa juga sampai hapal tuh jumlahnya. Misalnya : Untuk telur satu kilo, umumnya dapet sekian butir nih (kira-kira ngepasin tempat telur yang ada di kulkas). Tapi itu buat yang kecil-kecilnya aja, udah dikira-kira angetnya berapa. Kalau yang gede-gede biasanya dapat sekian butir. "Jadi jangan mau dikadalin pedagang telur ya Mbul kalau pas ditimbang kiranya ga memenuhi unsur sekilo." Terus aku cuma ber ho-oh-ho-oh aja saking kemampuanku belanja masih sangat cetek. Paling biasanya diledek, "Nih Tubul kalau besok-besok dilepas belanja sendiri, masih inget ga ya harga-harganya ?" #huahaha gw diskak mat. Ya, karena doi emang udah terlatih sejak kecil disuruh belanja ini itu ama emaknya, jadi lah kadang-kadang jumawa bangga dengan kemampuannya menghapal harga-harga di luar kepala. Istilahnya hapal secara terstruktur, sistimatis, dan masif #wakakak.

Senin, 20 Januari 2020

Nostalgia Resepsi Mantenan Jaman Doeloe



Abis baca tulisannya Mbak Pipit yang ini, aku jadi pengen nulis tema serupa deh #ngapunten ya Mbak Pit, kalau Mbul sukanya tiruw-tiruw gegegek...

Yup, sesuai dengan judulnya, sebenarnya dari kemarin aku uda kepikiran pengen nulis tema ini. Tapi baru pecah telornya sekarang, kemaren cuma diengkeun-engkeun aja saking lagi buntu mau nulis intronya. Ya bukan resepsi mantenanku sih, melainkan resepsi mantenan Tante-Tanteku jaman aku kecil dulu. 

Oh ya, Simbah dari ibu itu punya anak 5 cewek semua. Kalau dalam istilah jawanya disebut pancagati. Nah, ibuku itu anak mbarep (sulung). Jadi jumlah Tanteku itu ada 4. 1 yang bawahnya ibu pas ga menangin sih mantenannya gimana. Tapi 3 yang lain aku masih menangin. Walaupun dalam ingatanku, emang waktu itu  aku masih kecil banget. Mungkin baru berapa tahun gitu. Tapi di 2 Tanteku yang terakhir, kalau ga salah aku uda masuk TK dan SD kelas 3. Jadi lumayan masih inget sih hal-hal yang lekat dengan resepsi mantenan Tante-Tanteku ini--yang notabene diselenggarakan di rumah simbah (ga kayak jaman sekarang yang kebanyakan sewa gedung, termasuk gw juga sih pas nikahan sewa gedung wkwk).


Minggu, 19 Januari 2020

Gramedia World BSD


Pengalamanku Beli Buku di Gramedia World BSD
Hallo Halo Halo !

Kali ini aku mau cerita tentang pengalamanku waktu jalan-jalan ke Gramedia World BSD. Satu konsep Gramedia yang lain dari biasanya (karena ga satu gedung dengan mall, melainkan punya gedung sendiri yang jatuhnya kayak one stop shopping untuk belanja macam-macam barang, mulai dari buku, stasionery, permainan anak, hardware, peralatan masak, musik, olah raga, sampai cafe juga ada di sini. Ntar deh aku jelasin atu-atu di paragraf berikutnya. Yang jelas tertarik ke sini gara-gara waktu itu, aku, Pak Suami, dan anak-anak abis dari Taman Tecno, dan pulangnya kami lewat area Foresta Business Loft, BSD City yang seberangnya ya Gramedia World BSD ini. 

Selasa, 14 Januari 2020

Dongeng Majalah Bobo Tahun 90-an yang Masih Aku Ingat Sampai Sekarang



Dongeng Majalah Bobo Tahun 90-an yang Masih Aku Ingat Sampai Sekarang

Puteri Kaca 
(Majalah Bobo No. 43, 1 Februari 1995, Cerita Rakyat Srilangka, diceritakan oleh Malya Lalita)

Bercerita tentang Pangeran Tissa yang harus menemui Putri Kaca yang sakti karena suatu sebab. Sebelumnya, dikisahkan ia dan ke-6 kakak lelakinya berniat mencari istri yang sama-sama bersaudari 7. Ketika sudah menemukan keberadaan putri-putri itu, hanya Pangeran Tissa yang enggan menjemput Rajamalar sang putri bungsu dan malah menggantikannya dengan pedang. Jika Rajamalar bersedia menikahi pedangnya, maka Pangeran Tissa bersedia menikahinya. Tapi jika tidak, Pangeran Tissa pun mempersilakan Rajamalar untuk tetap berada di negerinya. Padahal Pangeran Tissa sendiri belum pernah sekalipun melihat kecantikan paras Rajamalar. 

Minggu, 12 Januari 2020

"Ujan-Ujan, Paling Enak Ngebakso Malang"



Bakso Malang apa bakwan Malang ni yang bener ? 

Kayaknya sih sama aja deh ya.

Yang jelas menu satu ini paling cocok disantap pas hari sedang ujan. Atau waktu matahari sedang terik-teriknya biar suasana semakin haaawt. Tapi kalau pas hari ujan, paling enak sih nunggu yang tik-tok-tik-tok aja. Yang tinggal ndekem dalam rumah, e tau-tau abang tukang baksonya nyamperin sendiri pake motor dan bakso pun udah mendarat di tangan dengan selamat tanpa perlu berbasah-basah ria. Tau sendiri kan, Januari itu udahlah "ujan sehari-hari", e hasrat mager bin golar-goler membumbung tinggi. Jadi, mulut rasanya pingin memamah biak aja, apalagi yang anget-anget berkuah ceprotin sambel pedeus, aduh itu udah godaan banget. Niatan diet ilang sudah deh dalam seketika, wkwk..


Jumat, 10 Januari 2020

Tips Mematangkan Buah Alpukat dengan Cepat dan Matang Sempurna


Tips Mematangkan Buah Alpukat dengan Cepat dan Matang Sempurna

Aku dan suami sama-sama pecinta buah. Selain dimakan langsung, kami juga sering menjadikannya sebagai jus. Karena jus bikinan sendiri tentu jauh lebih murah ketimbang beli. Mana jatohnya lebih banyak lagi. Beli berapa kilo, sebagian dijus dapetnya nyampe 1 teko gede. Coba kalau beli yang di depan minimarket, ceban cuma dapat segelas, ga bisa dijag-jog dijag-jog lagi #haha #itung-itungan mulu lu Mbul.


Kamis, 09 Januari 2020

"Merindukan Pohon Rambutan"


Tentang Pohon Rambutan...

Gara-garanya tukang buah uda pada gelarin rambutan di mobil pick up yang biasa jadi tempat ngetem mereka. Ada parakan, aceh, cilengkeng, sampai yang ga nglokthok sama sekali juga berair banyak. Kalau yang parakan kan keset ya. Walau udah menuju item alias mengering, tapi tetep aja buahnya keset, ga bonyot atau berair kayak rambutan pada umumnya. 

Tapi aku ga begitu suka parakan sih. Aku tuh sukanya yang cilengkeng. Cilengkeng itu yang ijo kecil-kecil itu loh. Biar kata masih ijo-ijo (ada juga sih yang kuning), tapi rasanya tuh udah muanis banget. Mana nglothok pula cilengkeng ini. Tapi harganya lebih mahal sih emang. 

Rabu, 08 Januari 2020

Komik Sisipan Bobo : Puri Misterius



Komik Sisipan Bobo : Puri Misterius

Sekelompok remaja putri yang terdiri dari 7 orang tengah bersepeda menuju tempat peristirahatan yang terletak di atas bukit. Sayangnya, di tengah jalan mereka melewati rute yang salah. Karena sudah terlanjur kelelahan, akhirnya mereka sepakat mampir sebentar ke kedai minuman yang terletak di pinggir jalan.


Selasa, 07 Januari 2020

"Menu Masakan Padang Ini yang Aku Suka"



Siapa yang suka masakan padang kayak aku, cung !

#Saya Bu Guru...!!! 

(Nanya dewek kemudian dijawab dewek. Mesakke tenan #maklum blog makin sepi kakaaak, naga-naganya uda pada kemana tauk, hoho). Yawis kalau gitu aku mau cerita lagi ya. Mumpung anak-anak uda pada anteng, hihihi..

Sebagai orang Jawa, ternyata aku menyukai masakan padang. Gimana ga, di kanan kiri banyak betul rumah makan padang. Walaupun kalau menurutku pribadi paling enak itu Padangnya Padang Garuda. 

Baca juga : "Hakekat Nasi Padang"


Senin, 06 Januari 2020

O Ini yang Namanya Chi Cong Fan...



"Chi Cong Faaaaaaaan !!!"

Asyar-asyar terdengar suara sepeda motor yang meneriakkan ini di area tempat tinggalku. 

"Chi Cong Faaaaaan !!!"

Bunyi apakah itu ?

Suaranya yang nyaring dibarengi dengan kecepatan sepeda motor yang bagaikan angin. Wush wush wush ! Dalam sekejap mata langsung hilang. Menyebabkan mahluk gembul berinisial TY (Tiyem) yang jalannya ebot ebot bagaikan tatung nangka atawa entog ini udah pasti ketinggalan. Pokoknya belum sempat aku melongok ke arah jendela dan memastikan itu apa, eh udah balik lagi itu abangnya. Niat jualan apa ga yach ? Kalau niat atuhlah ngetem bentaran nungguin ada yang buka pintu buat beli yekan, hahaha. 

Minggu, 05 Januari 2020

Sinopsis Deep Rising (1998)



Saatnya nostalgia film jadul lagi Cuy !


Gegara terlanjur nyeduh kopi efek begadangan nungguin naq beiby yang lagi pada batuk pilek, semalam rampung juga gw nyelesaikan streammingan film lawas Deep Rising yang rilis pada tahun 1998. Lumayan seru juga nonton ulang. Soalnya aku emang pecinta genre-genre ginian sih. Lumayan buat penyegaran mata nonton film yang tegang-tegang. 

Oh ya, misalnya kalian mau rekomendasi judul film thriller yang seru-seru, bisa banget buka list ini.

Ya udah langsung aja ya. Aku mulai dari sinopsisnya dulu, baru setelah itu kubikin semacam ulasan pribadinya. Ulasan pribadi dari kacamataku sebagai penonton sih...(bukan kritikus apalagi pengamat huehe).



Judul film : Deep Rising

Genre : scifi violence/gore
Tanggal rilis awal : 30 Januari 1998
Sutradara : Stephen Sommers
Box office: 11, 2 juta USD
Anggaran: 45 juta USD
Skenario : Stephen SommersRobert Mark Kamen

Sinopsis Deep Rising (1998)

Di tengah Laut Cina Selatan yang penuh dengan kedalaman misteri, sekelompok anggota bersenjata api menyewa kapal milik Kapten John Finnegan beserta kru yaitu, Joey Pantucci dan Leila. Kelompok tersebut beranggotakan Hanover, Mulligan, Mason, Billy, T-Ray, Mamooli, dan Vivo yang rupanya tengah menjalankan misi rahasia yaitu meledakkan torpedo di suatu tempat. Finnegan sendiri tidak cukup tahu dimana arah tujuan mereka. Sebab ia dan kru hanya bertugas menjalankan kapal di bawah todongan senjata lantaran ulah ceroboh Pantucci yang mengetahui keberadaan si torpedo itu tadi. Sempat saling mengancam, Finnegan akhirnya bersedia menuntaskan pekerjaan, asalkan anak buahnya selamat. 

Sementara itu, Argonautica sebuah kapal pesiar mewah tengah berlayar untuk pertama kalinya di bawah kepemilikan Simon Canton. Pada saat acara pembukaan, Canton dengan sangat PD-nya mengagung-agungkan buah karyanya itu di hadapan ribuan khalayak yang memang menyasar segmen high end. Namun, ternyata ada satu penyusup yang berhasil masuk. Dialah Trillian, seorang wanita cantik yang merupakan buronan polisi dan berhasil mencopet dompet milik sang nahkoda kapal, yaitu Kapten Arthenton. 

Setelah berhasil mengambil apa yang diincar, Trillian pun menyingkir sejenak ke arah deck kapal. Namun, yang ia dapati justru pemandangan laut yang sangat mengerikan. Samar-samar terdengar suara misterius dari kejauhan yang makin lama makin mendekat. Ia pun memutuskan untuk masuk saja lantaran merasa tidak nyaman, apalagi di luar juga sedang turun hujan. 

Jumat, 03 Januari 2020

"Kalau Dipikir-Pikir Ngeblogku itu Santai Banget"



By : Gustyanita Pratiwi

Sesantai gambar bocah yang lagi makan semangka di bawah ini. Emangnya siapa tu bocah ? Ya, bocah itu adalah gw sendiri, hehehe....

(Astaga ya Lord, tulung itu uda tigapuluhtahun masih aja ngedeskripsiin diri pake karakter umur-umur bocah, wekekekke, biarin aja ah, suka-suka uwe, kan kata orang ini yang dinamakan branding *pret*).